Anda di halaman 1dari 2

ASMA BRONCHIALE

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS Nurmi, SKM, M.Kes


BONTOTIRO Nip:197207051992032008

Pengertian Asma bronkial adalah gangguan inflamasikronik saluran napas yang


melibatkan banyak sel inflamasi dan mediator
Dasar hukum 1. Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran
2. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Pokok-Pokok Kesehatan
Tujuan 1. Dokter mampu mendiagnosis asma bronchiale
2. Memberikan terapi yang tepat sehingga mampu mencegah terjadinya
komplikasi.
Kebijakan Disahkan sebagai tindakan pelayanan yang disesuaikan indikasi pasien
yang dirawat sesuai dengan tingkat kebutuhan.
Referensi Buku Panduan Praktek Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer
Prosedur kerja 1. Anamnesis
Ananmnesa Pasien datang karena:
a. Sesak napas yang episodik.
b. Batuk-batuk berdahak yang sering memburuk pada malamdan pagi
hari menjelang subuh. Batuk biasanya terjadi kronik.
c. Mengi.
2. Pemeriksaan fisk
Tanda Patognomonis
a. Sesak napas.
b. Mengi pada auskultasi.
c. Pada serangan berat digunakan otot bantu napas (retraksi
supraklavikula, interkostal, dan epigastrium
Pemeriksaan penunjang
a. Arus Puncak Ekspirasi (APE) menggunakan peak flowmeter
b. Pemeriksaan darah (eosinofil dalam darah)
3. Penegakan diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang.
4. Penatalaksanaan
Pasien disarankan untuk mengidentifikasi serta mengendalikan faktor
pencetusnya. dan perlu dilakukan perencanaan dan pemberian
pengobatan jangka panjang serta menetapkan pengobatan pada
serangan akut
5. Melakukan pendokumentasian
Unit terkait Poli umum, apotek