Anda di halaman 1dari 6

Nama : Ari Irawan

NIM : 140514605503

Prodi : S1 Teknik Mesin

TEKNOLOGI MOTOR BAKAR I-VTEC


1. Pengertian I-VTEC

VTEC versi pintar atau yang disebut dengan Intelliget Variable Valve Timing & Lift
Electronic Control ini dilahirkan oleh Honda untuk meningkatkan tenaga saat kecepatan rendah,
menengah dan tinggi serta dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan juga mengurangi emisi
gas buang. Pada mesin berteknologi i-VTEC ada tambahan komponen pelengkap yaitu Variable
Timing Control (VTC) . Mesin akan lebih efisien dan ramah lingkungan pada saat VTC actuator
melakukan penggeseran cam dan bekerja sesuai dengan aliran oli yang dikontrol VTC Oil
Control Valve ( OCV ).
2. Cara Kerja I-VTEC

Cara kerjanya sebagai berikut pada saat piston pada rocker arm primer mengunci rocker
arm sekunder. Gerakan piston ini didorong oleh tekanan oli. Yang akan menghasilkan kedua
katup bergerak bersama yang dikontrol cam primer.Sementara VTC juga bekerja pada cam
masuk. Tugasnya menggeser fasa cam maju/mundur maksimal 500. Akibatnya, bukaan katup
masuk, overlap dengan katup buang. Hasilnya, sebagian gas buang yang seharusnya semua
terdorong keluar, akan terhisap dan masuk kembali dan dibakar.
Pasokan bensin ke ruang bakar dilakukan lewat katup masuk yang dikontrol camshaft.
Ketika camshaft berputar pada porosnya, tonjolan ini ikut berputar dan memukul rocker arm yang
mendorong batang katup, sehingga katup terbuka. Ketika tonjolan sudah lewat, katup tertutup
lagi. Ada dua tonjolan cam pada tiap silinder. Tonjolan pertama disebut cam primer dan yang
lebih kecil disebut cam sekunder. Pada putaran rendah atau idle, kedua katup bergerak sendiri-
sendiri. Karena cam sekunder lebih kecil maka bukaan katupnya juga kecil. Maka pasokan bahan
bakarnya pun sedikit, sesuai kebutuhan saat itu.
Untuk mengenal i-VTEC lebih dalam, harus dipahami cara kerja VTEC. Teknologi ini
dilahirkan Honda untuk memperoleh mesin yang mampu bekerja sip pada putaran bawah
(rendah) dan oke pada putaran atas (tinggi). Dengan cara ini karakter mesin konvensional yang
kaku bisa diatasi. Sebelum generasi VTEC diciptakan Honda, sebuah mesin hanya bagus pada
kondisi tertentu. Misalnya, mesin sangat responsif pada putaran tinggi, namun pada putaran
putaran rendah, dipastikan payah. Saat diajak jalan santai, mesin mbrebet.
Komponen yang sangat menentukan karaktetristik mesin adalah katup. Utamanya pada
mesin 4-tak (langkah) dengan piston bergerak bolak-balik. Rangkaian kerja dari keempat langkah
itu adalah, isap, kompresi, usaha dan buang. Untuk mengatur siklus kerja tersebut, mesin harus
dilengkapi dengan komponen yang disebut klep atau katup. Pada setiap silinder digunakan dua
klep dengan tugas berbeda, yaitu klep isap dan buang.
a. Klep isap,

bertugas mengatur masuknya campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder
atau ruang bakar. Sedangkan klep buang, mengatur aliran sisa pembakaran keluar dari
mesin atau ke knalpot. Cara klep mengatur aliran tersebut adalah dengan bergerak atau
naik dari dudukannya. Saat naik atau terangkat, terbentuk celah yang digunakan campuran
udara dan bahan bakar masuk ke dalam silinder atau ruang bakar. Campuran tersebut
masuk karena diisap oleh komponen bernama piston. Sedangkan untuk katup buang, celah
tersebut digunakan oleh gas buang ke luar dari silinder atau menuju ke ruang bebas karena
didorong oleh piston. Waktu buka katup harus diatur sesuai dengan kondisi kerja mesin.
Pastinya, katup isap mulai membuka saat mesin akan melakukan langkah isap. Begitu
juga dengan langkah buang. Katup akan menutup menjelang akhir dari masing-masing
langkah kerja. Lama katup membuka dan ketinggian terangkat dari dudukannya, sangat
menentukan efisiensi dan performa mesin

b. Pengerak Katup
Untuk mengaktifkan katup yang bergerak maju mundur, digunakan mekanisme
yang disebut kem (cam). Nama lain dari komponen ini adalah nok atau bubungan.
Bentuknya, bila dilihat dari sisi penampang, bulat dengan bagian tertentu menonjol,
mencuat atau membentuk cuping. Bagian yang mencuat inilah sangat penting. Bentuk
atau profilnya sangat menentukan tinggi angkat katup dan lamanya membuka katup. Di
samping itu, profil kem juga menimbulkan efek fisika saat campuran udara dan bakar
mengalir ke dalam mesin. Misalnya karena tiba-tiba kem mengangkat katup, maka
campuran udara dah bakar yang mengalir ke dalam ruang bakar menimbulkan efek
pusaran.
Kendati kem yang menentukan gerakan katup, namun kedua komponen tersebut
tidak bisa berhubungan secara langsung. Masih ada mekanisme lain yang digunakan. Saat
ini yang paling banyak adalah pelatuk katup yang disebut juga rocker arm dan mangkok
(bucket). Khusus untuk mesin VTEC kebanyakan menggunakan mekanisme pelatuk.
Hanya pada sepeda motor, Honda memasangkan VTEC dengan sistem bucket tappet.
Pelatuklah yang disodok oleh kem. Setelah itu baru diteruskan ke katup. Semua kem yang
digunakan untuk menggerakkan katup berada dalam satu unit dan barisan yang disebut
camshaft, nokken as atau poros bubungan. Pada masa kini, setiap mesin bisa saja
menggunakan dua poros kem yang disebut DOHC (double overhead camshaft) dan satu
saja, SOHC (single overhead camshaft).
Dasar VTEC adalah mesin yang menggunakan tiga kem dan tiga pelatuk katup
untuk setiap silindern. Dua kem bagian luar digunakan pada putaran rendah. Begitu juga
pelatuk, bagian tengah digunakan bekerja untuk putaran tinggi. Saat bekerja pada putaran
rendah, mesin VTEC menggunakan kem dengan angkatan kecil. Ketika mesin bekerja
antara 4.000 6.000 rpm (tergantung model), kontrol elektronik mengaktifkan sistem
hidraulik VTEC. Kem tengah bekerja dengan mendorong pelatuk tengah yang menyatu
dengan dua pelatuk lainnya. Karena cuping kem tengah lebih tinggi dan sudutnya juga
besar, katup dibuka lebih awal da menutup lebih lama. Di samping itu, dengan cuping
yang tinggi, dorongannya terhadap pelatuk katup dan seterusnya katup, juga lebih besar.
Hasilnya, jumlah campuran udara dan bensin yang sampai ke ruang bakar lebih banyak.
Hasilnya, tenaga yang dihasil besar dan akan mendorong piston bergerak lebih cepat pula.
Mekanis dasar VTEC lain yang tidak kalah penting keberadaan dan fungsinya
adalah pin yang digerakkan secara hidraulik. Pin ini berada di dalam pelatuk. Ketika
didorong, pin menyebabkan pelatuk katup bekerja dengan gerakan yang sama. Bila pin
bebas, pelatuk bergerak sendiri-sendiri.
Cara Kerja Ketika mobil melaju pada putaran mesin tinggi, komputer mesin
mengaktifkan solenoid untuk VTEC. Selanjutnya, oli mesin yang bertekanan tinggi
mengalir ke sistem hidraulik pin pada pelatuk katup isap. Akibat dari pergeseran pin
tersebut, ketiga pelatuk bekerja sebagai satu unit. Pada saat ini, pelatuk digerakkan oleh
kem dengan cuping tinggi. Hasilnya mesin bekerja untuk menghasilkan tenaga yang lebih
besar pada putaran tinggi. Ketika putaran mesin turun di bawah batas kerja VTEC,
solenoid menutup aliran hidraulik atau oli yang menuju ke pin. Karena tidak ada tekanan,
pin kembali ke posisi bebas semula. Pelatuk kembali bekerja secara sendiri-sendiri.
Untuk mengatur kerja VTEC, digunakan parameter, yaitu suhu mesin, tekanan oli
dan kecepatan kendaraan. Dengan cara seperti itu, saat mobil diam namun gas digeber,
VTEC tidak bekerja. Sistem juga dilengkapi dengan pemantau. Fungsinya, bila terjadi
gangguan, Engine Control Module (ECM) membuat kode dan menghidupkan lampu
check engine. Karena menggunakan oli, kerja VTEC bisa terganggu karena oli mesin
kurang, kotor atau tekanan oli rendah karena adanya kebocoran pada sistem, misalnya O-
ring yang rusak
Tahapan kerja
VTEC Mekanisme utama VTEC: pin pelatuk dan kem untuk putaran rendah dan
tinggi Sistem hidraulis dan kontrol VTEC Posisi pin pengatur kerja i-VTEC saat putaran
rendah. Satu katup tidak aktif Kalau VTEC bekerja secara bertahap pada putaran mesin
yang telah ditentukan. Untuk i-VTEC, pengaturan timing dan tinggi angkat katup
berubah secara terus menerus atau mengarah ke perubahan progresif. Jadi, bila putaran
mesin berubah, waktu buka dan tutup katup isap dan buang juga berganti. Kondisi kerja
seperti itulah yang membuat mesin bekerja lebih efisien. Mampu menghasilkan tenaga
dan torsi dalam rentang lebih lebar.
Untuk i-VTEC, saat mobil melaju pada kecepatan lebih cepat, tinggi angkat katup
juga semakin besar. Waktu buka lebih cepat dan menutup lebih lambat. Sebaliknya, bila
mobil berjalan lambat, tinggi angkat katup mengecil. Waktu membukanya lebih lambat
dan waktu menutup lebih cepat. Malah pada putaran rendah, salah satu pelatuk katup di-
non aktifkan. Dengan cara ini, jumlah bahan bakar yang dipasok ke ruang bakar bisa di
kurangi atau menggunakan campuran kurus. Hasilnya, selain menurunkan emisi gas
buang, juga mengirit konsumsi bahan bakar. Jadi, cara kerjanya beda-beda tipis dengan
abangnya Si- VTEC
Sangat menguntungkan, namun mekanisme mesin jadi tambah rumit!
i-VTEC makin banyak diaplikasi Honda pada mobil produk terakhirCara kerja i-VTEC:
tinggi angkat katup bervariasai sesuai dengan putaran mesinPosisi pin pada pelatuk katup
saat mesin bekerja pada putaran tinggi
3. Sistem Kerja I-VTEC
I-Vtec adalah sebuah teknologi yang di terapkan pada mesin yang sudah menganut sistim
injeksi, yang fungsi utamanya adalah mengatur bukaan katup pada jeroan mesin agar bekerja
sesuai dengan keperluannya, artinya di saat mobil memerlukan akselerasi cepat dengan putaran
mesin (Rpm) sekitar 4000 hingga 5000 keatas, maka bukaan katup akan semakin besar demi
menyediakan performa yang maksimal, sebaliknya di saat melaju pelan seperti di saat lalu lintas
padat, bukaan katup pun akan membuka dengan seperlunya.Itu semua menjadikan tenaga tidak
terbuang percuma, karena semua sudah di atur secara computerized. Dan efek yang dihasilkan
tentunya pemakaian bahan bakar yang semakin efisien tanpa mengorbankan performa, maka
tidak heran mobil-mobil keluaran honda bisa bertenaga hebat dengan konsumsi bbm yang irit.
Kini I-Vtec telah di terapkan pada sebagian besar mobil honda yang beredar di Indonesia, mulai
dari kelas city car andalannya yaitu Honda Jazz, hingga mobil kelas premium semacam Accord
dan Odyssey. Meski kapasitas mesin rata-rata sebanding dengan rival pabrikan mobil lainnya,
namun performa serta efesiensi honda bisa lebih unggul.

4. Teknologi Serupa Pabrikan Lain


Sistem canggih ini bukan hanya Honda saja yang menerapkannya, namun pabrikan lain
juga memiliki teknologi yang serupa. Misalnya saja VVT-I pada Toyota, VVT untuk Suzuki,
MIVEC yang di terapkan Mitsubishi, dan banyak lagi istilah yang di terapkan produsen mobil
lainnya. Akan tetapi meski secara garis besar teknologi-teknologi tersebut berfungsi sama, akan
tetapi setiap sistem memiliki kelabihan dan kekurangan masing-masing, sesuai dengan racikan
para insinyur pembuatnya, Sehingga karakter setiap kendaraan pun akan berbeda-beda. Kini
setiap pabrikan semakin gencar berlomba mengembangkan teknologi-teknologi baru ciptaannya,
seiring dengan semakin tingginya persaingan di industri otomotif ini. Maka dapat dipastikan
kedepannya akan selalu hadir sistim-sistim canggih lainnya seperti I-Vtec ini, tinggal kita tunggu
saja inovasi-inovasi lainnya