Anda di halaman 1dari 6

PROSEDUR ANALISA DATA

No.Dokumen :

No Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :
Kepala Puskesmas
PUSKESMAS
KATAPANG
Jl. Terusan kopo Km
dr.Ani Setiasih
13,5 Bandung
197111062009042001
Analisa data dimaksudkan untuk pengendalian proses dan perbaikan
1. Pengertian dalam upaya menjamin pencapaian sasaran serta persyaratan mutu
dengan cara mengolah data hasil pemantauan dan pengukuran.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk digunakan sebagai
perencanaan, pemantauan, dan evaluasi serta pengambilan
2. Tujuan
keputusan dalam suatu tindakan untuk peningkatan pelayanan.

3. Kebijakan SK kepala Puskesmas No..

4. Referensi Pedoman Kerja Puskesmas jilid I


1. Pengelola program bertanggung jawab dalam pengumpulan data
dan hasil kegiatan / program
2. Pengelola program menentukan indicator program
3. Pengelola program menentukan frekuensi analisa sesuai
keperluan dan tingkat kepentingan
5. Prosedur 4. Pengelola program melakukan analisa data dengan cara
membandingkan cakupan dengan target yang ditentukan
5. Pengelola program mengintrepetasikan hasil analisa dan
melaporkan data hasil analisa kepada Kepala Puskesmas /
manajemen puskesmas
6. Hasil pengumpulan analisa data kinerja diarsipkan
1. Unit Terkait Unit Admen, Unit UKM

2. Dokumen Form Bulanan dan mingguan

Riwayat Perubahan Dokumen


No Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Diberlakukan
PROSEDUR PELAPORAN DAN
DISTRIBUSI INFORMASI

No.Dokumen :

No Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :
PUSKESMAS Kepala Puskesmas
KATAPANG
Jl. Terusan Kopo Km
13,5 Kab. Bandung
dr.Ani Setiasih
197111062009042001
Prosedur ini adalah untuk mengatur proses pelaporan dan
1. Pengertian
pendistribusian informasi
Sebagai acuan untuk menindaklanjutin semua informasi yang masuk
2. Tujuan ke Puskesmas baik berupa surat ataupun surat elektronik.

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Jenis jenis Pemeriksaan Laboratorium

4. Referensi Permenkes no 128 tahun 2004 tentang Kebijakan Puskesmas


1. Petugas yang memegang program data dan informasi menerima
laporan dan informasi dari Dinkes maupun instansi lain melalui
email maupun surat
5. Prosedur 2. Petugas data dan informasi melaporkan informasi tersebut ke
kepala Puskesmas
3. Kepala Puskesmas kemudian menginformasikan kepada staf
puskesmas melalui apel atau minilokakarya bulanan
6. Unit Terkait Staf Puskesmas

7. Dokumen Terkait Daftar hadir lokmin, surat masuk, dan email

Riwayat Perubahan Dokumen


No Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Diberlakukan
PROSEDUR AUDIT INTERNAL

No.Dokumen :

No Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :
Kepala Puskesmas
PUSKESMAS
KATAPANG
Jl. Terusan kopo km
dr.Ani Setiasih
13,5 Kab. Bandung
197111062009042001
Audit internal adalah suatu kegiatan audit yang sistematis, mandiri
dan terdokumentasi untuk mendapatkan bukti audit dan
1. Pengertian
mengevaluasi dengan objektif untuk menentukan tingkat pemenuhan
kriteria audit puskesmas yang disepakati.
Sebagai bahan acuan peetugas dalam menerangkan system audit
2. Tujuan internal supaya setiap audit dapat dilakukan secara efektif, berkala
dan memberi peluang untuk melakukan perbaikan.

3. Kebijakan

4. Referensi Panduan Mutu Puskesmas


1. Persiapan Audit
a.Ketua Tim audit Puskesmas lead auditor (LA) menetapkan
tim auditor, yang utamanya sesuai dengan kompetensi yang
telah ditetapkan.
b.Ketua tim audit puskesmas Lead Auditor (LA) menyusun
jadwal audit internal
c.Ketua tim audit puskesmas mengajukan jadwal kepada
kepala puskesmas
d.Ketua tim audit puskesmas menerima usulan tim serta jadwal
audit internal yang telah dibuat oleh ketua tim mutu puskesmas
e.jika setuju, memberikan pengesahan dengan
menandatangani jadwal audit internal
f.Memberikan pengarahan kepada tim auditor sebelum audit
5. Prosedur dilaksanakan
g.auditor membuat checklist audit pada formulir checklist audit
h.menyerahkan checklist audit kepada lead Auditor untuk
diketahui
2. Proses Audit
a.audite koordinasi dengan tim audit tentang rencana audit
b.audite menjamin kehadiran personel yang relevan
c.audite menyediakan fasilitas yang diperlukan
d.auditor melaksanakan audit dengan standard dan ruang
lingkup yang ditetapkan
e.auditor menjaga kerahasiaan dokumen dan informasi yang
penting
f. Mencatat hasil temuan audit kedalam form laporan
ketidaksesuaian dan penyelesaiannya
g. Ketua Tim audit memimpin pelaksanaannya
h. Ketua Tim audit membuat laporan hasil audit yang berupa
LKP dari auditor
i. Ketua tim audit menandatangani form LKP tersebut, serta
mendistribusikan LKP asli ke auditee serta copy ke auditor
j. Ketua tim audit mempresentasikan hasil audit kepada tim
mutu puskesmas
k. ketua tim mutu puskesmas memonitor dan memastikan
pelaksanaan audit internal
l. tim audit melaporkan hasil audit pada saat tinjauan
manajemen
3. Tindakan Perbaikan
a.auditee menerima LKP dari lead auditor
b. auditee menindaklanjuti hasil audit dengan tindakan
perbaikan
c. auditee melaksanakan tindakan perbaikan sesuai dengan
rekomendasi perbaikan yang telah ditetapkan bersama-sama
d. jika sudah selesai, meminta auditor dan ketua tim mutu, lead
auditor untuk memverifikasi
e. auditor dan auditee mendokumentasikan hasil serta tindakan
perbaikan yang diperlukan
4. Verifikasi
a.auditor dan ketua auditor memverifikasi hasil tindakan
perbaikan temuan audit
b. jika efektif, maka ketua auditor menutup permintaan tindak
perbaikan dengan menandatangani form LKP
c. ketua audit dan anggota audit membuat resume hasil audit
intenal untuk dibawa ke rapat
d. tinjauan manajemen, termasuk status tindakan perbaikannya
e. petugas mencatat dan melaporkan ke kepala Puskesmas
6. Unit Terkait Tim UKP, tim UKM, tim Admen

Riwayat Perubahan Dokumen


No Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Diberlakukan

PROSEDUR PEMANTAUAN
PELAKSANAAN PROSEDUR
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
No.Dokumen :

No Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :
PUSKESMAS Kepala Puskesmas
KATAPANG
Jl. Terusan Kopo km
13.5 Kab. Bandung
dr.Ani Setiasih
197111062009042001
Pemantauan pelaksanaan prosedur pemeriksaan laboratorium
merupakan kegiatan yang dilakukan dalam upaya pemantapan mutu
1. Pengertian pelayanan laboratorium untuk mengurangi kesalahan atau
penyimpangan prosedur pemeriksaan agar mendapat hasil
pemeriksaan yang sesuai dan berkualitas.
Pemantapan mutu hasil pemeriksaan laboratorium di Puskesmas
2. Tujuan
Katapang

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas mengenai jenis pemeriksaan laboratorium

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009


tentang Kesehatan
4. Referensi 2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
tahun 2014 tentang kebijakan Dasar Pusat Kesehatan
Masyarakat
1. Petugas laboratorium dalam melaksanakan setiap kegiatan
pemeriksaan di laboratorium harus mengisi pemantauan
pelaksanaan prosedur
2. Setiap pelaksanaan kegiatan pemeriksaan di koordinasikan
dengan koordinator laboratorium
3. Koordinator laboratorium melaporkan seluruh kegiatan
5. Prosedur
pelaksanaan di laboratorium kepada penanggung jawab
laboratorium
4. Hasil pemantauan akan dilaporkan ke tim manajemen mutu
5. Manajemen mutu akan melakukan audit internal terhadap
pelaksanaan pemantauan prosedur pemeriksaan yang sudah
dilakukan
6. Unit Terkait Laboratorium, Rawat jalan, Ruang bersalin, UGD

Riwayat Perubahan Dokumen


No Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Diberlakukan

PROSEDUR PENGAMBILAN DARAH


VENA
No.Dokumen :

No Revisi :
Tanggal Terbit :
SOP Halaman :

Kepala Puskesmas
PUSKESMAS
KATAPANG
Jl. Terusan Kopo km
Dr.Ani Setiasih
13.5 Kab. Bandung
197111062009042001
Pengambilan darah vena merupakan salah satu rangkaian
1. Pengertian pemeriksaan laboratorium yang penting. Pengambilan yang benar
akan mempengaruhi hasil pemeriksaan.
2. Tujuan Untuk mendapatkan sampel darah vena

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Katapang

4. Referensi

5. Petugas Analis Kesehatan


1. Spuit 3 cc
2. Tourniquet
3. Kapas
6. Alat dan Bahan
4. Alcohol 70%
5. Tabung EDTA
6. okPlast
1. Melakukan pembendungan menggunakan tourniquet pada
lengan atas sekitar 10 cm diatas siku
2. Menentukan titik yang akan dilakukan penusukan jarum
3. Melakukan desinfeksi menggunakan kapas alcohol 70 %
dengan arah melingkar keluar
7. Prosedur
4. Menusukkan jarum ke titik penusukan dengan sudut 45
derajat
5. Melepaskan
6. Menutup bekas penusukan dengan menggunakan kapas
kering kemudian diganti dengan Okplast
7. Unit Terkait Poli MTBS, Poli KIA, Poli Umum, Poli Lansia, Poli Ruang Tindakan

8. Dokumen

Riwayat Perubahan Dokumen


No Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Diberlakukan