Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut World Health Organization (WHO) sehat adalah keadaan


sejahtera yang tidak hanya terbebas dari penyakit dan kelemahan tetapi juga
sempurna baik fisik, sosial dan mental sehingga memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial, dan ekonomis. Peningkatan pembangun dalam
bidang kesehatan adalah perwujudan dari pencapaian derajat kesehatan yang
optimal yang hakikatnya merupakan hak fundamental bagi setiap orang tanpa
membedakan ras, agama, jenis kelamin, politik yang dianut dan tingkat sosial
ekonomi. Pencapaian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya, sebagai investasi dari pembangunan sumber daya
manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.

Paradigma pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini tidak lagi


berfokus pada upaya kuratif dan rehabilitatif tetapi beralih ke promotif dan
preventif. Pemerintah merancang program pelayanan preventif yang lebih
ditekankan pada cara-cara dan metode pencegahan serta pengendalian penyakit
untuk menurunkan angka kesakitan. Sedangkan program pelayanan promotif
merupakan pelayanan sumber informasi untuk meningkatkan kemandirian
masyarakat.

Hasil yang nyata berdasarkan tujuan dari Sistem Kesehatan National


tahun 2009 memerlukan bantuan secara nyata dari tenaga kesehatan, lembaga
sosial, dan semua komponen dari masyarakat. Perawat komunitas sebagai salah
satu tenaga kesehatan profesional pada status komunitas berupaya meningkatkan
pembangunan kesehatan dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi untuk
pencegahan penyakit, menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan serta
melibatkan klien sebagai mitra dalam proses pelayanan kesehatan.
Dalam rangka pembangun kesehatan masyarakat yang optimal yang
bersumber pada sumber daya manusia yang produktif dibutuhkan strategi
pelaksanaan kesehatan yang mendukungnya yaitu tenaga kesehatan sebagai ujung
tombak penggerak peran serta masyarakat . Peran serta masyarakat adalah suatu
proses dimana individu, keluarga dan komunitas bertanggung jawab atas
kesehatan sendiri, dengan berperan sebagai pelaku kesehatan dalam upaya
peningkatan kesehatan berdasarkan azas kebersamaan dan kemandirian (Sprdley,
1985; Logan et.al, 1987).

Peran perawat komunitas dan keikut sertaan masyarakat dalam program


peningkatan kesehatan masyarakat sangatlah penting. Program profesi Ners Unsri
2017 merupakan upaya dan sumbangsi bidang pendidikan dan kesehatan untuk
mendukung dan membantu meningkatkan derajat kesehatan yang optimal dan
diharapkan mampu memberikan informasi, wawasan dan pengetahuan selama
proses waktu pendidikan stase Komunitas di Kelurahan Gandus Kecamatan
Gandus. Sebagai upaya dan usaha untuk memajukan kesehatan masyarakat di
Kelurahan Gandus RT 26 & 33 dilakukanlah proses keperawatan secara
komprehensif baik secara fisik, psiko, sosial dan spiritual. Oleh karena itu di
lakukanlah praktik keperawatan komunitas di Kelurahan Gandus RT 26 & 33
sebagai penerapan ilmu keperawatan komunitas dan keluarga.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengaplikasikan teori dan konsep keperawatan komunitas secara nyata
pada masyarakat di Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus RT 26 & 33.
2. Tujuan Khusus
a. Melakukan pengkajian komunitas di Kelurahan Gandus RT 26 & 33.
b. Menganalisa data yang telah diperoleh dari hasil pengkajian
c. Memprioritaskan masalah yang ditemukan bersama masyarakat
d. Menyusun rencana tindakan sesuai dengan masalah yang ada
e. Mengimplementasikan rencana tindakan keperawatan yang telah disusun
oleh bersama masyarakat