Anda di halaman 1dari 8

Beranda

Tentang Kami

Kontak Kami

TOS

Kebijakan Privasi

Disclaimer
HomeTips SehatKebutuhan Nutrisi dan Gizi Seimbang Pada Lansia
Kebutuhan Nutrisi dan Gizi Seimbang Pada Lansia
April 25, 2016 | Tips Sehat, Uncategorized | 209 Pengunjung
Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Seimbang, khususnya pada Lansia adalah hal yang harus
diperhatikan. Biarpun begitu, semua orang dari beragam umur dan juga jenis kelamin tetap harus
selalu memperhatikan asupan gizinya. Kebutuhan gizi dan nutrisi harian pada Lansia ini wajib kita
kontrol dan kita atur dengan ketat.

Masa Lansia (Lanjut Usia) adalah masa dimana kemampuan dan kesehatan tubuh akan menurun
dari berbagai hal. Dengan penurunan fungsi dari berbagai organ tubuh Lansia, asupan gizi dan
nutrisi pada Lansia perlu menjadi perhatian utama. Dengan asupan gizi dan nutrisi yang
seimbang, akan membantu para Lansia untuk menjaga tubuhnya tetap bugar dan sehat setiap hari.
Kebutuhan Nutrisi dan Gizi Seimbang Pada Lansia
Ada beberapa faktor pentingnya memperhatikan/menjaga asupan gizi dan nutrisi pada Lansia,
karena pada Masa Lansia biasanya akan mengalami hal-hal berikut:
1. Berkurangnya kemampuan Lansia dalam mencerna makanan, karena kerusakan gigi dan juga
menurunnya fungsi kerja lambung.
2. Berkurangnya indera pengecapan yang mengakibatkan penurunan fungsi lidah untuk
merasakan rasa manis, asin, asam, dan pahit.
3. Rasa lapar yang menurun pada Lansia.
4. Penyerapan sari-sari makanan di usus akan menurun pada Lansia.
5. Organ kerongkongan mengalami pelebaran.
6. Melemahnya gerakan otot dinding usus pada Lansia biasanya akan menimbulkan keluhan
konstipasi/sembelit.
Dengan mengetahui faktor-faktor ini, tubuh Lansia akan menurun kondisinya, sehingga sangat
mudah terserang berbagai penyakit. Asupan gizi dan nutrisi pada Lansia yang terpenuhi akan
membantu mengatasi hal-hal tadi.

Ada beberapa masalah gizi dan nutrisi yang sering terjadi pada Lansia. Beberapa Lansia malah
mengalami masalah gizi berlebih, gizi kurang, dan ada juga Lansia yang mengalami kekurangan
vitamin. Masalah Gizi berlebih pada Lansia biasanya banyak terjadi di beberapa negara barat dan
beberapa kota besar. Hal ini didasari oleh kebiasaan makan banyak pada waktu muda. Untuk
masalah gizi kurang pada Lansia biasanya disebabkan oleh masalah sosial, rendahnya tingkat
ekonomi, atau bisa juga karena gangguan penyakit. Sedangkan kekurangan vitamin pada Lansia
terjadi karena kurangnya asupan buah-buahan, sayuran, serta makanan yang banyak mengandung
serat.

Baca Juga : Obati Penyakit Jantung dan Kanker Dengan Racun

Merencanakan Kebutuhan Gizi dan Nutrisi untuk Lansia

Untuk memenuhi asupan gizi dan nutrisi pada Lansia, bisa dilakukan dengan merencanakan apa
yang akan mereka konsumsi/makan setiap harinya. Perencaan kebutuhan makanan bagi Lansia
secara umum adalah:
1. Makanan yang akan diberikan kepada Lansia harus mengandung zat gizi yaitu zat tenaga, zat
pembangun, dan juga zat pengatur.
2. Aturlah porsi makanan Lansia, jangan terlalu membuat mereka kenyang. Selain itu, daya
tampung makanan pada Lambung di usia Lansia ini sangatlah terbatas, sehingga porsi
makanannya juga akan berbeda dengan ketika mereka belum memasuki usia Lansia. Untuk
memberi makan kepada mereka bisa dilakukan dengan ritme: pagi hari diberikan bubur ayam,
pukul 10.00 pagi diberikan roti, siang hari makan nasi, telur, sup dan buah pepaya, pukul 16.00
makanan ringan seperti nagasari, dan malam hari bisa diberikan nasi, sayur bayam, tempe
goreng dan juga buah pisang.
3. Perbanyak minum air putih untuk Lansia.
4. Hindarkan Lansia dari makanan yang terlalu manis, mengandung minyak, dan juga makanan
berlemak.
5. Batasi minum kopi dan teh.
6. Berikan makanan yang bertekstur halus, karena kondisi lambung mereka sudah sulit untuk
mencerna makanan dengan tekstur keras.
Memperhatikan kebutuhan asupan gizi dan nutrisi seimbang pada lansia adalah salah satu cara
untuk menjaga kesehatan mereka. Asupan gizi dan porsi makanan yang sesuai, akan membantu
mereka selalu bugar dan tidak mudah terserang penyakit.
Pedoman Umum Gizi Seimbang Untuk Lansia

Khusus untuk Indonesia, Departemen Kesehatan telah menerbitkan Pedman Umum Gizi Seimbang
(PUGS) (DepKes, 1995) yang berisi 13 pesan dasar gizi seimbang bagi lansia dengan dasar PUGS dan
dengan memeprtimbangkan pengurangan berbagai resiko pentyakit degenerasi yang dihadapi para
lansia.
1. Makanlah aneka ragam makanan
2. Makanlah sumber karbohidrat kompleks (serealia dan umbi)
3. Batasi minyak dan lemak secar berlebihan
4. Makanlah sumber zat besi secara bergantian antara sumber hewani dan nabati.
5. Minumlah air yang bersih, aman, dan cukup jumlahnya dan telah didihkan.
6. Kurangi konsumsi makanan jajanan dan minuman yang tinggi gula murni dan lemak.
7. Perbanyak frekuensi makanhewani laut dalam menu harian.
8. Gunakanlah garam berodium, namaun batasilah penggunaan garam secar berlebihan, kurangi
konsumsi makanan dengan pengawaet

2.5 Kebutuhan Gizi Pada Lansia


1. Kalori
Kebutuhan akan kalori menurun sejalan dengan pertambahan usia, karena metabolisme seluruh sel dan
kegiatan otot berkurang
2. Protein
Gersovitz (1982) menganjurkan asupan protein sebesar 1,0 g/kg berat badan/hari untuk
mempertahankan keseimbangan protein, Kebutuhan akan protein meningkat sebagai tanggapan atas
stress fisiologis seperti infeksi, luka baker, patah tulang dan pembedahan
3. Karbohidrat
Karbohidrat yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah sekitar 55 60% dari kalori total
4. Lemak
Asupan lemak dibatasi, batas maksimal 20 25% dari energi total. Kelebihan dan kekurangan lemak
diwujudkan dalam bentuk kadar kolesterol darah
5. Serat
Salah satu gangguan yang seringkali dikeluhkan oleh lansia adalah sembelit
Gangguan ini akan timbul manakala frekuensi pergerakan usus berkurang, yang akhirnya
memperpanjang masa transit tinja,hal ini terjadi karena kelemahan tonus otot dinding saluran cerna
akibat penuaan (kegiatan fisik berkurang) serta reduksi asupan cairan dan serat

6. Vitamin
Meskipun tampak sehat, kekurangan sebagian vitamin dan mineral tetap berlangsung pada lansia,
dianjurkan untuk meningkatkan asupan vitamin B6, B12, vitamin D dan asam folat

2.6 Faktor faktor Yang Mempengaruhi Gizi Pada Lansia

1. Berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gigi atau ompong.


2. Berkurangnya indera pengecapan mengakibatkan penurunan terhadap cita rasa manis, asin, asam,
dan pahit.
3. Esophagus/kerongkongan mengalami pelebaran.
4. Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.
5. Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah dan biasanya menimbulkan konstipasi.
6. Penyerapan makanan di usus menurun.

2.7 Sajian Lengkap Gizi Bagi Lansia


Kecukupan makanan sehat sangat penting bagi para usia lanjut. Orang yang berusia 70 tahun,
kebutuhan gizinya sama dengan saat berumur 50-an. Sayangnya, nafsu makan mereka cenderung terus
menurun. Karena itu, harus terus diupayakan konsumsi makanan penuh gizi. Bertambahnya usia
menyebabkan indra rasa menurun. Sebagai kompensasi, banyak orang lanjut usia (lansia) memilih
makanan yang rasanya sangat manis atau asin. Padahal, penambahan gula hanya memberikan kalori
kosong (tidak ada nilai gizinya), sedangkan garam dapat meningkatkan tekanan darah.
Indra pencium dan penglihatan juga terganggu, sehingga mengakibatkan pemilihan makanan yang
berbau tajam atau minat terhadap makanan menurun. Perubahan emosi karena depresi dan kesepian
juga membuat nafsu makan menurun. Masalah gigi sering dialami lansia, seperti gigi tanggal, gigi
berlubang, dan gigi palsu yang tidak nyaman. Kesemuanya ini berisiko menimbulkan kurang gizi.

Contoh Menu Lansia Dalam 1 Hari


Waktu Makan
Pria (2200 kal)
Wanita (1850 kal)
Pagi
1 gls nasi/ pengganti
1 butir telur (Telur Mata Sapi)
100 gr sayuran (Cah Kangkung)
1 gls susu skim
1 gls nasi/ pengganti
1 btr telur
100 gr sayuran
1 gls susu skim
Pukul 10.00
Snack/buah (Nagasari)
Snack/buah
Siang
1 gls nasi
50 gr daging/ikan/unggas (Pepes Ikan)
25 gr tempe/kacang-kacangan (Tempe bb Tomat)
150 gr sayuran (Sayur Asem)
1 ptg buah (Semangka)
1 gls nasi
50 gr daging/ikan/unggas

25 gr tempe/kacang-kacangan
150 gr sayuran
1 ptg buah
Pukul 17.00
Snack/ buah
(Bubur Kacang Hijau)
Snack/ buah
Malam
1 gls nasi
50 gr daging/ikan/unggas (Basho Daging)
50 gr tahu (Hot Tahu)
150 gr sayuran (Sup Sayur)
1 ptg buah (Pisang)
1 gls nasi
50 gr daging/ikan/unggas
50 gr tahu
150 gr sayuran
1 ptg buah
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

1 komentar:
1.
2. Gizi seimbang bagi lansia
Posted: Juni 17, 2014 in My Story
0

Masyarakat yang tergolong lansia adalah mereka yang telah menjalani lebih dari setengah dari masa hidupnya dan berumur diatas

59 tahun.

Tujuan pemberian gizi seimbang pada lansia untuk mempertahankan fungsi tubuh, menjaga kesehatan, dan bahagia dihari tua,

jadi bukan lagi untuk pertumbuhan.

Syarat menu yang seimbang pada lansia menurut Nugroho (2008) antara lain:

1. Mengandung zat gizi beraneka ragam bahan makanan yang terdiri atas zat tenaga, zat pembangunan, dan zat pengatur.

2. Jumlah kalori yang baik untuk lansia adaah 50% dari hidrat arang yang merupakan hidrat arang kompleks (sayuran, kacang-

kacangan, dan biji- bijian).

3. Jumlah lemak dalam makanan dibatasi, yaitu 25-30% dari total kalori.

4. Jumlah protein yang baik dikonsumsi lanjut usia, yaitu 8-10% dari total kalori.

5. Dianjurkan mengandung tinggi serat (selulosa) yang bersumber pada buah, sayur, dan macam-macam pati, yang dikonsumsi

dalam jumlah besar secara bertahap.

6. Bahan makanan tinggi kalsium, seperti susu non-fat, yoghurt, dan ikan.

7. Makanan mengandung tinggi zat besi (Fe), seperti kacang- kacangan, hati, daging, bayam, atau sayuran hijau.

8. Membatasi penggunaan garam.

9. Bahan makanan sebaiknya dari bahan makanan yang segar dan mudah dicerna.

10. Hindari bahan makanan yang tinggi mengandung alkohol.

11. Pilih makanan yang mudah dikunyah seperti makanan lunak.

Pedoman Umum Gizi seimbang untuk Lansia

Khusus untuk Indonesia, Departemen Kesehatan telah menerbitkan Pedoman Umm Gizi Seimbang (PUGS) (Depkes, 1995) yang

berisi 13 pesan dasar gizi seimbang bagi lansia dengan dasar PUGS dan dengan mempertimbangkan pengurangan berbagai resiko

penyakit degeneratif yang dihadapi para lansia.

1. Makanlah aneka ragam makanan

Lansia sangat dianjurkan mengkonsumsi bahan makanan yang tinggi zat kapur dan zat besi seperti yang terdapat dalam ikan,
daging, susu rendah lemak, kacang kacangan dan sayuran berwarna. Konsumsi bahan makanan yang mengandung zat kapur dan

zat besi dalam jumlah yang cukup dapat mencegah pengeroposan tulang dan anemia gizi besi. Untuk menghindari kesulitan BAB

besar lansia dianjurkan mengkonsumsi buah buahan dan sayuran yang berserat.

2. Makanlah sumber karbohidrat kompleks (serealia dan umbi)

Karbohidrat diperlukan guna memenuhi kebutuhan energi. Karbohidrat pada lansia diperoleh dari beras, jangung, sagu, ubi jalar,

ubi kayu dan sumber energi selain dqri karbohidrat, juga berasal dari lemak dan protein.

3. Batasi minyak dan lemak secara berlebihan

Bagi lansia, mengkonsumsi bahan makanan berlemak akan menambah resiko terjadinya berbagai penyakit degeneratif misalnya

tekanan darah tinggi, jantung, ginjal dan sebagainya. Dianjurkan lansia mengkonsumsi lemak dari bahan makanan nabati,

misalnya kacang kacangan dan sebaiknya mengkonsumsi lemak tidak lebih dari seperempat kebutuhan energi. Jika hal tersebut

diterjemahkan dalam minyak goreng maka lansia paling banyak mengkonsumsi 3 sendok malan sehari. Apabila jumlah minyak

ini dituangkan dalam hidangan sehari hari, maka tiap kali makan lansia paling banyak makan 1 jenis makanan yang digoreng.

4. Makanlah sumber zat besi secara bergantian antara sumber hewani dan nabati.

Kekurangan zat besi yang bersih, aman, dan cukip jumlahnya dan telah didihkan.

Air minum yang bersih dan aman adalah air yang tidak berbau, tidaj berwarna, tidak berasa dan telah dididihhkan serta disimpan

dalam wadah yang bersih dan tertutup. Sebaiknya lansia minum air yang bersih dan sekurang kurabgnya dua liter atau setara

dengan delapan gelas setiap hari, agar proses dalam tubuh dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

6. Kurangi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula murni dan lemak.