Anda di halaman 1dari 17

Idenifikasi Pencemaran Udara berdasarkan Indikator Biologis dan Jumlah

Emisi Gas Buang di Terminal Arjosari Kota Malang, Jawa Timur

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Pencemaran Lingkungan

yang dibimbing oleh Dr.H. Sueb, M.kes

Offering GHL

Kelompok 1

Devy Atika Farah (150342605754)

Rina Fiji Lestari (150342608273)

R.R. Adetiyas Fara Ulil M. (150342607686)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

BIOLOGI

Februari 2017

1
Idenifikasi Pencemaran Udara berdasarkan Indikator Biologis dan Jumlah
Emisi Gas Buang di Terminal Arjosari Kota Malang, Jawa Timur

Devy Atika Farah, Rina Fiji Lestari, R.R. Adetiyas Fara Ulil M.,

Dr. Sueb M.Kes

Jurusan Biologi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Malang


sueb.fmipa@um.ac.id, rinafijilestari97@gmail.com
Abstrak :Sumber emisi gas buang dari proses pembakaran bahan bakar motor
menghasilkan gas buang yang secara teoritis mengandung unsur H2O
(air), HC (hidro karbon), gas CO (karbon mooksida), CO2(karbon
dioksida), dan NOx (senyawa nitrogen oksida), N2 (nitrogen dioksida),
sertaSO2 (sulfur dioksida). Dari permasalahan yang ada, maka kami
ingin mengetahui apakah di Terminal Arjosari kota Malang masih
terdapat Lichen. Kemudian kami juga ingin mengetahui jumlah gas
buang yang dihasilkan oleh bus setiap harinya. Penelitian ini adalah
penelitian Deskriptif dengan Teknik pengambilan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Insidental Sampling.
Hasil penelitian menunjukkan dalam terminal terdapat Lichen
kemudian jumlah gas buang dalam setiap harinya adalah 134.698,08 kg.
Kata Kunci :Pencemaran Udara, Indikator Biologis dan Emisi Gas Buang

Abstrack :Sources exhaust emissions from the combustion of motor fuels


produces flue gases which theoretically contain elements H2O (water),
HC (hydrocarbon), CO gas (carbon mooksida), CO2 (carbon dioxide)
and NOx (nitrogen compound oxide), N2 (nitrogen dioxide), sertaSO2
(sulfur dioxide). Of the existing problems, then we would like to know
whether in Terminal Arjosari Malang still there Lichen. Then we also
wanted to know the amount of exhaust gases produced by bus every
day. This research is descriptive research with sampling technique used
in this study is incidental sampling technique. The results showed in the
terminal there Lichen then the amount of exhaust gas into each day was
134,698.08 kg.
Keyword :Air Pollution, Biological Indicators and Emissions

2
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Transportasi merupakan salah satu elemen penting dari suatu daerah perkotaan.
Fasilitas transportasi memiliki potensi untuk mengendalikan arah dan besarnya
perkembangan kota, baik dalam sektor perekonomian maupun sektor lainnya.
Keberhasilan pembangunan suatu kota tidak lepas dari prasarana transportasi yang
nyaman, lancar, teratur, ekonomis serta ramah lingkungan. Transportasi perkotaan dan
industri merupakan kegiatan yang berpotensial mempengaruhi perubahan kualitas
udara perkotaan dibandingkan dengan sektor lainnya.Kendaraan yang menjadi alat
transportasi dalam konteks pencemaran udara dikelompokkan sebagai sumber
pencemaran yang bergerak (Jalaluddin, 2013).
Dengan karakteristik yang demikian, emisi dari sumber kendaraan ini akan
mempunyai suatu pola penyebaran spesial yang meluas. Faktor perencanaan sistem
transportasi sangat mempengaruhi penyebaran pencemaran yang diemisikan
mengikuti jalur transportasi yang direncanakan. Sementara itu, kegiatan di sektor
industri dapat dikelompokkan sebagai sumber pencemaran tidak bergerak (Currie,
2009)
Emisi kendaraan bermotor disebabkan oleh perilaku mengemudi dan kondisi
lingkungan. Emisi kendaraan bermotor akan berbeda dari satu daerah dengan daerah
lainnya dikarenakan adanya perbedaan atau variasi desain jalan serta kondisi lalu lintas
(Setyawan, 2015). Emisi kendaraan bermotor berbeda antara satu daerah dengan
daerah lainnya disebabkan oleh perbedaan desain jalan maupun kondisi lalu lintas.
Besarnya emisi kendaraan bermotor di jalan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu volume
total kendaraan bermotor, karakteristik kendaraan bermotor, kondisi umum lalu lintas
saat itu (Currie, 2009).
Luasnya pengaruh asap kendaraan terhadap udara di kota besar telah menjadi
ancaman bagi kesehatan manusia. Dampak asap kendaraan mengakibatkan kondisi
tubuh menurun seperti tekanan darah tinggi, pusing, iritasi mata, gangguan jantung,
memicu asma dan kanker paru-paru, batuk bahkan dapat mengurangi reproduksi dan
gangguan fungsi ginjal (Tugaswati, 2007).

3
Sumber emisi gas buang dari proses pembakaran bahan bakar motor
menghasilkan gas buang yang secara teoritis mengandung unsur H2O (air), HC (hidro
karbon), gas CO (karbon mooksida), CO2(karbon dioksida), dan NOx (senyawa
nitrogen oksida), N2 (nitrogen dioksida), sertaSO2 (sulfur dioksida) (Jacobson, 2008).
Penelitian terhadap karakteristik emisi gas buang pada sarana transportasi Kota
Banda Aceh menjadi sangat penting sebagai kajian ilmiah dan masukan bagi
pemerintah daerah dalam membuat kebijakan regulasi kenderaan bermotor roda
dua.Secara umum hasil penelitian ini memaparkan karakteristik pembakaran dan
besarnya emisi gas buang yang dihasilkan, berdasarkan sistem pembakaran dan bahan
bakar yang digunakan (Jalaluddin, 2013).
Bahan bakar harus mempunyai Octane Number yang sesuai dengan yang
dipersyaratkan oleh motor. Untuk menaikan octane number dari suatu bahan bakar
biasa diperoleh dengan memberikan TEL (Tetra Ethyl Lead), Methanol, Ethanol atau
dengan memberikan zat aditif penambah oktan. Kesadaran akan masalah pencemaran
dalam dasa warsa terakhir ini menyebabkan beberapa negara termasuk Indonesia
membatasi penggunaan senyawa timbal dalam bahan bakar, walaupun senyawa TEL
senyawa ini sangat diandalkan sebagai aditif peningkat angka oktan (Gilmore, 2010).
Dari permasalahan yang ada, maka kami ingin mengetahui apakah di Terminal
Arjosari kota Malang masih terdapat Lichen. Kemudian kami juga ingin mengetahui
jumlah gas buang yang dihasilkan oleh bus setiap harinya. Alasan kami memiliki
terminal arjosari adalah karena terminal ini termasuk terminal yang besar di Malang
dan jumlah angkotan yang tersedia sangat banyak.
Rumusan Masalah

1. Bagaimana identifikasi pencemaran udara menggunakan indikator biologis di


Terminal Arjosari Kota Malang, Jawa Timur?
2. Berapa banyak emisi gas buang yang dihasilkan Bus dalam sehari?

Manfaat

1. Untuk mengetahui identifikasi pencemaran udara menggunakan indikator


biologis di Terminal Arjosari Kota Malang, Jawa Timur.
2. Untuk mengetahui berapa banyak emisi gas buang yang dihasilkan Bus dalam
sehari.

4
METODE
Tempat & Waktu

Penelitian ini dilakukan di Terminal Arjosari Kota Malang, Jawa Timur.


Pengambilan sampel dilaksanakan pada hari senin tanggal 21 Februari 2017 pada
pukul 11.00 - 13.00.

Gambar 1. Peta Loksi Terminal Arjosari

Sumber: Google Maps

Populasi & Sampel

Data yang diambil dari kajian pencemaran udara ini adalah ada atau tidak
adanya Lichen. Kemudian jumlah bus, jenis BBM yang digunakan, dan BBM yang
dibutuhkan dalam 1 hari. Kemudian data di analisis secara kuantitatif dan kualitatif.
Serta di bandingkan dengan rujukan artikel Nasional dan Internasional.

Teknik Pengambilan Sampel

Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dimana kami akan mempelajari


sampel dari populasi Lichen yang berada di Terminal Arjosari serta jumlah bus dan
banyaknya BBM yang dibutuhkan selama satu hari untuk dapat mengetahui emisi gas

5
buang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
Insidental Sampling, yaitu pengambilan sampel secara tidak sengaja dengan
menggunakan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap tepat dan sesuai terhadap
fenomena yang diteliti. Untuk indikator biologi kami membuat 5 titik dimana setiap
titik kami beri jarak 5 meter.

Alat & Bahan

Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu

- Alat tulis
- Kamera

Prosedur Kerja

Mensurvei setiap pohon yang ada diterminal

Mengamati Jenis Lichen yang ada

Kemudian datang ke kantor DisHub

Meminta data jumlah bus, jenis BBM, dan banyaknya


BBM

Analisis Data

Indikator Biologis

Dalam penelitian ini, kami menggunakan Lichen sebagai bioindikator. Dimana


kami menemukan di beberapa titik terdapat Lichen. Lichen dapat digunakan sebagai
bioindikator pencemaran udara karena kemampuannya menyerap udara untuk
pertumbuhannya. Apabila udara sudah banyak mengandung polutan maka
pertumbuhan Lihen akan terhambat bahkan Lichen tidak akan tumbuh di tempat
tersebut. Pada titik 1 terdapat 2 pohon yang ditumbuhi Lichen, titik 2 terdapat 3 pohon,
titik 3 tidak ada titik 4 terdapat 4 pohon dan titik 5 terdapat 2 pohon. Jumlah

6
keseluruhan dalam 5 titik terdapat 11 pohon yang ditumbuhi Lichen. Hal ini
menandakan bahwa udara yang terdapat di Terminal Arjosari belum terlalu tercemar.

Untuk menentukan total gas buang, maka dapat dilakukan perhitungan


sebagai berikut:

BBM = C15H28

Udara = O2 + N2 (21% O2, 79% N2)

C15H28 + 22 O2 + 22(3,76) N2 15 CO2 + 14 H2O + 82,72 N2



Udara per BBM (UPB) =

22 2 + 82,72 2
=
1

(22 32) + (82,7228)


=
1 208


= 14,52

1 kg BBM 15 kg udara

2 15 15 44 2
CO2 per BBM = = = = 3,173
1 1 208
1 kg BBM 3,173 kg CO2

2 14 14 18 2
H2O per BBM = = = = 1,212
1 1 208
1 kg BBM 1, 212 kg H2O

2 82,72 82,72 28 1316 2


N2 per BBM = = = = 11,135
1 1 114 114
1 kg BBM 11,135 kg N2

Total gas buang = 3,173 + 1,212 + 11,135 = 16,52 kg gas buang


1 kg BBM 15,52 kg gas buang

Perhitungan Total Gas Buang berdasarkan Jumlah Penumpang yang Memiliki


Jumlah Penumpang Terbanyak.

Jurusan Jumlah Jarak BBM yang


Bus Diperlukan Jumlah Gas Buang

7
Malang Pandaan 83 22, 1 km 23 Liter / 23 kg 29.627,68 kg

Malang Surabaya 40 94,1 km 95 Liter/ 95 kg 58.976 kg

Malang 11 263,6 km 270 Liter / 270 46.094,4 kg


Surakarta kg

Total 134.698,08 kg

Grafik 1. Total Bus dalam Tiga Macam Jurusan

60,000
50,000
40,000
30,000
20,000
10,000
0
Malang
Pandaan Malang
Surabaya Malang
Surakarta

Series1

Grafik 2. Jumlah Emisi yang Dibuang dari Setiap Jurusan

60,000
50,000
40,000
30,000
20,000
10,000
0
Malang Pandaan Malang Malang
Surabaya Surakarta

8
HASIL

Indikator Biologi

Data Kehadiran Lichen di Setiap Titik

Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 Titik 5

2 pohon 3 pohon - 4 pohon 2 pohon

Emisi Gas Buang

Data Arus Lalu Lintas dan Penumpang Terminal Arjosari (Tanggal 19 Februari
2017 ).

No. Jurusan Datang Berangkat

Bus RIT PNP Bus RIT PNP

Ekonomi

Malang Pandaan 83 166 4150 81 162 356

Malang Pasuruan 34 68 1705 32 64 1410

Malang - Blitar 19 38 955 17 34 748

Malang - Dampit 1 1 35 1 1 30

Non - Ekonomi

Malang - Surabaya 40 80 2010 39 78 1716

Malang - Probolinggo 17 24 610 1 22 484

AKAP

Malang - Semarang 15 5 375 15 15 330

Malang - Surakarta 11 11 280 11 11 242

Malang - Denpasar 13 13 330 13 13 286

Total 233 406 10450 210 400 5602

Keterangan :
Bis = Jumlah bis

9
RIT= ritase
PNP= Jumlah Penumpang

Gas Buang yang Dikeluarkan Dalam 1 Liter BBM

Udara Per BBM 15 kg udara

CO2 Per BBM 3,173 kg CO2

H2O Per BBM 1, 212 kg H2O

N2 Per BBM 11,135 kg N2

Total Gas Buang 15,52 kg gas buang

10
PEMBAHASAN

Lichen sebagai Indikator Biologis

Lichen merupakan organisme yang hidup simbiosis antara alga dan jamur. Dari
penelitian ini terdapat beberapa pohon yang ditumbuhi oleh Lichen yaitu sebanyak 11
pohon. Lichen memiliki kemampuan menyerap udara untuk pertumbuhannya sehingga
banyak digunakan sebagai indikator biologis salam pencemran udara. Hal ini sesuai
dengan (Roziaty, 2016) yang menyatakan bahwa Lichen dapat hidup bergantung pada
kelembaban atmosfer: hujan, kabut & embun untuk pertumbuhan. Karena lichen
menyerap udara untuk kelangsungan kehidupannya tetapi udara yang mengandung air
telah bercampur dengan polutan yang terlarut, sehingga polutan yang terlarut merusak
jaringan pada lichen.

Terdapat penelitian yang sama yang dilakukan di Malaysia yaitu Secara


keseluruhannya, berdasarkan Rajah 2 julat skor kualiti udara di Bandar Baru Bangi
adalah antara -1.58 hingga 21. Nilai minimum skor kualiti udara bagi kawasan ini
adalah di kawasan Balai Polis Bangi dengan skor -1.58. dan nilai skor maksimum bagi
kawasan Bandar Baru Bangi adalah di kawasan perumahan Puncak Bangi dengan nilai
17. Nilai purata skor kualiti udara bagi kawasan Bandar Baru Bangi adalah 3.95 (Abas
et al,. 2015).

Emisi Gas Buang

Dari hasil perhitungan gas buang dalam 1 liter atau 1 kg BBM solar yang
digunakan setara dengan 3,173 kg CO2, 1, 212 kg H2O dan 11,135 kg N2. Ini adalah
polutan yang dikeluarkan oleh bus. Hal ini sesuai dengan (Sengkey et al,. 2011) yang
menyatakan bahwa Polutan yang dikeluarkan oleh kendaraan antara lain karbon
monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), hidrokarbon (HC), Sulfur dioksida (SO2),
timah hitam (Pb) dan karbon dioksida (CO2). Dari beberapa jenis polutan ini, karbon
monoksida (CO) merupakan salah satu polutan yang paling banyak yang dihasilkan
oleh kendaraan.

Apabila semakin banyak kendaraan yang digunakan maka semakin banyak


pula polutan yang di keluarkan sehingga proses pembakaran pun terhambat. hal ini
sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ismayati et al,. 2014) yang menyatakan

11
bahwa terlihat dari pertumbuhan kendaraan bermotor yang mengeluarkan emisi dan
mencemarkan udara di sekitar kita. Salah satu kasus di perkotaan adalah; akibat
pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta lebih tinggi dibanding kota-kota lainnya, maka,
telah mendorong perubahan gaya hidup sebagai akibat dari meningkatnya pendapatan
dan daya beli masyarakatnya. Kepemilikan dan penggunaan kendaraan pribadi (mobil
dan sepeda motor) juga angkutan umum meningkat, sehingga, mengambil porsi ruas
jalan yang lebih besar dibanding moda transportasi lainnya.

Dari hasil perhitungan total gas buang berdasarkan Jumlah Penumpang yang
Memiliki jumlah penumpang terbanyak yaitu jurusan Malang Pandaan, Malang
Surabaya, dan Malang Surakarta menghasilkan gas buang yang masing masing
yaitu 29.627,68 kg, 58.976 kg, dan 46.094,4 kg. Total gas buang ini di hasilkan dari
jumlah bus dan jumlah BBM yang digunakan dalam sehari pada setiap jurusan. Untuk
total gas buang yang dihasilkan yaitu 134.698,08 kg. Dilihat dari total gas buang ini
dapat disimpulkan bahwa nilainya sangat tinggi, sehingga akan berdampak pada
kesehatan. Sesuai dengan (Jayanti et al,. 2014) yang menyatakan bahwa Polusi udara
kendaraan bermotor berasal dari gas buang sisa hasil pembakaran bahan bakar yang
tidak terurai atau terbakar dengan sempurna.Emisi gas buang yang buruk diakibatkan
oleh pembakaran tidak sempurna bahan bakar di ruang bakar. Unsur yang terkandung
dalam gas buang antara lain CO, NO2, HC, C, H2, CO2, H2O dan N2, dimana banyak
yang bersifat mencemari lingkungan sekitar dalam bentuk polusi udara dan
mengganggu kesehatan hingga menimbulkan kematian pada kadar tertentu.

PENUTUP

Simpulan

1. Pada penelitian ini Lichen ditemukan pada titik 1 terdapat 2 pohon yang
ditumbuhi Lichen, titik 2 terdapat 3 pohon, titik 3 tidak ada titik 4 terdapat 4
pohon dan titik 5 terdapat 2 pohon. Jumlah keseluruhan dalam 5 titik terdapat
11 pohon yang ditumbuhi Lichen. Hal ini menandakan bahwa udara yang
terdapat di Terminal Arjosari belum terlalu tercemar.

12
2. Total gas buang ini di hasilkan dari jumlah bus dan jumlah BBM yang
digunakan dalam sehari pada setiap jurusan. Untuk total gas buang yang
dihasilkan yaitu 134.698,08 kg.

Saran

Saran dalam penelitian ini yaitu masyarakat harus lebih pandai memilih bahan
bakar yang ramah lingkungan. Kemudian untuk Pemerintah seharusnya lebih memiliki
ide yang kreatif untuk menciptakan mesin kendaraan yang dapat mengefektifkan
pembakaran gas buang.

13
DAFTAR RUJUKAN

Abas, A., & Awang, A. 2015. Penentuan tahap pencemaran udara di Malaysia
menggunakan pendekatan penunjuk bio (Liken): Kajian kes Bandar Baru
Bangi. GEOGRAFIA OnlineTM Malaysian Journal of Society and Space 11
issue 9 (67 - 74).

Currie, J., Neidell, M., & Schmieder, J. F. 2009. .Air Pollution and Infant Health:
Lessons from New Jersey. Journal of Health Economics 28 (2009) Pg. 688-
703.Elsevier

Gilmore, Elisabeth A., Apt, J., Walawalker, Rahul., Adams, Peter J., & Lave,
L.B.2010. The Air Quality and Human Health Effects of Integrating Utility-
Scale Batteries Into The New York State Electricity Grid. Journal of Power
Sources 195 (2010) Pg. 2405-2413.Elsevier.

Ismayati, Marlita, D., & Saidah, D. 2014. Pencemaran Udara Akibat Emisi Gas Buang
Kendaraan Bermotor. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik
(JMTransLog) Vol. 01 No. 03, November 2014.

Jacoobson, M. Z. 2008. Review Sollution to Global Warming, Air Pollution, And


Energy Security.Advance Article DOI:10.1039.

Jalaluddin, Gani, A., & Darmadi .2013.Analisis Karakteristik Emisi Gas Buang Pada
Sarana Transportasi Roda Dua Kota Banda Aceh.Jurnal Teknik Mesin
Unsyiah Vol. 1 No.4

Jayanti, N. E., Hakam, M., & Santiasih, I. 2014. Emisi Gas Carbon Monooksida (Co)
Dan Hidrocarbon (Hc) Pada Rekayasa Jumlah Blade Turbo Ventilator Sepeda
Motor Supra X 125 Tahun 2006. ROTASI Vol. 16, No. 2, April 2014: 16.

Roziaty, E. 2016. Kajian Lichen : Morfologi, Habitat Dan Bioindikator Kualitas Udara
Ambien Akibat Polusi Kendaraan Bermotor. Bioeksperimen Volume 2 No. 1,
(Maret 2016) ISSN 2460-1365.

14
Sengkey, S.L., Jansen, F., & Wallah, S. 2011. Tingkat Pencemaran Udara Co Akibat
Lalu Lintas Dengan Model Prediksi Polusi Udara Skala Mikro. Jurnal Ilmiah
MEDIA ENGINEERING Vol. 1, No. 2, Juli 2011 ISSN 2087-9334 (119-126).

Setyawan, & Dhimas T. 2015. Perbandingan Emisi Gas Buang Antara Motor Bakar
Empat Langkah Berbahan Bakar Premium, Pertalite, dan Elpiji. Skripsi.
Jember: Universitas Negeri Jember.

Tugaswati, T. 2007. Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dan Dampaknya


Terhadap Kesehatan.Skripsi. Surabaya: ITS.

15
LAMPIRAN

Lichen di titik 1 Lichen di titik 2

Lichen di titik 4 Lichen di titik 4

Gerbang Bus Terminal Di dalam Terminal

16
Bapak Petugas Bagian Angkot

17