Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Kabupaten Bekasi yang menjadi tempat tinggal, tempat bekerja, ataupun kegiatan
lainnya dari warga Jakarta. Tercatat kurang lebih 423.000 perjalanan/hari Jakarta-Bekasi
(tempo.co). Di dalam RTRWP Jawa Barat terdapat peningkatan/pembangunan rel ganda KRL
Perkotaan Manggarai-Cikarang, pembangunan ini akan sangat berdampak ke stasiun
cikarang. Banyaknya komuter pengguna KRL yang berdomisili di Kabupaten Bekasi yang
sebelumnya berhenti di Stasiun Bekasi (berada di Kota Bekasi) akan melanjutkan
perjalanannya hingga Stasiun Cikarang karena lebih dekat di rumahnya. Selain itu, KRL
sampai Stasiun Cikarang juga akan berpotensi menarik pengguna kendaraan bermotor untuk
menaiki KRL.
Hal itu akan menciptakan permasalahan perkotaan, seperti kemacetan, berkurangnya
kualitas lingkungan hidup, dan terbatasnya ruang terbuka. Melihat pengalaman beberapa
negara lain yang mengalami persoalan yang sama, konsep Transit Oriented Development
(TOD) adalah salah satu solusi terbaik untuk mengatasi persoalan tersebut. Sehingga stasiun
cikarang memerlukan penataan ruang kawasan dengan konsep TOD.
Pada tugas akhir Ruhukail, S (2015) tentang Lokasi Potensial Pengembangan Kawasan
Berbasis TOD (Transit Oriented Development) di Kawasan Perkotaan Kabupaten Bekasi
menunjukkan Stasiun Cikarang memiliki karakter tipologi Urban Center TOD. Namun, bila
kita lihat dari lokasi Stasiun Cikarang yang berada di Kabupaten Bekasi. Sub Urban Center
adalah tipologi yang paling sesuai, karena Kabupaten Bekasi merupakan daerah sub urban
dilihat dari adanya unsur kota dan masih adanya kawasan pertanian
Hasil dari penelitian menunjukkan kawasan stasiun cikarang memiliki karakteristik
TOD dengan Tipologi Sub Urban Center dan visi pengembangam Green Electronic Town.
Adapun upaya yang perlu dilakukan adalah penambahan fungsi kawasan, seperti perkantoran,
fungsi mixed use dan fungsi lainnya yang mendukung kawasan transit; penambahan intensitas
hunian ataupun perdagangan dan jasa; pengembangan jalur pedesterian dan jalur sepeda
yang terpisah, aman dan nyaman; membuat fasilitas park and ride, halte dan sirkulasi yang
terintegrasi dengan seluruh kawasan; serta penataan RTH

Kata kunci : Penataan Kawasan, Transit Oriented Development, dan Stasiun Cikarang
ABSTRACT

Bekasi Regency which is a residence, place of work, or other activities of the citizens
of Jakarta. Recorded approximately 423,000 trips / day Jakarta-Bekasi (tempo.co). In the
RTRWP of West Java there is an increase / construction of double rail KRL Urban Manggarai-
Cikarang, this development will greatly impact to the station cikarang. The large number of
KRL users who are domiciled in Bekasi District who previously stopped at Bekasi Station
(located in Bekasi City) will continue their journey to Cikarang Station because it is closer to
their home. In addition, KRL to Cikarang Station will also potentially attract motor vehicle
users to board the KRL.
It will create urban problems, such as congestion, reduced environmental quality, and
limited open space. Looking at the experiences of several other countries experiencing the
same problem, the concept of Transit Oriented Development (TOD) is one of the best solutions
to overcome the problem. So cikarang station requires the spatial arrangement of the area with
the concept of TOD.
In the final project of Ruhukail, S (2015) on "Potential Location of Development of
TOD-Based Area (Transit Oriented Development) in Urban Area of Bekasi Regency" shows
that Cikarang Station has characteristic of Urban Center TOD type. However, if we look from
the location of Station Cikarang located in Bekasi. Sub Urban Center is the most appropriate
typology, because Bekasi Regency is a sub-urban area seen from the element of the city and
still the agricultural area
Result of research indicate area of cikarang station have TOD characteristic with
Typology Sub Urban Center and vision of developer "Green Electronic Town". The efforts that
need to be done is the addition of regional functions, such as offices, mixed use functions and
other functions that support the transit area; The increase in the intensity of housing or trade
and services; Development of separate pedestrian and bicycle paths, safe and comfortable;
Making park and ride facilities, shelters and circulation integrated with the whole region; As
well as the arrangement of green space.

Keywords: Spatial Planning, Transit Oriented Development, and Cikarang Station