Anda di halaman 1dari 2

NAMA: IDA NURJELITA SANI

NPM: A1F015011

KIMIA LINGKUNGAN
Kimia lingkungan adalah ilmu tentang sumber, reaksi, aliran, dan efek dari bahan-
bahan kimia dalam air, tanah, udara, dan lingkungan hidup. Definisi ini diilustrasikan untuk
polutan atau bahan kimia tertentu. Misalnya polutan sulfur dioksida yang dihasilkan dari
pembakaran belerang yang ada pada batu bara, hasil pembakaran dibuang ke atmosfer
melalui cerobong asap, kemudian dioksidasi dengan proses kimia dan fotokimia menjadi
asam belerang. Asam belerang tersebut kemudian jatuh sebagai hujan asam yang memiliki
efek merusak untuk pohon dan tanaman lainnya. Asam belerang tersebut kemudian terbawa
oleh aliran air sampai ke danau atau laut lalu tersimpan didalamnya. Dalam sebuah sistem
lingkungan, terdapat variasi temperatur, intensitas dari radiasi solar, pemasukan material, dan
berbagai macam faktor yang mempengaruhi kondisi bahan kimia dan sifatnya. Karena
kerumitannya, kimia lingkungan harus didekati dengan model sederhana.
Kimia lingkungan meliputi pemahaman bagaimana lingkungan yang bersih bisa
terjadi dengan konsentrasi bahan kimia yang ada secara alamiah, dan efek yang terjadi
dengan konsentrasi bahan kimia tersebut. Ahli kimia lingkungan memiliki ukuran tentang
konsep kimia dan berbagai ilmu lingkungan untuk membantu mereka mempelajari semua
yang terjadi pada bahan kimia di lingkungan. Konsep yang penting dari kimia adalah
memahami reaksi kimia dan persamaannya, solusi, unit, pengambilan contoh, dan teknik
analisis.
A. Peranan ilmu kima lingkungan diantaranya adalah:

Mempelajari sifat dan fungsi bahan kimia dalam lingkungan hidup.

Mempelajari dan menelaah bahan kimia terhadap suatu komponen lain dan terhadap
lingkungan hidup secara menyuluruh, terutama jika bahan kimia itu tersebar dan
berkontaminasi dengan lingkungan, sehingga keseimbangan terganggu.

Menentukan jumlah batas penyebaran bahan kimia dalam lingkungan agar tidak
memberikan gangguan terhadap kelestarian lingkungn dan kesejahteraan manusia.

Merekomendasikan hasil penelitian dan percobaan kepada pengelola lingkungan hidup


atau kepada masyarakat pada umumnya.
B. Peranan ahli kimia dalam merusak lingkungan
Mencemari udara dengan cara membuat produk yang mengandung zat kimia berbahaya.
Contoh pencemar seperti timbal yang dihasilkan dari pembakaran bensin, sampah,
batubara atau penyemprotan pestisida. Senyawa flour yang tersebar di udara dalam bentuk
gas atau padatan, bersumber dari industri yang mengerjakan aluminium, baja, dan pupuk
fosfat.
Pencemaran air akibat adanya berbagai macam zat kimia yang dapat menurunkan standar
kualitas air yang telah ditentukan.
Sebagai contoh suatu sumber air yang mengandung logam berat atau mengandung bakteri
penyakit masih dapat digunakan untuk kebutuhan industri atau sebagai pembangkit tenaga
listrik, akan tetapi tidak dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga (keperluan air
minum, memasak, mandi dan mencuci).
Pencemaran tanah yang disebabkan oleh pencemaran udara dan pencemaran air. Dimana,
bahan pencemar yang ada di udara akan larut dan terbawa oleh air hujan, jatuh ke tanah
sehingga akhirnya mencemari tanah.
Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi
bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat menyebabkan
terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah. Air
permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat radioaktif,
logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga,limbah rumah sakit, sisa-sisa
pupuk dan pestisida dari daerah pertanian, dan limbah deterjen juga merupakan sumber
pencemar tanah.

C. Peran ahli kimia dalam memperbaiki dan melestarikan lingkungan


mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan
gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung
secara sempurna.
pengolahan/daur ulang atau penyaringan limbah asap industri, penghijauan untuk
melangsungkan proses fotosintesis (taman bertindak sebagai paru-paru kota).
tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan
reboisasi/penanaman kembali pohonpohon pengganti yang penting adalah untuk membuka
lahan tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara mekanik.
Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah,
kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.