Anda di halaman 1dari 17

bagasdika16@gmail.

com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

Panduan SciLab
Oleh: Bagas Dika Anggoro

1. Pengenalan SciLab
SciLab, apaan sih itu? SciLab itu singkatan dari Science Laboratory, (menurutku pribadi),
SciLab itu kayak console based compiler, (Opo meneh kuwi, Gas? -_-) Ya gini aja deh. Bahasa
gampangnya SciLab (selanjutnya disebut sebagai SL aja ya :P) itu bahasa pemrograman untuk
membuat program, bedanya, SciLab itu lebih kepake di komputasi untuk perhitungan. Ga Cuma kita
doang kok yang make, anak MIPA, juga make. Hehe
Terus bedanya apa sama Matlab, yaaa Matlab itu hamper sama kaya SL, dari segi fungsinya,
kegunaannya dan segala macamnya deh. Bedanya terus apa? Hmm, apa ya? Bedanya mungkin dari
lisensinya yang gratis dan open source kali ya? Aku juga belum begitu paham kalo tentang
perbedaannya. Ya pokoknya gitu deh.
Kalo mau kenalan lebih lanjut tentang SL ini, ke websitenya aja (Googling aja, terus ketik
Scilab. Hehehe )
Oh iya, aku Cuma mau nyampein 1 pesen aja nih, buat temen-temen yang baru kenalan sama

dunia programming, nggak usah takut salah atau nggak bisa. Programming itu sifatnya trial

& error. Ya, kamu bakal lebih ngerti kalo kamu coba sendiri 1 per 1
perintahnya. Jadi seorang programmer butuh banyak latihan, ga ada yang instant. Masih
ada setengah semester lagi, masih bisa kok! Terus, yang namanya programming, agak susah
kalau kita melihat source code dari orang lain. Butuh pemahaman yang bener-bener
extra! Makanya aku bilang disini, programming itu lebih enak kalu kita yang nyoba sendiri, kita

nulis source code nya dari awal, terus kita analisa sendiri kalau ada yang error.

Ini masih mending loh, source code paling banyak paling Cuma 50-an baris. Belum pernah
kan temen-temen dapet tugas disuruh menganalisa source code yang sampe ribuan, atau mungkin
puluhan ribu baris? Aku udah, dan hasilnya.. Ah sudah. Lupakan. Kita balik lagi ke SL. Langsung aja
yuk!

1
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

2. Fungsi-fungsi dasar di SciLab


Sama kaya program yang lain, prinsip kerja utama dari sebuah program adalah IPO. Input
Processing Output. Yuk sekarang kita bahas satu per satu aja dari 3 bahasan besar itu.
a. Perintah-perintah Input
Input, dari namanya aja udah input. Ya buat masukkin data ke programnya gitu deh.
Ibaratnya kita kayak mau bikin es batu, input itu kita masukkin airnya ke dalam plastiknya.
Percumah dong kalau cuma plastic doing yang kita masukkin ke freezer? Hehe. Input itu bisa
macem-macem caranya. Bisa kita ketik langsung di source code nya, bisa juga user-defined.
Bedanya, kalo input datanya kita ketik langsung, yang bisa ngerubah datanya Cuma si
programmernya, tapi kalau inputnya user-defined, yang bisa masukkin input datanya semua
orang yang make program itu (bukan Cuma programmernya doing, tapi semua orang yang
make programmya)
Bedanya gini aja deh, aku tampiliin gambarnya ya aja ya:
Input di Source Code Input by user-defined

Di atas, input data untuk programmnya


Nah, kalo ini user bisa masukkin datanya sesuai
dimasukkin sama programmernya, user nggak bisa
keinginan. Kalo dijalanin kayak gini nih hasilnya:
nentuin mau masukkin berapa. Pokoke manut
karo programmere

Gimana? Udah jelas kalo utk input? Ga susah kan? Silahkan dicoba sendiri. Ini nggak
terlalu susah kok. Oh iya, hamper lupa. Sebenernya kita juga bisa memberikan input program
ke SL lewat sebuah file. Tapi aku belum belajar nih. Semoga di revisi berikutnya aku udah bisa
ya. Sekarang kita focus ke yang sederhana dulu aja. Hehehe. Sekarang kita lanjut ke masalah
processingnya aja ya. :D

2
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

b. Perintah-perintah Processing
Processing disini untuk memproses input data yang udah kita masukkin ke program
tadinya. Ibarat bikin es batu tadi, airnya udah kita masukkin ke plastic (input), sekarang tinggal
dimasukkin ke freezernya (processingnya) gitu. Hehehe.
Processing (sekali lagi menurutku) dibagi jadi beberapa sub bahasan, apa aja itu? Yuk
kita bahas.
i. Bagian Logika dan Operator Perhitungan
Ini bagian yang cukup penting buat dibahas. Iya, disini biasanya perhitungan
digunakan, kali, bagi, tambah, kurang dan sebagainya. Lebih jelasnya kita lihat table aja
yuk. Biasanya yang sering dipake sih operator perhitungan di bawah ini. Sebetulnya masih
banyak sih operatornya, dan itu dipake di saat operasi dengan matriks. Tapi berhubung
aku belum ngerti ttg matriks, lain kali aja ya
Operator-operator dan fungsinya di dalam SL adalah:
Simbol Artinya
[] Mendefinisikan suatu matrix
Transpose matrix
; Operator Statement
+ Pertambahan
- Pengurangan
* Perkalian
Pembagian dengan angka di sebelah kiri kiri
\
Contoh: 3\9 berarti 9 dibagi 3, bukan 3 dibagi 9
Pembagian dengan angka di sebelah kanan
/
Contoh: 9/3 berarti 9 dibagi 3
^ Pangkat
Pembagian elemen matrix kiri. (Fungsinya sama seperti operator \,
.\
namun yang dibagi adalah elemen dari matrix)
Pembagian elemen matrix kanan (Fungsinya sama seperti operator /,
./
namun yang dibagi adalah elemen matrix)
.* Mengalikan antar elemen matriks.
.^ Memangkatkan antar element matriks.

3
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

Setelah mengenal Operator Perhitungan, sekarang kita mengenal operator logika


dalam SL.
Simbol Artinya
== Perbandingan nilai apakah sama atau tidak
~ Negasi
>= Lebih besar sama dengan
< Kurang dari
> Lebih dari
~= Tidak sama dengan
<> Tidak sama dengan
<= Lebih kecil sama dengan
& Operator And
| Operator Or

Untuk contoh penggunaannya, bisa dicoba sendiri ya teman-teman. Mungkin untuk


kasus berikutnya, akan ditemukan beberapa contoh penggunaan sekaligus
pengaplikasiannya pada hal yang lain. Sekarang pembahasannya kita lanjutkan ke bagian
selanjutnya. Cuss~

ii. Bagian seleksi


Bagian seleksi ini juga merupakan bagian yang tidak kalah penting dalam penggunaan
SL ini. Inti utama dari seleksi adalah pemilihan kriteria data. User bisa saja memasukkan
data yang tidak sesuai dengan kriteria perhitungan yang ada. Sebagai contoh, kita ingin
membeli jeruk yang manis, lalu kita pergi ke pedagang jeruk. Di antara sekian banyak
jeruk, pasti ada saja jeruk yang asam rasanya. Nah, oleh karena itu kita harus melakukan
seleksi jeruk yang manis dengan mengetahui ciri-cirinya (kriterianya), contoh kriteria jeruk
yang manis adalah jeruk yang kalau dipencet dengan tangan lebih empuk. Begitulah
sedikit ilustrasi tentang kriteria data. Lalu apa saja yang termasuk kriteria data itu?
If
If adalah salah satu bentuk seleksi data yang paling sering digunakan oleh
programmer-programmer pada umumnya. Bentuk umum if adalah sebagai berikut:

4
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

if [kriteria] then
[pernyataan_kalau_kriteria_bernilai_true]
else
[pernyataan_kalau_kriteria_bernilai_false]
end

[Kriteria] berarti suatu pernyataan yang ingin dicek nilai kebenarannya, kalau

[Kriteria] tersebut bernilai True, maka dijalankan adalah


[Pernyataan_kalau_kondisi_bernilai_True] sebaliknya, kalau
[Kriteria] menghasilkan nilai False, maka yang akan dijalankan adalah

[Pernyataan_kalau_kriteria_bernilai_False]. Contohnya adalah seperti


ini:
x=2
if x==2 then
mprintf(nilai x nya = 2)
else
mprintf(nilai x nya bukan 2)
end

Kalau source code di atas dijalankan, hasilnya adalah Nilai x nya = 2.

Kadang fungsi If dibuat untuk menyeleksi beberapa kriteria yang lebih dari 1. Dan
itu memang bisa dilakukan di sini. Bentuk umum untuk If dengan kriteria seleksi lebih
dari 1 adalah sebagai berikut:

if [kriteria_1] then
[pernyataan_kalau_kriteria_1_bernilai_true]
elseif [kriteria_2] then
[pernyataan_kalau_kriteria_2_bernilai_true]
elseif [kriteria_3] then
[pernyataan_kalau_kriteria_3_bernilai_true]
elseif [kriteria_n] then
[pernyataan_kalau_kriteria_n_bernilai_true]
else
[pernyataan_kalau_ke_n_kriteria_di_atas_ga_ada_yang_bener]
end

5
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

Contoh penggunaan fungsi If dengan banyak kriteria:


if X==0 then
mprintf(Nilai x nya = 0)
elseif modulo(X,2)==0 Then
mprintf(Nilai x nya genap)
elseif modulo(X,2)==1 Then
mprintf(Nilai x nya ganjil)
else
mprintf(Ah! Sakarepmu dewe!)
end

Source code di atas akan memilih pernyataan apa yang ingin disampaikan kalau
user memasukkan nilai X. Fungsi perintah modulo disitu untuk menampilkan sisa
pembagian bilangan X dengan 2. Misalkan variable X berisi nilai 5, berarti kalau kita
menjalankan perintah modulo(X,2), hasilnya adalah 1, karena 5 jika dibagi 2 akan
memiliki sisa 1. [INFO: Cara modulo ini sering dipakai untuk menentukan suatu
bilangan nilainya ganjil atau genap].
Nah, itu masih 3 pernyataan, bagaimana dengan 5 atau lebih dari 10 pernyataan?
Sebenarnya menggunakan perintah if juga bisa. Namun ada perintah lain yang
ekivalen dengan perintah If. Namanya perintah select Case. Gimana cara makenya?
Yuk langsung disimak~

Select Case
Perintah Select Case ini juga perintah untuk melakukan seleksi. Yang berbeda
adalah struktur perintahnya. Bentuk umum dari perintah ini adalah sebagai berikut:
select [ekspresi atau pernyataan]
case [kriteria_1]
[Pernyataan_1]
case [kriteria_2]
[Pernyataan_2]
case [kriteria_3]
[Pernyataan_3]
case [kriteria_n]
[Pernyataan_n]
else
[Pernyataan_kalau_ke_n_kriteria_salah_semua]
end

6
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

Nah, [ekspresi] atau pernyataan di atas adalah sesuatu yang ingin dibandingkan.
[Ekspresi] di atas dibandingkan dengan [kriteria_1], kalau cocok, dijalankanlah
[Pernyataan_1], kalau tidak, [ekspresi] dibandingkan dengan [kriteria_2], kalau
cocok, dijalankan [pernyataan_2], kalau nggak di cek lagi dengan kriteria selanjutnya
hingga [kriteria_n]. Oh iya Else di atas sifatnya optional. Boleh dimasukkin, boleh
nggak.
Sebagai contoh adalah seperti berikut ini:
x=input("Masukkan salah 1 angka dari 1-5: ")
select x
case 1
mprintf("Satu")
case 2
mprintf("Dua")
case 3
mprintf("Tiga")
case 4
mprintf("Empat")
case 5
mprintf("Lima")
else
mprintf("Angka yang kamu masukkan bukan 1-5")
end

Baris 1, mengartikan bahwa user diminta untuk memasukkan sebuah angka bebas
dari 1-5, lalu disimpan ke dalam sebuah variable, yaitu variable x. baris selanjutnya,
program akan menyeleksi variable x itu, kalau isi dari variable x bernilai 1, maka akan
ditulis Satu pada console program. Begitu seterusnya. Perintah di atas juga bisa kita
nyatakan dalam perintah if, dan hasilnya akan ekivalen. Berikut adalah sintaks
perintah di atas, apabila di ubah ke dalam bentuk if:

7
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

x=input("Masukkan salah 1 angka dari 1-5: ")


if x==1 then
mprintf("Satu")
elseif x==2 then
mprintf("Dua")
elseif x==3 then
mprintf("Tiga")
elseif x==4 then
mprintf("Empat")
elseif x==5 then
mprintf("Lima")
else
mprintf("Angka yang kamu masukkan bukan 1-5")
end

Bagaimana? Ternyata SL tidak terlalu sulit kan temen2? Siap untu sesi
selanjutnya? Yuk kita cus~
iii. Bagian perulangan (Looping)
Kita masuk ke sesi selanjutnya, yaitu bagian perulangan. Bagian perulangan juga tidak
kalah penting dalam penggunaanya di pemrograman. Setiap bahasa pemrograman pasti
mempunyai sintaks untuk perulangan. Ya, dari bahasa tingkat rendah (ASM) hingga
bahasa tingkat tinggi (C++, Visual Basic) pasti mempunya sintaks perulangan. Fungsinya
apa sih? Yaelah bro, namanya juga perulangan. Berarti untuk melakukan perintah
berulang-ulang. Ada 2 jenis perulangan yang disediakan di SL, yang dasar pembagiannya
juga sama seperti jenis perulangan pada bahasa pemrograman yang pernah penulis
pelajari. Apa sajakah itu? Cekidot~
ForEnd
Perulangan tipe ini adalah jenis perulangan yang simple. Yang membedakan
perulangan For..End dengan WhileEnd adalah, untuk perulangan (selanjutnya
disebut looping) forend, kita sudah mengetahui, perintah yang akan di loop harus
dijalankan berapa kali. Bingung? Ilustrasinya adalah seperti seseorang yang
mempunyai fisik yang kuat, ketika akan jogging di Lapangan GSP, dia sudah bertekad
untuk mengitari lapangan GSP sebanyak 5 kali. Ya, dia sudah mengetahui kalau 5 kali,
dia masih kuat.

8
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

Ilustrasi yang lain seperti ini: Kita mau ngitung, ada berapa bilangan sih dari 1
sampai 10. Jelas kita sudah mengetahui kan, kalau dari 1-10, ada 10 buah bilangan.
Kira-kira contohnya seperti itu. Kalau gitu, langsung aja kita ke bentuk umum dari
forend.
for [variabel]=[nilai_bawah]:[interval]:[nilai_atas]
[perintah yang akan dijalankan berulang-ulang]
end

Dari bentuk umum di atas, perintah akan dijalankan berulang sebanyak


([nilai_atas]- [nilai_bawah])/ [interval]. Apabila pada bentuk umum di
atas, interval tidak ditulis (for [variabel]=[nilai_bawah]:[nilai_atas]), secara
default, nilai intervalnya adalah 1. [nilai_atas] tidak selalu harus memiliki nilai
yang lebih besar daripada [nilai_bawah] karena bisa saja [nilai_atas] memiliki
nilai yang lebih kecil daripada [nilai_bawah], namun agar perulangan bisa berjalan,
nilai [interval] harus bernilai negatif.
Contoh penggunaan looping forend:
for i=1:5
mprintf("\nChemical Engineering Computation is fun")
end

Perintah di atas akan menuliskan kalimat Chemical Engineering Computation is


fun sebanyak 5 kali. Berbeda dengan perintah di bawah ini:

for i=1:0.5:5
mprintf("\nChemical Engineering Computation is fun")
end

Kalau perintah di atas, akan menuliskan kalimat yang sama sebanyak 10 kali.
Karena dari 1-5 kalau kita bagi dengan 0.5, maka akan menghasilkan 10. Bagaimana
kalau nilai atas dan nilai bawah diubah? Seperti yang sudah dibilang tadi, perulangan
tetap bisa dilakukan, tapi nilai intervalnya harus negative. Kalau tidak, maka looping
tidak akan berjalan. Contohnya:

9
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

for i=5:-1:1
mprintf("\n%2.0f",i)
end

Baris perintah di atas menuliskan angka dari 5 hingga 1. Hal ini disebabkan karena
kita memasukkan nilai atas < nilai bawah. Kira-kira seperti itu. Bagaimana teman-
teman? Ternyata looping tidak terlalu mudah bukan? Sekarang kita lanjut ke jenis
looping yang lain ya

WhileEnd
Jenis looping ini merupakan jenis looping yang berbeda dengan forend. Kita
tidak mengetahui harus berapa kali mengulang perintah yang sama. Ilustrasinya
adalah seorang yang jarang berolahraga (seperti penulis) yang tiba-tiba ingin
berolahraga jogging mengelilingi lapangan GS. Karena jarang berolahraga, ia tidak
tahu berapa kali mampu untuk mengelilingi GSP. Secapeknya dia aja.
Ilustrasi lain adalah, ketika kita ingin menghitung, ada berapa bilangan prima dari
1 hingga 1000. Karena bilangan prima tidak mempunyai pola yang mudah seperti
bilangan genap (yang kalau mau menghitung bilangan genap dari 1-1000, caranya
tinggal dibagi 2 aja), maka kita harus menggunakan looping while ini. Kira-kira
ilustrasinya seperti itu.
Lalu bagaimanakah bentuk umum dari whileend ini? Mari kita saksikan~
while [syarat_looping]
[perintah yang di looping]
end

Pada while..end, looping akan dilakukan selama syarat_looping masih terpenuhi


(bernilai True). Looping akan selesai ketika syarat looping sudah tidak terpenuhi lagi
(bernilai False). Hati-hati dalam menggunakan looping jenis ini, periksa dengan

benar syarat perulangan untuk menghindari infinite loop (looping selamanya

tanpa pernah berhenti). Sekarang kita lihat yuk contoh source code nya:

10
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

i=0
while i<5
mprintf("Saya melakukan looping while\n")
end

Kira-kira, kalau perintah di atas dijalankan, apa yang akan terjadi? Nah, disinilah
yang sudah dibilang tadi. Apabila baris perintah di atas di jalankan, maka akan terjadi
infinite loop. Loh? Kok bisa? Iya. Soalnya di baris sebelumnya ada dideklarasikan nilai
variable i bahwa nilainya adalah 0 oleh SciLab. Dan perintah di atas kalau di
bahasakan ke bahasa manusia akan berbunyi: Ketika i bernilai kurang dari 5, nah,
disitu tidak ada perintah untuk merubah nilai variable i, oleh karena itu, variable i
akan tetap bernilai 0, dan syarat akan terus terpenuhi. Bandingkan dengan yang ini:
i=0
while i<5
mprintf("Saya melakukan looping while\n")
i=i+1
end

Kalau pada perintah di atas, yang sedikit membedakan adalah dibawah perintah
mprintf, ada perintah untuk merubah nilai i. Nilai i yang sebelumnya akan ditambah
dengan 1. Maka ketik variable i bernilai 5, syarat looping sudah tidak terpenuhi dan
looping akan dihentikan setelah program di atas menuliskan kalimat Saya
melakukan looping while sebanyak 5 kali.
Oh iya, dalam looping, dikenal ada perintah break. Perintah ini digunakan untuk
keluar dari looping, dalam kondisi syarat masih terpenuhi atau tidak. Jadi walaupun
syarat looping masih terpenuhi, kalau sudah dikenakan perintah break, maka looping
akan dihentikan.
Akhirnya selesai juga pembahasan di Perintah Processing Data ini. Sebenernya
masih banyak perintah Processing Data yang bakal kepake untuk semester
selanjutnya. Tapi karena penulis masih belum punya waktu untuk mempelajarinya,
maka mungkin akan dilanjutkan ke penulisan naskah tahap revisi ya. Mohon bersabar
Sekarang kita menginjak ke sesi selanjutnya yaitu Perintah-perintah Output yang
umum digunakan di SL. Yuk cusss~

11
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

c. Perintah-perintah Outputq
Fungsi perintah output di SL ini untuk menampilkan hasil perhitungan (hasil processing
data) yang sebelumnya udah di inputkan oleh user. Ada 2 jenis output di SL: Output di Console
(hasil perhitungan dimunculkan di console) dan output ke file (hasil perhitungan ditulis ke
sebuah file). Tapi sebelum membahas itu, kita ketahui dulu yuk format-format outputnya yang
sering dipakai. Hehe.
Format Arti
%i Untuk menampilkan tipe data imajiner.
Untuk menampilkan format data floating number (decimal)
Penggunaan format ini, gunakan aturan berikut ini: %a.bf
a = jumlah spasi yang ini diberikan sebelum menampilkan angka
b = jumlah angka belakang koma (digit decimal)

Contoh:
mprintf(Saya punya angka %1.2f,2) akan menghasilkan Saya punya
%f
angka 2,00. Penjelasan: di contoh di atas tertulis %1.2f, dan yang akan
muncul adalah 2,00 beserta 1 spasi antara kata adalah dan angka 2,00
itu sendiri.
mprintf(Saya punya angka %5.4f,1.3) akan menghasilkan kalimat:
Saya punya angka 1,3000. Penjelasan: pada contoh kali ini, tertulis
%5.4f, dan yang akan muncul adalah 1,3000 beserta 5 karakter spasi di
antara kata adalah dan angka 1,3000 nya.
Untuk menampilkan data dalam format scientific (lower case). Secara default, SL
akan menampilkan sebanyak 6 digit decimal jika tidak kita format. Pemakaian
format sama seperti pemakaian format decimal %f di atas
Contoh:
%e
mprintf(Umur saya adalah %1.3e,20) akan menghasilkan kalimat:
Umur saya adalah 2.000e+01.
mprintf(Saya makan siang %1.3e piring,3) akan menghasilkan
kalimat: Saya makan siang 3.000e+01 piring.

12
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

Format Arti
Untuk menampilkan data dalam format scientific (lower case). Secara default, SL
akan menampilkan sebanyak 6 digit decimal jika tidak kita format. Pemakaian
format sama seperti pemakaian format decimal %f di atas.
%E
Perbedaan dengan %e hanya terletak di kapitalisasi huruf e di belakang
formatnya saja. Kalau %e akan menghasilkan 2.000e+01, sedangkan kalau %E akan
menghasilkan 2.000E+01
%d
atau Menampilkan format data bentuk integer (bilangan biasa)
%i
Menampilkan format data dalam bentuk hexadecimal (lowercase)
Contoh:
%x
mprintf("Kode keberuntungan anda adalah %x",21597) akan menampilkan
angka 21597 dalam bentuk hexadecimal dalam lowercase 545d
Menampilkan format data dalam bentuk hexadecimal (lowercase)
Contoh:
%X
mprintf("Kode keberuntungan anda adalah %x",21597) akan menampilkan
angka 21597 dalam bentuk hexadecimal dalam lowercase 545D
Menampilkan data dalam bentuk format karakter biasa.
Contoh:
%c
mprintf("Nilaimu adalah %c","A") akan menghasilkan kalimat: Nilaimu adalah

A.
Menampilkan data dalam bentuk format string (kalimat).
Contoh:
%s
mprintf("Ada bapak %s","dan ibu sedang ngobrol") akan menghasilkan

kalimat: Ada bapak dan ibu sedang mengobrol.

Sebenarnya masihada format untuk penulisan data. Namun yang penulis ketahui baru
sebatas ini saja. Mudah-mudahan di revisi berikutnya sudah ada ya. Hehe. Setelah membahas
tentang format data yang ingin di tampilkan, sekarang kita akan mengenal escape character di
scilab. Apa sih escape character itu? Escape character adalah karakter special untuk
menuliskan karakter-karakter yang tidak bisa kita tulis secara langsung di SL. Contohnya adalah

13
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

untuk menampilkan karakter. Contoh, untuk menampilkan kalimat: E:\Documents\Rahasia.


Kalimat itu tidak bisa secara langsung ditulis dalam perintah
mprintf("E:\Documents\Rahasia"). Ya kalau ditulis seperti itu, yang muncul adalah kalimat

seperti ini: E:DocumentsRahasia. Hal ini tentu akan membuat penulisan program salah.
Bagaimana cara mengatasinya? Melalui Escape Character inilah kita dapat menyelesaikan
masalah ini. Dengan menulis perintah mprintf("E:\\Documents\\Rahasia") Maka kalimat
yang tertulis adalah E:\Documents\Rahasia. Lalu apa saja sih yang termasuk escape character?
Yuk kita lihat:
Escape
Arti
Characters
\n New Line (ganti baris)
\r Carriage return. Sama seperti \n
\t Tab. Menampilkan karakter tabulasi secara horizontal
Backslash. Menampilkan karakter backslash. Penjelasan dan contoh sudah
\\
terdapat pada pengantar escape character.
Menampilkan karakter double quote.
Contoh:
\
mprintf("Halo, nama saya Bagas, bisa dipanggil \""Gas\""")

Akan menampilkan kalimat: Halo, nama saya Bagas, bisa dipanggil Gas
Menampilkan karakter single quote.
Contoh:
\
mprintf("Halo, nama saya Bagas, bisa dipanggil \'Gas\'")
Akan menapilkan kalimat: Halo, nama saya Baga, bisa dipanggil Gas

Setelah mengetahui format-format yang memang harus diketahui, sekarang saatnya


kita menentukan, dimana output program kita akan ditampilkan. Apakah di console, ataukah
di sebuah file? Nah, untuk menampilkan di console, kita cukup menggunakan perintah mprintf
atau disp. Contohnya sudah banyak kita gunakan sebagai contoh perintah lain pada bagian
sebelumnya. Sekarang yang akan kita pelajari adalah bagaimana cara menuliskan outpu ke
dalam sebuah file?

14
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

Untuk menuliskan output ke dalam sebuah file, digunakan perintah mfprintf.


Bagaimana contoh penulisan suatu output ke dalam sebuah file? Yuk kita simak source code di
bawah ini:
fd=mopen([Lokasi File akan ditempatkan],'w')
mfprintf(fd, [Output yang ingin kita tulis])

mclose(fd)

Penjelasan: pada baris pertama, variable fd mutlak harus digunakan (tidak bisa diganti
dengan variable lain). Ini memberitahukan kepada SL bahwa kita akan mengoperasikan file.
Lalu pada baris 1 pada bagian akhir, terdapat w. Ini berarti kita akan mengakses lokasi file
untuk di tulis (w=write).
Pada bagian akhir source code, tertulis mclose(fd). Hal ini wajib kita tulis sebelum
mengakhiri program. Kenapa? Biar program lain bisa mengakses file yang sama. Karena kalau
nggak di tutup, akses file nya bakal tetep dipegang sama scilab terus (dikunci/dimonopoli lah
bahasa gampangnya). Selama file masih dalam keadaan terbuka dan belum ditutup oleh scilab,
kita nggak akan bisa untuk ngehapus/ngedit manual filenya.
Terkadang kita bisa menjumpai error ketika mengakses sebuah file. Errornya
bermacam-macam. Salah satu contoh errornya adalah seperti ini:

Error di atas berarti bahwa file yang kita akses, sudah pernah dibuka sebelumnya. Ini
terjadi ketika kita menjalankan source code, program sudah mengakses sebuah file, namun di
tengah jalan ada error pada source codenya, dan program belum menjalankan perintah untuk
menutup file tersebut.
Sekarang kita langsung aja ke contoh penggunaan fungsinya yaa. Hehe
fd=mopen('D:\My Documents\BAGAS\Chemeng\Semester 4\latihan
metnum\Test aja.txt','w')
mfprintf(fd, 'HELLO WORLD!')
mclose(fd)

Kalau dijalankan, program diatas akan muncul sebuah file bernama Test aja.txt pada
lokasi folder di atas.

15
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

Isi file test aja.txt kalo dibuka:

Bagaimana? Tidak sulit bukan? Kalau teman-teman masih merasa kesulitan, silahkan
perbanyak latihan. Practice makes perfect. Kuncinya itu teman-teman. Sekali lagi aku kasih tau,
kalau programming itu sifatnya Trial & Error. Untuk lebih ngerti, temen-temen harus nyoba
sendiri, biar gampang diinget. Hehe.
Oke teman-teman. Demikianlah Panduan Dasar untuk memakai Scilab. Semoga bisa
membantu teman-teman semua. Untuk versi selanjutnya (mudah-mudahan) akan aku
lengkapi dengan fungsi-fungsi dan penjelasan dari contoh-contoh tugas yang udah dikasih
sama asisten.
Sekali lagi, selamat belajar teman-teman. Jangan mudah menyerah. Programming itu
menyenangkan, karena kita bisa belajar banyak hal yang tanpa disadari. Contohnya adalah
ketelitian, kemampuan analisis, kemampuan menyusun algoritma.
Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan dalam panduan ini.
Terimakasih juga untuk teman-teman yang telah banyak membantu dalam penyusunan

16
bagasdika16@gmail.com Panduan Dasar Pengguanaan Scilab

panduan ini. Terimakasih juga kepada asisten yang telah menjawab banyak pertanyaan saya
dan membantu saya dalam menyusun panduan ini. Doakan saja untuk penyusunan
selanjutnya, lebih joss daripada yang sekarang. Selamat malam

17