Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sel sangat mendasar bagi ilmu biologi sebagaimana atau bagi ilmu kimia:
Seluruh organisme terdiri atas sel termasuk sel tumbuhan. Dalam hirarki
organisasi biologis, sel merupakan kumpulan materi sederhana yang dapat
hidup. Selain itu terdapat beragam bentuk kehidupan yang berwujud sebagai
organisme bersel tunggal. Organisme yang lebih kompleks, termasuk
tumbuhan itu sendiri dan hewan bersifat multiseluler, tubuhnya merupakan
kerjasama dari berbagai jenis sel terspesialisasi yang tidak akan bertahan lama
jika masing masing berdiri sendiri. Namun demikian, ketika sel ini disusun
menjadi tingkat organisasi yang lebih tinggi, seperti jaringan dan organ. Sel
dapat dipisahkan menjadi unit dasar dari struktur dan fungsi organisme. Setiap
makhluk hidup tersusun atas satu sel (uniseluler). Ada juga yang tersusun atas
banyak sel (multiseluler) kehidupan pada tingkat seluler muncul dari
keteraturan struktural, yang memperkuat tema tentang sifat-sifat baru dan
korelasi antara struktur dan fungsi sel.
Sel-sel tumbuhan berbeda satu dengan yang lain dalam ukuran, bentuk,
struktur dan fungsinya. Walaupun demikian semua sel tumbuhan memiliki
persamaan dalam beberapa segi sehingga dapat dibanyangkan suatu hipotesis
sebuah sel yang segi-segi dasarnya ada dalam bentuk yang secara nisbi tidak
termodifikasi. Sel hipotesis ini terdiri atas tiga bagian : (1) Membran sel yang
dibagian luarnya di selubungi oleh dinding sel, (2) selapis protoplasma yang
melapisi dinding itu dan disebut protoplas, dan (3) rongga yang disebut
vakuola sentral yang menempati bagian terbesar ruang di dalam sel.
Terdapat ribuan jenis sel didalam tumbuhan yang secara mikroskop dapat
dibedakan masing-masing bagiannya antara sel akar, batang dan, daun. Namun
struktur sel tersebut tidak dapat diamati dengan mata telanjang melainkan
harus dengan bantuan sebuah alat untuk dapat melihat objek yang terlalu kecil
yang biasa disebut dengan mikroskop.

1
Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa) adalah sejenis semak (perdu) yang
ada di seluruh wilayah tropis dunia. Tanaman rosella tergolong tumbuhan
tingkat tinggi yang dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya. Di
Indonesia nama rosella sudah dikenal sejak tahun 1922, tanaman rosella
tumbuh subur, terutama di musim hujan. Tanaman rosella biasanya dipakai
sebagai tanaman hias dan pagar. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai
tanaman hias dan pagar yang tidak dihiraukan, sekarang tanaman ini dikenal
dengan banyak khasiat yang bermanfaat bagi manusia diantaranya yaitu
sebagai sumber antioksidan, pencegahan kanker, meningkatkan sistem
kekebalan, diet alami, menurunkan tekanan darah, dan lain-lain.
Adapun berdasarkan uraian diatas telah disebutkan banyak manfaat yang
terkandung didalam tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa), sehingga
melatarbelakangi peneliti untuk melakukan praktikum penelitian sel
menggunakan mikroskop untuk dapat mengetahui struktur sel akar, batang
dan daun dari tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa).

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui struktur sel akar,
batang, dan daun dari tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa).

C. Alat dan Bahan


Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain: Mikoskop cahaya,
kaca benda, kaca penutup, pipet tetes , beaker glass 100 ml, silet, tusuk gigi,
empulur batang ketela pohon, dan tissue.
Bahan yang digunakan pada prakikum ini antara lain: tumbuhan bunga
rosella dengan bagian akar, batang, dan daun; air serta kloral hidrat.

D. Langkah Kerja
a. Cara membuat preparat basah:
1. Membersihkan kaca benda dan kaca penutup menggunakan tissue.
2. Meneteskan air pada kaca benda menggunakan pipet tetes.
3. Membuat irisan melintang bahan (akar,batang,dan daun bunga rosella)
setipis mungkin, dengan cara memegang bahan dalam kondisi tegak,
apabila bahan sangat tipis dapat dibantu dengan menyelipkan bahan
pada empulur batang ketela pohon (gabus).

2
4. Meletakkan silet pada bahan dan mengarahkannya ke badan, lalu
membuat irisan setipis mungkin.
5. Meletakkan hasil irisan pada kaca benda yang sudah ditetesi air tadi.
6. Mengatur posisinya menggunakan tusuk gigi, agar tidak terlipat.
7. Menutup menggunakan kaca penutup dengan hati-hati (dimulai dari
posisi miring kemudian dilepaskan, agar tidak ada gelembung dalam
preparat yang akan mengganggu pengamaan).
8. Air yang berlebihan dalam preparat dapat dihisap menggunakan tissue.
9. Preparat basah siap diamati di mikroskop.
10. Melakukan hal yang sama untuk membuat irisan membujur permukaan
atas dan bawah daun.
b. Cara pengamatan:
1. Menyiapkan mikroskop dalam keadaan baik dan bersih.
2. Mengatur pencahayaannya dengan baik melalui cermin yang ada di
bagian bawah mikroskop.
3. Meletakkan preparat pada meja obyek dengan benar (mengatur posisi
bahan tepat pada lingkaran dimeja obyek).
4. Mengatur lensa objektif pada besaran paling rendah yaitu 4, dengan
lensa okuler perbesaran 10,sehingga diperoleh perbesaran total 40
(pada perbesaran ini lebih baik menggunakan makrometer untuk
mencari bayangan).
5. Mencari bayangan benda pada preparat dengan memutar makrometer
sampai lensa objektif mendekati preparat, pelan-pelan sampai terlihat
bayangan, mencari bayangan benda yang paling bagus lalu
menggambarnya. (posisi preparat dan jarak dengan lensa objektif
jangan dirubah dulu)
6. Meutar lensa objektif pada perbesaran berikutnya yaitu 10, dengan
lensa okuler perbesaran 10, sehingga diperoleh perbesaran total 100
(pada perbesaran ini lebih baik menggunakan makrometer untuk
mencari bayangan).
7. Mencari bayangan benda pada preparat dengan memutar makrometer
perlahan sampai terlihat bayangan, mencari bayangan benda yang
paling bagus lalu menggambarnya. (posisi preparat dan jarak dengan
lensa objektif jangan dirubah dulu)
8. Memutar lensa objektif pada perbesaran berikutnya yaitu 40, dengan
lensa okuler 10, sehingga diperoleh perbesaran total 400 (pada

3
perbesaran ini lebih baik menggunakan mikrometer untuk mencari
bayangan).
9. Mencari bayangan benda preparat dengan memutar mikrometer
perlahan sampai terlihat bayanagn, mencari bayangan benda yang
paling bagus lalu menggambarnya.
10. Melakukan hal yang sama pada semua preparat yang dibuat.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sel Tumbuhan
1. Definisi Sel Tumbuhan
Sel merupakan penyusun tubuh makhluk hidup sebagaimana telah
dibuktikan melalui pengamatan mikroskopis oleh Mathias Schleiden
(seorang ahli anatomi tumbuhan) dan Theodor Schwann (seorang ahli
anatomi hewan) yang kemudian merumuskan bahwa : sel merupakan
kesatuan struktural kehidupan.1
Max Schultze dan Thomas Huxley menyatakan bahwa : sel
merupakan satu kesatuan fungsional kehidupan yang menunjukkan
bahwa aktivitas yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup tercermin
dalam aktifitas dalam sel. Rudolf Virchow (1858) mengemukakan bahwa

1
Hamdan Adma Adinugraha, Struktur Sel Tumbuhan dan Fungsinya, 2013,
https://forestryinformation.wordpress.com/2013/01/18/struktur-sel-tumbuhan-dan-fungsinya/,
diakses tanggal 05 Desember 2016

4
sel berasal dari sel (omnis cellula e cellula) sehingga lahirlah teori : sel
merupakan kesatuan pertumbuhan. Setelah ditemukan gen dalam
kromosom yang ada di dalam nukleus maka lahirlah teori : sel
merupakan kesatuan heriditas dari makhluk hidup. Walther Flemming
(1843-1913) dan Eduard Strasburger (1875) mengamati pembelahan sel
pada reproduksi sel sehingga memunculkan teori sel baru yaitu : sel
merupakan kesatuan reproduksi dari makhluk hidup.
2. Struktur Sel Tumbuhan
Sel-sel tumbuhan dewasa berbeda satu dengan yang lain dalam
ukuran, bentuk, struktur dan fungsinya. Walaupun demikian semua sel
tumbuhan memiliki persamaan dalam beberapa segi sehingga dapat
dibanyangkan suatu hipotesis sebuah sel yang segi-segi dasarnya ada
dalam bentuk yang secara nisbi tidak termodifikasi. Sel hipotesis ini terdiri
atas tiga bagian : (1) Membran sel yang dibagian luarnya di selubungi oleh
dinding sel, (2) selapis protoplasma yang melapisi dinding itu dan disebut
protoplas, dan (3) rongga yang disebut vakuola sentral yang menempati
bagian terbesar ruang di dalam sel.2
Dinding sel
Sel tumbuhan terdiri atas protoplas yang terselubungi oleh dinding
sel. Dinding sel tumbuhan memiliki struktur yang kompleks dengan
memiliki tiga bagian fundamental yang dapat dibedakan yaitu lamela
tengah, dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Semua sel
memiliki lamela tengah dan dinding sel primer, sedangkan dinding sel
sekunder hanya pada sel-sel tipe tertentu.
Lamela tengah adalan suatu lapisan perekat antar sel yang
menyekat dinding primer dua buah sel yang bersebelahan. Lapisan ini
sebagian besar terdiri atas air dan zat-zat pectin yang bersifat koloid dan
bersifat plastik (dapat mudah dibentuk) sehingga memungkinkan
gerakaan antar sel dan penyesuaiannya yang diperlukan sebelum sel-sel
dapat mencapai ukuran dan bentuk dewasa.

2
Pratiwi, D.A, S. Maryati, Srikini, Suharno dan Bambang S, Biologi. Jilid 2. (Jakarta:
Erlangga, 2007)

5
Dinding sel primer adalah dinding sel sejati pertama yang dibentuk
oleh sebuah sel baru. Walaupun air, zat-zat pektin dan protein banyak
dijumpai di dalamnya, dinding sel primer terutama terdiri atas selulosa
dan hemiselulosa. Pada kondisi tertentu dinding sel dapat menebal
sehingga memenuhi ruang dalam sel. Zat-zat pembentuk dinding sel
tambahan ini disebut dinding sel sekunder yang terdiri atas dua atau
lebih lapisan yang terpidah-pisah. Sel yang memiliki dinding sel
sekunder volumenya tidak dapat bertambah dengan pertumbuhan
permukaan atau kembali ke kondisi awal/dinding sel primer. Penyusun
dinding sel sekunder sebagian besar selulosa dan zat-zat lain khususnya
lignin (zat kayu).
Lignifikasi tidak terlalu mengganggu permeabilitas dinding sel
terhadap air dan bahan-bahan terlarut, akan tetapi mengubah sifat fisik
dan kimiawi dinding sel. Dinding sel yang terlignifikasi menjadi lebih
keras dan lebih tahan terhadap tekanan dari pada dinding sel yang
berselulosa.
Plasmodesmata
Plasmodesamata adalah benang-benang protoplasmik halus yang
terletak pada tempat-tempat tertentu pada dinding sel primer (yaitu pada
noktah yang berupa bagian dinding sel yang tidak mengalami
penebalan). Plasmodesamata dapat menembus pori-pori kecil pada
dinding sel primer dan lamella tengah diantara sel-sel yang bedekatan
sehingga protoplasma kedua sel dapat berhubungan. Plasmodesmata
memudahkan proses transportasi bahan-bahan dari sebuah sel ke sel
berikutnya tanpa harus melalui selaput-selaput hidup. Adanya
plasmodesmata menunjukkan bahwa tumbuhan berperilaku lebih
sebagai suatu organisme tunggal dari pada sebagai sekumpulan unit sel
bebas.
Membran sel
Membran sel atau membran plasma merupakan bagian sel yang
paling luar yang membatasi isi sel dan sekitarnya. Membran ini
tersusun dari dua lapisan yang terdiri dari fosfolipid (50%) dan

6
protein/lipoprotein (50%). Membran plasma bersifat semipermeabel
atau selektif permeabel yang berfungsi mengatur gerakan materi atau
transportasi zat-zat terlarut masuk dan keluar dari sel.
Nukleus
Nukleus adalah inti sel yang memiliki membran inti dengan
susunan molekul sama dengan membran sel yaitu berupa lipoprotein.
Pori-pori pada membran inti memungkinkan hubungan antara
nukleoplasma dan sitoplasma. Fungsi utama nukleus adalah sebagai
pusat yang mengontrol kegiatan sel dan mengandung bahan-bahan yang
menentukan sifat-sifat turun-temurun suatu organisma. Didalam inti sel
tersusun atas tiga komponen yaitu :
Nukleoulus (anak inti) yang berfungsi untuk menyintesis berbagai
macam molekul RNA (asam ribonukleat) yang digunakan dalam
perakitan ribosom.
Nukleoplasma (cairan inti) merupakan cairan yang tersusun dari
protein. Butiran kromatin yang terdapat pada nukleoplasma, yang
dapat menebal menjadi struktur seperti benang yaitu kromosom yang
mengandung DNA (asam deoksiribonukleat) yang berfungsi
menyampaikan informasi genetik melalui sintesa protein.
Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan yang terdapat di dalam sel, kecuali di
dalam inti sel dan organel sel. Sitoplasma bersifat koloid yaitu tidak
padat dan tidak cair. Sitoplasma terdiri atas air yang di dalamnya
terlarut banyak molekul kecil, ion dan protein. Bahan-bahan lain yang
lazim terdapaat dalama sitoplasma adalah butir minyak dan berbagai
macam kristal yang dalam banyak hal tersusun dari kalsium oksalat.
Ukuran partikel terlarut adalah 0,001 0,1 mikron dan bersifat
transparan.
Sitoplasma terikat pada permukaan luarnya oleh sebuah selaput
yang disebut plasmolema (selaput plasma) dan pada permukaan
dalamnya, yang berbatasan dengan vaakuola sentral, oleh selaput lain
yang disebut tonoplas (selaput vakuola). Plasmolema dan tonoplas

7
sangat penting dalam fisiologi sel-sel karena sebagian besar mengontrol
pertukaran bahan antara sitoplasma dan ruang diluar sitoplasma dan di
dalam vakuola
Koloid sitoplasma dapat mengalami perubahan dari fase sol ke fase
gel atau sebaliknya. Fase sol jika konsentrasi air tinggi dan gel jika
konsentrasi air rendah. Di dalam sitoplasma terkandung organel-organel
sel atau daerah pada sitoplasma hidup yang teralokasi khusus untuk
fungsi tertentu. Organel-organel tersebut adalah :
Retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma merupakan perluasan membran yang saling
berhubungan yang membentuk saluran pipih atau lubang seperti tabung
di dalam sitoplasma. Dalam pengamatan mikroskop, retikulum
endoplasma nampak seperti saluran berkelok-kelok dan jala yang
berongga-rongga. Saluran-saluran tersebut berfungsi membantu
gerakan subsatansi-subsatansi dari satu bagainsel ke bagian sel lainnya.
Dalam sel terdapat dua tipe retikulum endoplasma (RE) yaitu retikulum
endoplasma kasar (REK) dan retikulum endoplasma halus (REH).
REK dikatakan kasar karena permukaannya diselubungi oleh
ribosom sehingga tampak seperti helaian panjang kertas pasir. Ribosom
adalah tempat sintesa protein yang hasilnya akan melekat pada
retikulum endoplasma dan biasanya ditujukan untuk luar sel. REH tidak
ditempeli ribosom sehingga permukaannya nampak halus. REH
memiliki enzim-enzim pada permukaannya yang berfungsi untuk
sintesis lipid, glikogen dan persenyawaan steroid seperti kolesterol,
gliserida dan hormon.
Badan golgi.
Badan golgi adalah sekelompok kantong (vesikula) pipih yang
dikelilingi membran. Organel ini terdapat hampir di semua sel
eukariotik. Badan golgi pada sel tumbuhan biasa disebut diktiosom.
Badan golgi dibangun oleh membran yang berbentuk sisterna, tubulus
dan vesikula. Sisterna mebentuk pembuluh halus (tubulus). Dari tubulus
diepaskan kantong-kantong kecil yang berisi bahan-bahanyang

8
diperlukan seperti enzim-enzim atau pembentuk dinding sel. Fungsi
badan golgi dalam sel yaitu :
Membentuk kantong-kantong (vesikula) yang bersisi enzim-enzim
dan bahan lain untuk sekresi, terutama pada sel-sel kelenjar.
Membentuk membran plasma
Membentuk dinding sel
Membentuk akrosom pada sel spermatozoa yang berisis enzim untuk
memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
Ribosom
Ribosom adalah organel kecil bergaris tengah 17 20 mikron yang
tersusun oleh RNA ribosom dan protein. Ribosom terdapat pada semua
sel hidup dan terdapat bebas dalam sitoplasma atau melekat pada REK.
Tiap ribosom terdiri atas dua sub unit yang saling behubungan dalam
suatu ikatan yang distabilkan oleh ion magnesium. Ribosom berfungsi
untuk sintesis protein, dimana pada waktu sintesis protein, ribosom
mengelompok membentuk poliribosom (polisom).
Peroksisom dan glioksisom
Peroksisom adalah kantong-kantong yang memiliki membran
tunggal. Peroksisom berisi berbagai enzim dan yang paling khas adalah
enzim katalase. Fungsi enzim tersebut adalah mengkatalisis
perombakan hydrogen peroksida (H2O2). Senyawa tersebut merupakan
produk metabolisme sel yang berpotensi membahayakan sel.
Peroksisom juga berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat.
Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan mislnya pada
lapisan aleuron biji padi-padian . aleuron merupakan bentuk dari
protein atau kristal yang terdapat dlam vakuola. Glioksisom sering
ditemukan pada jaringan penyimpan lemak dari biji yang berkecambah.
Gioksisom berisi enzim pengubah lemak menjadi gula. Proses
perubahan tersebut menghasilkan energi yang diperlukan dalam
perkecambahan.
Mitokondria

9
Mitokondria adalah organel sel penghasil energi sel. Mitokondria
mempunyai dua lapisan membran, yaitu membran dalam dan membran
luar. Membran luar memiliki permukaan halus, sedangkan membran
dalam berlekuk-lekuk yang disebut kista. Mitokondria adalah struktur
yang mampu bereproduksi sendiri. Pada pembelahan sel, semua
kitokondria membelah diri, setenganhnya menuju ke sel anak yang satu
dan setengahnya ke sela anak yang lain. Mitokondria mengandung
enzim-enzim untuk fosforilasi oksidatif dan sistem transpor electron.
Pada bagian membran dalam dihasilkan enzim pembuatn ATP dan
protein yang diperlukan untuk pernafasan antar sel.
Membran dalam mitokondria terbagi menjadi dua ruang yaitu :
Ruang intermembran yaitu ruangan diantara membran luar
dan membran dalam. Membran luar dapat dilalui oleh semua
molekul kecil tetapi tidak dapat dilalui protein dan molekul besar.
Matriks mitokondria : merupakan ruangan yang diselubungi
oleh membran dalam. Didalam matriks tersebut tahapan
metabolisme terjadi, mengandung enzim untuk siklus Krebs dan
oksidasi asam lemak, mengandung banyak butiran protein dan DNA,
ribosom dan beberapa jenis RNA. Mitokondria dapat menyintesis
protein sendiri karena memiliki DNA, RNA dan ribosom.
Plastida
Plastida adalah organel sitoplasma yang tersebar pada sel
tumbuhan dan terlihat jelas di bawah mikroskop sederhana. Plastida
sangat bervariasi ukuran dan bentuknya, pada sel-sel tumbuhan
berbunga biasanya berbentuk piringan kecil bikonveks. Meskipun
macam-macam plastida dihubungkan dengan fungsi-fungsi fisiologis
yang tetap, namun macam tersebut diklasifikan berdasarkan warnanya
yaitu:
Leukoplast (tidak berwarna) : biasanya lazim terdapat dalam sel-sel
yang tidak terkena cahaya matahari, misalnya pada jaringan yang
terletak sangat dalam pada bagian tumbuhan baik di atas maupun di

10
dalam tanah. Fungsinya adalah sebagai pusat sintesis dan
penyimpanan makanan cadangan seperti pati.
Kloroplast yang mengandung klorofil yaitu suatu campuran pigmen
yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Fungsinya adalah
menangkap energi cahaya yang diperlukan untuk proses potosintesis.
Kromoplast yang mengandung pigmen-pigmen lain yang
menentukan timbulnya warna merah, jingga dan kuning pada bagian-
bagian tumbuhan. Fungsinya masih belum jelas, tetapi berhubungan
dengan kemasakan buah dari mulai hijau sampai dengan berwarna
merah berhubungan dengan penurunan dan peningkatan jumlah
kromoplast.
Vakuola sentral
Vakuola adalah rongga besar di bagian dalam sel yang berisi cairan
vakuola yang merupakan suatu larutan cair berbagai bahan organik dan
anorganik yang kebanyakan adalah cadangan makanan atau hasil
sampingan metabolisme. Vakuola diselubungi oleh selaput vakuola
yang disebut tonoplas. Umumnya vakuola tidak berwarna, namun dapat
berwarna kebiru-biruan atau kemerah-merahan karena adanya pigmen
terlarut yang termasuk bahan kimia kelompok antosianin. Pada
tumbuhan muda berisi banyak vakuola berukuran kecil, akan tetapi
dengan semakin matangnya usia sel maka terbentuk vakuola yang
semakin membesar. Vakuola berisi bahan-bahan antara lain : asam
organik, asam amino, glukosa, gas, garam-garam kristal, alkaloid
(nikotin, kafein, kinin, tein, teobromin, solanin dan lain-lain)
Vakuola dijuluki sebagai tangki bahan simpanan atau eksresi.
Kehadiran vakuola menjadikan sitoplasma terdorong ke pinggiran sel
sehingga protoplas dekat dengan permukaan. Dengan demikian
pertukaran bahan antara sebuah sel dengan sekelilingnya menjadi lebih
efifisien. Vakuola sentral mempunyai fungsi rangka yang penting
karena biasanya volume cairan yang dikandungnya cukup besar untuk
menyebabkan dinding sel bagian luar akan meregang. Tekanan ke arah
dalam pada cairan vakuola yang disebabkan oleh dinding sel yang

11
meregang tadi menimbulkan ketegaran pada dinding sel, dan karena itu
juga pada sel secara keseluruhan. Jika terjadi penghilangan cairan
dalam vakuola lebih cepat dari pada penggantinya, tumbuhan akan
mengalami kelayuan, daunnya berguguran dan batangnya merunduk.
Kondisi ini akan pulih apabila vakuola segera kembali mengembung
sebagai akibat penyerapan air oleh akar lebih cepat dari pada hilangnya
air dari bagian-bagian lain tumbuhan itu.

B. Tanaman Rosella
1. Definisi Tanaman Rosella
Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa) adalah sejenis semak (perdu)
yang ada di seluruh wilayah tropis dunia. Asal rosella Florida Cranberry
adalah dari Afrika Barat.3 Masyarakat pada umumnya telah mengenal
kenaf atau rosella (Hibiscus cannabinus) sebagai tanaman penghasil serat
karung dan kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). Sedangkan bunga
rosella merah (Hibiscus sabdariffa Lynn), belum begitu dikenal. Bunga
rosella merah (Hibiscus sabdariffa Lynn), dikenal di berbagai negara
dengan nama yang berbeda-beda, diantaranya ialah, India Barat (Jamaican
Sorrel), Perancis (Oseille Rouge), Spanyol (Quimbombo Chino), Afrika
Utara (Carcade), dan Senegal (Bisap), Indonesia (Vinagreira, Zuring,
Carcade, atau asam Citrun). Dalam bahasa Melayu, tanaman ini dikenal
dengan nama asam paya, Asam kumbang atau asam susur.
Tanaman rosella memiliki dua varietas dengan budidaya dan manfaat
yang berbeda, yaitu:
a. Hibiscus sabdariffa var. Altisima, rosella berkelopak bunga kuning.
b. Hibiscus sabdariffa var. Sabdariffa, rosella berkelopak bunga merah
yang kini mulai diminati petani dan dikembangkan untuk diambil bunga
dan bijinya sebagai tanaman herbal dan bahan baku minuman
kesehatan.
Di Indonesia nama rosella sudah dikenal sejak tahun 1922, tanaman
rosella tumbuh subur, terutama di musim hujan. Tanaman rosella biasanya
dipakai sebagai tanaman hias dan pagar. Setelah bertahun-tahun dikenal
3
(http://kehati.or.id/florakita/browser.php?docsid=968), diakses tanggal 05 Desember
2016

12
sebagai tanaman hias dan pagar yang tidak dihiraukan, sekarang tanaman
ini dikenal dengan banyak khasiat yang bermanfaat bagi manusia.
Tanaman rosella berkembang biak dengan biji, tanaman ini tumbuh
di daerah yang beriklim tropis dan sub tropis. Tanaman ini dapat tumbuh di
semua jenis tanah, tetapi paling cocok pada tanah yang subur dan gembur.
Tumbuhan ini dapat tumbuh di daerah pantai sampai daerah dengan
ketinggian 900 m di atas permukaan laut. Rosella mulai berbunga
pada umur 2-3 bulan, dan dapat dipanen setelah berumur 5-6 bulan.
Setelah bunga dipetik kemudian dikeluarkan bijinya, lalu bunga itu
dijemur dibawah sinar matahari. Satu batang rosella bisa menghasilkan 2-3
kg bunga rosella basah, dalam 100 kg bunga rosella basah bisa
menghasilkan 5-6 kg rosella kering.
2. Klasifikasi tanaman rosella
Tanaman rosella dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas : Dilleniidae
Ordo : Malvales
Familia : Malvaceae (suku kapas-kapasan)
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus sabdariffa L (Comojime, 2008).

13
Gambar 1. Tanaman Rosella (Hibiscus sabdariffa)

3. Morfologi tanaman rosella4


a. Batang
Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L) mempunyai batang bulat,
tegak, berkayu dan berwarna merah.tumbuh dari biji dengan ketinggian
bisa mencapai 3-5 meter.
b. Akar
Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L) mempunyai akar tunggal.

c. Daun
Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L) mempunyai daun tunggal
berbentuk bulat telur, bertulang menjari, ujung tumpul, tepi bergerigi
dan pangkal berlekuk, Panjang daun 6-15 cm dan lebar 5-8 cm. Tangkai
daun bulat berwarna hijau dengan panjang 4-7 cm
d. Bunga
Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L) mempunyai bunga berwarna
cerah, Kelopak bunga atau kaliksnya berwarna merah gelap dan lebih

4
(http://kuntum-nurseries.com/.../pages/Rosella.html), diakses tanggal 05 Desember 2016

14
tebal jika dibandingkan dengan bunga raya/sepatu. Bunganya keluar
dari ketiak daun dan merupakan bunga tunggal, yang berarti pada setiap
tangkai hanya terdapat 1 (satu) bunga. Bunga ini mempunyai 8-11 helai
kelopak yang berbulu, panjangnya 1 cm, yang pangkalnya saling
berlekatan dan berwarna merah. Kelopak bunga ini sering dianggap
sebagai bunga oleh masyarakat. Bagian inilah yang sering dimanfaatkan
sebagai bahan makanan dan minuman.
e. Biji
Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L) mempunyai biji berbentuk
seperti ginjal hingga triangular dengan sudut runcing, berbulu, panjang
5 mm dan lebar 4 mm.
4. Perkembang biakan tanaman rosella
Tanaman rosella berkembang biak secara generatif (dengan biji).
5. Kandungan zat kimia pada bunga rosella.
Bunga rosella mempunyai kandungan zat kimia sebagai berikut :
kalori, air, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor, besi, B-
karotene, asam askorbat.
6. Manfaat bunga rosella
Tanaman rosella mampu memberikan manfaat positif bagi kesehatan
yang sering dijadikan dalam bentuk teh rosella.5 Beberapa diantaranya
adalah sebagai berikut :
a. Sumber Antioksidan
Kandungan manfaat antioksidan pada kelopak bunga rosella
terdapat pada senyawa fenolik. kandungannya lebih besar empat kali
ketimbang antioksidan pada manfaat daun kumis kucing. Senyawa lain
pada antioksidannya seperti antosianin dan gossipetin memberikan
perlindungan yang terjadi akibat penuaan seperti gejala penyakit
diabetes, gejala penyakit jantung, sampai gejala kanker.
b. Pencegahan Kanker
Kandungan zat yang ditemukan dalam bunga rosella, menghambat
petumbuhan sel-sel kanker yang berbahaya pada tubuh. Kerusakan

5
Yuli Yana, 5 Manfaat Bunga Rosella Untuk Kesehatan, 2014, 5 Manfaat Bunga Rosella
Untuk Kesehatan - Manfaat.co.id.htm, diakses tanggal 05 Desember 2016

15
DNA pada sel dapat ditanggulangi dengan manfaat bunga rosella,
seperti pencegahan pada gejala kanker darah (leukimia).
c. Meningkatkan Sistem Kekebalan
Rosella dapat membantu tubuh kita untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh kita. Seperti kita ketahui, sistem kekebalan tubuh
sangat penting untuk mencegah penyakit. Dengan mengkonsumsi
rosella, sistem kekebalan tubuh kita meningkat secara
bertahap.Konsumsi teh rosella secara teratur di pagi hari.
d. Diet Alami
Bagi mereka yang kelebihan berat badan akan mengurangi berat
badan, teh rosella adalah diet yang sempurna. Manfaat vitamin C dalam
Rosella dapat membantu tubuh kita untuk melepaskan lemak dan
kolesterol. Untuk menghilangkan berat badan, mengkonsumsi rosella di
pagi hari dan pada malam hari sebelum tidur akan meningkatkan
metabolisme. Ketika tubuh memiliki metabolisme yang baik, proses
menurunkan berat badan lebih mudah sehingga dapat memiliki berat
badan yang ideal lebih cepat.
e. Menurunkan Tekanan Darah
Teh rosella bisa menjadi pilihan yang sempurna untuk menurunkan
tekanan darah. Ini adalah salah satu manfaat kesehatan rosella yang
membantu orang-orang dari masalah kolesterol. Ketika tekanan darah
meningkat, metabolisme secara keseluruhan akan tergangg. Teh rosella
mengontrol tekanan darah sehingga dapat bekerja dengan baik untuk
menghindari masalah serius bagi kesehatan.
Pada ekstrak kelopak bunga rosella dapat menggantikan pemberian
captopril pada penderita hipertensi. Pada terapi teh resolla yang
mengkonsumsi selama 12 hari, terdapat penurunan tekanan darah
sistolik mencapai 11,2 %.

16
Gambar 2. Teh Bunga Rosella yang Bermanfaat untuk Kesehatan

C. Mikroskop
Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah
sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata
kasar.6 Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini
disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah
terlihat oleh mata. Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama
diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang
terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar
dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut. Berdasarkan
sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya
dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua
kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan
kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya,
mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati
bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati
bagian dalam sel.

6
http://www.academia.edu/9843998/laporan_praktikum_mikroskop), diakses tanggal 05
Desember 2016

17
Mikroskop adalah alat utama dalam mempelajari struktur benda-benda
kecil. Mikrokskop optik dapat dibagi atas 2, yaitu mikroskop Biologi
(monokuler) dan mikroskop stereo (Binokuler).
Mikroskop biologi adalah mikroskop yang digunakan pengamatan benda
tipis transparan. Penyinaran dilakukan dari bawah dengan sinar alam atau
lampu. Mikroskop binokuler adalah mikroskop yang digunakan untuk
pengamatan benda-benda yang tidak terlalu besar, transparan atau tidak.
Penyinaran dapat diatur dari atas maupun dari bawah dengan sinar alam atau
lampu.
Mikroskop merupakan alat utama dalam melakukan pengamatan dalam
bidang biologi, karena dapat digunakan untuk mempelajari struktur dari benda-
benda kecil. Ada 2 prinsip dasar yang berbeda untuk mikroskop, yaitu
mikroskop optik dan mikroskop elektron. Mikroskop optik dapat dibedakan
menjadi mikroskop biologi dan mikroskop stereo.
Mikroskop biologi umumnya memiliki lensa okuler dan lensa objektif
dengan kekuatan pembesaran sebagai berikut.
1. Objektif 4x dengan okuler 10x, pembesaran 40x
2. Objektif 10 dengan okuler 10x, pembesaran 100x
3. Objektif 40x dengan okuler 10x, Pembesaran 400x
4. Objektif 100x dengan okuler 10x, pembesaran 1000x
Objektif yang paling kuat pada mikroskop optik 1000x disebut objektif
emersi, karena penggunaannya harus dengan minyak emersi dan cara
memakainya khusus pula. Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya
merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan
suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan
diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat
bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya,
bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan, semu, terbalik,
dan lebih lagi diperbesar. Komponen-komponen pada mikroskop seperti pada
gambar 3:

18
Gambar 3. Komponen Komponen pada Mikroskop

Keterangan Komponen pada mikroskop :


Bagian-Bagian Optik adalah sebagai berikut:
Lensa Okuler, yaitu lensa yang terdapat di bagian ujung atas tabung pada
gambar, pengamat melihat objek melalui lensa ini. Lensa okuler berfungsi
untuk memperbesar kembali bayangan dari lensa objektif. Lensa okuler
biasanya memiliki perbesaran 6, 10, atau 12 kali.
Lensa Objektif, yaitu lensa yang dekat dengan objek. Biasanya terdapat 3
lensa objektif pada mikroskop, yaitu dengan perbesaran 10, 40, atau 100
kali. Saat menggunakan lensa objektif pengamat harus mengoleskan minyak
emersi ke bagian objek, minyak emersi ini berfungsi sebagai pelumas dan
untuk memperjelas bayangan benda, karena saat perbesaran 100 kali, letak
lensa dengan objek yang diamati sangat dekat, bahkan kadang bersentuhan.
Kondensor, yaitu bagian yang dapat diputar naik turun yang berfungsi untuk
mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan memusatkannya
ke objek.

19
Diafragma, yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya
cahaya yang masuk dan mengenai preparat.
Cermin, yaitu bagian yang berfungsi untuk menerima dan mengarahkan
cahaya yang diterima. Cermin mengarahkan cahaya dengan cara
memantulkan cahaya tersebut.
Bagian-Bagian Mekanik (Non-Optik) adalah sebagai berikut:
Revolver, yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa
objektif yang diinginkan.
Tabung Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi untuk menghubungkan
lensa objekti dan lensa okuler mikroskop.
Lengan Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi untuk tempat pengamat
memegang mikroskop.
Meja Benda, yaitu bagian yang berfungsi untuk tempat menempatkan objek
yang akan diamati, pada meja benda terdapat penjepit objek, yang menjaga
objek tetap ditempat yang diinginkan.
Makrometer (pemutar kasar), yaitu bagian yang berfungsi untuk menaikkan
atau menurunkan tabung secara cepat untuk pengaturan mendapatkan
kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
Mikrometer (pemutar halus), yaitu bagian yang berfungsi untuk menaikkan
atau menurunkan tabung secara lambat untuk pengaturan mendapatkan
kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
Kaki Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi sebagai penyagga yang
menjaga mikroskop tetap pada tempat yang diinginkan, dan juga untuk
tempat memegang mikroskop saat mikroskop hendak dipindahkan.

BAB III
DATA DAN ANALISIS DATA

A. Data dan analisa data

20
Gambar 4. Irisan Melintang Akar (Perbesaran 100)
Dari gambar Irisan Melintang Akar dengan Perbesaran 100 dapat diamati
kenampakan strutur sel akar tanaman rosella diantaranya jaringan epidermis,
lapisan berambut, floem, xylem, kortex parenkim, serabut korteks luar, perisikel.

Gambar 5. Irisan Melintang Akar (Perbesaran 400)


Dari gambar irisan melintang akar tumbuhan rosella dengan perbesaran 400X
dapat di amati berupa cortex, jaringan pengangkut yang berupa xylem dan floem.

21
Gambar 6. Irisan Melintang Batang (Perbesaran 100)

Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa tumbuhan rosella ini termasuk
dikotil karena jaringan pengangkutnya tersusun teratur/rapi. Ukuran berkas
pengangkut seragam, Pembuluh xilem kecil, serat banyak, namun parenkim
sedikit.

Gambar 7. Irisan Melintang Batang (Perbesaran 400)


Dari gambar diatas dengan perbesaran 400x tampak jelas jaringan epidermis dari
tumbuhan rosella yang berwarna merah.

22
Gambar 8. Irisan Melintang Daun (Perbesaran 100)
Dari gambar irisan melintang daun tumbuhan rosella dengan perbesaran 100X
dapat diamati diantaranya dinding sel, jaringan pengangku dan tidak terdapat
stomata.

Gambar 9. Irisan Melintang Daun (Perbesaran 400)


Dari gambar irisan melintang daun tumbuhan rosella dengan perbesaran 400X
dapat diamati dengan lebih jelas diantaranya dinding sel, jaringan pengangkut dan
terdapat stomata dan jaringan lainya.

23
Gambar 10. Irisan Membujur Permukaan Atas Daun (Perbesaran 100)
Dari gambar diatas merupakan Irisan Membujur Permukaan Atas Daun rosella
dengan (Perbesaran 100), terlihat banyak stomata yang tesebar merata dan rapat
dipermukaan daun hal ini menunjukkan bahwa bagian atas dari daun rosella ini
banyak menerima sinar mata hari.

Gambar 11. Irisan Membujur Permukaan Atas Daun (Perbesaran 400)


Dari gambar irisan membujur permukaan atas daun dengan perbesaran 400 dapat
diamati dengan lebih jelas bentuk dari stomata daun rosella yang hampir serupa
dengan bentuk mata manusia, kemudian juga terlihat dengan jelas kloroplas dan
sel tetangga.

24
Gambar 12. Irisan Membujur Permukaan Bawah Daun (Perbesaran 100)
Dari gambar irisan membujur permukaan bawah daun rosella dengan perbesaran
100 dapat di amati diantaranya jaringan epidermis, dinding sel.

Gambar 13. Irisan Membujur Permukaan Bawah Daun (Perbesaran 400)


Dari gambar irisan membujur permukaan bawah daun dapat diamati yaitu berupa
dinding sel, floem dan xylem.

25
BAB IV
PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan struktur sel akar, batang dan daun


tumbuhan rosella yang dilakukan dilaboratorium biologi IAIN Tulungagung.
Dapat disimpulkan bahwa tumbuhan rosella termasuk tumbuhan dikotil
(berkeping ganda) dibuktikan dengan struktur dalam bembentuk cincin
(melingkar). Tersusun atas korteks dan stele (xilem dan floem). Berkas
pengangkut terdiri dari xilem dan floem yang terdapat di tulang daun. Xilem
terdiri atas pembuluh-pembuluh xilem yang panjang dan berbentuk tabung.
Xilem mengangkut air dari akar hingga ke daun untuk menggantikan air yang
hilang karena transpirasi, sedangkan floem mendistribusikan produk hasil
fotosintesis dari daun ke batang dan seluruh bagian tumbuhan. Xilem dan
floem terbentuk dari sel-sel kambium meristematik. Jaringan yang terbentuk
dari kambium dan tumbuh ke luar akan membentuk kulit pohon (bark),
sedangkan ke dalam membentuk batang kayu (wood).
Kemudian jika dilihat dari segi irisan melintang akarnya dapat diamati
jaringan epidermisnya lapis tunggal dengan kutikula yang tebal, terdapat rambut
pada epidermisnya (multicellular hairs), hipodermis umumnya berupa kolenkim,
ukuran berkas pengangkut seragam, tidak terdapat rongga pada berkas
pengangkut, tidak terdapat selubung berkas pengangkut, pembuluh xilem kecil,
serat banyak, namun parenkim sedikit, pertumbuhan xilem membentuk
lingkaran tahunan yang biasanya digunakan untuk mengetahui umur tumbuhan
dikotil, terdapat parenkim floem, pertumbuhan sekunder terjadi karena
terbentuknya meristem lateral.
Jika dilihat dari segi daun tumbuhan rosella ini bersiftat dorsiventral,
pembuluh xilem terdiri dari banyak protoxilem dan metaxilem, jika dihat dari
irisan membujur pada daunnya terdapat banyak stomata pada bagian permukaan
atas, jaringan mesofil dibedakan menjadi jaringan palisade dan parenkim spons,
selubung berkas pengangkut terbuat dari kolenkim.

26
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pada pengamatan struktur sel akar, batang, dan daun secara membujur
ataupun secara melintang dapat disimpulkan bahwa tumbuhan rosella ini
termasuk dalam kategori dikotil dibuktikan dengan data hasil analisis
struktur batang yang teratur, terdapatnya stomata yang tersebar hanya pada
salah satu sisi daun yaitu sisi bagian atas.
2. Dari pengamatan struktur sel akar, batang, dan daun secara membujur
ataupun secara melintang tumbuhan rosella ini secara mikroskopis
menggunakan perbesaran 100 X dan 400 X.
B. Saran
1. Sebelum melakukan pengamatan sampel seharusnya mahasiswa telah
memahami konsep dan prosedur kerjanya terlebih dahulu.
2. Sebelum mengidentifikasi struktur jaringan dan sel sampel seharusnya
mahasiswa memahami bagaimana anatomi tumbuhan agar ketika
melakukan pengamatan mengalami kebinggungan.
3. Diperlukan kesabaran dan ketelitian pada saat mengidentifikasi anatomi
dari sampel yang diamati.

27
DAFTAR PUSTAKA

28