Anda di halaman 1dari 5

Tugas Manajemen Konstruksi

Resume 1 : Manajemen Konstruksi

Nama : Dina Nurdiani

NPM : 1406533371

Departemen Teknik Sipil

Fakultas Teknik

Universitas Indonesia

Depok 2017
Dalam konstruksi dapat dibagi ke dalam dua bagian, yaitu teknologi konstruksi dan
manajemen konstruksi. Teknologi konstruksi berhubungan dengan bagaimana metode atau
teknik digunakan untuk meletakan atau menempatkan suatu material pada tempat konstruksi
dan menjadikannya suatu infrastruktur, contohnya adalah cara membuat campuran beton,
menggali terowongan dan lain-lain. Sedangkan manajemen konstruksi adalah bagaimana
cara mengatur konstruksi agar dapat berjalan hingga selesai.

Manajemen konstruksi adalah sebuah ilmu dalam jurusan ilmu teknik sipil yang
mempelajari mengenai bagaimana merencanakan dan mengontrol sumber daya yang ada
dalam suatu proyek secara efekif. Dalam manajemen konstruksi diatur bagaimana mengurus
kontrak kerja, keselamatan kerja, menyediakan lingkungan dan iklim yang baik pada tempat
konstruksi, mengontrol cash flow, merencanakan jadwal, memperhitungkan produktivitas
alat, efisiensi alat, perizinan dan masih banyak lagi. Dalam mengatur keseluruhan tugas
tersebut, dalam manajemen konstruksi akan dibentuk suatu struktur kerja. Di dalam struktur
tersebut terdapat orang yang bertugas sebagai pemimpin dari proyek dan manajer-manajer
yang bertanggung jawab atas spesifikasi tugas masing-masing perkerjaan.

Orang yang bertugas dalam pelaksanaan ini disebut dengan manajer konstruksi,
dimana manajer konstruksi ini akan bertanggung jawab dalam segala hal yang dapat
menunjang keberhasilan suatu proyek konstruksi. Dapat dikatakan bahwa proyek akan
selesai dengan baik apabila proyek tersebut memiliki seorang manajer konstruksi yang
kompeten dalam pekerjaannya. Seorang manajer konstruksi harus cerdas, memiliki banyak
skill, interpersonal skill seperti berjiwa pemimpin, memiliki motivasi tinggi, dapat
berkomunikasi dengan baik, dapat membangun team, dapat memutuskan keputusan, dapat
bernegosiasi dengan baik, dapat dipercaya, dapat memecahkan konflik, menjadi contoh yan
baik bagi bawahan dan orang-orang disekitar. Dengan skill yang dimiliki tersebut seorang
manajer konstruksi akan dapat menyelesaikan proyek dengan sukses.

Dalam manajemen konstruksi banyak hal yang perlu direncanakan dan diatur. Dalam
buku karangan Halpin disebutkan empat hal utama yang perlu diatur adalah 4 M yaitu
manpower (tenaga kerja), machines (mesin atau alat yang digunakan dalam pekerjaan
proyek), materials (bahan-bahan yang diperlukan dalam sebuah pembangunan proyek), dan
money (uang). Dalam manajemen konstruksi, tugas seorang manajer konstruksi adalah
bagaimana mengatur keempat hal tersebut dalam suatu timeline (batas waktu) dengan
seefisien mungkin dan seekonomis mungkin dalam pembangunan suatu proyek konstruksi
yang berkualitas. Hasil akhir yang telah direncanakan diawal harus terpenuhi dengan
kualitas yang dapat diterima dengan baik oleh klien.

Dalam mengatur pekerja (manpower), diperlukan perhitungan mengenai seberapa


banyak pekerja yang dibutuhkan dalam suatu proyek, estimasi waktu yang dapat
diselesaikan dengan jumlah pekerja yang tersedia, pengaturan shift pekerjaan, pengaturan
gaji dari setiap pekerja, pengaturan produktivitas dari setiap pekerja. Selain itu diatur juga
keselamatan kerja bagi para pekerjan dilapangan dan pengaturan kenyamanan kerja yang
berhubungan dengan lingkungan dan iklim dari suatu site konstruksi. Dalam mengatur
mesin atau alat-alat (machine), pengaturan peralatan perlu disesuaikan dengan pekerjaan
yang perlu diselesaikan, pengaturan efektifitas dan efisiensi dari alat yang digunakan dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan, pengaturan biaya yang diperlukan untuk menyewa atau
membeli peralatan untuk pekerjaan proyek dan lain-lain. Pengaturan material atau bahan
untuk perhitungan dan perencanaan biaya yang diperlukan dalam proyek, efektifitas
peralatan dalam pemindahan bahan-bahan. Dan terakhir adalah pengaturan uang (money),
perlu diatur agar uang yang tersedia dan yang telah direncanakan dapat mencukupi hingga
keseluruhan proyek dapat terselesaikan. Pada awal tahap perencanaan proyek akan dibuat
suatu rancangan anggaran biaya untuk mengestimasi biaya yang diperlukan untuk
menyelesaikan suatu proyek tertentu.

Batasan didalam manajemen konstruksi adalah waktu dan uang. Dalam pembangunan
suatu proyek konstruksi batasan uang yang dimiliki adalah untuk memperkerjakan pekerja,
menyewa alat dan membeli bahan material yang perlu diatur agar cukup hingga proyek
selesai. Dana proyek perlu diatur sehingga dapat mencukupi dan sesuai dengan perencanaan
anggaran biaya hingga proyek selesai. Dan suatu proyek juga memiiliki batasan waktu.
Batasan-batasan waktu ini telah direncanakan sebelumnya pada tahap awal perencanaan
proyek, didalam suatu garis waktu (timeline). Suatu proyek dalam tahap perencanaan
memiliki estimasi waktu penyelesaian proyek yang telah disesuaikan dengan biaya proyek.
Waktu dan uang (biaya proyek) ini berkaitan satu sama lain sehingga perlu diatur dengan
baik dan benar.

Di dalam sebuah proyek terdapat hubungan yang perlu diperhatikan, yaitu hubungan
antara owner (pemilik modal), designer (arsitek) dan constructor (kontraktor). Ketiga
hubungan tersebut penting karena sebelum terlaksananya sebuah proyek ditentukan oleh
interaksi ketiga mayor diatas. Hubungan ketiganya didefinisikan dalam sebuah kontrak
kerja. Dalam manajemen konstruksi kontak kerja bersifat mengikat, sebagai perjanjian yang
dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan sebuah proyek.

Selain itu dalan manajemen konstruksi juga terdapat hierarki organisasi. Hierarki
organisasi ini berguna dalam penentuan keputusan dan pembagian kerja dalam sebuah
proyek. Dalam spesifikasinya hierarki ini dinyatakan sebagai berikut : Organizational, yang
berhubungan dengan struktur dan bisnis legal sebuah perusahaan; Project, membagi-bagi
proyek berdasarkan waktu dan control keuangan; Operation, berhubungan dengan teknologi
dan detail bagaimana sebuah pekerjaan konstruksi dapat dikerjakan dan Task,
mengidentifikasikan pekerjaan yang dikerjaan oleh para pekerja dengan lebih detail.
Jadi, inti dari manajemen konstruksi adalah terletak pada perencanaan (planning) dan
pengawasan (controlling). Merencanakan, mengatur dan mengawasi sumber daya yang
tersedia untuk membangun suatu infrastruktur dengan budget dan waktu yang sudah
direncanakan.

Referensi

Halpin Daniel W, Senior Bolivar A. 2011. Construction Management 4th Edition. USA
: John Wiley and Sons Inc.

Kerzner Harold. 2009. Project Management : A System Approcah to Planning,


Scheduling, and Controling. USA : John Wiley and Sons Inc.

Project Management Institute. 2013. A Guide To The Project Management Body of


Knowledge 5th Edition. Pennsylvania : Project Management Institute Inc.