Anda di halaman 1dari 5

AKUNTANSI MATA UANG ASING

A. PENYAJIAN DALAM LAPORAN KEUANGAN


Pengaruh fluktuasi valuta asing di bursa umum disajikan pada dua aspek
penyajian yaitu sebagai berikut:
1. Translation of Foreign Exchange Financial Statement
Aspek yang dimaksud sebagai penjabaran laporan keuangan yang disusun
dalam mata uang atau valuta asing seperti diatur dalam PSAK no11 reformat
2007. Penjabaran ini digunakan untuk perubahan multinasional yang cabang
atau anak perusahaannya berada di negara lain. Awalnya digunakan untuk
kepentingan laporan konsolidasi di dalam negeri yang memiliki anak atau
cabang-cabang di luar negeri.
2. Foreign Exchange Transaction
Pada aspek tersebut sebagai penjabaran yang disebabkan adanya transaksi
perusahaan yang berhubungan dengan valuta asing.
Di indonesia lebih banyak didominasi oleh aspek kedua ini, kerena
perusahaan dalam negeri (domestik) yang mempunyai cabang atau anak
perusahaan masih terbatas. Beberapa jenis transaksi mata uang asing dengan
memperhatikan sumber terjadinya meliputi :
1. Utang dagang
Utang dagang timbul sebagai akibat kredit impor, baik untuk barang
dagangan maupun pembelian barang modal.
2. Utang jasa
Timbul sebagai akibat struktur permodalan perusahaan yang sebagian
dibiayai dengan pinjaman luar negeri dalam valuta asing baik pinjaman
jangka pendek maupun jangka panjang.
3. Utang bunga pinjaman
Utang bungan pinjaman timbul sebagai akibat pinjaman valuta asing.
4. Piutang
Piutang timbul sebagai akibat adanya ekspor ataupun piutang permodalan
5. Dividen dalam bentuk valuta asing danadanya kas, tabungan, deposito,
atau secara kas dalam valuta asing.
6. Kontrak berjangka dalam valuta asing

Kontrak berjangka ini antara lain dalam bentuk SWAP, future, dan lindung
nilai (hedge) atau utang piutang valas.

Pos-pos yang dijabarkan dalam mata uang asing, yaitu sebagai berikut:
1. Pendekatan moneter/nonmoneter

Seperti pada PSAK No.10 paragraf 5 memberikan batasan pos moneter


adalah kas dan setara kas, asset, dan kewajiban yang akan diterima atau
dibayar di mana jumlahnya pasti atau tidak ditentukan pada pendekatan
moneter ini terdapat asset moneter dan kewajiban moneter.

2. Pendekatan lancar atau tidak lancar.

Pada pendekatan pos-pos lancar dijabarkan dengan kurs berjalan


sedangkan yang tidak lancar dilaporkan sesuai kos historisnya.

3. Pendekatan temporal

Pada pendekatan ini kas dan bank, piutang dan utang lancar, dan utang
jangka panjang disajikannya dengan menggunakan kurs berjalan,
sedangkan lainnya disajikan sesuai kurs historis.

4. Pendekatan mata uang fungsional

Pendakatan ini merupakan penjabaran mata uang asing dengan mata uang
yang berlaku pada suatu negara sebagai contoh rupiah, dolar Amerika
serikat, dan lain sebagainya.

B. AKUNTANSI KERUGIAN SELISIH KURS MATA UANG ASING


1. Pembebanan langsung dalam perhitungan laba atau rugi pada periode
terjadinya perubahan
Pembebanan langsung ini menganut teori perspektif dua transaksi. Teori
ini melekat bahwa transaksi yang menimbulkan utang-piutang dipandang
terpisah peristiwa moneter yang menimbulkan selisih kurs. Kelemahan
dari perlakuan transaksi dengan perspektif ini adalah:
a. Pendekatan ini mengabaikan segi keuntungan/kenaikan harga dari
asset nonmoneter yang pembeliannya menimbulkan utang dan dibayar
berdasarkan nilai kurs saat pembayaran.
b. Pembebanan kerugian yang besar akan mengakibatkan terdistorisnya
laporan laba rugi.
2. Penangguhan dalan amortisasi selama periode berikut sesuai saat realisasi.
Pada pendekatan ini kerugian akibat selisih kurs yang dimaskkan dalam
akun selisih kurs yang ditangguhkan. Keadaan kurs valuta asing
menunjukkan tren yang menaik dan dihadapkan risiko devaluasi,
manajemen dihadapkan alternative memperoleh pinjaman dari mata uang
local (rupiah) dengan tingkat bunga yang tinggi atau dalam mata uang
asing (misalnya dolar amerika). Kelemahan perlakuan akuntansi dengan
penangguhan, yaitu :
a. Apabila terjadinya penurunan nilai kurs terus-menerus dan lebih cepat
dari yang diramalkan, ini berarti kerugian telah terealisasi dan kurang
bermanfaat dalam penentuan laba rugi.
b. Selisih kurs yang ditangguhkan sebenarnya tidak mempunyai nilai
realisasi sehingga asset laporan terlalu tinggi dari nilai realisasi
sesungguhnya.
3. Dikapitalisasi ke dalam harga asset yang bersangkutan.
Transaksi ini mendasarkan pada persperktif satu transaksi yaitu dengan
menganggap bahwa kerugian yaitu bagian dari asset yang menimbulkan
kerugian dari pembelian atau penjualan, selisih kurs tersebut yaitu begian
dari harga perolehan asset yang bersangkutan.
Kelemahan dari perlakuan akuntansi ini adalah:
a. Adanya kesulitan menelusuri kembali kerugian dari valuta asing ke
asset yang bersangkutan
b. Asset dinilai terlalu tinggi kerena kerugian yang dikapitalisasi belum
tentu mencerminkan harga dari asset tersebut.

Untuk kepentingan pajak diperkenankan menggunakan dasar kurs tetap


dan kurs tengan Bank Indonesia atau kurs tanggal neraca. Kurs tetap dalam aturan
pajak yaitu kurs historis/kurs pada saat transaksi awal, sehingga pada akhir tahun
laporan pos yang mengakibatkan selisih kusr dijabarkan dengan kurs historis,
tidak dengan kurs berjalan. Untuk kepentingan rekonsiliasi fiscal yaitu sebagai
berikut:

1. Menggunakan kurs tetap.


Apabila wajib pajak menggunakan kurs tetap dalam pelaporan pajaknya,
maka selisih pos-pos moneter yang telah dijabarkan dalam kurs berjalan
harus dikoreksi. Dengan kurs tetap diartikan tidak adanya penyesuaian
kurs berjalan tetapi tetap pada penjabaran kurs historis. Keuntugan atau
kerugian dari keseluruhan penjabaran ke mata uang rupiah menurut aturan
pajak dengan kurs tetap hanya terjadi saat transaksi.
2. Menggunakan kurs tengah Bank Indonesia
Apabila wajib pajak menggunakan kurs tengah bank Indonesia atau kurs
sebenarnya dalam pelaporan pajak. Untuk kepentingan laporan kepada
para pemangku kepentingan, maka pos-pos moneter akan disesuaikan
dengan kurs berjalan sedangkan untuk kepentingan pajak memang
peraturan pelaksanaan perpajakna tidak mengataur pos-pos manakah yang
harus dijabarkan dalam kurs berjalan dengan kurs tengah Bank Indonesia
atau kurs tanggal neraca.

Contoh Pembelian dalam mata uang asing


Tanggal 2 November 2014, PT. Jaya Sakti membeli mobil seharga USD 200 (kurs
transasksi Rp 10.000, kurs pajak Rp 9.500, kurs bayar Rp 9.000), maka
pencatatannya jika dibayar secara kredit adalah:

Jurnal pada saat membayar hutang , PT. Jaya membeli USD 200. Pada saat
pembelian USD ke Bank misalnya BCA dengan harga 1 USD = Rp. 11.500. ini
disebut kurs transaksi.