Anda di halaman 1dari 6

Nama : Arikunto Padmadewa

Kelas :C
Mata Kuliah : Management Control System
Dosen : Suyanto, PhD.

Pertanyaan Materi Buku Bab 2

1. Seberapa jauh strategi diversifikasi dapat dilakukan oleh suatu Perusahaan dari core
competence-nya?
2. Bagaimana Strategi Planning perusahaan untuk menghadapi kondisi pasar yang sudah
jenuh? Apakah harus menentukan strategi planning perusahaan terlebih dahulu atau unit
bisnisnya?
3. Apakah pendesain sistem pengendalian bertanggung jawab terhadap pemilihan strategi
jenis perusahaan?
4. Bagaimana strategi biaya yang rendah diterapkan untuk mencapai keunggulan
kompetitif?
5. Bagaimana strategi diferensiasi diterapkan untuk mencapai keunggulan kompetitif?

Pertanyaan kasus Southwest Airlines

1. Apakah kebijakan low cost cukup bijak untuk diterapkan?


2. Dapatkah keberhasilan strategi Southwest Airlines ditiru oleh pesaing?
3. Bagaimana budaya organisasi dari Southwest Airlines?
4. Apa yang dapat menyebabkan Southwest Airlines mengalami kegagalan?
5. Mengapa kebanyakan perusahaan tidak melakukan apa yang dilakukan Southwest
Airlines?
6. Apakah strategi yang digunakan oleh Southwest? Apakah basis yang digunakan
sebagai landasan untuk membangun keunggulan kompetitifnya?
7. Bagaimana sistem pengendalian Southwest membantu melaksanakan strategi
perusahan?
Jawab
1. Strategi yang digunakan oleh Southwest adalah strategi struktur biaya operasi paling
rendah (low cost). Dengan menggunakan strategi ini dapat dihasilkan biaya operasi
rendah sehingga membuat harga ongkos penerbangan ynag ditawarkan pada
konsumen relatif rendah secara konsisten. Penggunaan pendekatan short-haul atau
trayek pendek dan point-to-point, tidak memiliki tempat duduk yang dijatahkan,
membayar awak menurut trayek dan penggunaan bandara ynag kurang padat
mendukung strategi low cost yang digunakan perusahaan. Dengan strategi low cost
tersebut, Southwest mampu memberikan biaya per reservasi melalui internet lebih
rendah daripada menggunakan agen perjalanan. Basis yang digunakan oleh Southwest
yaitu terletak pada budaya organisasi yang diterapkan oleh perusahaan yakni bersifat
kekeluargaan. Prinsip yang mendasari budaya organisasi yaitu membuat karyawan
merasa senang dan nyaman dalam bekerja sehingga dapat memberikan pelayanan
yang memuaskan kepada pelanggan. Selain itu, para karyawan juga memiliki 10
persen dari saham perusahaan sehingga mereka merasa memiliki perusahaan tersebut.
2. Sistem pengendalian Southwest yaitu sistem pengendalian tugas yang diterapkan
pada proses recruitment karyawan baru. Proses penerimaan oleh perusahaan cukup
unik, rekan-rekan menyaring kandidat dan melakukan wawancara, pilot menerima
pilot, dan petugas pintu gerbang menerima petugas pintu gerbang. Southwest
melakukan perekrutan atas dasar sikap (attitude) selaras dengan kecerdasan. Untuk
lebih memahami apa yang dicari oleh perusahaan, Southwest mewawancarai
karyawannya yang tertinggi dalam setiap fungsi kerja dan mengidentifikasi kekuatan
umum mereka, kemudian menggunakan profil-profil ini untuk mengudentifikasi
kandidat paling berkualifikasi selama proses wawancara. Hasil dari proses
recruitment tersebut dapat menjamin bahwa tugas-tugas yang nantinya akan diemban
oleh karyawan baru Southwest dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Dengan
demikian, hal ini dapat membantu pelaksanaan strategi perusahaan.
[1] Pertanyaan oleh Agung Wicaksono (P056110023.38E): Gagalnya calon entrepreneur atau
pengusaha diawal usaha mereka adalah akibat tidak mampu merancang perencanaan bisnis &
pemasaran(business & marketing plan) yang baik, yang jadi pertanyaan; bagaimana
business&marketing plan yang inti dan crucial pada business&marketing plan dibidang
food&beverage products and services?
Jawaban: Tahapannya sama, hanya implementasi menyesuaikan dengan produk/jasa,
meliputi : tujuan, strategi (fokus volume atau fokus productivity), STP (Segmentasi,
Target, Positioning), Marketing Mix (Product, Price, Promotion, Place), Analisis Pesaing,
dan Pertanggungjawaban kepada Pemegang Saham
[3] Pertanyaan oleh Ansori (P056110043.38E): Pengembangan rencana pemasaran sebagai
langkah awal untuk mencapai keberhasilan persaingan pasar, jelaskan!
Jawaban: Rencana Pemasaran merupakan langkah awal dalam mencapai keberhasilan
persaingan pasar karena semua item-item marketing telah dianalisis dengan teliti dan
telah ditentukan strategi untuk mengeksekusi sehingga kemungkinan untuk berhasil jauh
lebih besar dibanding tidak menggunakan marketing plan
[4] Pertanyaan oleh Bayu Triastoto (P056110053.38E): Dalam pembahasan mengenai
diversifikasi bisnis, dicontohkan kasus GE yang sangat luas melakukan diversifikasi dari bisnis
awalnya di bidang elektronik hingga kemudian merambah berbagai bidang, termasuk media,
keuangan dsb. Seberapa jauh sebetulnya diversifikasi dapat dilakukan oleh suatu Perusahaan dari
core competence-nya?
Jawaban: Disarankan agar diversifikasi produk pada perusahaan tidak melenceng jauh
dari kompetensi inti karena perusahaan profesional pada bidang tersebut, mengenai GE
yang melakukan Diversifikasi merambah ke berbagai bidang memang dapat dilaksanakan
asalkan faham akan resikonya, karena memang diversifikasi produk ada 2 macam yaitu
diversifikasi konsentris (berhubungan dengan produk asal) dan diversifikasi
konglomerasi (tidak berhubungan dengan produk asal)
[5] Pertanyaan oleh Dedy Wahyudi (P056110063.38E): Tolong berikan contoh konkrit
bagaimana melakukan penilaian implementasi rencana pemasaran?
Jawaban: Marketing Plan apabila itu menghasilkan value bagi perusahaan dapat
direalisasikan dan dalam periode tertentu dilakukan evaluasi pelaksanaannya
[6] Pertanyaan oleh Destya Danang Pradityo (P056110083.38E): Bagaimana Strategi Planning
perusahaan untuk menghadapi kondisi pasar yang sudah jenuh? Apakah harus menentukan
strategi planning perusahaan terlebih dahulu atau unit bisnisnya? Jelaskan.
Jawaban: Maksudnya apakah kondisi pasar sudah mature/matang, yang harus dilakukan
perusahaan adalah : menaikkan harga (asumsi adanya loyalitas konsumen), cut cost
(memotong biaya-biaya tak perlu spt : overhead cost) dan juga meningkatkan bauran
penjualan, mengenai strategi planning perusahaan dibuat hanya dibuat untuk jangka
waktu tertentu dan biasanya diawal dibuatnya
[9] Pertanyaan oleh Levis Sasrahadi (P056110143.38E): Apa contoh dalam dunia nyata
pengembangan perencanaan pemasaran?
Jawaban: Pengembangan Marketing Plan contohnya adalah tugas MP kita di akhir
perkuliahan yang harus dipresentasikan, dan apabila kemudian akan ditindaklanjuti
pelaksanaannya di lapangan
[10] Pertanyaan oleh Mohammad Ridwan (P056110163.38E): Perubahan Restrukturisasi
terhadap korporasi selanjutnya bagaimana menyiasati agar adanya keseimbangan terhadap
pengaruh perusahaan
Jawaban: Apabila Korporasi melakukan restrukturisasi maka kita harus menyikapinya
dengan positif karena restrukturiasasi itu bertujuan untuk mengefisienkan perusahaan dan
sebagai bentuk created value bagi Pemegang Saham. Apabila dikemudian hari terdapat
perubahan budaya organisasi karenanya memang menyakitkan tetapi memang kita harus
melaluinya (change management)
[12] Pertanyaan oleh Rita Berlis (P056110203.38E): Bagaimana melakukan penilaian posisi
strategis dengan hanya mengandalkan data yang tekumpul, bagaimana peran indikator kinerja
untuk penilaian posisi tersebut kaitkan dengan strategi marketing mix?
Jawaban: Data-data yang tersedia (data perusahaan maupun data pesaing) diolah menjadi
posisi strategis perusahaan eksisting (pada saat ini) dan dijadikan landasan berpijak bagi
strategic planning perusahaan ke depan (misalnya 5 tahun ke depan) dengan bantuan
indikator kinerja dan marketing mix (kombinasi bauran pemasaran yang cocok untuk
produk kita) agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dalam strategic marketing plan
[14] Pertanyaan oleh Sarah Widyatami (P056110223.38E): Untuk pengembangan usaha pada
masa-masa awal perusahaan bertumbuh. Mohon penjelasannya.
Jawaban: Penciptaan Nilai Bagi Pemegang Saham merupakan hal utama yang harus
diperhatikan dalam perencanaan strategis perusahaan. Apabila perusahaan tersebut
melakukan pengembangan usaha dan investasi yang mengakibatkan free cash flow dan
juga proporsi pembagian deviden menjadi berkurang, maka hal tersebut harus
diinformasikan secara detail kepada Pemegang Saham sebelum Tahapan Implementasi
karena hal ini juga termasuk penciptaan nilai bagi Pemegang Saham dalam jangka
panjang.
[15] Pertanyaan oleh Sugiarman (P056110233.38E): Sebuah perusahaan yang sudah melekat
sebagai penghasil produk dengan harga premium, sebagai contoh Luwak Black Koffie yang
memperluas brandnya untuk kalangan muda atau peminum kopi pemula dengan brand Luwak
White Koffie. Bagaimana strategi pemasaran yang direkomendasikan agar produk baru yang
diluncurkan ke pasar anak muda tersebut sukses?
Jawaban: Kasus ini merupakan family branding, strategi pemasaran yang cocok adalah
dengan menggunakan promosi besar-besaran agar dapat menempatkan produk luwak
white coffee di benak konsumen, dan juga agar dijual dengan harga rendah (di bawah
pemimpin pasar) agar merangsang konsumen untuk melakukan pembelian produk kita
sehingga produk kita dikenal dan dapat dinikmati oleh konsumen
[16] Pertanyaan oleh Tenten Mangku Sapuan (P056110243.38E): Unit bisnis yang berkembang
dari induk bisnisnya berdampak pada pengelolaan strategi bisnis dan sistem marketing,
bagaimana menanggulangi hal ini?
Jawaban: Sepanjang perkembangan unit bisnis menguntungkan pemegang saham,
perusahaan harus mengapresiasinya karena itu merupakan manifestasi dari desentralisasi
wewenang yang dilimpahkan dari Korporasi kepada masing-masing Unit Bisnis. Strategi
bisnis dan strategi pemasaran secara korporasi harus dapat mengadaptasi perkembangan
unit bisnis tersebut.
[17] Pertanyaan oleh Tina Indah Sukmawati Lestari Girsang (P056110253.38E): Bagaimana cara
mendapatkan harga yang kompetitif dari pemasok?
Jawaban: Kita harus menelusuri berapa harga perolehan terakhir barang dimaksud dari
pemasok dan dengan memberikan eskalasi kenaikan sekian persen (mengakomodasi
inflasi dll) dan juga melakukan cross check terhadap harga yang ditawarkan pemasok lain
untuk item barang yang sama maka kita memperoleh harga kompetitif dari pemasok.
[18] Pertanyaan oleh Yayan Rukmana (P056110263.38E): Mengenai keunggulan kompetitif dan
keatraktifan pasar, bila kita mempunyai produk dan bisa mengcreate produk tersebut menjadi
keunggulan kompetitif kita.
Jawaban: Apabila kita profesional dengan produk kita sehingga keunggulan kompetitif
perusahaan tinggi, kita tinggal melihat keatraktifan pasar, bila keatraktifan pasar tinggi
maka strategi yang cocok adalah enter (memasuki pasar tersebut) atau grow (ekspansi
pasar, penetrasi pasar).
[19] Pertanyaan oleh Yudi Yusuf (P056110283.38E): Apa strategi kita kalau kita berada di Pasar
Niche (ceruk) ingin memproduksi produk yang saat ini belum populer di masyarakat (namun kita
yakin bahwa di masa datang produk tersebut akan bagus) hanya saja sekarang masyarakat belum
terbiasa atau masih belum memberikan apresiasi yang layak Misal produk olahan jamur tiram
(padahal di resto jepang jamur adalah menu prestisius. Apa strateginya?
Jawaban: Agak sulit apabila produk tersebut diproduksi masih sebatas komoditas, harus
diiringi dengan pemupukan ekuitas merek dan diiringi dengan implementasi strategis marketing
plan yang baik, baru bisa kita keluar dari pasar niche untuk dapat menawarkan ke konsumen
yang lebih beragam.