Anda di halaman 1dari 6

JURNAL TEKNIK SISTEM PERKAPALAN Vol. 1, No.

1, (2014) 1-6 1

Analisa Pengaruh Flywheel dan Firing Order


Terhadap Proses Kerja Mesin Diesel
Adin Putra Rachmawan, I Made Ariana, Indrajaya Gerianto
Jurusan Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: adinputra2011@gmail.com , ariana@its.ac.id , igerianto@its.ac.id
Flywheel (roda gila) merupakan komponen dari mesin yang penyimpanan energi seperti flywheel lebih dipengaruhi
mampu menyimpan energi kinetik dari gerak rotasi poros engkol kecepatan putaran daripada massanya. Namun dalam putaran
dan bertujuan untuk menghasilkan putaran mesin yang stabil. yang sangat tinggi, metal flywheel dapat rusak dengan
Flywheel atau roda gila dihubungkan pada ujung poros engkol sendirinya akibat adanya tegangan geser yang berlebih [3].
sebuah mesin yang menerima tenaga putar dari piston selama
Dalam mesin bersilinder jamak dikenal istilah firing orer,
langkah usaha, yang kemudian akan berkurang akibat langkah-
langkah lain, inertia loss, dan juga akibat gesekan. Flywheel yaitu urutan terjadinya proses pembakaran dari tiap silinder.
berfungsi sebagai suatu lumbung penyimpanan energi, yang Firing order berguna untuk menyelaraskan dan
mana menyimpan energi saat suplai melebihi kebutuhan dan mengoptimalkan langkah kerja yang berlangsung ditiap-tiap
melepaskannya saat suplai lebih kecil dari kebutuhan yang mana silinder. Dengan proses pembakaran yang bergantian dari
juga berguna sebagai kontrol dari terjadinya suatu fluktuasi masing-masing silinder, maka ketidakselarasan yang
kecepatan dan mampu mebuat crankshaft berputar secara mengakibatkan getaran yang berlebih pada mesin dapat
kontinyu dan terus menerus dan mengakibatkan mesin berkurang [7].
beroperasi dengan lembut. Urutan pembakaran yang terjadi Dan diharapkan dengan analisa pengaruh flywheel dan
pada mesin bersilinder jamak disebut sebagai firing order.
firing order terhadap proses kerja mesin diesel, dapat
Pengaturan firing order adalah berdasar dari jumlah silinder
pada mesin tersebut dan juga bentuk dari crankshaft mesin yang diperoleh parameter-parameter yang sesuai untuk
bersangkutan. Pengaturan firing order dirancang dengan tujuan diaplikasikan pada mesin diesel reserve engineering.
meminimalisasi Engine Vibration dan Development of back
pressure.
II. METODOLOGI PENELITIAN
Kata kunci : Firing Order, fluktuasi kecepatan, flywheel, inersia.
A. Membongkar dan Mengidentifikasi Mesin
Proses pembongkaran dan pengidentifikasian mesin diesel
I. PENDAHULUAN dilakukan untuk mengetahui bentuk dan dimensi dari flywheel.
Pembongkaran dilakukan dengan proses melepas tiap-tiap
Berbagai macam jenis mesin digunakan pada ranah teknik
komponen dari casingnya. Setelah flywheel dilepas, kemudian
permesinan, dimana pada mesin-mesin tersebut sumber energi
dilakukakan proses pengidentifikasian dan pengukuran.
digunakan dan dikonversikan menjadi kerja yang berguna.
Pengukuran dimensi flywheel dilakukan dengan meteran
Pada beberapa jenis mesin, saat proses kerja berlangsung,
karena dimensinya yang besar dan juga dengan menggunakan
fluktuasi energi sering terjadi yang mana menyebabkan
jangka sorong.
fluktuasi pada kecepatan mesin tersebut [1].
Beberapa data dari motor diesel yang akan diteliti juga
Flywheel, atau dalam bahasa Indonesia sering disebut
dikumpulkan melalui buku panduan yang tersedia. Data yang
sebagai roda gila, digunakan dengan tujuan sebagai suatu
bisa dicari dari manual book adalah ukuran utama dari motor
lumbung penyimpanan energi, yang mana menyimpan energi
diesel seperti bore, stroke, serta data lain seperti compression
saat suplai melebihi kebutuhan dan melepaskannya saat suplai
ratio.
lebih kecil dari kebutuhan. Flywheel ini juga berguna sebagai
Tabel 1. Tabel data awal motor diesel
kontrol dari terjadinya suatu fluktuasi kecepatan.
Mengacu pada kemampuan flywheel untuk menyimpan Merek Cummins
energi kinetik dari proses rotasi poros engkol, ketidakstabilan Model 4BTA3.9-M125
putaran crankshaft hampir selalu terjadi. Hal ini dikarenakan Power 125 bhp pada 2200 rpm
kemampuan crankshaft untuk merubah gerak translasi dari Bore x Stroke 102 mm x 120 mm
sebuah piston menjadi gerak rotasi poros juga mengalami
Jumlah silinder 4
akselerasi sewaktu proses pembakaran dalam silinder liner
terjadi. Daya pembakaran yang dihasilkan saat langkah usaha Firing order 1-3-4-2
terjadi, disimpan dalam bentuk momen inersia untuk Displacement 3.9 liter
mengcover langkah-langkah selanjutnya yang berlangsung [2]. Torsi maksimum 475 Nm pada 1500 rpm
Energi kinetik pada flywheel dapat ditingkatkan Rasio kompresi 1 : 16.5
berdasarkan dua variabel, yaitu menambah massa flywheel dan Tekanan kompresi 128.5 bar
juga mempercepat putaran flywheel itu sendiri. Media
JURNAL TEKNIK SISTEM PERKAPALAN Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 2

Tekanan kompresi maks. 68.5 bar S Max. 0.045


(sumber: Cummins 4BTA3.9-M125 Spesification)

B. Pengambilan Data Flywheel Tabel 4. Tabel mechanical properties


Rm Tensile strength 440 Mpa
Pengambilan data dari flywheel yang utamanya adalah
berat dan juga diameternya. Namun lebih dari itu juga ReH Min. yield strength 170 360 MPa
dilakukan pengukuran detail-detail dari geometri flywheel A Min. elongation 28 %
yang ditujukan untuk proses drawing nantinya. D. Penggambaran Desain Flywheel
Berikut gambar flywheel dan hasil pengukuran yang
dilakukan Proses penggambaran dilakukan apabila hasil
perhitungan sudah memenuhi. Proses redesain ini mengacu
pada hasil hitungan apakah sudah sesuai dengan gaya-gaya
yang bekerja pada flywheel tersebut.

A
B

Gambar 1. Flywheel Gambar 2. Flywheel hasil penggambaran


Tabel 2. Tabel dimensi flywheel
Diameter dalam (A) 70 mm
Diameter luar (B) 410 mm III. ANALISA DATA
Berat 23.4 kg A. Analisa Flywheel
Analisa kali ini dilakukan berdasarkan data-data yang
C. Perhitungan dan Analisa Flywheel terdapat pada mesin seperti yang ditampilkan pada informasi
Proses perhitungan dan analisa flywheel dilakukan berikut.
dengan data pengukuran dari proses sebelumnya. Dengan
berbagai parameter yang didapat tersebut, penyelesaian proses
perhitungan dilakukan dengan rumusan-rumusan yang sudah
ada sebelumnya yang didapatkan dari buku, paper, e-book, dan
juga bantuan dari dosen pembimbing.
Analisa flywheel juga menyangkut tentang jenis material
yang dipakai sebagai bahan pembuatan flywheel ini. Material
yang bersangkutan disertai dengan tabel data mechanical
properties dan chemical composition.
Berikut jenis material flywheel berserta tabel data
mechanical properties dan chemical composition.
Material : Cast Iron Gambar 3. Grafik rpm vs torsi
Grade : DD 11
Standard : EN 10111 : 2008
Low carbon steel sheet and strip for colding Rpm Torsi (Nm)
Classification : Steel 800 298
Tabel 3. Tabel chemical composition 1000 386
Unsur % 1200 445
C Max. 0.12 1400 470
Mn Max. 0.6 1500 475
P Max. 0.045
1600 472
JURNAL TEKNIK SISTEM PERKAPALAN Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 3

1700 465 = 2 x 3.14 x 13.33 x 298


1800 454 24952.53 watts
1900 445 24.95 kW
2000 433
2200 404 - Daya pada engine
(sumber: Cummins 4BTA3.9-M125 Spesification) P = I x MEP x L x A x z x Rps
24.95 = 0.5 x MEP x 0.12 x 0.817 x 4 x 13.33
MEP = 24.95 / (0.5 x 0.12 x 0.817 x 4 x 13.33)
MEP 9.54761 bar
954.761 kPa

2). Perhitungan kondisi maksimum Rpm 2200 rpm


Input parameter
3.14
i 0.5 (untuk mesin 4 langkah)
L 120 mm = 0.12 m
2
Gambar 4. Grafik rpm vs daya A 8167.14 mm = 0.816714 m2
Rpm 2200 Rps 36.66667
Rpm Daya (kW) T 404 Nm (pada 2200 rpm)
800 25 Z 4 (jumlah silinder)
1000 40
1200 56
- Daya perhitungan berdasarkan torsi pada 800 rpm
1400 69
P = 2 x Rps x T
1500 75
= 2 x 3.14 x 13.33 x 298
1600 79 93027.73 watts
1700 83 93.03 kW
1800 86 - Daya pada engine
1900 88 P = I x MEP x L x A x z x Rps
2000 91 24.95 = 0.5 x MEP x 0.12 x 0.817 x 4 x 13.33
2200 93 MEP = 24.95 / (0.5 x 0.12 x 0.817 x 4 x 13.33)
(sumber: Cummins 4BTA3.9-M125 Spesification)
MEP 12.94374 bar
1). Perhitungan kondisi iddle Rpm 800 rpm 1294.374 kPa
Input parameter Dari perhitungan diatas diambil
3.14 T1 = 298 Nm (pada 800 rpm)
i 0.5 (untuk mesin 4 langkah) T 2 = 475 Nm (Pada 1500 rpm)
TMean = 386.5 Nm
L 120 mm = 0.12 m
A 8167.14 mm2 = 0.816m2 1. Turning Moment Diagram
Rpm 800 Rps 13.33333 Merupakan diagram yang menggambarkan hubungan
antara Torque (T) dan Crank Angle () yang mana
T 298 Nm (pada 800 rpm) menjelaskan nilai torsi yang dihasilkan maupun
Z 4 (jumlah silinder) dibutuhkan pada tiap-tiap langkah yang terjadi yang
digambarkan pada sudut dari crank. Pada gambar 4.1
menjelaskan mekanisme silinder-crank yang mengacu
pada turning moment diagram pada gambar berikut [4].
- Daya perhitungan berdasarkan torsi pada 800 rpm
P = 2 x Rps x T
JURNAL TEKNIK SISTEM PERKAPALAN Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 4

Dimana : TMean = Torsi rata-rata


= 4 ; Untuk mesin 4 langlah
P = 125 Hp
= 93212 Watts
sehingga
= TMean x
= 386.5 x 4
= 4854.44 Nm
Kemudian
CE =
Gambar 5. TMD Motor Bakar 4 Langkah Fluktuasi energi maksimum = CE x Work done per cycle
= 0.066 x 4854.44 Nm
2. Fluktuasi Energi = 320.39 Nm
Perbedaan nilai antara maksimum energy dan minimum
energy merupakan fluktuasi energi. Pada gambar 4.4 4. Fluktuasi Kecepatan
berikut merupakan turning moment diagram untuk mesin Ketika mesin menghasilkan energy yang lebih besar
bersilinder jamak. Dimana garis AG merupakan nilai daripada kebutuhannya,yang ditandai adanya kenaikkan
torsi rata-rata yang dihasilkan, sedangkan area-area baik kecepatannya, maka energy tersebut akan tersimpan
yang berada diatas maupun dibawah garis tersebut (a1, dalam flywheel, dan dilepaskan kembali ketika produksi
a2, a3, a4, a5, a6) merupakan fluktuasi energy yang terjadi. energy kurang dari kebutuhan, yang ditandai dengan
penurunan kecepatannya. Perubahan kecepatan yang
naik turun inilah yang dinamakan dengan fluktuasi
kecepatan. Fluktuasi kecepatan terjadi karena adanya
penyerapan maupun pelepasan energy yang dilakukan
oleh flywheel itu sendiri.
Fluktuasi kecepetan maksimum
Adalah selisih terbesar yang terjadi antara kecepatan
maksimum dengan minimum dari kecepatan rotasi
mesin / flywheel
Koefisien fluktuasi kecepatan
Merupakan rasio dari fluktuasi kecepatan
maksimum dengan rata-rata kecepatannya.
Diketahui
Gambar 6. Turning moment diagram dengan nilai torsi N1 = kecepatan maksimum
A = 298 Nm N2 = kecepatan minimum
B = 386.5 Nm
C = 475 Nm N rata-rata = (N1 + N2) / 2

1 =
3. Koefisien Fluktuasi Energi
Koefisien fluktuasi energi (CE) merupakan rasio dari = 230.27 rad/s
fluktuasi energi maksimum dengan kerja yang terjadi
selama satu siklus. 2 =
Tabel 5. tabel koefisien fluktuasi energi
= 69.88 rad/s
Dan Koefisien fluktuasi kecepatan (CS)=

N1 = 2200 rpm
N2 = 800 rpm
N rata-rata = (N1 + N2) / 2
= (2200 + 800) / 2
CE = = 1500 rpm
W = TMean x
JURNAL TEKNIK SISTEM PERKAPALAN Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 5

Jadi, CS = Diameter dalam (A) 70 mm 0.07 m


Diameter luar (B) 410 mm 0.41 m
= Berat 23.4 kg 23.4 kg
= 0.933 T1 298 Nm (pada 800 rpm)
5. Berat dan Dimensi Flywheel T2 475 Nm (pada 1500 rpm)
Dalam mendesain suatu flywheel, hal utama yang harus TMean 386.5 Nm
ditentukan ialah menentukan massa dari flywheel (T1 + T2)/2
tersebut. Dan untuk mengatasi fluktuasi kecepatan yang
Momen Inersia
terjadi, sangat ditentukan dari penentuan masa flywheel
secara tepat, yang kemudian sangat berkolerasi dengan I = m x r2
media penyimpan momen, yang dalam hal ini adalah = 23.4 x (0.205 x 0.205)
momen inersia.
Diketahui: 0.9834 kgm2
m = massa flywheel (kg) E1
I = momen inersia (kg m2)
k = radius of gyration (m) = 0.5 x I x 12
= r / 2-2 (untuk flywheel tipe disk) = 0.5 x 0.9834 x (230.27)2
Sehingga = 26070.88 Nm
N rata-rata = (N1 + N2) / 2 E2
CS = atau CS = = 0.5 x I x 22

2
= 0.5 x 0.9834 x (83.73)2
Ek rata-rata = I = 3447.39 Nm
2
Ek maks = I 1 Efisiensi Energi pada Flywheel
E1 T1
Ek min = I 2 2
E1 = 26070.88 Nm
Fluktuasi energy maksimum
E = E1 - E2 T1 = 475 Nm

= ( I 12) ( I 22)
= ((E1 - T1)/E1) x 100 %
= I (1- 2) (1+ 2) = (26070.88 - 475)/26070.88
= 98.18%
= I (1- 2) [ = ]
E2 T2
E2 = 3447.39 Nm
2
=I [ ] T2 = 298 Nm
2
= I CS
= m k2 2 CS [ I = mk2 ] = ((E2 - T2)/E2) x 100 %
E = 2 E CS (joule or Nm) [ E = I 2] = (3447.39 - 298)/3447.39
= 91.36%

B. Analisa Firing Order


Tiap-tiap silinder pada mesin pasti mengalami proses
pembakaran sebanyak satu kali yaitu saat langkah kerja
pada tiap cycle. Dimana pada mesin tipe empat langkah,
pembakaran terjadi tiap crankshaft berrotasi sebesar 180o,
Gambar 7. Gambaran matematis sebuah flywheel dan tiap 120o pada mesin bersilinder enam, dan
T1 , 1 = Input Energi = Percepatan seterusnya.
T0 , 0 = Output Energi = beban = Penurunan Urutan pembakaran yang terjadi pada mesin
kecepatan bersilinder jamak disebut sebagai firing order. Pengaturan
firing order adalah berdasar dari jumlah silinder pada
Analisa Flywheel mesin tersebut dan juga bentuk dari crankshaft mesin
yang bersangkutan. Pengaturan firing order dirancang
JURNAL TEKNIK SISTEM PERKAPALAN Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 6

berdasarkan parameter-parameter berikut yang harus Sin 180o = 0


dipertimbangkan untuk suatu desain yang optimum, yaitu: Saat piston berada pada 90o sebelum atau sesudah
Engine Vibrations titik mati atas maupun titik mati bawah, posisi piston
Engine cooling tidak sejajar dengan connecting rod dan garis tengah dari
crankshaftnya maka momen lengan yang dikenakan pada
Development of back pressure
crankshaft adalah sebesar 1 (satu). Sudut sebesar 90o
merupakan simpangan terbesar yang mampu dibentuk
Tabel 6. Diagram kerja untuk Firing order 1-3-4-2
oleh crankshaft dan maka dari itu dikenal dengan full
Silinder 0 o (TMA) 180 o 360 o 720 o crank radius.
1 Hisap Kompresi Usaha Buang Sin 90o = 1
2 Kompresi Usaha Buang Hisap
IV. KESIMPULAN
3 Buang Hisap Kompresi Usaha
Berdasarkan hasil perhitungan matematis yang
4 Usaha Buang Hisap Kompresi
dilakukan menyatakan bahwa flywheel yang terdapat pada
mesin diesel merek Cummins tipe 4 BTA 3.9-M125,
Tabel 7. Diagram kerja untuk Firing order 1-2-4-3 faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan flywheel
Silinder 0 o (TMA) 180 o 360 o 720 o untuk menyimpan sebuah momen adalah massa dari
1 Hisap Kompresi Usaha Buang flywheel dan juga bekerja pada berapa putaran rpm
flywheel tersebut.
2 Buang Hisap Kompresi Usaha Korelasi antara flywheel dan firing order terhadap
3 Kompresi Usaha Buang Hisap proses kerja mesin diesel adalah kemampuan flywheel
untuk menyerap dan melepaskan suatu energi akibat
4 Usaha Buang Hisap Kompresi langkah-langkah yang terjadi dalam proses kerja mesin
diesel yang mana mampu meredam suatu getaran
Dari diagaram firing order 1-3-4-2 diatas dapat torsional akibat fluktuasi energi yang dihasilkan saat
dilihat bahwa saat silinder 1 pada langkah kompresi, langkah penghasil daya berlangsung.
silinder 2 sedang langkah usaha, silinder 3 sedang
langkah hisap, silinder 4 sedang langkah buang.
UCAPAN TERIMA KASIH
Selesainya penelitian ini tidak terlepas dari bantuan banyak
pihak yang telah memberikan bantuan dari segi pengetahuan
serta beberapa masukan.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Dangi, Jignesh. Tanpa tahun. Theory of Machine (1MEB25) ; Chapter
11 : Flywheel
[2] Dereszewski, M., Charchalis, Adam, Polanowski, Stanislaw. Tanpa
tahun. Analysis of Diagnostic Utility of Instantenous Angular Speed
Fluctuation of Diesel Engine Crankshaft. Gdynia Maritime University,
Faculty of Marine Engineering.
[3] Prahasto, Toni., Wikatama, Dema. Tanpa tahun, Optimasi Geometri
Rotating Disk Guna Minimasi Tegangan Geser Maksimum dan
Tegangan Von-Misses. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,
Universitas Diponegoro.
[4] Anonim. Tanpa tahun. Theory of Machines ; Chapter 16 Turning
Moment Diagram and flywheel.
[5] Rodicheva, G., Rodichev, V. Tanpa tahun. Engine Design ; Tractors and
Gambar 7. Gambaran konfigurasi piston dengan sudut crank Automobiles. Moscow. Mir Publisher.
[6] Braker, W. Tanpa tahun. Understanding Flywheel Energy Storage: Does
Sebuah momen yang dihasilkan akibat daya dari High-Speed Really Imply a Better Design. Austin, Texas.
pembakaran di ruang bakar menghasilkan sebuah nilai www.activepower.com
[7] Troy Fesse, P.E., Hill, Charles. 2002. Guidelines for Preventing
torsi yang lebih besar dibandingkan torsi rata-ratanya. Torsional Vibration Problems in Reciprocating Machinery. Engineering
Diketahui bahwa sebuah momen yang didapat crankshaft Dynamics Incorporated 16117 University OAK, San Antonio, Texas.
dari daya pembakaran adalah sebesar torsi yang [8] McGraw-Hill. 2004. Torsional Vibration for Turbo Machinery.
dihasilkan dikalikan dengan sudut dari poros engkolnya www.digitalengineeringlibrary.com
[9] Mathew, Michael. 2009. Design of Flywheel for Improved Energy
[7]. Dapat dilihat dari persamaan berikut Storage using Computer Aided Analysis. Department of Mechanical
W =Tx Engineering, National Institute of Technology Rourkela.
Saat piston berada pada titik mati atas maupun titik
mati bawah, posisi piston sejajar dengan connecting rod
dan garis tengah dari crankshaftnya maka momen lengan
yang dikenakan pada crankshaft adalah sebesar 0 (nol).