Anda di halaman 1dari 9

KARYA TULIS ILMIAH

MEMBANDINGAN HASIL KADAR HEMOGLOBIN PADA


MAHASISWA STIKES PERINTIS BERDASARKAN
HASIL INDEKS PRESTASI KUMULATIF

Diajuakan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Studi Pendidikan


Diploma III Teknologi Laboratorium Medik STIKes Perintis Padang

Oleh:

AGUSTIA PRATAMA
NIM. 13103084453611

PROGRAM STUDI DIII TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERINTIS
PADANG
2017
ABSTRAK

Hemoglobin adalah suatu molekul protein besi dan terdapat di dalam sel darah merah
dapat membentuk ikatan yang longgar dan reversibel dengan O2. Menurunnya kadar
hemoglobin menjadi penyebab terjadinya anemia hal ini dapat mempengaruhi konsentrasi
belajar. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan hasil kadar hemoglobin pada mahasiswa
stikes perintis berdasarkan hasil indeks prestasi kumulatif. Penelitian ini telah dilakukan di
laboratorium stikes perintis pada bulan Februari Mei 2017 dengan besar sampel 40
mahasiswa stikes perintis tahun 2015 dengan metode cyanmethemoglobin. Dapat didapatkan
hasil Pvalue < 0,05 dimana terdapat perbedaan antara kadar hemoglobin mahasiswa tahun
2015 ipk < 3 dan ipk >3. Disarankan kepada semua mahasiswa agar dapat menjaga pola
hidup sehat untuk menigkatkan konsentrasi agar tidak terganggu dalam proses belajar.

Kata Kunci: hemoglobin, anemia , prestasi belajar

PENDAHULUAN Anemia defenisi besi merupakan


Hemoglobin merupakan sejenis protein anemia yang paling sering dijumpai,terutama
khusus yang terdapat dalam sel darah merah di Negara tropik atau Negara dunia ketiga
dan merupakan 90% dari bagian setiap sel (Bakta,2009). Saat ini, di Indonesia anemia
tersebut (Hoffbrand,2006). Hemoglobin (Hb) defisiensi besi merupakan salah satu masalah
dijadikan sebagai indikator terjadi anemia gizi utama di samping kekurangan kalori-
(Bakta, 2009 ; WHO 2011). Seseorang protein, vitamin A dan yodium (Raspati,
dianggap mengalami anemia, jika kadar 2010). Anemia terutamanya menyebabkan
hemoglobin pada laki-laki berusia 15 gangguang fungsi pembentukan hemoglobin
tahun <13,0 g/dL dan pada wanita usia subur yang merupakan alat transportsi oksigen
15-49 tahun <12,0 g/dL dan pada wanita usia keseluruh tubuh termasuk jaringan otak.
subur 15-49 tahun <12,0 g/dL (Riskesdas, Gangguan oksigenasi ke jaringan otak
2013). menyebabkan penurunan kemampuan dan
Menurut World Healt Organization konsentrasi belajar anak semasa
(WHO) Anemia telah menjadi salah satu pembelajaran. Produktivitas, tingkat
masalah kesehatan utama yang dihadapi saat kecerdasan, daya tangkap terhadap
ini, terutama pada Negara-negara pembelajaran dan semua aktivitas mereka
berkembang. Secara global anemia terjadi akan terganggu dan akhirnya akan
pada 24,8% dari populasi dunia yaitu sekitar berdampak kepada penurunan prestasi
1,62 juta orang. Tingginya angka kejadian belajar(Yulianasari, 2009).
anemia ini mengindikasikan status nutrisi Prestasi belajar adalah hasil atau taraf
dan kesehatan masyarakat yang masih buruk. kemampuan yang telah dicapai setelah
Laporan hasil riset kesehatan dasar mengikuti proses belajar mengajar dalam
(2013) menunjukan prevalensi anemia di waktu tertentu baik berupa perubahan
Indonesia mencapai 21,7% dimana 20,6% tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan
kasus anemia terjadi di perkotaan. Prevalensi dan kemudian akan di ukur dan di nilai yang
anemia untuk usia 15-24 tahun adalah kemudian di wujudkan dalam angka atau
18,4%. Data ini menunjukan bahwa kadar pernyataan.(Almatsier, 2002). Menurut hasil
Hb atau anemia tidak menutup kemungkinan penelitian subiyono (2010) pada siswa MTs
ditemukan pada mahasiswa yang tinggal di Al Asror kecamatan gunung pati
perkotaan. (Riskesdas,2013). menunjukan ada hubungan antara status

1
hubungan hemoglobin dengan prestasi tulang berkurang, presentasi hemoglobin
belajar. dalam sel dapat turun sampai di bawah
Pengaruh defisiensi Fe terutama nilai tersebut, dan volume sel darah merah
melalui kondisi gangguan fungsi hemoglobin juga menurun karena jumlah
yang merupakan alat transport O2 yang di hemoglobinyang mengisi sel menjadi
perlukan banyak reaksi metabolik tubuh. berkurang (Guyton, 2007).
Dikatakan bahwa pada kondisi anemia daya
konsentrasi dalam pelajar tampak menurun. Kadar Hemoglobin (Hb)
Bukti yang tersedia menunjukan gangguan Kadar hemoglobin ialah ukuran
pada perkembangan pesikomotor dan pigmenrespiratorik dalam butiran-butiran
kemampuan intelektual serta perubahan darah merah (Costill, 1998). Jumlah
perilaku setelah terjadi anemia defisiensi zat hemoglobin dalam darah normal adalah kira-
besi (Gibne, 2009). kira 15 gram setiap 100 ml darah dan jumlah
ini biasanya disebut 100 persen
TINJAUAN PUSTAKA (Evelyn,2009). Batas normal nilai
Hemoglobin adalah suatu molekul hemoglobin untuk seseorang sukar
protein mengandung besi dan terdapat di ditentukan karena kadar hemoglobin
dalam sel darah merah, dapat membentuk bervariasi di antara setiap suku bangsa.
ikatan yang longgar dan reversibel dengan Namun WHO telah menetapkan batas kadar
O2 (Sherwood,2011). Hemoglobin hemoglobin normal berdasarkan umur dan
merupakan suatu bahan mengandung besi jenis kelamin (WHO dalam Arisman, 2002).
yang disebut heme dan protein globulin.
Hemoglobin merupakan zat yang diangkut Struktur Hemoglobin
oleh sel darah merah, yang selanjutnya Pada saat molekul terdiri dari cincin
hemoglobin mengangkut oksigen dari paru- heterosiklik yang dikenal dengan porifin
paru kejaringan (Guyton,2007). yang menahan satu atom besi ini merupakan
situs/local ikatan oksigen.Porifin yang
mengandung besi disebut heme. Nama
hemoglobin merupakan gabungan dari heme
dan globin ,globin sebagai istilah generik
untuk protein globular. Ada beberapa protein
mengandung heme dan hemoglobin adalah
yang paling dikenal dan banyak dipelajari.
Gambar Pada manusia dewasa, hemoglobin
Hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 submit
Masing-masing dari keempat atom protein),yang terdiri dari masing-masing dua
besi dapat berikatan secara reversible dengan sub unit alfa dan beta yang terikat secara non
salah satu molekul O2 karena itu setiap kovalen. Sub unitnya mirip secara structural
molekul hemoglobin dapat mengambil empat dan berukuran hampir sama. Tiap sub unit
penampang O2 diparu. Karena O2 tidak memiliki berat molekul kurang lebih 16.000
mudah larut dalam plasma maka 98.5% O2 dalton, sehingga berat molekul total
yang terangkut dalam darah terikat ke tetramernya menjadi 64.000 dalton. Tiap sub
hemoglobin (Sherwood,2011). Sel-sel darah unit hemoglobin mengandung satu heme,
merah mampumengkonsentrasikan sehingga secara keseluruhan hemoglobin
hemoglobin dalam cairan sel sampai sekitar memiliki kapasitas empat molekul oksigen
34 gram per 100 mililiter sel. (Wikipedia, 2007).
Padaorang normal, presentasi
hemoglobin hampir selalu mendekat nilai Guna Hemoglobin (Hb)
maksimum dalam setiap sel. Namun, bila Hemoglobin di dalam darah
pembentukan hemoglobin dalam sum-sum membawa oksigen dari paru-paru keseluruh

2
jaringan tubuh dan membawa kembali (60-70%) terdapat dalam hemoglobin
karbondioksida dari seluruh sel keparu-paru yang disimpan sebagai ferritin di dalam
untuk dikeluarkan dari tubuh. Mioglobin hati, hemosiderin di dalam limpa dan
berperan sebagai reservoir oksigen : sumsum tulang (Zarianis, 2006).
menerima, menyimpan dan melepas oksigen Kurang lebih 4% besi di dalam
didalam sel-sel otot. Sebanyak kurang lebih tubuh berada sebagai mioglobin dan
80% besi tubuh berada di dalam hemoglobin senyawa- senyawa besi sebagai enzim
(Sunita, 2001). oksidatif seperti sitokrom dan
Menurut depkes RI adapun guna flavoprotein. Walaupun jumlahnya sangat
hemoglobin antara lain : kecil namun mempunyai peranan yang
1. Mengatur pertukaran oksigen dengan sangat penting. Mioglobin ikut dalam
karbondioksida di dalam jaringan-jaringan transportasi oksigen menerobos sel-sel
tubuh. membrane masuk kedalam sel-sel otot.
2. Mengambil oksigen dari paru-paru Sitokrom,flavoprotein, dan senyawa-
kemudian dibawa keseluruh jaringan- senyawa mitokondria yang mengandung
jaringan tubuh untuk dipakai sebagai besi lainnya, memegang peranan penting
bahan bakar. dalam proses oksidasi menghasilkan
3. Membawa karbondioksida dari jaringan- Adenosine Tri Phospat (ATP) yang
jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme merupakan molekul berenergi tinggi.
ke paru-paru untuk di buang, untuk Sehingga apabila tubuh mengalami
mengetahui apakah seseorang itu anemia gizi maka terjadi penurunan
kekurangan darah atau tidak, dapat kemampuan bekerja.Pada anak sekolah
diketahui dengan pengukuran kadar berdampak pada peningkatan absen
hemoglobin. Penurunan kadar sekolah dan penurunan prestasi belajar
hemoglobin dari normal berarti (WHO dalam Zarianis, 2006).
kekurangan darah yang disebut anemia Menurut karto J dan soektri M,
(Widayanti, 2008). kecukupan besi yang direkomondasikan
adalah jumlah minimum besi yang berasal
Faktor-Faktor Mempengaruhi Kadar dari makanan yang dapat menyediakan
Hemoglobin cukup besi untuk setiap individu yang
Beberapa faktor-faktor yang sehat pada 95% populasi, sehingga dapat
mempengaruhi kadar hemoglobin adalah : terhindar kemungkinan anemia
1. Kecukupan besi dalam tubuh kekurangan besi (Zarianis, 2006).
Menurut parakkasi, besi Metabolisme besi dalam tubuh
dibutuhkan untuk produksi hemoglobin, menurut wirakusumah, besi yang terdapat
sehingga anemia gizibesi akan di dalam tubuh orang dewasa sehat
menyebabkan terbentuknya sel darah berjumlah lebih dari 4 gram. Besi tersebut
merah yang lebih kecil dan kandungan berada di dalam sel-sel darah merah atau
hemoglobin yang rendah. Besi juga hemoglobin (lebih dari 2,5 g), myoglobin
merupakan mikronutrien essensil dalam (150 mg), phorphyrin cytochrome, hati,
memproduksi hemoglobin yang berfungsi limpa sumsum tulang (>200-1500 mg).
mengantar oksigen dari paru-paru ke ada dua bagian besi dalam tubuh, yaitu
jaringan tubuh, untuk dieksresika ke bagian fungsional yang dipakai untuk
dalam udara pernafasan, sitokrom, dan keperluan metabolik dan bagian yang
komponen lain pada system enzim merupakan cadangan. Hemoglobin,
pernafasan seperti sitokrom mioglobin, sitokrom, serta enzim hem dan
oksidase,katalase,dan peroksidase. Besi nonhen adalah bentuk besi fungsional dan
berperan dalam sintesis hemoglobin sel berjumlah antara 25-55 mg/kg berat
darah merah dan mioglobin dalam sel badan.Sedangkan besi cadangan apabila
otot. Kandungan 0,004% berat tubuh dibutuhkan untuk fungsi-fungsi fisiologis

3
dan jumlah 5-25 mg/kg berat Menurut soekirman, anemia gizi besi
badan.Feritin dan hemosiderin adalah adalah suatu keadaan dimana terjadi
bentuk besi cadangan yang biasanya penurunan cadangan besi dalam hati,
terdalam dalam hati, limpa dan sumsum sehingga jumlah hemoglobin darah menurun
tulang. Metabolisme besi dalam tubuh dibawah normal.Sebelum terjadi anemia gizi
terdiri dari proses absorpsi, pengangkutan, besi (KGB).Apabila cadangan besi dalam
pemanfaatan, penyimpanan dan hati menurun tetapi belum, parah, dan
pengeluaran (Zarianis, 2006). jumlah hemoglobin masih normal, maka
Anemia seseorang dikatakan mengalami kurang gizi
Anemia merupakan keadaan besi saja (tidak disertai anemia gizi besi).
menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit Keadaan kurang gizi besi yang berlanjut dan
dan jumlah sel darah merah di bawah nilai semakin parah akan mengakibatkan anemia
normal yang di patok untuk perorang gizi besi, dimana tubuh tidak lagi
(Arisman, 2008). Anemia sebagai keadaan mempunyai cukup zat besi untuk membentuk
dimana level hemoglobin rendah karena hemoglobin yang diperlukan dalam sel-sel
kondisi patologis. Defisiensi Fe merupakan darah yang baru (Wulansari, 2006).
salah satu penyebab anemia, tetapi bukanlah Penyebab Anemia
satu-satunya penyebab anemia (Fatmah Ada tiga penyebab anemia defisiensi
dalam FKM UI, 2007). zat besi, yaitu : (Arisman, 2008)
Menurut nursalam, anemia adalah
berkurangnya kadar eritrosit (sel darah a. Kehilangan darah secara kronis
merah) dan kadar hemoglobin (Hb) dalam Pada pria dewasa, sebagian besar
setiap millimeter kubik darah dalam tubuh kehilangan darah disebabkan oleh proses
manusia. Hampir semua gangguan pada perdarahan akibat penyakit atau akibat
sistem peredaran darah disertai dengan pengobatan suatu penyakit. Sementara
anemia yang di tandai dengan warna pada wanita, terjadi kehilangan darah
kepucatan pada tubuh, penurunan kerja fisik, secara alamiah setiap bulan. Jika darah
penurunan daya tubuh. Penyebab anemia yang keluar selama haid sangat banyak
bermacam-macam diantaranya adalah akan terjadi anemia defisiensi zat besi.
anemia defisiensi zat besi (Murgiyanta, Selain itu, kehilangan zat besi
2006). dapat pula diakibatkan oleh infestasi
Menurut wirakusumah, anemia adalah parasit, seperti cacing tambang
suatu keadaan adanya penurunan kadar Schistasomadan Trichuristrichiwa. Hal
hemoglobin, hematokrit dan jumlah eritrosit ini sering terjadi di Negara tropis,lembab
dibawah normal. Penyebabnya bisa karena dan keadaan sanitasi yang buruk.
kekurangan zat besi, asam folat dan vitamin Darah yang hilang akibat infestasi
B12.Tetapi yang sering terjadi adalah anemia cacing tambang bervariasi antara 2-100
yang disebabkan karena kekurangan zat besi. cc/hari, tergantung pada beratnya
Anemia defisiensi besi adalah anemia yang infestasi. Jika jumlah zat besi dihitung
disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam berdasarkan banyaknya telur cacing yang
tubuh, sehingga kebutuhan zat besi untuk terdapat dalam dalam tinja, jumlah zat
eritropoesis tidak cukup, yang di tandai besi yang hilang perseribu adalah sekitar
dengan gambaran sel darah merah hipokrom- 0,8 mg untuk Necator americanus sampai
mikrositer, kadar besi serum dan jenuh 1,2 mg untuk Ancylostoma duodenale.
transferin menurun, kapasitas ikat besi total b. Asupan dan serapan tidak adekuat
meninggi dan cadangan besi dalam sumsum Makanan yang banyak
tulang serta ditempat yang lain sangat kurang mengandung zat besi adalah bahan
atau tidak ada sama sekali (Oppusungu, makanan yang berasal dari daging
2009). hewan.Selain banyak mengandung zat
besi, serapan zat besi dari sumber

4
makanan tersebut mempunyai angka bangkit dari duduk, selain itu, wajah,
keterserapan sebesar 20-3-%.Sebagai selaput lendir kelopak mata, bibir,
besar penduduk Negara yang sedang dan kuku penderita tampak pucat.
berkembang tidak mampu menghadirkan Kalau anemia sangat berat, dapat
bahan makanan tersebut.Kebiasaan berakibat penderita sesak napas
konsumsi makanan yang dapat bahkan lemah jantung (Zarianis,
mengganggu penyerapan zat besi seperti 2006).
kopi dan teh secara bersamaan pada Gejala-gejala yang
waktu makan menyebabkan serapan zat disebabkan oleh pasokan oksigen
besi semakin rendah. yang tidak mencukupi kebutuhan ini,
c. Peningkatan kebutuhan bervariasi. Anemia bisa
Asupan zat besi harian diperlukan menyebabkan kelelahan, kelemahan,
untuk mengganti zat besi yang hilang kurang tenaga dan kepala terasa
melalui tinja , air seni dan kulit. melayang.Jika anemia bertambah
Berdasarkan jenis kelamin, kehilangan zat berat, bisa menyebabkan stroke atau
besi untuk pria dewasa mendekati 0,9 mg serangan jantung.Gejala lemah, letih,
dan 0,8 untuk wanita. lesu, lelah, lunglai atau yang biasa
Sebagian peningkatan ini dapat disebut 5L juga merupakan salah satu
terpenuhi dari cadangan zat besi, serta gejala Anemia. Gejala yang lain
peningkatan adaptif jumlah persentase zat adalah mata berkunang-kunang
besi yang terserap melalui saluran berkurangnya daya konsentrasi dan
cerna.Namun , jika cadangan zat besi menurunnya daya tahan tubuh
sangat sedikit sedangkan kandungan dan (Wikipedia, 2007).
serapan zat besi dalam dan dari makanan Gejala awal anemia kurang
sedikit, pemberian suplementasi pada zat besi adalah keluhan badan lemah,
masa-masa ini menjadi sangat penting. lelah, kurang energi, kurang nafsu
2.1.6 Tanda dan Gejala Anemia makan, daya konsetrasi menurun,
Tanda dan gejala anemia sakit kepala, pandangan sering
biasanya tidak khas dan sering tidak berkunang-kunang terutama dari
jelas, seperti pucat, mudah lelah, keadaan duduk kemudian
berdebar dan sesak napas.Kepucatan berdiri.Tanda lainnya adalah kelopak
bisa diperiksa pada telapak tangan, mata, wajah, ujung jari dan bibir
kuku dan konjungtiva palbera.Tanda biasanya tampak pucat (Syafitri,
yang khas menjadi anemia, angular 2008)
stomatitis, glositis, disfagia,
hipokloridia, koilonikia dan METODE PENELITIAN
pafofagia.Tanda yang kurang khas Jenis Penelitian
berupa kelelahan, anoreksia, Jenis penelitian ini dilakukan
kepekaan terhadap infeksi deskriptif analitik yang diambil dari
meningkat, kelainan perilaku mahasiswa STIkes Perintis sebanyak 40
tertentu, kinerja intelektual serta mahasiswa laki-laki dan perempuan dengan
kemampuan kerja menurun metode cyanmethemoglobin. Darah yang di
(Arisman, 2008). ambila dalah darah kapiler.
Gejala awal anemia zat besi
berupa badan lemah, lelah, kurang Waktu dan Tempat
energy, kurang nafsu makan, daya Penelitian ini dilaksanakan di
konsentrasi menurun, sakit kepala, laboratorium stikes perintis padang pada
mudah terinfeksi penyakit, stamina bulan Februari Mei 2017
tubuh menurun, dan pandangan
berkunang-kunang terutama bila

5
Populasi Dan Sampel beberapa kali, inkubasi 5 menit, baca
Populasi dengan fotometer pada panjang
Populasi dalam penelitian ini adalah gelombang 540 nm. Kemudian
semua mahasiswa DIII TLM STIKkes dibaca kadar hemoglobin dengan
Perintis Padang yang dating kedalam gr/dl (Gandasoebrata, 2007)
laboratorium STIkes Perintis.
Prinsip Kerja
Sampel
Sampel di ambil adalah darah kapiler Hemoglobin darah diubah menjadi
dari 40 mahasiswa DIII TLM laki-laki dan cyanmethemoglobin (hemoglobin
perempuan yang bersedia ikut penelitian. sianida) dalam larutan yang berisi kalium
ferisianida dan kalium sianida. Absorbs
Hipotesa larutan diukur pada gelombang 546 nm
atau filter nyala, larutan drabkin yang
Ha : Ada perbedaan kadar hemoglobin pada dipakai cara ini mengubah hemoglobin,
mahasiswa stikes perintis berdasarkan oksihemoglobin, methemoglobin dan
Membandingkan hasil kadar karboksi hemoglobin menjadi
hemoglobin pada mahasiswa STIkes cyanmethemoglobin sulfhenemoglobin
Perintis berdasarkan hasil indeks tidak berubah, karena itu tidak ikut
prestasi kumulatif. diukur.
Alat Dan Bahan Analisa Data
Alat
Alat yang digunakan, tabung reaksi, rak Data yang didapat dimasukkan kedalam table
tabung, autoklick, fotometer 5010, yellow kemudian diolah dengan uji T dan analisa
tip, blue tip, Lancet. secara computerisasi menggunakan program
SPSS.
Bahan
Bahan yang digunakan kapas alcohol, HASIL PENELITIAN
darah kapiler, reagen drabkin, kapas, alkohol Hasil Penelitian
70% (Kalium ferisianida 200 gr, aquadest Dari penelitian yang telah dilakukan
1000 gr) terhadap 40 sampel mahasiswa tahun 2015 di
laboratorium stikes perintis padang pada
Prosedur Kerja bulan februari-mei dengan IPK<3 dan IPK>3
a. Pengambilan Darah Kapiler didapatkan hasil Pvalue 0.00 < sig. 0.05,
Persiapkan alat dan bahan,
dimana Ha diterima dengan simpulan
bersihkan jari tangan yang akan terdapat perbedaan kadar Hemoglobin
ditusuk dengan kapas alcohol dan
Mahasiswa tahun 2015 dengan IPK<3 dan
biarkan kering, tusuk jari tersebut IPK>3.
dengan autoklik, tetesan darah
Analisa data yang digunakan
pertama dibuang dengan kapas menggunakan SPSS vers 16.0 dengan
kering, tetesan berikutnya diambil
menggunakan Uji T test.
untuk pemeriksaan hemoglobin
Hasil pemeriksaan Kadar Hemoglobin
(Gandasoebrata, 2007)
Mahasiswa tahun 2015 IPK <3 dan
b. Pemeriksaan Hemoglobin IPK>3
Dimasukkan2,5 ml drabkin
Std. Std. Error Pvalue
kedalam tabung reaksi, dengan pipet IPK N Mean Deviation Mean
mikro diambil 10ul darah, sebelah Kadar IPK<3
luar ujung pipet dibersihkan, lalu 20 12.6500 .83193 .18602 0.00
Hb
darah dimasukkan kedalam tabungr IPK>3 20 14.3450 1.51778 .33939
eaksi yang telah berisi larutan
drabkin dengan membilasnya

6
Berdasarkan tabel diatas pati menunjukan ada hubungan antara
didapatkan rata-rata kadar hemoglobin status hubungan hemoglobin dengan
IPK<3 adalah 12.6 g/dL lebih rendah prestasi belajar.
dibandingkan dengan rata-rata kadar Gejala awal anemia kurang zat
hemoglobin IPK>3 yaitu 14.3 g/dL. Dan besi adalah keluhan badan lemah, lelah,
nilai Pvalue <0.05 yang artinya terdapat kurang energi, kurang nafsu makan,
perbedaan antara kadar Hemoglobin daya konsetrasi menurun, sakit kepala,
mahasiswa tahun 2015 IPK<3 dan pandangan sering berkunang-kunang
IPK>3. terutama dari keadaan duduk kemudian
Pembahasan berdiri. Tanda lainnya adalah kelopak
Berdasarkan hasil penelitian yang mata, wajah, ujung jari dan bibir
didapat, Pvalue <0.05 yang artinya biasanya tampak pucat (Syafitri, 2008).
terdapat perbedaan antara kadar
Hemoglobin mahasiswa tahun 2015 KESIMPULAN
IPK<3 dan IPK>3. Akan tetapi Kesimpulan
perbedaan tersebut lemah, dimana Berdasarkan hasil penelitian tentang
dilihat dari rerata IPK<3 memiliki kadar Membandingkan Hasil Kadar Hemoglobin
Hb 12.65 dan IPK>3 yaitu 14.34. IPK<3 dan IPK>3 dapat disimpulkan bahwa:
Penelitian yang sama juga 1. Hasil kadar hemoglobin pada mahasiswa
dilakukan oleh Susi Kusumawati di Stikes Perintis angkatan 2015 IPK <3
Kabupaten Pemalang tahun 2005. rata-rata adalah 12.6 g/dL
Dimana P<0.05 menunjukkan bahwa 2. Hasil kadar hemoglobin pada mahasiswa
ada perbedaan yang bermakna kadar Hb Stikes Perintis angkatan 2015 IPK >3
dengan prestasi belajar pada remaja di yaitu 14.3 g/dL
institusi sekolah pengembang dan non Terdapat perbedaan signifikan kadar
pengembang TTD Mandiri. Hemoglobin IPK<3 dan IPK>3. Dimana
Hal ini disebabkan karena gangguan Pvalue < 0.05.
oksigenasi ke jaringan otak menyebabkan
penurunan kemampuan dan konsentrasi DAFTAR PUSTAKA
belajar anak semasa pembelajaran
Gangguan oksigenasi ke jaringan otak Arisman.(2008). Buku Ajar Ilmu Gizi
menyebabkan penurunan kemampuan Keracunan Makanan. Jakarta: Penerbit
dan konsentrasi belajar anak semasa Buku Kedokteran EGC. Halaman 74
pembelajaran. Produktivitas, tingkat _______. 2002.
kecerdasan, daya tangkap terhadap GizidalamDaurKehidupan.EGC. Jakarta.
pembelajaran dan semua aktivitas
mereka akan terganggu dan akhirnya Almatsier, Sunita (2003) Prinsip Dasar Ilmu
akan berdampak kepada penurunan Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka
prestasi belajar (Yulianasari, 2009). Utama
Prestasi belajar adalah hasil atau BaktaIM,dkk. Anemia Defisiensi Besi dalam
taraf kemampuan yang telah dicapai Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
setelah mengikuti proses belajar Jilid 3 Edisi IV.Jakata: 2009; FK UI
mengajar dalam waktu tertentu baik Press.
berupa perubahan tingkah laku,
keterampilan dan pengetahuan dan Bakta, I.M., 2009. Pendekatan Terhadap
kemudian akan di ukur dan di nilai yang Pasien Anemia. In: Sudoyo, A.W. ed.
kemudian di wujudkan dalam angka atau Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid
pernyataan.(Almatsier, 2002). Menurut II Edisi V. Jakarta:
hasil penelitian subiyono (2010) pada Internal Publishing, pp.1110.
siswa MTs Al Asror kecamatan gunung

7
Costill, 1998.Apaitu Hemoglobin dalam Widayanti, Sri. 2008. Analisis Kadar
darah kita. Hemoglobin PadaAnakBuahKapal PT.
http:/id.shvoong.com/medicine-and Salam Pacific Indonesia Lines Di
health/medicinehistory/2067287 Belawan Tahun 2007.Skripsi Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas
Depkes RI, 1998. Pedoman Program Sumatera Utara
Pemberantasan Penyakit Kecacingan.
Direktorat Jenderal P2M & PLP, Wikipedia, 2007.Hemoglobin.
Jakarta http:/id.Wikipedia.org/Wiki/Hemoglobin.Dia
kses
Gandasoebrata.2007. Penuntun Pada Tanggal 22 Januari 2010.
Laboratorium Klinik.Jakarta :dianrakyat
World Health
Guyton, A.C., John E. Hall, 2007. Buku Ajar Organization.(2011).Veterinary public
Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC health.Dari
http://www.who.int/zoonoses/vph/en/.
Hoffbrand , Petit JE, Moss PAH. Kapita
Diaksespada 1Januari, 2017Pukul
Selekta Hematologi. Jakarta:Penerbit
15.00 WIB.
Buku Kedokteran EGC; 2006.h.13-15

Kusumawati,susi. 2005. Perbedaan Kadar


WulansaridanHartanto. 2006. Ragam Metode
HbdanPrestasiBelajarPadaRemaja di Kontrasepsi. Jakarta : EGC
Institusi Sekolah Pengembang dengan
Non Pengembang TTD Mandiri di Zarianis. 2006. Efek Suplementasi Besi-
Kabupaten Pemalang.Skripsi Vitamin C dan Vitamin C terhadap Kadar
Hemoglobin Anak Sekolah Dasar
Raspati, H. (2010).Buku Ajar Hematologi- yang Anemia di Kecamatan Sayung
OnkologiAnakJakarta : IDAI Kabupaten Demak.

RisetKesehatanDasar(Riskesdas).
(2013).Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan Kementerian RI tahun
2013.Diakses: 19 Oktober 2014, dari
http://www.depkes.go.id/resources/do
wnload/general/Hasil%20Riskesdas%2
02013.pdf
.
Sherwood, Laura Iee.2011. Fisiologi
Manusia. Jakarta : EGC

Sudoyo A, dkk. 2010. Buku ajar ilmu penyakit


dalam. Jakarta: Internal Publising

Syafitri.Yunita, 2008.Hubungan
Produktivitas Dengan Asupan Zat Besi
Dalam
tubuh.http:// yunita
syafitri.blogspot.com / 2008 /12/ Hubungan.
Produktivitas Dengan Asupan
.html.Diakses pada tanggal 20 Agustus 2010