Anda di halaman 1dari 70

BUKU PEDOMAN

KULIAH KERJA TERPADU


UNIVERSITAS SAMRATULANGI

Tim Penyusunan Buku Panduan


KKT (Kuliah Kerja Terpadu)

DIREKTORAT PENGABDIAN KEPADA


MASYARAKAT
UNIVERSITAS SAMRATULANGI
MANADO
2017

Sekretariat:
Gedung LPPM Lt. IV
Kampus Manado 95115
Telp.(0431) 827560 Fax. (0431) 827560
E-mail: kkt.unsrat.ac.id
Home Page: http://lppm/unsrat.ac.id
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL 1
DAFTAR ISI 2
KATA PENGANTAR 4
BAB I. PENDAHULUAN 5
A. Sejarah KKT 5
B. Latar Belakang 5
1.Dasar Pelaksaan 7
2. Arah Kebijakan 6
3. Tujuan dan Manfaat 9
4. Kompetensi 12
BAB II. PENGELOLAAN DAN RUANG LINGKUP KKT UNSRAT 13
A. Lembaga Pengelola dan Tugas 13
B. Ruang Lingkup KKT UNSRAT 17
C. Pengelompokan Kegiatan di dalam Program KKT UNSRAT 18
D. Sifat Kegiatan Mahasiswa dalam Program KKT UNSRAT 18
E. Jenis Kegiatan dan Alokasi Waktu dalam Program KKT 18
UNSRAT
F. Kemitraan dan Pendanaan 20
BAB III. TAHAPAN PROGRAM KKT UNSRAT 21
A. Pra Pelaksanaan 21
1. Penjaringan Tema dan Usulan Kegiatan KKT 21
UNSRAT
2. Pendaftaran Peserta KKT UNSRAT 21
3. Persyaratan Mengikuti KKT 21
4. Prosedur Pendaftaran 21
5. Pembekalan 22
6. Permohonan Izin Pelaksanaan Kegiatan KKT 22
Kepada Pemerintah
7. Penempatan Mahasiswa dan DPL 22
8. Konsolidasi Posko 23
9. Pengambilan Perlengkapan/Paket per posko 23
10. Pengarahan Korcam dan Posko 24
11. Pelepasan dan Pengarahan Rektor 24

2
12. Penerimaan di Lokasi 24
13. Perpisahan dengan Masyarakat di Lokasi 24
14. Penarikan Oleh Rektor UNSRAT 24
B. Pelaksanaan 24
1. Penerjunan Mahasiswa ke Lokasi KKT 24
2. Operasional Lapangan 25
3. Penarikan Mahasiswa dari Lokasi KKT 27
C. Penilaian 27
1. Penilai 27
2. Range Penilaian 27
3. Komponen Penilaian 28
4. Nilai Akhir KKT UNSRAT 30
Lampiran
Lampiran 1 31
32
Lampiran 2
Lampiran 3 38

Lampiran 4 54
55
Lampiran 5
Lampiran 6 57
Lampiran 7 65
Lampiran 8 66
Lampiran 9 67

Lampiran 10 68
Lampiran 11 69

3
Kata Pengantar

Puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya proses
editing dan usaha penyempurnaan Buku Pedoman Kuliah Kerja Terpadu
Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi (KKT
UNSRAT) dapat terselesaikan.
Buku Pedoman ini memuat sejarah dan paradigma program KKT UNSRAT
dari waktu ke waktu; pengelolaan dan ruang lingkup; tahapan kegiatan; evaluasi;
serta dilampiri juga berbagai contoh berkas-berkas administratif dalam kegiatan
KKT UNSRAT. Keberadaan buku ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas
penyelenggaraan program KKT, dan sinergi berbagai unit kerja di lingkungan
UNSRAT, berbagai pihak sebagai mitra terselenggaranya program KKT di tingkat
nasional maupun internasional, antara lain perguruan tingggi, lembaga
pemerintah, lembaga profesi, swasta, dan masyarakat.
Tim Penyusun dan Editor penyempurnaan Buku Pedoman KKT UNSRAT
ini menyadari, meskipun seluruh kemampuan telah dicurahkan untuk
menyempurnakannya, tetapi tentunya masih terdapat kekurangan-kekurangan.
Kekurangan dalam penyusunan buku ini diharapkan dapat disempurnakan di
masa yang akan datang.
Selesainya penyusunan dan penyempurnaan buku ini tidak lepas dari
kerjasama, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih
disampaikan kepada:
1. Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado;
2. Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Sam Ratulangi yang telah
memberikan arahan dan masukan untuk penyempurnaan buku ini;
3. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Sam Ratulangi yang telah memberikan bimbingan, masukan,
dan kepercayaan untuk melaksanakan penyempurnaan buku ini;
4. Ketua KKT Universitas Sam Ratulangi
5. Semua pihak yang telah membantu penyempurnaan buku ini
Hasil kerja bersama ini semoga dapat lebih meningkatkan kualitas Program
KKT UNSRAT dan kesejahteraan masyarakat.

Manado, April 2017

Tim Penyusun

4
BAB I
PENDAHULUAN

A. Sejarah KKT UNSRAT


B. Latar belakang
Tercatat dalam sejarah bahwa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) tercetus
sebagai dorongan bagi perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam proses
pembangunan Bangsa yang dinamis. Pelaksanaan KKT bukan tanpa
rintangan, baik dalam perguruan tinggi itu sendiri maupun pihak eksternal,
tetapi dari program-program yang sudah berlangsung lebih dari 50 tahun oleh
perguruan tinggi pelaksana KKT, membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa
di pelosok desa/kelurahan nusantara hingga daerah-daerah perbatasan
termasuk pelibatan mahasiswa dalam berbagai persoalan bangsa yang
krusial adalah sangat membanggakan.
Begitu uniknya KKT sehingga merumuskan manfaat KKT bagi mahasiswa
dan perguruan tinggi menjadi sangat beragam tergantung bagaimana masing-
masing perguruan tinggi pelaksana merancang dan menjalankannya serta
bagaimana mahasiswa menjalaninya sebagai pengalaman pembelajaran.
Perjalanan sejarah pelaksanaan Kuliah Kerja Terpadu (KKT) diawali
pertama kali oleh Universitas Gadja Mada (UGM) pada tahun 1951dalam
bentuk Pengerahan Tenaga Mahasiswa. Dalam bentuk awalnya tersebut,
mahasiswa ditugaskan sebagai guru pada Sekolah Lanjutan Atas
terutama yang berada di luar Pulau Jawa.Program ini berlangsung
sekitar satu dekade sebelum ditanguhkan pada tahun 1962 karena
kondisi keuangan Negara pada saat itu. Setelah mengalami masa
penangguhan, pada tahun 1971 Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri, SH.
kembali menegaskan pelaksanaan KKT sebagai program wajib bagi
mahasiswa UGM.
Pada tahun 1971 Dirjen Pendidikan Tinggi mencanangkan program
rintisan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat untuk dilaksanakan oleh
Universitas Andalas mewakili bagian barat, UGM mewakili wilayah tengah,

5
Universitas Hasanuddin mewakili wilayah timur. Evaluasi pelaksanaan
program rintisan ini disampaikan dalam forum rektor pada bulan Maret 1972,
dilanjutkan dengan Seminar Nasional di Yokyakarta pada tanggal 17 18
November 1972 yang membahas tentang Proyek Perintis Pengabdian
Kepada Masyarakat. Dalam seminar ini selain tiga universitas perintis, 10
universitas peserta seminar termasuk UNSRAT menyepakati untuk
melaksanakan program perkuliahan yang diberi nama Kuliah Kerja Terpadu
dan dimulai pada tahun ajaran 1973-1974.
UNSRAT yang terlibat dan telah membuat komitmen saat Seminar di
Yokyakarta 17 18 November 1972 mulai melaksanakan KKT pada tahun
ajaran 1973-1974. Mahasiswa semester akhir sebelum menyelesaikan skripsi
harus mengontrak KKT. Pada kondisi yang penuh keterbatasan pada waktu
itu, sebanyak 1 2 mahasiswa ditempatkan di satu desa/kelurahan selama 6
bulan penuh dalam wilayah Provinsi Sulawesi Utara (termasuk Gorontalo).
Awal tahun 1980an lama waktu KKT berubah menjadi 3 bulan.
Pelaksanaan KKT terus berdinamika seiring perkembangan yang terjadi
terutama pada tingkat internal UNSRAT. Manakala UNSRAT menerima
mahasiswa yang tengah bekerja di Pemerintahan dan tidak bisa
meninggalkan tugas mereka, diciptakan model pelaksanaan KKT- Satgas.
Akhir tahun 1980an dimana sistem pendidikan telah mengadopsi model SKS
(Satuan Kredit Semester) dan jumlah mahasiswa semakin banyak, strategi
pelaksanaan KKT diganti dengan pendekatan kelompok (sebanyak 10 12
mahasiswa per desa/kelurahan) dengan lama waktu pelaksanaan 2 bulan
penuh di lapangan. Saat itu mulai dikenal istilah Posko. Pertengahan tahun
1990 tepatnya periode tahun akademik 1996-1997 terjadi perubahan cukup
signifikan dimana pelaksanaan KKT selain bentuknya yang reguler juga mulai
mengadopsi bentuk KKT Usaha dan KKT Kemitraan (Pemantauan Pemilu).
Selanjutnya, bentuk KKT Usaha maupun kemitraan tidak dikembangkan.
Awal tahun 2000an merupakan era KKT-Satgas. Perlahan desa/kelurahan
mulai ditinggalkan dan peserta KKT-Satgas semakin diperluas. Pintu KKT-
Satgas yang semakin terbuka mendorong mahasiswa untuk memilih program
tersebut meskipun harus mengeluarkan biaya ekstra. Program ini kemudian
6
dihentikan pada tahun 2014 tepatnya pada Angkatan ke-105 karena telah
menjauhkan KKT dari filosofi dasarnya.
Pada angkatan selanjutnya yakni Angkatan 106, periode Oktober
Desember 2014, pelaksanaan Kuliah Kerja Terpadu atau disingkat KKT
(awalnya KKT) memasuki masa transisi dimana seluruh mahasiswa
diwajibkan mengikuti Program Reguler kecuali bagi mereka yang
berkebutuhan khusus berdasarkan penilaian pengelola. Pelaksanaan KKT
Angkatan 106 telah dievaluasi dan hasilnya dijadikan dasar untuk perbaikan
dalam pelaksanaan KKT Angkatan 107 periode Februari April 2015, dan
seterusnya hingga pelaksanaan KKT Angkatan 110 periode Oktober
Desember 2015.

A. Dasar Pelaksanaan
Diamanatkan dalam Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi (UU
No.12/2012) bahwa pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistim pendidikan
nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,
memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan
menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa
Indonesia yang berkelanjutan. Di era globalisasi, pendidikan tinggi harus
mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
menghasilkan intelektual, ilmuan, profesional yang berbudaya dan kreatif,
toleran, demokratis, berkarakter tangguh, serta berani membela kebenaran
untuk kepentingan bangsa.
Sebagai pedoman sistem pendidikan nasional, UU No. 12/2012
mewajibkan perguruan tinggi untuk melaksanakan tridharma dengan
melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Khusus pengabdian kepada masyarakat didefinisikan sebagai kegiatan sivitas
akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dipertegas dalam pasal 5 (d) bahwa salah satu tujuan pendidikan tinggi
adalah terwujudnya pengabdian kepada masyarakat berbasis penalaran dan

7
karya penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum
dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sebagai kegiatan sivitas akademika, pengabdian kepada masyarakat
dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan sesuai budaya akademik,
keahlian dan/atau otonomi sivitas akademika serta kondisi sosial budaya
masyarakat (UU No. 12/2012, pasal 47 ayat 2). Dipertegas pada ayat
selanjutnya bahwa hasil pengabdian kepada masyarakat digunakan sebagai
proses pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengayaan sumber
belajar, dan/atau untuk pembelajaran dan pematangan sivitas akademika.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan No. 49/2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi,
program sarjana wajib ditambah bentuk pembelajaran pengabdian kepada
masyarakat (pasal 14, ayat 8). Dijelaskan dalam ayat selanjutnya bahwa
bentuk pembelajaran berupa pengabdian kepada masyarakat merupakan
kegiatan mahasiswa di bawah bimbingan dosen dalam rangka memanfaatkan
ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat
dan mencerdaskan kehidupan bangsa.Secara teknis, beban belajar
mahasiswa untuk bentuk pembelajaran pengabdian kepada masyarakat
adalah 1 sks yang disetarakan dengan 160 menit per minggu per semester
(pasal 16, ayat 3).

UNSRAT menerjemahkan pelaksanaan kuliah pengabdian kepada


masyarakat dengan pola Kuliah Kerja Terpadu (KKT), Kuliah Kerja Profesi
(KKP), dan Kuliah Kerja Kemitraan (KKK). Secara umum, Kuliah Kerja
didefinisikan sebagai suatu kegiatan kurikuler yang dilaksanakan oleh
mahasiswa program sarjana secara terprogram selama jangka waktu tertentu.
Bentuk Kuliah Kerja dapat berupa kuliah kerja lapangan, kuliah kerja usaha,
magang, dan kegiatan lain yang bentuknya ditentukan oleh Rektor (Peraturan
Rektor No.01/UN 12/PP/2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Akademik,
pasal 26 ayat 1 - 3).

Dalam Peraturan Rektor tersebut selanjutnya dijelaskan dalam pasal 26


ayat 4 6 bahwa KKT merupakan kegiatan kuliah kerja yang dilaksanakan

8
secara terprogram oleh Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Kuliah Kerja
(P2KK), dan dapat berbentuk KKT Reguler dan KKT khusus yang
dikembangkan oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM). Kuliah
Kerja Profesi merupakan kegiatan kuliah kerja yang dilaksanakan oleh
fakultas sesuai dengan bidang profesi masing-masing. Sementara itu, Kuliah
Kerja Kemitraan merupakan kegiatan kuliah kerja yang dilaksanakan oleh
fakultas dimana program-program kegiatan sepenuhnya mengikuti disain
program yang diterapkan oleh institusi mitra.

B. Arah Kebijakan

Arah kebijakan kuliah kerja pengabdian kepada masyarakat sudah


seharusnya dikembalikan pada filosofi dasarnya. Kuliah Kerja Terpadu atau
Kuliah Kerja Terpadu tidak selayaknya ditujukan untuk membantu masyarakat
secara langsung dalam bentuk bantuan fisik dan material, melainkan sebagai
kuliah dari kehidupan masyarakat sekaligus menjadi motivator pembangunan
desa/kelurahan dengan belajar menerapkan kemampuan intelektual untuk
menyelesaikan permasalahan dalam masyarakat dengan bimbingan dosen
pembimbing. Sangat tidak realistik apabila dalam jangka waktu 1 2 bulan
maka mahasiswa sudah dapat memecahkan persoalan yang ada di masyarakat
termasuk memberikan bantuan yang bersifat fisik seperti pembangunan jalan,
jembatan atau bangunan lainnya (dipetik dari Pidato dan Laporan Rektor pada
Acara Puncak Perayaan Diesnatalis UNSRAT ke-53, 30 september 2014, hal.
16-17). Pada pidato yang sama, Rektor juga menegaskan bahwa sasaran KKT
adalah bahwa dengan tinggal bersama masyarakat maka mahasiswa akan
mengetahui dan memahami berbagai permasalahan dalam masyarakat.

C. Tujuan dan Manfaat

Tiga tujuan pokok pengembangan KKT adalah:


1. Menghasilkan sarjana sebagai penerus pembangunan yang lebih
menghayati permasalahan yang sangat kompleks yang dihadapi

9
masyarakat dan belajar menanggulangi permasalahan tersebut secara
pragmatis dan interdisipliner (personality development).

2. Mendekatkan perguruan tinggi kepada masyarakat, dan lebih


menyesuaikan keberadaan pendidikan tinggi kepada tuntutan
pembangunan (institutional development).

3. Membantu pemerintah dalam percepatan laju pembangunan dan


mempersiapkan kader-kader pembangunan yang handal (community
development).

Dengan landasan yang tepat, tujuan yang terarah dan terukur serta
dukungan sumberdaya internal maupun eksternal secara optimal, maka
pelaksanaan KKT diharapkan akan memberi manfaat besar kepada
mahasiswa, UNSRAT dan masyarakat, yang dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Manfaat bagi mahasiswa:

Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang: (1)


Cara berfikir dan bekerja secara interdisipliner dan lintas sektoral, (2)
Kegunaan hasil pendidikannya bagi pembangunan umumnya dan
daerah pedesaan khususnya, (3) Kesulitan yang dihadapi masyarakat
desa/kelurahan dalam pembangunan, (4) Konteks keseluruhan dari
masalah pembangunan dan pengembangan daerah desa/kelurahan, (5)
Mendewasakan cara berfikir mahasiswa untuk melaksanakan
penelaahan dan pemecahan masalah yang ada dalam masyarakat
secara pragmatis ilmiah;

Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan


program program pengembangan dan pembangunan desa/kelurahan;

Membina mahasiswa untuk menjadi seorang transformer, change


agent, motivator, dinamisator, fasilitator dan problem solver;

Memberikan pengalaman dan keterampilan kepada mahasiswa sebagai


kader pembangunan disamping diharapkan terbentuknya sikap dan rasa
cinta serta tanggung jawab terhadap kemajuan masyarakat pedesaan;

10
Membuka wawasan para mahasiswa, sehingga mereka mengetahui
secara teknis permasalahan-permasalahan yang dihadapi para pelaku
ekonomi kecil yang kadang kala tidak terdapat dalam teori.

2. Manfaat bagi UNSRAT:

Lebih mantap dalam pengisian ilmu dan pendidikan kepada mahasiswa,


dengan adanya umpan balik sebagai hasil integrasi mahasiswa dengan
masyarakat, sehingga kurikulum perguruan tinggi dapat disesuaikan
dengan tuntutan pembangunan;

Tenaga pengajar memperoleh berbagai kasus yang berharga, yang


dapat digunakan sebagai contoh dalam proses pendidikan;

Mempererat dan meningkatkan kemitraan antara perguruan tinggi


dengan pemangku kepentingan yang lain dalam pelaksanaan
pembangunan.

3. Manfaat bagi masyarakat:

Memperoleh tenaga dan pemikiran untuk merencanakan serta


melaksanakan proyek pembangunan;

Meningkatkan cara berfikir, bersikap dan bertindak sehingga siap


menerima dan berpartisipasi dalam program pembangunan;

Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan,


merumuskan dan melaksanakan pembangunan;

Terbentuknya kader-kader pembangunan di dalam masyarakat,


sehingga mendorong kesinambungan pembangunan;

Membantu masyarakat dalam pengembangan usaha ekonomi produktif


keluarga melalui pelatihan dan pembinaan yang diberikan mahasiswa;

Memotivasi masyarakat desa/kelurahan agar membentuk kelompok-kelompok


usaha dalam mengembangkan kegiatan usahanya.

11
D. Kompetensi
Program KKT diselenggarakan untuk menghasilkan mahasiswa dengan
kompetensi:
1. Mampu menganalisis permasalahan dan potensi di dalam masyarakat
2. Mampu merancang program pemberdayaan
3. Mampu mengelola jejaring kerjasama interdisipliner
4. Mampu melaksanakan pengembangan berbasis potensi dan kearifan lokal
5. Mampu menyusun pertanggungjawaban kinerja program pengembangan

12
BAB II
PENGELOLAAN DAN RUANG LINGKUP
KKTUNSRAT

A. Lembaga Pengelola dan Tugas


Pengelola program KKT UNSRAT meliputi lembaga dari tingkat pengambil
kebijakan sampai dengan tingkat implementasi di lapangan. Secara rinci
lembaga pengelola adalah sebagai berikut:
1. Ketua LPPM UNSRAT.
Yang bertugas untuk:
a. Menyusun kebijakan dan strategi Universitas tentang pelaksanaan
pengabdian masyarakat melalui program KKT.
b. Menyusun kriteria dan cara penilaian kinerja program KKT UNSRAT
c. Memberi laporan kinerja program KKTUNSRAT kepada Rektor
d. Merumuskan peraturan pelaksanaan program KKT UNSRAT
e. Melaksanakan pengawasan dan perbaikan mutu pelaksanaan program
KKT UNSRAT

2. Ketua P3KKNT
Yang bertugas untuk:
a. Memimpin unit pelaksana Program KKT UNSRAT.
b. Melaksanakan Program KKT sesuai dengan kebijakan dan strategi
Universitas.
c. Melaksanakan penilaian kinerja program KKT UNSRAT sesuai kriteria
dan cara penilaian yang ditetapkan oleh Universitas.
d. Memberi laporan dan pertanggung-jawaban kinerja program KKT
UNSRAT kepada Ketua LPPM UNSRATsecara berkala.
e. Melaksanakan penjaminan mutu pelaksanaan Program KKT UNSRAT.
13
f. Merencanakan, membuat keputusan, mengarahkan, mengkoordinasi,
mengawasi, mengevaluasi, mengembangkan dan melaporkan secara
berkala pelaksanaan Program KKT.
g. Dibantu oleh Tim Task Force KKT bertugas mengelola pelaksanaan
penyelenggaraan KKT, meliputi operasional, pengembangan
kerjasama/kemitraan, dan administrasi akademik.

3. Dosen Pengawas
Yang bertugas untuk:
a. Bertindak sebagai pengawas Program KKT di tingkat wilayah kerja
yang ditugaskan.
b. Mengadakan orientasi dan observasi untuk membantu implementasi
kegiatan KKT sesuai tugas pada lokasi kecamatan yang ditugaskan.
c. Melakukan koordinasi program KKT dengan pemerintah daerah
(camat) serta DPL di wilayah lokasi kecamatan yang ditugaskan.
d. Menumbuhkan disiplin dan motivasi serta mendampingi mahasiswa
dalam melaksanakan program KKT dan membantu pemecahan
masalah yang dihadapi oleh mahasiswa bersama DPL.
e. Mendorong dan menumbuhkan interaksi positif mahasiswa KKT antar
posko dan antara mahasiswa KKT dan pemerintah di wilayah kegiatan
KKT.
f. Melakukan laporan pemantauan dan evaluasi program KKT di wilayah
kerjanya.
g. Melakukan survei kepuasan penerima manfaat dalam rangka evaluasi.
h. Menyusun laporan tertulis mengenai kegiatan pembimbingan
mahasiswa KKT yang telah dilakukan dan memberikan saran-saran
untuk keberlanjutan kegiatan khusus.

14
4. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)
Dosen Pembimbing Lapangan yang bertugas pada level posko bertugas:
a. Mengadakan orientasi dan observasi posko KKT serta membantu
melancarkan proses pendekatan sosial mahasiswa dengan masyarakat
dan instansi atau dinasdi lokasi KKT.
b. Menumbuhkan disiplin dan motivasi serta mendampingi mahasiswa
dalam melaksanakan program KKT dan membantu memecahkan
masalah yang dihadapinya agar Program KKT dapat terlaksana.
c. Mendorong dan menumbuhkan interaksi positif antar mahasiswa KKT
dan antara mahasiswa KKT dengan perangkat pemerintahan dan
instansi terkait.
d. Membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan KKT.
e. Melakukan penilaian kegiatan mahasiswa
f. Menyusun laporan tertulis mengenai kegiatan pembimbingan
mahasiswa KKT yang telah dilakukan dan memberikan saran-saran
untuk keberlanjutan kegiatan khusus.

5. Ketua Pengelola/penanggungjawab wilayah (berlaku sesuai


situasi/adhock)
Yang bertugas untuk:
a. Membantu Ketua P3KKNT dalam menjalankan Progam KKT UNSRAT
b. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan dan program pada bagian
Pengelolaan KKT
c. Melakukan pemantauan dan pengendalian kegiatan KKT UNSRAT
d. Melakukan pengelolaan dan pendataan publikasi hasil KKT UNSRAT
e. Membantu Ketua P3KKNT dalam menyusun laporan kinerja
pengelolaan KKT
f. Ketua pengelola/penanggungjawab wilayah yang dibentuk memberikan
pertanggungjawaban pada Ketua P3KKNT

15
6. Koordinator Mahasiswa Tingkat Kecamatan (Korcam)
Yang bertugas untuk:
a. Mengkoordinasikan pelaksanakan program bersama peserta KKT
tingkat kecamatan.
b. Membantu Pengawas dan DPL dalam penyelesaian konflik antar
posko di tingkat kecamatan.
c. Mengumpulkan dan merekapitulasi semua hasil kegiatan dan
realisasi tugas di tingkat kecamatan untuk membantu tugas Dosen
Pengawas.

7. Koordinator Posko (Korpos)


Yang bertugas untuk:
a. Mengkoordinasikan kegiatan anggota posko berupa rencana kerja,
diskusi, pelaksanaan dan laporan, serta memastikan seluruh
kegiatan posko diketahui oleh pemerintah desa/kelurahan dan
disetujui oleh DPL dan Pengawas.
b. Melaporkan kejadian penting yang perlu segera ditanggapi kepada
korcam, pemerintah desa/kelurahan dan DPL.
c. Mengumpulkan dan merekapitulasi semua hasil kegiatan dan
realisasi penggunaan dana di tingkat posko.

8. Sekertaris Posko
Yang bertugas untuk:
a. Membantu Korpos dalam pelaksanaan tugas-tugas koordinasi
posko.
b. Membantu Korpos dalam pengumpulan dan rekapitulasi semua hasil
kegiatan di posko.
c. Mewakili Korpos saat yang bersangkutan berhalangan.

16
9. Bendahara Posko
Bertugas membuat laporan keuangan posko.

10. Kepala Bidang (Kabid Posko)


Bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan dan pelaporan program
tematik/non tematikyang telah direncanakan.

11. Mahasiswa Peserta KKT


Seluruh mahasiswa peserta KKT wajib memahami dan melaksanakan:
paradigma pemberdayaan, prinsip-prinsip dasar, aturan serta tata tertib
KKT.

B. Ruang Lingkup KKT UNSRAT


Berdasarkan pada prioritas dan penghiliran riset-riset UNSRAT, ruang lingkup
tema kegiatan KKT UNSRAT dikembangkan pada beberapa aspek, antara
lain:
1. Pengembangan Kehidupan Sosial-Budaya berbasis Kearifan Lokal dan
Nasionalisme (Revolusi Mental).
2. Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendidikan.
3. Pemberantasan Buta Aksara.
4. Pemberdayaan Perempuan dan Kelompok Rentan.
5. Perbaikan Tata Pamong dan Tata Kelola Pemerintahan.
6. Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
7. Peningkatan Produksi Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan.
8. Pengembangan Sumberdaya Alam.
9. Pengelolaan Lingkungan.
17
10. Peningkatan Kesehatan Masyarakat.
11. Pengembangan Teknologi Informasi dan Komputer untuk pembangunan
berkelanjutan.
12. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
13. Meningkatkan kesadaran hukum.

C. Pengelompokan Kegiatan di dalam Program KKTUNSRAT


Kegiatan dalam program KKT yang dilakukan oleh mahasiswa di setiap
lokasi berdasarkan strategi program dan kesesuaian kondisi di
desa/kelurahan.

D. Sifat Kegiatan Mahasiswa dalam Program KKT UNSRAT


Berdasarkan sifatnya, kegiatan mahasiswa dalam program KKT dapat
dibedakan menjadi:
1. Mono-displiner, yaitu kegiatan KKT yang dilakukan dengan pendekatan
bidang keahlian tertentu(contoh : seorang mahasiswa Fakultas
Kedokteran melaksanakan kegiatan pemeriksaan tekanan darah).
2. Inter-displiner, yaitu kegiatan KKT yang dilaksanakan secara
bersamalintas disiplin ilmu(contoh :penyuluhan tentang pengelolaan
lingkungan hidup).

E. Jenis Kegiatan dan Alokasi Waktu dalam Program KKT UNSRAT


Jenis Kegiatan yaitu untuk kegiatan tematik dan non tematik serta kegiatan
bantu. Alokasi waktu adalah selama 1 bulan sudah termasuk dengan masa
pembekalan, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Jenis Kegiatan KKT


Kegiatan individual peserta KKT dikelompokkan menjadi 3 jenis
kegiatan, yaitu:
a. Kegiatan Tematik

18
Merupakan kegiatan yang dirancang berdasarkan suatu tema
tertentu yang wajib dilaksanakan oleh peserta KKT di lokasi masing-
masing.
b. Kegiatan non-tematik
Kegiatan yang dirancang oleh mahasiswa berdasarkan kebutuhan
masyarakat dan wajib diketahui oleh pemerintah desa/kelurahan dan
disetujui oleh DPL dan Pengawas.
c. Kegiatan penunjang
Kegiatan yang dirancang dan disepakati bersama pada tingkat
kecamatan dan atau kabupaten.

2. Alokasi Waktu (Jam Kerja Efektif Mahasiswa)


Alokasi waktu mahasiswa dalam matakuliah KKT dengan bobot 4
SKS adalah 300 jam efektif, terdiri atas 24 jam untuk kegiatan pra-
pelaksanaan yang diselenggarakan di kampus dan 276 jam untuk
pelaksanaan kegiatan KKT selama tinggal di lokasi KKT (23 hari).
Kegiatan pra-pelaksanaan terdiri dari pembekalan materi umum,
pembekalan dari dosen dan mitra tentang tema, konsolidasi, bakti
kampus, dan kegiatan lainnya sebelum penerjunan.
Alokasi waktu pelaksanaan kegiatan KKT terdiri dari minimal 266
jam untuk kegiatan pokok dan minimal 10 jam untuk kegiatan bantu
(kegiatan membantu pelaksanaan program pokok peserta KKT). Waktu
pelaksanaan kegiatan tematik digunakan minimal 200 jam untuk
pelaksanaan kegiatan pokok tema dan minimal66 jam untuk kegiatan
pokok non tematik sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing.
Waktu bisa berbeda antara mahasiswa KKT, karena dalam keadaan
tertentu seorang peserta KKT dimungkinkan untuk membantu
pelaksanaan kegiatan tematik dan non tematik di luar poskonya dengan
persetujuan DPL bersangkutan.

19
F. Kemitraan dan Pendanaan
Kegiatan KKT harus diselenggarakan dengan melibatkan mitra kerja
(masyarakat, pemerintah, industri, lembaga usaha, dan lembaga lainnya).
Dukungan kemitraan dalam pelaksanaan KKTdapat berupa dana, jasa, dan
sarana prasarana yang sah dan tidak mengikat. Kerjasama kemitraan dalam
kegiatan KKT diwujudkan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang
berlaku di UNSRAT.
Dana yang digunakan untuk pelaksananan kegiatan KKT bersumber dari
mahasiswa peserta KKT, universitas, pemerintah, swadaya masyarakat,
lembaga non pemerintah, dan sumber-sumber lain yang tidak mengikat.Dana
tersebut dialokasikan secara maksimal dalam pelaksanaan kegiatan KKT
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

20
BAB III
TAHAPAN KEGIATAN KKT

A. Pra-pelaksanaan

1. Penjaringan Tema dan Usulan Kegiatan KKTUNSRAT


Tema ditetapkan berdasarkan hasil pembahasan oleh pengelola
KKT dan berdasarkan kesepakatan bersama dengan pihak mitra. Usulan
Kegiatan untuk mendukung pencapaian tujuan masing-masing tema
yang telah ditetapkan diatur melalui mekanisme tersendiri dan disusun
dalam sistematika yang telah ditetapkan oleh pengelola KKT.

2. Pendaftaran Peserta KKT UNSRAT


KKT terbuka bagi semua mahasiswa UNSRAT yang sudah memenuhi
semua persyaratan110 SKS untuk melaksanakan kegiatan
KKT.Selanjutnya, mahasiswa mendaftarkan diri sebagai peserta KKT
dengan memenuhi prosedur dan persyaratan tertentu.

3. Persyaratan mengikuti KKT, sebagai berikut:


a. Mahasiswa aktif terdaftar pada jenjang pendidikan S-1 dari semua
fakultas di lingkungan UNSRAT.
b. Mahasiswa telah mencapai minimal 110 Satuan Kredit Semester
(SKS).
c. Mahasiswa harus mengontrak mata kuliah KKT pada KRS.
d. Melakukan registrasi online melalui web https://kkt.unsrat.ac.id dan
menandatangani surat pernyataan.
e. Mematuhi peraturan dan ketentuan yang ditetapkan.

4. Prosedur Pendaftaran
1) Mahasiswa mendaftar secara online melalui web
https://kkt.unsrat.ac.id dan menyerahkan surat pernyataan.

21
2) Mahasiswa melakukan verifikasi data pada Sistem Informasi KKT.

5. Pembekalan
Mahasiswa yang telah lolos verifikasi data registrasi online diwajibkan
mengikuti materipembekalan KKT yang mencakup pembekalan umum
dan pembekalan khusus. Pembekalan umum mencakup materi : sejarah
dan filosofi KKT, education for sustainable development (ESD),
administrasi dan sistem pelaporan, etika dan operasional kegiatan KKT,
pemberdayaan masyarakat. General Test (GT) atau tes pemahaman
yangdilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa terkait
materi pembekalan umum. Pembekalan khusus diselenggarakan selama
periode tertentu sebelum penempatan untuk pendalaman pengetahuan
serta kecakapan mengenai tema KKT, situasi dan kondisi masyarakat,
sumberdaya, alternatif solusi, hubungan kemitraan dalam kegiatan KKT,
dan hal-hal lain yang dipandang perlu. Materi pembekalan disampaikan
oleh pengusul kegiatan, DPL, dan mitra kerja dengan tempat dan jadwal
yang telah ditetapkan.

6. Survey dan penetapan lokasi kegiatan KKT


Tim survey yang ditetapkan oleh pengelola KKT melakukan pengecekan
dan penilaian lokasi-lokasi tujuan kegiatan KKT berdasarkan kerjasama
kemitraan UNSRAT dan Pemerintah Daerah target, atau berdasarkan
penilaian yang telah dirumuskan oleh pengelola KKT dalam menunjang
visi dan misi UNSRAT.Lokasi kegiatan KKT ditetapkan atas persetujuan
pemerintah daerah.

7. Penempatan mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan dan Pengawas


Penempatan atau plotting lokasi mahasiswa dilakukansecara acak
menggunakan variable latar belakang fakultas dan gender. Jumlah
mahasiswa peserta KKT setiapposko bervariasi antara 6-12
orangdimana jumlah tersebut disesuaikan antara jumlah peserta KKT
dan desa/kelurahan target.Dosen Pembimbing Lapanganmasing-masing
22
posko serta Pengawas ditetapkan sesuai kebutuhan dan pertimbangan
strategi di lapangan. Pengumuman penempatan mahasiswa, DPL dan
Pengawasdapat diakses melalui website www.lppm.unsrat.ac.id,
Halaman resmi facebook Kuliah Kerja Nyata Terpadu Unsrat dan Grup
KKT Unsrat yang dibuat khusus untuk setiap angkatan.

8. Konsolidasi Posko
Proses konsolidasi dikawal langsung oleh DPL setelah mendapat
pembekalan terkait dengan kondisi dan situasi desa/kelurahan target.
Tujuan konsolidasi adalah untuk meningkatkan wawasan mahasiswa
tentang tema kegiatan dan prilaku hidup di tengah masyarakat,
wawasan kerja kelompok, pembentukan organisasi kerja posko,
sosialisasi dan koordinasi antar mahasiswa.
Sebelum kegiatan konsolidasi berlangsung, DPL melakukan
koordinasi dengan Pengelola KKT/Pengelolaterkait informasi awal
tentang letak dan karakteristik lokasi target.
Kegiatan ini merupakan materi kegiatan akademik KKT yang
ditujukan untuk membangun softskills mahasiswa dan mempersiapkan
pelaksanaan tahapan kegiatan KKT selanjutnya. Setiap mahasiswa
peserta KKT wajib mengikuti kegiatan konsolidasi yang dilaksanakan
oleh DPL. Kehadiran/keterlibatan dan partisipasi mahasiswa pada
tahapan ini dievaluasi oleh DPL dan merupakan bagian tidak terpisahkan
dari evaluasi kinerja mahasiswa.

9. Pengambilan perlengkapan/paket per posko


Pengelola KKT/Pengelola menyiapkan perlengkapan kegiatan untuk
setiap posko peserta. Perlengkapan tersebut diambil oleh Korpospada
waktu dan tempat yang ditentukan.

10. Pengarahan Korcam dan Korpos


23
Pengarahan bagi Korcam dan Korpos diberikan oleh Ketua KKT.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi bekal pengetahuan
manajerial, juga untuk pemahaman kegiatan tematik dan non tematik.

11. Pelepasan dan Pengarahan Rektor


Rektor memberikan pengarahan pada saat mahasiswa akan menuju
lokasi penempatan daerah target.Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh
peserta, DPL, Pengawas, Pengelola KKT/ Pengelola.
12. Penerimaan di Lokasi
Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat kabupaten/kotadalam bentuk
upacara penerimaan oleh pemerintah setempat. Selanjutnya
DPL/Pengawas mengantarkan peserta ke lokasi target untuk
diserahkan kepada pemerintah desa/kelurahan.
13. Perpisahan dengan masyarakat di Lokasi
Kegiatan ini dilaksanakan disetiap posko menjelang waktu penarikan
yang telah ditetapkan. DPLdan Pengawas diharapkan kehadirannya
pada saat ini.

14. Penarikan oleh Rektor UNSRAT


Kegiatan ini dilaksanakan setelah peserta KKT berpisah dengan warga
diposko masing-masing, selanjutnya penarikan oleh rektor UNSRAT
melalui penyerahan pemerintah setempat secara resmi.

B. Pelaksanaan
1. Pemberangkatan Peserta ke Lokasi KKT
Pemberangkatan peserta KKT ke lokasi diatur menurut jadwal yang
sudah disusun dan dilakukan oleh Pengelola KKT / Pengelola setelah
berkoordinasi dengan seluruh Pemangku Wilayah terkait
(Bupati/Walikota, Camat, dan Kepala Desa/Lurah).Pesertatidak
diperkenankan membawa dan mengendarai sepeda motor.

24
2. Operasional Lapangan
a. Proses kegiatan Peserta KKT
1. Peserta KKT tiba dilokasi dan Korpos mendata tempat tinggal
anggota dan melaporkan kepada korcam.
2. Secepatnya peserta KKT melakukan rapat dengan aparat untuk
persetujuan bersama program yang akan dilaksanakan.
3. Peserta KKT melakukan sosialisasi diri dan tema kegiatan KKT
UNSRAT kepada masyarakat dan berbagai pihak terkait.
4. PesertaKKT menjaga ketertiban pelaksanaan KKT dan
kehidupan masyarakat di lokasi KKT dengan menerapkan dan
mentaati Tata Tertib KKT dan norma-norma kehidupan
masyarakat.
5. Setiap Peserta KKT di setiap posko menyusun laporan rencana
kegiatan (LRK) individu sesuai kesepakatan dengan masyarakat
sasaran, mitra kerja, dan peserta KKT yang lain.
6. Peserta KKT di posko yang bersangkutan menyusun LRK sesuai
dengan Format yang telah ditentukan Pengelola KKT.
7. Setiap peserta mencatat setiap kegiatan harian dengan
menggunakan LRK-I yang kemudian dipertanggungjawabkan ke
DPL.
8. Peserta mengisi presensi setiap hari selama periode KKT dan
bilamana cuti meninggalkan lokasi harus mengisi dan
mengajukan surat ijin cuti dengan menggunakan blanko yang
telah disediakan.
9. Setiap LRK individu dikumpulkan ke Korpos dan kemudian
diserahkan keDPL.
10. Pada akhir pelaksanaan kegiatan KKT semua korpos yang ada
disatu kecamatan (dikoordinasikan korcam) membuat
rekapitulasi kegiatan dengan menggunakan LRK-P.
11. LRK-P kemudian di bahas bersama masyarakat dan mitra kerja
yang terkait untuk evaluasi pelaksanaan kegiatan, setelah
sepakat, maka;
25
12. Korcam mengkoordinasikan penyusunan executive summary
sesuai dengan format disediakan oleh Pengelola KKT dan
kemudian disampaikan kepada para pihak/mitra terkait sebelum
mahasiswa ditarik dari lokasi KKT. Selanjutnya melaporkan ke
Dosen Pengawas, Dosen pengawas bersama dengan DPL akan
mendiskusikan dan kemudian menyetujui laporan Korcam dan
korpos.
13. Korcam membantu menyelesaikan administrasi surat menyurat
antara Pengawas dan DPL KKT dengan perangkat kecamatan
dan desa/kelurahan.

b. Proses kegiatan DPL


1. DPL mengikuti pembekalan yang dilaksanakan pengelola KKT
2. DPL melaksanakan pertemuan dengan peserta KKT untuk
memberikan pengarahan sesuai tugas dan menyusun struktur
organisasi, menjelaskan administrasi yang harus diilakukan untuk
LRK-I dan LRK-P, menjelaskan tata tertib, menjawab pertanyaan
dari peserta KKT.
3. Mengikuti acara pelepasan dan penerimaan peserta KKT sesuai
posko yang ditugaskan
4. Mengawal Peserta KKT sampai ke lokasi yang di tugaskan
5. Bertemu dengan perangkat desa/kelurahan untuk menjalin
keakraban
6. Mengikuti rapat evaluasi dan memberikan bantuan jika ada hal
yang luar biasa terjadi
7. Mengikuti acara perpisahan dan penarikan peserta KKT

c. Proses Kegiatan Pengawas


1. Pengawas mengikuti pembekalan yang dilaksanakan pengelola
KKT.

26
2. Pengawas melaksanakan pertemuan dengan Korcam dan
korpos untuk pengerjaan Executive summarydan menjawab
pertanyaan.
3. Mengikuti acara pelepasan dan penerimaan peserta KKT dalam
segala tingkatan.
4. Bertemu dengan Camat dan kepala desa/kelurahanuntuk
menjalin keakraban dalam implementasi kerja KKT UNSRAT.
5. Mengikuti rapat evaluasi dan memberikan bantuan jika ada hal
yang luar biasa terjadi.
6. Mengikuti acara perpisahan dan penarikan peserta KKT.

3. Penarikan Peserta dari Lokasi KKT


Penarikan peserta KKT dilakukan oleh Pengelola KKT berdasarkan
hasil penilaian pelaksanaan kegiatan dan konsultasi dengan
pemerintah daerah. Pemberangkatan peserta KKT dari lokasi
bertugas menggunakan sarana transportasi yang disiapkan oleh
Pengelola KKT.

C. Penilaian
1. Penilai
Penilai terdiri dari Dosen Pembekalan dan DPL.Dalam menilai DPL
dapat mempertimbangkan penilaian dari tokoh masyarakat di lokasi
pelaksanaan kegiatan KKT dan keterangan bebas masalah.
2. Range Penilaian
Nilai KKT adalah nilai mutlak:
Nilai Range
A 80 100
B+ 75 - 79,9
B 70 - 74,9
C+ 65 - 69,9
C 60 - 64,9
D 50 - 59,9
E <50

27
3. Komponen Penilaian
Komponen yang dinilai meliputi tes materi pembekalan umum, Laporan
Rencana Kegiatan, Kinerja Mahasiswa, Laporan Pelaksanaan, dan
Responsi.
a. Tes Materi Pembekalan Umum
Tes materi pembekalan umum dilakukan setelah Peserta KKT
mengikuti pembekalan umum KKT.Tes materi (General Test/GT)
pembekalan umum dimaksudkan untuk mengukur kemampuan
pemahaman mahasiswa terhadap materi pembekalan umum. Bobot
nilai GT adalah 10%.
b. Laporan Rencana Kegiatan (LRK)
Laporan ini berisi rencana pelaksanaan kegiatan yang telah
disosialisasikan dan didiskusikan dengan berbagai pihak. Bobot
nilai LRK adalah 5%.
c. Kinerja Peserta KKT
Penilaian kinerja Peserta KKT dibagi menjadi 4 kriteria penilaian,
yaitu disiplin, kerjasama, penghayatan, dan pelaksanaan kegiatan.
Bobot nilai kinerja adalah 70% yang terdiri dari:
1) Pelaksanaan (30%)
a. Kemampuan atau keberhasilan memanfaatkan dan menggali
potensi, mengungkapkan serta menyelesaikan
permasalahan (10%).
b. Keterampilan untuk melaksanakan kegiatan pengembangan
dan pembangunan yang relevan (10%).
c. Kemampuan mengevaluasi keberhasilan kegiatan yang telah
dilakukan (10%).

2) Disiplin (15%)
1. Kepatuhan terhadap kewajiban tinggal di lokasi KKT (5%)
2. Ketepatan dalam penggunaan waktu (5%)
28
3. Kepatuhan terhadap tata tertib yang berlaku (5%)

3) Kerjasama (15%)
a) Kemampuan untuk mengadakan kerjasama antar Peserta
KKT(5%)
b) Kemampuan untuk mengadakan kerjasama antara Peserta
KKT dengan pejabat, Peserta KKT dengan pemuka
masyarakat, dan Peserta KKT dengan anggota masyarakat
(interpersonal) dan mitra kerja (5%).
c) Kemampuan untuk mengadakan kegiatan yang dihubungkan
dengan bidang lain (interdisipliner) (5%).

4) Penghayatan (10%)
a) Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan
kondisi dan hidup tinggal di lokasi KKT (5%)
b) Kemampuan dalam melakukan pendekatan terhadap
masyarakat dengan segala norma dan sistem nilainya (5%)

d. Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK)


Laporan ini berisi pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan
dan pembahasan mengenai keberhasilan pelaksanaan kegiatan
yang meliputi peluang, kendala dan solusi. Bobot nilai LPK adalah
5%.

e. Responsi (RES)
Responsi dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta
KKT dalam pengembangan kapasitas diri (soft skills) melalui
program KKT. Responsi diselenggarakan oleh DPL pada akhir
periode KKT dengan cara tertulis atau lisan. Bobot nilai responsi
adalah 10%

29
4. Nilai Akhir KKT
Nilai Akhir KKT merupakan hasil penggabungan dari komponen
nilai. Nilai Akhir tersebut ditetapkan melalui rapat koordinasi antara
DPL dengan Pengelola Program KKT.Apabila telah memenuhi seluruh
ketentuan yang berlaku, hasil nilai akhir dikirimkan secara tertulis oleh
Pengelola KKT kepada Fakultas.

30
Lampiran 1 : Diagram Rangkaian kegiatan KKT

31
Lampiran 2
TATA TERTIB
KULIAH KERJA TERPADU - PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
32
MANADO

Tata tertib Kuliah Kerja Terpadu Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat


UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO (KKT UNSRAT) disusun sebagai
pedoman mahasiswa KKT untuk dapat berbuat, bertindak dan berperilaku demi
kelancaran pelaksanaan dan keberhasilan tugas di lapangan. Tata tertib ini
mengatur kegiatan mahasiswa saat pra-pelaksanaan dan selama pelaksanaan di
lokasi kerja KKT.

I. Pra-Pelaksanaan
A. Pembekalan Umum
1. Mahasiswa calon peserta KKT wajib mengikuti semua kegiatan
pembekalan yang telah ditentukan sesuai dengan jadwal dan atau
perubahan atau tambahannya.
2. Setiap sesi kegiatan pembekalan dilakukan presensi yang harus
ditandatangani oleh mahasiswa calon peserta KKT. Presensi pembekalan
merupakan salah satu prasyarat mahasiswa ke lapangan.
3. Mahasiswa wajib mengikuti General Test (GT), nilai hasil general test
merupakan komponen penilaian.
4. Mahasiswa calon peserta KKT bertanggung jawab atas diri pribadi masing-
masing. Apabila ada tanda tangan yang dipalsukan atau terjadi kelebihan
tanda tangan, maka presensi kedua belah pihak dinyatakan tidak berlaku.
5. Selama mengikuti pembekalan, mahasiswa calon peserta KKT wajib
menjaga ketertiban, berpakaian sopan dan rapi, tidak merokok dalam
kelas, bersepatu, dan bersikap tenang.
6. Petugs pembekalan berhak menegur, mencatat, atau mengeluarkan
mahasiswa calon peserta KKT yang mengganggu kelancaran kegiatan
pembekalan dan oleh karenanya dihapus dari presensi

II. Pelaksanaan
A. Selama pelaksanaan KKT, mahasiswa wajib :

33
1. Menjaga nama baik almamater
2. Mengikuti seluruh prosesi penerjunan dan penarikan sesuai dengan jadwal
yang telah ditetapkan. Penerjunan dan penarikan mahasiswa KKT
dikoordinasi oleh Dosen Pengawas dan pembimbing lapangan sampai ke
Posko berkoordinasi dengan DPL.

3. Tidak diperkenankan membawa kendaraan pribadi.


4. Menetap di lokasi kerja KKT. Mahasiswa peserta KKT berhak
meninggalkan lokasi kerja KKT, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Harus menggunakan Surat Ijin Meninggalkan Lokasi yang


ditandatangani oleh korpos.

b. Jika korpos ijin wajib meminta ijin pada korcam. Ijin diberikan untuk 3
alasan, pertama, kuliah (jika masih ada mata kuliah), kedua, sakit dan
ketiga ada urusan keluarga yang tidak luar biasa.

c. Setiap Surat Ijin Meninggalkan Lokasi berlaku maksimal 2 x 24 jam


secara berurutan dengan total waktu ijin selama waktu pelaksanaan
tugas maksimal 3 x 24 jam

d. Dalam hal khusus, ijin meninggalkan lokasi kerja KKT hanya diberikan oleh
DPL.

5. Melaksanakan tugas-tugas KKT dengan penuh rasa tanggung jawab dan


dedikasi yang tinggi, baik tugas administrasi, yaitu pengisian presensi
harian dan rencana pelaksanaan kegiatan, penulisan laporan rencana
kegiatan/pelaksanaan, maupun tugas lapangan sesuai dengan
perencanaan.

6. Menghayati dan menyesuaikan diri dengan kehidupan di lokasi kerja KKT


7. Membina kerjasama dengan sesama mahasiswa, masyarakat,
instansi/dinas Pemerintah dan pihak-pihak yang terkait.

34
8. Menjaga kelengkapan dan keutuhan semua atribut mahasiswa KKT (jas
Almamater, Kartu Tanda Pengenal Mahasiswa KKT, Surat Ijin
Meninggalkan Lokasi). Atribut tersebut tidak boleh hilang atau
diberikan/dipindahtangankan kepada orang lain. Kehilangan salah satu
atribut, harus segera dilaporkan ke DPL KKT dengan membawa Surat
Keterangan dari Kepolisian setempat.

9. Menjaga seluruh barang/harta pribadi yang dibawa ke lokasi KKT. Segala


kerusakan dan kehilangan barang/harta pribadi di lokasi menjadi tanggung
jawab masing-masing mahasiswa.

10. Mengikuti responsi yang dilakukan oleh DPL secara tertulis dan atau
lisan pada akhir pelaksanaan KKT.

B. Selama pelaksanaan KKT mahasiswa dilarang:


1. Melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik almamater
2. Melakukan kegiatan politik praktis, unjuk rasa, ikut campur tangan dalam
Pilkada dan atau Pilkades, serta melakukan tindakan asusila
3. Melakukan perbuatan dan kegiatan yang melanggar hukum secara
langsung maupun tidak langsung
4. Membawa/menggunakan kendaraan roda empat (mobil) dan atau barang
mewah lainnya
5. Membawa keluarga atau teman ikut menginap di pondokan tanpa ijin dari
DPL KKT dan tuan rumah
6. Menggunakan wewenang/pangkat/jabatan di luar status peserta KKT
7. Membuat atau menggunakan stempel dan kop surat yang
mengatasnamakan UNSRAT
8. Mencari sponsor bantuan untuk tanpa perintah dari ketua KKT

III. Sanksi Akibat Pelanggan Tata Tertib


35
Sanksi akibat pelanggaran tata tertib diberikan dalam bentuk Peringatan
Tingkat I, II, dan III.

A. Peringatan Tingkat I (yang berhak memberikan adalah DPL)


Peringatan Tingkat I dilakukan dengan memberikan KARTU KUNING I
terhadap Peserta KKT yang melakukan satu atau lebih pelanggaran
sebagai berikut :

1. Tidak mengikuti kegiatan konsolidasi tanpa ijin


2. Tidak mengisi lembar Rencana Pelaksanaan Kegiatan secara kolektif
3. Tidak mengisi presensi harian yang telah disediakan atau mengisi
presensi harian melebihi hari yang sedang berjalan

4. Meninggalkan lokasi tanpa ijin dan atau tanpa diketahui rekan


mahasiswa dalam satu posko selama kurang dari 24 jam

5. Surat Ijin Meninggalkan Lokasi tidak diisi lengkap (belum


ditandatangani oleh mahasiswa yang bersangkutan/korpos/pemilik
pondokan)

6. Tidak mengisi LRK-I selama 5 hari atau lebih secara berurutan


7. Tidak menggunakan salah satu atribut selama melaksanakan program
8. Tidak mengikuti prosesi penerjunan atau penarikan tanpa ijin.
9. Konsekuensinya mahasiswa tidak lagi bisa mendapat nilai A
10. Korpos bisa mengajukan ke DPL untuk kartu kuning I untuk
anggotanya

B. Peringatan Tingkat II (yang berhak memberikan adalah Pengawas)


Peringatan Tingkat II dilakukan dengan memberikan KARTU KUNING II
terhadap mahasiswa peserta KKT yang melakukan satu atau lebih
pelanggaran sebagai berikut :
1. Telah diberi Peringatan Tingkat I, tetapi masih melakukan pelanggaran

36
2. Berdasarkan pertimbangan DPL, rekan mahasiswa peserta KKT dan
masyarakat dianggap tidak dapat menghayati dan menyesuaikan diri
dengan kehidupan lokasi kerja KKT setelah tinggal selama 7 hari
3. Membawa kendaraan roda empat dan/atau benda mewah lainnya
4. Meninggalkan lokasi kerja tanpa ijin selama lebih dari 1 x 24 jam
sampai maksimal 2 x 24 jam

5. Membawa keluarga atau teman ikut menginap di lokasi kerja KKT


tanpa ijin dari DPL, atau tuan rumah

6. Tidak bisa bekerja sama dengan sesama mahasiswa, masyarakat,


instansi/dinas pemerintah dan pihak-pihak yang terkait dengan
pelaksanaan KKT.
7. Korcam bisa mengajukan ke DPL untuk kartu kuning I untuk korpos.
8. Konsekuensinya mahasiswa tidak bisa lagi mendapat nilai B

C. Peringatan Tingkat III


Peringatan Tingkat III dilakukan dengan memberikan KARTU MERAH
kepada mahasiswa yang melakukan satu atau lebih pelanggaran sebagai
berikut :
1. Telah diberi Peringatan Tingkat II, tetapi masih melakukan
pelanggaran
2. Melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik almamater
3. Meninggalkan lokasi kerja KKT lebih dari 5 x 24 jam selama waktu
pelaksanaan KKT
4. Meninggalkan lokasi selama lebih dari 2 x 24 jam secara berurutan
tanpa Surat Ijin Meninggalkan Lokasi
5. Mencari sponsor/bantuan tanpa prosedur yang diijinkan oleh DPL
6. Melakukan perbuatan yang dikategorikan sebagai tindakan melanggar
hukum, asusila, kegiatan politik praktis, unjuk rasa, ikut campur
tangan dalam Pilkada dan atau Pilkades, dan kegiatan lainnya yang

37
meresahkan masyarakat di lokasi kerja KKT maupun di luar lokasi
kerja KKT
7. Melakukan segala perbuatan yang bersifat pemalsuan/penipuan
administratif, yaitu:
a. Pemalsuan tanda tangan pada Surat Ijin Meninggalkan Lokasi
b. Pemalsuan tanda tangan pada buku laporan, proposal dan
sebagainya
c. Pemalsuan dan atau penipuan identitas
8. Membuat stempel dan kop surat yang mengatasnamakan KKT
UNSRAT dalam menjalin kerja sama dengan pihak luar.

Sanksi Peringatan Tingkat III ini berupa:


III A :
1. Mahasiswa tersebut diperbolehkan meneruskan kegiatan di
lokasi kerja KKT, tetapi akan masuk pada kelas khusus
2. Mahasiswa tersebut diminta untuk mengundurkan diri sebagai
peserta KKT UNSRAT.
III B :
1. Penarikan dari lokasi kerja KKN UNSRAT sehingga dinyatakan
gugur atau
2. Merekomendasikan kepada Rektor dengan tembusan kepada
Dekan Fakultas agar mahasiswa tersebut diberikan sanksi
akademis lainnya (skorsing dan sebagainya).
Catatan:
Pejabat yang berwenang untuk memberikan KARTU MERAH tersebut adalah
Ketua KKT

38
Lampiran 3 : Pedoman Penyusunan Laporan KKT

PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KKT

A. Pendahuluan
Seperti pada umumnya kegiatan akademik yang lain, kegiatan yang
dilakukan oleh mahasiswa peserta KKT juga wajib dipertanggungjawabkan
secara ilmiah maupun secara manajerial melalui suatu bentuk laporan.
Adapun materi laporan ini meliputi kegiatan-kegiatan dari mulai perencanaan
program, perkembangan pelaksanaan, sampai penilaian pelaksanaan secara
keseluruhan. Diharapkan dari laporan yang dibuat oleh mahasiswa peserta
KKT ini akan dapat dilihat dan dievaluasi guna pengembangan dan
peningkatan pelaksanaan KKT sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tertentu.
Dengan demikian KKT dapat lebih berdaya guna dan tepat sasaran sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai.
Objektif : Materi dalam laporan merupakan gambaran nyata di
lapangan baik yang menyangkuta kondisi, prosedur, proses,
maupun produk kegiatan yang di lakukan

Sistematis : Materi di susun dengan urutan dan tatanan yang


memudahkan pembaca memahami isi laporan

Akurat : Materi mengacu pada ketepatan data dan informasi


kegiatan

Praktis : Materi di susun secara lugas tetapi mencakup keseluruhan


data dan informasi kegiatan

Komunikasi : Materi dalam laporan mudah di mengerti; terdapat


kesesuaian pemahaman tentang pesan atau materi yang
ingin di sampaikan oleh penyusun laporan dengan apa yang
di tangkap oleh pembacanya.

39
B. Jenis Laporan
Setiap mahasiswa peserta KKT wajib membuat laporan yang terdiri dari
Laporan Rencana Kegiatan (LRK) dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK).
Laporan Rencana Kegiatan disusun oleh setiap mahasiswa setelah
melakukan sosialisasi program kegiatan di lokasi KKT. Laporan Pelaksanaan
Kegiatan disusun pada minggu terakhir mahasiswa berada di lokasi dan telah
menyelesaikan program kegiatannya. Laporan Rencana Kegiatan dan
Laporan Pelaksanaan Kegiatan merupakan bentuk satu kesatuan yang tidak
terpisahkan. Lembar LRK dan LPK telah disediakan oleh pengelola KKT.
Laporan Rencana Kegiatan dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan dibuat
mahasiswa dalam lingkup posko, dan dijilid menjadi satu dengan cover warna
tertentu dan digandakan sejumlah 5 eksemplar, masing-masing untuk :
A. Desa lokasi c/q Kepala Desa/Dusun(hardcopy)
B. Pemda Tingkat II/Bappeda/Kesbanglinmas (hardcopy)
C. Dosen Pembimbing Lapangan (softcopy)
D. LPPM (softcopy)
E. Arsip Mahasiswa
Jumlah tersebut dapat bertambah sesuai dengan jumlah mitra
kerjasama/Stakeholder .

1. Laporan Rencana Kegiatan (LRK)


Materi LRK terdiri dari dua bagian, yaitu bagian yang ditulis atau disusun
secara bersama dan bagian yang ditulis secara individual oleh masing-
masing Peserta KKT dalam satu posko. Yaitu LAPORAN RENCANA
KERJA INDIVIDU (LRK-I)

40
LAPORAN RENCANA KERJA (LRK) INDIVIDU

Daftar isi LAPORAN RENCANA KEGIATAN (POSKO)

1. Cover
2. LRK-I
3. Struktur Organisasi
4. Matrik Identifikasi
5. Surat Pernyataan Mahasiswa
6. KRS Mahasiswa
7. Rekap Jadwal Kuliah Mahasiswa

41
1. Cover LRK-I
Kode : KKT-UNSRAT-
114

LAPORAN RENCANA KEGIATAN POSKO


KULIAH KERJA TERPADU 114

POSKO :
KECAMATAN :
KABUPATEN :
PROVINSI :

Disusun Oleh :
No. Nama Mahasiswa No Mahasiswa
1.
2.
3.
4.
5.
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO

2017

42
1. HALAMAN PENGESAHAN

HALAMAN PENGESAHAN

Dengan telah selesainya membuat rencana kegiatan KKT 114 yaitu:


No NAMA MAHASISWA NIM JABATAN TANDA TANGAN

1 1

2 2

3 3

4 4

5 5

6 6

7 7

8 8

Telah menyelesaikan penyusunan rencana kegiatan kami selama dilokasi KKT


114 2017

Menyetujui Mengetahui

Koordinator Posko Dosen Pembimbing Lapangan

43
2.Tabel . Contoh LRK-I
LAPORAN RENCANA KEGIATAN INDIVIDU
Nama
NIM
Fakultas
Kode Lokasi
Nama Pengawas
Nama DPL
Nama Korpos

Hari/tanggal/bulan/ Kode Kegiatan yang Waktu (yang Personil -Jumlah, output Paraf
tahun kegiatan akan/dilaksanakan ditetapkan dan yang -sumber dana,
lamanya waktu membantu, -kegunaan
pengerjaan) ikut dan
jumlahnya
Selasa, 11 April TT Meeting dengan DPL 2 jam 10 orang - Struktur organisasi, Paraf DPL dan Korpos
2017 format LRK
TT Meeting posko 2 jam 8 orang - Pembagian tugas Paraf Korpos
persiapan pelepasan
Rabu, 12 April TT Membuat LRK 6 jam - - Selesainya dokumen Paraf DPL dan korpos
2017 LRK
Kamis, 13 April TT - Mengikuti upacara 4 jam tetapi - - - Paraf DPL dan paraf
2017 pelepasan menunggu korpos
mulai 1 jam
- tiba di posko Jam 10 malam - - - Paraf Tuan rumah

Jumat 14 April TT Rapat membuat LRK 2 jam - - LRK selesai dan Paraf korpos
2017 Individu diterima oleh korpos

KNT Menghadiri acara 2 jam 10 orang - Berkenalan dengan Paraf kepala desa dan
ulang tahun desa warga korpos

Sabtu, 15 April KT Memberikan pelatihan 2 jam 5 orang -50ribu SOP pelayanan Paraf kepala desa dan
pembuatan SOP -Swadaya pembuatan surat korpos
pelayanan membuat -Membeli kue untuk keterangan
surat keterangan perangkat desa

44
Keterangan
Kode: KT (Kegiatan Tematik); KNT (Kegiatan Non Tematik) dan TT (Tugas Tambahan)
Paraf: ditandai sesuai dengan kegiatan

Demikian laporan Rencana Kegiatan ini saya buat dengan sebenarnya, jika dikemudian hari melanggar ketentuan yang telah berlaku
maka saya bersedia diberikan sangsi

Minahasa. Mengetahui Menyetujui


Yang melaporkan LRK

Nama mahasiswa Koordinator Posko Dosen Pembimbing Lapangan

45
3.STRUKTUR ORGANISASI

46
4.MATRIKS IDENTIFIKASI
LOKASI KKN
NAMA JUMLAH JUDUL DAN PROGRAM
NO REVOLUSI KELUARAN/OUTPUT
DOSEN PEMBIMBING MAHASISWA KERJA KKN REVOLUSI MENTAL
MENTAL
1. Dr. Magdalena Wullur, Desa Gogaluman 10 Peningkatan sumber daya 3. Diharapkan terjadinya
SE (Kodepos : 95753), manusia melalui revolusi mental perubahan paradigm
Kec. Poigar dibidang : bahwa aparatur atau
-gerakan Indonesia melayani perangkat desa itu
-gerakan Indonesia bersih merupaakan pelayan
-gerakan Indonesia tertib
masyarakat. Sehingga
1. Mahasiswa akan memeberikan menimbulkan
pelatihan singkat pada kepercayaan
aparatur/perangkat desa tentang masyarakat kepada

47
bentuk pelayanan pada kebutuhan pemimpin mereka di
masyarakat desa yang pada
2. Mahasiswa akan mendampingi akhirnya akan
perangkat desa dan lembaga menimbulkan
masyarakat desa untuk menetapkan partisipasi dari warga
standar operasional prosedur (SOP) dessa dan ikut
dari berbagai bentuk pelayanan bersama aparatur bagi
aparat desa terhadap masarakat pembangunan di
desa. Seperti; pembuatan KTP, desanya sebagai
surat keterangan, dll. bagian dari
3. Mahasiswa akan melaksanakan pembangunan bangsa.
kegiatan PHBS bagi anak-anak 4. Diharapkan terjadinya
didesa penciptaaan
4. Mahasiswa bersama aparatur desa lingkungan yang bersih
akan memotivasi masyarakat guna di desa berdasarkan
menumbuhkan bersih desa melalui partisipasi dan
aktivitas bersama seperti, kegiatan tanggung jawab
rutin kerja bakti pada jam/waktu di bersama semua
hari tertentu dalam waktu seminggu masyarakat yang
sekali dimulai dari tingkat
5. Mahasiswa akan mengadakan
anak sampai dewasa.
penyuluhan tentang bahaya 5. Diharapkan terjadinya
penyalagunaan narkotika dan peningkatan disiplin diri
minuman keras (MIRAS) dan kesadaran hukum
6. Mahasiswa akan melaksanakan pada masyarakat desa.
kegiatan PHBS bagi anak-anak
didesa
7. Mahasiswa bersama aparatur desa
akan memotivasi masyarakat guna
menumbuhkan bersih desa melalui
aktivitas bersama seperti, kegiatan
48
rutin kerja bakti pada jam/waktu di
hari tertentu dalam waktu seminggu
sekali

5.Surat Pernyataan Mahasiswa


6. KRS Mahasiswa
7. Rekap Jadwal Kuliah Mahasiswa

49
B.LAPORAN RENCANA KERJA (LRK) POSKO

1. Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) KKT


Laporan pelaksanaan kegiatan KKT mahasiswa disusun selama seminggu
terakhir sebelum penarikan. Susunan isi laporan KKT, sebagai berikut:
1. HALAMAN SAMPUL
2. HALAMAN PENGESAHAN
3. PELAKSANAAN KKT
yang terdiri dari;
a. Rekapitulasi LPK-I yang dikerjakan Individu.
b. LRK-P yang dikerjakan oleh korpos
c. Potensi Desa
d. Peta Desa
e. Video Desa
f. Album Posko
g. Foto-foto (foto-foto untuk laporan yang dikumpulkan sesuai
dengan kegiatan. Untuk LPPM harus asli, tetapi laporan lain boleh
tidak asli)

PETUNJUK PENGISIAN LPK-I dan LPK-P

LPK-I
adalah kartu kontrol kegiatan KKT yang dibuat oleh setiap mahasiswa yang mengikuti
kegiatan KKT di lapangan. Prinsip pengisian Kartu I dilakukan setiap hari setelah
kegiatan-kegiatan tersebut selesai dilakukan. LIHAT LAPORAN RENCANA KEGIATAN
yang dimasukkan pada saat sebelum turun lapangan kemudian di perbaiki menjadi

50
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN, dengan format yang sama hanya berganti
judul.

51
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN POSKO

Kode : KKT-UNSRAT-114
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN POSKO
KULIAH KERJA TERPADU 114

POSKO :
KECAMATAN :
KABUPATEN :
PROVINSI :

Disusun Oleh :
No. Nama Mahasiswa No Mahasiswa
1.
2.
3.
4.
5.

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO

2017

52
2. HALAMAN PENGESAHAN

HALAMAN PENGESAHAN

Dengan telah selesainya MELAKSANAKAN kegiatan KKT 114 yaitu:


No NAMA MAHASISWA NIM JABATAN TANDA TANGAN

1 1

2 2

3 3

4 4

5 5

6 6

7 7

Telah menyelesaikan penyusunan rencana kegiatan kami selama dilokasi KKT 114
2017

Melaporkan, Koordinator Posko Koordinator Kecamatan

Nama Nama
Mengetahui, Kepala Desa Camat

Nama Nama
Menyetujui, Dosen Pembimbing Lapangan Dosen Pengawas

Nama Nama

53
Contoh LPK-I
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN INDIVIDU
Nama
NIM
Fakultas
Kode Lokasi
Nama Pengawas
Nama DPL
Nama Korpos

Hari/tanggal/bulan/ Kode Kegiatan yang Waktu (yang Personil -Jumlah, output Paraf
tahun kegiatan akan/dilaksanakan ditetapkan dan yang -sumber dana,
lamanya waktu membantu, -kegunaan
pengerjaan) ikut dan
jumlahnya
Selasa, 11 April TT Meeting dengan DPL 2 jam 10 orang - Struktur organisasi, Paraf DPL dan Korpos
2017 format LRK
TT Meeting posko 2 jam 8 orang - Pembagian tugas Paraf Korpos
persiapan pelepasan
Rabu, 12 April 2017 TT Membuat LRK 6 jam - - Selesainya dokumen Paraf DPL dan korpos
LRK
Kamis, 13 April TT - Mengikuti upacara 4 jam tetapi - - - Paraf DPL dan paraf
2017 pelepasan menunggu korpos
mulai 1 jam
- tiba di posko Jam 10 malam - - - Paraf Tuan rumah

54
Keterangan
Kode: KT (Kegiatan Tematik); KNT (Kegiatan Non Tematik) dan TT (Tugas Tambahan)
Paraf: ditandai sesuai dengan kegiatan

Demikian laporan Rencana Kegiatan ini saya buat dengan sebenarnya, jika dikemudian hari melanggar ketentuan yang telah berlaku
maka saya bersedia diberikan sangsi

Minahasa. Mengetahui Menyetujui


Yang Melaporkan LRK

Nama mahasiswa Koordinator Posko Dosen Pembimbing Lapangan

55
LPK-P
Adalah kartu control yang dibuat oleh korpos, dikerjakan dengan menggunakan ms. excel yaitu :
MATRIKS REKAPITULASI LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN POSKO (LPK-P)
Melaporkan, Menyetujui, Menyetujui,
Nama Korpos
NIM
Fakultas Dosen Pembimbing
Kode Lokasi Koordinator Kecamatan Kepala Desa
Nama Pengawas Lapangan
Nama DPL Nama: Nama: Nama:
Kegiatan Tematik (KT) Kegiatan Non Tematik (KNT) Kegiatan Tambahan (TT) Output
Jumlah Jumlah -Jumlah, Jumlah Jumlah -Jumlah, Jumlah Jumlah -Jumlah,
personil waktu -sumber personil waktu -sumber personil waktu -sumber
efektif dana, efektif dana, efektif dana,
-kegunaan -kegunaan -kegunaan
Kegiatan yang
diilaksanakan
1. Membuat 1 - 300.000 - - - - - - website
website Swadaya
Bayar IT
2. Ibadah - 3 -
Jumlah Kegiatan 1 3

Apa saja
permasalahan yang
didapatkan
Apa solusinya?

Melaporkan,

Koordinator posko
Nama:

56
LAMPIRAN 4
TUJUAN KHUSUS
Merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat maka tema-tema
kegiatan KKN-RM sesuai dengan gerakan-gerakan sosial dalam meningkatkan etos
kerja, integritas dan gotong-royong seperti dalam hal :
1. Gerakan Indonesia Melayani
2. Gerakan Indonesia Bersih
3. Gerakan Indonesia Tertib
4. Gerakan Indonesia Mandiri
Gerakan Indonesia Bersatu

57
Lampiran 5
.Tabel CHECKLIST DPL

Nama Pengawas :
Nama DPL :
Posko :
Kecamatan :
NOMOR ITEM SESUAI TIDAK SESUAI
MEETING AWAL DENGAN DPL
Peserta datang sesuai dengan waktu
Jumlah mahasiswa sesuai daftar
DPL memberikan daftar hadir meeting
Peserta berpakaian sopan
DPL memberikan pengarahan tentang substansi
dan administrasi KKT
DPL mengecek kembali pemahaman peserta
Pertanyaan DPL dapat dijawab
DPL menyusun Struktur Posko
DPL menuntun peserta membuat LRK
DPL mengisi table checklist dan mengambil
gambar meeting
KESIAPAN PELEPASAN DAN DI LAPANGAN
1. Memakai Jas almamater
2. Memakai tanda pengenal
3. Membawa Bendera Posko
4. Tidak ada yang terlambat
5. Semua peserta KKT hadir
6. Semua dalam keadaan sehat
7. Tidak membawa kendaraan pribadi
8. Membawa perlengkapan ATM
9. Membawa Printer
10. Membawa Kamera
11. Membawa bahan makanan sebulan
12. Membawa souvenir untuk tuan rumah
13. Membawa spanduk selamat datang
14. Menyerahkan LRK sementara
15. Setiap peserta membawa LRK untuk dilapangan

58
NOMOR ITEM SESUAI TIDAK SESUAI
SAAT PELEPASAN dan DILOKASI
1. Peserta dating tepat waktu
2. Korpos menyerahkan daftar hadir
3. Peserta tertib mengikuti acara
4. Peserta menuju lokasi dengan tertib
5. Peserta berlaku sopan pada tuan rumah
6. Saat mengantar peserta di lokasi tidak ada
pengeluhan
7. Peserta dalam keadaan sehat semua
8. Tidak ada barang yang tertinggal
9. Semua sesuai yang direncanakan
10. Korpos menyelesaikan tugas untuk melengkapi
TTD Surat Tugas DPL

YANG MEMBUAT LAPORAN MENGETAHUI

DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN DOSEN PENGAWAS

59
Lampiran 6 :
Nomor Kegiatan KKT

TEKNOLOGI (ST)
KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Pelatihan ketrampilan hardware Orang
Pelatihan ketrampilan software Orang
Pelatihan website Orang
Pembuatan dan pemasangan website Unit
Perancangan dan pembuatan peta digital Buah
Pelatihan/Workshop/Pelajaran Komputer Orang
Pelatihan Sistem Informasi Orang

AGRO
INDUSTRI KECIL

Pembinaan kepengusahaan industri kecil makanan Unit


Pembinaan kepengusahaan industri kecil kerajinan Unit
Pembinaan teknis produksi industri kecil makanan Unit
Pembinaan teknis produksi industri kecil kerajinan Unit
Penyuluhan pada industri kecil/rumah tangga Orang

PERTANIAN
Pengembangan pertanian rakyat terpadu Unit
Pembinaan teknis persiapan lahan pertanian Orang
Pembianaan teknis pembibitan tanaman hortikultur Orang
Pembinaan teknis budidaya tanaman pangan Orang
Pembinaan teknis budidaya tanaman hortikultura Orang
Pembinaan teknis pengendalian penyakit dan hama tanaman pangan Orang
Pembinaan teknis pengendalian penyakit dan hama tanaman hortikultura Orang
Pembinaan teknis budidaya tanaman dalam pot Orang
Pembinaan teknis budidaya jamur Orang
Pembinaan teknis pemupukan/pembuatan pupuk Orang
Pembinaan teknis pengolahan/penanganan pasca panen tanaman Orang
pangan
Pembinan teknis pengolahan/penanganan pasca panen tanaman Orang
hortikultura
Pembinaan organisasi kelompok tani Unit
Diversifikasi pangan/gizi bidang pertanian Unit
Pengenalan alat- alat pengolahan lahan Unit
Pengenalan alat-alat bididaya dan pemupukan Unit
Pengenalan alat-alat pengolahan pasca panen Unit
Penyuluhan pertanian Orang
Perencanan pertanian Unit

PERKEBUNAN
60
Pengembangan perkebunan rakyat terpadu Unit
Pengembangan teknis persiapan lahan perkebunan Orang
Pengembangan teknis pembibitan tanaman perkebunan Orang
Pengembangan teknis budidaya tanaman perkebunan Orang
Pembinaan teknis pengendalian penyakit dan hama tanaman perkebunan Orang
Pembinaan teknis pengolahan/penanganan pasca panen Orang
Pembinaan organisasi kelompok tani pekebun Orang
Deversifikasi pangan /gizi bidang perkebunan Orang
Pengenalan alat-alat pengolahan lahan perkebunan Orang
Pengenalan alat-alat budidaya dan pemupukan Unit
Pengenalan alat-alat pengolahan pasca panen Unit
Penyuluhan perkebunan Orang

PETERNAKAN
Pengembangan peternakan rakyat terpadu Unit
Pengembangan usaha pakan ternak Orang
Pembinaan teknis pemeliharaan ternak besar Orang
Pembinaan teknis pemeliharaan kambing/domba Orang
Pembinaan teknis pemeliharaan ayam ras Orang
Pembinaan teknis pemeliharaan ayam kampung Orang
Pembinaan teknis pemeliharaan aneka ternak Ekor
Pengendalian penyakit/vaksinasi ternak besar Ekor
Pengendalian penyakit/vaksinasi ternak kambing/domba Ekor
Pengendalian penyakit/vaksinasi ternak unggas Ekor
Inseminasi buatan ternak sapi Ekor
Inseminasi buatan ternak kambing/domba Ekor
Inseminasi buatan ternak unggas Ekor
Pembinan teknis pengolahan/penanganan pasca panen hasil peternakan Orang
Pembinaan organisasi kelompok tani peternak Unit
Diversifikasi pangan/gizi bidang peternakan Unit
Pengenalan/pembuatan mesin tetas sederhana Unit
Pengenalan/pembuatan kandang ternak Orang
Pengenalan alat-alat pengolahan pasca panen peternakan Unit
Penyuluhan peternakan Orang

PERIKANAN
Pengembangan perikanan rakyat terpadu Unit
Pembinaan teknis persiapan lahan perikanan Orang
Pembinaan teknis pembibitan ikan Orang
Pembinaan teknis budidaya ikan Orang
Pembinaan teknis pengendalian penyakit ikan Orang
Pembinaan teknis pengolahan/penanganan pasca panen hasil perikanan Orang
Pembinaan organisasi kelompok tani perikanan Orang
Diversifikasi pangan/gizi bidang perikanan Orang
Pengenalan/pembuatan kolam tanah Orang
Pengenalan/pembuatan kolam semen Orang
Pengenalan/pembuatan kolam keramba/jakapung Orang
Pengenalan alat/teknik penangkapan ikan Orang
Pengengenalan alat-alat pengolahan pasca panen perikanan Orang
Penyuluhan perikanan Orang

SOSIAL HUMANIORA (SH)

61
KOPERASI DAN PENGUSAHA KECIL
Pembentukan koperasi Unit
Pembinaan koperasi umum Unit
Bimbingan teknis produksi usaha kecil Unit
Bimbingan teknis kepengusahaan Orang
Bimbingan teknis pemasaran Orang
Penyuluhan koperasi/usaha kecil Orang
Perencanaan koperasi Unit

PARIWISATA
Pengembangan obyek pariwisata Unit
Pengembangan sarana pendukung pariwisata Unit
Penyuluhan pariwisata Orang
Perencanaan pengembangan obyek pariwisata Unit

PEMBANGUNAN DESA
Inventarisasi potensi pembangunan desa Unit
Peningkatan kemampuan pamong desa Orang
Peningkatan administrasi desa/dusun Unit
Pembinaan program IDT Orang
Penyuluhan tentang pembangunan desa Orang
Penyuluhan transmigrasi Orang

PENDIDIKAN
Pemberian pelajaran tambahan di SD Siswa
Pemberian pelajaran ketrampilan di SD Siswa
Melengkapi sarana pendidikan di SD Unit
Kegiatan lomba di SD Unit
Memberikan pelajaran tambahan di SLTP/SLTA Siswa
Memberikan pelajaran ketrampilan di SLTP/ SLTA Siswa
Melengkapi sarana pendidikan di SLTP/SLTA Siswa
Penyuluhan di sekolah Siswa
Kursus/pelatihan luar sekolah Siswa
Sosialisasi Perkuliahan Perguruan Tinggi untuk siswa SMA Siswa

KEBUDAYAAN
Inventarisasi budaya daerah/nasional Unit
Pembinaan perpustakaan sekolah Unit
Pembinaan perpustakaan umum Unit
Melengkapi sarana perpustakaan Unit
Pembinaan kelompok kesenian tradisional Unit
Pembinaan kelompok kesenian modern Orang
Memberikan pelatihan musik tradisional untuk siswa Orang
Memberikan pelatihan musik tradisional untuk umum Orang
Memberikan pelatihan tari tradisional untuk siswa Orang
Memberikan pelatihan tari tradisional untuk umum Orang
Memberikan pelatihan tari modern untuk siswa Orang
Memberikan pelatihan tari modern untuk umum Orang
Memberikan pelatihan musik modern untuk siswa Orang
Memberikan pelatihan musik modern untuk umum Orang
Pembinaan tradisi/peninggalan sejarah/permuseuman Orang
Penyuluhan tentang kesenian/tradisi/peninggalan sejarah Orang

62
PEMUDA DAN OLAHRAGA
Pembinaan organisasi pemuda/karang taruna Unit
Pelatihan ketrampilan/wirausaha pemuda Orang
Pembinaan olah raga lapangan Orang
Pembinaan olah raga permainan Orang
Penyuluhan untuk pemuda/organisasi pemuda Orang

KEPENDUDUKAN
Penyuluhan kependudukan Orang

KESEJAHTERAAN SOSIAL
Pembinaan kelompok sosial masyarakat Unit
Pembinaan Kesejahteraan sosial masyarakat Orang
Penyelenggaraan pasar murah Unit
Penyantunan anak terlantar/fakir miskin/usia lanjut Orang
Pembinaan partisipasi sosial masyarakat Orang
Penggalangan swadaya masyarakat Orang

PERANAN WANITA, ANAK DAN REMAJA


Pembinaan kegiatan PKK/DAWIS Unit
Pembinaan kegiatan untuk PAUD Orang
Pembuatan Perpustakaan/Sarana Bermain PAUD Unit
Pembinaan kegiatan untuk anak dan remaja Orang
Penyuluhan untuk kelompok wanita Orang
Penyuluhan untuk kelompok anak dan remaja Orang

AGAMA
Pembinaan kegiatan keagamaan Orang
Pembinaan TPA Orang
Kegiatan pengajian/peringatan keagamaan Orang

STATISTIK KEPENDUDUKAN
Pendataan penduduk/KTP/KK Orang
Penyempurnaan statistik pedesaan Unit
Pembuatan monografi Unit
Pembuatan peta desa Unit
Pendataan kependudukan Orang
Perancangan database kependudukan Unit
Pelatihan database kependudukan Unit
Pengisian database kependudukan Unit

HUKUM
Penyuluhan hukum Orang
Bantuan pelayanan akta hukum Orang

PENERANGAN & MEDIA MASSA


Pemutaran film/video penerangan Unit
Pelatihan multimedia Orang
Pengadaan Koran Masuk Desa Unit

63
Pengadaan Internet Masuk Desa Unit

KEAMANAN
Pembinaan siskamling Orang
Sosialisasi Siaga Bencana Orang
Pelatihan/Workshop Siaga Bencana Orang
Pembentukan Desa Siaga Bencana Orang
Pembinaan Desa Siaga Bencana Orang

KELUARGA BERENCANA
Pembinaan Keluarga Berencana Orang
Penyuluhan Keluarga Berencana Orang
Pembentukan Usaha Keluarga Akseptor KB dengan UPPKS Orang
Pembinaan UPPKS Orang
Pendataan UPPKS Orang

KESEHATAN
Penyuluhan kesehatan umum Orang
Penyuluhan kesehatan gigi/mulut Orang
Penyuluhan tentang obat dan bahan aditif Orang
Penyuluhan gizi dan bahan makanan Orang
Penyuluhan kesehatan reproduksi Orang
Penyuluhan HIV/AIDS Orang
Pembentukan kader sehat Unit
Pembentukan dokter kecil Unit
Pembentukan UKS Unit
Pembentukan UKGS Unit
Pembentukan POSYANDU/POS TIMBANG Unit
Pembentukan PKMD Unit
Pembentukan POS LANSIA Orang
Pembentukan POLINDES Orang
Pembinaan Kader Sehat Unit
Pembinaan Dokter Kecil Unit
Pembinaan UKS Unit
Pembinaan UKGS Unit
Pembinaan POSYANDU/POS TIMBANG Unit
Pembinaan PKMD Unit
Pembinaan POS LANSIA Orang
Pembinaan POLINDES Orang
Pelayanan kesehatan umum dan PPPK Orang
Pelayanan kesehatan gigi/mulut Orang
Pemeriksaan golongan darah Peserta
Donor darah massal Peserta
Lomba balita Peserta
Lomba bidang kesehatan untuk anak TK/SD Peserta
Lomba bidang kesehatan untuk SM/remaja Unit
Lomba bidang kesehatan untuk umum Orang
Pembinaan pos obat desa/kotak obat Orang
UKGM (Usaha Kesehatan Gizi Masyarakat) Unit
Khitanan massal Orang
Kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit Orang
Perbaikan gizi masyarakat Orang

64
Perbaikan gizi anak sekolah (PMTAS) Orang
Pembentukan kader gizi Orang
Pembinaan kader gizi Orang
Pembinaan penggunaan obat tradisional/TOGA Orang
Pembinaan dukun beranak/bayi Orang

65
Lampiran 7 : LAPORAN DOSEN PENGAWAS (EXECUTIVE SUMMARY)
Deskripsikan pelaksanaan kegiatan KKT dalam laporan bentuk essay.

PENDAHULUAN (kondisi awal lokasi, penerimaan masyarakat, pengalaman pertama di


lokasi, dll)

PEMBAHASAN, berisi hal-hal sebagai berikut


Hasil kegiatan
Hambatan dan tantangan
Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat
Keterlibatan dalam masyarakat
Temuan Baru dan atau unik dalam hal kekayaan alam, teknologi lokal dan
budaya
Potensi pengembangan/keberlanjutan
Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan

II. KESIMPULAN

III. SARAN

IV. LAMPIRAN

66
Lampiran 8: Petunjuk Pondokan Mahasiswa KKT

Petunjuk Arah Pondokan Mahasiswa KKT

Logo KKT

67
Lampiran 9 : KRITERIA DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN DAN DOSEN
PENGAWAS

Kriteria DPL
1. PENAMPILAN
a. Berpakaian rapih dan bersih
b. Ketika turun lapangan memakai identitas UNSRAT

2. PENGETAHUAN
a. Memahami tentang Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014
b. Saat ini terdaftar aktif terlibat dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat
c. Paham dan aktif berorganisasi desa
d. Paham tentang isu-isu terkini tentang desa
e. Memiiliki Jaringan pergaulan yang luas
f. Sebelumnya sudah pernah terlibat dalam KKT
g. Memiliki pengalaman penelitian yang bekerjasama dengan pemerintah

3. KARAKTER
a. Mampu bekerjasama team
b. Mampu beradaptasi dengan lingkungan
c. Mampu menyelesaikan masalah
d. Paham manajemen konflik

68
Lampiran 10 : Jika Terjadi Konflik

69
Lampiran 11 :
Mars Unsrat

Harapan di kemudian hari, bangsa kita Indonesia..


Cita-citamu luhur dan satria dengan semangat tri dharma..
Membangun bangsa kita jaya berdasarkan Pancasila..

UNSRAT lembaga pendidikan..


Pusatnya ilmu pengetahuan..
Pengemban pembangunan..
Sekarang dan masa depan..

Majulah UNSRAT..
Jayalah UNSRAT..
Dirgahayulah..

70