Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PIJAT BAYI

1. Latar Belakang
Menurut Roesli (dalam Prasetyono,2013) menyatakan bahwa pijat bayi
adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dikenal sejak awal
manusia diciptakan di dunia serta telah dipraktikkan sejak berabad-abad tahun
silam secara turun-menurun oleh dukun bayi. Yang disebut bayi adalah anak
yang berumur 0-12 bulan.
Pijat bayi adalah terapi sentuhan tertua dan terpopuler yang dikenal
manusia, yang juga merupakan seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang
dipraktikkan sejak berabad-abad silam (Prasetyono,2013).
Berdasarkan dari pengamatan, presentase insidensi perawatan bayi
tentang pentingnya pijat bayi cukup banyak. Setelah dilakukan survey ternyata
penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan bayi
terutama pentingnya pijat bayi.
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 900/MENKES/SK/VII/2002
tentang Registrasi dan Praktek Bidan menyebutkan bahwa bidan berwenang
memantau tumbuh kembang bayi melalui deteksi dini dan stimulasi tumbuh
kembang. Salah satu bentuk stimulasi yang selama ini dilakukan oleh
masyarakat adalah dengan pijat bayi (Prasetyono,2013).
Ilmu kesehatan modern telah membuktikan secara ilmiah bahwa terapi
sentuhan dan pijat pada bayi mempunyai banyak manfaat, terutama bila
dilakukan sendiri oleh orang tua bayi. Penelitian tentang pengaruh pijat bayi
terhadap kenaikan berat badan bayi memperoleh hasil bahwa pada kelompok
control kenaikan berat badan sebesar 6,16%, sedangkan pada kelompok yang
dipijat 9,44% (Dasuki,2003). . Penelitian Cynthia Mersmann membuktikan
bila bayi dipijat, produksi ASI perah ibunya akan lebih banyak. Jadi pijat dapat
meningkatkan lamanya pemberian ASI eksklusif oleh ibu bekerja. Pijat bati
dipercaya dapat meningkatkan stimulus otaknya, membantu pertumbuhannya,
memperlancar system pencernaannya, bahkan membantu system kekebalan
tubuhnya. Juga dapat membina hubungan antara ibu dengan bayinya. Dewasa ini
penelitian di Australia yang diungkapkan oleh Lana Kristiane F.Flores
membuktikan bahwa bayi yang dipijat oleh orang tuanyaakan mempunyai
kecenderungan peningkatan berat badan , hubungan emosional, dan social yang
lebih baik. (Roesli,2001). Namun, ilmu kedokteran tentang pijat bayi masih
belum banyak diketahui oleh masyarakat.
Di Indonesia pelaksanaan pijat bayi di masyarakat desa masih dipegang
peranannya oleh dukun bayi. Selama ini, pemijatan tidak hanya dilakukan bila
bayi sehat, tetapi juga pada bayi sakit atau rewel dan sudah menjadi rutinitas
perawatan bayi setelah lahir (Sari,2004).
2. Sasaran : Ibu yang mempunyai bayi umur 0 sampai 12 bulan
3. Waktu : 15 menit
4. Hari/Tanggal : Selasa/4 April 2017
5. Tujuan Penyuluhan
a. Tujuan Instruksional Umum/ TIU
Setelah mendapat penyuluhan selama 1x menit, ibu yang mempunyai bayi
umur 0-12 bulan mengetahui tentang pijat bayi, klien dapat memahami dan
mengerti manfaat dari pijat bayi dan dapat melakukan tekhnik pijat bayi
secara baik dan benar.
b. Tujuan Instruksional Khusus/ TIK
Setelah dilakukan penyuluhan selama 1x menit, diharapkan ibu yang
mempunyai bayi umur 0-12 bulan mampu:
1) Ibu yang mempunyai bayi mampu menjelaskan pengertian pijat bayi
2) Ibu yang mempunyai bayi mampu menjelaskan manfaat pijat bayi
3) Ibu yang mempunyai bayi mampu menjelaskan persiapan memijat bayi
mencakup waktu yang tepat dan peralatannya
4) Ibu yang mempunyai bayi mampu menyebutkan teknik memijat bayi
5) Ibu yang mempunyai bayi mampu menyebutkan hal yang boleh dan tidak
boleh dilakukan pada saat memijat bayi
6. Kegiatan
a. Rencana Kegiatan
No Kegiatan Penyuluhan Peserta Waktu
1 Pendahuluan a. Salam pembukaan a. Menjawab salam 1 menit
b. Memperkenalkan b. Mendengarkan
diri pada keluarga c. Mendengarkan
c. Menanyakan nama d. Mendengarkan
klien, nama bayi,
dan umur bayi
d. Menyampaikan
maksud dan tujuan
2 Pelaksanaan a. Melaksanakan a. Memperhatikan dan 13 menit
prosedur tentang mempraktekkan
pemijatan pada bayi prosedur pemijatan
pada bayi

3 Penutup a. Evaluasi a. Menjawab 1


b. Memberi salam pertanyaan menit
b. Menjawab salam

b.Tahap Kegiatan

Sebelum saya melakukan terapi pemijatan pada bayi, saya memperkenalkan diri
terlebih dahulu dengan klien/ ibu bayi. Setelah itu saya lanjutkan dengan menanyakan
nama ibu, nama bayi dan umur bayi.

Saya: Selamat pagi ibu, perkenalkan saya Cesia dari mahasiswa Poltekkes Denpasar
Jurusan keperawatan. Kalau boleh tahu, nama ibu siapa?

Klien: Yanik

Saya: Kalau nama bayinya siapa bu?


Klien: Adista

Saya: Berapa umurnya?

Klien: 3 setengah bulan

Kemudian, saya lanjutkan dengan menjelaskan manfaat dan tujuan saya datang kesini
untuk melakukan pemijatan pada bayi, sekaligus bisa memperhatikan bagaimana cara
pemijatan pada bayi.

Saya: baik, tujuan saya datang kesini yaitu untuk melakukan terapi pemijatan pada bayi
ibu dan sekaligus ibu bisa memperhatikan bagaimana cara/tekhnik dalam pemijatan
pada bayi. Sebelumnya apakah ibu bersedia? Ada yang ditanyakan lagi?

Klien: saya bersedia

Saya: apakah sebelumnya ibu sudah tahu apa saja manfaat dari pemijatan pada bayi ?

Klien: belum

Saya: tentunya banyak ya bu manfaat dari pemijatan pada bayi, yaitu salah satunya
untuk meningkatkan daya tahan tubuh, untuk melenturkan otot bayi, dan untuk
meningkatkan nafsu makan pada bayi. Apakah ada yang ibu tanyakan lagi?

Klien: kalau misalnya pas batuk pilek itu bisa dipijat gak?

Saya: tentu saja bisa bu, nanti ada cara tahapan/tekhniknya agar bayi tidak terus-terusan
pilek

Klien: oooo iyaiya

Saya: baik langsung saja bu ya saya pijat bayinya, ibu bisa bantu dalam membuka
bajunya bu?

Klien: iyaaa bisa

Setelah orientasi selesai, saya kemudian mempersiapkan diri untuk melakukan


pemijatan pada bayi, terlebih dahulu saya menyiapkan alat dan bahan yang akan
digunakan seperti perlak, minyak baby oil/minyak-minyak yang lainnya, antis untuk
cuci tangan. Setelah itu saya memulai pemijatan pada bayi sesuai dengan prosedur yang
telah diajarkan. Pada saat memulai pemijatan bayi tampak tenang tetapi kaki dan tangan
bayi terus bergerak sehingga saya kesulitan untuk memijatnya dan bayi selalu
memposisikan badannya tengkurap. Berkat bantuan ibu posisi bayi bisa kembali seperti
semula.

Setelah selesai melakukan pemijatan, saya lalu mengevaluasi dari kegiatam


pemijatan pada bayi kepada ibunya dan menutup kegiatan yang saya lakukan.

Saya: baik, karena pemijatannya sudah selesai, mungkin ibu bisa langsung
memandikannya. Tetapi sebelumnya, saya mau mengevaluasi dari pemijatan tadi bu ya

Klien: iyaaa

Saya: bagaimana perasaan ibu setelah bayinya dipijat? Apakah ibu sudah memahami
seluruh pemijatannya?

Klien: sudah

Saya: saya akan mau bertanya lagi, coba ibu sebutkan tekhnik-tekhnik dari pemijatan
pada bayi?

Klien: pertama memeras, menggulung, gerakan i love you

Saya: baik terimakasih karena ibu sudah bisa menyebutkan dan menjelaskan tentang
tekhnik pemijatan pada bayi tadi, mungkin ibu bisa melakukan pemijatannya setiap hari
bu ya.

Klien: iya

Saya: baik bu, terimaksih karena sudah mau mempercayai saya untuk memijat bayi ibu
dna terimakasih juga sudah memperhatikan dalam proses pemijatan pada bayi ibu.
Selamat pagiii

Klien: iya sama-sama. Selamat pagi


7. Metode : praktek
8. Media : perlak, minyak, antis
9. Evaluasi :
- Struktur :
a. penyuluh dapat memberikan penyuluhan dengan baik
b. media dan alat memadai
c. setting sesuai dengan kegiatan
- Proses :
a. Pelaksanaan sesuai dengan alokasi waktu
b. Peserta mengikuti dengan aktif kegiatan penyuluhan
c. Peserta menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti pada saat diskusi
- Hasil :
a. Peserta dapat menjelaskan kembali pengertian dari pijat bayi
b. Peserta dapat menjelaskan manfaat dari pemijatan pada bayi
c. Peserta dapat menjelaskan persiapan dalam pemiijatan bayi
d. Peserta dapat menjelaskan tekhnik pemijatan bayi
e. Peserta dapat menjelaskan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan
dalam pemijatan pada bayi

10. Daftar Pustaka


Maharani, Sabrina,2009. Pijat dan Senam Sehat Untuk bayi. Jogjakarta: Kata
Hati.

Putri, Alissa, 2009. Pijat dan Senam Untuk Bayi dan Balita Panduan Praktis
Memijat Bayi dan Balita. Yogyakarta: Brilliant Offset.

Prasetyono. 2013. Buku Pintar Pijat Bayi. Jogjakarta: BukuBiru

Roesti, Utami. 2004. Bayi segat berkat Asi Ekskisif. PT. Elex Media
Komputindo, Keluarga Gramedia. Jakarta
Lampiran materi I

1. Pengertian Pijat bayi


Menurut Roesli (dalam Prasetyono,2013) menyatakan bahwa pijat bayi
adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dikenal sejak awal
manusia diciptakan di dunia serta telah dipraktikkan sejak berabad-abad tahun
silam secara turun-menurun oleh dukun bayi. Yang disebut bayi adalah anak
yang berumur 0-12 bulan.

Pijat bayi adalah terapi sentuhan tertua dan terpopuler yang dikenal
manusia, yang juga merupakan seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang
dipraktikkan sejak berabad-abad silam (Prasetyono,2013).

1. Manfaat pijat bayi


a. Membuat Bayi Semakin Tenang
b. Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi
c. Meningkatkan efektivitas istirahat (Tidur) bayi
d. Meningkatkan konsentrasi bayi
e. Meningkatkan daya tahan tubuh
f. Meningkatkan produksi ASI
g. Meningkatkan gerak peristaltik untuk pencernaan
h. Menstimulasi Aktivitas nervus vagus untuk perbaikan pernafasan
i. Mengembangkan komunikasi
j. Mengurangi rasa sakit
k. Mengurangi nyeri
2. Persiapan memijat bayi
Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemijatan pada bayi
yaitu sebagai berikut:
a. Waktu yang tepat
1) Pagi hari
2) Malam hari
3) Tangan yang aman untuk memijat
4) Ruang yang aman
b. Peralatan yang dibutuhkan sebelum melakukan pemijatan antara lain :
1) Alas yang empuk dan lembut
2) Handuk atau lap, popok dan baju ganti
3) Minyak untuk memijat
3. Tekhnik memijat bayi
Berikut beberapa pedoman teknik pemijatan bayi yang dapat dipergunakan
sebagai dasar pijat bayi. Setiap gerakan yang diberiakan pada masing-masing
teknik dapat diulang sebanyak lima sampai enam kali tergantung kebutuhan,
yaitu:
a. Kaki
Manfaat: Bagi bayi yang sedang belajar berjalan, pijatan di bagian ini
berguna untuk menguatkan otot dan saraf motorik di bagian kaki. Selain itu,
pijat kaki juga bisa meredakan rasa pegal usai bayi belajar berjalan.
1. Memerah susu
Dalam teknik ini, peganglah kaki bayi pada pergelangan kaki seperti
memegang tongkat pemukul. Kemudian gerakan tangan ke pergelangan
kaki secara bergantian seperti memerah susu. Atau, dengan arah yang
sama, gunakan kedua tangan secara bersamaan mulai dari pangkal paha
sampai ujung tumit dengan gerakan memeras, memijat dan memutar
kedua kaki bayi secara lembut (Prasetyono, 2013).
2. Memutar
Dalam teknik ini, peganglah kaki bayi pada pergelangan kaki,
kemudian gerakan tangan menuju ke ujung tumit secara bergantian.
Atau dengan arah yang sama, gunakan kedua tangan secara bersamaan
mulai dari pangkal paha sampai ke ujung tumit dengan gerakan memutar.
3. Menggulung
Dalam teknik ini, peganglah kaki bayi pada pergelangan kaki,
kemudian gerakan tangan menuju ke ujung tumit secara bergantian.
Atau dengan arah yang sama, gunakan kedua tangan secara bersamaan
mulai dari pangkal paha sampai ke ujung tumit dengan gerakan
menggulung seperti mengusap tangan.
4. Punggung kaki
Gunakan kedua ibu jari untuk membuat lingkaran disekitar kedua
mata kaki sebelah dalam dan luar. Kemudian urutlah dengan lembut
seluruh punggung kaki dengan kedua ibu jari secara bergantian dari
pergelangan kaki ke arah jari. Teknik lain yakni dengan membuat
gerakan yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu
jari secara bersamaan dari daerah mata ke jari kaki (Prasetyono, 2013).
4. Telapak kaki
Untuk memijat telapak kaki bayi,caranya yakni tidak dipijat-pijat
tetapi diurut menggunakan ibu jari secara bersamaan pada seluruh
permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari-jari (Prasetyono, 2013).
5. Jari kaki
Ingat bahwa tulang pada ruas jari kaki bayi masih belum kuat,
karena itu pijatan tidak perlu disertai dengan penekanan. Pijatlah dengan
lembut jari-jari kaki satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi
telapak kaki dan akhiri dengan tarikan lembut pada setiap ujung
jari (Prasetyono, 2013).

b. Perut
Untuk pemijatan di daerah perut, hindari pemijatan pada tulang rusuk. Selain
itu, jangan lakukan pemijatan pada bagian perut ini setelah selesai makan.
Manfaat : membantu bayi yang sulit buang air besar dan mengatasi perut
kembung.
1. Mengayuh sepeda
Pemijatan perut ini dilakukan dengan menggerakkan kedua
tangan keatas dan kebawah secara bergantian seperti mengayuh pedal
sepeda. Arah pijatan dimulai dari atas kebawah perut. Gunakan kekuatan
telapak tangan pinggir di bawah kelingking.
2. Bulan matahari
Disebut gerakan bulan - matahari karena gerakan yang harus
dibentuk adalah membuat lingkaran dengan ujung-ujung jari tangan
mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) sesuai arah
jarum jam, kemudian kembali ke arah kanan bawah (seperti bentuk
bulan) diikuti oleh tangan kiri yang selalu membuat bulatan penuh
(seperti bentuk matahari). Lakukan kedua gerakan ini secara bersamaan
dengan tangan kiri membuat gerakan lingkaran penuh dan tangan kanan
membuat setengah lingkaran (Prasetyono, 2013).
3. Gerakan I love you
Posisikan bayi terlentang dengan bertelanjang dada. Gerakan
pertama membentuk huruf I dengan melakukan usapan mulai dri dada
kiri atas turun sampai kerusuk kiri. Gerakan kedua, bentuk huruf L
dengan melakukan usapan mulai dari dada kanan atas turun ke rusuk atas
lalu disambung rusuk kiri. Gerakan ketiga, bentuk huruf J dengan
usapan dari dada kanan atas turun kerusuk kanan, disambung sampai
rusuk kiri lalu diteruskan ke dada kiri atas.
Hati-hati jika melakukan pemijatan pada daerah dada dan perut.
Jangan sampai terlalu menekan ke perut. Beberapa dokter tidak
menyarankan pemijatan pada bagian perut, karena bisa mengganggu
organ dalam bayi. Perhatikan juga reaksi yang timbul selama proses. Jika
bayi tampak gelisah, berusahalah memalingkan kepala, memukul jidat,
meringis kesakitan, berontak bahkan menangis, sebaiknya hentikan dulu.
Mungkin dia sedang tidak nyaman karena tekanan yang terlalu kuat atau
sebab lain (Prasetyono, 2013).
4. Gerakan jari berjalan/menggelitik
Dikatakan dengan gerakan jari berjalan karena penekanan
bertumpuk pada pergerakan kelima ujung jari. Namun demikian,
penekanan jari perut dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati. Jangan
menekan perut dengan jari-jari terlalu keras karena akan menimbulkan
rasa sakit dan mungkin berbahaya sekali bila mengenai tulang rusuknya.
Berikut cara memijat dengan teknik jari berjalan pada perut.
Letakkan ujung-ujung jari pada pada perut bayi bagian kanan
bawah dan buatlah gerakan dengan tekanan sesuai arah jarum jam dari
kiri bawah guna memindahkan gelembung-gelembung udara yang
terselip di balik kulit. (Prasetyono, 2013).

c. Dada
Manfaat : membantu pernapasan bayi, terutama jika bayi sedang flu atau
batuk
1. Gerakan jantung besar
Teknik ini yaitu dengan membuat gerakan yang membentuk gambar
jantung dengan meletakkan ujung-ujung jari kedua tangan anda di ulu
hati, setelah itu, gerakkan tangan ke atas tulang selangka dan berakhir ke
posisi semula dibawah ulu hati. Gerakan tadi seolah membuat gambar
jantung (Prasetyono, 2013).
2. Gerakan menyilang
Gerakan menyilang dimulai dari tangan kanan yang memijat
menyilang dari ulu hati kearah bahu kiri dan kembali ke arah ulu hati
(Prasetyono, 2013).

d. Ketiak
Ketiak dipijat kalau tidak ada pembesaran kelenjar getah bening,
sebelum memulai pemijatan di ketiak raba terlebih dahulu ketiak bayi
apakah ada benjolan atau tidak. Kalau tidak ada benjolan pada ketiak, bayi
boleh dipijat. Gerakan memijat ketiak ini, pertama angkat tangan bayi
dengan salah satu tangan anda. Kemudian, letakkan empat jari di bawah
ketiak bayi dan ibu jari berada diatas ketiak bayi, buatlah gerakan memijat
pada wilayah ini, dengan memijat naik turun disekitar ketiak.
e. Tangan
Manfaat : Gerakan ini memperlancar peredaran darah dan merangsang otot
serta saraf motorik tangan bayi.
Gerakan pemijatan pada tangan bayi sama seperti pemijatan pada kaki bayi
yaitu:
1. Memerah
2. Memutar
3. Menggulung
4. Punggung tangan
5. Telapak tangan
6. Jari-jari tangan

f. Wajah
Manfaat: Gerakan menekan wajah dan kepala bayi akan menghindarkannya
dari potensi kerusakan saraf wajah, membangun kemampuan otot leher
untuk menoleh ke kiri dan kanan, dan memperkuat otot tengkuk. Setiap
sentuhan ibu juga akan membangun stimulus bagi kelancaran sensor saraf
penglihatan, pendengaran, dan penciuman serta membantu bayi mengelola
otot sekitar mulut agar kemampuan bicaranya cepat berkembang.
1) Menyetrika dahi
jari tangan kanan kiri dibawah kepala dan 2 ibu jari berada di dahi bayi
dan lakukan gerakan ibu jari ke samping sampai di pelipis.
2) Diatas alis
Memijat bagian atas alis mata caranya ialah dengan meletakkan kedua
ibu jari anda diantara kedua alis mata. Lalu, pijat bagian ataas mataa/alis
mulai dari tengan kesamping searah dengan bulu rambut alis
(Prasetyono, 2013).
3) Selusuri hidung tulang pipi sampai ke depan telinga
4) Jika bayi pilek lakukan pemijatan dengan sedikit penekanan pada daerah
hidug dari atas ke bawah hidung
5) Pijat senyum satu atau dibagian bibir atas bayi, buatlah bayi tersenyum
dengan menggerakkan ibu jari tangan kesamping sampai dengan telinga.
Kemudian di bibir bawah/dagu lakukan pemijatan dari bawah keatas
sampai ke tulang pipi
6) Selusuri belakang telinga sampai di ujung dagu bayi
g. Punggung
Manfaat: Tubuh bayi, terutama punggung, akan terasa pegal saat ia terlalu
lama digendong atau tidur di kasur dalam posisi yang sama selama beberapa
waktu. Pijat ini bermanfaat untuk merelaksasi punggungnya dan
menghindari perkembangan tulang belakang bayi yang tidak sempurna.
1) Menyetrika punggung
Tangan kanan menahan pantat bayi dan tangan kiri melakukan gerakan
pemijatan seperti menyetrika dari atas ke bawah sampai diatas pantat.
2) Gerakan lingkaran-lingkaran kecil
Gerakan linkaran-lingkaran kecil dilakukan disepanjang tulang belakang
bayi menggunakan kedua tangan dari bawah(atas pantat bayi) sampai ke
bahu. Dan akhiri dengan gerakan menyapu seluruh punggung bayi.

5. Hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan


1) Hal yang boleh dilakukan saat melakukan pemijatan pada bayi yaitu:
- Terus melakukan kontak mata dengan bayi anda.
- Nyanyikan lagu atau putarkan musik lembut untuk membantu anda dan
bayi akan merasa rileks.
- Mulailah dengan sentuhan ringan dan perlahan, tingkatkan tekanan
pijatan saat anda semakin yakin dan bayi anda terbiasa dipijat.
- Perhatikan isyarat yang ditunjukkan bayi anda. Jika ia menangis keras,
hentikan pijatan. Mungkin bayi anda ingin digendong, disusui atau
mengantuk.
- Jika anda menggunakan baby oil, mandikan bayi anda setelah dipijat.
- Jauhkan baby oil dari mata bayi anda.
- Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan keterangan lebih
lanjut mengenai pemijatan bayi.
2) Hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan pemijatan pada bayi yaitu:
- Memijat bayi tidak lama setelah ia makan/minum susu.
- Membangunkan bayi anda untuk dipijat.
- Memijat bayi anda dalam keadaan sakit.
- Memijat bayi anda dengan paksa.
- Memaksa posisi saat memijat bayi anda
STRATEGI PELAKSANAAN

PIJAT BAYI

Orientasi
- Salam terapeutik

Selamat pagi ibu, perkenalkan saya Cesia mahasiswa dari Poltekkes


Denpasar Jurusan Keperawatan. Kalau boleh tahu nama ibu siapa?
Yanik. Nama bayinya siapa bu? Adista. Berapa umurnya? 3
Setengah bulan. baik, tujuan saya datang kesini yaitu untuk melakukan
terapi pemijatan pada bayi ibu dan sekaligus ibu bisa memperhatikan
bagaimana cara/tekhnik dalam pemijatan pada bayi.

- Evaluasi atau Validasi


Apakah ibu sudah tahu apa saja manfaat dari pemijatan bayi? belum.
Tentunya banyak ya bu manfaat dari pemijatan bayi yaitu salah satunya
untuk meningkatkan daya tahan tubuh, untuk melenturkan otot bayi, dan
untuk meningkatkan nafsu makan pada bayi. Apakah ada yang ibu
tanyakan lagi? kalau misalnya pas batuk pilek itu bisa dipijat gak?.
tentu saja bisa bu, nanti ada cara tahapan/tekhniknya agar bayi tidak
terus-terusan pilek.
- Kontrak
baik langsung saja bu ya saya pijat bayinya, ibu bisa bantu dalam
membuka bajunya bu? iyaaa bisa. Terimakasih bu.
Pelaksanaan atau Tahap Kerja
I. Sebelumnya disini saya sudah siapkan perlak, ada antis untuk
cuci tangan dan minyaknya
II. Setelah itu buka baju bayinya dibantu oleh ibu.
III. Sebelum memijat bayi, cucilah tangan terlebih dahulu
menggunakan antis yang sudah disiapkan. Mungkin ibu juga bisa
ikut mencuci tangan dan bisa ikut mempraktekkan
pemijatannya.
IV. Kemudian tuangkan minyak baby oil di telapak tangan ya bu
V. Yang pertama pijat mulai dari kakinya. Permisi adik ya mau tak
pijat kakinya ya. Mungkin ibu bisa mengikuti gerakannya dikaki
sebelahnya. Yang pertama yaitu gerakan memerah dari pangkal
paha sampai ke pergelangan kaki dilakukan sebanyak kurang
lebih 10 kali. Dilanjutkan dengan gerakan memutar dari pangkal
paha juga sampai ke pergelangan, setelah itu lakukan gerakan
menggulung bu ya dari pangkal paha sampai ke pergelangan kaki
juga. Setelah itu lanjut ke punggung kaki bayi bu ya, dipijat
menggunakan ibu jari secara bergantian gerakannya mulai dari
pergelangan kaki sampai ke jari-jari kaki. Dan di telapak kaki
yaitu dari tumit sampai ke jari. Dan diakhiri dengan tarikan
lembut pada jari-jari kaki bayi.
VI. Kemudian ke bagian perut. Oleskan baby oil lagi dan ibu bisa
memperhatiakan gerakannya. Yaitu gerakannya seperti mengayuh
sepeda, dimana telapak tangan berada di bawah tulang iga dan
hati dan lakukan sampai dibawah pusar. Setelah gerakan
mengayuh sepeda dilakukan gerakan bulan matahari yaitu tangan
kanan yang memutar setengah, kalau tangan kiri memutar bulat
penuh. Setelah itu gerakan i love you, dari perut kiri atas sampai
ke perut kiri bawah bayi (I), dari perut kanan atas menuju ke
perut kiri atas sampai di perut kiri bawah (L), dan (U) dari perut
kanan bawah menuju sampai di perut kiri bawah. Selanjutnya
gerakan menggelitik bu ya, yaitu lakukan di bagian perut kiri dan
kanan.
VII. Selanjutnya di bagian dada yaitu gerakan jantung besar, dan
gerakan kupu-kupu yaitu dari dada menuju ke bahu dilakukan
menggunkan telapak tangan secara bergantian.
VIII. Kemudian ke bagian ketiak. Raba terlebih dahulu ketiak bayi
jika ada pembesaran kelenjar getah bening/ada benjolan pada
ketiak tidak usah dipijat jika tidak ada langsung dipijat. Mungkin
ibu bisa mengikuti gerakannya di ketiak sebelahnya. Gerakannya
yaitu letakkan empat jari dibawah ketiak dan satu jari/ibu jari
berada di atas ketiak lakukan gerakan keatas dan kebawah
menggunakan ibu jari.
IX. Setelah itu lanjut di bagian tangan, dan ibu bisa ikut
mempraktekkan gerakannya. Sebelumnya oleskan minyak
kembali pada tangan. Gerakannya sama seperti di bagian kaki
tadi yaitu memerah, memutar, mengulung, kemudian dilanjutkan
ke bagian punggung tangan, telapak tangan dan diakhiri dengan
tarikan lembut pada jari tangan bayi.
X. Dilanjutkan kebagian wajah bu ya. Pertama di bagian dahi pijat
menggunakan kedua ibu jari lakukan gerakan seperti membuka
buku sampai ke pelipis. Setelah itu diatas alis, kemudian gerakan
menelusuri pangkal hidung menuju tulang pipi dan sampai di
depan telinga. Setelah itu di bagian atas bibir, yaitu gerakan
senyum satu bu ya. Dan ke bawah bibir tarikan pijatanya keatas
menuju tulang pipi. Dan diakhiri dengan meletakkan tangan
dibelakang telinga dan raba sampai diujung dagu.
XI. Kemudian dibagian punggung bayi, oleskan baby oil kembali.
Dan letakkan tangan kanan diatas pantat bayi dan tangan kiri
melakukan gerakan seperti menyetrika dari leher sampai ke
pantat. Gerakan kedua yaitu memutar kecil-kecil dari atas pantat
ke leher. Diakhiri dengan menyapu semua bagian punggung
bayi.
Terminasi atau Penutup
- Evaluasi Subjektif :
Bagaimana perasaan ibu setelah bayinya di pijat bu? Apakah ibu sudah
memahami seleuruh pemijatannya? iyaa sudah.
- Evaluasi Objektif :
Saya mau bertanya lagi, coba ibu sebutkan dari tekhnik pemijatan bayi
tadi, apa saja tekhnik-tekhniknya?
- Tindak lanjut klien :
Baik, itu tadi tekhnik-tekhnik gerakannya, ibu sudah bisa menyebutkan
dan menjelaskan tentang tekhnik pemijatan bayi tadi. Mungkin ibu bisa
melakukan pemijatan pada bayinya setiap hari bu ya.
Ibu terimakasih sudah mau mempercayai saya untuk memijat bayi ibu
dan terimakasih juga sudah memperhatikan dalam proses pemijatan pada
bayi tersebut. Selamat pagi.