Anda di halaman 1dari 6

Kerangka Acuan Kerja (KAK)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) JASA KONSULTANSI


PEKERJAAN : PENGAWASAN REHABILITASI ATAP BANGSAL
PEMBENIHAN BBI

1. LATAR : a. UPTD BBI sebagai salah satu unsur pelaksana teknis


BELAKANG operasional pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten
Tanoh Mirah memiliki tugas pokok melaksanakan
pengelolaan pembenihan ikan. Dalam rangka peningkatan
produksi dan mutu benih serta peningkatan teknik
pembenihan, maka gedung pembenihan perlu dilakukan
revitalisasi. Unit gedung pembenihan selama ini kurang
memadai karena adanya kerusakan pada bagian atap
bangunan;
b. Kegiatan Rehabilitasi Atap Bangsal Pembenihan BBI
mendesak untuk segera dilaksanakan agar penggunaan
pemanfaatan gedung pembenihan dapat semaksimal
mungkin dimanfaatkan dalam mendukung pembangunan
sektor perikanan budidaya dapat ditingkatkan;
c. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka Dinas
Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanoh Mirah telah
mengalokasikan dana pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Kabupaten (APBK) Tahun Anggaran 2014 untuk
Pengawasan Rehabilitasi Atap Bangsal Pembenihan BBI
yang berlokasi di Komplek BBI.

2. MAKSUD DAN : a. Maksud dari pengawasan Rehabilitasi Atap Bangsal


TUJUAN Pembenihan BBI adalah untuk mengawasi kelancaran
pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi Atap Bangsal
Pembenihan BBI yang dilaksanakan Kontraktor terkait
kualitas, volume, biaya dan ketepatan waktu pelaksanaan
pekerjaan.
b. Tujuan dari pengawasan Rehabilitasi Atap Bangsal
Pembenihan BBI adalah agar proses pekerjaan dapat
berjalan lancar dan benar sesuai spesifikasi dan biaya
berdasarkan hasil perencanaan sehingga dapat berfungsi
dengan baik dan hasil pengawasan dituangkan dalam bentuk
laporan tertulis.

c. Dalam penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat

Pengawasan Rehabilitasi Atap Bangsal Pembenihan BBI Krueng Batee 1


Kerangka Acuan Kerja (KAK)

melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk


menghasilkan keluaran yang memadai sesuai spesifikasi dan
standar teknis yang tercantum dalam KAK ini.

3. RUANG : a. Lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Konsultan


LINGKUP Pengawas adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku,
khususnya teknis pembangunan bangunan gedung negara,
Permen PU No. 45/KPTS/M/2007 Tanggal 27 Desember
2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan
Gedung Negara.
b. Lingkup pekerjaan tersebut antara lain adalah:
1. Memeriksa dan mempelajari kondisi lahan dan
dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan
dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di
lapangan.
2. Memeriksa dan mempelajari kondisi lahan dan
dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan
dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di
lapangan;
3. Mengawasi dan menyetujui pemakaian bahan,
peralatan, tenaga kerja, dan metode, dan produk
pelaksanaan, serta mengawasi ketepatan waktu, mutu,
dan biaya pekerjaan konstruksi;
4. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi
kualitas, kuantitas, dan laju pencapaian
volume/realisasi fisik;
5. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk
memecahkan persoalan yang terjadi selama
pelaksanaan konstruksi;
6. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara
berkala, membuat laporan mingguan dan bulanan
pekerjaan pengawasan, dengan masukan hasil rapat-
rapat lapangan, laporan harian, mingguan dan bulanan
pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor
Pelaksana;
7. Menyusun Berita Acara Kemajuan pekerjaan,
pemeliharaan pekerjaan, serah terima pertama dan
kedua pekerjaan konstruksi;
8. Menyetujui program kerja harian/mingguan dan

Pengawasan Rehabilitasi Atap Bangsal Pembenihan BBI Krueng Batee 2


Kerangka Acuan Kerja (KAK)

gambar-gambar pelaksanaan (Shop Drawings) yang


diajukan oleh Kontraktor Pelaksana;
9. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan
pelaksanaan (as-builtdrawings) sebelum serah terima
pertama;
10. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah
terima pertama, mengawasi perbaikannya pada masa
pemeliharaan dan laporan akhir pelaksanaan
pengawasan;
11. Menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan
bangunan gedung;
12. Membantu pengelola kegiatan dalam menyusun
dokumen untuk kelengkapan pendaftaran gedung
sebagai bangunan gedung asset negara.

4. KELUARAN : Keluaran yang diinginkan dari pekerjaan pengawasan Rehabilitasi


YANG Atap Bangsal Pembenihan BBI ini adalah terawasinya
DIINGINKAN pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan baik dan benar sehingga
Rehabilitasi Atap Bangsal Pembenihan BBI sesuai dengan
persyaratan bangunan/gedung pemerintah.

5. SUMBER DANA : a. Sumber Dana :


DAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK)
PERKIRAAN Tanoh Mirah Tahun Anggaran 2014.
BIAYA b. Total perkiraan biaya yang diperlukan :
Perkiraan biaya yang diperlukan dalam pengawasan
pekerjaan tersebut sebesar Rp. 1.540.000,- (Satu juta lima
ratus empat puluh ribu rupiah).

6. PEMBERI TUGAS Pemberi Tugas adalah Pejabat Pembuat Komitmen pekerjaan


Rehabilitasi Atap Bangsal Pembenihan BBI.

7. WAKTU : Jangka waktu pelaksanaan pengawasan diperkirakan selama 120


PELAKSANAAN (seratus dua puluh) hari kalender atau mengikuti selama
YANG pelaksanaan konstruksi fisik berlangsung, terhitung sejak
DIPERLUKAN diterbitkan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja).
Melaksanakan pengawasan dalam masa pemeliharaan konstruksi
selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender/mengikuti masa
pemeliharaan Kontraktor Pelaksana sampai dengan serah terima
kedua.

8. LOKASI Lokasi pelaksanaan pekerjaan ini adalah di Kompleks BBI,

Pengawasan Rehabilitasi Atap Bangsal Pembenihan BBI Krueng Batee 3


Kerangka Acuan Kerja (KAK)

KEGIATAN Kecamatan Pulo Gosong, Kabupaten Tanoh Mirah.

9. INFORMASI DAN : a. Informasi


TENAGA AHLI 1. Dalam melaksanakan tugasnya konsultan pengawasan
YANG harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari
DIBUTUHKAN informasi yang diberikan oleh Pejabat Pembuat
Komitmen termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja
ini.
b. Tenaga Ahli.
1. Untuk melaksanakan tujuannya, konsultan pengawas
harus menyediakan tenaga ahli yang memenuhi
ketentuan dari Pejabat Pembuat Komitmen, baik
ditinjau dari segi lingkup kegiatan maupun tingkat
kompleksitas pekerjaan.
2. Tenaga ahli dan tenaga pendukung yang dibutuhkan
dalam pengawasan rehabilitasi atap bangsal
pembenihan BBI ini terdiri dari :
i. Site Engineer : 1 orang
ii. Pengawas Lapangan : 1 orang
iii. CAD Operator/drafter : 1 orang
iv. Tenaga Administrasi : 1 orang
3. Persyaratan tenaga ahli dan personil yang
dibutuhkan adalah sebagai berikut :
i. Site Engineer
Pendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil (S1).
Berpengalaman dalam pengawasan bangunan
sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
ii. Pengawas Lapangan
Pendidikan minimal Sekolah Menengah
Kejuruan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
iii. CAD Operator/Drafter
Minimal pendidikan Sekolah Menengah
Kejuruan Jurusan Bangunan berpengalaman
pada bangunan sekurang-kurangnya 2 (dua)
tahun, dapat mengoperasikan program
AUTOCAD/3D Max atau yang sejenisnya.
Tenaga ahli harus memiliki sertifikat tenaga ahli
SKA/SKT yang bersesuaian dengan latar belakang
ilmu dan kebutuhan pekerjaan dari asosiasi dan
dilengkapi dengan Curiculum Vitae (pengalaman

Pengawasan Rehabilitasi Atap Bangsal Pembenihan BBI Krueng Batee 4


Kerangka Acuan Kerja (KAK)

dilengkapi dengan referensi kerja/surat keterangan)


serta ijazah.
4. Tenaga pendukung lainnya seperti tenaga
administrasi disesuaikan dengan kebutuhan serta
ketentuan yang berlaku.

10. KUALIFIKASI : Perusahaan penyedia jasa konsultansi harus mempunyai


PENYEDIA kualifikasi bidang sipil dan sub bidang Bidang/Sub bidang
Layanan Jasa Inspeksi Teknis, sedangkan klasifikasinya adalah
kecil.
11. LAPORAN : Jenis laporan yang harus diserahkan kepada Pejabat Pembuat
Komitmen oleh oleh Penyedia Jasa Konsultansi Pengawasan
Rehabilitasi Atap Bangsal Pembenihan BBI adalah meliputi :
1. Laporan Harian yang berisi :
Laporan ini harus dibuat oleh konsultan dimulai terhitung
sejak SPMK ditandatangani atau sejak dimulainya pekerjaan
konstruksi oleh pemborong, dan laporan harian ini memuat
tentang jumlah tenaga kerja/personil, kondisi lapangan,
kondisi bahan, kondisi peralatan, penyimpangan/perubahan
pekerjaan (kalau ada), dan kemajuan pekerjaan konstruksi di
lapangan setiap hari terkait jadual pelaksanaan serta
dilengkapi dengan foto dokumentasi.
2. Laporan Mingguan yang berisi :
Laporan ini harus dibuat oleh konsultan setelah 7 hari
kalender sejak SPMK ditandatangani atau 7 hari kalender
sejak dimulainya pekerjaan konstruksi oleh pemborong,
dilaporkan secara berkala setiap minggunya, dan laporan
mingguan ini memuat tentang resume dari laporan harian
dan masukan hasil rapat-rapat di lapangan, penyimpangan
yang dilakukan oleh Pemborong/Penyedia Barang/Jasa yang
sudah diperbaiki maupun yang belum diperbaiki dan hal-hal
lain yang terjadi di lapangan.
3. Laporan Bulanan yang berisi :
Laporan ini harus dibuat oleh konsultan setelah 30 (tiga
puluh) hari kalender sejak SPMK ditandatangani atau 30
(tiga puluh) hari kalender sejak dimulainya pekerjaan
konstruksi oleh pemborong, dilaporkan secara berkala setiap
bulannya, dan laporan bulanan ini memuat resume dari
laporan mingguan dan laporan monitoring kendali mutu
termasuk pemeriksaan laboratorium apabila diperlukan.

Pengawasan Rehabilitasi Atap Bangsal Pembenihan BBI Krueng Batee 5


Kerangka Acuan Kerja (KAK)

4. Laporan Akhir yang berisi :


Laporan ini harus dibuat dan disampaikan oleh konsultan
setelah berakhirnya SPMK atau berakhirnya waktu
pelaksanaan konstruksi oleh pemborong, dan laporan akhir
ini memuat resume dari laporan bulanan dan menyusun
daftar kekurangan-kekurangan dan cacat-cacat pekerjaan
selama masa pemeliharaan.
Setiap laporan dibuat rangkap 4 (empat) eksemplar.

Dengan disampaikannya Kerangka Acuan Kerja ini, agar Konsultan Pengawas dapat memahami
pelaksanaan pekerjaan dan selanjutnya menginterprestasikan dan mendefinisikan tugas yang
diberikan secara benar, sehingga dapat menghasilkan suatu hasil pengawasan yang sesuai dengan
harapan.
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat sebagai bahan acuan bagi Pelaksana Pekerjaan untuk
melaksanakan kegiatan dilapangan, dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

........................, ........ Juni 2014


Pejabat Pembuat Komitmen,

_______________________
NIP. .................................

Pengawasan Rehabilitasi Atap Bangsal Pembenihan BBI Krueng Batee 6