Anda di halaman 1dari 13

10 Tips Untuk Kamu Dosen

Muda Minim Pengalaman

280
SHARES
ShareTweet

Sejak Dikti mengeluarkan peraturan baru tentang kuota antara mahasiswa dan dosen
tetap perguruan tinggi di Indonesia, membuat beberapa lowongan untuk menjadi dosen
terbuka lebar. Kamu mungkin salah satu yang tertarik dengan lowongan menjadi dosen
muda. Bagi yang baru daftar menjadi dosen muda atau sekarang tengah merintis
menjadi dosen tetap, penting buat kamu tahu langkah-langkah untuk menjadi dosen
yang baik.
Lalu apa saja persiapan yang bisa kamu lakukan, inilah 10
tips yang semoga bisa membantumu.
1. Kesan pertama sangat penting. Kamu perlu memikat perhatian mahasiswa saat
awal perkuliahan.

Dalam pelatihan guru-guru yang biasanya diajarkan konsep plenary atau lebih dikenal
dengan nama starter. Konsep ini menjelaskan tentang bagaimana memulai perkuliahan
dengan singkat dan menarik.

Lakukan pengenalan kurang lebih 5 menit di awal. Gunakan untuk bersapa sederhana
atau menjelaskan garis besar materi yang akan diterangkan. Kamu bisa mulai dengan
semangat dan antusias, atau dengan pertanyaan yang bisa menarik perhatian
mahasiswa.

2. Rencana materi yang matang akan membuatmu lebih terorganisir.

Rencana materi yang teroganisir via www.news.okezone.com


Jangan masuk ke ruang kuliah tanpa menyiapkan apapun. Sebelumnya, buatlah list
atau ringkasan materi yang akan disampaikan. Kamu bisa menggunakan alat bantu
visual untuk menyampaikan materi, seperti PowerPoint.

Mempersiapkan materi juga tidak sembarangan, kamu harus memastikan materi kuliah
tersaji secara jelas dan logis. Jangan menggunakan banyak singkatan yang susah
dimengerti, nantinya akan membuat mahasiswa tidak peduli dengan materi yang kamu
sampaikan.

3. Gaya presentasi penting untuk kamu asah terus.

Inilah yang sering diabaikan oleh dosen pemula. Memvariasikan intonasi suara,
menjaga kontrol kecepatan bicara dan gerakan tubuh. Jika kamu memberikan kuliah
dengan suara monoton, maka mahasiswa akan cepat bosan dan mengantuk.

Menjaga kontak mata dengan mengarahkan pandangan ke seluruh mahasiswa di


dalam kelas. Menekan beberapa nada bicara untuk poin materi yang penting. Atau
kamu bisa bergerak atau berjalan mendekati mahasiswa, daripada hanya duduk atau
menyenderkan badan ke meja.

Kamu juga bisa lakukan percakapan santai dengan mahasiswa untuk membuat
ketertarikan jika sudah lebih dari 30 menit berlalu. Kalau kamu suka bercerita, maka
bisa tambahkan humor di dalamnya. Karena mahasiswa termotivasi saat belajar
dengan bersenang-senang.

4. Adopsi strategi student centered learning untuk para dosen muda.


Adopsi strategi student centered learning untuk para dosen muda via
www.gracefullyglobal.com

Strategi yang menekankan bahwa pusat pembelajaran atau perkuliahan kepada


mahasiswa. Kamu perlu berpikir kebutuhan belajar mahasiswa, sehingga mereka akan
lebih aktif dan berkontribusi saat perkuliahan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:

o Diskusi kelompok di luar ruangan.


o Menonton video atau gambar.
o Menggunakan model atau menghadirkan tokoh yang berkaitan.
5. Memberikan waktu untuk mahasiswa bertanya.

Meminta atau mendorong untuk bertanya juga menjadi salah satu cara untuk menjaga
interaksi dosen dengan mahasiswanya. Waktunya bisa dipilih, bisa di awal atau di
pertengahan sesi materi.

Hal ini dilakukan tidak lain untuk membantu dosen untuk menilai pemahaman
mahasiswa, memperjelas materi kuliah dan mempertahankan perhatian mahasiswa.
Apalagi saat materi yang disampaikan panjang dan kompleks.

6. Kamu tidak perlu ragu untuk melakukan perubahan.

Memang akan lebih nyaman jika kamu menggunakan gaya yang sama selama
memberikan kuliah. Tetapi, kebiasaan tersebut akan membuatmu tidak berkembang,
apalagi kamu akan menjadi dosen yang cukup lama.

Cobalah strategi dan gaya baru untuk dosen muda. Kembangkan cara penyampaian
materi kuliah, lebih bervariasi dan tentu saja dinikmati mahasiswa. Perubahan ini tidak
hanya untuk kepentingan mahasiswa saja tetapi juga untuk dirimu sendiri.

7. Kuliah yang interaktif.


Strategi think, pair and share via www.tofugu.com

Mendorong mahasiswa untuk ikut berpartisipasi saat perkuliahan memang tidak mudah.
Sehingga, perlu benyak ide dan kreatifitas bagi dosen untuk menemukan solusinya.
Diantaranya, strategi think, pair and share.

Strategi itu dimulai dengan memberikan mahasiswa topik atau kasus yang akan
didiskusikan berpasangan. Mahasiswa akan terdorong untuk berpikir, memberikan
pendapat atas apa yang sudah didiskusikan. Kemudian akan dibagikan dengan
mempresentasikan kepada mahasiswa lain untuk dikaji bersama.
8. Teknologi.

Beruntungnya bagi dunia pendidikan dengan berkembangnya teknologi, maka kegiatan


belajar mengajar terbantu dari berbagai sisi. Kamu dapat menggunakan teknologi yang
paling sesuai dengan kuliah yang diberikan bukan sebaliknya. Beberapa program yang
telah sering digunakan adalah Keynote, PowerPoint, video edukasi dan Moodle.

9. Kamu tidak perlu takut saat mendapatkan masukan dari mahasiswa.

Masukan dari mahasiswa via www.vetdna.com

Feedback mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses menjadi dosen muda
yang baik, sekaligus dapat juga menjadi masukan perbaikan di masa mendatang. Cara
ini ampuh untuk digunakan agar kamu bisa menilai apakah cara yang kamu gunakan
sudah benar atau belum.

Kuisioner dan survei biasanya dilakukan di akhir semester, untuk mengetahui penilaian
mahasiswa terhadap peran dosen dikampus. Tetapi jangan bergantung pada kuisioner
saja. Kadang kamu perlu bertanya secara langsung Apa yang kalian pikirkan tentang
video ini? atau Bagaimana menurut kalian diskusi ini?.

10. Akhir perkuliahan yang tidak kalah pentingnya.

Biasakan mengakhiri perkuliahan dengan cara yang terstruktur. Kamu bisa gunakan
untuk me-review materi dan memberikan informasi terkait materi yang selanjutnya akan
dibahas.

Hal ini penting untuk mengingatkan mahasiswa tentang poin-poin penting materi saat
itu. Akhir perkuliahan juga cocok untuk bertanya kepada mahasiswa serta
mengumpulkan feedback dari mahasiswa.

Tidak ada yang lebih penting dari beberapa tips di atas, jika tidak pernah dipraktekan.
Jangan tunda untuk jadi dosen muda terbaik! Mulailah dari sekarang juga.

8 Tips Menjadi Dosen Ideal


Saat Mengajar Mata Kuliah
707
SHARES

ShareTweet

Dosen sebagai tenaga pendidik tentu punya metode tersendiri dalam pembelajarannya
agar materinya bisa tersampaikan dengan baik. Profesi seorang dosen dapat dilihat
tingkat profesionalitasnya dari bagaimana dia mendidik mahasiswa. Selain tugas dia
sebagai peneliti, memecahkan sebuah permasalahan baru dan kemudian hasil
penelitian diterapkan untuk publik.

Pengembangan ilmu pengetahuan menjadi salah satu tugas dari seorang dosen untuk
nantinya bisa diajarkan kepada para mahasiswanya. Mahasiswa tentunya akan menilai
apakah seorang dosen layak dalam hal pembelajaran atau tidak. Sepintar apapun
seorang dosen jika metode pembelajaran yang digunakan tidak tepat maka tidak akan
sampai ke mahasiswanya.

Lalu bagaimanakah dosen yang ideal dalam hal melakukan pembelajaran itu?. Apa saja
yang dibutuhkan oleh seorang dosen agar materinya bisa diterima baik oleh
mahasiswanya?. Simak beberapa penjelasan berikut:
1. Memiliki gaya mengajar yang mampu merangsang belajar mahasiswanya

Seorang dosen diharapkan mampu memberikan stimulus atau rangsangan kepada para
mahasiswa untuk semakin giat belajar. Mahasiswa akan lebih mudah menyerap bahan
mata kuliah saat mereka dilibatkan didalamnya. Cara penyajian kuliah juga harus bisa
menarik dan tidak membosankan. Terkadang menyelipkan humor disela-sela
perkuliahan untuk mendapatkan perhatian mahasiswa bisa jadi salah satu alternatif.

Bukan sekedar membacakan point materi kuliah yang ada di slide powerpoint saja, tapi
juga ada pembahasan mendalam disetiap poinnya hingga bisa dimengerti. Diselipkan
dengan rujukan, contoh-contoh kongkret, maupun gambaran yang memperkuat materi.
Bisa dikaitkan dengan kehidupan nyata para mahasiswa berdasarkan pengalaman dan
kehidupan sehari-hari disekitar.

2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan jelas

Komunikasi menjadi kunci bagaimana materi kuliah bisa tersampaikan dengan baik.
Informasi yang didapatkan harus bisa dipahami dengan baik. Seorang dosen saat
memberikan materi juga diharapkan mampu mengkaitkan teori, prinsip-prinsip, serta
penerapan konsep tersebut secara praktis.

Kemampuan komunikasi seorang dosen juga dapat dilihat dari bagaimana dia mampu
merumuskan tujuan belajar secara jelas dan mampu diterima oleh mahasiswa dengan
baik. Saat mahasiswa menanyakan terkait materi pembelajaran juga diharapkan bisa
dijawab secara lugas dan tuntas oleh seorang dosen. Selanjutnya sang dosen juga
mampu memberikan umpan balik yang menarik minat mahasiswa untuk terus rajin
belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

3. Materi kuliah wajib dikuasai

Sebelum memulai perkuliahan, dosen diwajibkan memahami apa yang akan diajarkan
kepada mahasiswanya. Ngga lucu kan kalo pas ditanya mahasiswanya malah ngga
bisa jawab, hehe. Punya modal dalam penguasaan materi dan ilmu pengetahuan yang
luas serta mendalam sangat dibutuhkan saat mengajar dalam suatu perkuliahan.

Hal pendukung yang lainnya untuk semakin mendalami bahan kuliahnya adalah dengan
memiliki komitmen yang tinggi terhadap spesialisasi bidangnya, rajin menghadiri
konferensi dan seminar terkait dengan bidang spesialisasi bahan ajarnya. Memiliki
koneksi dari berbagai tempat baik didalam dan diluar kampus juga mampu
mengembangkan pengetahuannya melalui sharing dan diskusi.
Saat dia mampu menghubungkan antara fakta dengan konsep-konsep bidang studinya
yang berkaitan itu menjadi salah satu acuan dalam pemahaman bahan ajar
perkuliahan. Selain itu juga dapat dilihat dari kemampuan menunjukkan perbedaan dan
implikasi dari teori ilmu bidang tersebut.

4. Mampu mengorganisir segala bentuk perkuliahan

Kemampuan dalam membuat perencanaan perkuliahan selama satu semester,


seminggu, maupun sehari merupakan salah satu cara untuk bisa mengajar dengan
baik. Diawal pertemuan pertama dalam sebuah perkuliahan biasanya seorang dosen
akan memberikan silabus mata kuliah. Isinya meliputi tujuan perkuliahan, bibliografi
tugas, laporan laboraturium, jadwal tes, tugas khusus, penilaian, dan sebagainya. Ini
juga menjadi salah satu ajang perkenalan antara dosen dengan mahasiswa.

Dengan jam perkuliahan yang sudah ditentukan baiknya dosen mampu memanfaatkan
waktu perkuliahan dengan efektif dan efisien. Untuk memudahkan mahasiswa dalam
menyerap mata kuliahnya, coba garis bawahi ide-ide yang utama. Selain itu gunakan
alat bantu beljar dengan baik seperti memanfaatkan LCD dengan baik maupun alat
antu lainnya.

Seorang dosen juga bisa membuatkan rangkuman yang nantinya bisa dipakai oleh para
mahasiswanya untuk belajar sehingga lebih mudah untuk dipelajari dan diingat. Baik
banget kalo ada dosen yang rela buatin rangkuman buat mahasiswanya.

5. Antusisme yang tinggi ditunjukkan saat mengajar

Dosen yang menjadikan mengajar sebagai passionnya tentu akan terus merasa senang
dan tertarik selam mengajar. Dia akan antusias dengan setiap mata kuliah yang dia
bawakan tanpa merasa ada tekanan selama mengajar. Dia akan menunjukkan kepada
mahasiswanya bahawa belajar adalah suatu kegiatan yang menyenangkan.

Dibutuhkan sikap dan pemikiran yang selalu positif dalam berkehidupan dan itu akan
bisa dilihat oleh mahasiswanya dan berdampak baik dalam pengajaran. Dia akan
mengabdikan dirinya untuk pembelajaran, dengan rela hati membantu mahasiswanya
dalam belajar dan mengembangkan diri.

6. Peduli kepada mahasiswa

Bukan menjadi sosok yang gila hormat tetapi dia juga menunjukkan saling menghormati
kepada mahasiswanya. Dia menjadi sosok yang peduli dan siap membantu
mahasiswanya saat ada kendala dalam proses pembelajaran. Dia menjadi sosok yang
mau meluangkan waktunya untuk lebih mengenal mahasiswanya lebih mendalam untuk
memahami kebutuhan mereka dalam pembelajaran.

Seorang dosen yang dekat dengan mahasiswa diluar jam perkuliahan akan membuka
ruang antara dosen dan mahasiswa untuk saling berdiskusi. Dia tidak menjadi sosok
yang terus menggurui tetapi mengarahkan mahasiswanya untuk menemukan jawaban
atas pertanyaan yang mereka tanyakan. Dia akan jadi sosok yang dekat dengan
mahasiswanya dan nasihat-nasihatnya tentu akan mudah diterima oleh mahasiswanya
terkait permasalahan kuliah mapun di luar jam perkuliahan.

7. Punya keterbukaan, kreativitas, dan flesibilitas

Gaya dalam penyajian kuliah diharapkan mampu menggunakan gaya yang beragam
dan tidak monoton. Biasanya dalam sekali mengajar, sang dosen membaginya kedalam
tiga kegiatan yang terpisah sehingga mahasiswa tidak merasa jenuh.

Dia juga berusaha menyajikan ide-ide baru secara berkala untuk menghindari
kejenuhan selama perkuliahan. Dia harus mampu membaca cara yang tepat untuk
berhadapan dengan mahasiswanya, bagaimana semuanya mampu fokus kepadanya
melalui metode pendekatan yang tepat.

Dosen yang baik juga adalah dosen yang mampu menerima saran dari mahasiswanya.
Terkadang hal tersbut justru jadi masukan untuk metode pembelajaran meliputi tugas-
tugas perkuliahan, cara pembelajaran, dan sebagainya.

8. Kepribadian yang kuat jadi salah satu yang dibutuhkan seorang dosen

Integritas dan kejujuran dibutuhkan untuk membangun hubungan seorang dosen


dengan mahasiswanya. Diawal pertemuan kuliah seorang dosen akan menjabarkan
kontrak pembelajaran. Disitu dosen mengemukakan segala peraturan dan persyaratan
kepada mahasiswa tanpa ada yang disembunyikan.

Dosen juga membuka kesempatan untuk membuat kesepatakan dalam hal penilaian
dengan mahasiswanya. Komposisi dalam pemberian nilai tugas, absesensi, maupun
ujian akhir. Dia akan berusaha konsekuen dengan apa yang telah disepakati diawal
dengan para mahasiswanya. Dia juga siap untuk menerima segala resiko dan bersedia
memperbaiki kesalahan yang telah dilanggarnya. Itulah bagaimana seorang dosen
membangun kepribadian yang kuat.

Bagaimanapun caranya dalam mengajar, seorang dosen butuh kedekatan dengan


mahasiswanya. Mahasiswa diharapkan selalu antusias dengan perkuliahan yang
diadakan. Banyaknya perbedaan pemikiran antar mahasiswa dan dosen mampu
menjadikan semuanya bisa untuk didiskusikan dan menjadi ajang saling berbagi
pengetahuan.

Saat mahasiswa bisa menyerap materi kuliah dengan baik tentu ada kepuasan
tersendiri untuk para dosen.