Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN LABORATORIUM

PROGRAM STUDI BROADBAND MULTIMEDIA

NO. 04

KARNAUGH MAP

NAMA PRAKTIKAN : DICKY PUTRA PRATAMA (4314030023)

NAMA REKAN KERJA : 1. MEGA WIDYAWATI (4314030007)

2. SHAVIRA OKTAIANA (4314030016)

KELAS/KELOMPOK :BM-2A / KELOMPOK 4

TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM :05 Mei 2015

TANGGAL PENYERAHAN LAPORAN :12Mei 2015

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
08Mei 2015
1
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..............................................................................................................1

DAFTAR ISI..........................................................................................................................2

1. TUJUAN............................................................................................................................3

2. DASAR TEORI................................................................................................................3

2.1.K-Map untuk 2 Variabel ...................................................................................... 3

2.2.K-Map untuk 3 Variabel ...................................................................................... 4

2.3.K-Map untuk 4 Variabel ...................................................................................... 4

2.4. Pengelompokkan K- Map ........................................................................................... 5

3. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN.....................................................................5

4. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN.......................................................................7

5. DATA HASIL PERCOBAAN .........................................................................................9

6. PERTANYAAN DAN TUGAS ......................................................................................12

7. ANALISA DAN PEMBAHASAN..................................................................................14

8. KESIMPULAN................................................................................................................19

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................20

2
PERCOBAAN 4

KARNAUGH MAP

1 . TUJUAN

Memahami penggunaan Karnaugh Map sebagai salah satu cara untuk


memanipulasi dan menyederhanakan fungsi aljabar Boolean.
Membuktikan kebenaran penyederhanaan Karnaugh Map.

2. DASAR TEORI

Karnaugh Map (K-MAP) sesuai dengan nama penemunya adalah metode untuk
menyederhanakan rangkaian logika. K-Map mirip dengan tabel kebenaran yang
menampilkan output dari persamaan boolean untuk tiap kemungkinan kombinasi variabel
dari bentuk sel.

Karnaugh Map merupakan sekumpulan kotak-kotak yang diberi nama sedemikian


rupa berdasarkan nama variabelnya dan diletakkan sedemikian rupa pula sehingga dapat
mengeliminasi beberapa tabel jika kotak itu digabung. Jumlah kotak tergantung banyaknya
variabel input. Jika ada sebanyak n input maka ada 2n kombinasi input, maka sebanyak itu
pula kotak yang dibutuhkan.

2.1. KARNAUGH MAP UNTUK 2 VARIABEL (A,B)


Untuk 2 variabel input akan ada sebanyak 22 = 4 kombinasi input, maka banyaknya
kotak yang dibutuhkan adalah 4 kotak. Keempat kotak itu diatur sebagai berikut :

3
2.2 KARNAGH MAP UNTUK 3 VARIABEL (A,B,C)
Untuk 3 variabel input akan ada sebanyak 23 = 8 kombinasi input, maka banyaknya
kotak yang dibutuhkan adalah 8 kotak. Kedelapan kotak itu diatur (ada 2 cara) sebagai
berikut :

2.3. KARNAUGH MAP UNTUK 4 VARIABEL (A,B,C,D)


Untuk 4 variabel input akan ada sebanyak 24 = 16 kombinasi input, maka
banyaknya kotak yang dibutuhkan adalah 16 kotak. Keenam belas kotak diatur sebagai
berikut :

Karnaugh Map juga dapat dipergunakan untuk lima atau enam variabel. Metode
Karnaugh Map hanya cocok digunakan jika fungsi Boolean mempunyai jumlah variabel
paling banyak 6 buah. Jika jumlah variabel yang terlibat pada suatu fungsi Boolean lebih
dari 6 buah maka penggunaan Karnaugh Map menjadi semakin rumit, sebab ukurn peta
bertambah besar.

4
2.4. PENGELOMPOKKAN KARNAUGH MAP

Dalam Karnaugh Map dikenal istilah tetangga dekat. Yang dimaksud dengan
tetangga dekat adalah kotak-kotak yang memiliki satu atau lebih variabel yang
sama atau kotak-kotak yang terletak dalam satu atau lebih bidang yang sama.
Yang dimaksud dengan bidang adalah sekumpulan kotak-kotak yang sudah diberi
nama berdasarkan variabel inputnya.
Pengelompokkan Karnaugh Map mengikuti Formula 2n bujur sangkar yang saling
berdekatan kana menghilangkan n variabel.
Pengelompokkan harus dilakukan secara hati-hati, untuk menghindari
pengelompokkan yang berlebihan (redundan) , ini menghasilkan fungsi Boolean
dengan term yang tidak perlu.

Contoh :

Tentukan persamaan logika untuk output Y dari tabel kebenaran dibawah dengan
metoda K-MAP

Tabel kebenaran :

Input Output

C B A Y

0 0 0 0
0 0 1 0
0 1 0 0
0 1 1 1
1 0 0 0
1 0 1 1
1 1 0 1
1 1 1 1

5
= + + +

3. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN

NO Alat-Alat dan Komponen Jumlah

1. IC 7400 ( Quad 2 Input NAND Gate ) 1

IC 7404 ( Hex Inverter ) 1

IC 7408 ( Quad 2 Input AND Gate ) 1

IC 7432 ( Quad 2 Input OR Gate ) 1

2. Power Supply DC Merk PASCAL 1

3 Multimeter Analog Merk SANWA 1

4 Logic Probe 1

5 Resistor 220 1

6 LED 1

7 Protoboard 1

8 Kabel-kabel penghubung Secukupnya

6
4. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN

Langkah-langkah dalam melakukan percobaan adalah sebagai berikut L

1. melihat data sheet untuk masing-masing IC yang dipergunakan, mencatat kaki-kaki


input, output serta kaki Vcc dan Ground.
2. Mengatur tegangan power supply sebesar 5 volt.
3. Membuat rangkaian seperti gambar 4.1

4. memberikan logik 0 dan/atau 1 pada masing masing input A, B, C sesuai dengan


tabel 6.1.
5. mengulangi langkah 4 untuk gambar 4.2, mencatat hasilnya pada tabel 6.2

6. Membuat Karnaugh Map utnuk tabel kebenaran dibawah ini dan menuliskan
persamaan logika Y.

7
7. Membuat rangkaian logikanya, mengulangi langkah 4 dan mencatat hasilnya pada
tabel 6.3.

BA 00 01 11 10

DC 1 0 0 1
00
0 0 1 0
01
0 0 1 1
11
1 0 0 1
10

C A
Y=D + DC A
+ CBA + DCB
Y = C A
+ CB (A + D)

8
5. DATA HASIL PERCOBAAN

No. Percobaan : 04 Pelaksanan praktikum: 05 Mei 2015

Judul : Karnaugh Map Penyerahan laporan : 12 Mei 2015

Mata Kuliah : Laboratorium Digital Nama Praktikan : Dicky Putra P

Kelas/Kelompok : BM2A / 2 Nama Rekan Kerja : 1. Mega W

Tahun Akademik : 2014/2015 2. Shavira O

Tabel 6.1 Tabel 6.2.

Input Output Input Output

C B A Y Volt C B A Y Volt

0 0 0 0 0,15 0 0 0 0 0,18

0 0 1 0 0,15 0 0 1 0 0,18

0 1 0 0 0,15 0 1 0 0 0,21

0 1 1 1 3,2 0 1 1 1 3,2

1 0 0 0 0,15 1 0 0 0 0,2

1 0 1 1 3,2 1 0 1 1 3,2

1 1 0 1 3,2 1 1 0 0 0,15

1 1 1 1 3,2 1 1 1 1 3,2

9
Tabel 6.3

Input Output

D C B A Y (Volt)

0 0 0 0 1 3,2

0 0 0 1 0 0,15

0 0 1 0 1 3,2

0 0 1 1 0 0,15

0 1 0 0 0 0,15

0 1 0 1 0 0,15

0 1 1 0 0 0,15

0 1 1 1 1 3,2

1 0 0 0 1 3,2

1 0 0 1 0 0,15

1 0 1 0 1 3,2

1 0 1 1 0 0,15

1 1 0 0 0 0,15

1 1 0 1 0 0,2

1 1 1 0 1 3,2

1 1 1 1 1 3,2

10
Gambar tabel sesungguhnya :

11
6. Pertanyaan Dan Tugas

1. Bandingkan percobaan pada Gambar 4.1.dan Gambar 4.2., apa kesimpulan yang dapat
diambil?

2. Buatlah Karnaugh Map untuk persamaan : Y = (3, 4, 6, 8, 11, 13) dan gambarkan
rangkaian logikanya!

3. Ranggcanglah rangkaian logika untuk 3 buah variabel input dengan menggunakan


Karnaugh Map!

4. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini!

Jawaban :

1. Perbedaan dapat dilihat dari rangkaiannya. Pada rangkaian Gambar 4.1. menggunakan
inverter, sedangkan Gambar 4.1. tidak. Pada kedua rangkain sama-sama menggunakan
gerbang AND tetapi pada rangkaian Gambar 4.1. menggunakan gerbang AND tiga
input, sedangkan Gambar 4.2. dua input. Total IC yang digunakan pada rangkaian
Gambar 4.1. lebih banyak dibandingkan rangkaian Gambar 4.2. sehingga terlihat lebih
rumit.

2.
BA

DC 00 01 11 10 Y = A BC + A
CD
+ B

00 0 0 1 0
01 1 0 0 1
11 0 1 0 0
10
1 0 1 0

12
+
3. Y=

Yang Gambar rangkaiannya adalah :

4. Dari Percobaan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kranough map merupakan
suatu teknik penyederhanaan fungsi logika dengan cara pemetaan. Dengan
menggunakan kranough map dapat memudahkan menyederhanakan rangkaian sehinga
dapat mengurangi jumlah gerbang logika yang di gunakan, sehingga lebih mudah
memahami rangkaian dan lebih efisien.

13
7. Analisa dan Pembahasan

Tabel 6.1
Pada tabel 6.1. dengan memasukkan masing masing masukan berlogika 0
maka akan didapat keluaran Y = 0 , maka LED mati / tidak menyala, karena
menghasilkan logika 0, dan menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15
volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.1. dengan memasukkan logika 0 pada masukan C, B, dan


memasukkan logika 1 pada masukan A, maka akan didapat keluaran Y = 0
, maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.1. dengan memasukkan logika 0 pada masukan C, A, dan


memasukkan logika 1 pada masukan B, maka akan didapat keluaran Y = 0
, maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.1. dengan memasukkan logika 0 pada masukan C, dan


memasukkan logika 1 pada masukan B, A, maka akan didapat keluaran Y =
1 , maka LED menyala, karena menghasilkan logika 1, dan menghasilkan
tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel
kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.1. dengan memasukkan logika 1 pada masukan C dan


memasukkan logika 0 pada masukan B,A, maka akan didapat keluaran Y =
0 , maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.1. dengan memasukkan logika 1 pada masukan C,A, dan
memasukkan logika 0 pada masukan B, maka akan didapat keluaran Y = 1
, maka LED menyala, karena menghasilkan logika 1, dan menghasilkan
tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel
kebenaran itu benar.

14
Pada tabel 6.1. dengan memasukkan logika 1 pada masukan C,B, dan
memasukkan logika 0 pada masukan A, maka akan didapat keluaran Y = 1
, maka LED menyala, karena menghasilkan logika 1, dan menghasilkan
tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel
kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.1. dengan memasukkan masing masing masukan berlogika 1


maka akan didapat keluaran Y = 1 maka LED menyala, karena menghasilkan
logika 1, dan menghasilkan tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini
membuktikan bahwa tabel kebenaran itu benar.

Tabel 6.2
Pada tabel 6.2. dengan memasukkan masing masing masukan berlogika 0
maka akan didapat keluaran Y = 0 , maka LED mati / tidak menyala, karena
menghasilkan logika 0, dan menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,18
volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.2. dengan memasukkan logika 0 pada masukan C, B, dan


memasukkan logika 1 pada masukan A, maka akan didapat keluaran Y = 0
, maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,18 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.2. dengan memasukkan logika 0 pada masukan C, A, dan


memasukkan logika 1 pada masukan B, maka akan didapat keluaran Y = 0
, maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,21 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.2. dengan memasukkan logika 0 pada masukan C, dan


memasukkan logika 1 pada masukan B, A, maka akan didapat keluaran Y =
1 , maka LED menyala, karena menghasilkan logika 1, dan menghasilkan
tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel
kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.2. dengan memasukkan logika 1 pada masukan C dan


memasukkan logika 0 pada masukan B,A, maka akan didapat keluaran Y =
0 , maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan

15
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa
tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.2. dengan memasukkan logika 1 pada masukan C,A, dan
memasukkan logika 0 pada masukan B, maka akan didapat keluaran Y = 1
, maka LED menyala, karena menghasilkan logika 1, dan menghasilkan
tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel
kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.2. dengan memasukkan logika 1 pada masukan C,B, dan
memasukkan logika 0 pada masukan A, maka akan didapat keluaran Y = 0,
maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.1. dengan memasukkan masing masing masukan berlogika 1


maka akan didapat keluaran Y = 1 maka LED menyala, karena menghasilkan
logika 1, dan menghasilkan tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini
membuktikan bahwa tabel kebenaran itu benar.

Tabel 6.3
Pada tabel 6.3. dengan memasukkan masing masing masukan berlogika 0
maka akan didapat keluaran Y = 1 , 1 maka LED menyala, karena
menghasilkan logika 1, dan menghasilkan tegangan keluaran sebesar 3,2
volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 0 pada masukan D,C,B, dan
memasukkan logika 0 pada masukan A, maka akan didapat keluaran Y = 0,
maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 0 pada masukan D,C,A, dan
memasukkan logika 1 pada masukan B, maka akan didapat keluaran Y = 1
, maka LED menyala, karena menghasilkan logika 1, dan menghasilkan
tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel
kebenaran itu benar.
16
Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 0 pada masukan D,C, dan
memasukkan logika 0 pada masukan B,A, maka akan didapat keluaran Y =
0, maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 0 pada masukan D,B,A, dan
memasukkan logika 0 pada masukan C, maka akan didapat keluaran Y = 0,
maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 0 pada masukan D,B, dan
memasukkan logika 0 pada masukan C,A, maka akan didapat keluaran Y =
0, maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 0 pada masukan D,A, dan
memasukkan logika 0 pada masukan C,B, maka akan didapat keluaran Y =
0, maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 0 pada masukan D, dan


memasukkan logika 1 pada masukan C,B,A, maka akan didapat keluaran Y
= 1, maka LED menyala, karena menghasilkan logika 1, dan menghasilkan
tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel
kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 1 pada masukan D, dan


memasukkan logika 0 pada masukan C,B,A, maka akan didapat keluaran Y
= 1, maka LED menyala, karena menghasilkan logika 1, dan menghasilkan
tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel
kebenaran itu benar.

17
Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 1 pada masukan D,A, dan
memasukkan logika 0 pada masukan C,B, maka akan didapat keluaran Y =
0, maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 1 pada masukan D,B, dan
memasukkan logika 0 pada masukan C,A, maka akan didapat keluaran Y =
1, maka LED menyala, karena menghasilkan logika 1, dan menghasilkan
tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel
kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 1 pada masukan D,B,A, dan
memasukkan logika 0 pada masukan C, maka akan didapat keluaran Y = 0,
maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 1 pada masukan D,C, dan
memasukkan logika 0 pada masukan B,A, maka akan didapat keluaran Y =
0, maka LED mati / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,15 volt . Hal ini membuktikan
bahwa tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 1 pada masukan D,C,A, dan
memasukkan logika 0 pada masukan B, maka akan didapat keluaran Y = 0,
maka LED mato / tidak menyala, karena menghasilkan logika 0, dan
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa
tabel kebenaran itu benar.

Pada tabel 6.3. dengan memasukkan logika 1 pada masukan D,C,B, dan
memasukkan logika 0 pada masukan A, maka akan didapat keluaran Y = 1,
maka LED menyala, karena menghasilkan logika 1, dan menghasilkan
tegangan keluaran sebesar 3,2 volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel
kebenaran itu benar.

18
Pada tabel 6.3. dengan memasukkan masing masing masukan berlogika 1
maka akan didapat keluaran Y = 1 , 1 maka LED menyala, karena
menghasilkan logika 1, dan menghasilkan tegangan keluaran sebesar 3,2
volt . Hal ini membuktikan bahwa tabel kebenaran itu benar.

8. Kesimpulan
Dari Percobaan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kranough map merupakan
suatu teknik penyederhanaan fungsi logika dengan cara pemetaan. Dengan menggunakan
kranough map dapat memudahkan menyederhanakan rangkaian sehinga dapat mengurangi
jumlah gerbang logika yang di gunakan, sehingga lebih mudah memahami rangkaian dan
lebih efisien.

19
Daftar Pustaka

Nixon, Benny. 2008. Laboratorium Digital 1 (Rangkaian Kombinatorial).Depok. PNJ

Purwanto, Eko Budi. 2011. Teori dan Aplikasi Sistem Digital.Graha Ilmu. Yogyakarta,
Graha Ilmu.

http://freesoftandgamemarket.blogspot.com

http://guruh-koe.com

20