Anda di halaman 1dari 3

Pertanyaan

1. Apa itu kekuasaan sosial dan politik


2. Apa perbedaan kekuasaan dengan wewenang
3. Sebut dan jelaskan mengenai sumber sumber kekuasaan
4. Bagaimana kekuasaan politik itu bisa dikontrol supaya tidak sewenang wenang
5. Menurut saudara bentuk kekuasaan mana yang lebih baik

Jawab

1. Kekuasaan sosial adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku


orang lain, baik secara langsung dengan jalan memberi perintah, maupun
secara tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang
tersedia
Kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan umum
(pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat akibatnya sesuai dengan
tujuan tujuan pemegang kekuasaan sendiri;

2. Jadi, Wewenang dapat kita artikan sebagai hak untuk melakukan sesuatu atau
memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai
tujuan tertentu sedangkan Kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan
pengaruh pada orang lain; artinya kemampuan untuk mengubah sikap atau
tingkah laku individu atau kelompok

Perbedaan ada pada kata hak dan kemampuan,jika dalam wewenang kita dapat
menggunakan hak kita untuk memerintah dan mengatur orang lain sedangkan dalam
kekuasaan ,kita memang memiliki kemampuan untuk mengatur atau memerintah
orang lain.

Konsep legitimasi berkaitan dengan sikap masyarakat terhadap kewenangan. Artinya apakah
masyarakat menerima dan mengakui hak moral pemimpin untuk membuat dan melaksanakan
keputusan yang mengikat masyarakat maka kewenangan itu dikategorikan sebagai
berlegitimasi. Hanya anggota masyarakat saja yang dapat memberikan legitimasi pada
kewenangan pemimpin yang memerintah,

Legitimasi dapat dibedakan pengertian kekuasaan, kewenangan, dan legitimasi. Apabila


kekuasaan diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber yang
mempengaruhi proses politik, sedangkan kewenangan merupakan hak moral untuk
menggunakan sumber-sumber yang membuat dan melaksanakan keputusan politik (hak
memerintah). Adapun legitimasi merupakan penerimaan dan pengakuan masyarakat terhadap
hak moral tersebut.

Kekuasaan yang telah memiliki wewenang yang kemudian diakui atau terlegitimasi,
maka akan ada sebuah siklus hubungan yang saling mempengaruhi.

Kekuasaan hanyalah sebuah bentuk kekuatan atau pengaruh yang tertanam pada
setiap anggota, namun tidak terstruktur atau resmi maka kekuasaan itu hanya sebuah bentuk
yang semu dan tanpa disadari akan hilang dengan sendirinya kekuasaan itu dan juga tidak
bisa mendorong ataupun memberikan hak untuk mengeluarkan perintah, membuat peraturan
dan memberikan sanksi pada yang tidak patuh atau yang salah.

Dan sebuah wewenang itu menjadi kunci untuk bisa memberikan perintah, dan hak
lain sebagai pennguasa. Ketika kekuasaan telah memiliki wewenang, akan ada sebuah
tantangan untuk bisa membuat anggota untuk patuh dan mengikuti perintah dan aturan yang
dibuat penguasa, maka harus ada sebuah keterkaitan antara penguasa dan anggota masyarkat
untuk membuat sebuah Negara menjadi tenang dan tanpa kekerasan dalam pelaksanaan
kekuasaannya.

Dibutuhkan sebuah pengakuan atau keabsahan dari kekuasaan yang berwewenang, hal
tersebut untuk menghindari kekerasan dan juga pemaksaan pada anggota masyarakat untuk
mengikuti aturan dan perintah dari penguasa.

3. Legitimate Power. Kekuasaan yang berasal dari pengangkatan.

Contohnya, Camat diangkat oleh kepala daerah.Termasuk pengangkatan seorang putera


mahkota (pangeran) untuk menjadi raja.

Coersive Power. Kekuasaan yang berasal dari hasil kekerasan.

Contohnya, hasil kudeta, pemberontakan, pembunuhan politik, dan revolusi. Jatuhnya


presiden Marcos di Philipina oleh Corazon Aquino lewat people power. Jatuhnya kekaisaran
Lousie di Perancis, ditandai dengan penyerbuan ke penjara Bastille dan pemotongan kepala
keluarga raja.

Expert Power. Perolehan kekuasaan yang berasal dari keahlian.

Misalnya, dokter diangkat menjadi kepala rumah sakit atau menjadi menteri kesehatan,
tentara diangkat dan diberi kewenangan di bidang pertahanan dan keamanan, dll.

Reward Power. Sumber kekusaan yang berasal dari pemberian.

Misalnya, tuan tanah yang kaya raya akan dituruti perintahnya oleh para pekerja selama tuan
tanah tersebut memberikan gaji/upah. Apabila tidak ada gaji/upah sebagai bentuk pemberian,
maka pekerja tidak akan bekerja atau menuruti perintah tuan tanah.

Reverent Power. Sumber kekusaan yang berasal dari daya tarik atau kharisma.
Kekaguman orang kepada Bung Karno, orator ulung, pidato berapi-api, pandai
membangkitkan semangat rakyatsehingga dipilih kembali menjadi presiden.
Kekaguman orang kepada Soeharto, The Smilling General dan kepiwaiannya
membangunsehingga dipilih kembali menjadi presiden.

legitimate power adalah Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan hukum atau aturan
yang timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi pengaruh berhak
menggunakan pengaruh sampai pada batas tertentu. Perolehan kekuasaan melalui
pengangkatan ( UU, SK, dll )
coercive power adalah Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum
orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan. (teguran sampai
hukuman). Perolehan kekuasaan melalui cara kekerasan ( Perebutan atau perampasan
bersenjata, inconstitusional, kudeta )
expert power adalah Kekuasaan yang didasarkan pada persepsi atau keyakinan bahwa
pemberi pengaruh mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus yang tidak dimiliki
oleh orang yang dipengaruhi. (professional atau tenaga ahli). Perolehan kekuasaan
berdasarkan keahlian seseorang ( merit system)
Reward Power adalah Kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi
pengaruh untuk memberi penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan
perintah. (bonus sampai senioritas atau persahabatan). Perolehan kekuasaan melalui suatu
pemberian atau karena berbagai macam pemberian.
Reverent Power adalah Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang
didasarkan pada indentifikasi pemberi pengaruh yang menjadi contoh atau panutan bagi yang
dipengaruhi. (karisma, keberanian, simpatik dan lain-lain). Perolehan kekuasaan melalui daya
tarik seseorang. ( fisik, performance, dll ).

Legitimasi Sosial adalah kekuasaan yang diperoleh melalui pemilihan yang


dilakukan oleh masyarakat (rakyat).

4. Kontrol kekuasaan termanifestasikan dalam bentuk pranata yang paling dasar: Undang-
Undang.
5. E