Anda di halaman 1dari 14

JENJANG KARIR TENAGA KEPERAWATAN

RSI SULTAN HADLIRIN JEPARA

A. Latar Belakang
Jenjang karir merupakan suatu sistem untuk meningkatkan kinerja dan
profesionalisme perawat sesuai bidang pekerjaannya melalui peningkatan kompetensi.
Perawat profesional yang saat ini diakui di Indonesia dimulai dari lulusan D-3 Keperawatan
dan akan terus meningkat. Sehingga kedepan diharapkan yang dikategorikan sebagai perawat
profesional adalah lulusan S-1 keperawatan dan jenjang lebih tinggi.
Dasar pemikiran penyusunan jenjang karir profesi keperawatan RSI Sultan Hadlirin
beranjak dari kepentingan profesi untuk bertanggung jawab dan bertanggung gugat dalam
memberikan asuhan keperawatan. Pada tiap jenjang karir, perawat mempunyai kompetensi
tertentu dalam memberikan asuhan keperawatan sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
Jenjang karir diperlukan untuk terwujudnya asuhan keperawatan yang bemutu
mengingat perawat mempunyai tenaga terbanyak dan terlama mendampingi pasien. Dengan
dijaminnya kualitas asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat sesuai dengan
kompetensi yang dimiliki, maka akan berkontribusi terhadap kualitas pelayanan rumah sakit.
Dengan ditetapkannya kompetensi perawat pada tiap jenjang, akan memudahkan dalam
rekruitmen, seleksi, orientasi, pembinaan dan pengembangan SDM keperawatan.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
a. Penetapan dan penyelenggaraan jenjang karir perawat di RSI Sultan Hadlirin untuk
menjamin pemberian asuhan keperawatan yang profesional;
b. Menumbuhkembangkan motivasi para profesional keperawatan untuk selalu
menempuh dan menambah pengetahuan serta kompetensi dengan laju pertumbuhan
IPTEK;
c. Sebagai alat pembinaan dan pengembangan jangka panjang bagi para profesional
keperawatan, guna memanfaatkan kompetensi penyelenggaraan asuhan keperawatan;

2. Tujuan Khusus
a. Ditetapkannya pedoman penyelenggaraan jenjang karir perawat di RS
b. Dilaksanakannya pengelompokan perawat sesuai dengan jenjang karir
d. Dilaksanakannya pembinaan perawat dengan jenjang karir
e. Dilaksanakannya pengembangan perawat sesuai dengan jenjang karir

C. Sasaran
Seluruh praktisi keperawatan meliputi; perawat klinik, perawat manajer, perawat pendidik
dan perawat peneliti

D. Dasar Hukum
Dasar hukum yang mendasari penyusunan jenjang karir profesi keperawatan di RS adalah :
1. UU No. 8b Tahun 1974, tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, sebagaimana dirubah
dengan UU No. 49 tahun 1999;
2. UU RI No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
3. Kep. Men. Kes. No 1239 tahun 2001, tentang Registrasi dan Praktik Perawat
4. PP No. 32 tahun 1996, tentang Tenaga Kesehatan
5. Kep. MenPAN No 94 tahun 2001, tentang Jabatan Fungsional Perawat Dan Angka
Kreditnya
Dengan ditetapkannya dan dilaksanakannya jenjang karir perawat, maka tiap perawat dapat
fokus memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai dengan kompetensinya, hubungan kerja
disesuaikan dengan jenjang karirnya, pengembangan dan peningkatan karir serta sistem
penghargaan sesuai kinerja berdasakan jenjang karir.

E. Model Jenjang Karir


Ketentuan jenjang karir Profesional keperawatan yang diajukan ke RS mengacu pada
ketentuan Direktorat Keperawatan Depkes RI dan Program Pengembangan Profesi oleh
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). RS selaku RS yang digunakan sebagai tempat
pendidikan perawat dipandang perlu memiliki keterkaitan kompetensi praktisi perawat dalam
lingkup manajerial, pendidikan dan penelitian.

Bagan I.
Integrasi Penjenjangan antara Perawat Klinik, Manajer, Pendidik dan Riset
L. V PK. V PM. IV PP. III PR. II
L. IV PK. IV PM. III PP. II PR. I
L. III PK. III PM. II PP. I
L. II PK. II PM. I
L. I PK I

Keterangan ;
L = Level PP = Perawat Pendidik
PK = Perawat Klinik PR = Perawat Riset
PM = Perawat Manajerial
Untuk Level I masih termasuk perawat generalis dengan kompetensi perawatan dasar.
Sedangkan Level II termasuk perawatan dasar dengan kompetensi lanjutan yang merupakan
dasar spesialistik sesuai lingkup area. Mulai Level III termasuk perawat spesialistik dengan
kompetensi meliputi :
1. Perawat Medikal
2. Perawat Bedah
3. Perawat Anak
4. Perawat Maternitas
5. Perawat ICU/CCU
6. Perawat Gawat Darurat
7. Perawat Gerontik
8. Perawat Kesehatan

F. Prinsip-Prinsip Sistem Pengembangan Karir


1. Saat ini kualifikasi tenaga keperawatan dimulai dari D.III Keperawatan sampai dengan
tahun 2010. Tahun 2010 kualifikasi tenaga perawat profesional dimulai dari S 1
Keperawatan;
2. Jenjang mempunyai makna kompetensi untuk melakukan asuhan keperawatan sesuai
lingkup dan bertingkat sesuai dengan kompleksitas masalah klien dalam uapaya
pemenuhan kebutuhan dasar;
3. Fungsi utama yang menjadi pegangan adalah fungsi pemberian asuhan keperawatan
4. Setiap perawat pelaksana mempunyai kesempatan yang sama untuk meningkatkan
karirnya sampai jenjang yang paling atas;
5. Jenjang karir mempunyai dampak terhadap tanggung jawab dan akontabel terhadap tugas
serta terkait dengan sistem penghargaan;
6. Pimpinan tertinggi RS harus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap sistem
pengembangan karir tenaga perawat pelaksana sehingga dapat dijamin kepuasan klien
terhadap pelayanan keperawatan;
7. Bidang pengembangan karir mencakup spesialisasi : Keperawatan Medikal, Bedah,
Maternitas, Anak, ICU/CCU, Gawat Darurat, Gerontik dan Jiwa.

G. Standar Kompetensi Perawat


Penetapan kompetensi perawat Indonesia mengacu pada ketentuan Standar Kompetensi
Perawat Indonesia dari PPNI dan Direktorat Keperawatan dan Keteknisan Medis.
Kompetensi jenjang terbagi dalam lima macam kompetensi :
1. Kompetensi Keperawatan Dasar Umum
2. Kompetensi Keperawatan Lanjutan atau Kompetensi Keperawatan Dasar Spesialistik
3. Kompetensi Keperawatan Spesialistik Umum
4. Kompetensi Keperawatan Spesialistik Khusus
5. Kompetensi Keperawatan Konsultan Spesialistik

Standar Kompetensi Perawat tiap jenjang :


1. Perawat Klinik I (Dasar Umum)
2. Perawat Klinik II (Dasar Khusus)
3. Perawat Klinik III (Lanjutan Khusus)
4. Perawat Klinik IV (Lanjutan Khusus)
5. Perawat Klinik V (Konsultan Spesialistik)

1. Kompetensi Perawat Klinik I


a. Melaksanakan asuhan keperawatan pada klien tanpa risiko (Klien minimal/partial care)
b. Pendokumentasian asuhan keperawatan
c. Memahami teknik isolasi dan teknik desinfeksi
d. Mampu mempersiapkan pasien pulang
e. Mampu melakukan penyuluhan kesehatan pada klien tanpa risiko
f. Mampu memberikan keperawatan dasar untuk memenuhi kebutuhan personal hygiene
pada klien tanpa risiko, meliputi :
1) Memandikan
2) Kebersihan mulut
3) Perawatan kuku
4) Merapikan tempat tidur pada klien tirah baring
5) Membantu eliminasi
6) Mengatur posisi tidur
7) Membantu mobilisasi (membantu latihan fisik sederhana)
8) Monitoring TTV, intake-output
9) Terampil memberikan baqntuan hidup dasar
2. Kompetensi Perawat Klinik II
a. Kompetensi Keperawatan Lanjutan Umum adalah kompetensi yang harus dimulai oleh
semua Perawat Klinik II disemua area ;
1) Identifikasi klien yang memerlukan pemasangan gastrointestinal tube
2) Mampu/terampil memasang gastrointestinal intubation pada klien tanpa risiko
3) Mampu memberi makan/minum melalui internal tube feeding
4) Identifikasi klien yang memerlukan kateterisasi urine
5) Mampu/terampil memasang kateter urine pada klien tanpa risiko
6) Identifikasi klien dengan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
7) Mampu/terampil memasang infus (limpah wewenang) Monitoring IVFD (intra
vena fluid doix)
9) Mampu melakukan injeksi sc/ic/im/iv (limpah wewenang)
10) Analisa nyeri dan pengelolaan nyeri
11) Mampu memberikan teknik relaksasi
12) Perawatan pre operatif
13) Perawatan post operatif
14) Perawatan luka operasi tanpa kontaminasi
15) Terampil BHD
16) Terampila melakukan EKG dasar
17) Terampil identifikasi tanda-tanda syok hypovolemik, cardiogenik, hemoragik dan
neurologik
18) Mampu melakukan asuhan keperawatan pada klien partial care
19) Mampu memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan teknik isolasi
20) Mampu melakukan pendidikan kesehatan pada klien dengan risiko
21) Mampu membimbing PK I
22) Identifikasi tanda-tanda kegawat daruratan semua area
b. Keperawatan Lanjutan Khusus adalah keperawatan lanjutan sesuai area atau disebut
juga Keperawatan Dasar Spesialistik ;
1) Keperawatan Dasar Spesialistik Area Pediatrik
a. Asuhan keperawatan bayi segera setelah lahir pada persalinan normal dan aterm
b. Perawatan tali pusat
c. Perawatan mata
d. Perawatan telinga
e. Memandikan bayi
f. Perawatan bayi premature
g. Perawatan bayi dengan foto therapy
h. Perawatan bayi dan anak dengan combustio 10%-20%
2) Keperawatan Dasar Spesialistik Area Maternitas
a. Mampu melakukan pemeriksaan kehamilan (inspeksi, palpasi, auskultasi,
perkusi)
b. Mengidentifikasi dan monitoring persalinan normal
c. Mampu memberikan asuhan keperawatan masa nifas pada klien tanpa risiko,
meliputi ;
1. Vulva hygiene
2. Perawatan payudara
3. Monitoring pendarahan
d. Identifikasi tanda-tanda persalinan normal
e. Kolaborasi dengan cepat dan tepat sesuai hasil identifikasi
3) Keperawatan Dasar Spesialistik Area Medical/Surgical
a. Mampu melakukan kateterisasi urine pada klien dengan risiko
b. Mampu melakukan pemasangan infus pada klien dengan risiko
c. Mampu melakukan perawatan WSD
d. Mampu mengidentifikasi tanda-tanda gangguan metabolisme
e. Mobilisasi klien dengan risiko
f. Identifikasi kasus kardiogenik dan neurogenik
g. Kolaborasi dengan cepat dan tepat sesuai hasil identifikasi dan monitoring
3. Kompetensi Perawat Klinik III
a. Keperawatan Dasar Spesialistik Area Pediatrik
1) Mahir perawatan perinatal risiko tinggi
2) Mahir perawatan bayi dan anak dengan total care
3) Mahir perawatan bayi dan anak dengan ostomi
4) Mahir perawatan bayi dan anak dengan combustio grade 30% 50%
5) Mahir melakukan asuhan keperawatan pada bayi dan anak dengan
kegawatdaruratan
6) Mampu membimbing PK I dan PK II
7) Mampu memberikan pendidikan kesehatan pada klien dan keluarga dengan total
care
b. Keperawatan Dasar Spesialistik Area Maternitas
1) Mampu memberikan pertolongan persalinan normal
2) Semua kompetensi keperawatan dasar spesialistik area pediatric
3) Monitoring dan identifikasi persalianan risiko tinggi
4) Kolaborasi dengan cepat dan tepat sesuai hasil monitoring
5) Mahir melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan total care (perawatan
PEB, eklamsi)
6) Mampu membimbing PK I dan PK II
c. Keperawatan Dasar Spesialistik Area Medikal/Surgikal
1) Mampu mengidentifikasi EKG emergensi
2) Mampu melakukan pertolongan pertama klien dengan kegawat daruratan
3) Mampu memasang NGT dengan risiko
4) Mampu memberikan asuhan keperawatan dengan total care
5) Mampu membimbing PK I dan PK II
6) Mampu ACLS

H. Mekanisme Kenaikan Jenjang Karir Perawat di RS


Uji kompetensi jenjang karir SDM Keperawatan dilakukan pada saat rekruitmen dan
pengembangan SDM Keperawatan yang sedang bekerja di RS . Pada tahap awal, uji
kompetensi difokuskan untuk perawat klinik. Proses pelaksanaannya dibagi dalam empat
tahap, sebagai berikut :
1. Tahap 1 : Pendaftaran
Setiap perawat yang mengikuti proses jenjang karir harus mendaftar pada pusat
pengembangan SDM Keperawatan RS .
Persyaratan pendaftaran :
a. Surat keterangan lulus masa orientasi
b. Pas foto 3 x 4 sebanyak 2 lembar
c. Mengisi formulir pendaftaran
Setelah mendaftar akan menerima kartu pengenal peserta jenjang karir dan penetapan
pembimbing klinik. Kemudian pembimbing klinik akan memberikan berkas yang berisi
kegiatan yang harus diikuti dan penilaian-penilaian yang harus dicapai

2. Tahap 2 : Proses Pemenuhan Kompetensi


Perawat peserta jenjang karir harus memenuhi hal-hal berikut :
a. Pendidikan Formal Keperawatan
Pendidikan formal keperawatan yang diakui sebagai perawat profesional minimal
Ners-Sarjana Keperawatan (Ns-Skep). Perawat lulusan D III Keperawatan dapat
mencapai jenjang PK III. Perawat lulusan Sarjana Keperawatan dapat mencapai
jenjang PK IV. Perawat lulusan magister/S2/Sp. Keperawatan dapat mencapai jenjang
PK V.

b. Lama Bekerja di klinik


Perawat lulusan D III Keperawatan dapat ditetapkan sebagai PK I setelah lulus masa
orientasi 1 tahun. Setelah 4 tahun sebagai PK I dapat mengikuti uji kenaikan jenjang
ke PK II, jika memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan. Setelah 4 tahun sebagai
PK II, jika memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan dapat naik menjadi PK III.
Selanjutnya untuk naik ke PK IV tidak cukup hanya memenuhi lama kerja, tetapi juga
harus memenuhi pendidikan formal Ners-Sarjana Keperawatan (Ns Skep)
Perawat lulusan Ners Sarjana Keperawatan dan Sarjana Keperawatan dapat
ditetapkan sebagai PK I setelah lulus masa orientasi selama 6 bulan. Setelah 2 tahun
sebagai PK I dapat mengikuti uji kenaikan jenjang karir ke PK II, jika memenuhi
persyaratan lain yang ditetapkan. Setelah 2 tahu sebagai PK II dapat mengikuti uji
kenaikan jenjang karir ke PK III, dan demikian pula ke PK IV, jika memenuhi
persyaratan yang ditetapkan. Selanjutnya untuk naik ke PK V, tidak cukup hanya
memenuhi lama kerja, tetapi juga harus memenuhi pendidikan formal
Magister/S2/Sp. Keperawatan.
Perawat lulusan magister/S2/Sp. Keperawatan yang belum memiliki pengalaman
klinik maka dapat menjadi PK I setelah lulus masa orientasi selama 3 bulan. Setelah 1
tahun menjadiPK I dapat mengikuti uji kenaikan jenjang karir ke PK II dan
seterusnya sampai ke PK V, jika memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Perawat lulusan magister/S2/Sp. Keperawatan yang telah memiliki pengalaman
klinik, maka pengalaman klinik dan kemampuan kompetensi yang dimiliki akan
diperhitungkan untuk menetapkan jenjang karirnya.
c. Rekomendasi
Untuk mengikuti uji kenaikan jenjng karir, setiap perawat harus mendapatkan
rekomendasi dari :
1) atasan langsung tentang penilaian kinerja. Penilaian kinerja yang memenuhi
syarat untuk uji kenaikan jenjang karir minimal B
2) teman sejawat. Isi rekomendasi adalah hubungan kerja perawat dengan tim kerja
dalam penyelenggaraan asuhan keperawatan (sesuai dengan formulir yang
ditetapkan)
3) pembimbing klinik. Pembimbing klinik memberikan rekomendasi tentang
aktifitas yang harus dipenuhi sebagai syarat uji kenaikan jenjang karir
4) klien dan keluarga (Pelanggan Eksternal). Perawat yanga akan diuji
kompetensinya diharapakan tidak ada komplain dari klien atau keluarga.
d. Pendidikan Keperawatan Berkelanjutan
Untuk dapat mengikuti uji jenjang karir, maka tiap perawat harus memenuhi sejumlah
SKP (Satuan Kredit Partisipan) yang ditetapkan dalam PKB. PKB akan dirancang
oleh Bidang Keperawatan bekerja sama dengan Diklat RS sesuai dengan pedoman
dari PPNI
.
3. Tahap 3 :
Uji kompetensi dilakukan terhadap dokumen, ujian tertulis dan ujian praktik.
a. Dokumen
Bidang keperawatan dan Diklat RS menelaah dan menilai keabsahan dan kelegkapan
dokumen. Kemudian menetapkan jenjang karir yang akan diuji
b. Ujian tertulis
ujian tertulis diselenggarakan untuk semua jenjang. Materi yang akan diuji sesuai
dengan kompetensi yang harus dicapai
c. Ujian praktek
Ujian praktik diselenggarakan jika telah terpenuhi kelengkapan dokumen dan lulus
ujian tertulis.

langkah-langkah ujian praktik adalah sebagai berikut :


1) Persiapan uji kompetensi
2) Pelaksanaan uji kompetensi
3) Penetapan hasil uji kompetensi

4. Tahap 4 : Penetapan Jenjang Karir Yang Baru


Bidang keperawatan dan Diklat RS mengirimkan berkas-berkas ke bagian personalia.
Selanjutnya disiapkan surat keputusan, Surat Keputusan untuk PK I III ditandatangani
oleh Direktur. Selanjutnya dilaksanakan penyesuaian pekerjaaan dan sistem penghargaan.

I. Penutup
Demikian proposal tentang penetapan jenjang karir keperawatn di RSI Sultan
Hadlirin, besar harapan kami jenjang karir keperawatan ini dapat di laksanakan sebagai dasar
pedoman karir profesi Keperawatan termasuk pedoman dalam memberikan tunjangan
fungsional profesi. Kami menyadari proposal ini masih banyak kekuarangannya, Kritik dan
saran selalu kami harapkan untuk perbaikan.

Bagan 2.
Alur Penetapan Jenjang Karir Perawat
Rumah Sakit
Tahap I
Pendaftaran sebagai perawat jenjang karir

Tahap II
Pemenuhan Kompetensi
1. Pendidikan Formal
2. Lama Kerja
3. Rekomendasi
4. Pendidikan berkelanjutan

Tahap III
Uji Kompetensi
1. Uji Dokumentasi
2. Uji Tertulis
3. Uji Praktik

Tahap IV
Penerbitan SK
Penyesuaian pekerjaan sesuai jenjang karir
PROPOSAL
JENJANG KARIR KLINIK
KEPERAWATAN