Anda di halaman 1dari 9

PROSES REGENERASI SIRIP EKOR IKAN ZEBRA (Danio rerio) DAN GATUL

(Poecilia sp)

Yunita Nur Agustiningsih


Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Malang

Abstrak

Regenerasi merupakan proses pembentukan kembali struktur yang rusak atau hilang
dengan sempurna atau mendekati sempurna seperti bentuk semula dan secara tepat diatur
oleh suatu mekanisme seluler dan molekuler.pada percobaan ini yaitu menggunakan sirip
ikan zebra dan ikan gatul. Sirip ekor zebra dapat digunakan sebagai model untuk mempelajari
regenasi baik dalam hal proses maupun studi analisis molekuler. Proses regenerasi sirip ekor
zebra dan gatul terjadi secara alami .

Pada pengamatan sirip ekor ikan zebra dan ikan gatul menggunakan 4 ekor ikan zebra
dan 3 ekor ikan gatul. Proses regenerasi sirip ekor ikan zebra dan gatul diamati dengan
menggunakan mikroskop stereo dengan satu cara pemotongan yaitu dengan memotong secara
vertical. Parameter yang digunakan pada percobaan ini yaitu (1) mengukur panjang sirip ekor
pada ikan, (2) mengetahui pembentukan dari jari-jari sirip ekor pada ikan, (3) mengetahui
proses pembentukan pulau-pulau darah pada bagian sirip ekor ikan. Data yang diperoleh
berupa proses regenerasi mulai dari penyembuhan luka sampai dengan diperoleh panjang
semula dikumpulkan dalam bentuk foto digital. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa
regenerasi pada ikan gatul lebih cepat daripada regenerasi pada ikan zebra. Proses regenerasi
pada ikan zebra dan ikan gatul melalui beberapa tahap yaitu: 1. Penyembuhan luka, 2.
Pembentukan blastema, 3. Diferensiasi, dan 4. Perkembangan regenerative. Proses regenerasi
ikan berlangsung selama 2 minggu hingga sirip ekor ikan yang telah dipotong membentuk
kembali sirip kaudalnya hingga ke bentuk dan ukuran semula.

Kata Kunci: Regenerasi, tahap regenerasi.


I. PENDAHULUAN

Regenerasi merupakan proses pembentukan kembali struktur yang rusak atau hilang
dengan sempurna atau mendekati sempurna seperti bentuk semula dan secara tepat diatur
oleh suatu mekanisme seluler dan molekuler (Poss et al., 2003). Berdasarkan mekanisme
seluler, regenerasi terdiri dari dua macam yaitu morphallaxis dan epimorphosis (Agata et
al., 2007). Morphallaxis yaitu jenis regenerasi dimana bagian tubuh yang hilang akan
diganti oleh renovasi jaringan yang tersisa. Pada jenis ini hanya ada sedikit atau tidak ada
proliferasi seluler yang terjadi selama proses regenerasi. Contoh organisme yang
mengalami regenerasi dengan mekanisme ini yaitu Hydra. Epimorphosis merupakan jenis
regenerasi yang memerlukan proliferasi seluler aktif sebelum penggantian bagian tubuh
yang hilang. Regenerasi ini melibatkan struktur khusus yang disebut blastema.

Regenerasi terjadi pada organ-organ yang yang mempu melakukan regenerasi


misalnya terjadi pada jantung, hati, otot, rangka, pancreas, sirip, lensa dan ekor pada
amphibi, ikan dan reptile (Gurley & Sanchez, 2008). Pada umunya ikan zebra yang
memiliki warna tubuh antara lain merah muda, kuning dan hijau, sedangkan pada ikan
gatul betina memiliki pola warna yang polos. Pada ikan gatul jantan memiliki pola warna
yang beragam, terdapat spot hitam dari melanofor, spot orange kemerahan dan warna
metalik (Poeser et al.,2005). Selain itu ikan gatul yang digunakan memiliki pigmen beupa
spot hitam yang dibatasi oleh warna perak metalik disekelilingnya.

Ikan Zebra dan Ikan Gatul memiliki struktur morfologi sirip yang sama. Pada ikan
Zebra sirip ikan terdiri dari 5 bagian yaitu sirip anal, sirip punggung, sirip dada, sirip
perut dan sirip ekor (Poss et al, 2003), sedangkan pada ikan Gatul juga terdiri dari 5
bagian yaitu sirip anal, punggung, ekor, dada, dan perut. Sirip-sirip tersebut memiliki
bentuk yang sederhana yaitu berbentuk simetris. Struktur sirip kaudal dengan tipe sel
yang terbatas, tidak berisi otot rangka, atau tulang endokondral yang dinentuk oleh
mineral dari tulang rawan (Poss et al., 2003). Sirip kaudal ikan gatul yang dipotong
memiliki 2 tipe sirip ekor yaitu membulat dan membulat dengan pedang. Pulau-pulau
darah, saraf, fibroblas dan pigmen berada didalam jaringan mesenkim yang berada
diantara jari-jari. Sirip ekor adalah model utama yang digunakan untuk mempelajari
regenerasi, karena organ ini mudah untuk dilukai dan tidak membahayakan kelangsungan
hidup ikan tersebut (Puspitarini et al., 2009).
II. METODE PENELITIAN

Pengamatan regenerasi ini dilaksanakan di Laboratorium Struktur Perkembangan


Hewan Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
Negeri Malang. Pada pengamatan regenerasi ekor ikan menggunakan 3 ikan zebra dan 3
ikan Gatul. Serta alat-alat yang digunakan seperti akuarium, scapel, mikroskop strereo,
kamera digital dan millimeter blok.

Pengamatan dilakukan dengan metode pengamatan proses regenerasi pada sirip ekor
ikan. Pengamatan proses regenerasi ikan zebra dan ikan gatul ini dilakukan selama 2
minggu. Langkah yang dilakukan mengukur panjang awal dari ikan zebra dan ikan gatul.
Selanjutnya memotong sedikit bagian sirip ekor dari ikan zebra dan ikan gatul secara
vertikal. Setelah itu mengukur kembali panjang ikan setelah dipotong. Ikan kembali di
masukkan ke dalam akuarium untuk proses regenerasi sirip ekor ikan. Selanjutnya
melakukan pengamatan selama 2 minggu untuk mengamati perubahan regenerasi sirip
kaudal ikan Zebra dan Gatul. Untuk pengambilan data dari proses regenerasi ini
dilakukan setiap hari dengan menggunakan mikroskop cahaya dan millimeter blok. data
yang digunakan hanya satu namun pada saat percobaan kami menggunakan beberapa ikan
karena ada ikan yang mati sehingga dapat mengisi kekosongan data.

Parameter yang digunakan dalam percobaan ini yaitu mengukur panjang pada setiap
ikan, mengetahui pembentukan dari sirip ekor ikan, mengetahui pembentukan dari jari-
jari sirip ekor pada ikan, dan mengetahui proses pembentukan pulau-pulau darah pada
bagian sirip ekor ikan, dan mengetahui pembentukan pigmen-pigmen pada sirip ekor.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Regenerasi merupakan proses pembentukan kembali struktur yang rusak atau


hilang dengan sempurna atau mendekati sempurna seperti bentuk semula dan secara tepat
diatur oleh suatu mekanisme seluler dan molekuler (Poss et al., 2003). Pada percobaan ini
menggunakan sistem model regenerasi pada sirip ekor ikan zebra dan ikan gatul. Ikan
zebra telah digunakan sebagai model untuk mempelajari regenerasi. Ikan zebra dan ikan
gatul memiliki beberapa karakter yang mendukung untuk digunakan sebagai hewan
model seperti kemampuan untuk menunjukkan mutagenesis, memiliki waktu regenerasi
yang pendek, dapat dipelihara dalam jumlah yang cukup banyak dan membutuhkan biaya
yang murah.
Berdasarkan hasil pengamatan, panjang ikan gatul pertama sebelum memotong
secara vertical yaitu 2,2 cm, sedangkan setelah dipotong panjang ikan menjadi 2 cm.
Panjang awal ikan kedua yaitu 2,3 cm, sedangkan setelah dipotong panjang ikan menjadi
1,9 cm. Panjang awal ikan ketiga yaitu 2,4 cm, sedangkan setelah dipotong panjang ikan
menjadi 1,8 cm. Panjang awal ikan zebra pertama yaitu 3,9 cm sedangkan seteleah
dipotong panjang ikan menjadi 3,2 cm. panjang awal ikan zebra kedua yaitu 3,5 cm,
sedangkan panjang ikan setelah dipotong yaitu 3,2 cm. Panjang awal ikan ketiga yaitu 2,8
cm, sedangkan setelah dipotong panjang ikan menjadi 2,5 cm.

Berdasarkan hasil pengamatan, proses regenerasi sirip ikan zebra dan ikan gatul
mengalami tahap yang sama. Tahap regenerasi sirip kaudal pada ikan terdiri dari 4 tahap
yaitu 1. Tahap penutupan luka (wound healing), 2. pembentukan blastema (blastema
formation), 3. Proliferasi dan differensiasi yang terjadi secara berurutan dan 4.
perkembangan regeneratif (regenerative outgrowth), (Johnson & Weston, 1995; Poss et
al., 2003).

1 2 3

4 5 6

Gambar 1. Pengukuran Panjang Awal Ikan Gatul (1-3). Pengukuran Panjang Awal Ikan
Zebra (4-6)

Pada 2 hari pertama setelah pemotongan sirip ekor ikan zebra dan ikan gatul mulai
terjadi proses penutupan luka setelah sirip kaudal dipotong secara vertical. Proses
penyembuhan luka ini diawali dengan migrasi beberapa sel epidermis pada bagian yang
luka, hingga pada batas daerah pemotongan segera tertutup oleh lapisan sel epidermis
(Poss et al., 2002, Poss et al., 2003; Rawls & Johnson, 2000). Namun tahap penutupan
luka pada ikan gatul lebih cepat daripada ikan zebra. Pada tahap penutupan luka ini
ditunjukkan dengan munculnya lapisan tipis transparan di sepanjang bidang pemotongan.

Selanjutnya akan terjadi pembentukan blastema yang terjadi pada hari ke 4 pada
ikan zebra ditunjukkan dengan adanya penebalan pada lapisan di sepanjang bidang
pemotongan. Penebalan lapisan menandakan bahwa terjadinya pembentukan blastema
oleh proliferasi sel pada bagian distal dari bidang pemotongan (Poss et al., 2003). Selain
itu blastema terbentuk dari dediferensiasi sel-sel mesenkim (Poleo et al., 2001). Pada
pemotongan secara vertical terjadi lekukan secara medial. Kemudian terjadi pembentukan
bakal jari-jari yang ditunjukkan dengan adanya degenerasi warna antara bakal jari-jari
dengan membrane di sepanjang regenerat. Bakal jari-jari tersebut berwarna lebih gelap
daripada membrane. Pada hari ke 4 blastema ikan gatul semakin tebal dan jari-jari baru
mulai terbentuk dengan warna yang lebih pucat dibandingkan jari-jari sebelum dipotong.
Selain itu pada bagian sirip lain masih terjadi pembentukan pulau-pulau darah dan terjadi
distribusi pigmen melanosit pada bagian medial berupa spot hitam.

Tahap selanjutnya yaitu hari ke 6 pada ikan zebra terjadi tahap diferensiasi yang
ditandai dengan terjadinya proses angiogenesis yang ditunjukkan dengan terbentuknya
pulau-pulau darah berupa gumpalan yang berwarna merah yang terdapat pada bakal-bakal
jari-jari di bagian proksimal.proses angiogenesis yaitu pembentukan pembuluh darah
kapiler baru yang merupakan proses alami dalam tubuh yang penting digunakan untuk
penyembuhan luka selama regenerasi (Li et al., 2009). Kemudian pulau-pulau darah pada
bagian proksimal tersebut akan bermigrasi kearah bagian distal yang melingkupi ujung
bakal jari-jari regenerat. Sedangkan pada ikan gatul hari ke 6 terjadi dari pembentukan
pulau-pulau darah pada bagian distal menuju proksimal akan bersambung dengan
pembuluh darah lama.

Pada ikan gatul pada hari ke 9 sudah tidak terlihat adanya pulau-pulau darah
dujung jari-jarinya, terdapat pigmen karotenoid pada nagian medial berupa spot orange
yang menyebar diantara jari-jari. Pada hari ke 9 pada ikan zebra sudah terjadi migrasi
pulau-pulau darah di ujung distal dan ruas pada percabangan jari-jari. Pada hari ke 12
pada ikan gatul pigmen hitam berupa spot sudah menyebar rata hingga pada bagian
perifer dorsal dan terdapat pigmen coklet berupa semir. Pada pengamatan jari-jari yang
terbentuk masih terlihat ramping jika dibandingkan dengan jari-jari semula. Sirip kaudal
ikan gatul terus mengalami pertumbuhan pemanjangan hingga mencapai ukuran semula.
Sedangkan pada ikan zebra terjadi pembentukan ruas jari-jari regenerat di bagian
proksimal. Namun juga terdapat bagian jari-jari yang belum beruas, membrane ini
dibedakan berdasarkan degradasi warna.

Setelah terbentuknya pulau-pulau darah maka tahap selanjutnya akan terjadi tahap
perkembangan regenerative. Perkembangan ini dimulai dengan bakal jari-jari regenerat
menjadi semakin panjang. Pada tahap ini terjadi pada hari ke 14 pada ikan zebra dan ikan
gatul, sirip yang telah dipotong akan mengalami pemanjangan ke bentuk semula. Pada
bagian ini ruas jari tersebut terbentuk di bagian proksimal hingga sampai bagian yang
lebih distal. Pada tahap sirip kaudal bagian atas mengalami pemanjangan lebih cepat
daripada bagian bawah. Selain itu pada ikan zebra sudah terjadi lekukan yang membelah
daerah perifer sirip ekor. Hal ini menunjukkan bahwa daerah perifer yang lebih panjang
dipotong maka akan mengalami pertumbuhan lebih cepat daripada pertumbuhan daerah
medial. Setelah mengalami beberapa tahap maka sirip ikan gatul dan zebra akan terus
mengalami pemanjangan hingga menyerupai keadaan semula. Perkembangan selanjutnya
yaitu akan terjadi pembentukan cabang jari-jari regenerat dan pigmen mencapai ujung
regenerat sehingga struktur regenerat sirip ekor hampir sempurna seperti semula.

A B C

D E

Gambar 2. Proses Regenerasi Sirip Ikan Zebra. Tahap Pemotongan (A) Tahap
Penyembuhan Luka (B). Tahap Pembentukan Blastema dan
Pemanjangan Blastema (C). Tahap Deferensiasi (D). Tahap
Perkembangan Regeneratif (E).
1 2 3

4 5

Gambar 3. Proses Regenerasi Sirip Ekor Ikan Gatul. Tahap Pemotongan (A)
Tahap Penyembuhan Luka (B). Tahap Pembentukan Blastema dan
Pemanjangan Blastema (C). Tahap Deferensiasi (D). Tahap
Perkembangan Regeneratif (E).

Pada percobaan ini berlangsung selama 2 minggu (14 hari), karena disebabkan
beberapa faktor seperti matinya ikan akibat pemotongan sirip kaudal, suhu, pengamatan
yang dilakukan setiap hari membuat pertumbuhan regenerat menjadi terganggu. Selain itu
pengamatan diluar habitatnya dapat membuat pertumbuhan regenerat menjadi terganggu.
Perlakuan tiap hari berupa pengamatan pertumbuhan regenerat yang dilakukan diluar
habitatnya dengan menggunakan mikroskop dapat mengganggu proses fisiologi secara
umum, namun sudah di upayakan perlakuan yang sangat hati-hati dan secepat mungkin.
Pada rendah yaitu 22-310C juga dapat mempengaruhi proses regenerasi karena
pembentukan blastema bekerja maksimal pada suhu 330C (Jonshon & Weston, 1995).

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses regenerasi sirip kaudal


ikan gatul dan ikan zebra termasuk jenis regenerasi epmorphosis. Hal ini ditunjukkan oleh
pertumbuhan dan perkembangan pada ruas jari-jari sirip ekor ikan zebra dan ikan gatul
yang terpotong. Selain itu, pada awal proses regenerasi sirip ekor ikan zebra dan ikan
gatul telah berbentuk blastema, yaitu massa proliferative dan mengandung banyak sel
progenitor yang merupakan salah satu ciri regenerasi secara epimorphosis
(Dimitrakopoulos, 2004).

IV. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian pada proses regenarasi sirip ekor ikan zebra dan ikan
gatul diketahui bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai bentuk dan ukuran semula
oleh sirip ekor ikan gatul lebih cepat daripada ikan zebra. Proses regenerasi antara ikan
gatul dan ikan zebra sama yaitu terjadi melalui 4 tahap yaitu : 1. Tahap penyembuhan
luka, 2. Tahap pembentukan blastema dan pemanjangan blastema 3. Tahap deferensiasi,
dan 4. Tahap perkembangan regenerative. Terbentuknya blastema dan ruas-ruas baru
pada sirip ekor yang terpotong menunjukkan bahwa jenis regenerasi pada sirip ekor yang
terpotong menunjukkan bahwa jenis regenerasi pada sirip ekor ikan zebra dan ikan gatul
adalah epimorphosis.
DAFTAR RUJUKAN

Agata, K., Saito, Y. & Nakajima, E. 2007. Unifying Principles of Regeneration I:


Epimorphosis Versus Morphallaxis. Development 49: 73-78.

Dimitrakopoulos, A.F. 2004. Cellular Mechanisms Of Regeneration. (Online).


http://odelberglab.genetic.utah.edu /index.htm, diakses 29 November 2015.

Gurley, K.A & Alvarado, A.S. 2008. Stem Cells in Animal Models of Regeneration.
(Online). http://www.stembook.org/node/533, diakses 29 November 2015.

Jonshon, L.S., & Weston, A.J. 1995. Temperature Sensitive Mutation That Cause Stage
Specific Defects in Zebrafish Fin Regeneration. Genetic 141: 1583-1595.

Li, W., Smith, R., & Li, V. 2009. Understanding Angiogenesis. (Online). http://www.
angio.org/index.php, diakses 29 November 2015

Poeser, F.N., Kempkes, M. & Isbrucker, I.J.H. 2005. Description of Poecilia


(Acanthophacelus) wingei n.sp. from the Paria Peninsula, Venezuela, including
notes on Acanthophacelus Eigenmann, 1907 and other subgenera of Poecilia Blich
and Schneider, 1801 (Teleostei, Cyptrinodontiformes, Poecilidae). Contributions to
Zoology 74: 97-115.

Poleo, G., Brown, C.W., Laforest,L., & Akimenko, M.A. 2001. Cell Proliferation and
Movement During Early Fin Regeneration In Zebrafish. Developmental Dynamics
221: 380-390.

Poss, K.D., Keating, M.T., Nechiperuk, A., Hillam, A., Johnson, S.L. & Keating, M.T.
2002. Mps 1 Defines a Proximal Blastemal Proliverative Compartment Essential for
Zebrafish Fin Regeneration. Developmental 129: 5141-5149.

Poss, K.D., Keating, M.T., & Nechiporuk, A. 2003. Tales of Regenation in Zebrafish.
Developmental Dynamics 226: 202-210.

Puspitarini, D., Farichah, Gofur, A., Listyorini, D. & Lestari, U. 2009. Ikan Gatul
Sebagai Kandidat Hewan Model: Identifikasi Morfologi dan Taksonomi. Seminar
Nasional Biologi XX UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Anda mungkin juga menyukai