Anda di halaman 1dari 4

PROGRAM KERJA KOMITE MEDIS

RUMAH SAKIT UMUM GUNUNG SAWO TEMANGGUNG


TAHUN 2016

A. PENDAHULUAN

Rumah sakit sangat berkepentingan dengan komite medis karena


sangat menentukan baik buruknya tata kelola klinik (clinical governance) di
rumah sakit tersebut. Menyelenggarakan komite medis merupakan hal yang
sangat kompleks dan memerlukan berbagai sumber daya dan informasi yg
terkait dengan keprofesian.
Dalam menjalankan fungsinya, komite medis selalu menegakkan
profesionalisme dengan mengendalikan staf medis yang melakukan
pelayanan medis di rumah sakit. Pengendalian tersebut dilakukan dengan
mengatur rincian kewenangan klinis bersama direktur dan komite medis.
Komite medik melakukan kredensial, meningkatkan mutu profesi dan
menegakkan displin profesi serta merekomendasikan tindak lanjutnya kepada
direktur untuk selanjutnya direktur menindaklanjuti rekomendasi komite medis
tersebut untuk mengerahkan semua sumber daya agar profesionalisme para
staf medis di terapkan di rumah sakit.
Konsep profesionalisme diatas berdasar PERMENKES NO
755/MENKES/PER/IV/2011 tentang penyelenggaraan komite medik di Rumah
Sakit.

B. LATAR BELAKANG
Dalam rangka penyusunan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit
maka perlu dibentuk pengorganisasian staf medi dan kelompok staf medis.
Karena staf medis merupakan tenaga mandiri, dan setiap dokter memiliki
kebebasan profesi dalam mengambil keputusan klinis pada pasien, termasuk
memutuskan tindakan medis maupun pemberian obat obatan kepada pasien.
Namun tetap terkait dengan kode etik, standar profesi, standar kompetensi
dan standar pelayanan medis sehingga pelayanan yang diberikn profesional
dan sesuai kompetensi. Oleh karena itu diperlukan self governingstaff medis
yaitu pengorganisasian staf medis secara profesional dan dapat
dipertanggungjawabkan, yang diatur dalam permenkes no
631/MENKES/SK/IV/2005 Tentang pedoman internal peraturan staf medis.
Melalui pengorganisasian di komite medik dihrapkan staf medisrumah
sakit dapat lebih menata diri dan fokus terhadap kebutuhan pasien sehingga
menghasilkan pelayanan medis yang berkualitas dan bertanggungjawab.

C. TUJUAN
Tujuan Umum :
Meningkatkan mutu pelayanan klinis pada pasien RSU Gunung Sawo
Temanggung
Tujuan Khusus :
1. Klinisi dapat bekerja sesuai kompetensi di bidangnya
2. Meningkatkan kompetensi klinisi dalam memberikan asuhan pasien
3. Terpantaunya etika dan displin para klinisi dalam praktek pelayanan
pasien

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Dalam tatanan rumah sakit, pengendalian profesi medis dilaksanakan
melalui tata kelola klinis (clinical governance) yang dilaksankan komite medik,
sedangkan komite medik dalam melaksanakan fungsi kredensial,
pelaksanaan mutu profesi dan dispilin profesi dibantu 3 subkomite yaitu sub
komite kredensial, subkomite mutu profesi dan subkomite etika dan displin
profesi.
Adapun pelaksanaan pengendalian profesi medis yang dilaksanakan
komite medis adalah sebagai berikut:
1. Pemberian ijin berupa rekomendasi untuk melakukan pelayanan medis
yang dilakukan subkomite kredensial
2. Pemeliharaan kompetensi dan perilaku para staf medis yang telah
memperoleh ijin yang dilakukan oleh subkomite mutu profesi
3. Pemberian rekomendasi kepada rumah sakit berupa upaya
pendisiplinan perilaku profesional, pembinaan profesionalisme
kedokteran, pertimbangan keputusan etis.
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Adapun cara melaksanakan kegiatan komite medis RSU Gunung Sawo
Temanggung adalah sebagai berikut:
No Kegiatan Pokok Cara Melaksanakan Kegiatan
1. Pemberian ijin berupa rekomendasi Menetapkan kewenangan klinis untuk
untuk pelayanan medis yang melakukan pelayanan medis bagi
dilakukan oleh subkomite kredensial staf medis baru yang akan masuk ke
RSU Gunung Sawo Temanggung
dengan cara credentialing. Setelah
dinyatakan kompeten melalui proses
kredensial, rumah sakit menerbitkan
ijin untuk melakukan pelayanan
medis tertentu di rumah sakit yaitu
berupa kewenangan klinis (clinical
appointment)
2. Pemeliharaan kompetensi dan Memastikan kulaitas asuhan medis
perilaku staf medis yang telah diberi yang diberikan oleh staf medis
ijin yang dilakukan oleh subkomite melalui upaya pemberdayaan,
mutu profesi evaluasi kinerja profesi yang
berkesinambungan, maupun evaluasi
kinerja profesi yang terfokus.
3. Pembinaan rekomendasi kepada Penilaian atau evaluasi kinerja teman
rumah sakit berupa upaya sejawat, pelaporan bila ada
pendisplinan perilaku profesional, pelanggaranetika dan displin.
pembinaan profesionalisme
kedokteran, pertimbangan keputusan
etis.

F. SASARAN
NO Kegiatan Pokok Sasaran Biaya (Rp)
1. Pemberian ijin berupa Dokter baru yang akan
rekomendasi untuk pelayanan masuk ke RSU Gunung
0
medis yang dilakukan oleh Sawo Temanggung
subkomite kredensial
2. Pemeliharaan kompetensi dan Terlaksananya audit
perilaku staf medis yang telah medis dan audit kasus
diberi ijin yang dilakukan oleh yang dilakukan untuk
subkomite mutu profesi masing masing staf
medis atas permintaan 0
bidang pelayanan
medis atau masing
masing staf medis dan
evaluasi kinerja profesi
3. Pembinaan rekomendasi kepada Terlaksananya
rumah sakit berupa upaya profesionalisme 0
pendisplinan perilaku profesional, kedokteran oleh
pembinaan profesionalisme masing masing staf
kedokteran, pertimbangan medis.
keputusan etis.

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan komite medis tahun 2015 adalah
sebagai berikut:
No Kegiatan Bulan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pemberian ijin berupa
rekomendasi untuk
pelayanan medis yang
dilakukan oleh
subkomite kredensial
2 Pemeliharaan
kompetensi dan perilaku
staf medis yang telah
diberi ijin yang dilakukan
oleh subkomite mutu
profesi
3 Pembinaan rekomendasi
kepada rumah sakit
berupa upaya
pendisplinan perilaku
profesional, pembinaan
profesionalisme
kedokteran,
pertimbangan keputusan
etis.

H. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


a. Pencatatan
Seluruh kegiatan di komite medik dilakukan pencatatan oleh masing
masing sekretaris subkomite dan data diserahkan ke sekretariat komite
medik sebagai bahan penyusunan pelaporan dan sekaligus sebagai arsip
dan back up di komite medik.
b. Pelaporan dan evaluasi
Pelaporan dan evaluasi kinerja komite medis dilakukan setiap 1 tahun
sekali dan dilaporkan kepada direktur melalui ketua komite medik.