Anda di halaman 1dari 6

Proses Pembentukan Dinding Sel

Pembentukan dinding sel dimulai dari pembelahan inti sel atau yang disebut kariokinesis. Pada
saat ini membelah, mikrotubul yang ada disekitar kedua inti berikatan dengan RE membentuk
struktur Fragmoplas. Mikrotubul bertugas untuk menahan vesikula-vesikula yang membawa
bahan untuk membuat lamela tengah. Roset yang ada disekitar membran sel mensintesi
selulosa untuk pembentukan dinding primer baru. Setelah pembentukan lamela tengah dan
dinding primer, sel mengalami pembesaran dan mengakibatkan adanya tekanan didalam sel
yang dinamakan tekanan tugor. tekanan tugor mengakibatkan dinding sel yang lama menjadi
rusak dan hancur. sehingga dinding sel primer baru akan menggantikan posisi dari dinding sel
lama.
sel mengalami pemisahan pada lamela tengah dan membentuk ruang diantara kedua sel, proses
ini disebut maserasi . Pada beberapa bagian dinding sel primer ada yang tidak mengalami
penebalan. bagian ini akan membentuk rongga noktah, dan menjadi jalan penghubung diantara
kedua sel yang memungkinkan sel untuk saling berinteraksi, celah ini dinamakan
plasmodesmata.
Ciri-Ciri Jaringan Mersitem

Ukuran sel yang kecil


Terdiri dari sel-sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan
Sel berdinding tipis
Memiliki nukleus yang relatif besar
Vakuola berukuran kecil
Banyak mengandung sitoplasma
Selnya berbentuk kubus

a. Macam-Macam Jaringan Meristem Berdasarkan Posisi Dalam Tumbuhan

Meristem apikal : terdapat di ujung puncak utama dan pucuk lateral serta ujung akar
Meristem interkalar : terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya pada meristem
pangkal ruas tumbuhan anggota suku rumput-rumputan
Meristem lateral : terletak sejajar dengan permukaan organ ditemukannya, contohnya
pada kambium dan kambium gabus (felogen).

b. Macam-Macam Jaringan Meristem Berdasarkan Asal Usulnya

Meristem primer : apabila sel-selnya berkembang langsung dari sel-sel embrionik


(meristem apikal)
Meristem sekunder : apabila sel-selnya berkembang dan jaringa dewasa yang sudah
mengalami deferensiasi. Contohnya kambium dan kambium gabus (felogen)

2). Fungsi-Fungsi Jaringan Epidermis - Selain sebagai fungsi pelindung, jaringan epidermis
juga memiliki fungsi lain. Macam-macam fungsi epidermis adalah sebagai berikut...

Membatasi penguapan
Penyerapan dan penyimpan air
Penyokong mekanik

b. Jaringan Parenkim (Dasar) - Jaringan parenkin (dasar) adalah jaringan yang terdapat
diseluruh organ tumbuhan. Jaringan parenkim terbentuk dari sel-sel yang hidup dengan struktur
morfologis dan siologis yang beragam. Dapat disebut sebagai jaringan dasar karena memiliki
peranan sebagai penyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang, daun, buah, dan biji.
1). Ciri-Ciri Jaringan Parenkim (Dasar)

Terdiri atas sel-sel yang berukuran besar dan berdinding tipis


Memiliki bentuk sel segi enam
Letak inti sel mendekati dasar sel
Mempunyai banyak vakuola
Dapat bersifat embrional dan meristematik
Mempunyai ruang antarsel

2). Fungsi-Fungsi Jaringan Parenkim (Dasar)

Sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan


Tempat berlangsungnya fotosintetis
Sebagai jaringan penyokong

3). Macam-Macam Jaringan Parenkim (Dasar) - Jaringan parenkim (dasar) dikelompokkan


menjadi dua macam antara lain sebagai berikut..
Macam-Macam Jaringan Parenkim Berdasarkan Fungsinya

Parenkim asimilasi (klorenkim) : mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintetis


Parenkim air : jaringan yang terdapat pada tumbuhan xerofit atau epifit sebagai
penimbun/menyimpan air untuk melewati musim kering.
Parenkim penimbun : Jaringan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan
makanan. Jaringan ini biasa terdapat pada akar, buah, umbi, dan batang. Makanan
tersebut dapat berbentuk zat-zat padat, tepung, lemak, protein, gula.
Parenkim udara (Aerenkim) : jaringan yang memiliki ruang antarsel yang berfungsi
dalam mengapungkan tumbuhan di air, hal ini dapat ditemukan pada tangkai daun
Canna sp
Parenkim pengangkut : Jaringan yang berfungsi sebagai pembuluh angkut baik itu
makanan dan maupun air.

Macam-Macam Jaringan Parenkim Berdasarkan Bentuknya

Parenkim palisade : parenkin penyusun mesofil pada daun. Jaringan ini terdapat pada
biji dengan bentuk sel panjang, tegak, mengandung banyak kloroplas.
Parenkim bunga karang : jaringan penyusun mesofil daun yang berukuran tidak tetap
serta terdapat ruang antar sel lebar
Parenkim bintang : jaringan yang dapat ditemukan pada tangkai daun Canna
Sp. dengan bentuk seperti bintang yang bersambungan pada bagian ujungnya
Parenkim lipatan : jaringan yang dapat dijumpai pada mesiofil daun pinus dan padi.
Terjadi perlipatan ke arah dalam pada bagian dinding sel dan mengandung banyak
kloroplas

c. Jaringan Penyokong/Penguat (Mekanik) Tumbuhan - Jaringan penyokong/penguat


adalah jaringan yang memberikan kekuatan bagi tumbuhan sehingga mampu berdiri tegak.
Jaringan penyokong (penguat) tumbuhan di bagi berdasarkan sifat dan bentuknya antara lain
sebagai berikut..
1). Jaringan Kolenkim - Jaringan kolenkim adalah jaringan penyokong atau penguat pada
organ tumbuhan muda dan tanaman herba. Kolenkim merupakan sel hidup yang sifatnya mirip
dengan parenkim. Ada sel yang mengandung kloroplas dan berperan dalam proses fotosintetis.
Kolenkim tersusun dari sel-sel hidup dengan protoplasma yang aktif dan memiliki bentuk
memanjang dengan penebalan yang tidak merata. Jaringan penyokong berfungsi dalam
memperkokoh tumbuhan. Sel-sel yang kuat, tebal dan telah mengalami spesialisasi. Jaringan
ini juga berfungsi sebagai pelindung biji dam belas veskuler.
Ciri-Ciri Jaringan Kolenkim

Memiliki struktur yang tebal dan juga kuat


Dapat mengalami spesialisasi
Terdapat pada batang, daun dan biji
Selnya mengalami penebalan pada bagian sudutnya
Penebalan berupa selulosa
Pada umumnya berkelompok membentuk untaian atau silinder

Fungsi-Fungsi Jaringan Kolenkim

Menunjang dan memperkokoh bentuk tumbuhan


Melindungi berkas pengangkut
Memperkuat jaringan parenkim

2). Jaringan Sklerenkim - Jaringan sklerenkim adalah jaringan penguat yang diri dari sel-sel
mati. Sklerenkim memiliki dinding sel yang kuat, tebal dan mengandung lignin. Sklerenkim
terbagi dari dua macam berdasarkan bentuknya yaitu, serabut dan sklereid (sel batu). Serabut
atau serat berasal dari jaringan meristem yang terdiri dari sel-sel panjang dan bergerombol
membentuk anyaman atau pita. Misalnya pelepah daun pisang. Sedangkan pada sklereid (sel
batu) adalah jaringan sklerenkim yang bentuk selnya membulat dengan dinding sel mengalami
penebalan. Misalnya pada tempurung kelapa atau kulit biji beras.
Ciri-Ciri Jaringan Sklerenkim

Mengalami penebalan pada seluruh bagian dinding sel


Penebalan yang berupa lignin
Berupa sel mati
Pada umumnya ditemukan pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengalami
pertumbuhan dan perkembangna
Terletak pada perisikel, korteks dan diantara xilem dan floem

Fungsi Jaringan Sklerenkim

Sebagai alat untuk bertahan terhadap tekanan dari luar


Melindungi dan menguatkan bagian dalam sel
Sebagai alat penyokong

d. Jaringan Pengangkut - Jaringan pengangkut adalah jaringan yang bertugas dalam


mengangkut zat. Jaringan ini dibagi menjadi dua antara lain sebagai berikut..
1). Xilem : Xilem adalah pengakut zat makanan dengana menyalurkan air dan mineral dari
akar menuju ke daun dan bagian tubuh lainnya. Xilem terdiri dari dua macam antara lain
sebagai berikut...
Unsur trakeal, terdiri dari trakea (sel-sel berbentuk tabung) dan trakeid (sel-sel yang
panjang dengan lubang pada dinding selnya)
Serabut xilem, terdiri dari sel panjang degan ujung yang meruncing
Parenkim xilem, berisi zat seperti cadangan makanan, tanin dan kristal

2). Floem : Floem adalah pengangkut zat makanan dari hasil fotosintetis dari daun ke seluruh
tubuh. Floem tersusun antara lain sebagai berikut...

Bulu tapis, berbentuk tabung dengan ujung yang berlubang


Sel pengiring, berbentuk silinder dengan plasma yang dekat
Serabut floem, berbentuk panjang dengan ujung berimpit dan dindingnya tebal
Parenkim floem, selnya hidup, memiliki dinding primer dengan lubang kecil yang
disebut noktah. Parenkim floem berisi tepung, damar, atau kristal.

Transpor pasif adalah perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energi
sel. Perpindahan molekul tersebut terjadi secara spontan, dari konsentrasi tinggi
ke rendah. Jadi, pejalan itu terjadi secara spontan. Contoh transpor pasif adalah
difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi.
Transpor aktif adalah perpindahan molekul atau ion dengan menggunakan
energi dari sel itu. Perpindahan tersebut dapat terjadi meskipun menentang
konsentrasi. Contoh transpor aktif adalah pompa Natrium (Na+)-Kalium (K+),
endositosis, dan eksositosis.
1. Difusi
Difusi adalah penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi ke
konsentrasi rendah tanpa menggunakan energi. Secara spontan, molekul zat
dapat berdifusi hingga mencapai kerapatan molekul yang sama dalam satu
ruangan.
2. Osmosis
Osmosis adalah perpindahan ion atau molekul air (dari kerapatan tinggi ke
kerapatan rendah dengan melewati satu membran. Osmosis dapat didefinisikan
sebagai difusi lewat membran.

Organel Sel Tumbuhan # inti (nukleus)


Nukleus (jamak nuklei) adalah organel sel yang sangat khusus, yang menyimpan komponen
genetik (kromosom) dari sel tertentu. Nukleus berfungsi sebagai pusat administrasi utama sel
dengan mengkoordinasikan proses metabolisme seperti pertumbuhan sel, pembelahan sel,
dan sintesis protein. Bersama-sama, inti beserta isinya disebut sebagai nukleoplasma.

Organel Sel Tumbuhan # Plastida (Kloroplas)


Plastida adalah istilah kolektif untuk organel yang membawa pigmen. Dalam sel tumbuhan,
kloroplas adalah bentuk yang paling menonjol dari plastida yang mengandung pigmen
klorofil hijau. Karena plastida kloroplas ini, sel tumbuhan memiliki kemampuan untuk
menjalani fotosintesis dengan adanya sinar matahari, air, dan karbon dioksida untuk
mensintesis makanannya sendiri.
Organel Sel Tumbuhan # ribosom
Ribosom adalah organel tumbuhan yang terdiri dari protein (40 persen) dan asam ribonukleat
atau RNA (60 persen). Mereka bertanggung jawab untuk sintesis protein. Di dalam sel,
ribosom dapat muncul secara bebas (ribosom bebas) atau mungkin melekat pada organel lain,
retikulum endoplasma (ribosom terikat). Setiap ribosom terdiri dari dua bagian, yaitu subunit
besar dan subunit kecil.

Organel Sel Tumbuhan # mitokondria


Mitokondria (tunggal mitolondrion) adalah organel besar, bulat atau berbentuk batang yang
hadir dalam sitoplasma sel tumbuhan. Mereka memecah karbohidrat kompleks dan gula
menjadi bentuk yang dapat digunakan untuk tumbuhan. Mitokondria mengandung enzim
tertentu yang penting untuk pasokan energi ke sel tumbuhan. Oleh karena itu, organel sel ini
juga dikenal sebagai pembangkit tenaga listrik sel.

Organel Sel Tumbuhan # Badan golgi


Sebuah badan Golgi juga disebut sebagai kompleks Golgi atau aparat Golgi. Organel ini
memainkan peran utama dalam mengangkut zat kimia di dalam dan keluar dari sel. Setelah
retikulum endoplasma mensintesis lemak dan protein, badan Golgi mengubah dan
mempersiapkan mereka untuk mengekspor ke luar sel. Diatur dalam pola seperti kantung,
organel ini terletak di dekat inti sel.

Organel Sel Tumbuhan # Retikulum endoplasma


Retikulum endoplasma (RE) adalah penghubung antara inti dan sitoplasma sel tumbuhan.
Pada dasarnya, itu adalah jaringan interkoneksi, kantung berbelit-belit yang terdapat dalam
sitoplasma. Berdasarkan ada tidaknya ribosom, RE dapat dikleompokan menjadi RE jenis
halus atau kasar. Jenis yang pertama memiliki ribosom, sedangkan yang kedua ditutupi
dengan ribosom. Secara keseluruhan, retikulum endoplasma berfungsi sebagai manufaktur,
penyimpanan, dan pengangkutan struktur glikogen, protein, steroid, dan senyawa lainnya.
Organel Sel Tumbuhan # vakuola
Vakuola adalah membran, organel penyimpanan yang membantu dalam mengatur tekanan
turgor dari sel tumbuhan. Dalam sel tumbuhan, bisa ada lebih dari satu vakuola. Namun,
vakuola menghabiskan wilayah yang lebih besar daripada yang lain, yang menyimpan segala
macam senyawa kimia. Vakuola juga membantu dalam pencernaan intraselular molekul
kompleks dan ekskresi produk-produk limbah.

Organel Sel Tumbuhan # peroksisom


Peroksisom adalah organel sitoplasma dari sel tumbuhan, yang mengandung enzim oksidatif
tertentu. Enzim ini digunakan untuk pemecahan metabolisme asam lemak ke dalam bentuk
gula sederhana. Fungsi penting lainnya dari peroksisom adalah untuk membantu kloroplas
dalam menjalani proses fotorespirasi.

Yah! Ini adalah keterangan singkat tentang organel sel tumbuhan, struktur, dan fungsi
spesifik. Bagian lain dari sel tumbuhan termasuk mikrofilamen (komponen struktural),
mikrotubulus (komponen sitoskeleton), dan plasmodesmata (menghubungkan tabung antara
sel-sel). Seperti yang telah kita lihat di atas, koordinasi organel sel sangat penting untuk
melaksanakan fungsi fisiologis dan biokimia tumbuhan.