Anda di halaman 1dari 71

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Anak dengan tumbuh kembang yang optimal adalah harapan setiap orang tua.
Untuk mewujudkannya tentu saja orang tua harus selalu memperhatikan, mengawasi,
dan merawat anak secara seksama. Proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung
secara alamiah, tetapi proses tersebut sangat tergantung kepada orang dewasa atau
orang tua. ( Nia, 2001)
Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda,
tetapi saling berkaitan yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan
dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, atau ukuran, yang bisa diukur
dengan ukuran berat (gram, kilogram) dan ukuran panjang (cm, meter), sedangkan
perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh
yang lebih kompleks dari seluruh bagian tubuh sehingga masing-masing dapat
memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah
laku sebagai hasil berinteraksi dengan lingkungannya. (International paediatrics
association, 1999)
Pertumbuhan anak yang sehat adalah memiliki berat badan yang ideal dan tinggi
badan yang ideal mengikut umurnya. Seringkali didapati bahawa anak anak yang
berada dalam umur yang sama tetapi terdapat variasi dalam tinggi badan mereka.
Terlintas dalam fikiran kenapa terdapat perbedaan dalam tinggi badan anak-anak
sedangkan mereka dalam lingkungan umur yang sama.
Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang
saling terkait, yaitu ; faktor genetik / keturunan , lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial
dan perilaku. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir
yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Pertumbuhan dan Perkembangan Anak?
2. Apa saja Tahap Pertumbuhan Anak?
3. Apa saja Tahap Perkembangan anak?
4. Apa saja Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
anak?
5. Apa saja Kebutuhan Dasar Anak untuk Tumbuh Kembang ?
6. Bagaimana saja Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi dan Balita?
7. Apa dan bagaimana cara menggunakn SDIDDTK, KPSP, KMS?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui dari pertumbuhan dan perkembangan anak
2. Mengetahui tahap pertumbuhan anak
3. Mengetahui tahap perkembangan anak
4. Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak
5. Mengetahu kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang
6. Mengetahui pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita
7. Mengetahu SDIDDTK, KPSP, KMS

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan


Menurut Supriasa dalam Sarjanaku (Home 30 September 2003), pertumbuhan
adalah bertambahnya jumlah sel serta jaringan intraseluler, berarti
bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau
seluruhnya. Jadi bersifat kuantitatif sehingga dengan demikian dapat kita ukur
dengan mempergunakan satuan panjang atau satuan berat. Definisi
pertumbuhan (Growth) berkaitan dengan perubahan besar, jumlah, ukuran dan
fungsi tingkat sel, organ maupun individu yang diukur dengan ukuran berat
(gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan
keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Hasil pertumbuhan antara lain berwujud bertambahnya ukuran-ukuran
kuantitatif badan anak, seperti panjang, berat, dan kekuatannya. Begitu pula
pertumbuhan mencangkup perubahan yang semakin sempurna dalam sistem
jaringan saraf dan perubahan-perubahan struktur jasmani lainnya. Maka
dengan demikian, pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses perubahan
dan proses pematangan fisik.

Menurut Hasan (Home, 30 September 2013), perubahan kuantitatif disebut


juga pertumbuhan merupakan buah dari perubahan aspek fisik seperti
enambahan berat, tinggi dan proporsi badan seseorang. Perubahan Kualitatif
eliputi perubahan aspek psikofisik seperti peningkatan kemampuan berpikir,
berbahasa, perubahan emosi dan sikap.

Menurut Hartono (2008: 39-41), perubahan-perubahan meliputi beberapa


aspek, baik fisik maupun psikis. Perubahan tersebut dapat dibagi menjadi 4
kategori utama, yaitu:

3
a) Perubahan dalam ukuran
Perubahan dapat berbentuk pertambahan ukuran panjang atau tinggi maupun
berat badan. Berat badan dan panjang badan saat baru dilahirkan akan terus
berubah seiring dengan bertambahnya umur diikkuti dengan oleh organ-organ
tubuh lain yang mengalami perubahan ukuran, antara lain perubahan volume
otak yang membawa akibat terjadinya perubahan kemampuan.
Kemampuan mengenal objek-objek dilingkungannya bertambah sedikit demi
sedikit. Semua perubahan tersebut menunjukkan adanya perbedaan kuantitatif
yang bisa diukur.

b) Perubahan dalam perbandingan


Dilihat dari sudut fisik terjadi perubahan proporsional antara kepala, anggota
badan, dan anggota gerak. Sampai pada umur tertentu perbandingan akan
menetap, yakni pada usia akhir belasan tahun.
Perubahan secara proporsional juga terjadi pada perkembangan mental.
Perbandingan antara yang tidak riil, yang khayal dan hal-hal yang rasional
semakin lama semakin besar. Dalam perkembang sosial mereka juga sedikit
demi sedikit berubah.

c) Berubah untuk mengganti hal-hal yang lama


Hal-hal yang terjadi pada masa bayi dan anak-anak akan berubah seiring
dengan bertambahnya usia dan kemampuan yang dimiliki dari diri sang anak.
Seperti pada saat bayi terdapat kelenjar buntu yang disebut kelenjar thymus
pada daerah dada yang sedikit demi sedikit akan
mengalami atrophy (penyusutan) dan menghilang setelah dewasa.

4
d) Berubah untuk memperoleh hal-hal yang baru
Banyak hal yang baru yang diperoleh selama perkembangan sesuai dengan
keadaan dan tingkatan/tahapan perkembangannya, ketika dilahirkan, bayi
belum mempunyai gigi dan beberapa waktu kemudian gigi tersebut akan
tumbuh. Dengan demikian, bayi memperoleh atau menambah sesuatu yang
baru yang sebelumnya belum ada atau belum dumiliki. Begitu pula seterusnya
hingga bayi tersebut tumbuh dewasa.
Selama perkembangannya manusia masih tetap menerima dan memperoleh
hal-hal yang baru, terutama yang berhubungan dengan kehidupan psikis.
Proses perkembangan untuk memperoleh hal-hal baru tersebut, sebagian besar
dan untuk waktu yang relative lama adalah mengenai kegiatan yang
berhubungan dengan kebutuhan mental. Kehidupan psikis anak merupakan
kegiatan yang maju dan terus meningkat.

2.2 Tahap Pertumbuhan Anak

1) Pranatal (0-28 hari)


a. Masa embrio (TM I kehidupan pranatal)
Diferensiasi berlangsung cepat, terbentuk sistem dan alat-alat dalam
tubuh
b. Masa fetus dini (TM II kehidupan pranatal)
Pembentukan jasad manusia sempurna dan alat tubuh telah terbentuk
serta mulai berfungsi. Pada akhir masa ini panjang janin 70%
daripada panjang pada saat dilahirkan, sedangkan berat badannya
hanya 20% daripadanya, karena jaringan lemak subkutan belum
terbentuk
c. Masa fetus akhir
Bertambahnya masa tubuh dengan cepat. Berat badan fetus dari 700
gram pada akhir trimester kedua bertambah dengan kecepatan kira-

5
kira 200 gram/minggu sampai pertengahan trimester ketiga untuk
mencapai kira-kira 3.000-3.500 gram

2) Masa Neonatal (0-4 minggu sesudah lahir)


Penyesuaian sirkulasi dengan keadaan lingkungan, mulai bernafas dan
fungsi alat tubuh lainnya. Berat badan dapat turun sampai 10 % pada
minggu pertama kehidupan yang dicapai lagi pada hari ke-14

3) Masa bayi (tahun pertama dan kedua kehidupan)


a. Umur 1 bulan 1 tahun
Pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, fungsi alat tubuh
bertambah, terutama sistem saraf.

b. Umur 1 tahun 2 tahun


Pertumbuhan menurun, kemajuan dalam berjalan dan aktifitas motorik
serta pengaturan fungsi ekstresi

4) Masa prasekolah (umur 2-6 tahun)


Pertumbuhan melambat, aktifitas jasmani bertambah, kordinasi fungsi
dan mekanisme motorik bertambah, cepat menangkap pelajaran

5) Masa sekolah (wanita 6-10 tahun, pria 6-12 tahun)


Pertumbuhan tetap, keterampilan dan proses intelektuil berkembang

6) Masa adolesensi (wanita 10-18 tahun, pria 12-20 tahun)


Perubahan dari masa anak ke masa dewasa. Percepatan pertumbuhan
tinggi dan berat badan, timbulnya jenis kelamin sekunder, memerlukan
kepercayaan diri sendiri dan kebebasan, perkembangan fungsi alat
kelamin.

6
Dapat digambarkan secara umum tahap pertumbuhan anak :
1. Pertumbuhan yang cepat sekali dalam tahun pertama, yang kemudian
mengurang secara berangsur-angsur sampai umur 3-4 tahun
2. Pertumbuhan yang berjalan lamban dan teratur sampai masa akil balik
3. Pertumbuhan cepat pada masa akil balik (12-16 tahun)
4. Pertumbuhan kecepatannya mengurang berangsur-angsur sampai suatu
waktu (kira-kira umur 18 tahun) berhenti

Parameter Penilaian Pertumbuhan Fisik


Untuk menilai pertumbuhan fisik anak, sering digunakan ukuran
ukuran antropometrik yang dibedakan menjadi 2 kelompok yang meliputi :

a. Tergantung umur (age dependence)


Berat Badan (BB) terhadap umur
Tinggi/panjang badan (TB) terhadap umur
Lingkaran kepala (LK) terhadap umur
Lingkaran Lengan Atas (LLA) terhadap umur
Kesulitan cara ini adalah menetapkan umur anak yang tepat, karena tidak
semua anak mempunyai catatan mengenai tanggal lahirnya.

b. Tidak tergantung umur


Berat Badan (BB) terhadap TB
Lingkaran Lengan Atas (LLA) terhadap TB
Lain-lain : LLA dibandingkan dengan standar/baku, lipatan kulit
pada trisep subskapular, abdominal dibandingkan dengan baku
Kemudian hasil pengukuran antropometrik tersebut dibandingkan dengan
suatu baku tertentu, misalnya baku Harvard, NCHS, atau baku nasional.

7
Disamping itu masih ada ukuran-ukuran antropometrik lainnya yang dipakai
untuk keperluan khusus, misalnya pada kasus-kasus dengan kelainan bawaan
atau untuk menentukan jenis perawakan, antara lain :
1. Lingkaran dada, lingkaran perut dan lingkaran leher
2. Panjang jarak antara 2 titik tubuh, seperti biakromial untuk lebar
bahu, bitrokanterik untuk lebar panggul, bitotemporal untuk lebar
kepala, dll.

BERAT BADAN
Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting yang
merupakan hasil peningkatan/ penurunan semua jaringan yang ada pada
tubuh, antara lain tulang, otot, lemak, cairan tubuh dan lain-lainnya. Berat
badan dipakai sebagai indikator yang terbaik pada saat ini untuk mengetahui
keadaan gizi dan tumbuh kembang anak.
Perlu diketahui, bahwa terdapat fluktuasi wajar dalam sehari sebagai akibat
masukan (intake) makanan dan minuman, dengan keluaran (output) melalui
urine, feses, keringat dan bernafas. Besarnya fluktuasi tergantung pada
kelompok umur dan bersifat sangat individual, yang berkisar antara 100-200
gram, sampai 500-1000 gram bahkan lebih, sehingga mempengaruhi hasil
penilaian.
Indikator berat badan dimanfaatkan dalam klinik untuk :
1. Bahan informasi untuk menilai keadaan gizi baik yang akut maupun
yang kronis, tumbuh kembang dan kesehatan
2. Memonitor keadaan kesehatan, misalnya pada pengobatan penyakit
3. Dasar perhitungan dosis obat dan makanan yang perlu di berikan

8
Pada hari-hari pertama masa neonatal, berat badan yang turun kurang dari
10% masih merpakan keadaan normal. Ini disebabkan karena kehilangan
cairan tubuh melalui urine dan mekonium, disamping pemberian susu pada
masa tersebut masih belum cukup. Berat badan akan dicapai lagi pada hari ke
10-14. Selanjutnya bayi yang normal dan sehat, berat badannya akan
bertambah terus dengan teratur
Berat badan pada waktu lahir berkisar antara 2,7 4,1 kg.
Dalam 3 bulan pertama kenaikan BB kira-kira 1 kg/bulan
Bayi umur 5 bulan berat badan 2x berat badan waktu lahir
Usia 1 tahun berat badan 3x berat badan lahir
Usia 2 tahun berat badan 4x berat badan lahir
Sesudah umur 2 tahun kecepatan pertambahan BB menurun dan dengan
makin bertambahnya umur anak, kenaikan BBnya makin tidak teratur.

Kenaikan berat badan bayi setiap bulan :


Usia bayi Kenaikan BB rata-rata / bln
1 - 3 bulan 700 gr
4 - 6 bulan 600 gr
7 - 9 bulan 400 gr
10 - 12 bulan 300 gr

Dapat pula digunakan rumus yang dikutip dari Soetjiningsih, 1998 untuk
memperkirakan berat badan anak adalah sebagai berikut :
Lahir = 3.25 kg
3 12 bulan = umur (bulan) + 9
2
1 6 tahun = umur (tahun) x 2 +8
6 12 tahun = umur (tahun) x 7 5
2

9
Formula berat badan yang digunakan untuk menentukan berat badan:

Berat Badan = 8 + 2 (n) kg

Ket: n = jumlah umur dalam tahun

TINGGI BADAN
Tinggi badan merupakan ukuran antropometrik kedua yang terpenting.
Keistimewaannya adalah bahwa ukuran tinggi badan pada masa pertumbuhan
meningkat terus sampai tinggi maksimal dicapai.
Kenaikan tinggi badan ini berfluktuasi, dimana tinggi badan meningkat pesat
pada masa bayi, kemudian melambat, dan menjadi pesat kembali (pacu
tumbuh adolesen), selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada
umur 18-20 tahun. Tulang-tulang anggota gerak berhenti bertambah panjang,
tetapi ruas-ruas tulang belakang berlanjut tumbuh sampai umur 30 tahun,
dengan pengisian tulang pada ujung atas dan bawah korpus-korpus ruas tulang
belakang, sehingga tinggi badan sedikit bertambah yaitu sekitar 3-5 mm.
Antara umur 30 smpai 45 tahun tinggi badan tetap statis, kemudian menyusut.
Teknik pengukuran tinggi badan, ada 2 macam:
1. Pada anak umur kurang dari 2 tahun dengan posisi tidur telentang
(pajang supinasi)
2. Pada umur > 2 tahun dengan posisi berdiri. Panjang supinasi pada
umumnya 1 cm lebih panjang daripada tinggi berdiri

Tinggi badan rata-rata pada waktu lahir adalah 50 cm. Secara garis besar,
dapat diperkirakan sebagai berikut (Soetjiningsih, 1998) :
1 tahun = 1,5 x TB lahir
4 tahun = 2 x TB lahir
6 tahun = 1,5 x TB umur 1 tahun
13 tahun= 3 x TB lahir

10
Dewasa = 2 x TB umur 2 tahun (3,5 x tinggi badan lahir)

Atau digunakan rumus seperti yang dikutip dari Behrman, 1992 dalam buku
dr.Soetjiningsih perkiraan tinggi badan dalam sentimeter:
a. Lahir : 50 cm
b. Umur 1 tahun : 75 cm
c. 2 - 12 tahun : umur (tahun) x 6 + 77

Dalam tahun pertama panjang badan bayi bertambah dengan 23 cm (di negara
maju 25 cm), sehingga anak pada umur 1 tahun panjangnya menjadi 71 cm (di
negara maju 75 cm) kemudian kecepatan pertumbuhan berkurang sehingga
setelah umur 2 tahun kecepatan pertambahan panjang badan kira-kira 5cm/
tahun.
Formula yang dipakai untuk menentukan panjang anak dari umur 3 tahun:

Panjang Badan = 80 + 5 (n) cm

Ket: n = jumlah umur dalam tahun


Rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan
data tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal
sesuai dengan potensinya adalah sebagai berikut:
TB anak perempuan = (TB ayah 13 cm) + TB ibu) 8,5 cm
2
TB anak laki-laki = (TB ibu + 13 cm) + TB ayah) 8,5 cm
2
(13 cm adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan
perempuan di Inggris, dan 8.5 cm adalah nilai absolute tentang TB).

11
LINGKARAN KEPALA
Lingkaran kepala mencerminkan volume intrakranial dan dapat dipakai untuk
menilai kecepatan pertumbuhan otak. Apabila otak tidak tumbuh normal maka
kepala akan kecil. Sehingga pada lingkar kepala yang lebih kecil dari normal
(mikrosefali), maka menunjukkan adanya retardasi mental. Sebaliknya kalau
ada penyumbatan pada aliran cairan serebrospinal pada hidrosefalus akan
meningkatkan volume kepala, sehingga LK lebih besar dari normal.
Cara mengukur lingkar kepala adalah dengan melingkarkan alat pengukur dari
frontalis ke tulang telinga terus ke occipitalis kembali ke frontalis dengan alat
pengukur yang lembut.
Pertumbuhan lingkar kepala yang paling pesat adalah pada 6 bulan pertama
kehidupan, yaitu dari 33 cm pada waktu lahir menjadi 40 cm pada umur 6
bulan (bertambah 1,5 setiap bulan). Sedangkan pada umur 1 tahun 45-47 cm
(bertambah 0,5 tiap bulan), umur 2 tahun 49-52 cm, dan umur 5 tahun sampai
masa pubertas bertambah 1 1/4 cm per 5 tahun, sehingga pada dewasa
mencapai 52-55 cm.
Untuk melihat perkembangan pengukuran lingkar kepala anak dapat
dilakukan setiap bulan atau paling sedikit 3 bulan sekali pada anak kurang dari
12 bulan dan 6 bulan sekali bagi anak berumur 1 tahun atau lebih

LINGKARAN LENGAN ATAS


Lingkaran lengan (LLA) atas mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak
dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh
dibandingkan dengan berat badan. LLA dapat dipakai untuk menilai keadaan
gizi/ tumbuh kembang pada kelompok umur prasekolah. Laju tumbuh lambat,
dari 11 cm pada saat lahir menjadi 16 cm pada umur 1 tahun. Selanjutnya
tidak banyak berubah pada selama 1-3 tahun.

12
Tabel 1
Pertumbuhan dan Perkembangan anak dilihat dari
Lingkar Lengan Atas
Umur Lingkaran Lingkaran otot
(dlm Bulan) pertengahan pertengahan
lengan (cm) lengan (cm)
0-5 13,0 10,5
6-11 15,2 12,1
12-17 16,0 12,6
18-23 16,1 12,8
24-29 16,3 13,1
30-35 16,4 13,3
36-47 16,7 13,8
48-59 17,0 14,2
60-71 17,1 14,4

PERTUMBUHAN GIGI
Seperti telah diketahui bahwa gigi manusia dalam perkembangannya
mempunyai 2 tahap :
1. Semasa anak-anak yang di sebut gigi susu/gigi sulung
2. Setelah berganti atau dewasa disebut gigi tetap

Kedua tahap pertumbuhan gigi tersebut adalah sangat penting sehingga kita
tidak boleh mengabaikan salah satu diantaranya. Gigi susu akan tanggal dan
diganti dengan gigi tetap. Masa tumbuh gigi tetap mempunyai waktu yaitu
dalam periode 6-12 tahun. Gigi susu mulai tumbuh pada bayi usia 5-9 bulan.
Pada umur 1 tahun sebagian besar anak mempunyai 6-8 gigi susu. Selama
tahun kedua gigi tumbuh lagi 8 biji, sehingga jumlah seluruhnya sekitar 14-16
gigi, da pada umur 2 1/2 tahun sudah terdapat 20 gigi susu.

13
Berikut ini terlihat kapan mulai tumbuhnya gigi :
Gigi Rahang bawah Rahang atas
Gigi seri 6 bulan 7 bulan
tengah 7 bulan 9 bulan
Gigi seri 16 bulan 18 bulan
taring 12 bulan 14 bulan
Gigi taring 20 bulan 24 bulan
Gigi geraham
I
Gigi geraham
II

Berikut ini akan dijelaskan umur anak dengan jumlah gigi yang telah tumbuh
sebagai berikut :
1. Umur 12 bulan
a) Gigi seri atas 4 buah
b) Gigi seri bawah 4 buah
c) Gigi geraham atas bawah masing-masing 2 buah
2. Umur 14 bulan
a) Gigi seri atas 4 buah
b) Gigi seri bawah 4 buah
c) Gigi geraham I atas 2 buah
d) Gigi geraham I bawah 2 buah
3. Umur 16 bulan
a) Gigi seri atas 4 buah
b) Gigi seri bawah 4 buah
c) Gigi geraham I atas 2 buah
d) Gigi geraham I bawah 2 buah
e) Gigi taring bawah 2 buah
4. Umur 18 bulan

14
a) Gigi seri atas 4 buah
b) Gigi seri bawah 4 buah
c) Gigi geraham I atas 2 buah
d) Gigi geraham I bawah 2 buah
e) Gigi taring bawah 2 buah
f) Gigi taring atas 2 buah
5. Umur 20 bulan
Gigi anak sama dengan umur 18 bulan hanya bertambah gigi geraham II
bawah sebanyak 2 buah
6. Umur 24 bulan
Pada umur ini hanya bertambah gigi geraham II atas sebanyak 2 buah

2.3 TAHAP PERKEMBANGAN ANAK

Empat parameter yang dipakai dalam menilai perkembangan anak adalah:


1. Gerakan motorik kasar (pergerakan dan sikap tubuh).
2. Gerakan motorik halus (menggambar, memegang suatu benda dll).
3. Bahasa (kemampuan merespon suara, mengikuti perintah, berbicara
(spontan).
4. Kepribadian/tingkah laku (bersosialisasi dan berinteraksi dengan
lingkungannya).
Tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada our tertentu di kutip dari
dr. Soetjiningsih, 1998 misalnya:
4-6 minggu : Tersenyum spontan, dapat mengeluarkan suara 1-2 mg
20 minggu : Meraih benda yang didekatkan kepadanya
13 bulan : Berjalan tanpa bantuan, mengucapkan kata-kata tunggal

Adapun skema praktis perkembangan mental anak Balita disebut skala Yaumil-
Mimi:
1. Dari lahir sampai 3 bulan

15
Belajar mengangkat kepala
Belajar mengikuti objek dengan matanya
Melihat ke muka orang lain dengan wajah tersenyum
Bereaksi dengan suara dan bunyi
Mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan
kontak
Menahan barang yang di pegangnya
Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh

2. Dari 3-6 bulan


Mengangkat kepala 90o dan mengangkat dada dengan bertopang
tangan
Mulai belajar meraih benda-benda yang ada di dalam dan luar
jangkauannya
Menaruh benda-benda di mulutnya
Berusaha memperluas lapangan pandangan
Tertawa dan menjerit karena gembira diajak bermain
Mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang

3. Dari 6-9 bulan


Dapat duduk tanpa di bantu
Dapat tengkurap dan berbalik sendiri
Dapat merangka meraih benda / mendekati seseorang
Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
Memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
Bergembira dengan melempar benda-benda
Mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti
Mengenal wajah-wajah anggota keluarga dan takut pada orang asing
Mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan dan sembunyi-
sembunyian

16
4. Dari 9-12 bulan
Dapat berdiri sendiri tanpa di bantu
Dapat berjalan dengan di tuntun
Menirukan suara
Mengulang bunyi yang didengarnya
Belajar menyatakan satu atau dua kata
Mengerti perintah sederhana atau larangan
Memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya,
ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya
Berpartisipasi dalam permainan

5. Dari 12 18 bulan
Berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah
Menyusun 2 atau 3 kotak
Dapat mengatakan 5 10 kata
Memperlihatkan rasa cemburu dan bersaing

6. Dari 18 sampai 24 bulan


Naik turun tangga
Menyusun kotak
Menunjuk mata dan hidunya
Menyusun dua
Belajar makan sendiri
Menggambar garis dikertas atau pasir
Mulai belajar mengontrol BAB dan BAK
Menaruh minat kepada apa yang di kerjakan oleh orang-orang yang
lebih besar
Memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan
mereka

17
7. Dari 2 3 tahun
Belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki
Membuat jembatan dengan tiga kotak
Mampu menyusun kalimat
Mempergunakan kata-kata saya, bertanya, mengerti kata-kata yang
ditujukan kepadanya
Menggambar lingkaran
Bermain bersama anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di
luar keluarganya

8. Dari 3 4 tahun
Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetanggannya
Berjalan pada jari sendiri
Belajar berpakaian dan membuka pakaian
Menggambar garis silang
Menggambar orang hanya kepala dan badan
Mengenal 2 3 warna
Bicara dengan baik
Menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya
Banyak bertanya
Bertanya bagaimana anak dilahirkan
Mengenal sisi atas, bawah, muka dan belakang
Bermain dengan anak lain dan menunjukan rasa sayang kepada
saudaranya
Dapat melaksanakan tugas sederhana

9. Dari 4 5 tahun
Melompat dan menari
Mengganbar orang terdiri dari kepala, lengan, badan
Menggambar segi empat dan segi tiga

18
Pandai bicara
Dapat menghitung jari - jarinya
Dapat menyebut hari hari dalam seminggu
Mendengar dan mengulang hal hal penting dan cerita
Minat kepada kata baru dan artinya
Memprotes bila dilarang apa yang diingininya
Mengenal 4 warna
Memperkirakan bentuk dan besarnya benda, membedakan besar dan
kecil
Menaruh minat kepada aktifitas orang dewasa

10. Tumbuh kembang pada anak usia 6 12 tahun

Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran berbagai organ


fisik berkaitan dengan masalah perubahan dalam jumlah, besar, ukuran
atau dimensi tingkat sel. Pertambahan berat badan 2 4 Kg / tahun dan
pada anak wanita sudah mulai mengembangkan cirri sex sekundernya.
Perkembangan menitik beratkan pada aspek diferensiasi bentuk dan
fungsi termasuk perubahan sosial dan emosi.
a. Motorik kasar
1) Loncat tali
2) Badminton
3) Memukul
4) motorik kasar di bawah kendali kognitif dan berdasarkan secara
bertahap meningkatkan irama dan keleluasaan.
b. Motorik halus
1) Menunjukan keseimbangan dan koordinasi mata dan tangan
2) Dapat meningkatkan kemampuan menjahit, membuat model dan
bermain alat musik.
c. Kognitif

19
1) Dapat berfokus pada lebih dan satu aspek dan situasi
2) Dapat mempertimbangkan sejumlah alternatif dalam pemecahan
masalah
3) Dapat membelikan cara kerja dan melacak urutan kejadian
kembali sejak awal
4) Dapat memahami konsep dahulu, sekarang dan yang akan datang
d. Bahasa
1) Mengerti kebanyakan kata-kata abstrak
2) Memakai semua bagian pembicaraan termasuk kata sifat, kata
keterangan, kata penghubung dan kata depan
3) Menggunakan bahasa sebagai alat pertukaran verbal
4) Dapat memakai kalimat majemuk dan gabungan

STIMULASI DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK


Kemampuan dan tumbuh kembang anak perlu dirangsang oleh orang tua agar
anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan sesuai umurnya. Stimulasi
adalah perangsangan (penglihatan, bicara, pendengaran, perabaan) yang datang
dari lingkungan anak. Anak yang mendapat stimulasi yang terarah akan lebih cepat
berkembang dibandingkan anak yang kurang bahkan tidak mendapat stimulasi.
Stimulasi juga dapat berfungsi sebagai penguat yang bermanfaat bagi
Perkembangan anak.
Berbagai macam stimulasi seperti stimulasi visual (penglihatan), verbal (bicara),
auditif (pendengaran), taktil (sentuhan) dll dapat mengoptimalkan perkembangan
anak.
1. Pemberian stimulasi akan lebih efektif
apabila memperhatikan kebutuhankebutuhan
anak sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya. Pada tahap
perkembangan awal anak berada pada tahap sensori motorik. Pemberian stimulasi
visual pada ranjang bayi akan meningkatkan perhatian anak terhadap
lingkungannya,

20
bayi akan gembira dengan tertawa-tawa dan menggerak-gerakkan seluruh
tubuhnya.
Tetapi bila rangsangan itu terlalu banyak, reaksi dapat seba;liknya yaitu perhatian
anak akan berkurang dan anak akan menangis.
Pada tahun-tahun pertama anak belajar mendengarkan. Stimulus verbal pada
periode ini sangat penting untuk perkembangan bahasa anak pada tahun pertama
kehidupannya. Kualitas dan kuantitas vokal seorang anak dapat bertambah dengan
stimulasi verbal dan anak akan belajar menirukan kata-kata yang didengarnya.
Tetapi bila simulasi auditif terlalu banyak (lingkungan ribut) anak akan mengalami
kesukaran dalam membedakan berbagai macam suara.
Stimulasi visual dan verbal pada permulaan perkembangan anak merupakan
stimulasi awal yang penting, karena dapat menimbulkan sifat-sifat ekspresif
misalnya mengangkat alis, membuka mulut dan mata seperti ekspresi keheranan,
dll. Selain itu anak juga memerlukan stimulasi taktil, kurangnya stimulasi taktil
dapat menimbulkan penyimpangan perilaku sosial, emosional dan motorik.
Perhatian dan kasih sayang juga merupakan stimulasi yang diperlukan anak,
misalnya dengan bercakap-cakap, membelai, mencium, bermain dll.. Stimulasi ini
akan menimbulkan rasa aman dan rasa percaya diri pada anak, sehingga anak akan
lebih responsif terhadap lingkungannya dan lebih berkembang.
Pada anak yang lebih besar yang sudah mampu berjalan dan berbicara, akan
senang melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap lingkungannya. Motif ini
dapat diperkuat atau diperlemah oleh lingkungannya melalui sejumlah rekasi yang
diberikan terhapap perilaku anak tersebut. Misalnya anak akan belajar untuk
mengetahui perilaku mana yang membuat ibu senang/mendapat pujian dari ibu,
dan perilaku mana yang mendapat marah dari ibu. Anak yang dibesarkan dalam
lingkungan yang responsive akan memperlihatkan perilaku eksploratif yang tinggi.
Stimulasi verbal juga dibutuhkan pada tahap perkembangan ini. Dengan
penguasaan bahasa, anak akan
2. mengembangkan ide-idenya melalui pertanyaan-pertanyaan, yang
selanjutnya akan mempengaruhi perkembangan kognitifnya (kecerdasan).

21
Pada masa sekolah, perhatian anak mulai keluar dari lingkungan keluarganya,
perhatian mulai teralih ke teman sebayanya. Akan sangat menguntungkan apabila
anak mempunyai banyak kesempatan untuk bersosialisasi dengan lingkungannya.
Melalui sosialisasi anak akan memperoleh lebih banyak stimulasi sosial yang
bermanfaat bagi perkembangan sosial anak.
Pada saat ini di Indonesia telah dikembangkan program untuk anak-anak
prasekolah yang bertujuan untuk menstimulasi perkembangan anak sedini
mungkin, dengan menggunakan APE (alat permainan edukatif). APE adalah alat
permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak disesuaikan dengan
usianya dan tingkat perkembangannya, serta berguna untuk pengembangan aspek
fisik (kegiatan-kegiatan yang menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik
anak), aspek bahasa (dengan melatih berbicara, menggunakan kalimat yang benar),
aspek kecerdasan (dengan pengenalan suara, ukuran, bentuk, warna dll.), dan
aspek sosial (khususnya dalamMhubungannya dengan interaksi antara ibu dan
anak, keluarga, dan masyarakat). Bermain, mengajak anak berbicara, dan kasih
sayang adalah makanan yang penting untuk perkembangan anak, seperti halnya
kebutuhan makan untuk pertumbuhan badan. Bermain bagi anak tidak sekedar
mengisi waktu luang saja, tetapi melalui bermain anak belajar mengendalikan dan
mengkoordinasikan otot-ototnya,melibatkan persaan, emosi, dan pikirannya.
Sehingga dengan bermain anak mendapat berbagai pengalaman hidup, selain itu
bila dikakukan bersama orang tuanya hubungan orang tua dan anak menjadi
semakin akrab dan orang tua juga akan segera mengetahui kalau terdapat
gangguan perkembangan anak secara dini.
Buku bacaan anak juga penting karena akan menambah kemampuan
berbahasa, berkomunikasi, serta menambah wawasan terhadap lingkungannya.
Untuk perkembangan motorik serta pertumbuhan otot-otot tubuh diperlukan
stimulasi yang terarah dengan bermain, latihan-latihan atau olah raga. Anak perlu
diperkenalkan dengan olah raga sedini mungkin, misalnya melempar/menangkap
bola, melompat, main tali, naik sepeda dll).
3. Seorang ahli mengatakan bahwa prioritas untuk anak adalah makanan,

22
perawatan kesehatan, dan bermain. Makanan yang baik, pertumbuhan yang
adekuat, dan kesehatan yang terpelihara adalah penting, tetapi perkembangan
intelektual juga diperlukan. Bermain merupakan sekolah yang berharga bagi
anak sehingga perkembangan intelektualnya optimal.
Di bawah ini ada beberapa contoh alat permainan balita dan perkembangan
yang distimuli:
1. Pertumbuhan fisisk/motorik kasar:
Sepeda roda tiga/dua, bola, mainan yang ditarik atau didorong
2. Motorik halus:
Gunting, pensil, bola, balok, lilin.
3. Kecerdasan/kognitif:
Buku bergambar, buku cerita, puzzle, lego, boneka, pensil warna, radio.
4. Bahasa:
Buku bergambar, buku cerita, majalah, radio tape, TV
5. Menolong diri sendiri:
Gelas/piring plastik, sendok, baju, sepatu, kaos kaki
6. Tingkah laku social:
Alat permainan yang dapat dipakai bersama, misalnya congklak, kotak pasir,
bola, tali.

2.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan


anak
Proses pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak selamanya berjalan
sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor yang
mempengaruhinya, baik faktor yang dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor
keturunan, maupun faktor yang tidak dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor
lingkungan. Apabila ada faktor lingkungan yang menyebabkan gangguan
terhadap proses tumbuh kembang anak, maka faktor tersebut perlu diubah
(dimodifikasi).

23
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak tersebut adalah sebagai berikut:

faktor keturunan (herediter):


a. seks
kecepatan pertumbuhan dan perkembangan pada seorang anak wanita
berbeda dengan anak laki-laki
b. ras
anak keturunan bangsa Eropa lebih tinggi dan besar dibandingkan dengan
anak keturunan bangsa Asia.
faktor lingkungan
a. lingkungan eksternal :
1. kebudayaan
kebudayaan suatu daerah akan mempengaruhi kepercayaan adat
kebiasaan dan tingkah laku dalam merawat dan mendidik anak.
2. status sosial ekonomi keluarga
keadaan sosial ekonomi keluarga dapat mempengaruhi pola asuhan
terhadap anak. Misalnya orang tua yang mempunyai pendidikan cukup
mudah menerima dan menerapkan ide-ide utuk pemberian asuhan
terhadap anak
3. nutrisi
untuk tumbuh kembang, anak memerlukan nutrisi yang adekuat yang
didapat dari makan yang bergizi. Kekurangan nutrisi dapat diakibatkan
karena pemasukan nutrisi yang kurang baik kualitas maupun kuantitas,
aktivitas fisik yang terlalu aktif, penyakit-penyakit fisik yang
menyebabkan nafsu makan berkurang, gangguan absorpsi usus serata
keadaan emosi yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan.
4. penyimpangan dari keadaan normal
disebabkan karena adanya penyakit atau kecelakaan yang dapat

24
menggangu proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
5. olahraga
olahraga dapat meningkatkan sirkulasi, aktivitas fisiologi, dan
menstimulasi terhadap perkembangan otot-otot.
6. urutan anak dalam keluarganya
kelahiran anak pertama menjadi pusat perhatian keluarga, sehingga
semua kebutuhan terpenuhi baik fisik, ekonomi, maupun sosial.
b. lingkungan internal:
1. intelegensi
pada umumnya anak yang mempunyai intelegensi tinggi,
perkembangannya akan lebih baik jika dibandingkan dengan yang
mempunyai intelegensi kurang.
2. hormon
ada tiga hormon yang mempengaruhi pertumbuhan anak yaitu:
somatotropin, hormon yang mempengaruhi jumlah sel untuk
merangsang sel otak pada masa pertumbuhan, berkuragnya hormon ini
dapat menyebabkan gigantisme; hormon tiroid, mempengaruhi
pertumbuhan, kurangnya hormon ini apat menyebabkan kreatinisme;
hormon gonadotropin, merangsang testosteron dan merangsang
perkembangan seks laki-laki dan memproduksi spermatozoa.
Sedangkan estrogen merangsang perkembangan seks sekunder
wanitadan produksi sel telur.kekurangan hormon gonadotropin ini
dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan seks.
3. emosi
hubungan yang hangat dengan ornag lain seperti ayah, ibu, saudara,
teman sebaya serta guru akan memberi pengaruh pada perkembangan
emosi, sosial dan intelektual anak. Pada saat anakberinteraksi dengan
keluarga maka kan mempengaruhi interaksi anak di luar rumah.
Apabila kebutuhan emosi anak tidak dapat terpenuhi

25
Pelayanan Kesehatan Yang ada di sekitar Lingkungan
Dengan adanya pelayanan kesehatan disekitar lingkungan anak dapat
mempengaruhi tunbuh kembang anak, karena dengan anak diharapkan
dapat terkontrol perkembangannya dan jika ada masalah dapat segera
diketahui sedini mungkin serta dapat dipecahkan / dicari jalan keluarnya
dengan cepat.

2.5 Kebutuhan Dasar Anak untuk Tumbuh Kembang

Tumbuh dan kembang seorang anak secara optimal dipengaruhi oleh hasil
interaksi antara faktor genetis, herediter dan konstitusi dengan faktor
lingkungan. Agar faktor lingkungan memberikan pengaruh yang positif bagi
tumbuh kembang anak, maka diperlukan pemenuhan atas kebutuhan dasar
tertentu. Kebutuhan dasar ini dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu asuh,
asih dan asah.
1) Asuh (kebutuhan fisik-biomedis)
Pertama, nutrisi yang mencukupi dan seimbang.
Pemberian nutrisi yang mencukupi pada anak harus sudah dimulai
sejak dalam kandungan, yaitu dengan pemberian nutrisi yang cukup
memadai pada ibu hamil. Setelah lahir, harus diupayakan pemberian
ASI secara eksklusif, yaitu anak hanya diberikan ASI saja sampai
berumur 4-6 bulan. Sejak berumur enam bulan, sudah waktunya anak
diberikan makanan tambahan atau makanan pendamping
ASI. Pemberian makanan tambahan ini penting untuk melatih
kebiasaan makan yang baik dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
yang mulai meningkat pada masa bayi dan prasekolah, karena pada
masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi adalah sangat
pesat, terutama pertumbuhan otak.
Kedua, perawatan kesehatan dasar.
Untuk mencapai keadaan kesehatan anak yang optimal diperlukan

26
beberapa upaya, misalnya imunisasi, kontrol ke Puskesmas/Posyandu
secara berkala atau diperiksakan segera ke dokter apabila anak
sakit. Dengan upaya tersebut, keadaan kesehatan anak dapat dipantau
secara dini, sehingga bila ada kelainan maka anak segera mendapatkan
penanganan yang benar.
Ketiga, pakaian.
Anak perlu mendapatkan pakaian yang bersih dan nyaman
dipakai. Karena aktivitas anak lebih banyak, hendaknya pakaian
terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat.
Keempat, perumahan.
Dengan memberikan tempat tinggal yang layak maka hal tersebut akan
membantu anak untuk bertumbuh kembang secara optimal. Tempat
tinggal yang layak tidak berarti rumah yang berukuran besar, tetapi
bagaimana upaya orang tua untuk mengatur rumah menjadi sehat,
cukup ventilasi serta terjaga kebersihan dan kerapiannya, tanpa
memperdulikan berapapun ukurannya.
Kelima, higienis diri dan lingkungan.
Kebersihan badan dan lingkungan yang terjaga berarti sudah
mengurangi risiko tertularnya berbagai penyakit. Selain itu,
lingkungan yang bersih akan memberikan kesempatan kepada anak
untuk melakukan aktivitas bermain secara aman.
Keenam, kesegaran jasmani (olahraga dan rekreasi).
Aktivitas olahraga dan rekreasi digunakan untuk melatih kekuatan
otot-otot tubuh dan membuang sisa metabolisme. Selain itu juga
membantu meningkatkan motorik anak dan aspek perkembangan
lainnya. Aktivitas olahraga dan rekreasi bagi anak merupakan
aktivitas bermain yang menyenangkan.
2) Asih (kebutuhan emosi dan kasih sayang)
Pemenuhan kebutuhan emosi dan kasih sayang dapat dimulai sedini
mungkin. Bahkan sejak anak berada dalam kandungan, perlu

27
diupayakan kontak psikologis antara ibu dan anak, misalnya dengan
mengajak berbicara atau mengelusnya. Setelah lahir, upaya tersebut
dapat dilakukan dengan mendekapkan bayi ke dada ibu segera setelah
lahir. Ikatan emosi dan kasih sayang yang erat antara ibu/orang tua
dengan anak sangatlah penting karena berguna untuk menentukan
perilaku anak dikemudian hari, merangsang perkembangan otak anak
serta merangsang perhatian anak tehadap dunia luar. Oleh karena itu,
kebutuhan asih ini meliputi :
Pertama, kasih sayang orang tua.
Orang tua yang harmonis akan mendidik dan membimbing anak
dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang tidak berarti memanjakan
atau tidak pernah memarahi, tetapi bagaimana orang tua menciptakan
hubungan yang hangat dengan anak sehingga anak merasa aman dan
senang.
Kedua, rasa aman.
Adanya interaksi yang harmonis antara orang tua dan anak akan
memberikan rasa aman bagi anak untuk melakukan aktivitas sehari-
harinya.
Ketiga, harga diri.
Setiap anak ingin diakui keberadaan dan keinginannya. Apabila anak
diacuhkan, maka hal ini dapat menyebabkan frustasi pada anak.
Keempat, dukungan atau dorongan.
Dalam melakukan aktivitas, anak perlu memperoleh dukungan dari
lingkungannya. Apabila orang tua sering melarang aktivitas yang
dilakukan, maka hal tersebut dapat menyebabkan anak merasa ragu-
ragu dalam melakukan setiap aktivitasnya. Selain itu, orang tua perlu
memberikan dukungan agar anak dapat mengatasi stressor atau
masalah yang dihadapi.
Kelima, mandiri.
Agar anak menjadi pribadi yang mandiri, maka sejak awal anak harus

28
dilatih untuk tidak selalu tergantung pada lingkungannya. Dalam
melatih anak untuk mandiri tentunya harus menyesuaikan dengan
kemampuan dan perkembangan anak.
Keenam, rasa memiliki.
Anak perlu dilatih untuk mempunyai rasa memiliki terhadap barang-
barang yang dimilikinya, sehingga anak tersebut mempunyai rasa
tanggung jawab untuk memelihara barang-barangnya.
Ketujuh, kebutuhan akan sukses, mendapatkan kesempatan dan
pengalaman.
Anak perlu diberikan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan
kemampuan dan sifat-sifat bawaannya. Tidak pada tempatnya jika
orang tua memaksakan keinginannya untuk dilakukan oleh anak tanpa
memperhatikan kemauan anak.
3) Asah (kebutuhan stimulasi)
Stimulasi adalah adanya perangsangan dari lingkungan luar anak, yang
berupa latihan atau bermain. Stimulasi merupakan kebutuhan yang
sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak
yang banyak mendapatkan stimulasi yang terarah akan cepat
berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang mendapatkan
stimulasi.
Pemberian stimulasi ini sudah dapat dilakukan sejak masa kehamilan,
dan juga setelah lahir dengan cara menyusui anak sedini
mungkin. Asah merupakan kebutuhan untuk perkembangan mental
psikososial anak yang dapat dilakukan dengan pendidikan dan
pelatihan.

2.6 Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi dan Balita


Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran
atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran
berat, panjang, umur tulang dan keseimbangan tulang.

29
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi
tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai
hasil dari proses pematangan.
David Morloy merupakan pelopor yang menggunakan kartu pertumbuhan anak
yang disebut "road to health card" pada tahun 1975 di des Imesi, Nigeria.
Kartu tersebut disebut dengan KMS (Kartu Menuju Sehat) yang merupakan
alat penting untuk memantau tumbuh kembang anak.
Menurut Mortey, pada KMS terdapat 4 patokan sederhana perkembangan
psikomotorik, sehingga ibu dapat mengetahui tingkat perkembangan anaknya.
Kemampuan duduk (5-9 bulan)
Berjalan 10 langkah tanpa bantuan (9-18 bulan)
Mengucapkan sepatah kata (10-12 bulan)
Kemampuan berbahasa beberapa kata (18 bulan-3 tahun)

Tujuan pemantauanfisik anakadalah:


a. Agar pertumbuhan mudah diamati
b. Menciptakan kebutuhan akan rasa ingin tahu terhadap kebutuhan anak
c. Meningkatkan pertumbuhan yang layak untuk pertumbuhan anak
d. Melukiskan setiap kejadian yang kurang menguntungkan anak
e. Menemukan seawal mungkin gejala-gejala gangguan pertumbuhan
f. Merupakan sarana untuk memberikan penyuluhan kepada ibu:
Gizi/makanan bayi dan anak
Tumbuh kembang anak
Kesehatan anak
Imunisasi
Keluarga Berencana
Pencegahan : deflsiensi vitamin A, dehidrasi akibat diare,
sanitasi lingkungan, dll

30
Tumbuh kembang anak diperiksa diperiksa berdasarkan umur. Yang
diperhatikan adalah aktifitas motor anak, bahasa dan adaptasi
lingkungannya. Tumbuh kembang anak normal sebagi berikut:
1) Umur satu bulan
Refleks moro dapat menghisap, menggenggam positif
Bila ditelungkupkan bayi berusaha mengangkat kepala dan kaki bergerak
seperti mau merangkak
Dalam posisi duduk, punggung bungkuk, kepala tegak sesaat Bayi
kebanyakan tidur
Bayi diam bila ada suara terkejut bila mendengar bunyi suara vokal
(bila menangis)
Mata bayi mengikuti objek yang tergantung dibenang yang
digoyangkan ke kiri dan ke kanan
2) Umur dua bulan
Menendang-nendang dan gerak tangan yang energik
Kepala bergoyang bila dalam posisi duduk
Bila telungkup, kepala tegak, membentuk sudut 45 0
Tangan dihisap sendiri dan selalu terbuka
Mengeluarkan satu suara vokal seperti a-e-u
Kepala dan mata mengarah ke suara
Mengikuti objek yang bergoyang
Gerak ekspresi berjaga-jaga
Senyum bila diajak bicara lembut
3) Umur tiga bulan
Telungkup, kepala tegak 900
Refleks moro dan menggenggam mulai tidak nampak
Berguling (3 4 bulan)
Ketawa kecil, memekik
Respon terhadap musik

31
Bersuara a-a, la-la, oo-oo
Berusaha menggapai objek tapi tidak tepat
Memegang benda dengan erat bila diletakkan di atas tangannya dan
menarik baju
Mengikuti objek ke samping (1800)
Memperhatikan orang dan mainan
Senyum spontan
4) Umur empat bulan
Dapat duduk dengan bantuan dan berpaling ke arah bunyian
Mengangkat kepala sewaktu tengkurap, untuk berupaya duduk
Kaki menendang-nendang bila didirikan
Tertawa keras (4-5 bulan)
Mengucapkan : seperti m-p-b
Mengulang suara yang didengar
Memegang giring-giring
Memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lain
Menarik baju ke muka sendiri
Senyum spontan ke orang yang dilihat
5) Umur lima bulan
Berguling dari satu sisi ke sisi lain
Beringsut dari belakang ke depan
Tegak bila diangkat dan berpegang bila duduk
Berdiri bila di bantu
Mengenal suara yang sering di dengar
Berhenti menangis bila mendengar nyanyian
Memegang benda yang disenangi dan menggapai mainan dengan dua
tangan
Senyum pada bayangan kaca
Memalingkan kepala ke arah suara

32
Senang bermain dengan orang lain
6) Umur enam bulan
Tengkurap : Mengangkat kepala spontan
Duduk dengan bantuan
Beringsut mundur (6-7 bulan)
Memegang kaki dan bermain dengan jari kaki
Memegang benda kecil (kubus) dengan telapak
Bersuara bila melihat kaca
Mengucapkan empat jenis bunyi
Melokalisasi sumber suara
Memasukkan benda kecil ke mulut
Curiga terhadap orang atau suara asing
Memberi perhatian pada orang atau objek
Mempertahankan perhatian bila diambil
Mengangkat tangan bila mau diambil
7) Umur delapan bulan
Duduk sendiri (6-8 bulan)
Mulai melangkah dan mencoba merangkak
Bergerak maju mengambil objek
Bersuara seperti a-la, a-ba, oo-oo, a-ma, ma-ma, pa-pa (8-10 bulan)
Mendengar orang bercakap-cakap dan berterlak untuk menarik perhatian
(8-10 bulan)
Bergerak mengambil mainan di luar jangkauan
Membunyikan lonceng
Minum dan cangkir
Bermain ci-luk-ba
Memperhatikan bayangan di kaca
Bermain kertas
Makan biskuit sendiri

33
8) Umur sepuluh bulan
Duduk mandiri
Berdiri dengan pegangan, merangkak, dan berjalan dengan pegangan
Dapat berputar bila diletakkan di atas lantai
Menggelengkan kepala manyatakan tidak
Melambaikan tangan untuk ucapan selamat (tinggal atau jalan)
Memberi respon terhadap panggilan nama sendiri
Menyuarakan beberapa ucapan (10-12 bulan)
Bermain tepuk tangan
9) Umur dua belas bulan
Berdiri sendiri dan berjalan, dengan bantuan atau tangan yang dipegang
orang lain
Berputar dalam posisi duduk
Menggenggam 2 benda kecil di dalam satu tangan
Mengucapkan kata dengan arti yang spesiik seperti "mama" untuk Ibu
Berbicara kepada mainan
Mengoceh bila sendiri
Mematuhi perintah yang sederhana seperti "Beri saya cangkir itu"
Ikut membantu sendiri bila dipasangkan pakaiannya
Bermain dengan cangkir atau sendok
Menunjukkan sesuatu dengan jari telunjuk
Mencoba mengambil benda kecil dan dalam kotak
Memasukkan benda kecil ke mulut
Memegang cangkir untuk minum
Memperhatikan tulisan
10) Umur lima belas bulan
Berdiri sendiri dan memanjat
Berlutut di lantai atau di kursi
Berjalan dengan keseimbangan badan yang baik

34
Berbicara dengan 4-5 kata
Menunjukkan keinginan sesuatu dengan bicara
Tahu namanya sendiri
Mengangkat cangkir untuk minuman
Minum dengan sendok
Menunjukkan atau membori mainan kepada seseorang
Membanu membuka pakaiannya sendiri
Memasukkan benda kecil ke dalam botol tanpa demonstrasi
Senang mendorong mainan beroda
11) Umur 18 bulan
Berlari dan naik tangga dengan pegangan satu tangan
Berjalan mundur dan mengangkat kursi Melempar bola
Mengucapkan angka 1-10 (18-21 bulan)
Menunjukkan sekurang-kurangnya satu bagian tubuh yang ditanyakan
Dapat menyebutkan "halo"
Menunjukkan benda yang ditawarkan seperti cangkir, sendok, mobil,
kursi
Membalikkan halaman buku
Membawa atau memeluk boneka
Mencoret-coret
12) Umur 21 bulan
Berlari dan naik turun tangga dengan pegangan
Naik tangga sendiri
Menendang bola
Bercakap dengan mengucapkan 15-20 kata
Mampu mengkombinasikan dua atau tiga kata
Minta makan atau minum
Memberi bola pada orang lain (ibunya), meletakkan bola ke tempat
yang lain

35
Menunjukkan 3-4 bagian tubuh yang ditanyakan
Membantu kegiatan rumah yang sederhana (21-24 bulan)
Memindahkan pakaian dengan baik
Menarik orang lain untuk menunjukkan sesuatu
13) Umur 24 bulan
Berlari tanpa jatuh
Mengucapkan sekurang-kurang satu kalimat atau ungkapan 4-5
ungkapan
Dapat mengucapkan kembali 5-6 suara konsunan (yang terpilih : m-p-b-
h-w)
Menujukkan 4 bagian tubuh yang di tanyakan
Menyebutkan benda diatas meja bila di tanyakan
Menyebutkan nama sendiri
Melempar bola ke dalam kotak
Mengambarkan garis vertikal setelah di tunjukan
14) Umur 2,5 tahun
Melompat dan mencoba berdiri dengan satu kaki
Memegang pensil dengan jari
Mencoba jalan berjingkrak
Menyebut nama benda sehari-hari
Menjawab pertanyaan sederhana sepert "apa ini"?
Mendorong mainan yang terarah
Menolong membuang sesuatu
Memakai pakaian
Membasuh dan mengeringkan tangan
Makan dengan sendok
Mengambar garis horizontal yang dipertunjukan
Berupaya mengambar lingkaran yang ditunjukan
15) Umur 3 tahun

36
Berdiri satu kaki sekurang-kurangnya satu detik
Melompat dari anak tangga paling bawah
Dapat melepaskan dua kancing baju
Menaiki sepada roda tiga
Mengucapkan kalimat dengan enam kata seperti "saya punya ibu, bapak
dan kakak"
Menyebutkan tiga atau lebih nama objek di dalarn gambar atau foto
Membedakan laki-laki dan perempuan
Menyebutkan nama lengkap
Menjawab pertanyaan dengan tepat
Mengenal sekurang-kurangnya satu warna
Dapat menjawab pertanyaan sekurang-kurangnya dengan tiga kata
dalam satu kalimat
Menguasai 750-1000 kata ( 3-3,5 tahun)
Memahami giliran
Menyalin gambar lingkaran
Berpakaian dengan pengawasan
Berbisik
Makan sendiri dengan baik

16) Umur 4 tahun


Berdiri satu kaki lebih kurang 5 detik
Melompal sekurang-kurangnya 2 kali dengan satu kaki
Dapat mengancingkan baju dan mengikat sepatu
Mengulang 10 kata tanpa salah
Menghitung tiga objek, dan menunjukannya dengan benar
Memahami misalnya : "apa yang diperbuat bila lapar mengantuk dan
kedinginan ?"

37
Kalimat spontan, pengucapannya 4 sampai 5 kata Suka mengajukan
pertanyaan
Memahami kata seperti di atas, di bawah, di belakang, dan sebagainya
(letakan benda ini diatas benda)
Dapat menunjukan 3-4 warna
Berbicara dengan komunikasi yang efektif
Mencontoh lukisan/gambar Bermain bersama dengan anak-anak lain
Memakai dan membuka pakaian sendiri
Mengosok gigi dan membasuh muka
Ke toilet sendiri
17) Umur 5 tahun
Berdiri 1 kaki 8-10 detik
Melompat, menggunakan kaki bergantian
Menangkap dengan tangan, bola yang dilempar dengan 2-3 kali
percobaan
Mengetahui umur sendiri Mengenal 4 macam warna
Menyebutkan fungsi benda sehari-hari seperti sendok, pensil dan
sebagainya
Menyebutkan jenis benda
Menanyakan arti sesuatu kata
Hanya sedikit salah mengucapkan kata
Mengambar manusia sekurang-kurangnya menunjukan 6 bagian tuhuh
Membawa mainan dengan mainan kereta
Bermain dengan pensil berwarna
Bermain dalam kelompok

38
2.6 SDIDDTK, KPSP, KMS

A. Pengertian SDIDTK.
SDIDTK adalah pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan
berkualitas melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini
penyimpangan tumbuh kembang pada masa 5tahun pertama kehidupan .
Diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara : keluarga, masyarakat dengan
tenaga professional (kesehatan, pendidikan dan sosial).
Indikator keberhasilan program SDIDTK adalah 90% balita dan anak
prasekolah terjangkau oleh kegiatan SDIDTK pada tahun 2010.
Tujuan agar semua balita umur 05 tahun dan anak prasekolah umur 5-6 tahun
tumbuh dan berkembang secara optimal.

B. Kegiatan SDIDTK yang meliputi:


Stimulasi dini yang memadai, yaitu merangsang otak balita agar
perkembangan kemampuan gerak, bicara, bahasa, sosialisasi dan kemandirian
anak berlangsung secara optimal sesuai usia anak.
Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan, yaitu melakukan
skrining atau mendeteksi sejak dini terhadap kemungkinan adanya
penyimpangan tumbuh kembang anak balita.
Intervensi dini, yaitu melakukan koreksi dengan memanfaatkan plastisitas
otak anak untuk memperbaiki bila ada penyimpangan tumbuh kembang dengan
tujuan agar pertumbuhan dan perkembangan anak kembali kejalur normal dan
penyimpangannya tidak menjadi lebih berat.
Rujukan dini, yaitu merujuk/membawa anak ke fasilitas kesehatan bila
masalah penyimpangan tumbuh kembang tidak dapat diatasi meskipun sudah
dilakukan intervensi dini.

39
C. Umur anak dalam pendeteksian (SDIDTK)
Tidak semua umur anak bisa dilakukan pendeteksian. Anak bisa dideteksi
ketika menginjak umur 0 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, 15 bulan,
18 bulan, 21 bulan, 24 bulan, 30 bulan, 36 bulan, 42 bulan, 48 bulan, 54 bulan,
60 bulan, 66 bulan, dan 72 bulan. Usia ini adalah standar usia yang telah
ditetapkan.
Jadwal atau waktu pendeteksian anak yaitu :
Anak umur 0 1 tahun = 1 bulan sekali
Anak umur > 1 3 tahun = 3 bulan sekali
Anak umur > 3 6 tahun = 6 bulan sekali
Jika umur si anak belum menginjak usia standar pemeriksaan maka jangan
dilakukan pendeteksian, namun tunggu si anak mencapai usia yang ditentukan.
Misal jika si anak lahir tanggal 12 Agustus 2009, maka waktu yang tepat untuk
pendeteksiannya adalah :
Hitung umur si anak saat ini, dalam contoh anak lahir tanggal 12 Agustus
2009 maka saat ini (12 Juni 2013) usia si anak adalah 46 bulan. Dalam standar
usia pendeteksian, 46 bulan tidak termasuk standar usia pendeteksian,
sedangkan menurut standar usia adalah 48 bulan. Maka si anak baru bisa di
deteksi 2 bulan kedepan atau 60 hari kedepan yaitu pada tanggal 11 atau 12
Agustus 2013.
Satu bulan dihitung 30 hari.
Toleransi kelebihan usia anak pada saat pendeteksian dari usia standar adalah
29 hari kedepan.

Stimulasi Dini Tumbuh Kembang Anak


Stimulasi dini adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak usia 0-6
tahun agar anak mencapai tumbuh kembang yang optimal sesuai potensi yang
dimilikinya. Anak usia 0-6 tahun perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini
mungkin dan terus-menerus pada setiap kesempatan. Kurangnya stimulasi dapat

40
menyebabkan penyimpangan tumbuh-kembang yang bahkan dapat
menyebabkan gangguan yang menetap. Stimulasi kepada anak hendaknya
bervariasi dan ditujukan terhadap kemampuan dasar anak yaitu: kemampuan
gerak kasar, kemampuan gerak halus, kemampuan bicara dan bahasa,
kemampuan sosialisasi dan kemandirian, kemampuan kognitif, kreatifitas dan
moral-spiritual.

Yang melakukan stimulasi ke anak :


Stimulasi perlu dilakukan menurut aturan yang benar seperti anjuran para ahli,
stimulasi yang salah dapat menyebabkan pembentukan anak yang menyimpang.
Oleh karena itu stimulasi sebaiknya dilakukan oleh orang-orang terdekat
dengan anak yang telah mendapat pengertian tentang cara memberi stimulasi
yang benar, misal: ayah, ibu, pengasuh, anggota keluarga lain, petugas
kesehatan dan kelompok masyarakat tertentu, misal kader kesehatan atau kader
pendidikan.

Prinsip-prinsip dasar dalam menstimulasi anak


Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa prinsip dasar
yang perlu diperhatikan para pendidik, pengasuh dan orang tua, yaitu:
1. Stimulasi dilakukan dengan cara-cara yang benar sesuai petunjuk tenaga
kesehatan yang menangani bidang tumbuh kembang anak.
2. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang terhadap
anak.
3. Selalu menunjukkan perilaku yang baik karena anak cenderung meniru
tingkah laku orang-orang terdekat dengannya.
4. Berikan stimulasi sesuai kelompok umur anak.
5. Dunia anak dunia bermain, oleh karena itu lakukanlah stimulasi dengan cara
mengajak anak bermain, bernyanyi dan variasi lain yang menyenangkan, tanpa
paksaan dan hukuman.
6. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak.

41
7. Menggunakan alat bantu/alat permainan yang sederhana, aman dan ada
disekitar kita.
8. Anak laki-laki dan perempuan diberikan kesempatan yang sama.
Jenis Skrining / Deteksi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang
Jenis kegiatan deteksi atau disebut juga skrining, dalam SDIDTK adalah
sebagai berikut :
1. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dengan cara mengukur Berat
Badan (BB), Tinggi Badan (TB) dan Lingkar Kepala (LK).
2. Deteksi dini penyimpangan perkembangan yaitu meliputi
Pendeteksian menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
Tes Daya Lihat (TDL)
Tes Daya Dengar (TDD)
3. Deteksi dini penyimpangan mental emosional yaitu menggunakan :
Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME)
Check List for Autism in Toddlers (CHAT) atau Cek lis Deteksi Dini Autis
Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)

Untuk lebih jelasnya hubungan antara umur anak dan jenis skrining/pendeteksian
dini dari penyimpangan tumbuh kembang dapat dilihat pada gambar berikut :

42
A. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
Formulir KPSP adalah alat/instrumen yang digunakan untuk mengetahui
perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.

Cara menggunakan KPSP :


Bila anak berusia diantaranya maka KPSP yang digunakan adalah yang lebih
kecil dari usia anak.
Contoh : bayi umur umur 7 bulan maka yang digunakan adalah KPSP 6
bulan. Bila anak ini kemudian sudah berumur 9 bulan yang diberikan adalah
KPSP 9 bulan.

Tentukan umur anak dengan menjadikannya dalam bulan.


Bila umur anak lebih dari 16 hari dibulatkan menjadi 1 bulan
Contoh : bayi umur 3 bulan 16 hari dibulatkan menjadi 4 bulan bila umur
bayi 3 bulan 15 hari dibulatkan menjadi 3 bulan.
Setelah menentukan umur anak pilih KPSP yang sesuai dengan umur anak.
KPSP terdiri dari 2 macam pertanyaan, yaitu :

43
1. Pertanyaan yang dijawab oleh ibu/pengasuh anak. Contoh : dapatkah
bayi makan kue sendiri?
2. Perintah kepada ibu/pengasuh anak atau petugas untuk melaksanakan
tugas yang tertulis pada KPSP. Contoh : pada posisi bayi anda
terlentang, tariklah bayi pada pergelangan tangannya secara perlahan-
lahan ke posisi duduk
Baca dulu dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang ada. Bila tidak jelas atau
ragu-ragu tanyakan lebih lanjut agar mengerti sebelum melaksanakan.
Pertanyaan dijawab berurutan satu persatu.
Setiap pertanyaan hanya mempunyai satu jawaban YA atau TIDAK.
Teliti kembali semua pertanyaan dan jawaban.

Interpretasi Hasil KPSP

Hitung jawaban Ya (bila dijawab bisa atau sering atau kadang-kadang)


Hitung jawabab Tidak (bila jawaban belum pernah atau tidak pernah)
Bila jawaban YA = 9-10, perkembangan anak sesuai dengan tahapan
perkembangan (S)
Bila jawaban YA = 7 atau 8, perkembangan anak meragukan (M)
Bila jawaban YA = 6 atau kurang, kemungkinan ada penyimpangan (P).
Rincilah jawaban TIDAK pada nomer berapa saja.

Untuk Anak dengan Perkembangan SESUAI (S)

Orangtua/pengasuh anak sudah mengasuh anak dengan baik.


Pola asuh anak selanjutnya terus lakukan sesuai dengan bagan stimulasi
sesuaikan dengan umur dan kesiapan anak.
Keterlibatan orangtua sangat baik dalam tiap kesempatan stimulasi. Tidak
usah mengambil momen khusus. Laksanakan stimulasi sebagai kegiatan
sehari-hari yang terarah.
Ikutkan anak setiap ada kegiatan Posyandu.

44
Untuk Anak dengan Perkembangan MERAGUKAN (M)

Konsultasikan nomer jawaban tidak, mintalah jenis stimulasi apa yang


diberikan lebih sering .
Lakukan stimulasi intensif selama 2 minggu untuk mengejar ketertinggalan
anak.
Bila anak sakit lakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter/dokter anak.
Tanyakan adakah penyakit pada anak tersebut yang menghambat
perkembangannya.
Lakukan KPSP ulang setelah 2 minggu menggunakan daftar KPSP yang sama
pada saat anak pertama dinilai.
Bila usia anak sudah berpindah golongan dan KPSP yang pertama sudah bisa
semua dilakukan. Lakukan lagi untuk KPSP yang sesuai umur anak.
Misalnya umur anak sekarang adalah 8 bulan 2 minggu, dan ia hanya bisa 7-8
YA. Lakukan stimulasi selama 2 minggu. Pada saat menilai KPSP kembali
gunakan dulu KPSP 6 bulan. Bila semua bisa, karena anak sudah berusia 9
bulan, bisa dilaksanakan KPSP 9 bulan.

Lakukan skrining rutin, pastikan anak tidak mengalami ketertinggalan lagi.


Bila setelah 2 minggu intensif stimulasi, jawaban masih (M) = 7-8 jawaban
YA. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau ke rumah sakit dengan
fasilitasklinik tumbuh kembang.

Kuesioner Praskrining untuk Bayi 3 bulan

1. Pada waktu bayi telentang, apakah masing-masing lengan dan tungkai


bergerak dengan mudah? Jawab TIDAK bila salah satu atau kedua tungkai
atau lengan bayi bergerak tak terarah/tak terkendali.
2. Pada waktu bayi telentang apakah ia melihat clan menatap wajah anda?

45
3. Apakah bayi dapat mengeluarkan suara-suara lain (ngoceh), disamping
menangis?
4. Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan
menggerakkan kepalanya dari kanan/kiri ke tengah?

5. Pada waktu bayi telentang, apakah. ia dapat mengikuti gerakan anda dengan
menggerakkan kepalanya dari satu sisi hampir sampai pada sisi yang

lain?
6. Pada waktu anda mengajak bayi berbicara dan tersenyum,apakah ia tersenyum
kembali kepada anda?
7. Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat
kepalanya seperti pada gambar

ini?
8. Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat
kepalanya sehingga membentuk sudut 45 seperti pada gambar

46
9. Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat

kepalanya dengan tegak seperti pada gambar?


10. Apakah bayi suka tertawa keras walau tidak digelitik atau diraba-raba?

Kuesioner Praskrining untuk Bayi 6 bulan

Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan
menggerakkan kepala sepenuhnya dari satu sisi ke sisi yang lain?

1. Dapatkah bayi mempertahankan posisi kepala dalam keadaan tegak dan


stabil? Jawab TIDAK bila kepala bayi cenderung jatuh ke kanan/kiri atau ke
dadanya
2. Sentuhkan pensil di punggung tangan atau ujung jari bayi. (jangan meletakkan
di atas telapak tangan bayi). Apakah bayi dapat menggenggam pensil itu
selama beberapa detik?

47
3. Ketika bayi telungkup di alas datar, apakah ia dapat mengangkat dada dengan
kedua lengannya sebagai penyangga seperti pada gambar ?

4. Pernahkah bayi mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik


tetapi bukan menangis?
5. Pernahkah bayi berbalik paling sedikit dua kali, dari telentang ke telungkup
atau sebaliknya?
6. Pernahkah anda melihat bayi tersenyurn ketika melihat mainan yang lucu,
gambar atau binatang peliharaan pada saat ia bermain sendiri?
7. Dapatkah bayi mengarahkan matanya pada benda kecil sebesar kacang, kismis
atau uang logam? Jawab TIDAK jika ia tidak dapat mengarahkan matanya.
8. Dapatkah bayi meraih mainan yang diletakkan agak jauh namun masih berada
dalam jangkauan tangannya?
9. Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik perlahan-lahan
ke posisi duduk. Dapatkah bayi mempertahankan lehernya secara kaku seperti
gambar di sebelah kiri ? Jawab TIDAK bila kepala bayi jatuh kembali seperti
gambar sebelah kanan.

48
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 9 bulan

1. Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik perlahan-lahan
ke posisi clucluk. Dapatkah bayi mempertahankan lehernya secara kaku
seperti gambar di sebelah kiri ? Jawab TIDAK bila kepala bayi jatuh kembali
seperti gambar sebelah kanan.

2. Pernahkah anda melihat bayi memindahkan mainan atau kue kering dari satu
tangan ke tangan yang lain? Benda?benda panjang seperti sendok atau
kerincingan bertangkai tidak ikut dinilai.
3. Tarik perhatian bayi dengan memperlihatkan selendang, sapu tangan atau
serbet, kemudian jatuhkan ke lantai. Apakah bayi mencoba mencarinya?
Misalnya mencari di bawah meja atau di belakang kursi?
4. Apakah bayi dapat memungut dua benda seperti mainan/kue kering, dan
masing-masing tangan memegang satu benda pada saat yang sama? Jawab
TIDAK bila bayi tidak pernah melakukan perbuatan ini.
5. Jika anda mengangkat bayi melalui ketiaknya ke posisi berdiri, dapatkah ia
menyangga sebagian berat badan dengan kedua kakinya? Jawab YA bila ia
mencoba berdiri dan sebagian berat badan tertumpu pada kedua kakinya.

49
6. Dapatkah bayi memungut dengan tangannya benda-benda kecil seperti kismis,
kacang?kacangan, potongan biskuit, dengan gerakan miring atau menggerapai
seperti gambar ?

7. Tanpa disangga oleh bantal, kursi atau dinding, dapatkah bayi duduk sendiri
selama 60 detik?

8. Apakah bayi dapat makan kue kering sendiri?


9. Pada waktu bayi bermain sendiri dan anda diam-diam datang berdiri di
belakangnya, apakah ia menengok ke belakang seperti mendengar kedatangan
anda? Suara keras tidak ikut dihitung. Jawab YA hanya jika anda melihat
reaksinya terhadap suara yang perlahan atau bisikan.
10. Letakkan suatu mainan yang dinginkannya di luar jangkauan bayi, apakah ia
mencoba mendapatkannya dengan mengulurkan lengan atau badannya?

Kuesioner Praskrining untuk Bayi 12 Bulan

1. Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu/di pojok, kemudian muncui dan


menghilang secara berulang-ulang di hadapan anak, apakah ia mencari anda
atau mengharapkan anda muncul kembali?

50
2. Letakkan pensil di telapak tangan bayi. Coba ambil pensil tersebut dengan
perlahan-lahan. Sulitkah anda mendapatkan pensil itu kembali?
3. Apakah anak dapat berdiri selama 30 detik atau lebih dengan berpegangan
pada kursi/meja?
4. Apakah anak dapat mengatakan 2 suku kata yang sama, misalnya: ma-ma,
da-da atau pa-pa. Jawab YA bila ia mengeluarkan salahsatu suara tadi.
5. Apakah anak dapat mengangkat badannya ke posisi berdiri tanpa bantuan
anda?
6. Apakah anak dapat membedakan anda dengan orang yang belum ia kenal? la
akan menunjukkan sikap malu-malu atau ragu-ragu pada saat permulaan
bertemu dengan orang yang belum dikenalnya.
7. Apakah anak dapat mengambil Benda kecil seperti kacang atau kismis,
dengan meremas di antara ibu jari dan jarinya seperti pada gambar?

8. Apakah anak dapat duduk sendiri tanpa bantuan?


9. Sebut 2-3 kata yang dapat ditiru oleh anak (tidak perlu kata-kata yang
lengkap). Apakah ia mencoba meniru menyebutkan kata-kata tadi ?
10. Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia
pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup panel tidak ikut dinilai.

Kuesioner Praskrining untuk 15 bulan

1. Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia
pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup, panci tidak ikut dinilai
2. Apakah anak dapat jalan sendiri atau jalan dengan berpegangan?

51
3. Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau melambai-lambai?
Jawab TIDAK bila ia membutuh kemandirian kaq bantuan.
4. Apakah anak dapat mengatakan papa ketika ia memanggil/melihat ayahnya,
atau mengatakan mama jika memanggil/melihat ibunya? Jawab YA bila
anak mengatakan salah satu diantaranya.
5. Dapatkah anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik?
6. Dapatkan anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih?
7. Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk
untuk memungut mainan di lantai dan kemudian berdiri kembali?
8. Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis
atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan
suara yang menyenangkan
9. Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-
huyung?
10. Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau
potongan biskuit dengan menggunakan ibu seperti pada gambar ini

Kuesioner Praskrining untuk Anak 18 bulan

1. Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau melambai-lambai?


Jawab TIDAK bila ia membutuhkan bantuan.

52
2. Apakah anak dapat mengatakan papa ketika ia memanggil/melihat ayahnya,
atau mengatakan mama jika memanggil/melihat ibunya?
3. Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5
detik?
4. Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau
lebih?
5. Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk
untuk memungut mainan di lantai clan kemudian berdiri kembali?
6. Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis
atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan
suara yang menyenangkan.
7. Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-
huyung?
8. Apakah anak anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau
potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti pada
gambar ?

9. Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia


menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?
10. Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas dan minum dari tempat
tersebut tanpa tumpah?

Kuesioner Praskrining untuk Anak 21 bulan

1. Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk


untuk memungut mainan di lantai dan kemudian berdiri kembali?

53
2. Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis
atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan
suara yang menyenangkan.
3. Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-
huyung?
4. Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau
potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari clan jari telunjuk seperti pada
gambar ?

5. Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia


menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?
6. Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas clan minum dari tempat
tersebut tanpa tumpah?
7. Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa
yang anda lakukan?
8. Apakah anak dapat meletakkan satu kubus di atas Gerak halus Ya Tida kubus
yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5-
5.0 cm
9. Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti
selain papa dan mama?.
10. Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa kehilangan
keseimbangan? (Anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik
mainannya)

54
Kuesioner Praskrining untuk Anak 24 bulan

1. Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa
yang anda lakukan?
2. Apakah anak dapat meletakkan 1 buah kubus di atas kubus yang lain tanpa
menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 5 cm.
3. Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti
selain "papa" clan "mama"?
4. Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa kehilangan
keseimbangan?
(Anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik mainannya).
5. Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, atau celananya? (topi
clan kaos kaki tidak ikut dinilai).
6. Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga
dengan posisi tegak atau berpegangan pada dinding atau pegangan tangga.
Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak
membolehkan anak naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang.
7. Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk
dengan benar paling sedikit satu bagian badannya (rambut, mata, hidung,
mulut, atau bagian badan yang lain)?
8. Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah?
9. Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau membantu
mengangkat piring jika diminta?
10. Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) ke depan tanpa
berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai.

Kuesioner Praskrining untuk Anak 30 bulan

55
1. Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, atau celananya? (topi
dan kaos kaki tidak ikut dinilai)
2. Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga
dengan posisi tegak atau berpegangan pada dinding atau pegangan tangga.
Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak
membolehkan anak naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang.
3. Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk
dengan benar paling sedikit satu bagian badannya (rambut, mata, hidung,
mulut, atau bagian badan yang lain)?
4. Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah?
5. Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau membantu
mengangkat piring jika diminta?
6. Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) Gerak kasar ke
depan tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai.
7. Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk?
8. Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain
tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 5 cm.
9. Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti minta
minum, mau tidur? Terimakasih dan Dadag tidak ikut dinilai.
10. Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa bantuan?

56
Kuesioner Praskrining untuk Anak 36 bulan

1. Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk?


2. Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain
tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 5 cm.
3. Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti minta
minum; mau tidur? Terimakasih dan Dadag tidak ikut dinilai.
4. Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa bantuan?

5. Dapatkah anak melempar bola lurus ke arah perut atau dada anda dari jarak
1,5 meter?
6. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk
atau mata pada saat memberikan perintah berikut ini:
Letakkan kertas ini di lantai.
Letakkan kertas ini di kursi.
Berikan kertas ini kepada ibu.
Dapatkah anak melaksanakan ketiga perintah tadi?
7. Buat garis lurus ke bawah sepanjang sekurangkurangnya 2.5 cm. Suruh anak
menggambar garis lain di

57
samping garis tsb.

8. Letakkan selembar kertas seukuran buku di lantai. Apakah anak dapat


melompati bagian lebar kertas dengan mengangkat kedua kakinya secara
bersamaan tanpa didahului lari?
9. Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri?
10. Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter?

Kuesioner Praskrining untuk Anak 42 bulan

1. Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri?


2. Dapatkah anak mengayuh sepeda rods tiga sejauh sedikitnya 3 meter?
3. Setelah makan, apakah anak mencuci clan mengeringkan tangannya dengan
balk sehingga anda ticlak perlu mengulanginya?
4. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya
clan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia
mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih?
5. Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat
melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya secara
bersamaan tanpa didahului lari?
6. Jangan membantu anak clan jangan menyebut lingkaran. Suruh anak
menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Dapatkah anak

58
menggambar lingkaran?

7. Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa
menjatuhkan kubus tersebut?
Kubus yang digunakan ukuran 2.5 5 cm.
8. Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain
dimana ia ikut bermain clan mengikuti aturan bermain?
9. Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki
tanpa di bantu? (Tidak termasuk kemandirian memasang kancing, gesper atau
ikat pinggang)

Kuesioner Praskrining untuk Anak 48 bulan

1. Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter?


2. Setelah makan, apakah anak mencuci dan mengeringkan tangannya dengan
baik sehingga anda tidak perlu mengulanginya?
3. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya
dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia
mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih?
4. Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat
melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya secara
bersamaan tanpa didahului lari?

59
5. Jangan membantu anak dan jangan menyebut lingkaran. Suruh anak
menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Dapatkah anak
menggambar lingkaran?

6. Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa
menjatuhkan kubus tersebut?
Kubus yang digunakan ukuran 2.5 5 cm.
7. Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain
dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan bermain?
8. Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki
tanpa di bantu? (Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau ikat
pinggang)
9. Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu? Jawab TIDAK
jika ia hanya menyebutkan sebagian namanya atau ucapannya sulit
dimengerti.

Kuesioner Praskrining untuk Anak 54 bulan


1. Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa
menjatuhkan kubus tersebut? Kubus yang digunakan ukuran 2-5 5 cm.
2. Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain
dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan bermain?

60
3. Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki
tanpa di bantu? (Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau ikat
pinggang)
4. Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu? Jawab TIDAK
jika ia hanya menyebut sebagian namanya atau ucapannya sulit dimengerti.
5. Isi titik-titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali
mengulangi pertanyaan.
Apa yang kamu lakukan jika kamu kedinginan?
Apa yang kamu lakukan jika kamu lapar?
Apa yang kamu lakukan jika kamu lelah?
Jawab YA biia anak merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan
dengan gerakan atau isyarat.
Jika kedinginan, jawaban yang benar adalah menggigil ,pakai mantel atau
masuk kedalam rumah.
Jika lapar, jawaban yang benar adalah makan
Jika lelah, jawaban yang benar adalah mengantuk, tidur, berbaring/tidur-
tiduran, istirahat atau diam sejenak
6. Apakah anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?
7. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya
dan beri anak ands kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia
mempertahankan keseimbangan dalam waktu 6 detik atau lebih?
8. Jangan mengoreksi/membantu anak. Jangan menyebut kata lebih
panjang.
Perlihatkan gambar kedua garis ini pada anak.
Tanyakan: Mana garis yang lebih panjang?
Minta anak menunjuk garis yang lebih panjang.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini dan ulangi pertanyaan
tersebut.

61
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi pertanyaan tadi.
Apakah anak dapat menunjuk garis yang lebih panjang sebanyak 3 kali
dengan benar?
9. Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak
menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali
kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?

10. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk
atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini: Letakkan kertas ini di
atas lantai.
Letakkan kertas ini di bawah kursi.
Letakkan kertas ini di depan kamu
Letakkan kertas ini di belakang kamu
Jawab YA hanya jika anak mengerti arti di atas, di bawah, di depan dan
di belakang

Kuesioner Praskrining untuk Anak 60 bulan


1. Isi titik-titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali
mengulangi pertanyaan.
Apa yang kamu lakukan jika kamu kedinginan?
Apa yang kamu lakukan jika kamu lapar?
Apa yang kamu lakukan jika kamu lelah?
Jawab YA biia anak merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan
dengan gerakan atau isyarat.
Jika kedinginan, jawaban yang benar adalah menggigil ,pakai mantel atau

62
masuk kedalam rumah.
Jika lapar, jawaban yang benar adalah makan
Jika lelah, jawaban yang benar adalah mengantuk, tidur, berbaring/tidur-
tiduran, istirahat atau diam sejenak
2. Apakah anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?
3. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya
dan beri anak ands kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia
mempertahankan keseimbangan dalam waktu 6 detik atau lebih?
4. Jangan mengoreksi/membantu anak. Jangan menyebut kata lebih panjang.
Perlihatkan gambar kedua garis ini pada anak.
Tanyakan: Mana garis yang lebih panjang?
Minta anak menunjuk garis yang lebih panjang.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini dan ulangi pertanyaan
tersebut.
Setelah anak menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi pertanyaan
tadi.
Apakah anak dapat menunjuk garis yang lebih panjang sebanyak 3 kali
dengan benar?
5. Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak
menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali
kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?

6. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk
atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini: Letakkan kertas ini di
atas lantai.
Letakkan kertas ini di bawah kursi.

63
Letakkan kertas ini di depan kamu
Letakkan kertas ini di belakang kamu
Jawab YA hanya jika anak mengerti arti di atas, di bawah, di depan dan
di belakang
7. Apakah anak bereaksi dengan tenang dan tidak rewel (tanpa menangis atau
menggelayut pada anda) pada saat anda meninqgalkannya?
8. Jangan menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak :
Tunjukkan segi empat merah
Tunjukkan segi empat kuning
Tunjukkan segi empat biru
Tunjukkan segi empat hijau
Dapatkah anak menunjuk keempat warna itu dengan benar?

9. Suruh anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan
(lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3
kali dengan satu kaki?
10. Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan?

Kuesioner Praskrining untuk Anak 66 bulan


1. Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak
menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali

64
kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?

2. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk
atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini: "Letakkan kertas ini di
atas lantai".
"Letakkan kertas ini di bawah kursi".
"Letakkan kertas ini di depan kamu"
"Letakkan kertas ini di belakang kamu"
Jawab YA hanya jika anak mengerti arti "di atas", "di bawah", "di depan" dan
"di belakang
3. Apakah anak bereaksi dengan tenang dan tidak rewel (tanpa menangis atau
menggelayut pada anda) pada saat anda meninqgalkannya?
4. Jangan menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak :

"Tunjukkan segi empat merah"


"Tunjukkan segi empat kuning"
Tunjukkan segi empat biru
"Tunjukkan segi empat hijau"
Dapatkah anak menunjuk keempat warna itu dengan benar?
5. Suruh anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan
(lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3
kali dengan satu kaki?

65
6. Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan?
7. Suruh anak menggambar di tempat kosong yang tersedia. Katakan padanya:
"Buatlah gambar orang".
Jangan memberi perintah lebih dari itu. Jangan bertanya/ mengingatkan anak
bila ada bagian yang belum tergambar. Dalam memberi nilai, hitunglah
berapa bagian tubuh yang tergambar. Untuk bagian tubuh yang berpasangan
seperti mata, telinga, lengan dan kaki, setiap pasang dinilai satu bagian.
Dapatkah anak menggambar sedikitnya 3 bagian tubuh?
8. Pada gambar orang yang dibuat pada nomor 7, dapatkah anak menggambar
sedikitnya 6 bagian tubuh?
9. Tulis apa yang dikatakan anak pada kalimat-kalimat yang belum selesai ini,
jangan membantu kecuali mengulang pertanyaan:
"Jika kuda besar maka tikus
"Jika api panas maka es
"Jika ibu seorang wanita maka ayah seorang
Apakah anak menjawab dengan benar (tikus kecil, es dingin, ayah seorang
pria) ?
10. Apakah anak dapat menangkap bola kecil sebesar bola tenis/bola kasti hanya
dengan menggunakan kedua tangannya? (Bola besar tidak ikut dinilai).

Kuesioner Praskrining untuk Anak 72 bulan


1. Jangan menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak :

Tunjukkan segi empat merah

66
Tunjukkan segi empat kuning
Tunjukkan segi empat biru
Tunjukkan segi empat hijau
Dapatkah anak menunjuk keempat warna itu dengan benar?
2. Suruh anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan
(lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3
kali dengan satu kaki?
3. Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan?
4. Suruh anak menggambar di tempat kosong yang tersedia. Katakan padanya:
"Buatlah gambar orang".
Jangan memberi perintah lebih dari itu. Jangan bertanya/ mengingatkan anak
bila ada bagian yang belum tergambar. Dalam memberi nilai, hitunglah
berapa bagian tubuh yang tergambar. Untuk bagian tubuh yang berpasangan
seperti mata, telinga, lengan dan kaki, setiap pasang dinilai satu bagian.
Dapatkah anak menggambar sedikitnya 3 bagian tubuh?
5. Pada gambar orang yang dibuat pads nomor 7, dapatkah anak menggambar
sedikitnya 6 bagian tubuh?
6. Tulis apa yang dikatakan anak pada kalimat-kalimat yang belum selesai ini,
jangan membantu kecuali mengulang pertanyaan:
"Jika kuda besar maka tikus
"Jika api panas maka es
"Jika ibu seorang wanita maka ayah seorang
Apakah anak menjawab dengan benar (tikus kecil, es dingin, ayah seorang
pria) ?
7. Apakah anak dapat menangkap bola kecil sebesar bola tenis/bola kasti hanya
dengan menggunakan kedua tangannya? (Bola besar tidak ikut dinilai).
8. Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan
caranya clan beri anak ands kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia
mempertahankan keseimbangan dalam waktu 11 detik atau lebih?

67
9. Jangan membantu anak clan jangan memberitahu nama gambar ini, Suruh
anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia- Berikan 3
kali kesempatan.
Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?

10. lsi titik-titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali
mengulangi pertanyaan sampai 3 kali bila anak menanyakannya.
"Sendok dibuat dari apa?"
"Sepatu dibuat dari apa?"
"Pintu dibuat dari apa?"
Apakah anak dapat menjawab ke 3 pertanyaan di atas dengan benar? Sendok
dibuat dari besi, baja, plastik, kayu.
Sepatu dibuat dari kulit, karet, kain, plastik, kayu.
Pintu dibuat dari kayu, besi, kaca.

A. Pemantauan pertumbuhan balita dengan KMS


KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk balita adalah alat yang sederhana dan
murah, yang dapat digunakan untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan
anak.Oleh karenanya KMS harus disimpan oleh ibu balita di rumah, dan harus
selalu dibawa setiap kali mengunjungi posyandu atau fasilitas pelayanan
kesehatan, termasuk bidan dan dokter.
KMS-Balita menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi ibu dan keluarga untuk
memantau tumbuh kembang anak, agar tidak terjadi kesalahan atau ketidak
seimbangan pemberian makan pada anak.KMS juga dapat dipakai sebagai

68
bahan penunjang bagi petugas kesehatan untuk menentukan jenis tindakan
yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan dan gizi anak untuk
mempertahankan, meningkatkan atau memulihkan kesehatan- nya.
KMS berisi catatan penting tentang pertumbuhan, perkembangan anak,
imunisasi, penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A, kondisi
kesehatan anak, pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI,
pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas/ Rumah Sakit. KMS juga
berisi pesan-pesan penyuluhan kesehatan dan gizi bagi orang tua balita tenta
ng kesehatan anaknya (Depkes RI, 2000).

Manfaat KMS adalah :


Sebagai media untuk mencatat dan memantau riwayat kesehatan balita secara
lengkap, meliputi : pertumbuhan, perkembangan, pelaksanaan imunisasi,
penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A, kondisi kesehatan
pemberian ASI eksklusif, dan Makanan Pendamping ASI.
Sebagai media edukasi bagi orang tua balita tentang kesehatan anak
Sebagai sarana komunikasi yang dapat digunakan oleh petugas untuk
menentukan penyuluhan dan tindakan pelayanan kesehatan dan gizi.

69
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Pertumbuhan (growth)


merupakan peningkatan jumlah dan besar sel diseluruh bagian tubuh selama sel-
sel tersebut membelah diri dan menyintesis protein-protein baru. Menghasilkan
penambahan jumlah berat secara keseluruhan atau sebagian. Dan Perkembangan
(development), adalah perubahan secara berangsur-angsur dan bertambah
sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkat dan meluasnya kapasitas seseorang
melalui pertumbuhan, kematangan, atau kedewasaan, dan pembelajaran. (wong,
2000).

3.2 SARAN
Adapun saran-saran dalam penulisan makalah ini adalah :
Dapat meningkatkan wawasan tentang pertumbuhan dan perkembangan masa
konsepsi sampai remaja.

70
DAFTAR PUSTAKA

Soetjiningsih, SpAk, 1995, Tumbuh Kembang Anak, Jakarta: EGC.


Hidayat, A.Aziz Alimul, 2006, Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi
Konsep dan Proses Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika.

Supartini, Yupi. 2007. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta:
EGC.

71