Anda di halaman 1dari 4

NASKAH PSIKODRAMA

MENJADI PRIBADI YANG MENYENANGKAN


DISUKAI BANYAK ORANG ? WHY NOT ?
Tokoh
Surti : baik hati , peduli
Budi : pemarah, suka mengatur, (protagonis)
Sri : cengeng, suka mengadu, baper
Ucok : Setia kawan , cuek, keras
Doni : Disiplin, tegas, humoris
Tono : Sabar, pintar,

Tema : Manajemen Emosi

PROLOG

Budi merupakan anak tunggal dari keluarga yang berada. Budi biasa dimanjakan ketika
berada dirumah, orangtua budi sibuk bekerja dan jarang dirumah. Segala kebutuhan budi
telah disiapkan oleh pembantu. Untuk urusan kebutuhan materi sangat kecukupan. Kebiasaan
budi yang ada di rumah dibawa kesekolah , seperti sering marah-marah kalau kebutuhan budi
tidak dicukupi pembantunya, dan kebiasaan hidup manja terbawa disekolah.

ADEGAN 1

Pada saat jam istirahat budi dan temannya, menuju ke kantin sekolah untuk jajan. Pada saat
itu keadaan kantin penuh, tidak ada kursi yang tersisa untuk tempat budi dan teman-
temannya. budi melihat tempat duduk yang biasa dia tempati, digunakan oleh Ucok dan Sri.
Akhirnya dengan nada yang keras budi mengusir mereka . mendengar perkataan dari doni ,
Sri langsung menangis karena merasa tersindir. Oleh karena itu Ucok tidak terima dan
membalas ucapan dari budi. Karena ucok membantah perkataan budi. Akhirnya budi emosi
dan mendorong ucok sampai jatuh. Pada saat ucok terjatuh , budi dan teman-temanya
menertawakan ucok. Karena ucok merasa kasian dengan sri ,ucok tidak meladeni Budi dan
mengajak sri meninggalkan kantin.

ADEGAN 2

Di kantin budi dan teman-temannya bercanda bersama , di sela-sela bercanda , budi merasa
haus dan menyuruh Doni untuk membelikan minuman fresh tea di kantin. Karena doni tidak
begitu memperhatikan , pesanan minuman budi tidak sesuai yang diinginkan. Akhirnya budi
pun marah dan membodoh-bodohkan doni. Doni merasa tidak terima dengan perlakuan budi ,
dan mengungkapkan kepada budi bahwa selama berteman dengan budi, dia merasa tidak
nyaman karena selalu semena-mena dengan temannya sendiri. Akhirnya doni pun kecewa
dan meninggalkan budi.

ADEGAN 3

Walaupun sudah ditinggalkan oleh teman akrabnya, budi tetap cuek dan tidak merasa
bersalah sedikitpun. Akhirnya budi dan tono meninggalkan kantin. Ditengah perjalanan ke
kelas budi melihat seorang cewek cantik. Budi jatuh cinta, dan menanyakan siapa cewek
tersebut kepada toni. Ternyata cewek tersebut bernama Surti teman dan tetangga tono.
Akhirnya tono mengenalkan budi dan surti .

ADEGAN 4

Waktu pun berlalu, akhirnya budi dan surti berpacaran , seperti orang yang sedang kasmaran
pada umumnya . ketika malam minggu tiba budi mengajak surti untuk nonton film di
bioskop. Budi menelpon surti dengan maksut mengajak jalan bareng . akan tetapi surti
menolak dengan halus , karena dirumah tono ada acara arisan rutin , sehingga surti diminta
menemani ibunya ke tempat arisan tono untuk membantu hidangan yang dipersiapkan.
Karena kecewa budi mematikan telpon dan tidak mendengarkan alasan dari surti .

ADEGAN 5

Ketika di sekolah menghampiri surti dengan nada emosi , budi memarahi surti di depan
teman temannya karena keinginannya tidak dipenuhi . surtipun akhirnya menangis . melihat
surti menangis Tono bergegas menenangkan surti . akan tetapi budi malah cemburu dengan
perlakuan tono kepada surti. Akhirnya budi memarah-marahi surti dan tono, lalu pergi
meninggalkan mereka berdua .

ADEGAN 6

Hari hari pun berlalu, budi merasa kesepian karena tidak memiliki teman yang peduli
kepadanya. Dia sering melamun meratapi kesendiriannya. Dia lebih sering menyendiri
daripada berkumpul dengan teman yang lain. Karena tidak tega melihat budi , surti
memberanikan diri untuk berbicara dengan budi . Surti membicarakan kepada Budi tentang
sifat atau perbuatan yang selama ini dia lakukan sehingga dia dijauhi oleh teman-temannya.
dengan kesabaran dan tutur kata yang halus,akhirnya budi sadar dan berterima kasih kepada
surti telah membantu menyadarkan bahwa selama yang dia lakukan itu salah.

ADEGAN 7

Budi pun sadar dan memberanikan diri untuk menemui teman-temannya untuk minta maaf
dan menyesali perbuatan yang dia lakukan kepada temannya.