Anda di halaman 1dari 9

NAMA KELOMPOK

1. ARRUM LARASATI ROHMANIA


2. ERIL OCTAVIA F.
3. FARHANA HALIMAH RUSYDA
4. LELY R. F.T.P.

LISOSOM

SEJARAH LISOSOM

Lisosom ditemukan secara kebetulan oleh De Duve pada tahun 1949 sewaktu
mempelajari enzim fosfatase asam dari serpihan sel sel hati. Pertama kali menemukan organel
ini pada sel hati tikus, De Duve menemukan kenyataan bahwa aktivitas enzim tersebut dalam
isolate yang dibuat dengan air suling, lebih tinggi dari pada aktivitas enzim dalam isolat yang
dibuat dengan larutan sukrose yang isotonis. Demikian juga halnya pada isolat yang telah
disimpan aktivitas enzim juga lebih tinggi dari pada dalam isolat yang masih baru, dan enzim
tersebut tidak lagi berada dalam darah yang mengendap. Tahun 1963 mereka mengemukakan
pula bahwa lisosom adalah kantung berisi enzim hidrolisa yang aktif dalam medium berpH asam.
Penemuan enzim hidrolitik lain juga menunjukkan sifat yang sama. Darah yang mengandung
enzim hidrolitik tersebut dinamakan lisosom, berbentuk kantong yang berisi enzim.

PENGERTIAN LISOSOM

Lisosom berasal dari kata lyso = pencernaan dan soma = tubuh. Pengertian lisosom ini
sendiri ialah Lisosom (lysosome) adalah kantong bermembran yang berisi enzim-enzim
hidrolitik yang digunakan oleh sel hewan untuk mencerna makromolekul.

STRUKTUR LISOSOM
a. Membran lisosom
Untuk menyediakan pH asam bagi enzim hidrolitik, membran lisosom mempunyai
pompa H+ yang menggunakan energi dari hidrolisis ATP. Membran lisosom juga sangat
terglikosilasi yang dikenal dengan lysosomal-associated membrane proteins (LAMP). Sampai
saat ini sudah terdeteksi LAMP-1, LAMP-2, dan CD63/LAMP-3. LAMP berguna sebagai
reseptor penerimaan kantong vesikel pada lisosom.
b. Enzim lisosom
Di dalam lisosom telah ditemukan 40 macam enzim hidrolitik yang meliputi protease,
nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, dan sulfatase. Enzim-enzim tersebut bekerja
optimal pada pH sekitar 5. Selama membran lisosom tidak rusak enzim tidak dapat keluar ke
sitosol, seandainya kejadian terjadi kebocoran enzim hampir tidak dapat aktif karena pH sitosol
sekitar 7,2.
MACAM-MACAM LISOSOM

Lisosom di tinjau dari segi fisiologis terdiri dari dua katagori yaitu lisosom primer dan
lisosom sekunder. Ada dua jenis lisosom yang dikenal sampai saat ini, yaitu lisosom primer dan
lisosom sekunder. Perbedaannnya adalah, bahwa lisosom primer merupakan lisosom yang belum
digunakan untuk pencernaan/hirolisis, sedangkan lisosom sekunder merupakan lisosom primer
yang telah bekerja dan menyatu dengan membran fagosom.
Lisosom primer hanya berisi enzim enzim hidrolase sedangkan lisosom sekunder yang
selain berisi enzim hidrolase juga terdapat substrat yang sedang dicerna terdapat 4 macam yaitu :
(1) Heterofagosom, merupakan gabungan antara lisosom primer dengan fagosom,
(2) Sitolisosom merupakan gabungan antara lisosom primer dengan autosom,
( 3) Badan Residu, adalah vakuola yang berisi sisa materi yang tidak tercerna.

FUNGSI LISOSOM
Semua enzim yang ditemukan dalam lisosom adalah enzim hidrolase yang berfungsi
untuk pencernaan intra sel. Pencernaan intra sel selalu terjadi di dalam vakuola (lisosom
sekunder), dengan demikian enzim tidak keluar ke sitosol. Enzim-enzim tersebut bekerja secara
optimaldalam suasana asam.

Pada umumnya pencernaan protein hanya sampai pada bentuk dipeptida sudah dapat
menembus membran lisosom, selanjutnya dibongkar menjadi asam-asam amino. Karbohidrat
dicerna menjadi monosakarida. Disakarida dan polisakarida seperti selubiose, insulin, dekstran,
sukrose, tidak dapat dicerna dan tetap tinggal di dalam lisosom.

Selain untuk pencernaan intra sel, lisosom juga berperan antara lain di dalam:

1. Perombakan organela sel. Organela sel yang sudah usang dicerna, dan komponen-
komponenya dipergunakan lagi untuk pembentukan organela baru.
2. Proses perkembangan dan pemulihan organ. Beberapa contoh misalanya:
Hilangnya ekor berudu selama metamorfosis karena dicerna oleh enzim kaptesin
yang terdapat di dalam lisosom.
Penyusutan duktus Wolfian pada embrio betina dan duktus mulleri pada embrio
jantan.
Pemulihan ukuran uterius setelah proses kehamilan: ukuran awal.
Proses fertilisasi; akrosom pada spermatozoa mengadung enzim hialuronidase dan
asam fosfatase untuk mencerna ona pelusida (selubung ovum) sehingga isi
spermatozoa dapat masuk ke dalam ovum

Secara umum lisosom berfungsi dalam proses :


a. Endositosis
Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme
endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan,
yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali
(dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi
tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6.
Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk
lisosom.
b. Autofagi
Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri,
seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum
endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu,
autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang
menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi
berudu menjadi katak, dan embrio manusia.
Gambar: Autofagi: Lisosom menguraikan organel rusak

C. Fagositosis
Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan
mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan
membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian,
fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang
menjadi lisosom (endosom lanjut).
Gambar. Fagositosis: Lisosom mencerna makanan

PROSES PEMBENTUKAN LISOSOM

Proses pembentukan lisosom ada dua macam yaitu :


Biosintesis lisosom berarti biosintesis enzim hidrolitik dan membran lisosom secara
khusus. Kedua jenis protein ini disintesis di RE kasar dan dipindahkan ke kompleks Golgi oleh
vesikuli pengangkut untuk proses pengemasan. Dan beberapa lisosom muncul melalui
pertunasan dari sisi trans kompleks Golgi.
Enzim lisosom adalah suatu protein yang diproduksi oleh ribosom dan kemudian masuk
ke dalam RE. Dari RE enzim dimasukkan ke dalam membran kemudian dikeluarkan ke
sitoplasma menjadi lisosom. Selain ini ada juga enzim yang dimasukkan terlebih dahulu ke
dalam golgi. Oleh golgi, enzim itu dibungkus membran kemudian dilepaskan di dalam
sitoplasma. Jadi proses pembentukan lisosom ada dua macam, pertama dibentuk langsung oleh
RE dan kedua oleh golgi.
a. Dibentuk langsung oleh RE (retikulum endoplasma)

b. Dibentuk oleh badan golgi.

Kompartemen Endosom

Sebelum membahas pencernaan intra sel terlebih dahulu akan dibahas kompartemen intra sel
yang erat kaitannya dengan lisosom yaitu kompartemen endosom. Kompartemen endosom
merupakan sekumpulan bentukan membran berupa pembuluh dan vesikel yang terletak
memanjang dari bagian tepi sel ke daerah sekitar inti. Dibedakan dua macam kompartemen
endosom yaitu endosom periferi (yang lebih dekat ke membran sel) dan endosom perinuklei
(yang lebih dekat ke inti).
Materi yang masuk ke dalam sel lewat endositosis pada awalnya berada di dalam vesikel
endositik yang nantinya akan dibawa ke lisosom. Unruk sampai ke lisosom, vesikel endositik
harus melewati kompartemen endosom. Bagaimana vesikel endositik bergerak diantara
kompartemen endosom sampai ke lisosom, ada dua pendapat yaitu:

1. Vesikel endositik fusi dengan endosom perifer, kemudian endosom perifer bergerak ke
arah dalam berubah menjadi endosom perinuklei. Selanjutnya bergabung dengan vesikel
transpor yang berisi enzim hidrolase yang baru disintesis, berubah menjadi endolisosom
yang akhirnya menjadi lisosom.
2. Masing-masing kompartemen endosom dan lisosom merupakan struktur yang permanen
seperti sitem AG. Transpor materi diantara diantara kompartemen sampai ke lisosom
melalui vesikel transpor.

Fungsi kompartemen endosom adalah sebagai tempat pemilihan materi dalam lintasan
endositik, seperti halnya jala tran Golgi yang merupakan tempat pemilahan dalam lintasan
sekresi. Materi yang berada di dalam kompartemen endosom dipilah-pilah, akan diteruskan
ke lisosom atau dikembalikan lagi ke membran.

Biogenesis Lisosom

Biogenesis lisosom meliputi sintesis membran dan enzimnya. Membran lisosom berasal dari
membran jala trans Golgi. Sintesis enzim berawal dari REK, kemudian ditranpor ke AG (secara
berurutan dari cis > media > trans) Dari AG dibawa dalam vesikel transpor ke endolisosom dan
akhirnya ke lisosom. Pemilihan materi didasarkan pada peptida sinyal (isyarat) yang dipunyai
oleh masing-masing protein. Peptida sinyal untuk enzim hidrolase (enzim untuk lisosom) adalah
manose 6 fosfat (M6P). Pada bagian tertentu dari membran jala trans Golgi terdapat protein
transmembran yang bertindak sebagai reseptor untuk M6P. Protein dengan sinyal M6P akan
terikat pada reseptor M6P, sehingga terpisah dari protein yag lain. Kemudian dari bagian
membran tersebut terbentuk vesikel transpor yang membawa enzim yabg beru disintesis ke
endolisosom dan akhirnya ke lisosom.

Pencernaan Intrasel
Materi yang akan dicerna oleh lisosom dapat berasal dari luar sel dan dari dalam sel sendiri.
Materi dari luar sel masuk ke dalam sel dengan cara pinositosis dan fagositosis. Makanan dari
dalam sel sendiri berupa organela sel yang sudah usang.

Proses pinositosis dan fagositosis sudah dibahas di bab sebelumnya. Lintasan selanjutnya
dari vakuola endositik (pinosoma) secara berturut-turut sebagai berikut: fakuola endositik >
endosom perifer > endosom perinuklei > endolisosom (kompartemen intermedia) > lisosom.
Lintasan fagosom agak berbeda; fagusom langsung bergabung dengan endolisosom membentuk
fagolisosom pencernaan bagian-bagiansel yang sudah usang disebut autofagi. Bagian yang akan
dicerna terbih dulu harus dibungkus dengan membran yang berasal dari RE sehingga terbentuk
autofagosom. Selanjutnya autofagosom bergabung dengan endolisosom membentuk
autofagolisosm.

Percernaan intrasel terjadi pada lisosom, fagolisosom dan autofagolisosom. Karena lisosom
mengandung bermacam-macam enizim hidrolitik ( 40 macam), maka materi cepat sekali
tercerna. Hasil pencernaan misalnya asam amino, gula dan nukleotida lewat membran lisosom
ditranpor ke sitosol: sedang membran lisosom dikembalikan ke membran sel dengan cara
eksositosis. Jika ada materi yang tidak dicerna, akan tetapi tinggal di dalam lisosom membentuk
tubuh residu.

SISTEM ENDOMEMBRAN

Membran tiap organela ini mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda, kesemuanya
membentuk kesatuan sistem endomembran dimana tiap komponen menjadi bagian dari unit
kesatuan. Organela-organela dikelompokkan menjadi sistem selaput sitoplasmik/sistem
endomembran dan organela pembangkit tenaga.
Sistem endomembran merupakan satu kesatuan sistem yang dinamik di dalam sel yang
terdiri dari organela-organela berselaput, dengan struktur dan fungsi berbeda satu sama lain.
Di dalam sistem endomembran terjadi perpindahan material (misalnya protein, lipid, dan
karbohidrat) dari satu tempat ke tempat lain di dalam dan atau di antara organela-organela
tersebut. Tiap transport/gerakan material berada pada jalurnya masing-masing.
Organela-organela yang termasuk di dalam sistem endomembran adalah: retikulum
endoplasma (RE), kompleks Golgi/Apparatus Golgi/Diktiosom, lisosoma, dan endosoma.Pada
bab ini, akan dipelajari struktur dan fungsi retikulum endoplasma, kompleks Golgi,
endosoma, dan lisosoma. Pada Tabel berikut dapat dilihat perbandingan jumlah organela
dalam sel.
Sistem endomembran melaksanakan berbagai fungsi seluler. Fungsi-fungsi
tersebut meliputi peran dalam sintesis protein dan transport protein tersebut ke dalam membrane
dan organel atau keluar dari sel, peran dalam metabolisme, pergerakan dan sintesis lipid sel juga
detoksifikasi racun. Membran-membran pada sistem endomembran ini dihubungkan melalui
ketersambungan fisik langsung maupun melalui transfer segmen-segmen membran yang dikenal
sebagai vesikel (vesikel,kantung yang terbuat dari membran). Organel-organel yang tercakup
dalam sistem endomembran diantaranya membran nukleus, retiklum endoplasma, badan Golgi,
lisosom, berbagai jenis vakuola serta membran plasma. (Campbell et al, 2010).

Gambar. Sistem Endomembran


menggambarkan kontinuitas struktur dan fungsi
beberapa organel sel.