Anda di halaman 1dari 144

PE KERETA APr TNDONESIA (PERSEROI

KANTOR PUSAT

KEPUTUSAN DIREKSI PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)

NOMO R: . . . .4 F,P. r.Q,? /.,S.T. r.Q P .2. /. [. I 2 /.K [.;.?.Q.1 I . .

TENTANG

PEDOMAN PERAWATAN SINTELIS


DI LINGKUNGAN PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)

DIREKSI pT. KERETA ApI INDONESIA (PERSERO)

Menimbang : a. bahwa untuk memenuhi Peraturan Menteri no 31 & 32 tahun 2011;


maka penyelenggara prasarana perkeretaapian harus menyusun
Pedoman Perawatan SINTELIS sebagai bagian dari standar dan
Tatacara Perawatan Prasarana Kereta yang disyaratkan;

b. bahwa selanjutnya Pedoman Perawatan SINTELIS yang disusun


tersebut harus disahkan oleh Dirjen Perkeretaapian selambatnya-
lambatnya bulan Februari tahun 20L3;

c. bahwa perawatan sintelis dilaksanakan sesuai dengan pedoman


perawatan teisebut harus segera diberlakukan dikarenakan
laporan hasil pelaksanaan kegiatan perbaikan & perawatan
prasarana perkeretaapian wajib diberikan kepada DireKur
Jenderal Pekeretaapian sekurang-kurangnya 1 (tahun) sekali
sebagai data dukung pemberian sertifikat uji berkala;

d. bahwa sehubungan butir at b, dan c tersebut di atas, perlu


ditetapkan Keputusan Direksi.

Mengingat : 1. Undang-Undang nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha


Milik Negara (Lembaran Negara Nomor 4297);

2. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2A07 tentang Perkeretaapian


(Lembar Negara tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembar
Negara Nomor 4722);

3. Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan


Terbatas (Lembar Negara Tahun 2007 Nomor 106, Tambahan
Lembar Negara nomor 4756);

Jl. Perintis Kemerdekaan No. 1 Bandung 401 I 7 Telp. (O22\ 4230031 ,4230039, 4230054 Facs. (022) 4203342 PO Box 1 1 63 Bandung 40000
4. peraturan pemerintah Nom gr L2 Tahun 1998, tentang perusahaan
Perseroan (Persero);

5. Peraturan pemerintah Nornor 19 tahun 1998 tentang pengalihan


Bentuk Perusahaan Umutm (PERUM) Kereta Api menjadi
Perusahaan Perseroan (Pepgero);

6. Peraturan pemerintah Nornpr 14 tahun 2003 tentang Pelimpahan


Kedudukan, Tugas dan Kewenangan Menteri Keuangan pada
Perusahaan Perseroan (PEFSERO)' Perusahaan Umum (PERUM),
dan Perusahaan Jawatan IVFRIAN) Kepada Menteri Negara Badan
Usaha Milik Negara (Lernbaran Negara tahun 2003 Nomor 82,
Tambahan Lembar Negara flomor 4306);

7. Peraturan pemerintah Nornor 45 tahun 2005 tentang Pendirian,


Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran Badan Usaha Milik
Negara, (Lembar Negara tahun 2005 Nomor LL7 Tambahan
Lembar Negara Nomor 4556);

B. Peraturan pemerintah No. 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan


Barang Milik Negara;

9. Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2009 tentang


Penyeleng ga raa n Perkereta 20tan;

10. AKe Notaris Imas Fatimah, SH nomor 02 Tanggal 01 Juni 1999


tentang Pendirian PT. Kereta Api (Persero) dan Akte Perubahan
Nomor 14 tanggal 13 Septepber 1999, telah diumumkan di Berita
Negara RI No. 4 tanggal t4 -
Januari 2000 Tambahan Berita
Negara RI No. 2401 1OO0] dan perubahan terakhir di Berita
f -
wegara RI No. 10 Tanggul feOruari 2009 Tambahan Berita
' Negara RI No. tanggal lflil2009, sefta Anggaran Dasar dan
Susunan Pengurusnva teraphir sebagaimana ternyata dalam AKe
nomor 49 tanggal 9 Septepber 2009, dibuat dihadapan Surjadi
Jasin, SH, Notaris di BandL/ng dan telah dicatat dalam database
Sistem Administrasi Badan Hukum Departemen Kehakiman dan
Hak Azasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.10-
16788 tanggal 5 Oktober ZO09;

Memperhatikan : 1. Undang-Undang No 23 74hun 2007 Pasal 65 ayat (1) yang


menyatakan bahwa Penyelenggara prasarana perkeretaapian
wajib merawat prasarana perkeretaapian agar tetap laik operasi;
Pasal 65 ayat (2) yang mefYatakan bahwa Perawatan Prasarana
perkeretaapian melipuli psyawatan berkala dan perbaikan untuk
mengembalikan fungsinya. Pasal 65 ayat (3) yang menyatakan
bahwa Perawatan prasarafl? perkeretaapian wajib memenuhi
standar dan tatacara peravdatan yang ditetapkan oleh Menteri;
" Pasal 65 ayat (zt) yang mefYatakan bahwa Perawatan prasarana
perawatan terhadap prasarana yang dioperasikan untuk
m.empeftahankan. keandalan prasarana perkeretbapian agar tetap
laik operasi; Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan ba'hwa p6rawatah
prasarana perkeretaapian sebagaimana dimaksud dalam pasal 2
harus dilakukan sesuai dengan pedoman perawatan yang disusun
oleh penyelenggara prasarana perkeretaipian berddsar-kan jenis
prasara.na perkeretaapian; Pasal 4 ayat (2) pedoman perawatan
-disusun
sebagaimana dimaksud pada ayaf (1) berdasarkan
standar dan tata cara perawatan prasarana perkeretaapian dan
disahkan oleh DireKur Jenderal;

MEMUTUSKAN

Menetapkan KEPUTUSAN DIREIGI PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)


TENTANG PEMBERLAKUAN PEDOMAN PERAWATAN SINTELIS
DI LINGKUNGAN PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)
PERTAMA Memberlakukan Pedoman Perawatan Sintelis Di Lingkungan pr.
KERETA API INDONESIA (PERSERO) dengan masa tenggang n
pemberlakuan adalah sejak ditetapkan hingga selambat-lambatnya
akhir l Januari 20L2;
KEDUA Ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan pedoman perawatan
Sintelis di Lingkungan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)
tetap berlaku, sepanjang tidak bertentangan atau belum
digantikan oleh yang baru berdasarkan Keputusan ini.
KETIGA Demikian surat Keputusan ini dibuat untuk dapat diraksanakan
sebagaimana mestinya dengan penuh tanggung jawab.

KEEMPAT Hal-hal yang belum cukup diatur dalam keputusan ini akan diatur
dalam Keputusan Direksi tersendiri.

KELIMA Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan


perbaikan sebagaimana mestinya.

KEENAM a
I Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

DITETAPI(AN DI : BANDUNG
TANGGAL : 26..oKT.OBER..?Ol1

a.n. DIREKSI PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)


DIREKTUR TEKNIK

NIPP. 31854
perkeretaapian wajib dilakukan oleh tenaga yang memenuhi
syarat dan kualifikasi yang ditetapkan oleh Menteri;
2. Peraturan Pemerintah No.56 Tahun 2009 paragraf 6 pasal LL7 yang
menyatakan bahwa Prasarana perkeretaapian yang dioperadikai
wajib memenuhi persyaratan' keraikan' tekriis -dan ' kelaikin
operasional;, Pasal L64 ayat (2) yang menyatakan bahwa
pemeriksaan prasarana. perkeretaapiah h-arus diiakukan dengan
berpedoman pada pedoman pemeriksaan yang disusun <iieh
penyelenggara prasarana. perkeretaapian; pasai 16? ayat (3) yang
menyatakan bahwa pedoman pemeriksaan disusun'oenla-sartai
petulju! pelalaanaan pemeriksaan yang ditetapkan oleh Menteri;
Pas.al 171 ayat (1) yqng menyatakan bahwa pdrawatan prasarani
peryeretaapian dilakukan oleh penyel6nggara prasarana
perkeretaapian dengan berpedoman pboa'standar dan 'tata cara
perawatan prasarana perkeretaapian; pasal L7L ayat (3) yang
menyatakan bahwa standar dan tata cara perawafan jrisaranl
perkeretaapian ditetapkan oleh Menteri; pasdl 173 ayat'(l) yang
menyatakan bah.wa. perawatan prasarana perkeretaaiian' meiipu[i
perawatan berkalldan perbaikan untuk mengembalikin fungsidya;
P-qsgl 173 ayat (2) yang menyatakan bahwa perawatan 6er(ad
dilakukan secara rutin sesuai dengan standir dan tata cara
perawatan yang ditetapkan oleh Menteri;

3. Keputusan Menteri No.219 Tahun 2010 Diktum kelima butir b. yang


menyatakan bahwa PT. Kereta Api Indonesia (persero) berkewajibai
mengoperasikan dan merawat prasarana perkerethapian umum
sesuai standar dan tata cara yang telah ditetapkan;

4. Keputusan Menteri No.221 Tahun 2010 Diktum Ketiga butir b. yang


menyatakan bahwa pemegang Izin operasi- berkewajibai
mengoperasikan dan merawat prasarana perkeretaapian umum
-sesuai standar dan tata cara yang telah ditetapkan;

5. Peraturan Menteri No. 95 Tahun 2010 pasar 2 yang menyatakan


bahwa se.tiap penyelenggara prasarana perrieretaapian wajib
melaksanakan perawatan prasarana untuk memiertahanian
keandalan prasarana agar tetap laik operasi; .

6. Peraturan Menteri No. 31 Tahun 2011 pasal 2 yang menyatakan


balw.a. setiap penyelenggara prasarana perlieretaapian wajib
melakukan pemeriksaan terhadap prasarana yang dioperasilian
yntu$ -mengetahui kondisi dan fungsi prasarana [erkerbtaapian;
Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan bahwa pemeriksaan prasarana
perkeretaapian sebagaimana dimaksud dalam pasal '2 harus
dilakukan sesuai dengan pedoman pemeriKaan yang disusun oleh
penyelenggara prasarana perkeretaapian b6rdasarkan jenis
prasarana perkeretaapian; Pasal 4 ayat (2) yang menyatakan bdhwa
Pedoman pemerikaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
disusun berdasarkan standar dan tata cara Bemeriksaan prasarana
perkeretaapian dan disahkan oleh Direktur Jenderal;

7. Peraturan Menteri No.32 Tahun zlLr pasar 2 yang rnenyatakan


setiap penyelenggara prasarana perkeretaapian. wajib meiakukan
Salinan Keputusan ini disampaikan kepada yth:
1. Dewan Komisaris pr. KERETA ApI INDONESIA (pERsERo) di Jakarta;
2. Para Direksi PT. KERETA ApI INDONESIA (pERsERo) di Bandung;
3. Kepala Satuan Pengawas Intern PT. KERFTA API INDONESIA (pEirSfnO) di Bandung;
4. Sekretaris Perusahaan PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) di Bandung;
5. Para Executive Vice President / Vice President/ Senior Manager / GenJit Manager
PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) di Bandung;
6. Para Kepala Daerah Operasi, Kepala Divisi Regional, Kepala Sub Divre pT. KERETA ApI
INDONESIA (PERSERO) di Jawa dan Sumatera;
7. Para senior Mgpager/Manager SINTELIS PT. krnern ApI INDoNESIA (pERsERo) di
Jawa dan Sumateia.
DAFTAR ISI
PEDOMAN PERAWATAN

No No Dokumen Deskripsi Revisi Tanggal


ke
1. STE-PP-01 Ketentuan Umum Pedoman Perawatan 0 26 Oktober 2011
2. STE-REPORT-02 Tabel Jenis dan Periode Perawatan 0 26 Oktober 2011
3. Instruksi Kerja
a. STE-IK-AMPT-8.1.3-01 Instruksi Kerja Perawatan Wesel 0 26 Oktober 2011
Mekanik 2 (dua) Mingguan
b. STE-IK-AMPT-8.1.3-02 Instruksi Kerja Perawatan Wesel Elektrik 0 26 Oktober 2011
2 (dua) Mingguan
c. STE-IK-AMPT-8.1.3-03 Instruksi Kerja Perawatan Axle Counter 0 26 Oktober 2011
6 (enam) Bulanan
d. STE-IK-AMPT-8.1.3-04 Instruksi Kerja Perawatan Peralatan 0 26 Oktober 2011
CTC/CTS Bulanan
e. STE-IK-AMPT-8.1.3-05 Instruksi Kerja Perawatan Location Case 0 26 Oktober 2011
1 (satu) Bulanan
f. STE-IK-AMPT-8.1.3-14 Instruksi Kerja Pengelolaan Radio 0 26 Oktober 2011
Lokomotif
g. STE-IK-AMPT-8.1.3-15 Instruksi Kerja Perawatan Peralatan 0 26 Oktober 2011
Radiolokomotif Harian
h. STE-IK-AMPT-8.1.3-16 Instruksi Kerja Perawatan Peralatan 0 26 Oktober 2011
Radiolokomotif 3 (tiga) Bulanan
i. STE-IK-AMPT-8.1.3-17 Instruksi Kerja Perawatan Peralatan 0 26 Oktober 2011
Radiolokomotif Tahunan
j. STE-IK-AMPT-8.1.3-18 Instruksi Kerja Perawatan Peralatan 0 26 Oktober 2011
Radio Waystation 3 (tiga) Bulanan
k. STE-IK-AMPT-8.1.3-19 Instruksi Kerja Perawatan Peralatan 0 26 Oktober 2011
Radio Waystation Tahunan
l. STE-IK-AMPT-8.1.3-20 Instruksi Kerja Perawatan Peralatan 0 26 Oktober 2011
Radio Base Station Tahunan
m. STE-IK-AMPT-8.1.3-21 Instruksi Kerja Perawatan Peralatan PK 0 26 Oktober 2011
3 (tiga) Bulanan
n. STE-IK-AMPT-8.1.3-24 Instruksi Kerja Perawatan Peralatan PK 0 26 Oktober 2011
Tahunan
o. STE-IK-AMPT-8.1.3-25 Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan 0 26 Oktober 2011
Jaringan Catenary 1 (satu) Bulanan
p. STE-IK-AMPT-8.1.3-26 Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan 0 26 Oktober 2011
Jaringan Catenary Tahunan
q. STE-IK-AMPT-8.1.3-27 Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan 0 26 Oktober 2011
Gardu Listrik Meidensha 2 (dua)
Mingguan
4. Lembar Pemeriksaan
a. STE-RECORD-8.1.3-01 Perawatan Wesel Mekanik dan Elektrik 0 26 Oktober 2011
b. STE-RECORD-8.1.3-03 Perawatan Axle Counter 0 26 Oktober 2011
c. STE-RECORD-8.1.3-04 Perawatan CTC/CTS 0 26 Oktober 2011
d. STE-RECORD-8.1.3-05 Perawatan Location Case 0 26 Oktober 2011
e. STE-RECORD-8.1.3-06 Perawatan Track Circuit 0 26 Oktober 2011
f. STE-RECORD-8.1.3-07 Perawatan Genset dan Batere 0 26 Oktober 2011
g. STE-RECORD-8.1.3-08 Perawatan Peralatan di PK OC 0 26 Oktober 2011
h. STE-RECORD-8.1.3-09 Perawatan Persinyalan Mekanik 0 26 Oktober 2011
i. STE-RECORD-8.1.3-10 Negative Check Mekanik 0 26 Oktober 2011
j. STE-RECORD-8.1.3-11 Perawatan Persinyalan Elektrik 0 26 Oktober 2011
k. STE-RECORD-8.1.3-12 Negative Check Persinyalan Elektrik 0 26 Oktober 2011
l. STE-RECORD-8.1.3-13 Perawatan Pintu Perlintasan 0 26 Oktober 2011
m. STE-RECORD-8.1.3-15 Perawatan Radio Lokomotif Harian 0 26 Oktober 2011
n. STE-RECORD-8.1.3-16 Perawatan Radio Lokomotif 3 Bulanan 0 26 Oktober 2011
o. STE-RECORD-8.1.3-17 Perawatan Radio Lokomotif Tahunan 0 26 Oktober 2011
No No Dokumen Deskripsi Revisi Tanggal
ke
p. STE-RECORD-8.1.3-18 Perawatan Waystation 3 Bulanan 0 26 Oktober 2011
q. STE-RECORD-8.1.3-19 Perawatan Waystation Tahunan 0 26 Oktober 2011
r. STE-RECORD-8.1.3-20 Perawatan Base Station Tahunan 0 26 Oktober 2011
s. STE-RECORD-8.1.3-21 Perawatan PK 3 Bulanan 0 26 Oktober 2011
t. STE-RECORD-8.1.3-22 Perawatan PK Tahunan 0 26 Oktober 2011
u. STE-RECORD-8.1.3-23 Perawatan Peralatan Telekomunikasi di 0 26 Oktober 2011
stasiun
v. STE-RECORD-8.1.3-24 Perawatan Peralatan Telekomunikasi di 0 26 Oktober 2011
luar stasiun
w. STE-RECORD-8.1.3-25 Perawatan Jaringan Catenary 1 (satu) 0 26 Oktober 2011
Bulanan
x. STE-RECORD-8.1.3-26 Perawatan Jaringan Catenary Tahunan 0 26 Oktober 2011
y. STE-RECORD-8.1.3-27 Perawatan Gardu Listrik 2 (dua) 0 26 Oktober 2011
Mingguan
Dokumen Ketentuan Umum Pedoman Perawatan

No. Dok : STE-PP-01


KETENTUAN UMUM
Revisi ke : 0
PEDOMAN PERAWATAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 KETENTUAN UMUM
Perawatan peralatan persinyalan, telekomunikasi, dan listrik aliran atas dilakukan untuk menjaga
kondisi peralatan persinyalan, telekomunikasi, dan listrik aliran atas dapat berfungsi dengan baik
dan aman untuk dioperasikan secara berkelanjutan sesuai dengan persyaratan teknis peralatan.

Perawatan harus mengacu pada buku pedoman perawatan (manual book) yang dikeluarkan oleh
pabrik, serta format Lembar Pemeriksaan (LP) yang disertakan pada buku Pedoman Perawatan
SINTELIS PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) ini. Laporan hasil perawatan berkala harus
terekam dan terarsip dengan baik, dan selanjutnya apabila dibutuhkan dapat digunakan sebagai
salah satu data dukung sertifikasi uji berkala PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Buku Pedoman Perawatan Sintelis ini memuat instruksi/langkah kerja serta format check
sheet/lembar pemeriksaan yang digunakan untuk melaksanakan perawatan berkala di lingkungan
SINTELIS PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Pengukuran ataupun pemeriksaan yang tercantum
pada buku Pedoman Perawatan Sintelis ini bersifat minimal dan dapat dimodifikasi sesuai dengan
kebutuhan tanpa mengurangi titik-titik pemeriksaan penting yang tercantum pada Lembar
Pemeriksaan spesifik peralatan.

2 RUANG LINGKUP
Kegiatan perawatan di lingkungan SINTELIS terdiri dari Perawatan Berkala (PB) dan Perawatan
Tidak Berkala (PTB). Kedua perawatan ini wajib dilaksanakan oleh pelaksana dengan kompetensi
yang sesuai. Pedoman perawatan ini disusun untuk mengakomodasi kebutuhan keseragaman tata
cara serta titik perawatan/pengukuran khususnya pada perawatan berkala peralatan SINTELIS;
yang terdiri dari:
a. Perawatan Harian;
b. Perawatan 2 (dua) mingguan;
c. Perawatan Bulanan/3 bulanan/6 Bulanan;
d. Perawatan Tahunan.

Sedangkan perawatan tidak berkala yang terdiri dari:


a. Perbaikan sewaktu-waktu;
b. Rekondisi peralatan (perbaikan ataupun penggantian komponen).
dilaksanakan melalui mekanisme perencanaan permintaan kerja perawatan tidak berkala (PKPTB)
yang dijelaskan secara mendetail pada buku Standar dan Tata Cara Perawatan SINTELIS.
Lembar pemeriksaan (LP) pada buku pedoman perawatan Sintelis ini mengakomodasi tabel
pemeriksaan pada berbagai Peraturan Dinas di lingkungan PT. KERETA API INDONESIA
(PERSERO) serta lampiran formulir pemeriksaan/perawatan berkala pada Peraturan Menteri Nomor
PM.93/PM 95 Tahun 2011.

3 DEFINISI
Perawatan berkala adalah kegiatan perawatan yang dilaksanakan secara periodik untuk
menghindari peralatan dari penurunan kualitas hingga kerusakan. Perawatan berkala peralatan
SINTELIS adalah pemeriksaan perangkat SINTELIS secara periodik berbasis waktu guna
mempertahankan/meningkatkan keandalan dan ketersediaan. Perawatan berkala juga
dilaksanakan untuk memastikan faktor keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api yang
dilayani oleh perangkat SINTELIS.
STE-PP-01 hal 1
Dokumen Ketentuan Umum Pedoman Perawatan

Perawatan berkala dapat terdiri dari pemeriksaan kondisi teknis sesaat yang ditindak lanjuti
dengan perawatan seperti pemberian pelumasan, pembersihan hingga resetting/readjustment
peralatan.
4 ALAT KERJA
Alat kerja yang dipergunakan untuk melaksanakan perawatan berkala terdiri dari peralatan
pengukuran, serta alat pelindung diri yang disyaratkan oleh manual book ataupun lembar
pemeriksaan (LP) spesifik peralatan. Peralatan pengukuran terkalibrasi sehingga menghasilkan
nilai yang akurat. Alat pelindung diri wajib dipergunakan untuk menjamin keselamatan pelaksana
perawatan.

5 REFERENSI
5.1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretapian;
5.2 PP No. 56 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian;
5.3 KEPMEN No.219 Tahun 2010 Pelaksana Penyelenggaraan Prasarana Perkeretaapian Umum
Yang Ada Saat ini oleh PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO);
5.4 KEPMEN No.220 Tahun 2010 Izin Usaha Penyelenggaraan Prasarana Perkeretaapian Umum
PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO);
5.5 KEPMEN No.221 Tahun 2010 Izin Operasi Prasarana Perkeretaapian Umum PT. KERETA API
INDONESIA (PERSERO);
5.6 Peraturan Menteri Nomor PM.93 Tahun 2010 mengenai Tenaga Pemeriksa Prasarana
Perkeretaapian;
5.7 Peraturan Menteri Nomor PM.95 Tahun 2010 mengenai Tenaga Perawatan Prasarana
Perkeretaapian;
5.8 Peraturan Menteri Nomor PM.10 Tahun 2011 mengenai Persyaratan Teknis Peralatan
Persinyalan;
5.9 Peraturan Menteri Nomor PM.11 Tahun 2011 mengenai Persyaratan Teknis Peralatan
Telekomunikasi;
5.10 Peraturan Menteri Nomor PM.12 Tahun 2011 mengenai Persyaratan Teknis Instalasi Listrik;
5.11 Peraturan Menteri Nomor PM.31 Tahun 2011 mengenai Standar dan Tata Cara Pemeriksaan
Prasarana Perkeretaapian;
5.12 Peraturan Menteri Nomor PM.32 Tahun 2011 mengenai Standar dan Tata Cara Perawatan
Prasarana Perkeretaapian;
5.13 Peraturan Dinas 3 mengenai Semboyan;
5.14 Peraturan Dinas 10 mengenai Perencanaan Konstruksi Jalan Rel;
5.15 Peraturan Dinas 16 Jilid 1 mengenai Dinas Lokomotif Diesel Elektrik dan Diesel Hidrolik;
5.16 Peraturan Dinas 21 mengenai Pelayanan Telekomunikasi (Jilid I);
5.17 Pedoman Dasar Perencanaan Sinyal Elektrik;
5.18 Reglemen R13 Jilid IVA mengenai Urusan Sinyal ;
5.19 Reglemen R19 tentang Pengaturan Perjalanan Kereta Api;
5.20 Reglemen R23 mengenai Peristiwa Luar Biasa;
5.21 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
5.22 Penuntun 15 mengenai Pengetahuan Dasar Persinyalan;
5.23 Penuntun 16 Jilid 1 mengenai Pedoman Bagi Pemeliharaan Tehnis Alat Pengaman Mekanik
dan Elektro Mekanik.

STE-PP-01 hal 2
PEDOMAN PERAWATAN SINTELIS

STE-REPORT-02 - 26 Oktober 2011


NO JENIS PERAWATAN HRN 2 1 3 6 1 ALAT KERJA
MGG BLN BLN BLN THN
1 Sinyal
Perawatan Wesel Mekanik x Rol meter, plat ganjalan 1 sd 5 x 20 x
100 mm, kunci inggris, kunci pas, palu,
tang, obeng, pahat, plat besi ukuran 1
x 50 x 20 mm, gergaji besi, 2 (dua)
buah HT, rompi safety fluourescent
Perawatan Wesel Elektrik x Rol meter, plat ganjalan 1 sd 5 x 20 x
100 mm, kunci inggris, kunci pas, palu,
tang, obeng, pahat, plat besi ukuran 1
x 50 x 20 mm, gergaji besi, 2 (dua)
buah HT, rompi safety fluourescent,
pelumas
Perawatan Axle Counter x AZS Test Set (WDE Diagnostic Unit),
Multimeter Digital, TAKOPA Probe
Adapter, Kunci Inggris, Kunci Pas,
Tang, Obeng, Fluorencent Rompi
Safety, HT 2 buah, Glove Antistatic
Perawatan Peralatan x Power supply DC/Avometer/Multimeter,
CTC/CTS temperatur meter portable
Perawatan Location Case x Multimeter Digital/Analog, Obeng/Test
Pen, Tang, Cable Ties, Kunci Location
Case, alat kebersihan, fluorencent
rompi safety, Earth Tester Meter
Perawatan Track Circuit x Multimeter Digital, Kunci Inggris, Kunci
Pas, Tang, Obeng, Fluorencent Rompi
Safety, HT 2 buah, Glove Antistatic
Perawatan Genset dan x Multitester, SG Tester, kunci inggris
Baterai 12", obeng Minus, alat kebersihan
Perawatan Peralatan di x Raytex infrared, multimeter, obeng Plus
PK/OC minus
Perawatan Persinyalan x Tang plombir, timah plombir, kawat
Mekanik ikat, Tang kombinasi, penegang kawat,
alat kebersihan, pelumas
Negative Check Persinyalan x Alat tulis, Tang plombir, timah plombir,
Mekanik kawat ikat
Perawatan Persinyalan x Multitester, SG Tester, kunci inggris
Elektrik 12", obeng Minus, alat kebersihan,
Raytek infrared, grounding tester
Negative Check Persinyalan x Alat tulis
Elektrik
Perawatan Pintu Perlintasan x Grease, multimeter
2 Telekomunikasi
Perawatan Peralatan Radio x x x Alat tulis, VSWR Meter (contoh tipe
Lokomotif WELZ SP300), radio communication
tester, dan power supply DC/AVO
meter
Perawatan Peralatan Radio x x VSWR Meter (contoh tipe WELZ
Waystation SP300), radio communication tester,
power supply DC/Avometer/Multimeter
Perawatan Peralatan Radio x VSWR Meter (contoh tipe WELZ
Basestation SP300), radio communication tester,
power supply DC/Avometer/Multimeter
Perawatan Peralatan PK x x VSWR Meter (contoh tipe WELZ
SP300), radio communication tester,
power supply DC/Avometer/Multimeter
Perawatan Peralatan x Alat kebersihan, grease, multitester,
Telekomunikasi di Stasiun tang, obeng
Perawatan Peralatan x Multitester, SG Tester, kunci inggris
Telekomunikasi di luar 12", obeng Minus, alat kebersihan,
Stasiun raytex infrared, grounding meter, kunci
inggris
3 Listrik Aliran Atas
Pemeriksaan Perangkat x x Mistel, meteran, grounding tester, alat
Jaringan Catenary tulis
Pemeriksaan Peralatan Gardu x Lampu senter, voltmeter, kain majun,
Listrik alat tulis
Catatan
HR : Harian
MG : Mingguan
BLN : Bulanan
THN : Tahunan
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Mekanik 2 (dua) Mingguan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-01


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN WESEL MEKANIK Revisi ke : 0
2 (DUA) MINGGUAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan perawatan 2 (dua) mingguan wesel mekanik dilaksanakan untuk menjamin peralatan
dalam keadaan laik, dalam rangka pendiagnosaan awal kondisi wesel mekanik. Perawatan terdiri
dari pemeriksaan kondisi komponen, pembersihan daerah sekitar wesel, serta pelumasan
komponen gerak wesel mekanik.

2 RUANG LINGKUP
Dilaksanakan pada wesel mekanik tipe ISS atau NS di seluruh resor yang bersangkutan. Data yang
didapatkan adalah:
2.1 Jarak antara ujung lidah rapat dengan rel lantak;
2.2 Panjang langkah Stang Penggerak;
2.3 Kondisi baut pada suku penarik lidah;
2.4 Kedudukan lidah terhadap plat landas;
2.5 Kondisi Plat landas dan Isol Penahan Lebar Sepur (7);
2.6 Kondisi pelumasan suku bergerak (Plat Landas dengan Lidah, Penguncian Claw/Arrow);
2.7 Kelengkapan baut semat, mur, semat belah;
2.8 Ukuran penguncian dalam;
2.9 Ukuran dan kondisi komponen-komponen yang terdapat pada penggerak roda wesel type
ISS;
2.10 Ukuran dan kondisi komponen-komponen yang terdapat pada penggerak roda wesel type
NS.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang digunakan antara lain: rol meter, plat ganjalan 1 sd 5 x 20 x 100
mm, kunci inggris, kunci pas, palu, tang, obeng, pahat, plat besi ukuran 1 x 50 x 20 mm, gergaji
besi, 2 (dua) buah HT, rompi safety fluourescent.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 2 (dua) orang tenaga pelaksana perawatan Resor.

5 TATA CARA PERAWATAN


5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan 2 (dua) mingguan wesel mekanik berdasarkan
TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan 2
(dua) mingguan wesel mekanik;
KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA dan jika diperlukan KAT membuat nota
berkenaan dengan pelaksanaan perawatan tersebut;
5.3 Setiba di stasiun tujuan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan informasi lisan
kepada KS/PPKA; serta menyerahkan 1 (satu) buah HT untuk koordinasi pelaksanaan
perawatan seperti:
5.3.1 Perintah pembalikan arah wesel apabila diperlukan;
5.3.2 Informasi mengenai perjalanan KA;
5.3.3 Petunjuk lain berkenaan dengan keselamatan;
5.4 Pelaksana memberikan informasi pada KS/PPKA sesaat sebelum pelaksaan perawatan
dimulai. Apabila diijinkan oleh KS/PPKA, maka perawatan dapat dimulai;
STE-IK-AMPT-8.1.3-01 hal 1
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Mekanik 2 (dua) Mingguan

5.5 Pelaksana melaksanakan pemeriksaan dan pengukuran sesuai butir (6) serta memastikan
kondisi sekitar wesel mekanik dalam keadaan bersih dari kotoran/material pengganggu;
5.6 Pelaksana wajib menggunakan rompi safety fluorescent selama melakukan pekerjaan untuk
keselamatan dan identitas;
5.7 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada form Lembar Pemeriksaan Wesel Mekanik 2
(dua) mingguan;
5.8 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah maksimal 30 menit;
5.9 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
memberitahukan pada petugas KS/PPKA, dan mencatat masalah pada LP, serta melaporkan
hal tersebut kepada KAT;
5.10 Pekerjaan pemeriksaan yang selesai disahkan oleh tanda-tangan penerimaan KS/PPKA pada
LP;
5.11 Pelaksana wajib melaporkan hasil perawatan pada buku catatan perawatan yang ada di
Stasiun;
5.12 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
perawatan kepada KAT;
5.13 KAT memeriksa hasil pelaksanaan perawatan dan merencanakan tindak lanjut apabila
dibutuhkan;
5.14 KAT menyampaikan LP kepada KARES untuk ditandatangani dan diberi komentar.

6 ITEM PEMERIKSAAN

Keterangan:
1. Penggerak roda wesel tipe ISS;
2. Stang penggerak wesel;
3. Lidah wesel;
4. Rel lantak;
5. Plat landas.

Gambar 1. Wesel dengan roda penggerak Tipe ISS

Keterangan:
6. Roda rantai;
7. Poros;
8. Pasak;
9. Tuas;
10. Skitter;
11. Batang tarik;
12. Lubang batang tarik;
13. Kawat ulur;
14. Kepala pasak;
15. Tap baut;
16. Kawat tarik.

Gambar 2. Roda penggerak Tipe ISS

STE-IK-AMPT-8.1.3-01 hal 2
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Mekanik 2 (dua) Mingguan

Keterangan:
17. Panjang Rangkulan Claw;
18. Panjang Ekor Arrow
bersandar pada stang
penggerak;

1.1 Lidah terbuka;


1.2 Lidah rapat;
1.3 Baut suku penarik lidah;
1.4 Panjang langkah;
1.5 Jarak kait dan kusen.

Gambar 3. Titik pengukuran

Keterangan:
1 Roda rantai
2 Poros dan lubang minyak
S1 dan S2 : sentil 3 Skiter pada lidah renggang
S3 : sentil yang ditempatkan di sisi atas 4 Skitter pada lidah rapat
pinggir roda rantai. S3 akan mentok 5 Sektor atas roda rantai
pada Skiter 4 6 Sektor bawah roda rantai
S4 : sentil yang ditempatkan di sisi bawah. S4 7 Rol bawah roda rantai
akan mentok pada skiter 3 8 Rol atas roda rantai

Gambar 4. Roda penggerak Tipe NS

STE-IK-AMPT-8.1.3-01 hal 3
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Mekanik 2 (dua) Mingguan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksan
1 Wesel dan a. Lebar Sepur 1067 +5/-2 mm OK : memenuhi referensi
Stang - Ukur lebar sepur di ujung lidah wesel standar
penggerak
NOT OK : di luar referensi
standar
(1)
b. Jarak antara ujung lidah (3) renggang dengan rel 120 mm +5/-2 mm OK : memenuhi referensi
(2)
lantak (4) [Lebar Lidah Renggang] 140 mm +5/-2 mm standar
- Gerakkan wesel sehingga lidah kiri (dari arah
muka wesel) terbuka/renggang terhadap rel lantak NOT OK : di luar referensi
- Ukur jarak antara lidah dengan rel lantak (1,1) standar
menggunakan rol meteran
- Ulangi untuk lidah kanan pada posisi
terbuka/renggang terhadap rel lantak

c. Jarak antara ujung lidah (3) rapat dengan rel lantak Maksimal 5 mm OK : s.d 5 mm
(4) [Lebar Lidah Rapat]
- Gerakan wesel sehingga lidah kiri (dari arah muka NOT OK : lebih besar dari 5
wesel) rapat terhadap rel lantak mm
- Ukur jarak antara lidah dengan rel lantak (1,2)
menggunakan plat ganjalan ukuran 2-5mm
- Ulangi untuk lidah kanan pada posisi rapat
terhadap rel lantak

d. Stang Penggerak (2) OK : memenuhi referensi


- Pastikan stang penggerak kedudukannya baik dan standar
mur bautnya kokoh. Kencangkan bila diperlukan
(3)
- Untuk pengukuran panjang langkah stang 140 mm +5/-2 mm NOT OK : di luar referensi
(2)
penggerak, tandai titik awal pergerakan pada 140 mm +5/-2 mm standar
Stang Penggerak
- Tandai titik akhir pergerakan stang penggerak
(4)
- Ukur jarak antara titik awal dan titik akhir 160 – 180 mm
pergerakan (1,4)

STE-IK-AMPT-8.1.3-01 hal 4
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Mekanik 2 (dua) Mingguan

e. Pengukuran penguncian Luar (Claw) 40 – 60 mm OK : memenuhi referensi


- Gerakan Wesel sehingga posisi lidah rapat terkunci standar
- Untuk memastikan lidah rapat terkunci, ungkit
lidah rapat NOT OK : di luar referensi
- Ukur panjang claw bersandar pada kusen (1,5) standar
f. Pengukuran penguncian Luar (Arrow) 20 – 40 mm OK : memenuhi referensi
- Gerakan Wesel sehingga posisi lidah rapat terkunci standar
- Untuk memastikan lidah rapat terkunci, ungkit
lidah rapat NOT OK : di luar referensi
- Ukur panjang ekor Arrow bersandar pada stang standar
penggerak (18)
g. Kondisi lidah (3) Tidak ada kerusakan OK : Tidak ada kerusakan
- Periksa kondisi tampak lidah, tidak boleh ada
kerusakan NOT OK : Ada kerusakan
h. Kedudukan lidah (3) terhadap plat landas (5) Lidah rata terhadap plat OK : merata
- Masukan Plat Besi 1mm diantara Lidah dan plat landas
landas NOT OK : tidak merata
- Lakukan pada tiap plat landas, kerenggangan
harus merata
i. Kondisi Plat landas (5) dan Isol Penahan Lebar Sepur Tidak ada kerusakan dan OK : Tidak ada kerusakan
- Periksa kondisi tampak Plat ladas dan Isol, tidak tertambat kuat dan tertambat kuat
boleh ada kerusakan
- Periksa kondisi tampak isol, tidak boleh ada NOT OK : Ada kerusakan
kerusakan atau tidak tertambat kuat
j. Kondisi baut pada suku penarik lidah (1,3) Tidak ada kelonggaran OK : tidak ada kelonggaran
- Periksa baut menggunakan Kunci Inggris/ Kunci baut
Pas, longgar atau tidak NOT OK : ada kelonggaran
k. Kelengkapan baut semat, mur, semat belah Lengkap dan tidak ada OK : lengkap dan tidak ada
- Periksa kelengkapan baut semat, mur, semat kelonggaran kelonggaran
belah NOT OK : tidak lengkap atau
- Periksa kondisi, tidak boleh ada kelonggaran ada kelonggaran

STE-IK-AMPT-8.1.3-01 hal 5
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Mekanik 2 (dua) Mingguan

l. Kondisi pelumasan suku bergerak (Plat Landas dengan Merata dan tidak ada yang OK : merata dan tidak ada
Lidah, Penguncian Claw/Arrow) kering bagian yang kering
- Periksa suku bergerak yang memerlukan NOT OK : Tidak merata atau
pelumasan oli ada bagian yang kering

2 Wesel dengan a. Apakah kedudukan roda penggerak skiter terjamin Kukuh terhadap porosnya OK : kukuh
penggerak kukuh terhadap porosnya ?
roda type ISS NOT OK : tidak kukuh
dan NS
b. Bagian dalam box motor wesel Tidak ada air, kotoran, dan OK : tidak ada air, kotoran,
- Periksa bagian dalam motor wesel, tidak boleh ada material pengganggu dan material pengganggu
air, kotoran, atau material pengganggu lainnya
NOT OK : ada air, kotoran
dan material pengganggu
c. Kondisi pelumanan suku bergerak (lihat gambar Merata dan tidak ada OK : merata dan tidak ada
bagian dalam box roda wesel) bagian yang kering bagian yang kering
- Periksa suku bergerak yang memerlukan
pelumasan oli NOT OK : tidak merata atau
ada bagian yang kering

Keterangan:
(1)
Untuk wesel biasa dengan rel R25, R33, atau R38 bersudut 1:8; 1:10; 1:12 dan wesel inggris dengan rel R42 atau R54 bersudut 1:10;
(2)
Untuk wesel biasa dengan rel R42 atau R54 bersudut 1:10 dan 1:12;
(3)
Untuk wesel dengan penguncian dalam;
(4)
Untuk wesel dengan penguncian luar.

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R13 Jilid IVA mengenai Urusan Sinyal;
7.2 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
7.3 Peraturan P.15 mengenai Pengetahuan Dasar Persinyalan;
7.4 Doc 112C tentang Perawatan Wesel Mekanik.

STE-IK-AMPT-8.3.1-01 hal 6
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Elektrik 2 (dua) Mingguan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-02


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN WESEL ELEKTRIK Revisi ke : 0
2 (DUA) MINGGUAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan perawatan 2 (dua) mingguan wesel elektrik dilaksanakan untuk menjamin peralatan
dalam keadaan laik. Perawatan dilaksanakan dalam rangka pendiagnosaan awal kondisi wesel
mekanik. Terdiri dari pemeriksaan kondisi komponen, pembersihan daerah sekitar wesel,
pemeriksaan perkabelan, serta terminasi.

2 RUANG LINGKUP
Dilaksanakan pada seluruh wesel elektrik di resor bersangkutan, dengan penggerak motor elektrik
tipe:
a. Penguncian dalam (tipe S90, BSG9 dan NSE);
b. Penguncian luar (tipe T84M, M4-ISM-144T);
Terdiri dari kegiatan pemeriksaan dan pengukuran 2 (dua) mingguan parameter tertentu. Data
yang didapatkan adalah:
2.1 Ukuran lebar sepur;
2.2 Jarak antara ujung lidah (renggang dengan rel lantak);
2.3 Jarak antara ujung lidah rapat dengan rel lantak;
2.4 Panjang langkah Stang Penggerak;
2.5 Kondisi penguncian;
2.6 Kondisi lidah;
2.7 Kedudukan lidah terhadap plat landas;
2.8 Kondisi Plat landas dan Isol Penahan Lebar Sepur (7);
2.9 Kondisi stang penggerak dan stang pendeteksi;
2.10 Kondisi baut pada suku penarik lidah;
2.11 Kelengkapan baut semat, mur, semat belah;
2.12 Kondisi pelumasan suku bergerak (Plat Landas dengan Lidah, Penguncian Claw/Arrow);
2.13 Kedudukan dan kondisi motor wesel pada bantalan;
2.14 Kondisi luar dan dalam box motor wesel;
2.15 Fungsi pelayanan manual dengan engkol;
2.16 Kondisi pelumasan pada bos motor wesel;
2.17 Kondisi Perkabelan.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang digunakan antara lain: Rol meter, plat ganjalan 1 sd 5 x 20 x 100
mm, kunci inggris, kunci pas, palu, tang, obeng, pahat, plat besi ukuran 1 x 50 x 20 mm, gergaji
besi, 2 (dua) buah HT, rompi safety fluourescent, pelumas.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 2 (dua) orang tenaga pelaksana perawatan Resor

5 TATA CARA PERAWATAN


5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan 2 (dua) mingguan wesel elektrik berdasarkan
TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan 2
(dua) mingguan wesel elektrik;

STE-IK-AMPT-8.1.3-02 hal 1
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Elektrik 2 (dua) Mingguan

5.3 KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA dan jika diperlukan KAT membuat nota
berkenaan dengan pelaksanaan perawatan tersebut;
5.4 Setiba di stasiun tujuan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan informasi lisan
kepada KS/PPKA; serta menyerahkan 1 (satu) buah HT untuk koordinasi pelaksanaan
perawatan seperti:
5.4.1 Perintah pembalikan arah wesel apabila diperlukan;
5.4.2 Informasi mengenai perjalanan KA;
5.4.3 Petunjuk lain berkenaan dengan keselamatan;
5.5 Pelaksana memberikan informasi pada KS/PPKA sesaat sebelum pelaksaan perawatan
dimulai. Apabila diijinkan oleh KS/PPKA, maka perawatan dapat dimulai;
5.6 Pelaksana melaksanakan pemeriksaan dan pengukuran sesuai dengan item yang tertera
pada butir (6);
5.7 Pelaksana wajib menggunakan rompi safety fluorescent selama melakukan pekerjaan untuk
keselamatan dan identitas;
5.8 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada form Lembar Pemeriksaan Wesel Elektrik 2
(dua) mingguan;
5.9 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah maksimal 30 menit;
5.10 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
memberitahukan pada petugas KS/PPKA, dan mencatat masalah pada LP, serta melaporkan
hal tersebut kepada KAT;
5.11 Pekerjaan pemeriksaan yang selesai disahkan oleh tanda-tangan penerimaan KS/PPKA pada
LP;
5.12 Pelaksana wajib melaporkan hasil perawatan pada buku catatan perawatan yang ada di
Stasiun;
5.13 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
perawatan kepada KAT;
5.14 KAT memeriksa hasil pelaksanaan perawatan dan merencanakan tindak lanjut apabila
dibutuhkan;
5.15 KAT menyampaikan LP kepada KARES untuk ditandatangani dan diberi komentar.

6 ITEM PEMERIKSAAN

Keterangan:
8. Lidah Renggang
9. Lidah Rapat
10. Panjang Langkah
11. Baut Suku Penarik
12. Panjang Rangkulan Claw
13. Panjang Ekor Arrow
bersandar pada stang
penggerak

Gambar 1. Titik-Titik Pengukuran dan Pengamatan Bagian Luar

STE-IK-AMPT-8.1.3-02 hal 2
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Elektrik 2 (dua) Mingguan

Wesel
Penggerak Wesel 4 5
3 Keterangan :
Penggerak Wesel
1. Box Motor Wesel
2. Stang Penggerak
3. Stang Pendeteksi
1 Wesel
4. Lidah Wesel
5. Rel Lantak
6. Plat Landas
7. Isol Penahan Lebar Sepur

2 7
6

Gambar 2. Bagian Perangkat

Tipe NSE120 TipeBSG9

Keterangan:
Tipe 144T - Pemeriksaan Pelumasan
Stemvet/Grease dilakukan pada bagian
gear (Friction, Trailing)
- Pemeriksaan Pelumasan oli dilakukan
pada bagian Stang Penggerak (Throw/
Operation bar/rod) dan Stang Deteksi
(Detection bar/rod)
- Pemeriksaan Fungsi input manual
dilakukan pada Hand Throw/Crank
Entry

Gambar 3. Bagian dalam Box Motor Wesel


STE-IK-AMPT-8.1.3-02 hal 3
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Elektrik 2 (dua) Mingguan

No Item Pemeriksaan Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi

1 Wesel dan a. Lebar Sepur 1067 +5/-2 mm OK : memenuhi referensi standar


Stang - Ukur lebar sepur di ujung lidah wesel
Penggerak NOT OK : di luar referensi standar
(1)
b. Jarak antara ujung lidah (4) renggang dengan rel lantak (5) 120 mm +5/-2 mm OK : memenuhi referensi standar
(2)
[Lebar Lidah Renggang] 140 mm +5/-2 mm
- Gerakkan wesel sehingga lidah kiri (dari arah muka wesel) NOT OK : di luar referensi standar
terbuka/renggang terhadap rel lantak
- Ukur jarak antara lidah dengan rel lantak (8) menggunakan
rol meteran
- Ulangi untuk lidah kanan pada posisi terbuka/renggang
terhadap rel lantak
c. Jarak antara ujung lidah (4) rapat dengan rel lantak (5) [Lebar Maksimal 5 mm OK : s.d 5 mm
Lidah Rapat]
- Gerakan wesel sehingga lidah kiri (dari arah muka wesel) NOT OK : lebih besar dari 5 mm
rapat terhadap rel lantak
- Ukur jarak antara lidah dengan rel lantak (9) menggunakan
plat ganjalan
- Ulangi untuk lidah kanan pada posisi rapat terhadap rel lantak
(3)
d. Panjang Langkah Stang Penggerak (2) 140 mm +5/-2 mm OK : memenuhi referensi standar
- Tandai titik awal pergerakan pada Stang Penggerak (2)
- Tandai titik akhir pergerakan stang penggerak 140 mm +5/-2 mm NOT OK : di luar referensi standar
(4)
- Ukur jarak antara titik awal dan titik akhir pergerakan (10) 160 – 180 mm
e. Pemeriksaan penguncian dalam Lidah rapat terkunci OK : Lidah rapat terkunci
- Gerakan Wesel sehingga posisi lidah rapat terkunci
- Untuk memastikan lidah rapat terkunci, ungkit lidah rapat NOT OK : Lidah rapat tidak
terkunci
f. Pengukuran penguncian Luar (Claw) 40 – 60 mm OK : memenuhi referensi standar
- Gerakan Wesel sehingga posisi lidah rapat terkunci
- Untuk memastikan lidah rapat terkunci, ungkit lidah rapat NOT OK : di luar referensi standar
- Ukur panjang claw bersandar pada kusen (12)
g. Pengukuran penguncian Luar (Arrow) 20 – 40 mm OK : memenuhi referensi standar
- Gerakan Wesel sehingga posisi lidah rapat terkunci
- Untuk memastikan lidah rapat terkunci, ungkit lidah rapat NOT OK : di luar referensi standar
- Ukur panjang ekor Arrow bersandar pada stang penggerak
(13)

STE-IK-AMPT-8.1.3-02 hal 4
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Elektrik 2 (dua) Mingguan

h. Kondisi lidah (4) Tidak ada kerusakan OK : Tidak ada kerusakan


- Periksa kondisi tampak lidah, tidak boleh ada kerusakan
NOT OK : Ada kerusakan

i. Kedudukan lidah (4) terhadap plat landas (6) Lidah rata terhadap plat OK : merata
- Masukan Plat Besi 1mm diantara Lidah dan plat landas landas
- Lakukan pada tiap plat landas, kerenggangan NOT OK : tidak merata

j. Kondisi Plat landas (6) dan Isol Penahan Lebar Sepur (7) Tidak ada kerusakan dan OK : Tidak ada kerusakan dan
- Periksa kondisi tampak Plat ladas dan Isol, tidak boleh ada tertambat kuat tertambat kuat
kerusakan
NOT OK : Ada kerusakan atau
tidak tertambat kuat
k. Kondisi Stang Penggerak (2) dan Stang Pendeteksi (3) Tidak ada kerusakan OK : Tidak ada kerusakan
- Periksa kondisi tampak Stang Penggerak, tidak boleh ada
kerusakan NOT OK : Ada kerusakan
- Periksa kondisi tampak Stang Deteksi, tidak boleh ada
kerusakan
l. Kondisi baut pada suku penarik lidah Tidak ada kelonggaran baut OK : tidak ada kelonggaran
- Periksa baut menggunakan Kunci Inggris/ Kunci Pas, longgar
atau tidak NOT OK : ada kelonggaran
m. Kelengkapan baut semat, mur, semat belah Lengkap dan tidak ada OK : lengkap dan tidak ada
- Periksa kelengkapan baut semat, mur, semat belah kelonggaran kelonggaran
- Periksa kondisi tampak
NOT OK : tidak lengkap atau ada
kelonggaran
n. Kondisi pelumasan suku bergerak (Plat Landas dengan Lidah, Merata dan tidak ada yang OK : merata dan tidak ada bagian
Penguncian) kering yang kering
- Periksa suku bergerak yang memerlukan pelumasan oli
NOT OK : Tidak merata atau ada
bagian yang kering

2 Penggerak a. Kedudukan dan kondisi motor wesel pada bantalan Tidak ada kelonggaran OK : tidak ada kelonggaran
Wesel (Motor - Periksa box motor wesel pada bantalannya
Wesel) NOT OK : ada kelonggaran
b. Bagian dalam box motor wesel Tidak ada material OK : tidak ada material
- Periksa bagian dalam motor wesel, tidak boleh ada air, pengganggu pengganggu
kotoran, atau material pengganggu lainnya
NOT OK : ada material
pengganggu

STE-IK-AMPT-8.1.3-02 hal 5
Instruksi Kerja Pemeriksaan Wesel Elektrik 2 (dua) Mingguan

c. Fungsi pelayanan manual dengan engkol Tidak dapat dilayani dari OK : tidak dapat dilayani dari
- Pasangkan engkol pada input manual motor wesel (lihat pusat dan putaran engkol pusat dan engkol dapat diputar
gambar bagian dalam box motor wesel) dapat dilaksanakan dengan dengan ringan
ringan
- Pada saat yang bersamaan engkol digerakkan, wesel dicoba
NOT OK : dapat dilayani dari
dilayani dari pusat (PPKA)
pusat atau engkol tidak dapat
- Perhatikan bahwa wesel tidak boleh dapat dilayani oleh PPKA; diputar dengan ringan
- Putar engkol sehingga lidah dapat bergerak
- Putaran harus cukup ringan dilaksanakan
d. Kondisi pelumanan suku bergerak (lihat gambar bagian dalam box Merata dan tidak ada bagian OK : merata dan tidak ada bagian
motor wesel) yang kering yang kering
- Periksa suku bergerak yang memerlukan pelumasan oli
NOT OK : tidak merata atau ada
- Periksa suku bergerak yang memerlukan pelumasan
bagian yang kering
e. Kondisi perkabelan Tidak ada kerusakan, OK : Tidak rusak dan koneksi
- Periksa kondisi koneksi kabel ke peralatan, tidak boleh ada koneksi kabel tidak longgar kabel tidak longgar
NOT OK : rusak atau koneksi
kerusakan atau longgar
kabel longgar

Keterangan:
(1)
Untuk wesel biasa rel No.2 atau 3 bersudut 1:8; 1:10; 1:12 dan wesel inggris No.14 bersudut 1:10;
(2)
Untuk wesel biasa rel No.14 bersudut 1:10 dan 1:12), khusus motor wesel jenis BSG9;
(3)
Untuk wesel dengan penguncian dalam;
(4)
Untuk wesel dengan penguncian luar.

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R13 Jilid IVA mengenai Urusan Sinyal;
7.2 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
7.3 Peraturan P.15 mengenai Pengetahuan Dasar Persinyalan;
7.4 Doc 112C tentang Perawatan Wesel;
7.5 Maintenance Manual S90 Point Machine;
7.6 Technical spesification M4-ISM-144T;
7.7 Point Machine Style T84M- Maintenance Manual;
7.8 Installation and Maintenance Manual NSE Point Machine;
7.9 BSG.antr.9 Electric Point Machine Operating Manual.

STE-IK-AMPT-8.3.1-02 hal 6
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN WESEL MEKANIK DAN ELEKTRIK

Stasiun : ………………………………
PELAKSANA : ……………………………. KARES : ………………………….. PPKA : ………………………………...
Tanggal : ………………………………
Periode Perawatan : 2 Mingguan Paraf : Paraf : Paraf :

No Kegiatan Keterangan
1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen


Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang ditemukan di
3 lapangan pada saat pemeriksaan, dan memerlukan penanganan
lebih lanjut)
Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung jawab
4 menerima hasil lembar pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah
pada butir3)
Instruksi Kerja Pemeriksaan Axle Counter 6 (enam) Bulanan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-03


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN AXLE COUNTER Revisi ke : 0
6 (ENAM) BULANAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Perawatan peralatan axle counter dilaksanakan melalui kegiatan pemeriksaan kondisi fisik
perangkat indoor dan outdoor, serta daerah sekitar peralatan, juga untuk mendapatkan data
pengukuran parameter tertentu dalam rangka pendiagnosaan awal setelah peralatan beroperasi
selama 6 (enam) bulan. Hal ini dilaksanakan agar peralatan dalam keadaan laik pakai.

2 RUANG LINGKUP
Perawatan berkala 6 (enam) bulanan pada Axle Counter tipe AzS350U dengan pendeteksi tipe
Siemens ZP43E di Resor bersangkutan.
Kegiatan perawatan terdiri dari pemeriksaan dan pengukuran fungsi tertentu pada peralatan axle
counter (indoor dan outdoor).
Beberapa data yang diperoleh adalah:
2.1 Kondisi fisik Head Sensor, Kabel Penghubung, dan Box WDE peralatan outdoor;
2.2 Ukuran parameter tegangan dan frekuensi WDE peralatan outdoor;
2.3 Kondisi fisik modul-modul Evaluator, kabel-kabel penghubung peralatan indoor;
2.4 Pengukuran parameter frekuensi, tegangan, dan pemeriksaan indikasi pada modul Evaluator
peralatan indoor.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: AZS Test Set (WDE Diagnostic Unit),
Multimeter Digital, TAKOPA Probe Adapter, Kunci Inggris, Kunci Pas, Tang, Obeng, Fluorencent
Rompi Safety, HT 2 buah, Glove Antistatic.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan 2 (dua) orang tenaga pelaksana perawatan Resor.

5 TATACARA PERAWATAN
5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala 6 (enam) bulanan Axle Counter
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan 6
(enam) bulanan Axle Counter;
5.3 KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA dan jika diperlukan KAT membuat nota
berkenaan dengan pelaksanaan perawatan tsb;
5.4 Setiba di stasiun tujuan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan informasi lisan
kepada KS/PPKA; serta menyerahkan 1 (satu) buah HT untuk koordinasi pelaksanaan
perawatan seperti:
5.4.1 Informasi mengenai perjalanan KA;
5.4.2 Petunjuk pelayanan berkenaan dengan keselamatan;
5.5 Setelah menuju Axle Counter yang akan dilakukan perawatan, pelaksana menghubungi
KS/PPKA bahwa pelaksanaan pemeriksaan segera dimulai;
5.6 Pelaksana pemeriksaan wajib menggunakan fluorencent rompi safety untuk keselamatan
dalam melakukan pekerjaan dan sebagai identitas;
5.7 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah maksimal 60 menit;
5.8 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib

STE-IK-AMPT-8.1.3-03 hal 1
Instruksi Kerja Pemeriksaan Axle Counter 6 (enam) Bulanan

memberitahukan pada KS/PPKA, dan mencatat masalah pada LP, serta melaporkan hal
tersebut kepada KAT;
5.9 Pekerjaan pemeriksaan yang selesai disahkan oleh tanda-tangan penerimaan KS/PPKA
Stasiun pada LP;
5.10 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
perawatan kepada KAT;
5.11 KAT memeriksa hasil pelaksanaan perawatan dan merencanakan tindak lanjut apabila
dibutuhkan;
5.12 KAT menyampaikan LP kepada KARES untuk ditandatangani dan diberi komentar.

6 ITEM PEMERIKSAAN

Gambar 1. Bagian Outdoor Sistem

Gambar 2. Bagian-bagian WDE

STE-IK-AMPT-8.1.3-03 hal 2
Instruksi Kerja Pemeriksaan Axle Counter 6 (enam) Bulanan

Gambar 3. Metoda Pengukuran WDE (Outdoor)

Gambar 4. TAKOPA Probe Adapter

Gambar 5. AZS Test Set (FTGS/GLS/AZS test set, SCN V25921-Z1-A19(PEGA 1211))

STE-IK-AMPT-8.1.3-03 hal 3
Instruksi Kerja Pemeriksaan Axle Counter 6 (enam) Bulanan

Gambar 6. Multimeter

Gambar 7. Bagian-bagian Evaluator (sistem indoor)

STE-IK-AMPT-8.1.3-03 hal 4
Instruksi Kerja Pemeriksaan Axle Counter 6 (enam) Bulanan

Gambar 8. Pengukuran Modul VESBA

Gambar 9. Indikator Modul VAU, STEU, dan SVK2150

STE-IK-AMPT-8.1.3-03 hal 5
Instruksi Kerja Pemeriksaan Axle Counter 6 (enam) Bulanan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 Fisik a. Kondisi Head Sensor (1.2) OK : Tidak rusak dan tidak
(outdoor) - Periksa kondisi tampak Head Sensor, tidak boleh ada Tidak ada kerusakan, kotor, dan tertambat
kerusakan dan harus bebas dari material tidak kotor, dan kuat
pengganggu tertambat kuat NOT OK : rusak atau kotor
atau tidak tertambat
- Periksa kedudukan Head Sensor terhadap Rel, harus
kuat
tertambat kuat
b. Kondisi kabel penghubung (1.3) OK : Tidak rusak dan
- Periksa kondisi kabel penghubung, tidak boleh ada Tidak ada kerusakan, koneksi kabel tidak
kerusakan, putus, terkelupas, short koneksi kabel tidak longgar
- Periksa kondisi koneksi kabel ke peralatan, tidak longgar NOT OK : rusak atau koneksi
kabel longgar
boleh ada kerusakan atau longgar
c. Kondisi Box (1.1) OK : Tidak rusak, konstruksi
- Periksa kondisi box WDE, tidak boleh ada kerusakan Tidak ada kerusakan, kokoh, bebas air dan
dan konstruksi harus kokoh konstruksi kokoh, bebas material pengganggu
- Periksa bagian dalam box, harus bebas air dan bebas air dan material NOT OK : Rusak atau
konstruksi tidak kokoh
dari material pengganggu. pengganggu
atau berair dan ada
material pengganggu
2 WDE Pengukuran parameter WDE (3) OK : dalam kisaran referensi
(outdoor) - Buka box WDE (1.1) dan penutup slot 1 U60 30-70 VDC standar
- Siapkan AZS Test Set (5) atau multimeter (6) U24 21,3-24,4 VDC
- Pasangkan TAKOPA probe adapter (4.1/4.3) pada slot 1 f(fs) 42,8-42,2 kHz NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
WDE (slot untuk service device) UR1 5,3-6,0 VDC
- Lakukan pengukuran parameter mengikuti salah satu UR2 5,2-5,9 VDC
metode di bawah ini: f(f1) 3,55-3,65 kHz
Metode 1. Sesuai gambar 3.1 dan 3.2 f(f2) 6,42-6,62 kHz
1. Koneksikan kabel dari TAKOPA ke soket konektor AZS UE1 60-150 mVAC
Test Set; UE2 60-150 mVAC
2. Pilih mode alat dengan menekan tombol mode UL 0,48-1,80 V (1)
kemudian pilih ZP 43 dan tekan tombol OK, maka 0,70-2,87 V (2)
akan muncul pada display U60 berkedip;
3. Tekan OK kembali untuk melihat hasil pengukuran
U60;

STE-IK-AMPT-8.1.3-03 hal 6
Instruksi Kerja Pemeriksaan Axle Counter 6 (enam) Bulanan

4. Untuk melihat hasil pengukuran parameter lainnya,


tekan tombol “next” dan tekan tombol “OK” setelah
kode parameter muncul berkedip pada display;
5. Lakukan langkah 4 untuk membaca hasil pengukuran
parameter lainnya (U24, fs, UR1, UR2, f1, f2, UE1,
UE2, dan UL).
Metode 2. Sesuai gambar 3.3 dan 3.4
1. Sesuaikan mode/range multimeter (3) dengan
parameter yang akan diukur;
2. Ukur parameter Axel Counter pada test point TAKOPA
Adapter (4.2) menggunakan probe Multimeter;
Lakukan langkah 1 dan 2 untuk mengukur U60, U24, fs,
UR2, f1, f2, UE1, UE2, dan UL.
3 Fisik a. Kondisi Modul-modul Evaluator (7) OK : lengkap dan tidak ada
(indoor) - Periksa kelengkapan modul-modul Evaluator Lengkap dan tidak ada kerusakan
- Peariksa kondisi modul, tidak boleh ada kerusakan kerusakan NOT OK : tidak lengkap atau
rusak
b. Kondisi kabel-kabel penghubung Tidak ada kerusakan, OK : sesuai dengan
- Periksa kondisi kabel penghubung serta instalasinya, tidak putus, tidak spesifikasi standar
tidak boleh ada kerusakan, putus, terkelupas, short terkelupas, tidak short, NOT OK : tidak memenuhi
- Periksa kondisi koneksi kabel ke peralatan, tidak dan koneksi tidak longgar salah satu.
boleh ada kerusakan atau longgar
4 Evaluator a. Pengukuran parameter pada modul VESBA OK : dalam kisaran referensi
(indoor) - Pastikan sistem dalam keadaan menyala F1 3,55-3,65 kHz standar dan menyala
- Lakukan pengukuran parameter menggunakan F2 6,42-6,62 kHz saat dilalui bakal
multimeter digital dengan mengikuti langkah-langkah V1 2,9-3,1 VDC pelanting
berikut: V2 2,9-3,1 VDC
NOT OK : di luar kisaran
1. Sesuaikan mode/range multimeter dengan referensi standar dan
parameter yang akan diukur; U Menyala pada tidak menyala atau
2. Ukur parameter Axel Counter pada test point saat dilalui bakal dilalui bakal pelanting
modul VESBA (8) menggunakan probe Multimeter; pelanting
3. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk mengukur U1, F1,
U2, F2.
4. Perhatikan indikator U pada saat kereta lewat

STE-IK-AMPT-8.1.3-03 hal 7
Instruksi Kerja Pemeriksaan Axle Counter 6 (enam) Bulanan

b. Pemeriksaan indikator pada modul VAU


- Periksa indikator modul VAU (9), harus sesuai
dengan standar status normal

c. Pemeriksaan indikator pada modul SVK2150


- Pastikan modul dalam keadaan menyala (posisi
saklar pada angka “1”)
- Periksa indikator modul SVK2150 (9), harus sesuai
dengan standar status normal.

Keterangan:
(1) Dengan suplai langsung (band-pass filter board SCN S25552-B148-A1, -B1, -C1);
(2) Dengan suplai eksternal (band-pass filter board SCN S25552-B148-A2 atau B2);
(3) Multimeter yang direkomendasikan Digital Multimeter SANWA CD722, CD800A atau tipe lain yang bisa mengukur semua range parameter
Axle Counter sesuai spesifikasi pada kolom referensi standar.

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R13 Jilid IVA mengenai Urusan Sinyal;
7.2 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor.

STE-IK-AMPT-8.1.3-03 hal 8
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN AXLE COUNTER

Stasiun : ……………………….. KARES : ……………………… KS/


: ………………………
Tanggal : ……………………….. Paraf PPKA
Periode Pelaksana : ………………………
: 6 Bulanan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus


3 yang ditemukan di lapangan pada saat
pemeriksaan, dan memerlukan penanganan lebih
lanjut)

Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang


4 bertanggung jawab menerima hasil lembar
pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada
butir2)
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan CTC/CTS Bulanan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-04


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN PERALATAN Revisi ke : 0
CTC/CTS BULANAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan perawatan peralatan CTC/CTS bulanan dilaksanakan untuk memastikan peralatan
CTC/CTS serta peralatan pendukungnya dapat berfungsi dengan laik. Kegiatan perawatan
dilakukan untuk memeriksa kondisi fisik perangkat sistem catu daya, genset, MIMIC panel, VDU
(Video Display Unit), data logger, dan jaringan; serta memastikan bahwa perangkat tersebut
dalam bekerja dalam keadaan normal/tidak ada indikasi alarm.

2 RUANG LINGKUP
Pemeriksaan berkala bulanan peralatan CTC/CTS tipe Westrace, VPI, atau SSI di Resor
bersangkutan. Kegiatan pemeriksaan terdiri dari pemeriksaan kondisi fisik dan indikasi alarm, serta
perbaikan kelainan atau kondisi substandar apabila diperlukan.
Beberapa fungsi yang diperiksa adalah:
2.1 Sistem catu daya
2.1.1 Kondisi, kebersihan, dan suhu ruangan UPS;
2.1.2 Fungsi back up supply;
2.1.3 Tegangan supply;
2.1.4 Arus supply;
2.1.5 Kondisi dan fungsi baterry bank;
2.1.6 Kondisi grounding dan arrester;
2.1.7 Kondisi perkabelan dan terminasi Tegangan Input;
2.2 Genset
2.2.1 Tinggi level bahan bakar;
2.2.2 Jam kerja;
2.2.3 Hasil percobaan operasi genset manual;
2.2.4 Hasil percobaan operasi genset otomatis;
2.2.5 Fungsi ATS;
2.2.6 Batere;
2.3 MIMIC PANEL
2.3.1 Kondisi panel dan lampu indikator;
2.3.2 Kesesuaian fungsi dengan indikasi;
2.3.3 Kondisi PLC;
2.3.4 Penggantian batere internal PLC (setelah 1 tahun pemakaian);
2.4 VDU
2.4.1 Kondisi Display unit;
2.4.2 Fungsi Trackball/mouse;
2.4.3 Kesesuaian fungsi dengan indikasi;
2.5 Data logger
2.5.1 Ketepatan tanggal dan jam pada data logger;
2.5.2 Fungsi printer;
2.5.3 Ketersediaan kertas print;
2.5.4 Tidak ada alarm;
2.6 Jaringan
2.6.1 Tidak ada kelainan pada modul server;
2.6.2 Kondisi jaringan tidak putus.

STE-IK-AMPT-8.1.3-04 hal 1
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan CTC/CTS Bulanan

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: power supply DC/Avometer/Multimeter,
temperatur meter portable, dan batere PLC setelah pemakaian 1 (satu) tahun.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 2 (dua) orang tenaga pelaksana perawatan Resor.

5 TATACARA PERAWATAN
5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala 1 (satu) Bulanan Peralatan CTC/CTS
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan
Peralatan CTC/CTS bulanan;
5.3 KAT melakukan koordinasi dengan petugas CTC/CTS bersangkutan;
5.4 Setiba di Stasion bersangkutan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan
informasi lisan kepada petugas CTC/CTS mengenai pelaksanaan pemeriksaan bulanan
CTC/CTS;
5.5 Pemeriksaan, dan perawatan dilaksanakan di tempat serta tidak mengganggu jadwal
perjalanan kereta api;
5.6 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada form Lembar Pemeriksaan 1 (satu) Bulanan
Peralatan CTC/CTS;
5.7 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah 30 - 45 menit pada ruangan CTC/CTS, dan 10-15
menit di ruangan genset;
5.8 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
mencatat masalah pada LP, serta melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.9 KAT menyampaikan masalah kepada KARES, serta mengkoordinasikan penyelesaian sesuai
dengan disposisi dari KARES;
5.10 Pekerjaan pemeriksaan yang selesai disahkan oleh tanda-tangan penerimaan Petugas
CTC/CTS;
5.11 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
pemeriksaan, pengukuran serta perawatan dinyatakan selesai.

6 ITEM PEMERIKSAAN

Gambar 1. Sistem Catudaya (UPS) dan Baterai Bank

STE-IK-AMPT-8.1.3-04 hal 2
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan CTC/CTS Bulanan

Gambar 2. Pentanahan pada sistem catudaya

Gambar 3. Sistem Genset

Gambar 4. Video Display Unit, PLC dan MIMIC Panel

Gambar 5. Data Logger

STE-IK-AMPT-8.1.3-04 hal 3
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan CTC/CTS Bulanan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 Sistem Catu a. Periksa kebersihan ruangan tempat UPS maupun Ruangan bersih dari OK : bersih dari material pengganggu
daya ruang baterai. Pastikan ruangan bersih dari terbebas sampah/material pengganggu
dari material pengganggu.Catat suhu ruangan NOT OK : terdapat material
Suhu ruangan 20oC – 40oC pengganggu di sekitar ruangan catu
daya dan baterai
b. Fungsi dari baterai backup/UPS. Pemeriksaan fungsi UPS dapat mensuplai arus selama OK : Meter arus pada UPS
UPS dilakukan bersamaan dengan percobaan fungsi genset belum beroperasi. Meter menunjukkan pengurangan secara
genset otomatis setahun sekali. Pemeriksaan arus pada UPS menunjukkan kontinu
dilaksanakan dengan cara mematikan sumber PLN. pengurangan secara kontinu
UPS bekerja menggantikan supply PLN sampai dengan NOT OK : Meter arus pada UPS tidak
genset menyala. menunjukkan pengurangan.

c. Catat tegangan supply baterai Tegangan dan arus suplai harus OK : Tegangan dan arus suplai harus
d. Catat arus supply baterai sesuai dengan jumlah baterai sesuai dengan jumlah baterai
terpasang terpasang

NOT OK : Tegangan dan arus suplai


tidak sesuai dengan jumlah baterai
terpasang.
e. Perhatikan kondisi pentanahan (grounding) dan Jalur pentanahan tidak OK : Jalur pentanahan tidak
arrester pada sistem catudaya. Jalur seluruh unit bercabang. bercabang, arester dalam keadaan
pentanahan menuju satu jalur utama pentanahan. Arester dalam keadaan bersih bersih dan tidak terbakar, kabel dan
Arrester dalam keadaan bersih dan tidak terbakar. dan tidak terbakar. terminasi dalam keadaan terhubung
Kabel dan terminasi dalam keadaan baik dan Kabel dalam keadaan baik dan dengan kuat.
terhubung secara kuat. terminasi terhubung dengan kuat
NOT OK : Jalur pentanahan tidak
menuju jalur utama pentanahan,
arester dalam keadaan terbakar, kabel
terkelupas atau terminasi tidak
terhubung dengan kuat.
f. Kondisi perkabelan dan terminasi tegangan input Kabel dalam keadaan baik/tidak OK : kabel dan terminasi dalam
terkelupas dan terminasi keadaan terhubung dengan kuat.
terhubung dengan kuat
NOT OK : kabel terkelupas atau
terminasi tidak terhubung dengan kuat.

STE-IK-AMPT-8.1.3-04 hal 4
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan CTC/CTS Bulanan

2 Genset a. Periksa ketinggian dari level bahan bakar Level bahan bakar diantara batas OK : diantara level min dan max,
min dan max genset dapat dioperasi secara manual
b. Catat counter jam operasi genset Genset dapat dioperasikan secara dan otomatis tanpa gangguan, ATS
c. Operasikan genset secara manual manual secara normal tanpa berfungsi dengan baik, dan tegangan
gangguan batere normal;

d. Operasikan genset secara otomatis Genset dapat dioperasikan secara NOT OK : di bawah level minimum
otomatis secara normal tannpa atau di atas level maksimum, atau
gangguan genset tidak dapat dioperasikan baik
secara manual maupun otomatis, ATS
e. Perhatikan fungsi Automatic Time Switch ATS dapat menyalakan genset
berfungsi tidak normal, atau tegangan
secara otomatis pada saat supply
batere tidak normal
PLN off, dan dapat mengalihkan
kembali supply dari PLN pada
saat PLN on.
f. Perhatikan dan ukur tegangan keluar dari batere Tegangan batere 12V/24V
3 MIMIC Panel a. Perhatikan kondisi panel dan lampu indikator Panel dalam keadaan bersih, OK : panel bersih dan mudah terbaca
mudah terbaca. Lampu indikator dan lampu indikator menyala sesuai
menyala sesuai dengan dengan fungsinya.
fungsinya.
NOT OK : panel kotor dan tidak mudah
terbaca atau lampu indikator ada yang
mati/tidak berfungsi sebagaimana
mestinya
b. Perhatikan kesesuaian fungsi dari indikasi pada MIMIC Indikasi yang terlihat di MIMIC OK : Indikasi menunjukkan keadaan
Panel, dengan cara mengamati proses pengaturan Panel sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan.
perjalanan KA. Apabila diperlukan dapat dilaksanakan sebenarnya di lapangan
komunikasi dengan pihak PPKA mengenai kesesuaian NOT OK : Indikasi tidak menunjukkan
kondisi lapangan dan indikasi di MIMIC panel keadaan sebenarnya di lapangan/false
alarm
c. Perhatikan kondisi lemari penempatan dan konfisi fisik Perkabelan terlihat rapi dengan OK : Perkabelan rapi, terminasi kuat,
peralatan PLC dan pendukungnya terminasi yang kuat, lemari lemari bersih, serta tidak ada alarm
terlihat bersih modul PLC dan pada modul PLC/ pendukungnya
pendukungnya tidak NOT OK : Perkabelan tidak rapi,
menunjukkan alarm terminasi tidak kuat, lemari kotor, atau
indikasi alarm pada modul PLC/
pendukungnya

STE-IK-AMPT-8.1.3-04 hal 5
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan CTC/CTS Bulanan

d. Khususnya untuk perawatan yang mencapai perioda 1 Dilaksanakan penggantian batere OK : penggantian batere internal PLC
tahunan; pelaksana mengganti internal batere PLC setelah perioda 1 tahunan setelah 1 tahun pemakaian
perawatan
NOT OK : tidak dilaksanakaan
penggantian batere internal PLC
setelah 1 tahun pemakaian
4 VDU (Video a. Kondisi Display Unit Layar VDU dalam keadaan tidak OK : display dalam keadaan tidak
Display Unit) rusak rusak/berfungsi dengan baik

NOT OK : display dalam keadaan


rusak/tidak berfungsi
b. Fungsi mouse/track ball Mouse/track ball dalam keadaan OK : mouse/track ball dalam keadaan
tidak rusak tidak rusak/berfungsi dengan baik

NOT OK : mouse/track ball dalam


keadaan rusak/tidak berfungsi
c. Perhatikan kesesuaian fungsi dari indikasi pada VDU, Indikasi yang terlihat di VDU OK : Indikasi menunjukkan keadaan
dengan cara mengamati proses pengaturan perjalanan Panel sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan.
KA. Apabila diperlukan dapat dilaksanakan komunikasi sebenarnya di lapangan
dengan pihak PPKA NOT OK : Indikasi tidak menunjukkan
keadaan sebenarnya di lapangan/false
alarm

5 Data Logger a. Periksa tanggal yang ditunjukkan oleh data logger. Waktu sesuai dengan waktu GMT OK : Waktu sesuai dengan waktu GMT

NOT OK : Waktu tidak sesuai dengan


waktu GMT
b. Periksa fungsi printer dan hasil cetakan Printer dapat berfungsi dengan OK : Printer berfungsi dengan baik,
baik, hasil cetakan dapat terbaca hasil cetakan jelas
dengan jelas
NOT OK : Printer tidak berfungsi
dengan baik, hasil cetakan tidak
terbaca jelas

c. Periksa ketersediaan kertas print Kertas print tersedia dalam OK : Kertas print cukup tersedia
jumlah yang cukup
NOT OK : Kertas print tidak cukup
tersedia

STE-IK-AMPT-8.1.3-04 hal 6
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan CTC/CTS Bulanan

d. Periksa indikasi alarm pada modul data logger Tidak ada indikasi alarm OK : tidak ada indikasi alarm

NOT OK : ada indikasi alarm


6 Jaringan a. Periksa keadaan fisik dan fungsi dari server Fisik dalam keadaan baik, dan OK : tidak ada indikasi alarm
tidak ada indikasi alarm pada
server NOT OK : ada indikasi alarm
b. Periksa konektivitas dari jaringan ke masing-masing Jaringan dari CTC ke masing- OK : tidak ada jaringan yang putus
stasiun melalui pemantauan jaringan pada komputer masing stasiun terkoneksi
supervisory atau pada file di server dengan baik NOT OK : terdapat salah satu atau
lebih jaringan yang putus

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R13 Jilid IVA mengenai Urusan Sinyal;
7.2 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor.

STE-IK-AMPT-8.3.1-04 hal 7
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN CTC/CTS

Stasiun : …………………………. Petugas


Tanggal : ………………………….
PELAKSANA : …………………………. KARES : ……………………… CTC
: …………………………..

Periode Perawatan : 1 Bulanan Paraf : Paraf : Paraf :

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang ditemukan di lapangan pada


3
saat pemeriksaan, dan memerlukan penanganan lebih lanjut)
Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung jawab menerima hasil
4
lembar pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada butir3)
Instruksi Kerja Pemeriksaan Location Case 1 (satu) Bulanan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-05


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN LOCATION CASE Revisi ke : 0
1 (SATU) BULANAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Perawatan peralatan location case dilaksanakan melalui kegiatan pemeriksaan kondisi fisik
perangkat serta daerah sekitar peralatan, dalam rangka memastikan peralatan dalam keadaan laik
pakai.

2 RUANG LINGKUP
Perawatan berkala 1 (satu) bulanan pada seluruh Location Case atau terminal kabel di Resor
bersangkutan.
Kegiatan perawatan terdiri dari pemeriksaan dan pengukuran fungsi tertentu pada peralatan di
dalam location case/terminal kabel.
Beberapa data yang diperoleh adalah:
2.1 Kebersihan bagian dalam;
2.2 Terminasi/hubungan perkabelan;
2.3 Kondisi kunci pengaman LC;
2.4 Kondisi pagar pengaman;
2.5 Kebersihan daerah sekitar;
2.6 Sistem pentanahan/grounding;
2.7 Ketersediaan Wiring Diagram.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: Multimeter Digital/Analog, Obeng/Test Pen,
Tang, Cable Ties, Kunci Location Case, alat kebersihan, fluorencent rompi safety, Earth Tester
Meter

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan 2 (dua) orang tenaga pelaksana perawatan Resor.

5 TATACARA PERAWATAN
5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala 1 (satu) bulanan Location Case
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan 1
(satu) bulanan Location Case;
5.3 Apabila diperlukan KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA stasiun bersangkutan;
5.4 Pelaksana menuju Location Case yang akan dilakukan perawatan, apabila diperlukan maka
pelaksana menghubungi KS/PPKA untuk memberitahu bahwa pelaksanaan perawatan segera
dimulai;
5.5 Pelaksana pemeriksaan wajib menggunakan fluorencent rompi safety untuk keselamatan
dalam melakukan pekerjaan dan sebagai identitas;
5.6 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah maksimal 15 menit per peralatan;
5.7 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana mencatat
masalah pada Lembar Pemeriksaan, serta melaporkan hal tersebut secara langsung kepada
KAT. KAT wajib memberitahukan masalah yang penting dan dapat menggangu kelancaran
perjalanan KA kepada KARES; yang segera berkoordinasi dengan KS/PPKA;
5.8 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan

STE-IK-AMPT-8.1.3-05 hal 1
Instruksi Kerja Pemeriksaan Location Case 1 (satu) Bulanan

perawatan kepada KAT;


5.9 KAT memeriksa hasil pelaksanaan perawatan dan merencanakan tindak lanjut apabila
dibutuhkan;
5.10 KAT menyampaikan LP kepada KARES untuk ditandatangani dan diberi komentar.

6 ITEM PEMERIKSAAN

Gambar 1. Tampak Muka Location Case

Gambar 2. Tampak Dalam Location Case

STE-IK-AMPT-8.1.3-05 hal 2
Instruksi Kerja Pemeriksaan Location Case 1 (satu) Bulanan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 Kebersihan - Buka kunci pagar pengaman Terbebas dari debu, OK : sesuai dengan referensi
bagian - Buka kunci terminal kabel. kotoran, air, atau material standar
dalam - Perhatikan bagian dalam lemari kabel tersebut, harus pengganggu lainnya NOT OK : salah satu
dalam keadaan bebas dari debu, kotoran, air atau Lemari kokoh dan tidak referensi standar tidak
terpenuhi
material pengganggu lainnya. Perhatikan bahwa lemari berkarat
dalam keadaan kokoh, tidak berkarat

2 Terminasi/ - Perhatikan perkabelan di bagian dalam lemari Terminasi terhubung OK : sesuai dengan referensi
hubungan - Kabel harus terhubung secara kuat pada terminal dengan kuat, kabel dalam standar
perkabelan - Kabel dalam keadaan terikat dan rapi di dalam cable tray keadaan rapi, cable tray NOT OK : salah satu
yang tertutup. dalam keadaan bersih dan referensi standar tidak
terpenuhi
- Pastikan kabel power terpisah dari kabel control tertutup
- Ikat kabel yang berdekatan menggunakan cable ties
- Kencangkan terminal kabel dengan obeng

3 Kondisi - Anak kunci pengaman dapat mudah diidentifikasi Kunci dan anak kunci OK : sesuai dengan referensi
kunci - Kunci dalam keadaan baik dan tidak rusak dalam keadaan baik, tidak standar
pengaman - Kunci dan anak kunci dapat berfungsi dengan baik rusak, dapat berfungsi NOT OK : salah satu
Location dengan baik, dan mudah referensi standar tidak
terpenuhi
Case diidentifikasi

4 Kondisi - Pagar pengaman dalam keadaan kokoh, tidak ada bagian Pagar pengaman dalam OK : sesuai dengan referensi
pagar yang berkarat, rapuh, atau berubah bentuk keadaan bergembok, kokoh, standar
pengaman - Pagar pengaman memiliki kunci/gembok pengaman tidak berkarat/rapuh, tidak NOT OK : salah satu
berubah bentuk referensi standar tidak
terpenuhi
5 Kebersihan - Perhatikan daerah sekitar Location Case Akses mudah, bersih dari OK : sesuai dengan referensi
daerah - Tidak boleh ada barang yang menghalangi akses masuk sampah, air, kotoran dan standar
sekitar ke location case material pengganggu lainnya NOT OK : salah satu
- Daerah sekitar bersih dari sampah, air, kotoran dan referensi standar tidak
terpenuhi
material pengganggu lainnya

STE-IK-AMPT-8.1.3-05 hal 3
Instruksi Kerja Pemeriksaan Location Case 1 (satu) Bulanan

6 Sistem - Perhatikan bahwa kabel grounding dalam keadaan baik, Kabel grounding secara fisik OK : sesuai dengan referensi
Pentanahan/ ataupun putus terlihat baik, tidak putus, standar
Grounding - Koneksi baik ke jaringan ataupun ke tanah terhubung terkoneksi baik ke jaringan NOT OK : salah satu
dengan baik maupun tanah. Arrester dalam referensi standar tidak
terpenuhi
- Arrester tidak boleh dalam keadaan terbakar keadaan bersih/tidak terbakar

7 Ketersediaan - Wiring diagram hubungan kabel tersedia di dalam location Wiring diagram terbaru OK : sesuai dengan referensi
Wiring case tersedia di dalam location case standar
Diagram - Wiring diagram menunjukkan kondisi terbaru dan mudah NOT OK : salah satu
dibaca referensi standar tidak
terpenuhi

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R13 Jilid IVA mengenai Urusan Sinyal;
7.2 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor.

STE-IK-AMPT-8.1.3-05 hal 4
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN LOCATION CASE

Stasiun : ………………………
KARES : ……………………… Pelaksana : ………………………
Tanggal : ………………………
Periode
: 1 bulanan Paraf : Paraf :
Perawatan

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang


3 ditemukan di lapangan pada saat pemeriksaan, dan
memerlukan penanganan lebih lanjut)
Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung
4 jawab menerima hasil lembar pemeriksaan dan menindak
lanjuti masalah pada butir3)
Instruksi Kerja Perawatan Track Circuits 1 (satu) Bulanan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-06


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN TRACK CIRCUIT Revisi ke : 0
1 (SATU) BULANAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Perawatan peralatan track circuit dilaksanakan melalui kegiatan pemeriksaan kondisi fisik
peralatan, daerah sekitar peralatan, serta untuk mendapatkan data pengukuran parameter
tertentu dalam rangka pendiagnosaan awal setelah peralatan beroperasi selama 1 (satu) bulan.
Hal ini dilaksanakan agar peralatan dalam keadaan laik pakai.

2 RUANG LINGKUP
Perawatan berkala 1 (satu) bulanan pada track circuit tipe track circuit AC/DC/Pulse/Frekuensi/
Kode di Resor bersangkutan.
Kegiatan perawatan terdiri dari pemeriksaan dan pengukuran fungsi tertentu pada peralatan track
circuit.
Beberapa data yang diperoleh adalah:
2.1 Ukuran parameter tegangan input & output, frekuensi peralatan outdoor;
2.1.1 Tegangan output TFU;
2.1.2 Tegangan input TFR;
2.1.3 R Shunt;
2.2 Kondisi fisik
2.2.1 Kabel input & output ;
2.2.2 Kabel IRJ ;
2.2.3 Pasak/baut ;
2.2.4 Box TFU;
2.2.5 Box TFR;
2.2.6 Kebersihan.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: Multimeter Digital, Kunci Inggris, Kunci Pas,
Tang, Obeng, Fluorencent Rompi Safety, HT 2 buah, Glove Antistatic, osciloscope bila
memungkinkan.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan 2 (dua) orang tenaga pelaksana perawatan Resor.

5 TATACARA PERAWATAN
5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala 1 (satu) bulanan Track Circuit
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan 1
(satu) bulanan Track Circuit;
5.3 KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA dan jika diperlukan KAT membuat nota
berkenaan dengan pelaksanaan perawatan tersebut;
5.4 Setiba di stasiun tujuan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan informasi lisan
kepada KS/PPKA; serta menyerahkan 1 (satu) buah HT untuk koordinasi pelaksanaan
perawatan seperti:
5.4.1 Informasi mengenai perjalanan KA;
5.4.2 Petunjuk pelayanan berkenaan dengan keselamatan;

STE-IK-AMPT-8.1.3-06 hal 1
Instruksi Kerja Perawatan Track Circuits 1 (satu) Bulanan

5.5 Setelah menuju Track Circuit yang akan dilakukan perawatan, pelaksana menghubungi
KS/PPKA bahwa pelaksanaan pemeriksaan segera dimulai;
5.6 Pelaksana pemeriksaan wajib menggunakan rompi fluorencent safety untuk keselamatan
dalam melakukan pekerjaan dan sebagai identitas;
5.7 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah maksimal 15 menit;
5.8 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
memberitahukan pada KS/PPKA, dan mencatat masalah pada Lembar Pemeriksaan, serta
melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.9 Pekerjaan perawatan yang selesai, disahkan oleh tanda-tangan penerimaan KS/PPKA Stasiun
pada LP;
5.10 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
perawatan kepada KAT;
5.11 KAT memeriksa hasil pelaksanaan perawatan dan merencanakan tindak lanjut apabila
dibutuhkan;
5.12 KAT menyampaikan LP kepada KARES untuk ditandatangani dan diberi komentar.

6 GAMBAR DAN ITEM PEMERIKSAAN

Gambar 1. Cara pemeriksaan Track Circuit

STE-IK-AMPT-8.1.3-06 hal 2
Instruksi Kerja Perawatan Track Circuits 1 (satu) Bulanan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1. Pengukuran a. Sumber/Transmitter: DC: 3-6 V OK : dalam kisaran referensi
parameter Ukur Tegangan/Frekuensi/Pulsa/Kode sumber pada pin AC: 3-6 V standar
output (2a) perangkat sumber/TFU (2) (Pengukuran Frekuensi: Sesuai setting
menggunakan Digital Multimeter) frekuensi di transmitter, NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
toleransi ±0.25%
Pulsa: ≥0.5V AC
Kode: 1.5-3 V DC
b. Penerima/Receiver: DC: 3-6 V OK : dalam kisaran referensi
Ukur Tegangan/Frekuensi/Pulsa/Kode pada pin output (3a) AC: 3-6 V standar
perangkat receiver/TFR (3) (Pengukuran menggunakan Frekuensi: Sesuai setting
Digital Multimeter) frekuensi di transmitter, NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
toleransi ±0.25%
Pulsa: ≥0.5V AC
Kode: 1.5-3 V DC
c. R Shunt saat Track Relay Jatuh (Pictdown Relay): 0.4-0.8 Ohm OK : dalam kisaran referensi
- Pasangkan R Shunt pada Rel di posisi track yang akan standar
diperiksa
- Atur R Shunt, dan amati kondisi track relay NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
- Track Relay harus jatuh pada batas nilai R Shunt dan
tidak jatuh diluar batas nilai R Shunt (Pengukuran
menggunakan Digital Multimeter)
2. Pemeriksaan a. Kondisi kabel Feeder (4a) dan Bonding (4b): OK : Tidak rusak dan aman
kondisi - Periksa kondisi tampak kabel, tidak boleh ada Tidak ada kerusakan, dan terhadap gangguan
tampak kerusakan (seperti korosi, putus, terkelupas, terbakar) aman tehadap gangguan pekerjaan lain
(visual) - Periksa kondisi tampak instalasi kabel, harus aman pekerjaan lain NOT OK : rusak atau tidak
aman terhadap
terhadap gangguan pekerjaan pihak lain (seperti MTT)
gangguan pekerjaan lain

b. Kondisi IRJ: OK : Tidak rusak


- Periksa kondisi tampak IRJ (5), tidak boleh ada Tidak ada kerusakan NOT OK : rusak
kerusakan (Seperti bagian isol retak, longgar, ada
bagian yang terlepas, baud longgar/ lepas/ tidak
lengkap)

STE-IK-AMPT-8.1.3-06 hal 3
Instruksi Kerja Perawatan Track Circuits 1 (satu) Bulanan

c. Kondisi Pasak/Baut OK : Tidak rusak


Periksa kondisi tampak pasak(6), tidak boleh ada Tidak ada kerusakan NOT OK : Rusak
kerusakan (Seperti korosi, retak, longgar, ada bagian
yang terlepas)

d. Kondisi Box (2/3) perangkat TFU/TFR OK : Tidak rusak


- Periksa kondisi tampak box, tidak boleh ada kerusakan Tidak ada kerusakan NOT OK : Rusak
(Seperti korosi, retak, longgar, ada bagian yang
terlepas, terminal longgar, baud longgar/ lepas/ tidak
lengkap)
e. Kondisi kebersihan OK : Bersih dan bebas dari
- Periksa kondisi kebersihan seluruh perangkat terkait Bersih dan bebas dari material pengganggu
track circuit harus bersih dan bebas dari material material pengganggu NOT OK : Kotor atau tidak
pengganggu bebas dari material
pengganggu

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R13 Jilid IVA mengenai Urusan Sinyal;
7.2 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor.

STE-IK-AMPT-8.1.3-06 hal 4
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN TRACK CIRCUIT

Petak Jalan Antara : ………………………………


PELAKSANA : ………………………….… KARES : …………………..… KS/PPKA : ………………………..……….
Tanggal : ………………………….....
Periode Perawatan : 1 bulanan Paraf : Paraf : Paraf :

No Kegiatan Keterangan
1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang ditemukan di lapangan


3
pada saat pemeriksaan, dan memerlukan penanganan lebih lanjut)

Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung jawab menerima
4
hasil lembar pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada butir3)
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN GENSET DAN BATERE

Stasiun :
Pelaksana : …………………………. KARES :
Tanggal :
Periode
: 6 bulanan Paraf : Paraf :
Perawatan

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang


3 ditemukan di lapangan pada saat pemeriksaan,
dan memerlukan penanganan lebih lanjut)
Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang
bertanggung jawab menerima hasil lembar
4
pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada
butir3)
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN PERALATAN DI PK OC

Stasiun : KARES : Petugas


:
Tanggal : Paraf PK/OC
Periode Pelaksana :
: 1 Bulanan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus


yang ditemukan di lapangan pada saat
3
pemeriksaan, dan memerlukan penanganan
lebih lanjut)
Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang
bertanggung jawab menerima hasil lembar
4
pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah
pada butir3)
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN PERSINYALAN MEKANIK

Stasiun : KARES :
PPKA :
Tanggal : Paraf
Periode Pelaksana :
: 1 Bulanan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus


yang ditemukan di lapangan pada saat
3
pemeriksaan, dan memerlukan penanganan
lebih lanjut)
Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang
bertanggung jawab menerima hasil lembar
4
pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah
pada butir3)
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
NEGATIVE CHECK MEKANIK

Stasiun : KARES : KS/


:
Tanggal : Paraf PPKA
Periode Pelaksana :
: 1 Bulanan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang


3 ditemukan di lapangan pada saat pemeriksaan, dan
memerlukan penanganan lebih lanjut)

Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung


4 jawab menerima hasil lembar pemeriksaan dan menindak
lanjuti masalah pada butir3)
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN PERSINYALAN ELEKTRIK

Stasiun : KARES : KS/


:
Tanggal : Paraf PPKA
Periode Pelaksana :
: 1 Bulanan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang


3 ditemukan di lapangan pada saat pemeriksaan, dan
memerlukan penanganan lebih lanjut)
Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang
bertanggung jawab menerima hasil lembar
4
pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada
butir3)
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
NEGATIVE CHECK PERSINYALAN ELEKTRIK

Stasiun : KARES :
PPKA :
Tanggal : Paraf
Periode Pelaksana :
: 1 Bulanan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang


3 ditemukan di lapangan pada saat pemeriksaan, dan
memerlukan penanganan lebih lanjut)

Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung


4 jawab menerima hasil lembar pemeriksaan dan menindak
lanjuti masalah pada butir3)
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN PINTU PERLINTASAN

No JPL/Petak Jalan : ……………………………… Penjaga/


PELAKSANA : ………………………….… KARES : …………………..… : ………………………..……….
Tanggal : …………………………..... PJL
Periode Perawatan : 1 bulanan Paraf : Paraf : Paraf :

No Kegiatan Keterangan
1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang ditemukan di lapangan


3
pada saat pemeriksaan, dan memerlukan penanganan lebih lanjut)

Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung jawab menerima
4
hasil lembar pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada butir3)
Pengelolaan Radio Lokomotif

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-14


INSTRUKSI KERJA
PENGELOLAAN Revisi ke : 0
RADIO LOKOMOTIF
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Pelaksanaan pengelolaan radio lokomotif di lingkungan Sintelis harus didukung oleh pengelolaan
kerja perawatan yang mengatur perencanaan perawatan, baik perawatan berkala maupun tidak
berkala serta penanganan bila terjadi gangguan. Sehingga dapat menjamin radio lokomotif yang
siap operasi dengan tingkat kehandalan tinggi.

2 RUANG LINGKUP
Pola perawatan radio lokomotif terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Preventive Maintenance;
b. Corrective Maintenance.

3 ALAT KERJA DAN SUKU CADANG


Alat kerja dan suku cadang yang diperlukan adalah:
TOOLS LOKASI FUNGSI
Power supply 0-72 V 10-50 A Workshop dan UPT Resor Cek supply input DC converter radioloko

Laptop programmer ID radiolok Workshop dan UPT Resor Mengganti ID radiolok

Alat ukur radio VHF Workshop Mengukur performansi radio VHF

Power meter Workshop dan UPT Resor Mengukur daya output radio lokomotif,ws NA 100,base

Swr meter UPT Resor Mengukur kualitas antena, power out, dan refleksi

AVO meter Workshop dan UPT Resor Mengukur arus, tegangan dan resistansi

Dummy load 100 W (1-500 MHz) Workshop Sebagai beban swr pengganti antena

EPROM Programmer Workshop Mengisi/menduplikat EPPROM

Solder gas UPT Resor Tools perbaikan konektor radio lokomotif saat di loko

Mesin pembuka baud (use battery) UPT Resor Membuka/mengencangkan baud

Antena Radioloko Workshop dan UPT Resor Antena untuk pengetesan fungsi radio lokomotif

Tang ampere UPT Resor Mengukur arus perangkat yang akan di ukur

LTU Workshop dan UPT Resor LTU untuk pengetesan fungsi radio lokomotif

Console Workshop dan UPT Resor Console untuk pengetesan fungsi radio lokomotif

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan tenaga pelaksana untuk UPT Resor minimal 2 (dua) orang dan Workshop
minimal 1 (satu) orang.

5 TATACARA PENGELOLAAN
5.1 Preventive Maintenance
Kondisi radio lokomotif yang siap operasi dengan tingkat kehandalan yang tinggi ditentukan oleh
pola kerja perawatan radio lokomotif yang terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu:
a. Pemeriksaan Harian
Dilaksanakan pada radio lokomotif terpasang di lokomotif/KRD/KRDE yang akan didinaskan
sebagai KA. Instruksi No. 23/PS.103/KA-2010 yang menetapkan bahwa petugas terkait harus
memastikan berfungsinya Go No Go Item (radio lokomotif) pada saat akan berdinas.

STE-IK-AMPT-8.1.3-14 Hal 1
Pengelolaan Radio Lokomotif

Pemeriksaan dilakukan mengacu pada IK (Instruksi Kerja) STE-IK-AMPT-8.3.1-15 dan Hasil


pemeriksaan dituangkan pada LP (Lembar Pemeriksaan) harian STE-RECORD-8.3.1-15.
Dilakukan oleh UPT Resor yang di wilayahnya terdapat DIPO;
b. Perawatan 3 Bulanan
Perawatan dilakukan pada radio lokomotif terpasang di lokomotif/KRD/ KRDE. Pemeriksaan
beberapa parameter dilakukan melalui pengukuran sebagai indikasi/pendiagnosaan awal kondisi
perangkat. Indikasi awal tersebut akan menentukan perlu tidaknya dilaksanakan perbaikan
kondisi. Perawatan dilakukan mengacu pada Instruksi Kerja STE-IK-AMPT-8.3.1-16 dan Hasil
perawatan dituangkan pada LP 3 Bulanan STE-RECORD-8.3.1-16. Dilakukan oleh UPT Resor
yang di wilayahnya terdapat DIPO;
c. Perawatan Tahunan
Pemeriksaan berkala 1 (satu) tahunan pada peralatan radio lokomotif di Daop bersangkutan.
Perawatan terdiri dari pemeriksaan lanjut parameter tertentu serta perbaikan kelainan atau
kondisi substandar. Perawatan dilakukan mengacu pada Instruksi Kerja STE-IK-AMPT-8.3.1-17
dan Hasil perawatan dituangkan pada LP Tahunan STE-RECORD-8.3.1-17. Dilakukan oleh
workshop dibantu dengan UPT Resor;
Untuk perawatan 3 bulanan dan tahunan dilakukan bersamaan dengan dilaksanakannya jadwal
perawatan berkala lokomotif.

5.2 Corrective Maintenance


Kerusakan radio lokomotif di luar jadwal preventive maintenance diperbaiki melalui tindakan
corrective maintenance, yaitu:
a. Awal dinas lokomotif (keluar DIPO)
- Perbaikan atau change unit modul console /LTU yang rusak;
- Penyesuaian ID jika ada penggantian LTU;
- Tes fungsi;
- Modul yang rusak di kirim ke workshop;
Adapun prasyarat untuk melakukan tindakan tersebut adalah UPT Resor memiliki peralatan
untuk mengubah ID.
b. Awal dinas lokomotif (keluar SUBDIPO/STASIUN)
- Perbaikan atau change unit modul console/LTU yang rusak;
- Menggunakan ID cadangan jika ada penggantian LTU;
- Tes fungsi;
- Modul yang rusak di kirim ke workshop;
- UPT Resor setempat menginformasikan ke UPT Resor tujuan KA/UPT Resor DAOP yang
akan dilewati KA tersebut untuk menyesuaikan ID radiolok;
Adapun prasyarat untuk melakukan tindakan tersebut adalah UPT Resor memiliki cadangan
radio lokomotif tipe LSE/BYST, Kabel power supply, dan konektor kompatibel untuk tipe radio
lokomotif LSE/BYST.
c. Penggantian crew KA (di pusat DAOP)
- Perbaikan atau change unit modul console /LTU yang rusak;
- Penyesuaian ID jika ada penggantian LTU;
- Tes fungsi;
- Modul yang rusak di kirim ke workshop;
Adapun prasyarat untuk melakukan tindakan tersebut adalah UPT Resor memiliki peralatan
untuk mengubah ID.
d. Penggantian crew KA (bukan pusat DAOP)
- Perbaikan atau change unit modul console /LTU yang rusak;
- Menggunakan ID cadangan jika ada penggantian LTU;
- Tes fungsi;
- Modul yang rusak di kirim ke workshop;
- UPT Resor setempat menginformasikan ke UPT Resor tujuan KA/UPT Resor DAOP yang
akan dilewati KA tersebut untuk menyesuaikan ID radiolok;

STE-IK-AMPT-8.1.3-14 Hal 2
Pengelolaan Radio Lokomotif

Adapun prasyarat untuk melakukan tindakan tersebut adalah UPT Resor memiliki cadangan
radio lokomotif tipe LSE/BYST, Kabel power supply, dan konektor kompatibel untuk tipe radio
lokomotif LSE/BYST.

5.3 Pengaturan ID
a. Setiap Daop memiliki ID cadangan yang berbeda sesuai jumlah cadangan yang tersedia di
masing-masing UPT Resor;
b. ID cadangan harus disesuaikan oleh UPT Resor setempat pada saat lokomotif tersebut:
- Telah lepas dinas dan/atau lokomotif masuk Dipo/subdipo (untuk KA jarak jauh);
- Telah masuk ke stasiun yang berada di wilayah Resor tertentu yang ada dipo induk (KA
lokal);
c. ID cadangan radio lokomotif dipersiapkan untuk menanggulangi gangguan radio lokomotif
dinas yang awal pemberangkatannya dari stasiun setempat atau saat penggantian crew KA;
terutama pada UPT Resor yang tidak dilengkapi fasilitas pemrograman ID radio lokomotif.

5.4 Peran Workshop


a. KUPT workshop menetapkan radio lokomotif yang siap operasi sebagai radio lokomotif
cadangan atau pengganti;
b. Setiap radio lokomotif yang telah dilakukan penggantian berkala 1(satu) tahunan harus
disetting ulang di workshop dan kemudian digunakan sebagai cadangan;
c. Workshop melakukan distribusi radio lokomotif cadangan berikut penjagaannya ke tiap UPT
Resor;
d. Workshop sebagai koordinator dalam melakukan penjagaan ID radio lokomotif, modifikasi kabel
power supply dan konektor agar semua tipe radio lokomotif bisa dipasang di lokomotif
manapun.

5.5 Pelaporan
a. Pelaporan pengecekan kondisi radio lokomotif dilakukan oleh UPT Resor ke Asmen IE masing-
masing di CC-kan ke Ka UPT Workshop dan Kantor Pusat melalui e-mail
radiolokomotif@gmail.com setiap 3 hari sekali;
b. Pelaporan suku cadang radio lokomotif dan perawatan 1 (satu) tahunan dilakukan oleh
Workshop ke Asmen IE masing-masing dan di CC-kan ke Kantor Pusat melalui e-mail
radiolokomotif@gmail.com setiap 1 minggu sekali (hari Senin).

6 REFERENSI
6.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
6.2 PD21 Jilid I tentang Pelayanan Telekomunikasi PERUMKA;
6.3 Dokumen Locomotive URS Radio System LSE;
6.4 Dokumen Locomotive Radio System Equipment Manual SIMOCO.

STE-IK-AMPT-8.1.3-14 Hal 3
Pengelolaan Radio Lokomotif

LAMPIRAN 1:
DISTRIBUSI RADIO LOKOMOTIF

STE-IK-AMPT-8.1.3-14 Hal 4
Pengelolaan Radio Lokomotif

LAMPIRAN 2:
FLOW CHART

STE-IK-AMPT-8.1.3-14 Hal 5
Pengelolaan Radio Lokomotif

LAMPIRAN 3:
TABEL/MATRIK PEMBAGIAN TUGAS

HARIAN 3 BULAN 1 TAHUN

LOKASI Dipo / KA Pertama Dipo Dipo

CHECKER UPT Resor setempat UPT Resor setempat Workshop, bongkar


pasang oleh UPT Resor
setempat
ACTION Test Fungsi - Test Fungsi Exchange Unit dan
- Check Fisik prosedur pemeriksaan 3
bulanan

STE-IK-AMPT-8.1.3-14 Hal 6
Pengelolaan Radio Lokomotif

LAMPIRAN 4:
TABEL JUMLAH MINIMUM CADANGAN RADIO LOKOMOTIF TIAP LOKASI
Stasiun pemberangkatan/ Cadangan
Daop Dipo/ subDipo
workshop UPT Resor SO Total
1 Merak Sg 1
Rangkasbitung THB Rk 1
Tanahabang Thb 2
Jakartakota
Jakartagudang
11
Gambir
JNG Jng 3
Pasarsenen
Jatinegara
Tanjungpriuk
Workshop Daop 1 4
2 Purwakarta
Bandung Bd Bd 3
Kiaracondong
9
Cibatu Cb 1
Cb
Banjar Bjr 2
Workshop Daop 2 3
3 Cirebon
Cn Cn 3
Cirebonprujakan 6
Workshop Daop 3 3
4 Tegal Tg Tg 2
Semarangponcol
Smc Smt 3
Semarangtawang
10
Cepu Cu 1
Cu
Bojonegoro Bj 1
Workshop Daop 4 3
5 Purwokerto
Maos Pwt Pwt 3
Kroya
8
Cilacap Cp Cp 1
Kutoarjo Kta Kta 1
Workshop Daop 5 3
6 Yogyakarta
Yk Yk 3
Lempuyangan
Solobalapan 9
Slo Slo 2
Solojebres
Workshop Daop 6 4
7 Madiun Mn Mn 3
Jombang/Kertosono Kts Kts 1
8
Kediri Kd Kd 1
Workshop Daop 7 3
8 Surabayapasarturi Sbi Sbi 2
Surabayagubeng
Benteng Sdt Sgu 3
11
Kalimas
Malang Ml Ml 2
Workshop Daop 8 4
9 Jember Jr 2
Jr
Kalibaru Kbr 1
Banyuwangi Bw Bw 1 7
Probolinggo Pb Pb 1
Workshop Daop 9 2

STE-IK-AMPT-8.1.3-14 Hal 7
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif Harian

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-15


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN PERALATAN RADIO Revisi ke : 0
LOKOMOTIF HARIAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan perawatan berkala harian radio lokomotif untuk menjamin peralatan dalam keadaan laik.
Kesiapan perangkat traindispatching /radio lokomotif merupakan salah satu syarat yang menjamin
lokomotif dalam keadaan siap operasi.
Perawatan dilaksanakan dalam rangka:
1.1 Pemeriksaan kejernihan suara komunikasi antara Masinis dengan Pengatur Perjalanan Kereta
Api (PPKA);
1.2 Perbaikan kondisi apabila dibutuhkan.

2 RUANG LINGKUP
Dilaksanakan pada radio lokomotif terpasang di lokomotif/KRD/KRDE yang akan didinaskan
sebagai KA di Resor bersangkutan. Pemeriksaan meliputi parameter fungsi harian, dalam rangka
pendiagnosaan awal kondisi sebelum dioperasikan. Pemeriksaan juga meliputi analisa-analisa
lanjutan jika ditemukan kelainan.
Beberapa fungsi harian yang diperiksa adalah:
2.1 Kejernihan panggilan keluar (outgoing call);
2.2 Kejernihan panggilan masuk (incoming call);
2.3 Keakuratan penunjukkan waktu;
2.4 Ketepatan pemilihan kanal;
2.5 Fungsi tombol volume.

3 ALAT KERJA DAN SUKU CADANG


Tidak ada alat kerja atau suku cadang khusus yang dibutuhkan. Pelaksana membutuhkan alat tulis
untuk mencatat hasil pemeriksaan.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 1 (satu) orang tenaga pelaksana UPT Resor.

5 TATA CARA PERAWATAN


5.1 Pelaksana adalah petugas/orang yang diberi wewenang untuk melaksanakan kegiatan
perawatan radio lokomotif;
5.2 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan harian radio lokomotif berdasarkan TABLO
Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.3 KAT menyiapkan alat kerja dan suku cadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan
harian radio lokomotif;
5.4 KAT melakukan koordinasi dengan Dipo/KS pemberangkatan kereta bersangkutan;
5.5 Setiba di Dipo/Stasiun pemberangkatan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada),
memberikan informasi lisan kepada Petugas Dipo/Masinis/KS/PPKA mengenai pelaksanaan
pemeriksaan harian radio lokomotif;
5.6 Pelaksana memastikan bahwa peralatan radio lokomotif berada pada kanal atau section yang
tepat, dengan memutar knop channel selector naik atau turun; selanjutnya melaksanakan
kegiatan pemeriksaan beberapa parameter sesuai dengan item yang tertera pada butir 6;
5.7 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada bentuk Lembar Pemeriksaan (LP) harian
radio lokomotif;
STE-IK-AMPT-8.1.3-15 hal 1
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif Harian

5.8 Standar pelaksanaan pekerjaan adalah 5 - 15 menit;


5.9 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
memberitahukan pada Petugas Dipo/ Masinis/KS/PPKA dan mencatat masalah pada LP, serta
segera melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.10 Jika hasil pemeriksaan radio lokomotif tidak laik pakai maka pelaksana segera mengajukan
penggantian radio lokomotif kepada KAT;
5.11 Jika pekerjaan pemeriksaan telah selesai, kemudian LP disahkan dengan ditanda tangan oleh
Masinis/Petugas Dipo/KS/PPKA dan Pelaksana;
5.12 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
perawatan kepada KAT;
5.13 KAT memeriksa hasil pelaksanaan perawatan dan merencanakan tindak lanjut apabila
dibutuhkan;
5.14 KAT menyampaikan LP kepada KARES untuk ditandatangani dan diberi komentar.

6 ITEM PEMERIKSAAN

Keterangan :
1. Tombol Emergency
2. Tombol RTS
3. Tombol PC
4. Channel Selector
5. Display Channel /
Clock Display
6. Led indicator
condition
7. Tombol Volume
Gambar 1. LRTU Console LSE

Gambar 2. LRTU Console SIMOCO

STE-IK-AMPT-8.1.3-15 hal 2
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif Harian

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 Outgoing Call Pelaksana melakukan percobaan panggilan ke PK a. Indikasi pada LED indicator OK : point 1(a) dan 1(b)
dengan status RTS /Normal Call (2) dan PC Call (3) (6) di console menunjukkan terpenuhi
TX
b. Komunikasi dua arah NOT OK : point 1(a) atau 1(b)
bergantian dengan PK dapat tidak terpenuhi
dilaksanakan dan suara
terdengar jernih dan jelas

2 Incoming Call Pelaksana meminta petugas PK untuk melakukan a. Buzzer incoming call OK : point 2(a) dan 2(b)
panggilan ke Radio lokomotif tersebut dengan Status berdering terpenuhi
RTS /Normal Call dan PC Call b. Radio Lokomotif dapat
menerima panggilan dari PK NOT OK : point 2(a) atau 2(b)
tidak terpenuhi

3 Clock Display Melihat posisi jam di console radio lokomotif a. Display Clock (5) OK : point 3(a) dan 3(b)
menunjukan posisi waktu terpenuhi
b. Ada perubahan indikator
channel ketika channel NOT OK : point 3(a) atau
selector (4) digerakkan 3(b) tidak terpenuhi

4 Channel Menggerakkan Channel selector (4) ke arah Up atau Indikator channel (5) berubah OK : indikator channel
Selection Down yang semula menunjukan waktu berubah
berubah menunjukan
keterangan channel (Indikator NOT OK : indikator channel
channel bertambah/berkurang tidak berubah atau indikator
secara berurutan) channel berubah secara tidak
berurutan

5 Volume Menggerakkan tombol Volume (7) pada saat Level suara ada perubahan OK : Level Suara berubah
komunikasi besar/kecilnya
NOT OK : Level Suara tidak
berubah

STE-IK-AMPT-8.1.3-15 hal 3
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif Harian

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
7.2 PD21 Jilid I tentang Pelayanan Telekomunikasi PERUMKA;
7.3 Dokumen Locomotive URS Radio System LSE;
7.4 Dokumen Locomotive Radio System Equipment Manual SIMOCO.

STE-IK-AMPT-8.1.3-15 hal 4
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN RADIO LOKOMOTIF

Stasiun/DIPO : KARES :
KDT :
Tanggal : Paraf
Periode Pelaksana :
: Harian Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus


yang ditemukan di lapangan pada saat
3
pemeriksaan, dan memerlukan penanganan
lebih lanjut)
Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang
bertanggung jawab menerima hasil lembar
4
pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah
pada butir3)
CARA PEMERIKSAAN PADA LEMBAR PEMERIKSAAN RADIO LOKOMOTIF
PERIODE HARIAN

1 7 Keterangan :
1. Tombol Emergency
6 2. Tombol RTS
3. Tombol PC
4. Tombol Channel
3 4 Selector
5. Display Channel / Clock
2 Display
5 6. Led indicator condition
7. Tombol Volume
LRTU Console LSE
1
7

6
3

4
2

5
LRTU Console SIMOCO

Sebelum melakukan kegiatan pastikan terlebih dahulu bahwa Radio Lokomotif berada pada channel atau
section dimana Radio Lokomotif tersebut berada dengan cara memutar tombol channel selector “Up” atau
“Down”.

No Item Pemeriksaan Cara Pemeriksaan Referensi Standar


1. Outgoing Call Melakukan percobaan panggilan ke a. Indikasi pada LED indicator (6) di console
PK dengan Status RTS/Normal Call menunjukan TX
(2) dan PC Call (3) b. Dapat berkomunikasi dengan PK
2. Incoming Call Meminta petugas PK untuk
a. Buzzer incoming call berdering
melakukan panggilan ke Radio
b. Radio lokomotif dapat menerima
lokomotif tersebut dengan Status
panggilan dari PK
RTS/Normal Call (2) dan PC Call (3)
3. Clock Display Melihat posisi jam di console radio a. Display Clock (5) menunjukan posisi
lokomotif waktu
b. Ada perubahan indikasi menjadi
keterangan channel ketika channel
selector (4) digerakkan/diputar
4. Channel Selection Menggerakkan tombol Channel Indikator channel (5) berubah yang semula
selector (4) ke arah Up atau Down menunjukan waktu/jam berubah menunjukan
keterangan channel,nilai keterangan channel
dapat berubah naik secara berurutan bila
Channel selector di gerakkan/diputar
kekanan dan berubah turun secara berurutan
bila Channel selector digerakkan/diputar
kekiri
5. Volume Menggerakkan tombol volume (7)
Level suara ada perubahan besar/kecil nya
pada saat komunikasi
Catatan :

− Lebih detail tentang cara pemeriksaan dilihat di lembar Instruksi Kerja perawatan peralatan radio lokomotif
harian
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif 3 (tiga) Bulanan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-16


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN PERALATAN RADIO Revisi ke : 0
LOKOMOTIF 3 (TIGA) BULANAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan perawatan berkala 3 (tiga) bulanan radio lokomotif untuk menjamin peralatan dalam
keadaan laik. Kegiatan perawatan yang dilaksanakan terdiri dari:
1.1 Pemeriksaan beberapa parameter setelah beroperasi selama 3 (tiga) bulan;
1.2 Perbaikan kondisi apabila dibutuhkan.

2 RUANG LINGKUP
Perawatan dilakukan pada radio lokomotif terpasang di Resor bersangkutan. Pemeriksaan
beberapa parameter dilakukan melalui pengukuran sebagai indikasi/pendiagnosaan awal kondisi
perangkat. Indikasi awal tersebut akan menentukan perlu tidaknya dilaksanakan perbaikan
kondisi.
Beberapa fungsi yang diperiksa adalah:
2.1 Mounting;
2.2 Konektor;
2.3 Perkabelan;
2.4 Tegangan Input;
2.5 Tegangan Output;
2.6 Arus Standby;
2.7 Arus Transmit (Tx);
2.8 SWR;
2.9 Power Transmit (Tx).

3 ALAT KERJA DAN SUKU CADANG


Alat kerja dan suku cadang yang diperlukan adalah: alat tulis, VSWR Meter (contoh tipe WELZ
SP300) dan tang amper / AVO meter, mesin pembuka baud (battery)/obeng, solder gas.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 2 (dua) orang tenaga pelaksana UPT Resor.

5 TATACARA PERAWATAN
5.1 Pelaksana adalah petugas / orang yang diberi wewenang untuk melaksanakan kegiatan
perawatan radio lokomotif;
5.2 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala 3 (tiga) bulanan radio lokomotif
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.3 KAT menyiapkan alat kerja dan suku cadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan
3 (tiga) bulanan radio lokomotif;
5.4 KAT melakukan koordinasi dengan Dipo perawatan lokomotif bersangkutan;
5.5 Setiba di Dipo, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan informasi lisan kepada
petugas Dipo mengenai pelaksanaan pemeriksaan 3 (tiga) bulanan radio lokomotif;
5.6 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada bentuk LP (lembar pemeriksaan) 3 (tiga)
bulanan radio lokomotif;
5.7 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah 10 - 30 menit;

STE-IK-AMPT-8.1.3-16 hal 1
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif 3 (tiga) Bulanan

5.8 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar tetapi masih laik pakai
maupun tidak laik pakai, pelaksana wajib memberitahukan pada petugas Dipo dan mencatat
masalah pada LP serta segera melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.9 Saat kondisi peralatan yang di luar spesifikasi/referensi standar dan tidak laik pakai, maka
pelaksana melakukan penggantian peralatan;
5.10 Jika pekerjaan pemeriksaan telah selesai, kemudian LP disahkan dengan ditanda tangan oleh
Petugas Dipo Lokomotif dan Pelaksana;
5.11 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
perawatan kepada KAT;
5.12 KAT memeriksa hasil pelaksanaan perawatan dan merencanakan tindak lanjut apabila
dibutuhkan;
5.13 KAT menyampaikan LP kepada KARES untuk ditandatangani dan diberi komentar.

6 ITEM PEMERIKSAAN
Keterangan :
1a 1b 2a 1a. Konektor pin A (+) power
radio lokomotif tipe LSE
1b. Konektor pin B (-) power
radio lokomotif tipe LSE
1c. Konektor pin A (+) power
radio lokomotif tipe Simoco
1d. Konektor pin B (-) power radio
lokomotif tipe Simoco
2a. panel power supply lokomotif
ke kabel konektor power radio
lokomotif (S & X)
2b. kabel konektor power (+-)
2b LTU
3a Tang amper
4a Konektor pin A+ control radio
3a lokomotif tipe LSE
1c 4b Konektor pin B- control radio
lokomotif tipe LSE
4c Konektor pin K+ control radio
lokomotif tipe Simoco
1d 4d Konektor pin M- control radio
lokomotif tipe Simoco
5a Konektor control LTU
6a Tombol PTT push button

LTU LSE 4a 6a
4b

4c
5a
4d

LTU SIMOCO

Gambar 1. Konektor LTU, terminal panel power lokomotif, handset dan tang amper

STE-IK-AMPT-8.1.3-16 hal 2
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif 3 (tiga) Bulanan

5 Keterangan :
1 3 4
2 1. Konektor antena radio
11 lokomotif ke konektor
radio VSWRmeter
2. Konektor control radio
lokomotif ke console
3. Konektor power radio
lokomotif ke power
supply DC
4. Konektor antena VSWR
meter ke antena
5. Konektor radio VSWR
meter ke konektor
8 10 antena LTU
6 7 9
6. Tampilan hasil ukur
VSWR meter dan power
Tx
7. Sensor select untuk
penentuan RS number
8. Switch selection untuk
RS3 RS2 RS1 kalibrasi,power TX, SWR
9. Power range
(berdasarkan power TX
yang dibutuhkan)
10. RS number konektor ke
antena dan konektor ke
radio lokomotif (dipilih
Keterangan posisi&range frekuensi pada RS1,RS2,dan RS3
salah satu berdasar
frekuensi yang
Gambar 2. VSWR Meter dan Konektor Antena Radio lokomotif dibutuhkan)
11. Gambar antena radio
lokomotif

STE-IK-AMPT-8.1.3-16 hal 3
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif 3 (tiga) Bulanan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 Mounting Periksa kondisi kekokohan mounting (LTU, console 1&2 dan kokoh OK : dalam kisaran
antena radiolokomotif) dengan digerakkan, pastikan kedudukan referensi standar
tetap/kokoh tidak ada gerakan, baud terpasang kokoh dan NOT OK : di luar kisaran
lengkap. referensi standar
2 Konektor Periksa kondisi fisik konektor LTU (power,control 1&2, antena), kokoh, tidak OK : dalam kisaran
konektor antena dan konektor console 1&2, pin konektor pada terindikasi “ngefong”, referensi standar
kabel-kabel LTU dan konektor antena ke LTU (inner&outer) tidak tidak short circuit
terindikasi “ngefong”. Pastikan konektor tidak short circuit dan NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
terpasang kokoh/kencang.
3 Perkabelan Periksa instalasi perkabelan (kabel power, kabel console, kabel Rapih, kabel tidak OK : dalam kisaran
antena) antara LTU-console, console-handset, LTU-antena, terkelupas, kabel referensi standar
pastikan jalur perkabelan rapih, kabel terkoneksi dengan baik, terkoneksi baik,
kondisi fisik kabel tidak ada yang terkelupas serta ukuran ukuran diameter NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
diameter bagian tertentu suatu kabel tidak mengecil. kabel tidak mengecil
4 Tegangan a. Sesuaikan terlebih dahulu mode selector tang amper / AVO LSE OK : dalam kisaran
input meter dengan parameter yang akan diukur (70 - 100 VDC) referensi standar
b. Matikan MCB (untuk radio lokomotif) yang terhubung ke unit
transmitter radio lokomotif SIMOCO NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
c. Lepas konektor power dan hubungkan probe tang amper (60 – 132 VDC)
/AVO meter ke konektor power female pin A+ (1a) dan B–
(1b) atau terminal panel power lokomotif (2a)
d. Hidupkan kembali MCB, lalu ukur nilai tegangan input sesuai
dengan nilai yang tertera pada tang amper / AVO meter
e. Sebelum memasang kembali konektor power, MCB lokomotif
dimatikan /di-off-kan terlebih dahulu
5 Tegangan a. Sesuaikan terlebih dahulu mode selector tang amper / AVO LSE OK : dalam kisaran
output meter dengan parameter yang akan diukur (13.5 – 13.8 VDC) referensi standar
b. Lepas konektor control dan hubungkan probe tang amper /
AVO meter ke konektor control female pin A+ dan B– di LTU SIMOCO NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
(5a) (11.5 – 15 VDC)
c. Ukur nilai tegangan output sesuai dengan nilai yang tertera
pada tang amper / AVO meter

STE-IK-AMPT-8.1.3-16 hal 4
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif 3 (tiga) Bulanan

d. Sebelum memasang kembali konektor power, MCB lokomotif


dimatikan/di-off-kan terlebih dahulu
6 Arus a. Sesuaikan terlebih dahulu mode selector tang amper /AVO 600 mA ± 100 mA OK : dalam kisaran
Standby meter dengan parameter yang akan diukur referensi standar
b. Pasang tang amper di salah satu kabel konektor power yang
terhubung ke terminal panel power lokomotif dengan cara NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
dikalungkan (3a)
c. Jika menggunakan AVO meter, MCB lokomotif dimatikan
dahulu kemudian lepas salah satu kabel konektor power (2b)
dari terminal panel power lokomotif dan hubungkan ke salah
satu probe AVO meter sedangkan probe yang lain ke terminal
panel power lokomotif. MCB lokomotif dihidupkan kembali
d. Ukur nilai arus standby sesuai dengan nilai yang tertera pada
tang amper / AVO meter
7 Arus Tx Setelah no. 3 point a atau b s/d c dilakukan, maka ukur nilai 6.5 A OK : dalam kisaran
arus Tx sesuai dengan nilai yang tertera pada tang amper / referensi standar
AVO meter saat indikasi status Tx menyala dengan menekan NOT OK : di luar kisaran
PTT push button (6a) referensi standar
8 SWR a. MCB lokomotif dimatikan / di-off-kan terlebih dahulu ≤ 1.5 OK : dalam kisaran
b. Lepas konektor antena radio lokomotif(1) dan hubungkan referensi standar
konektor antena tersebut ke konektor radio VSWRmeter(4),
sedangkan konektor antena VSWRmeter(5) ke antena radio NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
lokomotif(11)
c. Atur switch selection ke “SWR”(8), atur power range ke
“200W”(9) dan sensor select ke RS3(7) yang terhubung ke
konektor antena di LTU(1) dan ke antena radio lokomotif (11)
d. MCB lokomotif dihidupkan / di-on-kan kembali
e. Ukur nilai VSWR sesuai yang tertera pada VSWRmeter saat
indikasi status Tx menyala dengan menekan PTT push button
9 Power Tx a. Setelah mengukur nilai VSWR seperti ditunjukan pada no. 5 25 ± 5 W OK : dalam kisaran
point a s/d e, maka atur switch selection ke “FWD”(8) referensi standar
b. Ukur power Tx saat indikasi status Tx menyala dengan NOT OK : di luar kisaran
menekan PTT push button referensi standar

STE-IK-AMPT-8.1.3-16 hal 5
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif 3 (tiga) Bulanan

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
7.2 PD21 Jilid I tentang Pelayanan Telekomunikasi PERUMKA;
7.3 Dokumen Locomotive URS Radio System LSE;
7.4 Dokumen Locomotive Radio System Equipment Manual SIMOCO.

STE-IK-AMPT-8.1.3-16 hal 6
P. SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN RADIO LOKOMOTIF

Stasiun : KARES :
KDT :
Tanggal : Paraf
Periode Pelaksana :
: 3 Bulanan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan
1 Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus
yang ditemukan di lapangan pada saat
pemeriksaan, dan memerlukan penanganan
lebih lanjut)

2 Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang


bertanggung jawab menerima hasil lembar
pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah
pada butir1)
CARA PEMERIKSAAN PADA LEMBAR PEMERIKSAAN RADIO LOKOMOTIF
PERIODE 3 BULANAN
2 3
1
Keterangan :
1. panel power supply lokomotif ke kabel konektor
power Radioloko (S & X)
2. konektor control1 & 2 pada LTU ke console
3. kabel power dari LTU ke terminal panel power
lokomotif
Pin A
Pin B
Keterangan :

1. Konektor antena radio lokomotif ke


konektor radio VSWR meter(no.5)
1 2 3 4 5 2. Konektor control radio lokomotif ke
console
11 3. Konektor power radio lokomotif ke
powersupply DC
4. Konektor antenna VSWR meter ke
antena radio lokomotif
5. Konektor radio VSWR meter ke
konektor antena
6. Tampilan hasil ukur VSWR meter dan
power Tx
7. Sensor select untuk penentuan RS
number
10 8. Switch selection untuk kalibrasi,power
6 8 9
7 TX, SWR
9. Power range (berdasarkan power TX
yang dibutuhkan)
10. RS number konektor ke antena dan
konektor ke radio lokomotif (dipilih
salah satu berdasar frekuensi yang
RS3 RS2 RS1
dibutuhkan)
11. Gambar antena radio lokomotif

K e t e r an g an p o sisi & r an g e fr e k ue nsi p ad a R S 1,R S2,dan R S 3

No Cara Pemeriksaan
1. Tegangan Input : ukur nilai dengan probe tang ampere / AVO meter di terminal panel power lokomotif
(1)
2. Tegangan Output : ukur nilai dengan probe tang ampere / AVO meter di pin A & B konektor control LTU
(2)
3. Arus Standby : ukur nilai dengan tang ampere / AVO meter di kabel power(kabel +) dari LTU ke
terminal panel lokomotif (3)
4. Arus Tx : ukur nilai dengan tang ampere di kabel power (kabel +) dari LTU ke terminal panel lokomotif
(3) kemudian ukur arus saat indikasi status Tx menyala dengan menekan PTT push button
5. SWR & Power Tx : ukur nilai SWR & Power Tx di VSWR meter pada saat konektor antena radioloko(1)
ke konektor radio SWRmeter(4) dan konektor antena VSWR meter(5) ke antena
Lokomotif, set switch selection ke “SWR”(8),power range ke “200W”(9) dan indikasi
status Tx menyala dengan menekan PTT push button
6. Perkabelan : Cek instalasi perkabelan (kabel power,kabel console,kabel antena) terkoneksi baik,rapih,
dan kondisi fisik kabel tidak terkelupas serta ukuran diameter kabel tidak mengecil
7. Konektor : Cek konektor terpasang kokoh / kencang, kondisi pin konektor dan terminal panel power
Lokomotif tidak “ngefong”
8. Mounting : Cek kondisi mounting (LTU,Console 1,Console 2,Antena) terpasang kokoh,tidak ada baud yg
kendor
Catatan :
Lebih detail tentang cara pemeriksaan dapat dilihat di lembar Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio
Lokomotif 3 bulanan
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif Tahunan

No. Dok : STE-IK AMPT-8.1.3-17


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN PERALATAN RADIO Revisi ke : 0
LOKOMOTIF TAHUNAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan perawatan peralatan radio lokomotif tahunan dilaksanakan dalam rangka pendiagnosaan
serta perbaikan kelainan atau kondisi substandar setelah beroperasi selama 1 (satu) tahun.
Perawatan dilakukan agar peralatan selalu dalam keadaan laik fungsi.
Perawatan tahunan ini dilakukan bersamaan dengan dilaksanakannya jadwal Pemeliharaan Berkala
Lokomotif (P1, P3, P6 atau P12) terdekat.

2 RUANG LINGKUP
Pemeriksaan berkala 1 (satu) tahunan pada peralatan radio lokomotif di Resor bersangkutan.
Perawatan terdiri dari pemeriksaan lanjut parameter tertentu serta perbaikan kelainan atau kondisi
substandar. Beberapa fungsi yang diperiksa adalah:
2.1 Tegangan Output;
2.2 Arus Transmit (Tx);
2.3 Power Transmit (Tx);
2.4 Frekuensi Rx;
2.5 Frekuensi CTCSS;
2.6 Receive Squelch posisi open;
2.7 Receive squelch posisi mute;
2.8 Frekuensi Tx;
2.9 Mounting;
2.10 Terminasi;
2.11 Running test.

3 ALAT KERJA DAN SUKU CADANG


Alat kerja dan suku cadang yang diperlukan adalah: VSWR Meter (contoh tipe WELZ SP300),
radiocommunication tester (contoh tipe ROHDE & SCHWARTZ), power supply DC, AVO meter.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 2 (dua) orang tenaga pelaksana UPT Resor dan 1 (satu) orang
tenaga pelaksana UPT Workshop.

5 TATACARA PERAWATAN
5.1 Pelaksana adalah petugas/orang yang diberi wewenang untuk melaksanakan kegiatan
perawatan radio lokomotif;
5.2 Pelaksana UPT Resor melaksanakan kegiatan perawatan berkala 1 (satu) tahunan radio
lokomotif berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat untuk
melaksanakan pembongkaran dan pemasangan radio lokomotif dengan radio lokomotif
cadangan;
5.3 KAT menyiapkan alat kerja dan suku cadang yang diperlukan untuk pelaksanaan
pembongkaran dan pemasangan radio lokomotif;
5.4 KAT melakukan koordinasi dengan Dipo perawatan lokomotif bersangkutan;
5.5 Setiba di Dipo pemberangkatan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan
informasi lisan kepada petugas Dipo mengenai pelaksanaan penggantian Radio lokomotif.
Penggantian ini dilaksanakan pada lokomotif yang memasuki jadwal pemeriksaan berkala

STE-IK-AMPT-8.1.3-17 hal 1
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif Tahunan

baik P1, P3, P6, P12, SPA 2 tahunan, atau jadwal pemeriksaan berkala lainnya;
5.6 Standar Pelaksanaan pekerjaan penggantian radio lokomotif adalah 30 - 60 menit;
5.7 Radio lokomotif hasil bongkaran diserahkan kepada UPT Workshop. Pemeriksaan,
pengukuran, maupun perawatan dilaksanakan pada UPT Workshop Sintelis;
5.8 Pelaksana UPT Workshop menuangkan hasil pemeriksaan pada bentuk Lembar Pemeriksaan
(LP) Tahunan radio lokomotif;
5.9 Standar Pelaksanaan pekerjaan pemeriksaan, pengukuran, maupun perawatan radio
lokomotif adalah ± 4 jam;
5.10 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana UPT
Workshop wajib mencatat masalah pada LP;
5.11 Pelaksana menyampaikan masalah kepada Kaur Perbaikan;
5.12 Pekerjaan pemeriksaan, pengukuran, maupun perawatan radio lokomotif yang telah selesai
dilakukan pengecekan ulang (QC) oleh Kaur Perbaikan dan disahkan oleh KUPT Workshop
pada LP.

6 ITEM PEMERIKSAAN

1a 3a 2a 4a Keterangan :
Pin A Pin B
1a. Konektor pin A (+) dan pin B
(-) power radio lokomotif
2.a Kutub (+) dan (-) power
supply DC
3.a Tampilan analog hasil
pengukuran tegangan
4.a Tampilan analog hasil
pengukuran arus
5.a Konektor pin A (+) dan pin B
(-) control radio lokomotif
6.a PTT push button
7.a Konektor control simoco ke
sisi console

LSE SIMOCO
Pin B Pin A 6a

5a

Gambar 1. Contoh power supply DC, Konektor LTU dan handset

STE-IK-AMPT-8.1.3-17 hal 2
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif Tahunan

1 3 4
5 Keterangan :
2
1. Konektor antena radio
11 lokomotif ke konektor radio
VSWR meter(no.5)
2. Konektor control radio
lokomotif ke console
3. Konektor power radio
lokomotif ke power supply DC
4. Konektor antena VSWR meter
ke
antena/radiocommunication
tester
5. Konektor radio VSWR meter
ke konektor antenna

8 10
6 7 9 Keterangan :
6. Tampilan hasil ukur VSWR
meter dan power Tx
7. Sensor select untuk
penentuan RS number
8. Switch selection untuk
RS1 kalibrasi,power TX, SWR
RS3 RS2
9. Power range (berdasarkan
power TX yang dibutuhkan)
10. RS number konektor ke
antena dan konektor ke radio
lokomotif (dipilih salah satu
berdasar frekuensi yang
Keterangan posisi&range frekuensi pada RS1,RS2,dan RS3 dibutuhkan)
11. Gambar antena radio
lokomotif
Gambar 2. VSWR meter dan Konektor Antena Radio lokomotif

Keterangan :
a 13 14 16 19 18 12. Konektor yang terhubung
21
20 23 konektor antena radio
12 b c 15 lokomotif
22
13. Display frekuensi dan
CTCSS
14. Display Ptx dan squelch
17 15. Tombol angka untuk set
manual
16. Tombol select satuan
17. Variable “VAR”
a= tombol “count”
d b=tombol “set”
c=tombol “code”
d=indikator LED
18. Konektor power ke power
supply DC
20 19. DC DC Converter
20. FFSK modem
21. Transceiver unit (dibawah
21 FFSK modem)
22. Konektor ke antena
23. Konektor ke console

Gambar 3. LTU dan radiocommunication tester

STE-IK-AMPT-8.1.3-17 hal 3
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif Tahunan

No Item Pemeriksaan Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi


1 Tegangan output a. Yakinkan sumber tegangan input 72 VDC dan sumber LSE (13.5 – 13.8 VDC) OK : dalam kisaran
arus 10 A (minimum 7 A) dari power supply DC SIMOCO (11.5 – 15 VDC) referensi standar
b. Sesuaikan terlebih dahulu mode AVO meter dengan
parameter yang akan diukur NOT OK : di luar
c. Hubungkan konektor control female pin A+ dan B– di kisaran referensi
LTU (5a) AVO meter standar
d. Ukur tegangan output dengan AVO meter
2 Arus Tx a. Hubungkan kabel power dari LTU ke kutub (+) dan (-) 6.5 A OK : dalam kisaran
power supply DC referensi standar
b. Hubungkan LTU (5a) dengan console menggunakan
kabel konektor (LTU-console), hubungkan LTU dengan NOT OK : di luar
antena/radiocommunication tester (sebagai dummy kisaran referensi
load) menggunakan kabel konektor (LTU-antena) standar
c. Ukur arus Tx menggunakan power supply DC/AVO
meter (sesuaikan terlebih dahulu mode AVO meter
dengan parameter yang akan diukur) pada saat indikasi
status Tx menyala dengan menekan PTT push button
(6a)
d. Hasil pengukuran jika menggunakan power supply DC
pada contoh gambar diatas adalah jumlah dari dua
tampilan hasil ukur arus Tx (4a)
3 Power Tx a. Lepas konektor antena radio lokomotif(1) dan 25 ± 5 W OK : dalam kisaran
(dengan SWR hubungkan konektor antena tersebut ke konektor radio referensi standar
meter) VSWRmeter(4), sedangkan konektor antena
VSWRmeter(5) ke antena radio lokomotif(11) NOT OK : di luar
b. Atur switch selection ke “FWD” (8), atur power range ke kisaran referensi
“200W”(9) dan sensor select ke RS3 (7) yang terhubung standar
ke radio lokomotif dan ke antena/radiocommunication
tester (sebagai dummy load) (10)
c. Ukur power Tx saat indikasi status Tx menyala dengan
menekan PTT push button

STE-IK-AMPT-8.1.3-17 hal 4
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif Tahunan

4 Frekuensi Rx a. Hubungkan kabel power dari LTU (18) ke power supply Persite table ± 1KHz OK : ± 1KHz
DC kutub + dan -.
b. Hubungkan LTU (5a) dengan console menggunakan NOT OK : > ± 1KHz
kabel konektor (LTU-console), hubungkan LTU dengan
radiocommunication tester (sebagai dummy load)
menggunakan kabel konektor (LTU-antena) (22)
c. Atur channel di radio lokomotif dengan putar variable
Up-Down sampai display menunjukan channel yang
dimaksud.
d. Atur frekuensi Rx di display "frequency" (13) pada
radiocommunication tester dengan menekan "set"(b),
lalu tekan select satuan(16) "MHz" dan angka frekuensi
yang akan diatur dimasukkan melalui tombol angka(15)
lalu tekan "count" (a)
5 Frekuensi CTCSS a. Lakukan sesuai dengan poin 5.a sampai 5.c Persite table ± 1Hz OK : ± 1KHz
b. Atur frekuensi CTCSS Rx di display "frequency" (13)
radiocommunication tester dengan menekan "code"(c), NOT OK : > ± 1KHz
tekan select satuan(16) "Hz" dan angka dimasukkan
melalui tombol angka lalu tekan "count"(a)
6 Receive Squelch a. Lakukan sesuai dengan poin 5.a sampai 5.c Receive Squelch posisi open: OK : dalam kisaran
posisi open b. Atur Receive squelch (14) di Radiocommunication tester LSE = -116 dBm referensi standar
dengan putar variable "VAR" (17) sampai indikasi BUSY SIMOCO = -110 dBm
di console radio lokomotif menyala. NOT OK : di luar
kisaran
referensi
standar
7 Receive Squelch a. Lakukan sesuai dengan poin 5.a sampai 5.c Receive Squelch posisi mute: OK : dalam kisaran
posisi mute b. Atur Receive squelch (14) di Radiocommunication tester LSE = -118 dBm referensi standar
dengan putar variable "VAR" (17) sampai indikasi BUSY SIMOCO= -119 dBm
di console radio lokomotif kedip. NOT OK : di luar
kisaran referensi
standar

STE-IK-AMPT-8.1.3-17 hal 5
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif Tahunan

8 Frequency Tx a. Lakukan sesuai dengan poin 5.a sampai 5.c Persite table ± 1KHz OK : ± 1KHz
b. Tekan tombol emergency di console radio lokomotif
sehingga indikasi Tx menyala dan indikator LED (d) di NOT OK : > ± 1KHz
radiocommunication tester menyala merah maka
diketahui frekuensi Tx di display "frequency" (13)
radiocommunication tester
9 Mounting Periksa kondisi kekokohan mounting LTU (DC converter, kokoh OK : memenuhi
FFSK, syntrix /radio) dan console 1&2 (PCB LRCU) dengan referensi standar
cara digerakkan, pastikan kedudukan tetap/kokoh tidak ada
gerakan, baud terpasang kokoh. NOT OK : tidak
memenuhi
referensi
standar
10 Terminasi a. Periksa instalasi perkabelan (kabel power, kabel tidak terkelupas, solderan OK : memenuhi
console, kabel antena) antara LTU-console, console- PCB baik, kabel terkoneksi referensi standar
handset, LTU-antena, perkabelan di dalam LTU dan baik, ukuran diameter
solderan PCB (DC converter, FFSK, syntrix) pastikan kabel tidak mengecil NOT OK : tidak
solderan PCB & soket serta kabel terkoneksi dengan memenuhi referensi
baik, kondisi fisik kabel tidak ada yang terkelupas serta standar
ukuran diameter kabel mengecil dan kendur (tidak ada
perubahan fisik kabel).
b. Periksa kondisi fisik konektor LTU (power,control 1&2, kokoh, tidak terindikasi OK : memenuhi
antena), konektor antena dan konektor console 1&2, “ngefong” referensi standar
pin konektor LTU dan konektor antena ke LTU
(inner&outer) tidak terindikasi “ngefong”. Pastikan NOT OK : tidak
konektor tidak short circuit dan terpasang memenuhi referensi
kokoh/kencang. standar
11 Running test Setelah pemeriksaan tahap seperti point 1 s/d 12 maka tes fungsi berjalan dengan OK : memenuhi
dilakukan running test radio lokomotif selama ± 2 jam baik referensi standar
standby (dikondisikan seperti di lokomotif) untuk
mengetahui performansi radio lokomotif. Setelah ± 2 jam NOT OK : tidak
dilakukan test fungsi (seperti pada LP harian radio memenuhi referensi
lokomotif) standar

STE-IK-AMPT-8.1.3-17 hal 6
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Lokomotif Tahunan

Tabel 1. Frekuensi Per site

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
7.2 PD21 Jilid I tentang Pelayanan Telekomunikasi PERUMKA;
7.3 Dokumen Locomotive URS Radio System LSE;
7.4 Dokumen Locomotive Radio System Equipment Manual SIMOCO.

STE-IK-AMPT-8.1.3-17 hal 7
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
WORKSHOP : ……………………………………. PERAWATAN RADIO LOKOMOTIF
Nomer ID Loko : …………………………..
TEKNISI : ………………………… QC : ……………………… KUPT : …………………………..
Tanggal : …………………………..
Periode
: 1 Tahunan Paraf : Paraf : Paraf :
Perawatan

No Kegiatan Keterangan
1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

3 Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang ditemukan di


lapangan pada saat pemeriksaan, dan memerlukan penanganan lebih
lanjut)

4 Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh Kaur yang bertanggung jawab menerima
hasil lembar pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada butir3)
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Waystation 3 Bulanan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-18


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN PERALATAN RADIO Revisi ke : 0
WAYSTATION 3 (TIGA) BULANAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan perawatan berkala 3 (tiga) bulanan radio lokomotir untuk menjamin peralatan dalam
keadaan laik. Kegiatan perawatan yang dilaksanakan terdiri dari:
1.1 pemeriksaan beberapa parameter setelah beroperasi selama 3 (tiga) bulan;
1.2 perbaikan kondisi apabila dibutuhkan.

2 RUANG LINGKUP
Perawatan berkala 3 (tiga) bulanan radio waystation pada Resor bersangkutan. Perawatan
dilakukan untuk mengukur beberapa parameter tertentu dalam rangka pendiagnosaan serta
perbaikan kelainan atau kondisi substandar peralatan radio waystation, setelah beroperasi selama
3 (tiga) bulanan.
Beberapa fungsi yang diperiksa adalah:
2.1 Tegangan Input;
2.2 Tegangan Output;
2.3 Arus Standby;
2.4 Arus Transmit (Tx);
2.5 SWR;
2.6 Tegangan Transmit (Tx) pada Tranceiver.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: VSWR Meter (contoh tipe WELZ SP300), radio
communication tester, power supply DC/Avometer/Multimeter.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 1 (satu) orang tenaga pelaksana perawatan Resor.

5 TATACARA PERAWATAN
5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala 1 (satu) tahunan radio lokomotif
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan 3
(tiga) bulanan radio waystation;
5.3 KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA;
5.4 Setiba di Stasion bersangkutan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan
informasi lisan kepada petugas station (KS/PPKA) mengenai pelaksanaan pemeriksaan 3
(tiga) bulanan Radio Waystation;
5.5 Pemeriksaan, pengukuran, maupun perawatan di tempat;
5.6 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada form Lembar Pemeriksaan Perawatan Radio
Waystation 3 (tiga) bulanan;
5.7 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah 10 - 15 menit untuk Power Supply dan 15 – 20 menit
untuk radio (transceiver);
5.8 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
mencatat masalah pada LP, serta melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.9 KAT menyampaikan masalah kepada KARES, serta mengkoordinasikan penyelesaian sesuai
dengan disposisi dari KARES;

STE-IK-AMPT-8.1.3-18 hal 1
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Waystation 3 Bulanan

5.10 Pekerjaan pemeriksaan yang selesai disahkan oleh tanda-tangan penerimaan Petugas di
Stasion (KS/PPKA);
5.11 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
pemeriksaan, pengukuran serta perawatan dinyatakan selesai.

6 ITEM PEMERIKSAAN
Keterangan :
1. Multimeter;
2. Power Supply DC;
3. Konektor DB15 console;
4. Supply PLN;
5. Konektor DB15 waystation;
6. Konektor antenna;
a. Kutub(+) multimeter;
b. Kutub(-) multimeter;
c. Kutub(+) waystation;
d. Kutub(-) waystation;
e. Kutub(-) power supply DC;
f. Kutub(+) power supply DC.

Gambar 1. Peralatan Power Supply Way Station

Keterangan :
7. Konektor DB15 di console;
8. Konektor power supply PLN;
9. Kutub + dan − baterei pada
waystation;
10. Konektor DB9 programming di
waystation;
11. Konektor DB15 di waystation;
12. Konektor antenna female di
waystation;
13. Konektor antenna VSWRmeter
ke base/radiocommunication
tester;
14. Konektor radio VSWRmeter ke
konektor antenna female
waystation;
15. Sensor select untuk penentuan
RS number;
16. Switch selection untuk
kalibrasi,power tx,swr;
17. Power range(berdasarkan power
tx yang dibutuhkan);
18. RS number konektor ke antenna
dan konektor ke waystation
(dipilih salah satu berdasar
frekuensi yang dibutuhkan);
19. Antenna Waystation.

Gambar 2. SWR Meter dan Konektor Antenna Radio WayStation

STE-IK-AMPT-8.1.3-18 hal 2
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Waystation 3 Bulanan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 Tegangan a. Konektor power terhubung ke sumber PLN/konektor (+)(-) LSE (11 VDC – 13,8 VDC) OK : dalam kisaran
input baterei terhubung ke baterei/power supply DC. Kemudian SIMOCO (11 VDC – 13,8 VDC) referersi standar
konektor interface DB15 ke soket console terhubung dan
konektor antenna terhubung ke base/radiocommunication NOT OK : di luar
tester. kisaran referensi
b. Hubungkan kutub(+) power supply DC/baterei ke kutub(+) standar
multimeter,kutub(−) power supply DC/baterei ke kutub(−)
waystation,kutub(+) waystation ke kutub(−) multimeter.
c. Ukur hasil pengukuran tegangan yang terlihat di multimeter

2 Arus Standby a. Konektor power terhubung ke sumber PLN/konektor (+)(-) (230 ± 0,5 mA) OK : dalam kisaran
baterei terhubung ke baterei/power supply DC. konektor referersi standar
interface DB15 ke soket console terhubung.konektor
antenna terhubung ke base/radiocommunication tester. NOT OK : di luar
b. Hubungkan kutub(+) power supply DC/baterei ke kutub(+) kisaran referensi
multimeter,kutub(−) power supply DC/baterei ke standar
kutub(−)waystation,kutub(+) waystation ke kutub(−)
multimeter.
c. Ukur hasil pengukuran arus yang terlihat di multimeter
3 Arus Tx a. Konektor power terhubung ke sumber PLN/konektor (1,4 – 1,6 A) OK : dalam kisaran
(+) (-) baterei terhubung ke baterei/power supply DC. referersi standar
konektor interface DB15 ke soket console
terhubung.konektor antenna terhubung ke NOT OK : di luar
base/radiocommunication tester. kisaran referensi
b. Hubungkan kutub(+)power supply DC/baterei ke kutub(+) standar
multimeter,kutub(−) power supply DC/baterei ke
kutub(−)waystation,kutub(+) waystation ke kutub(−)
multimeter.
c. Ukur pada saat indicator Tx menyala(dengan menekan
tombol emergency/PTT push button pada console)
d. Ukur hasil pengukuran arus Tx yang terlihat di multimeter

STE-IK-AMPT-8.1.3-18 hal 3
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Waystation 3 Bulanan

4 VSWR a. Konektor power terhubung ke sumber PLN/konektor (+)(-) VSWR ≤ 1.5 OK : dalam kisaran
baterei terhubung ke baterei/power supply DC. konektor referersi standar
interface DB15 ke soket console terhubung
b. Hubungkan konektor antena waystation ke konektor radio NOT OK : di luar
VSWR meter(supply dari baterei/PLN di matikan dahulu) kisaran referensi
dan konektor antena VSWRmeter ke standar
base/radiocommunication tester.
c. Set VSWR meter ke switch selection dan sensorselect ke
RSnumber yang terhubung ke waystation dan ke
base/radiocommunication testerberdasar pilihan range
frekuensi kerja yang dibutuhkan (dibagian belakang
VSWRmeter)
d. Ukur VSWR saat indikasi status Tx menyala dengan
menekan PTT push button

5 Power Tx a. Set switch selection ke “FWD”(14),set power range ke 2 ± 0,3 Watt OK : dalam kisaran
“20W” (15) dan sensorselect ke RS3 (13) yang terhubung referersi standar
ke waystation(antenna port) dan ke
base/radiocommunication tester(16) NOT OK : di luar
ukur power Tx saat indikasi status Tx menyala dengan kisaran referensi
menekan PTT push button. standar

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
7.2 PD21 Jilid I tentang Pelayanan Telekomunikasi PERUMKA;
7.3 Dokumen Waystation Control Console Equipment Manual SIMOCO.

STE-IK-AMPT-8.1.3-18 hal 4
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN WAY STATION

Stasiun : ……………………… KARES : ………………………….


PPKA : ………………………….
Tanggal : ……………………… Paraf
Periode Pelaksana : ………………………….
: 3 Bulanan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus


3 yang ditemukan di lapangan pada saat
pemeriksaan, dan memerlukan penanganan lebih
lanjut)

Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang


4 bertanggung jawab menerima hasil lembar
pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada
butir2)
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Waystation Tahunan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-19


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN PERALATAN RADIO Revisi ke : 0
WAYSTATION TAHUNAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan perawatan peralatan radio lokomotif tahunan dilaksanakan dalam rangka pendiagnosaan
serta perbaikan kelainan atau kondisi substandar setelah beroperasi selama 1 (satu) tahun.
Perawatan dilakukan agar peralatan selalu dalam keadaan laik fungsi.

2 RUANG LINGKUP
Pemeriksaan berkala tahunan Radio Waystation SIMOCO dan LSE di Resor bersangkutan.
Perawatan tediri dari kegiatan pemeriksaan lanjut pada beberapa parameter tertentu dalam
rangka pendiagnosaan serta perbaikan kelainan atau kondisi substandar peralatan radio
waystation, setelah beroperasi selama 1 (satu) tahun.
Beberapa fungsi yang diperiksa adalah:
2.1 Tegangan Input;
2.2 Arus Standby;
2.3 Arus Transmit (Tx);
2.4 SWR;
2.5 Tegangan Transmit (Tx) pada Transceiver;
2.6 Frekuensi Rx;
2.7 Frekuensi CTCSS;
2.8 Receive Squelch posisi open;
2.9 Receive squelch posisi mute;
2.10 Frekuensi Tx.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: VSWR Meter (contoh tipe WELZ SP300), radio
communication tester, power supply DC/Avometer/Multimeter.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 1 (satu) orang tenaga pelaksana perawatan Resor, dan apabila
dibutuhkan perbaikan maka dapat diperbantukan pelaksana UPT Workshop.

5 PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN


5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala 1 (satu) tahunan radio lokomotif
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan pemeriksaan
tahunan radio waystation;
5.3 KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA;
5.4 Setiba di Stasion bersangkutan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan
informasi lisan kepada petugas station (KS/PPKA) mengenai pelaksanaan pemeriksaan
tahunan Radio Waystation;
5.5 Pemeriksaan, pengukuran, maupun perawatan di tempat;
5.6 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada form Lembar Pemeriksaan tahunan Radio
Waystation;
5.7 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah 10 - 15 menit untuk Power Supply dan 15 – 20 menit
untuk radio (transceiver);

STE-IK-AMPT-8.1.3-19 hal 1
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Waystation Tahunan

5.8 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
mencatat masalah pada LP, serta melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.9 KAT menyampaikan masalah kepada KARES, serta mengkoordinasikan penyelesaian sesuai
dengan disposisi dari KARES;
5.10 Pekerjaan pemeriksaan yang selesai disahkan oleh tanda-tangan penerimaan Petugas di
Stasion (KS/PPKA);
5.11 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
pemeriksaan, pengukuran serta perawatan dinyatakan selesai.

6 ITEM PEMERIKSAAN
Keterangan :
1. Multimeter
2. Power Supply DC
3. Konektor DB15 console
4. Supply PLN
5. Konektor DB15 waystation
6. Konektor antenna
a. Kutub(+) multimeter
b. Kutub(-) multimeter
c. Kutub(+) waystation
d. Kutub(-) waystation
e. Kutub(-) power supply DC
f. Kutub(+) power supply DC

Gambar 1. Peralatan Power Supply Way Station

Keterangan :
7. Konektor DB15 di console
8. Konektor power supply PLN
9. Kutub + dan − baterei pada
waystation
10. Konektor DB9 programming di
waystation
11. Konektor DB15 di waystation
12. Konektor antenna female di
waystation
13. Konektor antenna VSWRmeter
ke base/radiocommunication
tester
14. Konektor radio VSWR meter ke
konektor antenna antenna
female waystation
15. Sensor select untuk penentuan
RSnumber
16. Switch selection untuk
kalibrasi,power tx,swr
17. Power range(berdasarkan
power tx yang dibutuhkan)
18. RS number konektor ke
antenna dan konektor ke
radioloko(dipilih salah satu
berdasar frekuensi yang
dibutuhkan)
19. Antenna Waystation

Gambar 2. SWR Meter dan Konektor Antenna Radio WayStation

STE-IK-AMPT-8.1.3-19 hal 2
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Waystation Tahunan

Keterangan :
20. Konektor yang terhubung
konektor antenna waystation
21. Display frekuensi dan CTCSS
22. Display Ptx dan squelch
23. Tombol angka untuk set manual
24. Tombol select satuan
25. Variable “VAR”
a. tombol “count”
b. tombol “set”
c. tombol “code”
d. indicator LED
26. Konektor antenna waystation
27. Konektor DB15 ke console
28. Konektor power supply
29. Kutub(+) dan (-) waystation ke
baterei /power supply DC

Gambar 3 Radio (Tranceiver)

STE-IK-AMPT-8.1.3-19 hal 3
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Waystation Tahunan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 Tegangan a. Konektor power terhubung ke sumber PLN/konektor (+)(-) LSE (11 VDC – 13,8 VDC) OK : dalam kisaran
Input baterei terhubung ke baterai/power supply DC. konektor SIMOCO (11 VDC – 13,8 VDC) referersi standar
interface DB15 ke soket console terhubung.konektor
antenna terhubung ke base/radiocommunication tester. NOT OK : di luar
b. Hubungkan kutub(+) power supply DC/baterei ke kutub(+) kisaran referensi
multimeter,kutub(−) power supply DC/baterei ke kutub(−) standar
waystation,kutub(+) waystation ke kutub(−) multimeter.
c. Ukur hasil pengukuran tegangan yang terlihat di multimeter

2 Arus Standby a. Konektor power terhubung ke sumber PLN/konektor (+)(-) (230 ± 0,5 mA) OK : dalam kisaran
baterei terhubung ke baterai/power supply DC. konektor referersi standar
interface DB15 ke soket console terhubung.konektor
antenna terhubung ke base/radiocommunication tester. NOT OK : di luar
b. Hubungkan kutub(+) power supply DC/baterei ke kutub(+) kisaran referensi
multimeter,kutub(−) power supply DC/baterei ke standar
kutub(−)waystation,kutub(+) waystation ke kutub(−)
multimeter.
c. Ukur hasil pengukuran arus yang terlihat di multimeter

3 Arus Tx a. Konektor power terhubung ke sumber PLN/konektor (1,4 – 1,6 A) OK : dalam kisaran
(+) (-) baterei terhubung ke baterai/power supply DC. referersi standar
konektor interface DB15 ke soket console
terhubung.konektor antenna terhubung ke NOT OK : di luar
base/radiocommunication tester. kisaran referensi
b. Hubungkan kutub(+)power supply DC/baterei ke kutub(+) standar
multimeter,kutub(−) power supply DC/baterei ke
kutub(−)waystation,kutub(+) waystation ke kutub(−)
multimeter.
c. Ukur pada saat indicator Tx menyala(dengan menekan
tombol emergency/PTT push button pada console)
d. Ukur hasil pengukuran arus Tx yang terlihat di multimeter

STE-IK-AMPT-8.1.3-19 hal 4
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Waystation Tahunan

4 VSWR a. Konektor power terhubung ke sumber PLN/konektor (+)(-) VSWR ≤ 1.5 OK : dalam kisaran
baterei terhubung ke baterai/power supply DC. konektor referersi standar
interface DB15 ke soket console terhubung
b. Hubungkan konektor antena waystation ke konektor radio NOT OK : di luar
VSWR meter(supply dari baterai/PLN di matikan dahulu) kisaran referensi
dan konektor antena VSWRmeter ke standar
base/radiocommunication tester.
c. Set VSWR meter ke switch selection dan sensorselect ke
RSnumber yang terhubung ke waystation(antenna port)
dan ke base/radiocommunication testerberdasar pilihan
range frekuensi kerja yang dibutuhkan (dibagian belakang
VSWRmeter)
d. Ukur VSWR saat indikasi status Tx menyala dengan
menekan PTT push button

5 Power Tx a. Set switch selection ke “FWD”(14),set power range ke 2 ± 0,3 Watt OK : dalam kisaran
(dengan “20W” (15) dan sensor select ke RS3 (13) yang terhubung referersi standar
VSWR meter) ke waystation(antenna port) dan ke base
/radiocommunication tester(16) NOT OK : di luar
b. Ukur power Tx saat indikasi status Tx menyala dengan kisaran referensi
menekan PTT push button. standar

6 Frekuensi Rx a. Konektor power terhubung ke sumber PLN/konektor (+)(-) Persite table ± 1KHz OK : ± 1KHz
baterei terhubung ke baterei/power supply DC. konektor
interface DB15 ke console NOT OK : > ± 1KHz
b. Hubungkan konektor antena waystation ke
base/Radiocommunication tester(11)
c. Set frekuensi Rx di display "frequency"(2)
Radiocommunication tester dengan tekan "set"(b) ,lalu
tekan select satuan(5)ke "MHz" kemudian angka di tombol
angka(4) lalu tekan "count"(a)

STE-IK-AMPT-8.1.3-19 hal 5
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Waystation Tahunan

7 Frekuensi Set frekuensi CTCSS Rx di display "frequency"(2) Persite table ± 1Hz OK : ± 1KHz
CTCSS Radiocommunication tester dengan tekan "code"(c) ,tekan
select satuan(5) ke "Hz" kemudian angka di tombol angka lalu NOT OK : > ± 1KHz
tekan "count"(a)

8 Receive Set Receive squelch(3) di Radiocommunication tester dengan Receive Squelch posisi open : OK : dalam kisaran
Squelch posisi putar variable "VAR"(6) sampai indikasi BUSY di console LSE = -116 dBm referersi standar
open waystation menyala. SIMOCO = -110 dBm
NOT OK : di luar
kisaran referensi
standar
9 Receive Set Receive squelch(3) di Radiocommunication tester dengan Receive Squelch posisi mute : OK : dalam kisaran
Squelch posisi putar variable "VAR"(6) sampai indikasi busy di console LSE = -118 dBm referersi standar
mute waystation kedip SIMOCO= -119 dBm
NOT OK : di luar
kisaran referensi
standar
10 Frekuensi Tx Tekan tombol emergency di console waystation sehingga Persite table ± 1KHz OK : ± 1KHz
indikasi Tx menyala dan indikator LED(d) di
radiocommunication tester menyala merah maka diketahui NOT OK : > ± 1KHz
frekuensi Tx di display "frequency"(2)radiocommunication
tester

STE-IK-AMPT-8.1.3-19 hal 6
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Waystation Tahunan

Tabel 1. Frekuensi Per site

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
7.2 PD21 Jilid I tentang Pelayanan Telekomunikasi PERUMKA;
7.3 Dokumen Waystation Control Console Equipment Manual SIMOCO.

STE-IK-AMPT-8.1.3-19 hal 7
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN WAY STATION
Stasiun : …………………………..
PELAKSANA : …………………… KARES : …………………………. PPKA : …………………………..
Tanggal : …………………………..
Periode
: 1 Tahunan Paraf : Paraf : Paraf :
Perawatan

No Kegiatan Keterangan
1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

3 Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang ditemukan di lapangan


pada saat pemeriksaan, dan memerlukan penanganan lebih lanjut)

4 Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung jawab menerima
hasil lembar pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada butir2)
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Base Station Tahunan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-20


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN PERALATAN RADIO Revisi ke : 0
BASE STATION TAHUNAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan perawatan peralatan radio base station tahunan dilaksanakan dalam rangka
pendiagnosaan serta perbaikan kelainan atau kondisi substandar setelah beroperasi selama 1
(satu) tahun. Perawatan dilakukan agar peralatan selalu dalam keadaan laik fungsi.

2 RUANG LINGKUP
Pemeriksaan berkala tahunan peralatan Radio Base Station SIMOCO di Resor bersangkutan.
Perawatan tediri dari kegiatan pemeriksaan lanjut pada beberapa parameter tertentu dalam
rangka pendiagnosaan serta perbaikan kelainan atau kondisi substandar peralatan radio Base
Station, setelah beroperasi selama 1 (satu) tahun.
Beberapa fungsi yang diperiksa adalah:
2.1 Tegangan Input;
2.2 Tegangan Output;
2.3 Arus Standby;
2.4 Arus Transmit (Tx);
2.5 SWR;
2.6 Power Transmit (Tx);
2.7 Frekuensi Receive (Rx);
2.8 Frekuensi CTCSS;
2.9 Receive Squelch posisi on;
2.10 Receive Squelch posisi mute;
2.11 Frekuensi Tx.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: VSWR Meter (contoh tipe WELZ SP300), radio
communication tester, power supply DC/Avometer/Multimeter.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 1 (satu) orang tenaga pelaksana perawatan Resor, dan apabila
dibutuhkan perbaikan maka dapat diperbantukan pelaksana UPT Workshop.

5 TATACARA PERAWATAN
5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala 1 (satu) tahunan radio Base Station
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan
tahunan radio basestation;
5.3 KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA;
5.4 Setiba di Stasion bersangkutan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan
informasi lisan kepada petugas station (KS/PPKA) mengenai pelaksanaan pemeriksaan
tahunan Base Station;
5.5 Pemeriksaan, pengukuran, maupun perawatan dilaksanakan di tempat;
5.6 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada form LP Pemeriksaan tahunan Radio Base
Station;
5.7 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah 10 - 15 menit untuk Power Supply dan 15 – 20 menit

STE-IK-AMPT-8.1.3-20 hal 1
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Base Station Tahunan

untuk radio (transceiver);


5.8 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
mencatat masalah pada LP, serta melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.9 KAT menyampaikan masalah kepada KARES, serta mengkoordinasikan penyelesaian sesuai
dengan disposisi dari KARES;
5.10 Pekerjaan pemeriksaan yang selesai disahkan oleh tanda-tangan penerimaan Petugas di
Stasion (KS/PPKA);
5.11 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
pemeriksaan, pengukuran serta perawatan dinyatakan selesai.

6 ITEM PEMERIKSAAN

2 Keterangan :
1 3 1. Konektor output PSU;
Bagian d e p an 2. Kutub (+) dan kutub (-) PSU ke
baterai;
3. Supply PLN (220VAC);
4. Konektor yang terhubung konektor
antenna radio base;
5. Display frekuensi dan CTCSS;
Bagian b e lakan g 6. Display Ptx dan squelch;
7. Tombol angka untuk set manual;
Gambar 1. Peralatan PSU 8. Tombol select satuan;
9. Variable “VAR”
a= tombol “count”;
b=tombol “set”;
c=tombol “code”;
d=indicator LED;
10. Modul power amplifier base;
11. Modul exciter base;
12. Modul receiver base;
13. Konektor receiver diplexer (N type);
14. Konektor antenna diplexer (N type)
15. Konektor transmitter diplexer (N
type);
16. Konektor modul receiver base (N
type);
17. Konektor modul exciter base (N
type);
18. Konektor modul exciter ke modul
power amplifier base (BNC);
19. Konektor modul power amplifier
base (N type);
20. Modul Voting brigde.

Gambar 2. Peralatan Base Station

STE-IK-AMPT-8.1.3-20 hal 2
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Base Station Tahunan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 Tegangan a. sesuaikan terlebih dahulu mode multimeter dengan OK : dalam kisaran
input parameter yang akan diukur referersi standar
b. Hubungkan konektor power PSU(3) ke sumber
PLN/UPS(220 VAC) dan konektor output (1) ke kutub (+) NOT OK : di luar
dan (-) multimeter atau kutub (+) PSU ke kutub (+) (48 VDC) kisaran referensi
multimeter,kutub (-) PSU ke baterei dan kutub (-) standar
multimeter ke kutub (+) baterei
c. Ukur tegangan dengan multimeter

2 Tegangan a. Set selector pada bagian VDC multimeter


output b. hubungkan kutub(+)(-) multimeter ke kutub(+)(-) DC
Output pada DC Converter (10,8 VDC – 16 VDC)
c. ukur tegangan dengan multimeter

3 Arus Standby a. Hubungkan konektor power PSU(3) ke sumber PLN/UPS OK : dalam kisaran
(220 VAC) dan konektor output ke kutub (+) dan (-) referersi standar
multimeter atau kutub (+) PSU ke kutub (+) multimeter,
kutub (-) PSU ke baterei dan kutub (-) multimeter ke kutub 350 mA NOT OK : di luar
(+) baterei kisaran referensi
b. Ukur arus standby dengan multimeter standar

4 Arus Tx a. Hubungkan konektor power PSU(3) ke sumber PLN/UPS OK : dalam kisaran


(220 VAC) dan konektor output ke kutub (+) dan(-) referersi standar
multimeter atau kutub (+) PSU ke kutub(+) multimeter,
kutub (-) PSU ke baterei dan kutub (-) multimeter ke 800 mA NOT OK : di luar
kutub(+) baterei kisaran referensi
b. Ukur arus Tx dengan multimeter saat indikasi status Tx standar
menyala atau saat outgoing (O/G) call dari PK/WS

STE-IK-AMPT-8.1.3-20 hal 3
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Base Station Tahunan

5 VSWR a. konektor power PSU ke supply PLN/UPS dilepas dahulu. ≤ 1,5


b. hubungkan konektor antena diplexer (10) ke konektor radio
VSWRmeter (5) dan konektor antena VSWR meter (5) ke
WS/radio loko.
d. hubungkan konektor power PSU ke supply PLN/UPS.
e. set switch selection ke “SWR”(3), set power range ke
“200W”(4) dan sensorselect ke RS3(2) yang terhubung ke
WS/radioloko dan ke diplexer(5)
f. ukur VSWR saat indikasi status Tx menyala kedip atau saat
outgoing(O/G) call dari PK/WS/Radioloko
6 Power Tx a. set switch selection ke “FWD”(3),set power range ke
“200W”(4) dan sensorselect ke RS3(2) yang terhubung ke
WS/radioloko dan ke diplexer(5) 50 W
b. ukur power Tx saat indikasi status Tx menyala kedip atau
saat outgoing(O/G) call dari PK/WS/Radioloko
7 Frekuensi Rx a. Hubungkan konektor power PSU(3) ke sumber PLN/UPS(220 Persite table
VAC) dan kutub(+) dan (-) PSU ke baterei.hubungkan
konektor output PSU ke modul base
b. Hubungkan konektor antenna diplexer ke konektor
radiocommunication tester.
c. Set frekuensi Rx di display "frequency"(4)
Radiocommunication tester dengan tekan "set"(b) ,lalu
tekan select satuan (8) ke "MHz" kemudian angka di
tombol angka (7) lalu tekan "count"(a)
8 Frekuensi Set frekuensi CTCSS di display "frequency" (5) Radio Persite table ± 2 Hz OK : ± 2 Hz
CTCSS communication tester dengan tekan "code"(c) ,tekan select
satuan (8) ke "Hz" kemudian angka di tombol angka lalu NOT OK : > ± 2 Hz
tekan "count"(a)
9 Receive Set Receive squelch (6) di Radiocommunication tester dengan Receive Squelch posisi open: OK : dalam kisaran
Squelch posisi putar variable "VAR" (9) sampai indikasi BUSY di console LSE = -116 dBm referersi standar
open TDSC PK menyala SIMOCO = -110 dBm
NOT OK : di luar
kisaran referensi
standar

STE-IK-AMPT-8.1.3-20 hal 4
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Radio Base Station Tahunan

10 Receive Set Receive squelch (6) di Radiocommunication tester dengan Receive Squelch posisi mute: OK : dalam kisaran
Squelch posisi putar variable "VAR"(9) sampai indikasi busy di console TDSC LSE = -118 dBm referersi standar
mute PK kedip. SIMOCO= -119 dBm
NOT OK : di luar
kisaran referensi
standar
11 Frekuensi Tx Tekan tombol emergency di console TDSC PK sehingga indikasi Persite table ± 900 Hz OK : ± 900 Hz
Tx kedip dan indikator LED(d) di radiocommunication tester
menyala merah maka diketahui frekuensi Tx di display NOT OK : > ± 900 Hz
"frequency” (5) radio communication tester

Tabel 1. Frekuensi Per site

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
7.2 PD21 Jilid I tentang Pelayanan Telekomunikasi PERUMKA;
7.3 Dokumen Waystation Control Console Equipment Manual SIMOCO.

STE-IK-AMPT-8.1.3-20 hal 5
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN BASE STATION
Stasiun : ……………………… KARES : ………………………
PPKA : …………………………
Tanggal : ……………………… Paraf
Periode Pelaksana : ………………………
: 1 Tahunan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah


khusus yang ditemukan di lapangan pada
3
saat pemeriksaan, dan memerlukan
penanganan lebih lanjut)

Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT


yang bertanggung jawab menerima hasil
4
lembar pemeriksaan dan menindak lanjuti
masalah pada butir2)
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Pusat Kendali 3 (Tiga) Bulanan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-21


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN PERALATAN PK Revisi ke : 0
3 (TIGA) BULANAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan perawatan berkala 3 (tiga) bulanan radio lokomotir untuk menjamin peralatan dalam
keadaan laik. Kegiatan perawatan yang dilaksanakan terdiri dari:
1.1 pemeriksaan beberapa parameter setelah beroperasi selama 3 (tiga) bulan;
1.2 perbaikan kondisi apabila dibutuhkan.

2 RUANG LINGKUP
Pemeriksaan berkala 3 (tiga) bulanan peralatan Pusat Kendali pada Resor bersangkutan. Kegiatan
pemeriksaan lanjut terdiri dari pemeriksaan beberapa parameter tertentu dalam rangka
pendiagnosaan serta perbaikan kelainan atau kondisi substandar peralatan PK, setelah beroperasi
selama 3 (tiga) bulan.
Beberapa fungsi yang diperiksa adalah:
2.1 Pengukuran nilai tegangan input dan output peralatan supply DC;
2.2 Pengukuran nilai tegangan input dan output perangkat UPS;
2.3 Pengukuran nilai tegangan input dn output perangkat batere;
2.4 Pemeriksaan log activity DSP data dan DSP Audio;
2.5 Pemeriksaan activity voice record komunikasi PK-WS-Radioloko;
2.6 Pemeriksaan sinkronisasi waktu kantor pusat, stasiun bersebelahan, WS, Radio Loko, meja
PK, stasiun PJL.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: VSWR Meter (contoh tipe WELZ SP300), radio
communication tester, power supply DC/Avometer/Multimeter.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 1 (satu) orang tenaga pelaksana perawatan Resor.

5 TATACARA PERAWATAN
5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala 3 (tiga) bulanan peralatan Pusat
Kendali berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan 3
(tiga) bulanan peralatan Pusat Kendali;
5.3 KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA;
5.4 Setiba di Stasiun bersangkutan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan
informasi lisan kepada petugas station (KS/PPKA) mengenai pelaksanaan pemeriksaan 3
(tiga) peralatan Pusat Kendali;
5.5 Pemeriksaan, pengukuran, maupun perawatan dilaksanakan di tempat;
5.6 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada form Check Sheet Pemeriksaan 3 (tiga)
bulanan peralatan Pusat Kendali;
5.7 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah maksimal 15 menit;
5.8 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
mencatat masalah pada LP, serta melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.9 KAT menyampaikan masalah kepada KARES, serta mengkoordinasikan penyelesaian sesuai
dengan disposisi dari KARES;

STE-IK-AMPT-8.1.3-21 hal 1
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Pusat Kendali 3 (Tiga) Bulanan

5.10 Pekerjaan pemeriksaan yang selesai disahkan oleh tanda-tangan penerimaan Petugas di
Stasion (KS/PPKA);
5.11 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
pemeriksaan, pengukuran serta perawatan dinyatakan selesai.

6 ITEM PEMERIKSAAN

Keterangan :
1. Konektor output PSU;
2. Kutub(+) dan (-) PSU ke
baterei;
3. Supply PLN (220 VAC)
4. LED indicator;
Gambar 1. Peralatan PSU 5. Konektor input supply PLN;
6. Konektor ke baterei;
7. Konektor output;
8. Konektor output PSU;
9. Probe (+)(-) PSU ke baterei;
10. Konektor input supply
PLN/UPS;
11. Kutub(+)(-) baterei;
12. Switch Reset;
13. IP Telnet DSP Data;
14. Konektor DB9 ke terminal
TWI;
Gambar 2. Peralatan UPS 15. RJ45.

Gambar 3. Peralatan Batere

Gambar 4. Peralatan DSP Data

STE-IK-AMPT-8.1.3-21 hal 2
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Pusat Kendali 3 (Tiga) Bulanan

Keterangan:
16. Switch reset;
17. IP Telnet DSP Audio;
18. Konektor DB25;
19. RJ45;
20. Konektor Monitor perangkat
voice recorder;
21. Konektor DB25 ke Line
Interface card Master Switch.

Gambar 5. Peralatan DSP Audio

Gambar 6. Peralatan Voice Recorder

Gambar 7. Peralatan GPS

STE-IK-AMPT-8.1.3-21 hal 3
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Pusat Kendali 3 (Tiga) Bulanan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 Tegangan Set selector bagian VAC multimeter pada batas ukur (180 VAC-240 VAC) OK : dalam kisaran
Input 250.Hubungkan kutub (+) (-) multimeter ke kutub tegangan referensi standar
Peralatan PLN (stopkontak)
Power Suppy NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
2 Tegangan a. Set selector ke bagian VDC multimeter. (10,2 VDC-14,5 VDC) OK : dalam kisaran
Output b. Hubungkan konektor power PSU (3) ke sumber referensi standar
Peralatan PLN/UPS(220 VAC) dan konektor output (1) /kutub (+)
Power Suppy (-) PSU (2) ke kutub (+) (-) multimeter NOT OK : di luar kisaran
c. Ukur tegangan dengan multimeter referensi standar
3 Tegangan Set selector bagian VAC multimeter pada batas ukur 250 Volt. (180 VAC-240 VAC) OK : dalam kisaran
Input Hubungkan kutub (+) (-) multimeter ke kutub tegangan PLN referensi standar
Peralatan UPS (stopkontak)
NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
4 Tegangan a. Hubungkan konektor input UPS(2) ke sumber PLN(220 (180 VAC-240 VAC) OK : dalam kisaran
Output VAC) dan konektor output UPS(4)/kutub(+)(-)UPS(4) ke referensi standar
Peralatan UPS kutub (+) (-) multimeter
b. Ukur tegangan dengan multimeter NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
5 Tegangan a. Set selector ke bagian VDC multimeter pada batas ukur (94,4 VDC-110,4 VDC) OK : dalam kisaran
Input 200.Hubungkan kutub (+) (-) multimeter ke kutub (+) referensi standar
Peralatan (-) baterei
Baterai b. ukur tegangan dengan multimeter NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
6 Tegangan a. Set selector ke bagian VDC multimeter .Hubungkan (94,4 VDC-110,4 VDC) OK : dalam kisaran
Output kutub(+)(-) multimeter ke kutub(+)(-) baterei referensi standar
Peralatan b. ukur tegangan dengan multimeter
Baterai NOT OK : di luar kisaran
referensi standar

STE-IK-AMPT-8.1.3-21 hal 4
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Pusat Kendali 3 (Tiga) Bulanan

7 Activity DSP a. Buka program terminal di salah satu computer dalam satu Dapat dilihat status Channel : OK : Channel used atau
Data jaringan LAN used dan idle idle
(SIMOCO) b. Ketik telnet<spasi>192.168.3.33 (2)
c. Masukkan password secure99 NOT OK : Channel tidak
d. Setelah muncul prompt(root>),ketik asterisk<spasi>-vr used atau tidak idle
e. Setelah itu,Aktivitas DSP Data dapat dilihat
8 Activity DSP a. Buka program terminal di salah satu computer dalam satu Dapat dilihat status Channel : OK : Channel used atau
Audio jaringan LAN used atau idle idle
(SIMOCO) b. Ketik telnet<spasi>192.168.3.31(2)
c. Masukkan password secure99 NOT OK : Channel tidak
d. Setelah muncul prompt(root>),ketik asterisk<spasi>-vr used atau tidak idle
e. Setelah itu,Aktivitas DSP Audio dapat dilihat
9 Activity voice a. Buka file recoder di PC Recorder Dapat dilihat status record tiap OK : Rekaman terlihat
record b. lihat file recorder menurut tanggal dan jam terupdate komunikasi voice yang terjadi menurut tanggal dan
sehingga dapat di lihat record durasi voice komunikasi menurut tanggal dan jam jam secara berurutan
PK/WS/radioloko. terjadinya komunikasi voice
NOT OK : Rekaman
tidak dapat dilihat, dan
tidak berurutan
10 Sinkronisasi a. Lihat jam pada GPS Sinkronisasi waktu baik di OK : Waktu terlihat
waktu b. pastikan sinkron dengan kantorpusat,stasiun kantorpusat, sinkron
sebelah,WS,Radioloko,mejaPK,stasiun,PJL dan juga dengan mejaPK,WS,Radioloko,stasiun
recorder sebelah,PJL dan perangkat NOT OK : Salah satu
c. masuk ke ssh root@192.168.3.20,password:secure99 recorder waktu peralatan tidak
(SIMOCO) terlihat sinkron

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
7.2 PD21 Jilid I tentang Pelayanan Telekomunikasi PERUMKA;
7.3 Dokumen TDSC DAN CTDSC Operating Manual SIMOCO;
7.4 Dokumen TRAINING MASTER SWITCH SIMOCO;
7.5 Dokumen TRAINDISPATCH SYSTEM CONTROL PT. Eltran Indonesia.

STE-IK-AMPT-8.1.3-21 hal 5
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN PUSAT KENDALI

Stasiun : …………………………. Petugas


PELAKSANA : ……………………… KARES : …………………….. : …………………………..
Tanggal : …………………………. PK
Periode
: 3 Bulanan Paraf : Paraf : Paraf :
Perawatan

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang ditemukan di lapangan


3
pada saat pemeriksaan, dan memerlukan penanganan lebih lanjut)

Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung jawab menerima
4
hasil lembar pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada butir3)
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Pusat Kendali Tahunan

No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-22


INSTRUKSI KERJA
PERAWATAN PERALATAN PK Revisi ke : 0
TAHUNAN
Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan perawatan peralatan radio lokomotif tahunan dilaksanakan dalam rangka pendiagnosaan
serta perbaikan kelainan atau kondisi substandar setelah beroperasi selama 1 (satu) tahun.
Perawatan dilakukan agar peralatan selalu dalam keadaan laik fungsi.

2 RUANG LINGKUP
Pemeriksaan berkala tahunan peralatan Pusat Kendali SIMOCO di Resor bersangkutan.
Perawatan tediri dari kegiatan pemeriksaan lanjut pada beberapa parameter tertentu dalam
rangka pendiagnosaan serta perbaikan kelainan atau kondisi substandar peralatan PK, setelah
beroperasi selama 1 (satu) tahun.
Beberapa fungsi yang diperiksa adalah:
2.1 Pengukuran nilai tegangan input dan output perangkat supply DC;
2.2 Pengukuran nilai tegangan input dan output perangkat UPS;
2.3 Pengukuran nilai tegangan input dan output perangkat baterei;
2.4 Pengecekan activity server master switch via telnet asterisk;
2.5 Pengecekan led FFSK card dan DSP Audio di front panel;
2.6 Pengecekan log activity DSP Data dan DSP Audio.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: VSWR Meter (contoh tipe WELZ SP300), radio
communication tester, power supply DC/Avometer/Multimeter.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 1 (satu) orang tenaga pelaksana perawatan Resor, dan apabila
dibutuhkan perbaikan maka dapat diperbantukan pelaksana UPT Workshop.

5 TATACARA PERAWATAN
5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala tahunan peralatan Pusat Kendali
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan
tahunan peralatan Pusat Kendali;
5.3 KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA;
5.4 Setiba di Stasiun bersangkutan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan
informasi lisan kepada petugas station (KS/PPKA) mengenai pelaksanaan pemeriksaan
tahunan peralatan Pusat Kendali;
5.5 Pemeriksaan, pengukuran, maupun perawatan dilaksanakan di tempat;
5.6 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada form Check Sheet Pemeriksaan tahunan
peralatan Pusat Kendali;
5.7 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah maksimal 30 menit;
5.8 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
mencatat masalah pada LP, serta melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.9 KAT menyampaikan masalah kepada KARES, serta mengkoordinasikan penyelesaian sesuai
dengan disposisi dari KARES;
5.10 Pekerjaan pemeriksaan yang selesai disahkan oleh tanda-tangan penerimaan Petugas di

STE-IK-AMPT-8.1.3-22 hal 1
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Pusat Kendali Tahunan

Stasion (KS/PPKA);
5.11 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
pemeriksaan, pengukuran serta perawatan dinyatakan selesai.

6 ITEM PEMERIKSAAN

Keterangan :
1. Konektor output PSU
2. Kutub(+) dan (-) PSU ke
baterei
3. Supply PLN (220 VAC)
4. LED indicator
5. Konektor input supply PLN
6. Konektor ke baterei
7. Konektor output
8. Konektor output PSU
9. Probe (+)(-) PSU ke baterei
10. Konektor input supply
Gambar 1. Peralatan PSU PLN/UPS
11. Kutub(+)(-) baterei

Gambar 2. Peralatan UPS

Gambar 3. Peralatan Batere

STE-IK-AMPT-8.1.3-22 hal 2
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Pusat Kendali Tahunan

Keterangan:
12. Switch Reset
13. IP Telnet DSP Data
14. Konektor DB9 ke terminal TWI
15. RJ45
16. Switch reset
17. IP Telnet DSP Audio
Gambar 4. Peralatan DSP Data 18. Konektor DB25
19. RJ45
20. Konektor Monitor perangkat
voice recorder
21. Konektor DB25 ke Line
Interface card Master Switch

Gambar 5. Peralatan DSP Audio

Gambar 6. Peralatan Voice Recorder

Gambar 7. Peralatan GPS

IP server

Gambar 8. Server Master Switch

STE-IK-AMPT-8.1.3-22 hal 3
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Pusat Kendali Tahunan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 Tegangan Set selector bagian VAC multimeter pada batas ukur (180 VAC-240 VAC) OK : dalam kisaran
input PSU 250.Hubungkan kutub (+) (-) multimeter ke kutub referersi standar
tegangan PLN (stopkontak)
NOT OK : di luar
kisaran referensi standar
2 Tegangan a. Set selector ke bagian VDC multimeter (10,2 VDC-14,5 VDC) OK : dalam kisaran
output PSU b. Hubungkan konektor power PSU(3) ke sumber referersi standar
PLN/UPS(220 VAC) dan konektor output(1)/kutub (+) (-)
PSU (2) ke kutub(+)(-) multimeter NOT OK : di luar
c. Ukur tegangan dengan multimeter kisaran referensi standar

3 Tegangan Set selector bagian VAC multimeter pada batas ukur 250 (180 VAC-240 VAC) OK : dalam kisaran
input UPS Volt. Hubungkan kutub (+) (-) multimeter ke kutub referersi standar
tegangan PLN (stopkontak)
NOT OK : di luar
kisaran referensi standar
4 Tegangan a. Hubungkan konektor input UPS (2) ke sumber PLN (220 (180 VAC-240 VAC) OK : dalam kisaran
output UPS VAC) dan konektor output UPS(4)/kutub (+) (-) UPS (4) referersi standar
ke kutub(+)(-) multimeter
b. Ukur tegangan dengan multimeter NOT OK : di luar
kisaran referensi standar
5 Tegangan a. Set selector ke bagian VDC multimeter.Hubungkan (94,4 VDC-110,4 VDC) OK : dalam kisaran
input Baterai kutub(+)(-) multimeter ke kutub(+)(-) baterei referersi standar
b. ukur tegangan dengan multimeter
NOT OK : di luar
kisaran referensi standar
6 Tegangan a. Set selector ke bagian VDC multimeter.Hubungkan kutub (94,4 VDC-110,4 VDC) OK : dalam kisaran
output (+) (-) multimeter ke kutub (+) (-) baterei referersi standar
Baterai b. Ukur tegangan dengan multimeter
NOT OK : di luar
kisaran referensi standar

STE-IK-AMPT-8.1.3-22 hal 4
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Pusat Kendali Tahunan

7 Activity log a. Buka program terminal di salah satu computer dalam satu Dapat dilihat log activity server, OK : LED activity pada
server, FFSK jaringan LAN LED activity pada FFSK card FFSK card berkedip dan
card dan DSP b. Ketik ssh<spasi>root@192.168.3.100(IP server) berkedip dan LED WAN pada LED WAN pada DSP
Audio c. Masukkan password secure99 DSP Audio berkedip cepat Audio berkedip cepat.
d. Cek masuk ke server(192.168.3.100) dengan ketik ipconfig
e. Setelah sudah cek masuk ke server(192.168.3.100),ketik NOT OK : LED Activity
asterisk<spasi>-vr sehingga muncul prompt (main01>) pada FFSK card tidak
f. Setelah itu,Aktivitas server dapat dilihat berkedip atau LED WAN
g. Untuk reset server,ketik di prompt (main01>) pada DSP Audio tidak
stop<spasi>now berkedip cepat.
h. Kemudian ketik /etc/init.d/zsafe_asterisk<spasi>start
i. Tunggu sampai ada tulisan “Starting asterisk”
j. Ketik asterisk<spasi>-vr
k. Cek LED activity pada FFSK card dan LED WAN pada DSP
Audio berkedip

8 Activity DSP a. Buka program terminal di salah satu computer dalam satu Dapat dilihat status Channel : OK : Channel used atau
data jaringan LAN used atau idle idle
b. Ketik telnet<spasi>192.168.3.33(2)
c. Masukkan password secure99 NOT OK : Channel tidak
d. Setelah muncul prompt(root>), ketik asterisk<spasi>-vr used atau idle
e. Untuk melihat channel yang aktif ketik
sip<spasi>show<spasi>channels

9 Activity DSP a. Buka program terminal di salah satu computer dalam satu Dapat dilihat status Channel : OK : Channel used atau
audio jaringan LAN used atau idle idle
b. Ketik telnet<spasi>192.168.3.31(2)
c. Masukkan password secure99 NOT OK : Channel tidak
d. Setelah muncul prompt(root>),ketik asterisk<spasi>-vr used atau idle
e. Untuk melihat channel yang aktif ketik
sip<spasi>show<spasi>channels

STE-IK-AMPT-8.1.3-22 hal 5
Instruksi Kerja Perawatan Peralatan Pusat Kendali Tahunan

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor;
7.2 PD21 Jilid I tentang Pelayanan Telekomunikasi PERUMKA;
7.3 Dokumen TDSC DAN CTDSC Operating Manual SIMOCO;
7.4 Dokumen TRAINING MASTER SWITCH SIMOCO;
7.5 Dokumen TRAINDISPATCH SYSTEM CONTROL PT. Eltran Indonesia.

STE-IK-AMPT-8.1.3-22 hal 6
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN PUSAT KENDALI
Stasiun : ………………………….
PELAKSANA : …………………………. KARES : ………………… Petugas PK : …………………………
Tanggal : ………………………….
Periode
: 1 Tahunan Paraf : Paraf : Paraf :
Perawatan

No Kegiatan Keterangan
1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

3 Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang ditemukan di lapangan


pada saat pemeriksaan, dan memerlukan penanganan lebih lanjut)

4 Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung jawab menerima
hasil lembar pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada butir2)
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN PERALATAN TELEKOMUNIKASI DI STASIUN

Stasiun : KARES :
PPKA :
Tanggal : Paraf
Periode Pelaksana :
: 1 Bulanan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang


3 ditemukan di lapangan pada saat pemeriksaan, dan
memerlukan penanganan lebih lanjut)

Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung


4 jawab menerima hasil lembar pemeriksaan dan menindak
lanjuti masalah pada butir3)
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN PERALATAN TELEKOMUNIKASI DI LUAR STASIUN

Stasiun : KARES :
PPKA :
Tanggal : Paraf
Periode Pelaksana :
: 1 Bulanan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang


3 ditemukan di lapangan pada saat pemeriksaan, dan
memerlukan penanganan lebih lanjut)

Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung


4 jawab menerima hasil lembar pemeriksaan dan menindak
lanjuti masalah pada butir3)
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Jaringan Catenary 1 (satu) Bulanan

INSTRUKSI KERJA No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-25


PEMERIKSAAN PERALATAN
Revisi ke : 0
JARINGAN CATENARY
1 (SATU) BULANAN Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan pemeriksaan mengenai parameter tertentu dalam rangka pendiagnosaan kelainan atau
kondisi substandar peralatan jaringan catenary setelah beroperasi selama 1 (satu) bulan.

2 RUANG LINGKUP
Pemeriksaan berkala 1 bulanan peralatan jaringan catenary pada Resor bersangkutan. Kegiatan
pemeriksaan terdiri dari pemeriksaan dan pengamatan kondisi fisik dari jaringan catenary.
Beberapa peralatan yang diperiksa adalah:
2.1 Kawat Feeder;
2.2 Feeding Branch;
2.3 Disconnecting Switch;
2.4 Kawat Trolly;
2.5 Kawat Messenger;
2.6 Hanger;
2.7 Steadying Equipment;
2.8 Automatic Tension Device;
2.9 Sectioning Device;
2.10 Tiang;
2.11 Supporting;
2.12 Kawat Guy;
2.13 Isolator;
2.14 Beam;
2.15 Proteksi;
2.16 PDL 6kV;
2.17 WCM;
2.18 Ruang Bebas.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: Alat tulis, meteran, rompi safety fluorescent.

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal (dua) orang tenaga pelaksana Resor.

5 PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN


5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala 1 bulanan jaringan catenary
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan 1
bulanan jaringan catenary;
5.3 KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA;
5.4 Setiba di Stasion bersangkutan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan
informasi lisan kepada petugas stasion (KS/PPKA) mengenai pelaksanaan pemeriksaan 1
bulanan jaringan catenary;
5.5 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada form Lembar Pemeriksaan 1 bulanan
Peralatan Jaringan Catenary;

STE-IK-AMPT-8.1.3-25 hal 1
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Jaringan Catenary 1 (satu) Bulanan

5.6 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah maksimal 1 hari kerja per petak jalan;
5.7 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
mencatat masalah pada LP, serta melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.8 KAT menyampaikan masalah kepada KARES, serta mengkoordinasikan penyelesaian sesuai
dengan disposisi dari KARES;
5.9 Pekerjaan pemeriksaan yang selesai disahkan oleh tanda-tangan penerimaan Petugas di
Stasion (KS/PPKA);
5.10 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
pemeriksaan, pengukuran serta perawatan dinyatakan selesai.

6 ITEM PEMERIKSAAN

Keterangan gambar:
1. Tiang;
2. Supporting (pole band, cantilever,
arm feeder, drop arm, splace arm,
ancor fitting);
3. Steadying equipment (steady
brace, pull off, pipa steadying
equipment);
4. Isolator (180E, 180EP, 180C,
steam);
5. Grounding;
6. Lightning arrester;
7. Feeding branch.

Gambar 1. Struktur Tiang Gambar 2. Struktur ATD

Gambar 3. Struktur Guy

STE-IK-AMPT-8.1.3-25 hal 2
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Jaringan Catenary 1 (satu) Bulanan

Gambar 4. Struktur WCM

Keterangan gambar:
11. Kawat trolly;
12. Hanger;
13. Kawat messenger;
14. Kawat feeder;
15. OHGW;
16. PDL 6kV.

Gambar 5. Struktur Gawang Catenary

STE-IK-AMPT-8.1.3-25 hal 3
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Jaringan Catenary 1 (satu) Bulanan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 KAWAT FEEDER Periksa kondisi kawat dari benda asing (tali Bersih OK : bersih
layangan, pohon, dll) NOT OK : tidak bersih
Periksa apakah kawat dalam satu gawang terdapat Tidak rantas OK : tidak rantas
rantas NOT OK : rantas
Periksa dan catat jumlah tambalan yang terdapat
dalam satu gawang
2 FEEDING Periksa apakah kawat rantas Tidak rantas OK : tidak rantas
BRANCH NOT OK : rantas
Periksa apakah kawat putus Tidak putus OK : tidak putus
NOT OK : putus
3 DS Periksa apakah kontak DS aus/tipis Kontak tidak aus/tipis OK : tidak aus/tipis
NOT OK : aus/tipis
Periksa kelengkapan peralatan DS yang terpasang Komponen alat DS lengkap OK : lengkap
NOT OK : tidak lengkap
4 KAWAT Periksa kondisi lingkungan kawat dari benda asing Bersih OK : bersih
TROLLY NOT OK : tidak bersih
Periksa apakah kawat trolly knee Tidak knee OK : tidak knee
NOT OK : knee
Periksa dan catat jumlah tambalan yang terdapat
dalam satu gawang
5 KAWAT Periksa kondisi kawat dari benda asing Bersih OK : bersih
MESSENGER NOT OK : tidak bersih
Periksa apakah kawat dalam satu gawang terdapat Tidak rantas OK : tidak rantas
rantas NOT OK : rantas
Periksa apakah kawat berkarat Tidak berkarat OK : tidak berkarat
NOT OK : berkarat
Periksa dan catat jumlah tambalan yang terdapat
dalam satu gawang
6 HANGER Periksa apakah hanger miring, tidak pada posisinya Tegak lurus OK : tegak lurus
NOT OK : tidak tegak lurus
Periksa apakah hanger lepas dari dudukannya Tidak lepas OK : tidak lepas
NOT OK : lepas
Periksa kondisi pengait/pengunci hanger bar kokoh OK : kokoh
NOT OK : tidak kokoh

STE-IK-AMPT-8.1.3-25 hal 4
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Jaringan Catenary 1 (satu) Bulanan

7 STEADYING Periksa apakah bagian klem lepas Klem tidak lepas OK : klem tidak lepas
EQUIPMENT NOT OK : klem lepas
Periksa apakah bengkok tidak normal Tidak bengkok yang tidak normal OK : bengkok normal
(beraturan) NOT OK : bengkok tidak normal
8 ATD Ukur jarak tinggi bandul terhadap alasnya
Periksa kelengkapan ATD, bandul, baut, dll. Komponen alat lengkap OK : lengkap
NOT OK : tidak lengkap
Periksa apakah ada kebocoran untuk ATD tipe Tidak bocor, bersih dari minyak OK : tidak bocor dan bersih
Spring NOT OK : bocor dan berminyak
9 SECTIONING Periksa kondisi visual dari FRP Tidak gosong OK : tidak gosong
DEVICE NOT OK : gosong
10 TIANG Periksa apakah ada kemiringan pada tiang, Tegak lurus OK : tegak lurus
disebabkan karena longsor pada pondasi maupun NOT OK : tidak tegak lurus
bengkokan
Periksa apakah ada keretakan, kerusakan dan Tidak retak (beton) atau tidak OK : tidak retak atau tidak
keropos pada tiang keropos (baja), retakan >0,25mm di keropos
luar batang kerangka baja atau NOT OK : retak atau keropos
memanjang > 75mm (beton), dan
keropos > 20% (baja)
Periksa kondisi pondasi apakah terdapat sampah Bersih OK : bersih
NOT OK : tidak bersih
11 SUPPORTING Periksa apakah ada karat OK : tidak karat
Tidak ada karat
NOT OK : berkarat
Periksa apakah ada aus, kerusakan, dan keropos Tidak aus, tidak rusak, dan tidak OK : Tidak aus, rusak atau
keropos keropos
NOT OK : aus atau rusak atau
keropos
12 KAWAT GUY Periksa apakah kawat rantas Tidak rantas OK : tidak rantas
NOT OK : rantas
Periksa apakah kawat berkarat <25% karat OK : sesuai standar
NOT OK : tidak sesuai standar
Periksa apakah kawat putus Tidak putus OK : tidak putus
NOT OK : putus
Periksa ketegangan kawat Kawat tegang OK : tegang
NOT OK : kendur

STE-IK-AMPT-8.1.3-25 hal 5
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Jaringan Catenary 1 (satu) Bulanan

13 ISOLATOR Periksa dan catat isolator yang pecah


14 BEAM Periksa apakah beam berkarat <25% karat OK : sesuai standar
NOT OK : tidak sesuai standar
15 PROTEKSI Periksa apakah OHGW dalam satu gawang terdapat Tidak rantas OK : tidak rantas
rantas NOT OK : rantas
Periksa apakah OHGW berkarat Tidak berkarat OK : tidak berkarat
NOT OK : berkarat
Periksa dan catat jumlah tambalan yang terdapat
pada OHGW dalam satu gawang
Periksa dan catat jumlah Lightning Arrester retak
atau pecah
Periksa apakah kawat grounding putus Tidak putus OK : tidak putus
NOT OK : putus
16 PDL 6kV Periksa kondisi kabel dari benda asing Bersih OK : bersih
NOT OK : tidak bersih
Periksa apakah kabel dalam satu gawang terdapat Tidak putus OK : tidak putus
putus NOT OK : putus
Periksa kondisi titik terendah dari kabel PDL 6kV Harus lebih tinggi dari kawat trolly OK : lebih tinggi dari trolly
terhadap tinggi kawat trolly NOT OK : sama atau lebih
rendah dari kawat trolly
17 WCM Periksa kondisi WCM dari benda asing Bersih OK : lengkap
NOT OK : tidak lengkap
Periksa apakah kawat labrang WCM rantas dan Tidak rantas dan tidak berkarat OK : tidak rantas dan tidak
berkarat berkarat
NOT OK : rantas atau berkarat
Periksa kelengkapan peralatan WCM Lengkap (terdapat bandul, papan OK : lengkap
peringatan, zebra marker) NOT OK : tidak lengkap
18 RUANG Periksa apakah ruang bebas jaringan catenary Tidak ada pohon OK : tidak ada pohon
BEBAS aman dari pohon NOT OK : ada pohon
Periksa apakah ruang bebas jaringan catenary Tidak terdapat benda asing OK : tidak ada benda asing
bebas dari benda-benda asing (tiang listrik PLN, dll) NOT OK : ada benda asing

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor.

STE-IK-AMPT-8.1.3-25 hal 6
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN JARINGAN CATENARY

Stasiun : ………………………
KARES : …………………………. Pelaksana : …………………………. PPKA : ………………………….
Tanggal : ………………………
Periode Perawatan : 1 bulanan Paraf : Paraf : Paraf :

No Kegiatan Keterangan
1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus yang ditemukan di lapangan


3
pada saat pemeriksaan, dan memerlukan penanganan lebih lanjut)
Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang bertanggung jawab menerima
4
hasil lembar pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada butir3)
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Jaringan Catenary 1 (satu) Tahunan

INSTRUKSI KERJA No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-26


PEMERIKSAAN PERALATAN
Revisi ke : 0
JARINGAN CATENARY
1 (SATU) TAHUNAN Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan pemeriksaan dan pengukuran mengenai parameter tertentu dalam rangka
pendiagnosaan kelainan atau kondisi substandar peralatan jaringan catenary setelah beroperasi
selama 1 (satu) tahun.

2 RUANG LINGKUP
Pemeriksaan berkala 1 (satu) tahunan peralatan jaringan catenary pada Resor bersangkutan.
Kegiatan terdiri dari pengukuran kondisi kawat troly, WCM, dan pentanahan.
Beberapa parameter yang diukur adalah:
2.1 Kawat Trolly:
2.1.1 Ketinggian;
2.1.2 Deviasi;
2.1.3 Diameter;
2.2 Ketinggian WCM;
2.3 Nilai Pentanahan.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: mistel, jangka sorong digital, grounding tester,
lori tower, tangga, penerangan, alat tulis, rompi safety fluorescent, APD (sarung tangan listrik,
safety shoes, safety helmet).

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 3 (tiga) orang tenaga pelaksana Resor.

5 TATA CARA PERAWATAN


5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan perawatan berkala 1 tahunan jaringan catenary
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan 1
tahunan jaringan catenary;
5.3 KAT melakukan koordinasi dengan KS/PPKA;
5.4 Setiba di Stasion bersangkutan, pelaksana menyerahkan nota (jika ada), memberikan
informasi lisan kepada petugas stasion (KS/PPKA) mengenai pelaksanaan pemeriksaan 1
tahunan jaringan catenary;
5.5 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada form Lembar Pemeriksaan 1 Tahunan
Perawatan Jaringan Catenary;
5.6 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah maksimal 1 hari kerja;
5.7 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
mencatat masalah pada LP, serta melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.8 KAT menyampaikan masalah kepada KARES, serta mengkoordinasikan penyelesaian sesuai
dengan disposisi dari KARES;
5.9 Pekerjaan pemeriksaan yang selesai disahkan oleh tanda-tangan penerimaan Petugas di
Stasion (KS/PPKA);
5.10 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
pemeriksaan, pengukuran serta perawatan dinyatakan selesai.

STE-IK-AMPT-8.1.3-26 hal 1
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Jaringan Catenary 1 (satu) Tahunan

6 ITEM PEMERIKSAAN

Gambar 1. Pengukuran Kawat Trolly

Gambar 2. Pengukuran Ketebalan Kawat Trolly

Gambar 3. Pengukuran WCM

STE-IK-AMPT-8.1.3-26 hal 2
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Jaringan Catenary 1 (satu) Tahunan

Gambar 4. Pengukuran Grounding/Pembumian

STE-IK-AMPT-8.1.3-26 hal 3
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Jaringan Catenary 1 (satu) Tahunan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 KAWAT Ukur ketinggian kawat trolly dari permukaan rel 4,25-5,7 meter OK : dalam kisaran
TROLLY menggunakan Mistel (gambar 1) Nominal: 5,3 meter referensi standar
NOT OK : di luar kisaran
referensi standar
Ukur deviasi dari kawat trolly pada track lurus dan Track lurus maksimum: 20 cm OK : dalam kisaran
lengkung menggunakan Mistel Track lengkung maksimum: 30 cm referensi standar
NOT OK : diluar kisaran
referensi standar
Ukur diameter dari kawat trolly pada bagian lambung 8,1 – 12,34 mm OK : dalam kisaran
dan dekat tiang menggunakan jangka sorong (sigmat) referensi standar
digital dengan menaiki lori tower dan tangga NOT OK : kurang dari
8,1 mm
2 GROUNDING/ Ukur tahanan pembumian/ grounding menggunakan Nilai ≤ 1 ohm OK : sama atau di bawah
PENTANAHAN Grounding Tester atau Earth Tester (gambar 4) nilai referensi
standar
NOT OK : diluar kisaran
referensi standar
3 WCM Ukur ketinggian WCM terhadap permukaan jalan pada Nominal 4,8 meter (50 cm di OK : dalam kisaran
perlintasan sebidang menggunakan Mistel (gambar 3) bawah nilai nominal ketinggian referensi standar
trolly NOT OK : diluar kisaran
referensi standar
Catatan: Untuk kolom keterangan, diisi bila pemeriksaan dilakukan di lengkung

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor.

STE-IK-AMPT-8.1.3-26 hal 4
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERAWATAN JARINGAN CATENARY

Lokasi : ………………………. KARES : ………………………. KS/


:
Tanggal : ………………………. Paraf PPKA …………………………
Periode Pelaksana : ……………………….
: 1 Tahunan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan

1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus


yang ditemukan di lapangan pada saat
3
pemeriksaan, dan memerlukan penanganan
lebih lanjut)
Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang
bertanggung jawab menerima hasil lembar
4
pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah
pada butir3)
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Gardu Listrik 2 (dua) Mingguan

INSTRUKSI KERJA No. Dok : STE-IK-AMPT-8.1.3-27


PEMERIKSAAN PERALATAN
Revisi ke : 0
GARDU LISTRIK MEIDENSHA
2 (DUA) MINGGUAN Tanggal : 26 Oktober 2011

1 TUJUAN
Kegiatan pemeriksaan mengenai parameter tertentu dalam rangka pendiagnosaan kelainan atau
kondisi substandar peralatan gardu listrik setelah beroperasi selama 2 (dua) minggu serta untuk
memastikan kondisi operasional dari gardu listrik dalam keadaan normal.

2 RUANG LINGKUP
Pemeriksaan berkala 2 mingguan peralatan gardu listrik pada Resor bersangkutan. Kegiatan
pemeriksaan terdiri dari pengamatan kondisi fisik secara visual, suara, dan bau dari perangkat
gardu listrik.
Beberapa bagian dan peralatan yang diperiksa adalah:
2.1 Halaman;
2.2 Peralatan Penyulang;
2.3 DC Series Reactor;
2.4 Trafo Utama;
2.5 Rectifier;
2.6 Kubikel Incoming (H1);
2.7 Gedung;
2.8 Kubikel Trafo Bantu (HH1);
2.9 Kubikel VCB 20kV (H2);
2.10 Kubikel Trafo Cadangan (HH2);
2.11 Kubikel Saringan Bunyi;
2.12 Kubikel LBD;
2.13 Baterai;
2.14 Kubikel Negatif (DO);
2.15 Kantor, Gudang, dan Toilet;
2.16 Kubikel HSCB.

3 ALAT KERJA DAN SUKUCADANG


Alat kerja dan sukucadang yang diperlukan adalah: lampu senter, voltmeter, kain majun, alat tulis,
APD (sarung tangan listrik, safety shoes, safety helmet).

4 SDM PELAKSANA
Personil yang dibutuhkan minimal 2 (dua) orang tenaga pelaksana Resor.

5 PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN


5.1 Pelaksana melaksanakan kegiatan pemeriksaan berkala 2 Mingguan Gardu Listrik
berdasarkan TABLO Bulanan dan Nota Permintaan Kerja dari KAT setempat;
5.2 KAT menyiapkan alat kerja dan sukucadang yang diperlukan untuk pelaksanaan perawatan 2
mingguan Gardu Listrik;
5.3 KAT melakukan koordinasi dengan Petugas Remote LAA (RSCE);
5.4 Setiba di lokasi gardu listrik bersangkutan, memberikan informasi lisan kepada petugas
remote LAA mengenai pelaksanaan pemeriksaan 2 Mingguan Gardu Listrik;
5.5 Pelaksana menuangkan hasil pemeriksaan pada form Lembar Pemeriksaan 2 Mingguan
Gardu Listrik;

STE-IK-AMPT-8.1.3-27 hal 1
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Gardu Listrik 2 (dua) Mingguan

5.6 Standar Pelaksanaan pekerjaan adalah maksimal 1 hari kerja per 1 lokasi Gardu Listrik;
5.7 Jika ditemukan kondisi peralatan di luar spesifikasi/referensi standar, pelaksana wajib
mencatat masalah pada LP, serta melaporkan hal tersebut kepada KAT;
5.8 KAT menyampaikan masalah kepada KARES, serta mengkoordinasikan penyelesaian sesuai
dengan disposisi dari KARES;
5.9 Pelaksana menyerahkan LP selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah pelaksanaan
pemeriksaan, pengukuran serta perawatan dinyatakan selesai.

6 ITEM PEMERIKSAAN

Gambar 1. DC Series Reactor

Keterangan Gambar:
1. Bodi Trafo
2. Sambungan
bergasket
3. Silika Gel
4. Compound Gauge
5. Thermometer
6. Oil Gauge

Gambar 2. Rectifier

STE-IK-AMPT-8.1.3-27 hal 2
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Gardu Listrik 2 (dua) Mingguan

Keterangan Gambar:
1. Bodi Trafo
2. Sambungan
bergasket
3. Silika Gel
4. Compound Gauge
5. Thermometer
6. Oil Gauge

Gambar 3. Trafo Utama

Keterangan Gambar:
1. Bodi kubikel
2. Indikator lampu
3. Indikator bendera
4. Ampere meter
5. Ampere recorder

Gambar 4. Kubikel HSCB dan Kubikel Negatif

Keterangan Gambar:
1. Kubikel LBD;
3. Indikator LBD.

Gambar 5. Kubikel LBD

STE-IK-AMPT-8.1.3-27 hal 3
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Gardu Listrik 2 (dua) Mingguan

Keterangan Gambar:
1. Bodi baterai;
2. Terminal;
3. Batas level min-maks;
4. Baut terminal.

Gambar 6. Baterai

Keterangan Gambar:
1. Kabel penyulang
2. DS (saklar pemisah)
3. Arrester

Gambar 7. Peralatan Penyulang

STE-IK-AMPT-8.1.3-27 hal 4
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Gardu Listrik 2 (dua) Mingguan

Item
No Cara Pemeriksaan Referensi Standar Klasifikasi
Pemeriksaan
1 HALAMAN Periksa dan catat nilai kWh meter PLN
Periksa lampu penerangan luar Menyala/ hidup OK : menyala/ hidup
NOT OK : tidak menyala
Periksa kebersihan halaman luar gardu listrik Tidak ada sampah berserakan OK : bersih
NOT OK : kotor
2 PERALATAN Periksa kondisi kabel penyulang Tidak gosong, menempel OK : tidak gosong dan
PENYULANG kokoh pada terminalnya kokoh
NOT OK : gosong atau
kendur
Periksa kondisi DS secara visual Tidak gosong OK : tidak gosong
NOT OK : gosong
Periksa kondisi arrester secara visual Tersambung ke grounding OK : tersambung grounding
NOT OK : putus
3 DC SERIES Periksa kebersihan dari bodi DC Series Reactor Tidak berdebu OK : bersih
REACTOR NOT OK : kotor
Periksa apakah ada/terlihat rembesan minyak pada gasket Tidak ada rembesan minyak OK : tidak bocor
NOT OK : bocor
4 TRAFO Periksa kebersihan dari bodi Trafo Tidak berdebu OK : bersih
UTAMA NOT OK : kotor
Periksa apakah ada/terlihat rembesan minyak pada gasket Tidak ada rembesan minyak OK : tidak bocor
NOT OK : bocor
Tulis warna silica gel yang ada pada gelas breather Berwarna biru OK : biru
NOT OK : ungu, bening,
hitam
Tulis nilai tekanan yang terukur pada Compound Gauge Berada dalam range sesuai OK : dalam kisaran
arsiran yang tertera referensi standar
NOT OK : diluar kisaran
referensi standar
Tulis nilai suhu yang terukur pada Thermometer Berada di bawah nilai OK : bersih
maksimum NOT OK : kotor
Lihat dan tulis ketinggian dari level minyak pada gelas level Level minyak terlihat (ada OK : minyak terlihat
minyak minyak) NOT OK : minyak tidak
terlihat

STE-IK-AMPT-8.1.3-27 hal 5
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Gardu Listrik 2 (dua) Mingguan

5 RECTIFIER Periksa kebersihan dari bodi Rectifier Tidak berdebu OK : bersih


NOT OK : kotor
Periksa apakah ada/terlihat rembesan minyak pada gasket Tidak ada rembesan minyak OK : tidak bocor
NOT OK : bocor
Tulis nilai tekanan yang terukur pada Compound Gauge Berada dalam range sesuai OK : dalam kisaran
arsiran yang tertera referensi standar
NOT OK : diluar kisaran
referensi standar
Tulis nilai suhu yang terukur pada Thermometer Berada di bawah nilai OK : bersih
maksimum NOT OK : kotor
Lihat dan tulis ketinggian dari level minyak pada gelas level Level minyak terlihat (ada OK : minyak terlihat
minyak minyak) NOT OK : minyak tidak
terlihat
6 KUBIKEL Periksa kebersihan bodi kubikel Tidak berdebu OK : bersih
INCOMING NOT OK : kotor
(H1) Periksa apakah ada suara & bau asing dalam kubikel Tidak ada suara dan bau OK : Tidak ada suara dan
asing bau asing
NOT OK : ada suara dan
atau bau asing
7 GEDUNG Periksa lampu penerangan dalam Menyala/ hidup OK : menyala/ hidup
BAGIAN NOT OK : tidak menyala
DALAM Periksa kebersihan dan kerusakan lantai dan dinding Bersih dan tidak rusak OK : bersih dan tidak
rusak
NOT OK : kotor atau rusak
Periksa kebersihan dan kebocoran atap Bersih dan tidak bocor OK : bersih dan tidak bocor
NOT OK : kotor dan atau
bocor
8 KUBIKEL Periksa kebersihan bodi kubikel Tidak berdebu OK : bersih
TRAFO NOT OK : kotor
BANTU Periksa apakah ada suara & bau asing dalam kubikel Tidak ada suara dan bau OK : Tidak ada suara dan
(HH1) asing bau asing
NOT OK : ada suara dan
atau bau asing
9 KUBIKEL VCB Periksa kebersihan bodi kubikel Tidak berdebu OK : bersih
20kV (H2) NOT OK : kotor

STE-IK-AMPT-8.1.3-27 hal 6
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Gardu Listrik 2 (dua) Mingguan

Periksa apakah ada suara & bau asing dalam kubikel Tidak ada suara dan bau OK : Tidak ada suara dan
asing bau asing
NOT OK : ada suara dan
atau bau asing
Catat nilai tegangan yang terukur
Catat nilai counter trip
Periksa indikator bendera, catat dan reset jika bekerja
10 KUBIKEL Periksa kebersihan bodi kubikel Tidak berdebu OK : bersih
TRAFO NOT OK : kotor
CADANGAN Periksa apakah ada suara & bau asing dalam kubikel Tidak ada suara dan bau OK : Tidak ada suara dan
(HH2) asing bau asing
NOT OK : ada suara dan
atau bau asing
11 KUBIKEL Periksa kebersihan bodi kubikel Tidak berdebu OK : bersih
SARINGAN NOT OK : kotor
BUNYI Periksa apakah ada suara & bau asing dalam kubikel Tidak ada suara dan bau OK : Tidak ada suara dan
asing bau asing
NOT OK : ada suara dan
atau bau asing
Catat nilai tegangan yang terukur
12 KUBIKEL LBD Periksa kebersihan bodi kubikel Tidak berdebu OK : bersih
NOT OK : kotor
Periksa apakah ada suara & bau asing dalam kubikel Tidak ada suara dan bau OK : Tidak ada suara dan
asing bau asing
NOT OK : ada suara dan
atau bau asing
Periksa lampu-lampu indikator menyala OK : menyala
NOT OK : padam atau
putus
13 BATERAI Periksa kebersihan bodi baterai Tidak berdebu OK : bersih
NOT OK : kotor
Periksa kondisi terminal-terminal Tidak ada karat dan jamur OK : tidak berjamur, tidak
berkarat
NOT OK : berjamur dan
atau berkarat

STE-IK-AMPT-8.1.3-27 hal 7
Instruksi Kerja Pemeriksaan Peralatan Gardu Listrik 2 (dua) Mingguan

Periksa dan catat ketinggian level elektrolit Berada diantara level OK : diantara level min
minimum dan maksimum dan maks
NOT OK : diluar level min
dan maks
Ukur dan catat output tegangan total dari baterai
14 KUBIKEL Periksa kebersihan bodi kubikel Tidak berdebu OK : bersih
NEGATIF NOT OK : kotor
(DO) Periksa apakah ada suara & bau asing dalam kubikel Tidak ada suara dan bau OK : Tidak ada suara dan
asing bau asing
NOT OK : ada suara dan
atau bau asing
Periksa apakah Recorder berfungsi Berfungsi OK : berfungsi
NOT OK : tidak berfungsi
Catat nilai arus yang terukur
15 RUANG Periksa kebersihan ruang kantor, gudang dan toilet Tidak ada sampah berserakan OK : bersih
KANTOR, NOT OK : kotor
GUDANG DAN
TOILET
16 KUBIKEL Periksa kebersihan bodi kubikel Tidak berdebu OK : bersih
HSCB NOT OK : kotor
Periksa apakah ada suara & bau asing dalam kubikel Tidak ada suara dan bau OK : tidak ada suara dan
asing bau asing
NOT OK : ada suara dan
atau bau asing
Periksa lampu-lampu indikator Menyala OK : menyala
NOT OK : padam atau putus
Periksa indikator bendera, catat dan reset jika bekerja

Buka pintu kubikel (sesuai prosedur), gunakan senter untuk


menerangi, catat nilai counter trip

7 REFERENSI
7.1 Reglemen R29 mengenai Tugas dan Tanggungjawab Kepala Resor.

STE-IK-AMPT-8.1.3-27 hal 8
SINTELIS
LEMBAR PEMERIKSAAN
PERALATAN GARDU LISTRIK

Gardu : ……………………….. KAT : ………………………


KARES : …………………………
Tanggal : ……………………….. Paraf
Periode Pelaksana : ………………………
: 2 Mingguan Paraf :
Perawatan Paraf

No Kegiatan Keterangan
1 Hasil Penilaian (Baik/ Tidak Baik)

2 Penggantian Komponen/ Elemen

Identifikasi Masalah (berisi masalah khusus


3 yang ditemukan di lapangan pada saat
pemeriksaan, dan memerlukan penanganan lebih
lanjut)
Rencana Tindak Lanjut (diisi oleh KAT yang
4 bertanggung jawab menerima hasil lembar
pemeriksaan dan menindak lanjuti masalah pada
butir2)