Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Studi Kelayakan Pelabuhan KIPI Mangkupadi Tanah Kuning

1. LATAR BELAKANG
Pembangunan transportasi merupakan bagian yang amat penting dalam pembangunan
nasional. Sarana dan prasarana transportasi berperan sebagai pendukung kegiatan ekonomi dan
berfungsi untuk menyediakan jasa pelayanan bagi arus pergerakan orang dan barang khususnya
dalam distribusi barang dan jasa dari sumber bahan baku ke tempat produksi serta ke lokasi
pemasarannya baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.
Pelabuhan berperan strategis dalam usaha meningkatkan pemanfaatan sumberdaya kelautan
dimana pelabuhan juga berfungsi sebagai tempat koleksi, produksi, sentra kegiatan dan distribusi
sumberdaya tersebut.
Pelabuhan merupakan simpul sistem perangkutan laut dengan darat. Pelabuhan merupakan
suatu unit ekonomi yang berperan merangsang pertumbuhan dan perkembangan perdagangan atau
perekonomian yang terdiri atas kegiatan penyimpanan, distribusi, pemrosesan, pemasaran, dan lain-
lain. Pelabuhan merupakan suatu unit dalam sistem ekonomi secara keseluruhan dan tidak dapat
dipisahkan dengan kondisi ekonomi daerah yang dilayani oleh suatu pelabuhan.Dalam rangka
menunjang kegiatan pembangunan pelabuhan, diperlukan sebuah aktifitas studi yang mampu
memberikan gambaran secara lebih komprehensif tentang kelayakannya baik teknis maupun sosial
serta ekonomi atau bisnisnya. Dokumen studi Kelayakan akan menjadi acuan dalam pembangunan
pelabuhan.
Dengan masterplan KIPI Tanah Kuning yang sudah dilaksanakan tahun lalu, maka sebelum
kegiatan pengembangan dan pembangunan Pelabuhan KIPI Mangkupadi Tanah Kuning Kabupaten
Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, diperlukan penilaian terhadap perencanaan pelabuhan tersebut
(Studi Kelayakan), dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan arahan bagi perusahaan jasa
konsultansi non konstruksi untuk melaksanakan suatu Studi Kelayakan Pelabuhan tersebut.

2. MAKSUD, TUJUAN, DAN SASARAN


2.1. Maksud
Maksud dari pekerjaan ini adalah agar KIPI Mangkupadi nantinya dapat berfungsi sesuai
dengan standar perencanaan dan dapat menciptakan kelancaran arus perpindahan penumpang dan
barang dan sinergi rencana pengembangan / masterplan.
2.2. Tujuan
Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengetahui kelayakan rencana pembangunan
Pelabuhan KIPI Mangkupadi dan dampak rencana pembangunan terhadap kawasan industri
Tanah Kuning, pemerintah dan masyarakat di masa yang akan datang.
2.3. Sasaran
Sasaran dari pelaksanaan Studi Kelayakan Pelabuhan KIPI Mangkupadi Tanah Kuning adalah;
1) Terwujudnya suatu studi kelayakan yang komprehensif baik ditinjau dari aspek kelayakan teknis,
sosial budaya maupun ekonomis.
2) Tersedianya kelayakan pengembangan pelabuhan dari aspek teknis, sosial, dan finansial
(ekonomi) baik secara lokal, regional maupun nasional.

3. REFERENSI HUKUM
1) Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
2) Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan
3) Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2002 tentang Perkapalan
4) Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 51 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut
5)
6) Peraturan Menteri Perhubungan No. 95 Tahun 2015 tentang Pedoman Penetapan Harga Jual
(Charge) Jasa Kepelabuhanan yang diusahakan oleh Badan Usaha Pelabuhan.
7) Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 45 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor KM 63 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor
Otoritas Pelabuhan
8) Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP. 414 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pelabuhan
Nasional
9) Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 53 Tahun 2002 tentang Tatanan Kepelabuhanan Terkait
dengan operasional pelabuhan khusus
10) Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 55 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Pelabuhan Khusus

4. RUANG LINGKUP
4.1. Lingkup Lokasi
Kegiatan jasa konsultansi ini dilaksanakan di Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, Provinsi
Kalimantan Utara.
4.2. Lingkup Pekerjaan
Agar pelaksanaan kegiatan ini dapat memperoleh keluaran yang dinginkan dengan hasil yang
optimal, maka lingkup kegiatan yang akan diterapkan sebagai berikut:
1) Persiapan
Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan, Konsultan harus mempelajari secara seksama
Kerangka Acuan Kerja sebagai pedoman pekerjaan, dan selanjutnya menyusun Rencana Kerja
yang mencakup:
a. Penjabaran maksud dan tujuan pekerjaan secara lebih detail.
b. Penyusunan keterangan secara rinci mengenai metode pelaksanaan pekerjaan.
c. Pembuatan program kerja, meliputi : urutan kegiatan, jadwal pelaksanaan pekerjaan,
organisasi pelaksana pekerjaan, penyediaan tenaga ahli, penyediaan perlengkapan/peralatan
kerja.
d. Studi literatur/kepustakaan.
e. Penyusunan daftar kebutuhan data, rencana survey lapangan, dan formulir-formulir yang
diperlukan.
2) Survei dan Pengumpulan Data
a. Dokumen/hasil studi terkait perencanaan pembangunan pelabuhan.
b. Data tentang kebijaksanaan pemerintah daerah setempat, yang meliputi :
Kebijakan pemerintah memegang peranan penting dalam penyusunan kelayakan pelabuhan.
Hal yang harus diperhatikan dari aspek kebijakan pemerintah antara lain adalah :
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), terutama pada tingkat provinsi dan kabupaten.
Dalam RTRW perlu dievaluasi hal-hal mengenai : pola pemanfaatan lahan, sistem pusat-
pusat kegiatan nasional, wilayah dan lokal, kawasan prioritas nasional, wilayah dan
kabupaten serta jaringan transportasi
Sistem Transportasi terutama pada level provinsi (Tatrawil) maupun kabupaten (Tatralok)
Program Dasar Pembangunan Daerah yang berkaitan dengan kepelabuhanan.
Kepelabuhanan: Jenis pelabuhan, hierarkhi, peran dan fungsi pelabuhan, penyelenggaraan
pelabuhan, pengelolaan pelabuhan.
c. Data administrasi dan kondisi fisik wilayah, antara lain :
Administrasi wilayah.
Topografi
Geologi
Hidrologi
Iklim
d. Data sosial-budaya, antara lain mengenai :
Penduduk
Ketenagakerjaan
e. Data potensi ekonomi wilayah, antara lain :
Perekonomian makro wilayah
Sumberdaya
Industri
Perdagangan dan jasa
f. Kondisi Fisik Lokasi, meliputi :
topografi dan bathimetri
hidrooceanografi meliputi (pasang surut, arus, gelombang dan sedimen)
Penyelidikan tanah
sarana dan prasarana serta muka air.
g. Penyelidikan aspek lingkungan, antara lain meliputi kualitas air, udara dan limbah
3) Melakukan kajian lokasi pelabuhan, kriteria ditentukan berdasarkan aspek-aspek, antara lain:
a. Teknis
Tata ruang
Fisik Lingkungan
Transportasi
b. Sosial Budaya dan Ekonomi
4) Analisa Kelayakan;
a. Teknis: menganalisis yang berhubungan dengan kondisi fisik lokasi pembangunan dan aspek
operasional pelabuhan, jalur pelayaran, kebutuhan peralatan SBNP dan lain-lain. Hal ini
memberikan peluang lebih dari satu lokasi untuk dipertimbangkan sebagai lokasi keberadaan
pelabuhan atau beberapa alternatif teknologi yang digunakan dalam mewujudkan rencana
pembangunannya sehingga layak untuk dibangun.
b. Ekonomi/Finansial, dan Sosial Budaya
- Pasar (Supply & Demand): menganalisis potensi penyediaan dan permintaan
pengembangan pelabuhan serta studi kompetitor.
- Ekonomi: pada prinsipnya menghitung besaran manfaat ekonomi makro yang diperoleh
Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat dari pembangunan
pelabuhan, yang meliputi:
o perbandingan kondisi pertumbuhan ekonomi di wilayah perencanaan (Pemerintah
Daerah setempat), apabila ada dan atau tidak ada pelabuhan.
o Manfaat langsung (direct benefit) yaitu manfaat langsung yang diperoleh sesuai tujuan
investasi pembangunan pelabuhan.
o Manfaat tidak langsung (direct benefit) yaitu manfaat yang merupakan dampak dari
adanya kegiatan investasi pembangunan pelabuhan.
- Finansial/Investasi: menganalisis pembangunan pelabuhan dengan menggunakan
berbagai macam indek yang disebut dengan kriteria investasi, Kajian finansial pada
prinsipnya menghitung besaran tingkat pengembalian dana yang akan diinvestasikan
dalam pembangunan pelabuhan, yang mencakup parameter :
o Metode Nilai Sekarang Bersih / NPV (Net Present Value)
o Metode Tingkat Pengembalian Internal / IRR (Internal Rate of Return)
o Jangka Waktu Pengembalian investasi (Payback-Period)
5) Penyusunan Dokumen Kelayakan Pembangunan Pelabuhan KIPI Mangkupadi Tanah Kuning

5. KELUARAN
Keluaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah tersusunnya Dokumen Studi
Kelayakan Pembangunan Pelabuhan untuk menunjang Pengembangan KIPI Tanah Kuning secara
keseluruhan.

6. TENAGA YANG DIBUTUHKAN


Untuk melaksanakan pekerjaan ini dibutuhkan 7 (tujuh) tenaga ahli sebagai Berikut :
1) Ketua Tim (Team Leader)
2) Ahli Transportasi
3) Ahli Ekonomi Regional
4) Ahli Sipil Air
5) Ahli Industri
6) Ahli Lingkungan
7) Ahli Sosial-Budaya
Selain itu tenaga ahli utama akan dibantu oleh asisten tenaga ahli sebagai tenaga penunjang
dan tenaga pendukung (sekretaris, operator komputer, dll).

7. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Pekerjaan ini dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2017 dan seluruh pekerjaan harus dapat
diselesaikan dalam waktu . (.) hari kalender terhitung sejak dikeluarkan SPMK (Surat Perintah
Mulai Kerja) dari pemimpin proyek. Selama kurun waktu tersebut konsultan diwajibkan melakukan
konsultasi dan asistensi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam proses penyusunannya.
8. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
Nama Pejabat Pembuat Komitmen:
Satuan Kerja: .

9. BIAYA PEKERJAAN
Pagu dana yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp. . (.. Rupiah)
termasuk PPN yang berasal dari APBD Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2017

10. PELAPORAN DAN PEMBAHASAN


1) Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan selambat-lambatnya harus diserahkan . Hari kalender
setelah dikeluarkannya SPMK sebanyak .. () eksemplar, kemudian dilakukan diskusi
pembahasan bersama tim teknis.
Laporan pendahuluan minimal berisi:
a. Tujuan dan sasaran studi, metode yang digunakan, rencana kerja, jadwal pelaksanaan dan
lain-lain sesuai dengan yang disyaratkan dalam KAK.
b. Hasil masukan, kajian-kajian dan pemahaman dari beberapa studi literatur.
2) Laporan Antara
Laporan Antara selambat-lambatnya harus diserahkan . (.) hari kalender
setelah SPMK sebanyak .. (..) eksemplar dan dilakukan diskusi pembahasan
bersama tim teknis.
Laporan Interim minimal berisi:
a. Penyajian Data Primer dan Data Sekunder dan hasil pengolahannya;
b. Kajian-kajian wilayah studi
c. Analisis-analisis terhadap aspek teknis, sosial budaya, dan ekonomi.
d. Konsep awal Studi Kelayakan berdasarkan hasil analisis
3) Konsep Laporan Akhir / Laporan Akhir Sementara
Konsep Laporan Akhir selambat-lambatnya harus diserahkan .. () hari
kalender setelah SPMK sebanyak 20 (dua puluh) buah buku dan ditambah 10 (sepuluh)
buku ringkasan eksekutif, kemudian dilakukan diskusi pembahasan bersama tim teknis.
Konsep laporan akhir ini minimal berisikan :
a. Konsep pengembangan pelabuhan
b. Kerangka dan skenario kelayakan pembangunan pelabuhan
c. Draft kelayakan pembangunan pelabuhan secara teknis, sosial budaya dan ekonomi/finansial
4) Laporan Akhir
Laporan Akhir selambat-lambatnya diserahkan (.) hari kalender setelah
dikeluarkan SPMK, sebanyak . (..) eksemplar dan Ringkasan Eksekutif sebanyak
.. () eksemplar. Laporan akhir ini merupakan hasil akhir rumusan/kesepakatan
sektoral dan daerah serta merupakan bentuk penyempurnaan dari laporan sebelumnya.

11. LINGKUP, TANGGUNG JAWAB PERENCANA


Konsultan harus menyediakan dan memobilisasi semua tenaga ahli, berbagai peralatan
dan sarana yang lainnya yang diperlukan dalam penyusunan Studi Kelayakan Pelabuhan KIPI
Mangkupadi Tanah Kuning. Secara garis besar lingkup pekerjaan penyusunan Studi Kelayakan
Pelabuhan KIPI Mangkupadi Tanah Kuning adalah penyiapan dokumen kelayakan untuk acuan
pelaksanaan pembangunan dan pengembangan pelabuhan guna menunjang kawasan industri yang
telah direncanakan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bulungan khususnya serta provinsi
Kalimantan Utara pada umumnya.

.., 2017
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

..
NIP.