Anda di halaman 1dari 10

OLAHRAGA DAN PEMAHAMAN DIRI

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Filsafat Olahraga
Yang dibina Oleh Dr. Sapto Adi,M.kes

Oleh :

Aliga husein ( 140621600981)

Rohmat Ainul Yaqin ( 140621605102)

Rudy Setyawan ( 150621600283)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

JURUSAN ILMU KEOLAHRAGAN

MARET 2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Usaha untuk mengembangkan olahraga saat ini semakin maksimal, hal ini
ditunjukan oleh munculnya beberapa disiplin ilmu penunjang untuk kemajuan
olahraga khususnya. Pembinaan mental bagi atlit menjadi penting, untuk
memenangkan pertandingan dan menjadi juara. Para pelatih perlu memahami
bagian ini yaitu mengenal eksistensi individu sebagai subyek yang dibina
keberanian atlit inilah yang disebut eksistensi yaitu mengetahui apa adanya dan
sifat-sifat ataupun hukum-hukum yang sesuai dengan apa adanya pada subyek
yang dibina.

Pembinaan harus sesuai dengan eksistensi atlet sebagai makhluk yang


mempunyai jiwa dan raga, mahkluk sosial, dan makhluk Tuhan dengan segala
sifat dan hukumnya.Sebelum memberikan perlakuan pada atlit, maka perlu
memahami eksistensi manusia secara umum, dengan sifat-sifat yang tidak boleh
diabaikan yang merupakan prinsip-prinsip pembinaan bagi atlit, sehingga latihan
mental (mental training) yang diberikan pada atlit sesuai dengan apa yang
diharapkan.

Pemahaman diri merupakan suatu bentuk upaya pencitraan diri seseorang


tentang bagaimana individu tersebut memahami akan kekurangan dan
kelebihannya. Maka individu tersebut akan membentuk rasa percaya diri yang
timbul dari pemahaman dirinya. Karena, orang dengan percaya diri batin juga
sangat sadar diri. Mereka tidak terus menerus merenungi diri sendiri , tetapi
secara teratur mereka memikirkan perasaan , pikiran dan perilaku mereka, dan
mereka selalu ingin tahu bagaimana pendapat orang lain tentang diri mereka.

Dalam melakukan kegiatan olahraga, lebih-lebih untuk dapat mencapai


prestasi yang tinggi, diperlukan berfungsinya aspek-aspek kejiwaan tertentu :
misalnya untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam cabang olahraga panahan
atau menembak, maka atlet harus dapat memusatkan perhatian dengan baik,
penuh percaya diri, tenang, dapat berkonsentrasi penuh meski ada gangguan angin

2
atau suara.Untuk menjadi peloncat indah atau peloncat menara yang berprestasi
tinggi, atlet yang bersangkutan harus memiliki rasa percaya diri, keberanian, daya
konsentrasi, kemauan keras, koordinasi gerak yang baik, dan rasa keindahan ini
semua akan dapat terganggu apabila atlet yang bersangkutan mengalami gangguan
mental.

Semakin banyak individu mengenali dirinya , maka ia semakin dalam untuk


menyenangi dirinya sendiri. Ia juga dapat memahami perasaannya dan juga
memahami berbagai alasan pentingnya sesuatu bagi dirinya. Kegiatan pemahaman
diri adalah berusaha mencermati diri secara keseluruhan, buakn hanya sekedar
kemampuan dan ketidak mampuan dalam melakukan sesuatu.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas , ada beberapa rumusan masalah yang


dibuat sebagai berikut:

1. Apa definisi pemahaman diri


2. Apa tujuan Pemahaman diri
3. Apa hubungan olahraga dan pemahaman diri
4. Apa saja faktor yang mempengaruhi pemahaman diri

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, ada beberapa tujuan yang akan dibahas
dalam makalah ini :

1. Mengetahui definisi dari pemahaman diri


2. Mengetahui tujuan pemahaman diri
3. Mengetahui hubungan olahraga dan pemahaman diri
4. Mengetahui faktor yang mem pengaruhi pemahaman diri

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Pemahaman diri

Maslow menyebutnya pesonal meaning , individu yang termotivasi untuk


mengetahui alasan atau maksud dari keberadaan dirinya. Ia juga mengatakan
bahwa setiap individu memiliki dorongan untuk memenuhi kebutuhannya dari
yang sederhana sampai kebutuhan yang kompleks. Aktualisasi diri adalah
pencapaian suatu potensi terbesar dalam diri, menjadi yang terbaik yang dapat
dilakukannya, dan mencapai tujuan hidup dirinya.

Selain itu Baumister mengatakan bahwa meaning mengandung beberapa


bagian kepercayaan yang saling berhubungan antara benda,kejadian dan
hubungan. Baumeister menekankan bahwa meaning pada akhirnya memberikan
arahan, intensi pada setiap individu, di mana perilaku menjadi memiliki tujuan
dari pada hanya berperilaku berdasarkan insting atau implus

Maria antoniette menjelaskan bahwa orang yang memahami diri adalah


mereka yang memliki tujuan hidup, memiliki arah, rasa memiliki kewajiban dan
alasan untuk ada,identitas diri yang jelas dan kesadaran sosial yang
tinggi.Pemahaman diri adalah suatu cara memahami,menaksir karakteristik,
potensi dan atau masalah ( gangguan) yang adap pada individu atau sekelompok
individu

Menurut santrock, pemahaman diri adalah gambaran kognitif remaja


mengenai dirinya , dasar, dan isi dari konsep dri remaja.

Berdasarkan uraian diatas penulis menyimpulkan bahwa pemahaman diri


adalah suatu situasi yang dialami individu dimana seorang mengenal tentang
potensinya baik potensi fisik maupun potensi psikisnya, sehingga individu
memahami arah dan tujuan hidupnya atau cita-cita. Potensi fisik yaitu sejumlah
kemampuan yang ada pada anggota badan dan panca indra individu sedangakan
potensi psikis individu mencakup minat , abilitas, kepribadian, nilai dan sikap.

4
B. Tujuan Pemahaman diri

Pemahaman diri merrupakan aspek penting dalam olahraga. Atlet yang


memahami diri lebih memiliki peluang yang besar dalam meraih prestasi dan
kemenangan dari pada atlet yang belum mengenal dengan baik akan diri mereka
sendiri, karena mereka yang memahami diri telah mengetahui kemampuan, minat,
kepribadian , dan nilai termasuk kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri
mereka memiliki arah dan tujuan hidup yang realistis dimana mereka memiliki
cita-cita yang sesuai dengan potensi mereka.

Menurut mohammad farid kerika seseorang mengtahui kondisi dan gambaran


tentang dirinya maka dia akan dapat menjalani hidupnya dengan nyaman dan juga
memiliki rasa percaya diri yang kuat karena sudah memiliki pandangan diri yang
jelas.

C. Hubungan Olahraga Dengan Pemahaman Diri

Menururt Bastaman Menjelaskan dalam diri seseorang yang memahami diri


terjadi meningkatnya kesadaran atas buruknya kondisi pada saat ini dan keinginan
kuat untuk melakukan perubahan kearah kondisi yang lebih baik.

Menurut Almond mereka yang memahami diri yaitu : (1) orang yang percaya
bahwa hidupnya bermakna secara positif pasti meyakini konsep-konsep tertentu ,
seperti humanistik, religiusitas, atau idiosyncratic yang berhubungan langsung
dengan makna kehidupan. (2) Konsep meaning yang mereka yakini ,
memunculkan kekonsistensian mereka untuk mencapai arah dan tujuan hidup
mereka. (3) oaarang yang percaya bahwa hidup mereka bermakna , entah hidup
mereka sudah bermakna atau mereka yang masih berusaha mencapai tujuan
hidupnya. (4) dalam proses mencapai tujuan hidup yang mereka buat , dalam diri
seseorang akan muncul peresaan sgnifikan pada diri mereka sendiri dan rasa
bangga teradap kehidupan mereka.

Ketika seseorang mengetahui kondisi dan gambaran tentang dirinya maka dia
akan dapat menjalani hidupnya dengan nyaman dan juga memiliki rasa percaya
diri yang kuat karena sudah memiliki pandangan diri yang jelas. Percaya diri

5
terkait dengan (1) self-concept yaitu bagaimana seseorang menyimpulkan dirinya
secara keseluruhan , bagaimana seseorang melihat potret dirinya secara
keseluruhan.(2) self esteem sejauh mana seseorang punya perasaan positif
terhadap dirinya, sejauhmana seseorang punya sesuatu yang dirasakan bernilai
atau berharga dari dirinya. (3) Self-efficacy sejauh mana anda punya keyakinan
atas kapasitas yang anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani
persoalan dengan hasil yang bagus. Ini yang disebut dengan general self efficacy
atau sejauh mana seseorang meyakini kapasitas dirinya dibidang nya dalam
menagani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self efficacy. (4) self
confidence Sejauhmana seseorang punya keyakinan terhadap penailaian dirinya
atas kemampuannya dan sejauh mana seseorang bisa merasakan adanya
kepantasan untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari self-
esteem dan self-efficacy.

Perjuangan besar yang harus dilalui seseorang dalam kehidupan adalah


memahami diri, denganmemahami seseorang akan mampu mencapai kesuksesan.
Pemahaman diri bisa dicapai dengan jalan berfikir positif dan memiliki kebiasaan
yang efektif.

Dari uraian diatas penulus dapat menyimpulkan hubunagn olahraga dan


pemahaman diri memiliki ciri ciri sebagai berikut.

a. Percaya diri

Percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi
keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan suatu tindakan. Rasa
percaya diri merupakan suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek
kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu
unntuk bisa mencapai berbagai tujuan .

Ciri individu atau atlet yang percaya diri adalah :

1. Selalu bersikap tenang


2. Mempunyai potensi dan kemampuan yang memadai
3. Mampu menetralisasi ketegangan yang muncul di dalam berbagai situasi

6
4. Menyesuaikan diri diberbagai situasi
5. Memiliki kodisi fisik dan mental yang cukup menunjang penampilannya\

b. Berfikir positif

Individu atau Atlet yang berfikir positif memiliki ciri sebagai berikut:

1. Melihat masalah sebagai tantangan


2. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
3. Mensyukuri apa yang dimilikinya , bukan berkeluh kesah
4. Tidak banyak excuse langsung action
5. Peduli pada citra diri sendiri

c. Memiliki Kebiasaan Yang Efektif

Individu atau atlet yang memiliki kebisaan yang efektif memiliki ciri sebagai
berikut:

1. Merujuk pada tujuan akhir


2. Mendahulukan yang utama
3. Mewujudkan sinergi
4. Melakukan evaluasi
5. Berusaha mengerti terlebih dahulu baru dimengerti

D. Faktor faktor yang mempengaruhi pemahaman diri

Pemahaman diri di pengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor
internal yang turut mempengaruhi pemahaman diri ditentukan oleh diri terbuka
dan tertutup. Kepribadian terbuka berkontribusi positif terhadap pemahaman diri,
sedangkan kepribadian yang tertutup adalah faktor penghambat dalam
pemahaman diri. Faktor eksternal ( lingkungan) yang mempengaruhi pemahaman
diri antara lain , lingkungan,keluarga, teman sebaya dan sekolah.

7
Menrut Harlock masa remaja adalah masa transisi karena belum mempunyai
pegangan , sementara kepribadian masih mengalami suatu perkembangan, remaja
masih belum mampu untuk menguasai fungsi fungsi fisiknya. Remaja masih
labil dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Remaja sebagai bagian
dari generasi penerus yang menjadi tonggak sebagai individu yang bermakna pada
hari kemudian diharapkan juga memiliki pemahaman tentang diri yang benar. hal
tersebut sangant diperlukan bagi setiap individu dalam menjalankan hidupnya ,
sehingga di peroleh suatu gambaran yang jelas tentang dirinya dan supaya bisa
menjalankan apa yang sudah didapatkannya.

Pemahaman diri yang efektif dipengaruhi oleh :

1. Ide, gagasan,ilmu dengan yang disampaikan


2. Merubah ide, gagasan, ilmu dlam bentuk pesan yang siap dikirimkan
3. Menggunkan komunikasi dengan 2 jalur
4. Membuat situasi atlet dengan kondisi memperhatikan
5. Komunikasi dengan konsisten dan efektif
6. Atlet merespon pesan sesuai dengan interprestasi pelatih.

Hal yang menjadi faktor penghambat pemahaman diri individu atau atlet :

1. Seorang pelatih tidak mengetahui karakter atletnya, baik saat berlatih atau
bertanding
2. Pelatih tidak punya catatan pribadi tentang diri atlet secara lengkap ( box
record)
3. Pelatih tidak tahu ritual- ritual yang positif maupunyang negatif atas diri
atlet ketika bertanding
4. Pelatih tidak mampu megembangkan komunikasi 2 jalur dengan baik

8
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pemahaman diri merupakan suatu situasi yang dialami individu dimana


seorang mengenal tentang potensinya baik potensi fisik maupun potensi psikisnya,
sehingga individu memahami arah dan tujuan hidupnya atau cita-cita.

Tujuan pemahaman diri adalah seseorang mengtahui kondisi dan gambaran


tentang dirinya maka dia akan dapat menjalani hidupnya dengan nyaman dan juga
memiliki rasa percaya diri yang kuat karena sudah memiliki pandangan diri yang
jelas.

Hubungan olahraga dan pemahaman diri adalah Ketika seseorang mengetahui


kondisi dan gambaran tentang dirinya maka dia akan dapat menjalani hidupnya
dengan nyaman dan juga memiliki rasa percaya diri yang kuat karena sudah
memiliki pandangan diri yang jelas.

Pemahaman diri di pengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor
internal yang turut mempengaruhi pemahaman diri ditentukan oleh diri terbuka
dan tertutup. Kepribadian terbuka berkontribusi positif terhadap pemahaman diri,
sedangkan kepribadian yang tertutup adalah faktor penghambat dalam
pemahaman diri. Faktor eksternal ( lingkungan)

B. Saran

Dalam Olahraga sangat berkaitan dengan pemahaman diri. Karena jika


seorang atlet mengetahui dan memiliki pemahan diri yang baik dapat menujang
prestasi yang diginkan dengan baik. . Karena, orang dengan pemahaman diri juga
sangat sadar diri. Mereka tidak terus menerus merenungi diri sendiri , tetapi
secara teratur mereka memikirkan perasaan , pikiran dan perilaku mereka, dan
mereka selalu ingin tahu bagaimana pendapat orang lain tentang diri mereka.

9
DAFTAR PUSTAKA

Faqih, Aunur Rahim,2004.bimbingan dan konseling dalam islam.Yogyakarta :


UII Press

Gibson ,R.L dan Mitchell,M.H 1995. Introduction to counseling and


guidance,Englewood cliffs.New Jersey : pretince hall inc

Ayuni nur.2013.( Online) pemahaman diri : konsep diri dan potensi diri.
http://ayyundud.blogspot.co.id/2013/03/pemahaman-diri-konsep-diri-dan-
potensi_7041.html.

Rahadianto, surya.2011.(online). Take it or leave it.


http://suryarahadianto.wordpress.com/2011/02/take-it-or-leave-it/

Supriyanto agus.2012. pemahaman personal. Articel print

10