Anda di halaman 1dari 34

Laporan pemilihan rantai sepeda

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di Indonesia masih banyak konsumen yang menggunakan sepeda

untuk kebutuhan sehari-hari. Konsumen tentunya menginginkan suatu

produk yang nyaman dan tangguh. Rantai merupakan salah satu bagian dari

sepeda yang funginya tidak dapat diabalkan. Karena rantai sebagai alat

untuk transfer daya, maka dibutuhkan ketangguhan dan kekuatan rantai

yang baik.

Rantai merupakan perangkat yang sangat penting dalam bidang

permesinan. Daya yang dihasilkan oleh sepeda biasanya menggunakan

rantai sebagai alat untuk transfer daya. meskipun dewasa ini banyak yang

telah menggunakan belt tetapi posisi rantai masih sangat dibutuhkan.

Khususnya pada sepeda motor masih banyak yang menggunakan

rantai sebagai alat untuk transfer daya. Agar didapat transfer daya yang

maksimal maka diperlukan pemilihan rantai dan sprocket yang tepat dan

benar.

Tugas Elmes II Page 1


Laporan pemilihan rantai sepeda

1.2 Maksud dan Tujuan

Tujuan dari pemilihan rantai sepeda ini adalah untuk menentukan

nomor rantai, jumlah gigi sprocket serta diameter poros yang akan

digunakan.

1.3 Batasan Masalah

Dalam pemilihan rantai sepeda ini dilakukan perhitungan yang hanya

meliputi bagianbagian dari rantai sepeda untuk menentukan nomor rantai

yang akan digunakan menggunakan asumsi-asumsi tertentu. Penentuan

diameter poros dan sprocket yang digunakan.

1.4 Cara Memperoleh Data

Data yang dibutuhkan selama proses pemilihan nomor rantai ini diperoleh

dengan mengukur jari-jari ban serta sprocket yang terdapat pada sepeda.

Kemudian mengasumsikan kecepatan sehingga memperoleh putaran

sprocket dan juga daya yang dibutuhkan.

Tugas Elmes II Page 2


Laporan pemilihan rantai sepeda

1.5 Metodologi Perhitungan

START

1
Kecepatan
sepeda
Jari-jari
ban
Jari-jari
sprocket
2 Putaran sprocketBerat
orang
Perbandingan reduksi putaran
Jarak pedal
Jarak
3 Torsi pengayuh sumbu
Daya yang ditransmisikan
poros

4 Faktor
koreksi
5 Daya rencana

6 Momem rencana

7 Bahan poros, dan perlakuan panas

8 Diameter poros

b a

Tugas Elmes II Page 3


Laporan pemilihan rantai sepeda

b a

9 Pemilihan sementara jumlah rangkaian, jarak bagi , dan nomor rantai


Batas kekuatan rata-rata
Beban maksimum yang diizinkan
Jumlah gigi sprocket kecil

10 Jumlah gigi sprocket besar


Diameter jarak bagi sprocket kecil
Diameter jarak bagi sprocket besar
Diameter luar sprocket kecil
Diameter luar sprocket besar
Diameter naf maksimum sprocket kecil dan sprocket besar

11 Kecepatan rantai

12 Ukuran luar maksimum

13

d
c

Tugas Elmes II Page 4


Laporan pemilihan rantai sepeda

d c

14 Beban rencana

15 Faktor keamanan

16

17 Penentuan nomor rantai

18 Panjang rantai (dalam jarak bagi) , (mata


rantai)

19 Jarak sumbu poros dalam jarak bagi


Jarak sumbu poros

20 Cara pelumasan
Pelumas

21 Nomor rantai
Jumlah rangkaian
Panjang dalam mata rantai
Jumlah gigi sprocket
Jarak sumbu poros
Cara pelumasan
Pelumas

STOP

END

Tugas Elmes II Page 5


Laporan pemilihan rantai sepeda

1.6 Sistematika Penulisan

Laporan ini terdiri dari 5 Bab, yaitu

Bab 1 berisikan latar belakang, tujuan, batasan masalah, cara memperoleh

data serta sistematika penulisan.

Bab 2 menyajikan teori-teori tentang rantai pada umunya, rantai rol, serta

persamaan-persamaan yang digunakan dalam perancangan rantai rol.

Bab 3 membahas perhitungan dalam perancangan rantai rol serta data-data

dan asumsi yang digunakan.

Bab 4 memaparkan analisa dari hasil perhitungan serta faktor-faktor yang

menyebabkan perbedaan dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Terakhir adalah bab 5 berisikan kesimpulan yang merupakan pembahasan

ringkas dan rangkuman dari hasil perhitungan.

Tugas Elmes II Page 6


Laporan pemilihan rantai sepeda

BAB II
TEORI DASAR

2.1. Fungsi Rantai

Rantai berfungsi sebagai media untuk menyalurkan putaran yang

dihasilkan oleh mesin dan untuk menggerakan sistem kerja mesin dan juga

menggerakan roda kendaraan agar dapat bergerak dan melaju di jalan, oleh

karena itu kita harus cermat dalam memilih dan menggunakan rantai untuk

kendaraan kita, agar performa yang sudah dihasilkan oleh mesin dapat

tersalurkan dengan sempurna.

2.2. Jenis-Jenis Rantai

Ada banyak bentuk rancangan dari rantai, disesuaikan dengan fungsi

dan kegunaan masing-masing rantai, tapi pada bab ini hanya akan dijelaskan

macam-macam rantai transmisi daya, rantai transmisi daya dapat

dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni :

2.2.1. Rantai Rol atau Rantai Pena Silinder

Rantai jenis ini paling umum digunakan dan pemakaiannya

cukup luas. Ciri khusus yang utama pada rantai ini adalah adanya

pena silinder sebagai penghubung plat sisi dari rantai yang masing-

masing terkunci. Secara umum rantai pena silinder ini terdiri dari

pena, plat sisi, dan bush. Untuk mengatur panjang dan pendeknya

rantai, dilakukan dengan elemen pengunci pada salah satu mata

rantainya yaitu berupa ring penahan atau pena belah terdiri dari:

2.2.1.1. Rantai Pena (Gall Chain )

Tugas Elmes II Page 7


Laporan pemilihan rantai sepeda

Jenis rantai ini mempunyai konstruksi yang paling

sederhana ditinjau dari pemasangan pena terhadap plat sisinya.

Sebagai elemen transmisi putar, rantai jenis ini memerlukan system

pelumasan yang sangat baik. Digunakan untuk putaran rendah

sampai sedang dengan beban yang tidak terlalu berat. Konstruksi

rantai ini banyak diterapkan pada rantai dengan fungsi sebagai rantai

penarik.

Gambar 2.1 Gambar rantai pena (7)

2.2.1.2. Rantai Berselubung (Bush Chain)

Rantai jenis ini merupakan penyempurnaan dari rantai pena

dimana pada penanya dilengkapi dengan dengan bush terpasang pada

kedua plat sisi. Kemampuan rantai jenis ini lebih awet dibanding

rantai pena, terutama untuk beban sedang.

Tugas Elmes II Page 8


Laporan pemilihan rantai sepeda

Gambar 2.2 Gambar rantai berselubung (Bush Chain) (7)

2.2.1.3. Rantai Offset Side Bar

Berbeda dengan ketiga jenis rantai yang telah dijelaskan,

untuk jenis rantai Offset Side Bar mempunyai konstruksi rantai

agak presisi. Tidak terdapat plat sisi luar atau dalam, tetapi kedua

plat sisi tersebut saling menjepit. Sedangkan pada ukuran besar

konstruksi tidak saling menjepit tapi dibuat berstep. Rantai jenis ini

mempunyai satu bush dan mampu untuk beroperasi pada kecepatan

1000 rpm dengan beban sampai 250 hp.

Gambar 2.3 Gambar Offset Side Bar (7)

Tugas Elmes II Page 9


Laporan pemilihan rantai sepeda

2.2.1.4. Rantai Rol (Roller Chain)

Konstruksi rantai ini merupakan pengembangan dari rantai

bush, dimana selain bush pelindung pena yang pemasangannya sama

dengan rantai bush, juga dilindungi lagi oleh bush roller sehingga

keawetannya akan lebih baik lagi.Rantai roller sangat luas dipakai

pada konstruksi general mekanik, karena punya kemampuan yang

cukup baik yaitu:

Untuk ukuran rantai yang kecil mampu dioperasikan

dalam kecepatan 10.000 rpm

Mampu menerima beban sampai 12.000 hp

Tersedia dalam ukuran standard yang bervariasi.

Gambar 2.4 Gambar rantai rol (7)

Rantai rol dipakai bila diperlukan transmisi positif (tanpa

slip) dengan kecepatan sampai 600 (m/min), tanpa pembatasan

bunyi, dan murah harganya.Untuk bahan pena, bush ,dan rol

dipergunakan baja karbon atau baja khrom dengan pengerasan

permukaan. Rantai dengan rangkaian tunggal adalah yang paling

banyak dipakai. Rangkaian banyak, seperti 2 atau 3 rangkaian

dipergunakan untuk transmisi beban berat.

Tugas Elmes II Page 10


Laporan pemilihan rantai sepeda

Dapat dilihat bahwa kurva batas kelelahan dari plat mata

rantai macam yang lama. Hasil penelitian terakhir menunjukan

bahwa suatu daerah yang dibatasi oleh dua kurva, yaitu kurva batas

ketahanan terhadap tumbukan antara rol dan bush,dan kurva batas las

(galling) karena pelumasan akan sangat penting untuk menetukan

kapasitas rantai. Kurva kapasitas baru diperoleh berbentuk tenda

sehingga sering disebut kurva tenda. Dalam gambar 2.5,

diperlihatkan kurva tersebut yang merupakan diagram pemilihan

rantai rol. Untuk memudahkan kurva tenda tersebut diberi nama

menurut nomor rantai dan jumlah gigi sprocket, dengan putaran

sprocket sebagai sumbu mendatar dan kapasitas transmisi sebagai

sumbu tegak.

Gambar 2.5 Diagram pemilihan rantai rol (1)

Tugas Elmes II Page 11


Laporan pemilihan rantai sepeda

Transmisi rantai akan lebih halus dan kurang bunyinya jika

dipakai rantai dengan jarak bagi kecil dan jumlah gigi sprocket yang

banyak. Rangkaian yang banyak dipakai bila rangkaian tunggal tidak

memepunyai kapasitas yang cukup.Perlu diperhatikan bahwa

kapasitas rangkaian banyak tidak sama dengan kelipatan kapasitas

satu rangkaian dan bila dipandang dari segi pembagian beban

diantara rangkaian akan semakin efektif bila jumlah rangkaian

semakin kecil karena efektifitas terbesar diperoleh dengan satu

rangkaian.

Sprocket rantai dibuat dari baja karbon untuk ukuran kecil,

dan besi cor atau baja cor untuk ukuran besar. Pemasangan sprocket

atau rantai secara mendatar adalah yang paling baik. Pemasangan

tegak akan menyebabkan rantai mudah lepas dari sprocket.Baik dari

gambar maupun dari persamaan bahwa makin besar gigi sprocket

makin kecil perbandingan variasi kecepatannya, yang berarti makin

halus jalannya. Rantai kadang-kadang bergetar hebat karena

fluktuasi kecepatan, variasi beban dll.Untuk menghindari hal tersebut

dapat dipakai alat penegang, sprocket pengikut atau peredam dari

karet.

Ditinjau dari perpanjangn rantai karena aus. Sebelum aus,

rantai rol akan mengait pada permukaan dasar kaki gigi. Setelah

terjadi keausan dan perpanjangan, rol akan naik kepuncak gigi. Hal

ini akan membawa akibat buruk pada transmisi terutama jika jumlah

giginya banyak, sehingga rantai dapat terlepas dari sprocket.Batas

Tugas Elmes II Page 12


Laporan pemilihan rantai sepeda

perpanjangan rantai secara empiris sebesar 1 sampai 2 % panjang

mula-mula.Sehingga jumlah gigi dibatasi sampai 114 gigi.

Sebagai pelumas, minyak bermutu baik, seperti minyak

roda gigi yang mengandung ramuan penahan tekanan umum dipakai.

Minyak berat dan gemuk tidak cocok untuk rantai. Dalam gambar

2.6, dapat ditemui viskositas dan cara pelumasanyang cocok. Untuk

kecepatan tinggi, harus dipakai minyak dengan viskositas rendah,

sedangkan viskositas tinggi dipakai untuk temperatur lingkungan

yang tinggi.

Gambar 2.6 Tabel pelumas dan pelumasan (1)

Tugas Elmes II Page 13


Laporan pemilihan rantai sepeda

2.2.2. Rantai Gigi ( Silent Chain )

Bila dingini transmisi dengan kecepatan tinggi lebih dari

1000 m/menit, dapat dipakai rantai gigi, penggunaan jenis rantai ini

diutamakan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi berupa beban

besar, putaran tinggi dan juga tidak berisik, sehingga jenis rantai ini

sering juga disebut Silent Chain.

Rantai ini lebih mahal dari rantai roll, Berbeda dengan

rantai pena, rantai gigi dikonstruksikan tanpa ada pena atau bush

pengait, melainkan bentuk kaitannya berupa celah pada plat yang

tersusun. Fungsi pena pada rantai gigi hanya sebagai pivot, karena

kaitan gigi dilakukan oleh plat, maka untuk menghindari bergesernya

rantai terhadap sprocket dibuat plat pengarah yang pada umumnya

dipasang ditengah, sehingga pada sprocketnya dibuat alur tengah.

Jika diinginkan gigi sprocket penuh, maka plat pengarah dibuat pada

kedua sisi dari rantai gigi.

Selain itu setelah mengait secara meluncur dengan gigi

sprocket yang berprofil involute, mata rantai berputar sebagai satu

benda dengan sprocket. Hal ini berbeda dengan rantai roll dimana

bush mata rantai mengait sprocket pada dasar kaki gigi, dengan cara

kerja diatas, tumbukan pada rantai gigi jauh lebih kecil disbanding

rantai rol. Sambungan kunci bertindak sedemikian rupa sehingga

memeperkecil efek busur, Walaupun demikian perbandingan variasi

kecepatan tidak berubah. Karna hal diatas, maka bunyi tidak akan

bertambah keras sekalipun kecepatan bertambah tinggi. Terhadap

Tugas Elmes II Page 14


Laporan pemilihan rantai sepeda

toleransi pemasangan, rantai gigi tidak memerlukan ketelitian

setinggi pada roda gigi.

2.2.2.1. Rantai Reynolds

Plat mata rantai rangkap banyak dengan profil khusus

dihubungkan dengan pena silindris dengan pena terbelah, dengan

konstruksi seperti ini, maka hubungan mata rantai dapat berputar

dengan penuh sehingga akan mengurangi adanya tumbukan. Rantai

gigi ini relatif lebih mahal dibanding dengan rantai pena (rantai rol),

namun mempunyai kemampuan yang lebih baik serta memerlukan

perawatan yang lebih baik, dalam hal sistem pelumasannya.

Gambar 2.7 Gambar rantai


Reynold (7)

2.2.2.2. Rantai HY-VO

Pada rantai ini terdapat dua buah pena, disebut pena

sambungan kunci yang mempunyai permukaaan yang cembung dan

cekung, dipasang sebagai pengganti pena silinder .pena yang bermata

cekung dipasang pada plat mata rantai, sedangkan yang

berpermukaan cembung saling bersinggungan sambil menggelinding

yang satu pada yang lain.

Tugas Elmes II Page 15


Laporan pemilihan rantai sepeda

Gambar 2.8 Gambar rantai


HY-VO (7)

2.3. Prinsip Kerja Rantai Rol

Prinsip kerja rantai dan sprocket yaitu sprocket dihubungkan dengan

rantai untuk memutar, poros yang menyangga pada roda belakang. Yang

bekerja berdasarkan gerakan hidrolic transmisi dari pinion dan manual dari

gear belakang.

Rol akan memutar bushing yang terpasang ketat pada bagian dalam

pelat penghubung.

Pin akan mencegah plat penghubung bagian luar berputar dengan

pemasangan yang sangat ketat.

Rantai akan mengait pada gigi sprocket dan meneruskan daya tanpa

slip dan menjamin perbandingan putaran yang tetap.

Tugas Elmes II Page 16


Laporan pemilihan rantai sepeda

2.4. Keuntungan dan Kekurangan Transmisi Rantai

Keuntungan :

1. Mampu meneruskan daya besar karena kekuatannya yang

besar.

2. Tidak memerlukan tegangan awal.

3. Keausan kecil pada bantalan.

4. Mudah memasangnya.

Kekurangan :

1. Biaya produksi rantai relatif tinggi.

2. Dibutuhkan pemilihan rantai dengan cermat dan akurat.

3. Variasai kecepatan yang tidak dapat dihindari karena lintasan

busur pada sprocket yang mengait mata rantai.

Gambar 2.9 Variabel


kecepatan rantai rol (1)

Tugas Elmes II Page 17


Laporan pemilihan rantai sepeda

2.5. Ukuran Rantai Rol

Tata cara pemilihan rantai dapat diuraikan menurut Gambar 2.5 dan Gambar

2.10. Daya yang ditransmisikan ( kW ) , putaran poros penggerak dan yang

digerakan ( rpm ) , dan jarak sumbu poros kira-kira ( mm ) , diberikan

lebih dahulu. Berikut adalah gambar tabel ukuran rantai :

Gambar 2.10 Gambar Tabel ukuran rantai rol (1)

Tugas Elmes II Page 18


Laporan pemilihan rantai sepeda

Gambar 2.10 Gambar Tabel ukuran rantai rol (1)

2.6. Persamaan yang Digunakan

2.6.1. Persamaan pada Poros


Jika P adalah daya nominal output dari motor penggerak maka

berbagai macam factor keamanan biasanya dapat diambil dalam

perencanaan, sehingga koreksi pertama dapat diambil kecil. Jika

factor koreksi adalah f c (Gambar 2.11) maka daya rencana

Pd (kW ) sebagai patokan adalah

Pd =f c P(kW ) . . . . . . . . . . . . (1)

Tugas Elmes II Page 19


Laporan pemilihan rantai sepeda

Gambar 2.11 Tabel Faktor-


Faktor Koreksi (1)

Dimana :

Pd : Daya rencana (kW )

f c: Faktor koreksi

P: Daya (kW )

JIka daya diberikan dalam daya kuda (PS), maka harus dikalikan

0,735 untuk mendapatkan daya dalam kW.

Jika momen punter (disebut juga sebagai momen rencana) adalah

T ( kg mm ) maka

Pd
T =9,74 105 . . . . . . . . . . . . (2)
n1

Dimana :

T: Momen rencana (kg mm)

n: Putaran (rpm)

Harga 6,0 untuk bahan S-C dengan pengaruh masa, dan baja paduan

dinyatakan dengan S f 1 . Selanjutnya apakah sebuah poros akan

diberi alur pasak atau dibuat bertangga, karena pengaruh konsentrasi

tegangan cukup besar dinyatakan sebagai Sf2 dengan harga

sebesar 1,3 saampai 3,0.

Tugas Elmes II Page 20


Laporan pemilihan rantai sepeda

Dari hal-hal diatas maka besarnya a dihitung dengan :

Sf
( 1 Sf 2) . . . . . . . . . . . . (3)
a= B /

Dimana :

a : Tegangan geser ( kg /mm2

B : Kekuatan tarik kg /mm2

Sf 1 dan Sf 2 : Faktor keamanan

Faktor koreksi untuk tumbukan dinyatakan dalam Kt dipilih

sebesar 1,0 jika dikenanakan beban secara halus, 1,0-1,5 jika terjadi

sedikit kejuatan, dan 1,5-3,0 jika beban dikenakan dengan tumbukan

besar.

Jika akan diperkirakan terjadi pemakain dengan beban lentur maka

dapat dipertimbangkan pemakaian factor Cb yang harganya

antara 1,2 sampai 2,3. Jika diperkirakan tidak akan terjadi

pembebanan lentur maka Cb = 1,0.

Dari persamman di atas diperoleh rumus untuk menghitung

diameter poros d s (mm) sebagai:

1/ 3
5,1
ds= (
a
K t C b T ) . . . . . . . . . . . . (4)

Tugas Elmes II Page 21


Laporan pemilihan rantai sepeda

2.6.1.1 Bahan Poros

Pada perancangan ataupun pemilihan harus ditentukan bahan

poros yang ingin digunakan. Pemilihan bahan ini berdasarkan

kebutuhan atau keputusan dari perancang.

Gambar 2.12 Tabel Bahan Poros (1)

Tugas Elmes II Page 22


Laporan pemilihan rantai sepeda

2.6.2 Persamaan Sprocket dan Rantai

Dalam pemilihan harus memperhitungkan sprocket yang

digunakan. Diameter lingkaran jarak bagi d p dan D p ( mm ) , diameter

luar d k dan Dk ( mm ) , untuk kedua sprocket dapat dihitung dengan

rumus :

Diameter lingkaran jarak bagi

d p= p /sin ( 180 / z 1) . . . . . . . . . . . . (5)


D p= p /sin ( 180 / z2 ) . . . . . . . . . . . . (5)
Diameter luar

d k ={0,6+cot (180 /z 1 )} p . . . . . . . . . . . . (6)


Dk ={0,6+cot (180 /z 2 )} p . . . . . . . . . . . . (6)

Pada transmisi rantai terdapat naf sehingga diameter naf perlu

dihitung, jika jarak bagi rantai dan jumlah gigi sprocket diketahui,

diameter naf maksimum dapat dihitung dengan rumus di bawah ini.

d B Max =p {cot (180 /z 1)1}0,76 . . . . . . . . . . . . (7)

DB Max =p {cot( 180/ z 2)1}0,76 . . . . . . . . . . . . (7)

Jarak sumbu poros pada dasarnya dapat dibuat sependek mungkin

sampai gigi kedua sprocket hampir bersentuhan. Tetapi, jarak yang

ideal adalah antara 30 sampai 50 kali jarak bagi rantai.Untuk beban

yang berfluktuasi, jarak tersebut harus dikurangi sampai lebih kecil

dari pada 20 kali jarak bagi rantai. Setelah jumlah gigi sprocket dan

jarak sumbu poros ditentukan , panjang rantai yang diperlukan dapat

dihitung dengan rumus di bawah ini :

Tugas Elmes II Page 23


Laporan pemilihan rantai sepeda
2

z +z C
L p= 1 2 + 2 +
z 2z 1
6,28 [ ] . . . . . . . . . . . . (8)
2 p C/p

Dimana :

L p : Panjang rantai, dinyatakan dalam jumlah mata rantai..

z 1 : Jumlah gigi sprocket kecil.

z 2: Jumlah gigi sprocket besar.

C : Jarak sumbu poros, dinyatakan dalam jumlah mata rantai.

Jika jumlah mata rantai dan jumlah gigi sprocket sudah lebih

ditentukan , maka jarak sumbu poros dapat dihitung dengan rumus-

rumus di bawah ini :

z 2z 1 2
z 1+ z 2 2
L ( 2
)
2
9,86

z +z . . . . (9)
(
L 1 2 +
2 )
1
C p =
4
C=C p p . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

(10)

Kecepatan rantai v ( m/s ) dapat dihitung dari :

p z 1 n1
v= . . . . . . . . . . . (11)
1000 60

Di mana :

p: Jarak bagi rantai ( mm ) .

Tugas Elmes II Page 24


Laporan pemilihan rantai sepeda

z 1 : Jumlah gigi sprocket kecil, dalam hal reduksi putaran.

n1 : Putaran sprocket kecil, dalam hal reduksi putaran.

Beban yang bekerja pada satu rantai F ( kg ) dapat dihitung

seperti pada sabuk dengan rumus :

102 Pd
F= ( kg ) . . . . . . . (12)
v

BAB III

PERHITUNGAN RANTAI SEPEDA

3.1. Data yang diperoleh

Asumsi :

30000
Kecepatan sepeda 30 km/ jam 8,3 m/s
3600

Berat max orang 90 kg

C 43,75 cm 437,5 m

Data :

Jari-jari ban 34 cm

Jarak pedal 18 cm

Jari-jari sprocket besar r 1=52 mm

Jari-jari sprocket kecil r 2=72,5 mm

Tugas Elmes II Page 25


Laporan pemilihan rantai sepeda

3.2. A. Menghitung putaran sprocket kecil

r Ban=34 cm 0,34 m

Maka :

V 1 r Ban

V
1 =
r Ban

8,3 rad
1 = =24,41
0,34 s

n1
n1 pada sprocket kecil 1 =
30

30 24,41 30
n1=1 = =233,2 rpm
3,14

Dimana :

V: Kecepatan sepeda (m/s)

1 : Kecepatan sudut sprocket belakang ( rad /s )

n1 : Putaran sprocket belakang rpm )


B. Menghitung putaran sprocket besar

Diketahui :

r 1=52 mm

r 2=72,5 mm

Sehingga :

` V 1=V 2

1 r 1 =2 r 2

24,41 52= 2 72,5

Tugas Elmes II Page 26


Laporan pemilihan rantai sepeda

1269,32= 2 72,5

rad
2 =1269,32 72,5=17,50
s

Maka:

n2
2 =
30

n2
17,50=
30

17,50 30
n2=
3,14

n2=167,27 rpm

n1 233,2
i= = =1,394
n2 167,27

Dimana :

V 1 : Kecepatan Sprocket belakang (m/s)

V 2 : Kecepatan Sprocket depan (m/s)

2 : Kecepatan sudut Sprocket depan ( rad /s )

r 1 : Jari-jari sprocket besar (mm)

r 2 : Jari-jari sprocket kecil (mm)

n2 : Putaran sprocket besar (rpm)

i: Reduksi putaran.

C. Mencari Torsi Kayuhan

Berat orang 90 kg

Jarak pedal 18 cm=0,18 m

Tugas Elmes II Page 27


Laporan pemilihan rantai sepeda

9,81 m
T =0,18 m 90 kg =158,92 Nm
s2

D. Mencari Daya

N
T =k
n

n
N=T
k

158,92 167,27
N= =2,78
9549

E. Daya Rencana

fc=1,4 ( Daya Normal )

Pd =1,4 2,78=3,89 kW

F. Momen Rencana

T =9,74 105 ( Pdn )


3,89
T 1 =9,74 10 5 ( 233,2 )=16247,2 kg mm
3,89
T 2 =9,74 10 5 ( 167,27 )=22651,1kg mm
G. Diameter Poros
2
Bahan Poros dipilih SNC22 ( B=100 kg /mm )

Sf 1 =6 dan Sf 2 =2

Sf
2
( 1 Sf 2)=100 /(6 2)=8,3 kg/mm
a = B /

Tugas Elmes II Page 28


Laporan pemilihan rantai sepeda

Untuk tumbukan

K t =1,5

Untuk lenturan

Cb =1,2

Maka diameter poros :


1/ 3
5,1
ds= ( a
K t C b T )
1
d s 1= { 5,1
8,3 }
1,5 1,216247,2 3 =26,10 27 mm

1
d s 2=
5,1
8,3{ }
1,5 1,2 22651,1 3 =29,16 30 mm

H. Perhitungan Sprocket dan Rantai

Dipilih nomor rantai 50 dengan rangkaian tunggal

p=15,875 mm , F B=3200 kg , F u=520 kg

Harga z 1=15

Maka z 2=15 i 15 1,394=20,91 21

d p= p /sin ( 180 / z 1)

d p=15,875 /sin ( 180 /15)=76,36 mm

D p= p /sin ( 180 / z2 )

D p=15,875 /sin ( 180 /21)=106,6 mm

d k ={0,6+cot (180 /z 1 )} p

d k ={0,6+cot (180 /15)}15,875=84,22 mm

D k ={0,6+cot (180 /z 2 )} p

Dk ={0,6+cot (180 /21)}15,875=114,84 mm

Tugas Elmes II Page 29


Laporan pemilihan rantai sepeda

d B Max =p {cot (180 /z 1)1}0,76

d B Max =15,875 {cot (180 /15)1 }0,76=58,05 mm

DB Max =p {cot(180 / z 2)1}0,76

DB Max =15,875 {cot (180 /21)1 }0,76=88,68 mm

p z 1 n1 15,875 15 233,2
v= = =0,92 m/ s
1000 60 60000

Pengecekan

C ( d +2D )=437,5( 84,22+114,84


k k
2 )=337,97>0 baik
102 Pd 102 3,89
F= = =431,28 kg
v 0,92

F B 3200
Sf = = =7,42
F 431,28

Pengecekan

6<7,42 baik

431,28 kg <520 kg ( baik )

Akhirnya dipilih rantai No.50, rangkain tunggal.


2

z +z C
L p= 1 2 + 2 +
[
z 2z 1
6,28 ]
2 p C/p
2

L p=
15+21
+2
437,5
+
[
2115
6,28 ]
2 15,875 437,5/15,875

L p=18+55,12+0,033=73,16 74

L=74, No.50

Tugas Elmes II Page 30


Laporan pemilihan rantai sepeda

z 2z 1 2
z1 + z2 2
( 74
2 )
2
9,86

z +z
(
74 1 2 +
2 )
1
C p=
4
2
2115
15+ 21 2 2
( 74
2
)
9,86

15+21
(
74
2
+ )
1
C p=
4

27,98

C=C p p

C=27,98 15,875=444,23 mm

I. Rantai yang Dipilih

Cara pelumasan tetes.

Nomor rantai No 50 , rangkain tunggal , 74 mata rantai.

Jumlah gigi sprocket 15 dan 21.

Diameter poros 27 dan 30 ( mm )

Pelumasan Pelumasantetes dengan SAE 20

Bahan poros=SNC 22

BAB IV

Tugas Elmes II Page 31


Laporan pemilihan rantai sepeda

ANALISA

1. Jarak C yang diasumsikan adalah 43,75 cm namun pada perhitungan

diperoleh 44,42 cm
2. Faktor keamanan yang diperoleh dari perhitungan adalah 7,42 6

sehingga baik digunakan.


3. Nomor Rantai yang dipakai adalah no 50 Beban maxsimum yang diizinkan

adalah 520 kg sedangkan yang terjadi adalah 431,28 kg sehingga

baik digunakan.

BAB V

KESIMPULAN

Tugas Elmes II Page 32


Laporan pemilihan rantai sepeda

Dalam analisis rantai sepeda dengan bahan SNC 22 secara perhitungan

dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Nomor rantai No.50 dengan 74 mata rantai


2. Diameter poros belakang adalah 27 mm
3. Diameter poros depan adalah 30 mm
4. Jumlah gigi sprocket adalah 15 dan 21
5. Pelumasan tetes dengan SAE20

DAFTAR PUSTAKA
1. Suga Kiyokatsu & Sularso, Dasar perencanaan Dan Pemilihan Elemen
Mesin. Pradnya Paramitha : Jakarta, 1997
2. Niemann, Gustav. Machine Elements Volume 2 (Gears). Springer-Verlag;
1978, New York
3. Joseph E. Shigley (Gandhi Harahap M.ENG), Perencanaan Teknik Mesin,

edisi keempat, Jakarta, Erlangga 1995


4. http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Bahan%20Ajar%20Motor

%20dan%20Tenaga%20Pertanian/sistem%20transmisi%20tenaga-1.htm

Tugas Elmes II Page 33


Laporan pemilihan rantai sepeda

5. http://teknikdesaindanmanufaktur.blogspot.nl/2014/10/kuliah-elemen-

mesin-transmisi-rantai.html
6. http://id.scribd.com/doc/47730081/ELEMEN-MESIN-RANTAI
7. http://id.scribd.com/doc/166210697/BAB-II-Landasan-Teori-

Rantai#scribd
8. https://wijangprabowo.wordpress.com/2008/08/24/roller-chain/

Tugas Elmes II Page 34