Anda di halaman 1dari 25

Universitas Sriwijaya

Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB


Periode 1 Januari 15 Maret 2017

BAB IV
TUGAS KHUSUS
EFISIENSI PERPINDAHAN PANAS DI CARBAMATE CONDENSER (EA-
102) UNIT UREA I-B

4.1. Pendahuluan
4.1.1. Latar Belakang
Pembuatan urea umumnya dilakukan dengan mereaksikan amonia dan
karbondioksida pada tekanan dan temperatur tinggi dalam suatu reaktor kontinyu
hingga membentuk keluaran amonium karbamat. Amonium karbamat ini
selanjutnya akan mengalami proses dehidrasi menjadi urea. Carbamate
Condenser (EA-102) adalah alat yang berfungsi untuk mengkondens dan
mengabsorb gas-gas campuran dengan larutan panas, dari bagian atas stripper
(DA-101) lalu akan menghasilkan panas.
Panas yang timbul ini digunakan untuk memanaskan larutan urea dari
bagian bawah stripper yang akan dikirim ke HPD. Maka diperlukan adanya
perhitungan neraca massa dan neraca panas untuk mengetahui perhitungan
kuantitatif dari seluruh aliran yang masuk, keluar, terakumulasi, dan terbuang
pada Carbamate Condenser (EA-102). Perhitungan dari neraca massa dan panas
digunakan untuk mencari variable proses yang belum ditentukan atau diketahui.
Jadi perlu adanya penyusunan persamaan yang menghubungkan data variable
proses yang telah diketahui dengan variable proses dicari.
4.1.2. Permasalahan
1. Bagaimana kerja carbamate condenser (EA-102) melalui perhitungan
neraca massa di carbamate condenser (EA-102).
2. Bagaimana kerja carbamate condenser (EA-102) melalui perhitungan
neraca panas di carbamate condenser (EA-102).
3. Bagaimana efisiensi perpindahan panas yang terjadi pada carbamate
condenser (EA-102).

81
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

4.1.3. Tujuan
1. Mengetahui besarnya massa yang masuk dan keluar dari Carbamate
Condenser (EA-102).
2. Mengetahui besarnya panas yang masuk dan keluar dari Carbamate
Condenser (EA-102)
3. Mengetahui besarnya efisiensi perpindahan panas yang dihitung dari
Carbamate Condenser (EA-102)
4.1.4. Ruang Lingkup
Masalah pada ruang lingkup ini difokuskan pada perhitungan neraca
massa, neraca panas, dan efisiensi perpindahan panas pada alat Carbamate
Condenser (EA-102).
4.1.5. Manfaat
Tugas khusus ini diharapkan dapat memberi informasi kepada pihak
industri mengenai perbandingan dari neraca massa, neraca panas, dan efisiensi
panas dari Carbamate Condenser (EA-102) di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang,
unit IB.

4.2. Tinjauan Pustaka


4.2.1. Unit Urea
Berbagai proses pembuatan urea dikembangkan untuk mengatasi masalah
proses, korosi dan mencapai tingkat ekonomis yang diinginkan. PT. PUSRI
menggunakan 2 (dua) macam proses pembuatan urea,yaitu Pusri-III dan Pusri-IV
menggunakan proses Total Recycle Carbamate Improve (TRCI). Pusri-II
menggunakan proses TRCI yang seksi sintesisnya sudah dimodifikasi menjadi
ACES dan pada PUSRI-IB menggunakan sistem ACES (Advanced Constant
Energy Saving). PUSRI-IB merupakan pabrik pertama PT PUSRI yang
menggunakan proses ini. Ciri-ciri proses ini adalah mudah operasinya, rendah
modal pembuatannya, rendah biaya operasinya, dan tinggi kualitas produksinya.

82
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

Gambar 4.1. Diagram Alir Proses Urea di PUSRI I-B


4.2.2. Bahan Baku dan Bahan Pembantu Proses Pembuatan Urea
4.2.2.1.Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan dalam proses ini adalah gas CO 2 dan NH3
liquid yang dihasilkan dari pabrik amoniak. Spesifikasinya sebagai berikut:
1) Gas CO2
Karbon dioksida (CO2) mempunyai berat molekul 44 gr/mol. Pada tekanan
atmosfer CO2 berbentuk gas tidak berwarna, barbau, berasa lemah serta larut
dalam air temperatur 15oC. Perbandingan volum CO2 : H2O = 1 : 1. CO2 tidak
beracun, tetapi dapat menimbulkan efek sesak mengganggu kesetimbangan tubuh.
Tabel 4.1. Sifat Sifat Fisika CO2

Sifat Nilai
Titik didih -57,5oC

Titik beku normal -78,4oC

Temperatur kritis 38oC

Tekanan kritis 0,6 kg/cm2

Panas peleburan 1900 kal/mol

Panas penguapan 6030 /mol


(Sumber: Perrys Chemical Engineering Hand Book, 1996)

83
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

Tabel 4.2. Spesifikasi Gas CO2


Kualitas (Dry Basis) Nilai
CO2 98% wt min
Sulfur 1.0 ppm vol maks
H2O Jenuh
Tekanan (P) 0,6 kg/cm2 min
Temperatur (T) 38oC
(Sumber: SOP PUSRI-IB)
2) Amoniak Cair
Berat molekul Ammonia (NH3) 17,03 gr/mol. Pada tekanan atmosfer, NH3
berbentuk gas, tidak berwarna, berbau menyengat, sangat larut dalam air, alkohol
dan eter. NH3 juga bersifat mudah meledak, beracun, dan menyebabkan iritasi.
Tabel 4.3. Sifat sifat Fisika Amoniak
Sifat Nilai
Titik didih -33oC

Titik beku -77,70oC

Temperatur kritis 133,35oC

Tekanan kritis 1657 psi

Tekanan uap cairan 8,5 atm

Spesifik volume pada 70oC 22,7 ft2/lbm


(Sumber : Perrys Chemical Engineering Hand Book, 1996)
Tabel 4.4. Spesifikasi Amoniak Cair
Kualitas Nilai
NH3 99,5 % wt min
H2O 0,5 % wt min
Oil 5,0 ppm wt maks
Tekanan (P) 18 kg/cm2 min
Temperatur (T) 300C
(Sumber: PUSRI-IB)
4.2.2.2.Bahan Pembantu

84
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

Selain bahan baku yang digunakan ada juga bahan pembantu dalam proses
pembuatan urea. Bahan pembantu tersebut adalah uap air, air demin, air
pendingin, air pemadam kebakaran, air saring, gas nitrogen, dan listrik.
4.2.3. Proses Pembuatan Urea
Secara garis besar proses pembuatan urea tersebut dapat dibagi dalam
beberapa seksi, yaitu sebagai berikut:
a) Sintesa
b) Purifikasi
c) Recovery
d) Kristalisasi dan Pembutiran
e) Seksi Process Condensate Treatment
4.2.4. Seksi Sintesa
Urea diproduksi melalui reaksi sangat eksotermis antara NH 3 liquid dan
gas CO2 yang akan menghasilkan ammonium carbamate. Selanjutnya ammonium
carbamate secara dehidrasi endotermis akan berubah menjadi urea dan air. Reaksi
kimia yang terjadi di dalam Reaktor Urea (DC-101) terdiri dari dua tahap. Reaksi
tersebut adalah bolak-balik. Variabel yang mempengaruhi reaksi adalah suhu,
tekanan, komposisi feed, dan waktu tinggal. Reaksi yang terjadi adalah sebagai
berikut:
1) Pembentukkan ammonium carbamate
2 NH3(l) + CO2(g) NH2COONH4(l) + Q1 (eksotermis) (1)
2) Dehidrasi ammonium carbamate
NH2COONH4(l) NH2CONH2(l) + H2O(l) Q2 (endotermis) (2)
Reaksi berlangsung pada temperatur operasi 190oC (top) dengan tekanan
175 kg/cm2 dan dengan rasio NH3/CO2 = 3,5 ~ 4,0 dan rasio H2O/CO2 = 0,46.
Pada kondisi operasi seperti ini, akan didapatkan konversi reaksi sebesar 70%.
Temperatur rendah pada reaktor akan menurunkan konversi carbamate menjadi
urea. Akibatnya larutan recycle carbamate akan bertambah, sehingga
membutuhkan lebih banyak dekomposisi dan absorpsi pada seksi recovery, yang
berarti penurunan konversi urea keseluruhan. Tetapi jika suhu top reaktor melebihi
190oC, proses korosi dan lining di dalam reaktor akan naik dengan cepat.
Demikian juga tekanan kesetimbangan dari campuran reaksi akan melebihi
tekanan dalam reaktor. Sehingga konversi carbamate menjadi urea rendah.

85
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

Reaksi (1) yang membentuk ammonium carbamate mengeluarkan panas


Q1 yang besar atau disebut eksotermik kuat. Reaksi akan berlangsung sampai
selesai dengan kecepatan yang besar, asalkan panas reaksinya segera dapat
dipindahkan sehingga temperatur campuran reaksi tidak naik melebihi temperatur
yang setimbang dengan tekanan disosiasi yang terdapat dalam reaktor.
Reaksi (2) dimana ammonium carbamate terdehidrasi menjadi urea,
menyerap panas Q2 dalam jumlah yang lebih kecil dari Q1 dan disebut
endotermik lemah. Maka menurut Vant Hoff, konversi akan menjadi besar pada
temperatur yang lebih tinggi. Konversi tersebut juga diperbaiki dengan adanya
kelebihan NH3 dan kekurangan kadar H2O dalam umpan reaktor.
Sintesa urea ini berlangsung dalam bejana tegak bertekanan tinggi yang
disebut reaktor urea yang mempunyai volume cukup untuk mengadakan reaksi
sintesa sampai mendekati kondisi kesetimbangan. Demi konversi yang baik dan
kadar yang rendah umpan reaktor mengandung kelebihan NH 3 dan kadar H2O
yang minim, karena sifat-sifat korosif dari zat pereaksi dan produk di dalam
reaktor maka dipasanglah lapisan pelindung yang cocok pada semua permukaan
yang mengalami kontak dengan campuran reaksi. Reaktor di pabrik ini dilapisi
dengan titanium. Penambahan sedikit oksigen bertujuan untuk melindungi
(passivasi) stainless dan titanium sehingga daya tahan yang lama dapat diperoleh.
Residence time dalam reaktor dijaga pada 36 menit. Sementara suhu Reaktor
dikontrol dengan mengkombinasikan faktor-faktor berikut:
1) Excess amoniak ke reaktor
2) Banyaknya recycle solution ke reaktor
3) Suhu preheating dari amoniak liquid ke reaktor
Amoniak yang dipompakan ke dalam reaktor berasal dari pabrik amoniak
dan hasil recovery di HPA (High Pressure Absorber) pada Seksi Recovery.
Sebelum memasuki reaktor, amoniak tersebut dipanaskan dua kali (bila perlu)
secara bertingkat dalam sebuah pre-heater (hot water pre-heater dan steam
condensate pre-heater). Amoniak yang masuk ke dalam reaktor temperaturnya
sekitar 70-800C. Gas karbon dioksida dikompresi hingga tekanannya sesuai
dengan tekanan dalam reactor dan diumpankan ke dalam reactor melalui stripper

86
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

dan carbamate condenser. Selain kedua senyawa utama tersebut, terdapat


amonium karbamat (larutan karbamat recycle) yang merupakan hasil recovery dari
HPA yang dimasukkan ke reaktor.
Hasil keluaran dari reaktor adalah ammonium carbamate, urea, NH3, dan
CO2. Hasil yang dari bottom reaktor akan masuk ke stripper, dimana alat ini
berfungsi untuk memisahkan kelebihan NH3 dan mendekomposisikan ammonium
carbamate yang tidak terkonversi menjadi urea, dari larutan urea yang berasal dari
reaktor dimana cara pemisahannya dengan cara pemanasan oleh steam dan
stripping oleh CO2 pada kondisi operasi yang sama. Terjadi reaksi samping
hidrolisa urea dan pembentukan biuret. Reaksi yang terjadi:
a) Reaksi Hidrolisa Urea
NH2CONH2 + H2O CO2 + 2NH3 (3)
b) Reaksi Pembentukan Biuret
2NH2CONH2 H2CONHCONH2 + NH3 (4)
Karena di dalam stripper ini terbentuk biuret maka kondisi operasinya
harus benar-benar dijaga. Faktor-faktor yang berpengaruh pada stripper adalah:
1) Tekanan Operasi berbanding terbalik dengan efisiensi stripping dimana jika
tekanan naik maka efisiensi stripping turun
2) Suhu Operasi dimana suhu naik maka efisiensi stripping akan naik dan suhu
naik maka hidrolisa urea dan pembentukan biuret naik
3) Tekanan uap air dimana tekanan naik maka efisiensi stripping naik dan
hidrolisa urea dan pembentukan biuret juga naik.
4) Level Larutan dimana jika tekanan naik maka berpengaruh pada waktu tinggal,
pembentukan biuret & hidrolisa urea naik.
5) Tray yang dapat menaikkan efisiensi stripping
Stripper dioperasikan pada tekanan sedikit diatas tekanan urea dan suhu
bagian atas 192oC dan bagian bawah 175 ~ 180oC. Gas dari bagian atas Stripper
(DA-101) dikondensasikan dan diserap oleh larutan karbamat di dalam
Carbamate Condenser sehingga akan menghasilkan panas. Di dalam Carbamate
Condenser 1 (EA-101) tekanan uap air yang terbentuk berkaitan erat dengan suhu
di Reaktor Urea akan menimbulkan panas yang dimanfaatkan untuk

87
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

membangkitkan uap air pada steam drum dengan tekanan 5,5 kg/cm2, sedangkan
didalam Carbamate Condenser 2 (EA-102) suhu larutan urea yang keluar dari sisi
Shell dijaga pada 156oC dengan cara mengatur laju alir gas dari bagian atas
Stripper dan di dalam karbamat kondenser panas yang timbul digunakan untuk
memanaskan larutan urea dari bagian bawah stripper yang akan dikirim ke HPD.
Tekanan operasinya sedikit diatas tekanan Reaktor Urea, sedangkan suhu bagian
atas 191oC sedangkan bagian bawah 175oC. Gas yang berasal dari top reaktor
akan masuk ke scrubber (DA-102) yang berfungsi mengabsorbsi gas NH3 dan
CO2 ke dalam larutan karbamat yang diresirkulasi dari daerah recovery. Tekanan
operasinya sama dengan Reaktor Urea dan suhu bagian bawah sekitar 180oC.
4.2.5. Carbamate Condenser (EA-102)
Gas dari bagian atas Stripper (DA-101) dikondensasikan dan diserap oleh
larutan karbamat di dalam Carbamate Condenser sehingga akan menghasilkan
panas. Didalam Carbamate Condenser 2 (EA-102) Suhu larutan urea yang keluar
dari sisi Shell dijaga pada 156oC dengan cara mengatur laju alir gas dari bagian
atas Stripper dan di dalam karbamat kondenser panas yang timbul digunakan
untuk memanaskan larutan urea dari bagian bawah stripper yang akan dikirim ke
HPD. Tekanan operasinya sedikit diatas tekanan reaktor urea, sedangkan suhu
bagian atas 191oC sedangkan bagian bawah 175oC.
Gas yang keluar dari atas stripper akan terbagi menjadi dua, menuju
Carbamate Condenser 1 dan 2. Kedua unit condenser ini bekerja paralel, dimana
campuran gas akan terkondensasi dan terserap dalam larutan recycle carbamate.
Akan ada panas yang timbul dari Carbamate Condenser, digunakan untuk
memanaskan larutan urea dari keluaran stripper setelah tekanan diturunkan oleh
LV-104 di Carbamate Condenser 2 (EA-102).
Kondisi operasi tekanan di alat ini dianggap sama dengan tekanan pada
sisntesis urea di reaktor. Berfungsi mengabsorb gas menggunakan larutan
carbamate recycle dan panas reaksi untuk memanaskan larutan urea yang akan
masuk ke HPD. Larutan karbamat yang terbentuk diproses lebih lanjut pada
reaktor hingga membentuk urea. Larutan urea dipanaskan di bagian shell,
pemanasan ini akan membuat karbamat yang tersisa terurai menjadi amoniak dan

88
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

CO2. Temperatur reaksi perlu dikontrol karena mempengaruhi kondisi proses pada
reaktor dan HPD. Temperatur rendah akan membuat temperatur reaktor dan HPD
ikut turun. Penurunan ini akan menambah beban pada tahap purifikasi. Larutan
urea yang dipanaskan dalam bagian shell EA-102 dialirkan ke tahap purifikasi.

4.3. Metode Pengambilan Data


Diambil berdasarkan data desain dari input dan output aliran massa pada
Carbamate Condenser (EA-102).

8
DA-
102
49 45

DC-
101
DA-
EA- EA-
201
101 102

DA-
101

Tabel 4.5. Aliran masuk dan keluar Carbamate Condenser (EA-102)


Aliran Komponen kg/hr kmol/hr %wt
5 Urea 8210 136.696 3.88
NH3 98518 5784.628 46.6

89
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

CO2 84492 1919.8364 39.98


H2O 19880 1932.6117 9.4
Biuret 296 2.55142 0.14
Total 211396 9776.3236 100
8 Urea 0 0 0
NH3 3327 63.01744 71.55
CO2 1023 7.49829 22
H2O 300 5.37052 6.45
Biuret 0 0 0
Total 4650 75.88625 100
9 Urea 81610 1358.8079 51.38
NH3 20543 1206.2122 12.94
CO2 21578 490.2977 13.59
H2O 34816 1932.6117 21.92
Biuret 263 2.55142 0.17
Total 158810 4990.4809 100
45 Urea 4019 66.9164 11.24
NH3 12127 712.0545 33.93
CO2 13036 296.20541 36.47
H2O 6417 356.20316 17.95
Biuret 145 1.40667 0.41
Total 35744 1432.7861 100
49 Urea 0 0 0
NH3 34889 2048.5585 52.66
CO2 28162 639.9 42.5
H2O 3206 178.07383 4.84
Biuret 0 0 0
Total 66257 2866.5323 100
(Sumber: PUSRI I-B)

4.4. Perhitungan
4.4.1. Neraca Massa
4.4.1.1. Neraca Massa Input Desain
Tabel 4.1. Laju Alir Input Carbamate Condenser

90
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

Laju Alir BM n
Bagian Aliran Komponen % wt
(kg/jam) (kg/kmol) (kmol/jam)
Urea 4019 11,24 60,06 66,91642

NH3 12127 33,93 17,031 712,0545


45 CO2 13036 36,47 44,01 296,2054
Tube H2O 6417 17,95 18,015 356,2032
Biuret 145 0,41 103,08 1,406674
NH3 34889 52,66 17,031 2048,559
49 CO2 28162 42,50 44,01 639,90002
H2O 3208 4,84 18,015 178,0738
Urea 81610 51,38 60,06 1358,808
NH3 20543 12,94 17,031 1206,212
9
CO2 21578 13,59 44,01 490,2977
Shell H2O 34816 21,92 18,015 1932,612
Biuret 263 0,17 103,08 2,551416
NH3 1073,25 71,55 17,031 63,01744
8 CO2 330 22,00 44,01 7,49829
H2O 96,75 6,45 18,015 5,37052
Jumlah 262313 9365,686

Tabel 4.2. Komposisi Mol Inlet pada tube Carbamate Condenser

Komposisi n (kmol/hr) Fraksi mol (%)


Urea 66,91642 1,556442

NH3 2760,614 64,21048

CO2 936,1054 21,77334

H2O 534,277 12,42701

Biuret 1,406674 0,032719

Total 4299,3190 100

Tabel 4.3. Komposisi Mol Inlet pada shell Carbamate Condenser

Komposisi n (kmol/hr) Fraksi mol (%)

Urea 1358,808 26,8201633

NH3 1269,22944 25,0520609

91
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

CO2 497,79599 9,8255013

H2O 1937,98252 38,2519146

Biuret 2,55142 0,0503599

Total 5066,367 100

4.4.1.2. Neraca Massa Output Desain

Tabel 4.4. Laju Alir Keluar Carbamate Condenser


Laju Alir BM n
Bagian Aliran Komponen % wt
(kg/jam) (kg/kmol) (kmol/jam)
Urea 81610 51,38 60,06 1358,808
NH3 20543 12,94 17,031 1206,212
9 CO2 21578 13,59 44,01 490,2977
H2O 34816 21,92 18,015 1932,612
Shell
Biuret 263 0,17 103,08 2,551416
NH3 1073,25 71,55 17,031 63,01744
8 CO2 330 22,00 44,01 7,49829
H2O 96,75 6,45 18,015 5,37052
Urea 4019 5,24 60,06 66,91642
NH3 47016 61,33 17,031 2760,613
Tube 5 CO2 41198 936,10543
20,68 44,01
H2O 9625 12,56 18,015 534,277
Biuret 145 0,19 103,08 1,406674
262313 9365,686
Jumlah

Tabel 4.5. Komposisi Mol Outlet pada tube Carbamate Condenser


Komposisi n (kmol/jam) Fraksi mol (%)
Urea 66,91642 1,556442

NH3 2760,614 64,21048

92
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

CO2 936,1054 21,77334

H2O 534,277 12,42701

Biuret 1,406674 0,032719

Total 4299,3190 100

Tabel 4.6. Komposisi Mol Outlet pada shell Carbamate condenser


Komposisi n (kmol/jam) Fraksi mol (%)

Urea 1358,808 26,8201633

NH3 1269,22944 25,0520609

CO2 497,79599 9,8255013

H2O 1937,98252 38,2519146

Biuret 2,55142 0,0503599

Total 5066,367 100

4.4.2. Neraca Panas

Tabel 4.7. Entalpi Pembentukan Senyawa

Senyawa Hfo298 (kJ/mol)

Urea 0
NH3 -45,90

93
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

CO2 -393,50
H2O -241,80
Ammonium Carbamate -645,05
(Sumber: Yaws, 1997)

Tabel 4.8. Data Kapasitas Panas


Senyawa A B C D E

Urea 24,856 1,443710-1 3,8088x10-5 -1,1007x10-7 3,9161x10-11

NH3 33,573 -1,258110-2 8,890610-5 -7,1783 10-8 1,8596x10-11

CO2 27,437 4,231510-2 -1,955510-5 3,9968 10-9 -2,9872x10-13

H2O 33,933 -8,4186x10-3 2,9906x10-5 -1,7825x10-8 3,6934x10-12

Biuret 131,3

J/mol.K

(Sumber: Yaws, 1997)

4.4.2.1. Menghitung Panas Reaksi

Reaksi:

2 NH3 + CO2 NH2COONH4

Hf298 = [-645,05] - [(2 x (-45,90))+( -393,50)]

= (-645,05) (-439,4)

= -205,6 kJ/mol = -205600 kJ/kmol (Reaksi eksotermis)

Reaksi ini terjadi pada sisi tube Carbamate Condenser

94
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

HR = -205600 kJ/kmol + (4067,91966 + 1453,73325)

= -200078 kJ/kmol

Qreaksi= -200078 kJ/kmol x 25,27485 kmol/hr

= -5056949 kJ/hr

4.4.2.2. Menghitung Panas Input Desain pada sisi Tube Corbamate Condenser

H =

= A + BT + CT2 + DT3 + ET4

Qin = ni x Hmix

Tref = 25oC = 298,15 K

Tin = 191oC = 464,15 K

Hin mix = Hin x Fraksi mol

Qin = Hin mix total x mol total inlet


Urea = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 24,856 + [1,443710-1(464,15-298,15)] + [3,8088x10-5(464,152-


298,152)] + [-1,1007x10-7(464,153-298,153)] + [3,9161x10-11(464,154-
298,154)]

= 13284,1174 kJ/kgmole


NH3 = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 33,573 + [-1,258110-2 (464,15-298,15)] + [8,890610-5 (464,152-


298,152)] + [-7,1783 10-8 (464,153-298,153)] + [1,8596x10-11
(464,154-298,154)]

95
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

= 6335,28928 kJ/kgmole


CO2 = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 27,437+ [4,231510-2 (464,15-298,15)] + [-1,955510-5 (464,152-


298,152)] + [3,9968 10-9 (464,153-298,153)] + [-2,9872x10-13
(464,154-298,154)]

= 6676,66626 kJ/kgmole


H2O = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 33,933+ [-8,4186x10-3 (464,15-298,15)] + [2,9906x10-5 (464,152-


298,152)] + [-1,7825x10-8 (464,153-298,153)] + [3,6934x10-12
(464,154-298,154)]

= 5675,39077 kJ/kgmole


Biuret = 131,3 x (464,15-298,15)

= 21795,8 kJ/kgmole

Tabel 4.9. Entalpi Inlet Tube Carbamate condenser

Komponen Fraksi mol (%) Hin Hin mix


(kJ/kgmole) (kj/kgmole)

Urea 1,556442 13284,1174 206,759583

NH3 64,21048 6335,28928 4067,91966

CO2 21,77334 6676,66626 1453,73325

H2O 12,42701 5675,39077 705,281379

Biuret 0,032719 21795,8 7,1313678

Total 100 53767,26371 6440,82524

Diketahui total mol inlet = 4299,3190 kgmole/hr

96
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

Qin = 4299,3190 kgmole/hr x 6440,82524 kJ/kgmole

= 27691162,33 kJ/hr

4.4.2.3. Menghitung Panas Input Desain pada sisi Shell Corbamate Condenser

H =

= A + BT + CT2 + DT3 + ET4

Qin = ni x Hmix

Tref= 25oC = 298,15 K

Tin = 136oC = 409,15 K

Hin mix = Hin x Fraksi mol

Qin = Hin mix total x mol total inlet


Urea = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

97
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

= 24,856 + [1,443710-1(409,15-298,15)] + [3,8088x10-5(409,152-


298,152)] + [-1,1007x10-7(409,153-298,153)] + [3,9161x10-11(409,154-
298,154)]

= 8477,02809 kJ/kgmole

NH3 = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 33,573 + [-1,258110-2 (409,15-298,15)] + [8,890610-5 (409,152-


298,152)] + [-7,178310-8 (409,153-298,153)] + [1,8596x10-11 (409,154-
298,154)]

= 4149,88976 kJ/kgmole

CO2 = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 27,437 + [4,231510-2 (409,15-298,15)] + [-1,955510-5(409,152-


298,152)] + [3,996810-9(409,153-298,153)] + [-2,9872x10-13 (409,154-
298,154)]

= 4398,56499 kJ/kgmole

H2O = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 33,933+ [-8,4186x10-3(409,15-298,15)] + [2,9906x10-5(409,152-


298,152)] + [-1,7825x10-8 (409,153-298,153)] + [3,6934x10-12
(409,154-298,154)]

= 3771,7314 kJ/kgmole

Biuret = 131,3 x (409,15-298,15)

= 14574,3 kJ/kgmole

Tabel 4.10. Inlet Shell Carbamat Condenser

98
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

Komponen Fraksi mol (%) Hin Hin mix


(kJ/kgmole)
(kJ/kgmole)

Urea 26,8201633 8477,02809 2273,552773

NH3 25,0520609 4149,88976 1039,632911

CO2 9,8255013 4398,56499 432,1810587

H2O 38,2519146 3771,7314 1442,759474

Biuret 0,0503599 14574,3 7,339609979

Total 100 35371,5142 5195,465827

Diketahui total mol inlet = 5066,367 kgmole/hr

Qin = 5066,367 kgmole/hr x 5195,465827 kJ/kgmole

= 26322136,6 kJ/hr

4.4.2.4. Menghitung Panas Output Desain pada sisi Tube Corbamate Condenser

Outlet tube carbamate condenser

H =

= A + BT + CT2 + DT3 + ET4

Qout = ni x Hmix

Tref= 25oC = 298,15 K

Tout = 176oC = 449,15 K

Hout mix = Hout x Fraksi mol

99
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

Qout = Hout mix total x mol total output


Urea = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 24,856 + [1,443710-1(449,15-298,15)] + [3,8088x10-5(449,152-


298,152)] + [-1,1007x10-7(449,153-298,153)] + [3,9161x10-11(449,154-
298,154)]

= 11934,9376 kJ/kgmole


NH3 = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 33,573 + [-1,258110-2 (449,15-298,15)] + [8,890610-5 (449,152-


298,152)] + [-7,178310-8 (449,153-298,153)] + [1,8596x10-11 (449,154-
298,154)]

= 5730,17796 kJ/kgmole


CO2 = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 27,437 + [4,231510-2 (449,15-298,15)] + [-1,955510-5(449,152-


298,152)] + [3,996810-9(449,153-298,153)] + [-2,9872x10-13 (449,154-
298,154)]

= 6050,22098 kJ/kgmole


H2O = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 33,933+ [-8,4186x10-3(449,15-298,15)] + [2,9906x10-5(449,152-


298,152)] + [-1,7825x10-8 (449,153-298,153)] + [3,6934x10-12
(449,154-298,154)]

= 5153,56578 kJ/kgmole


Biuret = 131,3 x (449,15-298,15)

= 19826,3 kJ/kgmole

Tabel 4.11. Entalpi Outlet tube carbamat condenser

100
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

Komponen Fraksi mol (%) Hout Hout mix


(kJ/kgmole) (kJ/kgmole)

Urea 1,556442 11934,9376 214,492789

NH3 64,21048 5730,17796 4248,47886

CO2 21,77334 6050,22098 585,280106

H2O 12,42701 5153,56578 739,492884

Biuret 0,032719 19826,3 74,9017788

Total 100 48695,20232 5862,64642

Diketahui total mol outlet = 4299,3190 kgmole/hr

Qout = 4299,3190 kgmole/hr x 5829,391441 kJ/kgmole

= 25062413 kJ/hr

4.4.2.5. Menghitung Panas Output Desain pada sisi Shell Carbamate Condenser

Outlet shell carbamate condenser

H =

= A + BT + CT2 + DT3 + ET4

Qout = ni x Hmix

Tref= 25oC = 298,15 K

Tout = 156oC = 429,15 K

Hout mix = Hout x Fraksi mol

Qout = Hout mix total x mol total output

101
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

Urea = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 24,856 + [1,443710-1(429,15-298,15)] + [3,8088x10-5(429,152-


298,152)] + [-1,1007x10-7(429,153-298,153)] + [3,9161x10-11(429,154-
298,154)]

= 10180,2592 kJ/kgmole

NH3 = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 33,573 + [-1,258110-2 (429,15-298,15)] + [8,890610-5 (429,152-


298,152)] + [-7,178310-8 (429,153-298,153)] + [1,8596x10-11 (429,154-
298,154)]

= 4934,04639 kJ/kgmole

CO2 = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 27,437 + [4,231510-2 (429,15-298,15)] + [-1,955510-5(429,152-


298,152)] + [3,996810-9(429,153-298,153)] + [-2,9872x10-13 (429,154-
298,154)]

= 5220,73581 kJ/kgmole

H2O = A + BT + CT2 + DT3 + ET4

= 33,933+ [-8,4186x10-3(429,15-298,15)] + [2,9906x10-5(429,152-


298,152)] + [-1,7825x10-8 (429,153-298,153)] + [3,6934x10-12
(429,154-298,154)]

= 4460,93527 kJ/kgmole

Biuret = 131,3 x (429,15-298,15)

= 17200,3 kJ/kgmole

Tabel 4.12. Outlet shell carbamate condenser

Komponen Fraksi mol (%) Hout Hout mix

102
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

(kJ/kgmole) (kJ/kgmole)

Urea 26,60102 10180,2592 2730,362142

NH3 25,52584 4934,04639 1236,080306

CO2 9,825955 5220,73581 512,9634649

H2O 37,99723 4460,93527 1706,39315

Biuret 0,049948 17200,3 8,66205388

Total 100 41996,27667 6194,461117

Diketahui total mol outlet = 5066,367 kgmole/hr

Qout = 5066,367 kgmole/hr x 6194,461117 kj/kgmole

= 31383413,39 kJ/hr

4.4.2.6. Neraca Panas pada Tube carbamate condenser

Qin = Qout + Qreaksi

27691162,33 kJ/hr = 25062413 kJ/hr + 5056949 kJ/hr

4.4.2.7. Neraca Panas pada shell carbamate condenser

Qin + Qreaksi = Qout

26322136,6 kJ/hr + 5056949 kJ/hr = 31383413,39 kJ/hr

4.4.2.8. Perhitungan Penggunaan Panas

Qreaksi =n

5056949 kJ/hr = 5066,367 kmol/hr . ( Cp mix dT)

T = (156-131)oC = 25oC

103
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

Didapatkan hasil dari trial and error, selisih perubahan suhu sebesar 25oC, dimana
memungkinkan untuk menaikkan suhu di bagian shell carbamate condenser
sebesar 20oC.

4.4.2.9. Efisiensi Panas pada tube carbamate condenser

= 90,05%

4.4.2.10. Efisiensi Panas pada shell carbamate condenser

= 83, 872%

4.5. Pembahasan
Dalam proses menghitung neraca massa, neraca panas, dan efisiensi panas
pada Carbamate Condenser (EA-102) diperlukan beberapa data desain dari alat
tersebut. Perhitungan ini dilakukan untuk menghitung aliran massa baik yang
masuk maupun keluar dari Carbamate Condenser (EA-102) sehingga selanjutnya
dapat dilakukan perhitungan berapa banyak panas yang dihasilkan oleh larutan
karbamat dari proses kondensasi gas yang berasal dari bagian atas stripper (DA-
101) dan memanaskan larutan urea dari bagian bawah stripper yang akan dikirim
ke High Pressure Decomposer (DA-201).
Data desain yang berupa data flow rate digunakan untuk menghitung
neraca massa. Neraca massa yang dihitung meliputi aliran massa masuk dan
keluaran Carbamate Condenser (EA-102). Aliran massa yang masuk ke
Carbamate Condenser (EA-102) adalah dari stripper (DA-101), aliran massa dari

104
Universitas Sriwijaya
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PT. PUSRI-IB
Periode 1 Januari 15 Maret 2017

pompa feed carbamate, dan aliran dari scrubber (DA-102). Sedangkan aliran
massa keluar adalah dari Carbamate Condenser (EA-102) menuju reaktor (DC-
101) dan High Pressure Decomposer (DA-201).
Selain dari aliran massa, data suhu dan tekanan merupakan data penting
dalam penghitungan neraca massa dan panas hingga didapatkan nantinya
perhitungan dari efisiensi perpindahan panas pada alat Carbamate Condenser
(EA-102). Untuk data kapasitas dan cara perhitungan, diambil data dari berbagai
referensi pendukung serta literatur maupun dari media online.
Jumlah aliran massa input pada Carbamate Condenser (EA-102) adalah
sebesar 262.313 kg/hr sedangkan massa output sebesar 262.313 kg/hr.
Perhitungan neraca massa ini menggunakan prinsip aliran massa yang masuk
sama dengan aliran massa yang keluar, karena yang diambil adalah data desain.
Dalam perhitungan neraca panas Carbamate Condenser (EA-102)
didapatkan hasil perhitungan panas yang masuk pada sisi shell sebesar
26.322.136,6 kJ/hr dan keluarannya sebesar 31.383.413,39 kJ/hr. Pada sisi tube
didapatkan perhitungan aliran panas masuk sebesar 27.691.162,33 kJ/hr dan aliran
panas keluar sebesar 25.062.413 kJ/hr. Reaksi pembentukan amonium karbamat
yang terjadi juga menghasilkan panas pada sisi shell dan tube Carbamate
Condenser (EA-102). Panas reaksi yang dihasilkan adalah sebesar 5.056.949 kJ/hr
sehingga didapatkan selisih perubahan suhu dengan metode trial and error
sebesar 25oC hingga Carbamate Condenser (EA-102) memungkinkan untuk dapat
menaikkan suhu larutan urea yang masuk dan keluar dari sisi shell hingga 20oC
bila ditinjau dari P&ID Urea Plant PUSRI-IB.
Pengaruh dari perubahan suhu ini bila melebihi rentang 20-25oC, karbamat
akan terhidrolisa. Kenaikan suhu juga mempengaruhi urea yang terbentuk. Bila
suhu urea itu sendiri melebihi 200oC, tekanan pada reaktor akan meningkat dan
akan menyebabkan korosi. Lalu didapatkan perhitungan efisiensi perpindahan
panas pada sisi tube adalah sebesar 90,05% dan pada sisi shell 83,872%.

105