Anda di halaman 1dari 3

Soal 1: Apa keuntungan Indonesia dalam meratifikasi UNCLOS 1982?

Jawab:

Rezim-rezim hukum laut banyak memberikan keuntungan bagi Indonesia sebagai


negara kepulauan, yaitu:

Pertama, pengaturan mengenai lebar laut territorial yang sebelum


diratifikasikannya UNCLOS III menunjukkan adanya keanekaragaman dalam
masalah lebar Laut territorial, dimana sebagian negara mengukur lebar laut
teritorialnya dari 3 mil sampai 200 mil jauhnya, namun sekarang menemukan
titik temu yaitu lebar Laut Teritorial tidak boleh lebih dari 12 mil laut.
Kedua, pengaturan mengenai lebar Zona Tambahan adalah maksimal 24 mil
laut diukur dari garis pangkal, Indonesia memiliki yurisdiksi pengawasan di
zona tersebut untuk mencegah dan menindak pelanggaran Bea Cukai,
Imigrasi, Fiskal dan Saniter.
Ketiga, Zona Ekonomi Eksklusif yang diatur memiliki lebar sampai 200 mil
laut membuat wilayah laut Negara Indonesia bertambah luas yaitu dengan
diberikannya Hak Berdaulat atas ZEE tersebut.
Keempat, dalam hal pengaturan lebar Landas Kontinen juga menunjukkan
dampak yang positif bagi Negara-negara pantai - khususnya Indonesia, yaitu
dimana Landas Kontinen yang pada mulanya termasuk kedalam rezim Zona
Ekenomi Eksklusif, namun pada Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (UNCLOS
III) Landas Kontinen diatur dalam Bab tersendiri dan memberikan
kesempatan yang memungkinkan suatu Negara pantai (salah satunya
Indonesia) memiliki lebar Landas Kontinen melebihi lebar Zona Ekonomi
Eksklusif, yaitu dengan tidak melebihi dari 350 mil laut.
Kelima, dengan diratifikasinya UNCLOS 1982 dan melebarnya wilayah di laut
seharusnya juga membawa dampak positif terhadap perkenomian Indonesia.
Mengingat banyaknya jalur pelayaran yang melewati Indonesia.

Soal 2: Konsekuensi apa saja yang harus dilaksanakan oleh Indonesia setelah meratifikasi
UNCLOS 1982?

Jawab:

Ratifikasi dan penerapan UNCLOS 1982 mempunyai banyak konsekuensi terhadap


Indonesia sebagai negara kepulauan. Beberapa di antaranya adalah harus meningkatnya
kemampuan Angkatan Laut negeri ini dalam menjaga laut teritorial, zona tambahan, ZEE
dan landas kontinen Indonesia. Begitu pula dengan meningkatnya kemampuan Indonesia
untuk mengeksploitasi sumber daya yang ada di zona-zona tersebut. Akan tetapi sangat
disayangkan bahwa perluasan wilayah kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia tidak diikuti
dengan penguatan alustsista Angkata laut secara signifikan. Selain itu, dengan
diratifikasinya UNCLOS 1982 mewajibkan dibentuknya Coast Guard. Sampai saat ini
permasalahan mengenai Bakamla sebagai Coast Guard Indonesia tidak kunjung berhenti
dan memerlukan waktu yang lama untuk merumuskan Coast Guard yang ideal untuk
Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA

Kusdinard, Deden. 2014. Konvensi Internasional tentang Hukum Laut (UNCLOS) dan
Implikasinya terhadap Negara. http://www.kusdinard.id/2014/02/konvensi-
internasional-tentang-hukum.html. diakses pada tanggal 30 Juni 2017

Mardhiah, Anneka Saldian. 2013. Analisis Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985


Tentang Pengesahan United Nations Convention On The Law Of The Sea
(Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Hukum Laut).
http://annekasaldianmardhiah.blogspot.co.id/2013/04/hukum-laut-internasional.html.
diakses pada tanggal 30 Juni 2017

Rofiani. 2011. Ratifikasi Perjanjian Batas-Batas Perairan Indonesia Dengan Negara


Tetangga Sebagai Upaya Optimalisasi Fungsi Pertahanan Negara Kesatuan
Republik Indonesia. http://rofianifamous.blogspot.co.id/2011/12/ratifikasi-
perjanjian-batas-batas.html. diakses pada tanggal 30 Juni 2017