Anda di halaman 1dari 9

THORACOTOMY

A. Pengertian Thoracotomy

Thoracotomy adalah insisi dinding thoraks (dada) sampai mencapai paru-


paru, bronchi,jantung atau oesophagus. Lokasi insisi relative terhadap thoraks bisa
kearah lateral (postero-lateral, antero-lateral) atau anterior (transversal dan vertical
). Ada dua macam thoracotomy yaitu pulmonary surgery dan cardiac
surgery(open heart surgery ) tapi dalam makalah ini yang akan dibahas adalah
tentang pulmonary surgery(operasi paru-paru), dengan jenis insisi lateral dan
anterior dinding dada.

Insisi adalah membuka (operasi) kulit atau organ tanpa mengambil organ
atau kulit tersebut.

B. Jenis-Jenis Insisi
1. Insisi Lateral
Posterolateral
Insisi posterolateral mengikuti margo vertebralis scapula dan garis costa
(costa 5,6,7 atau 8) ke sudut anterior atau margo costalis. Otot-otot yang
terpotong adalah trapesius, latissimus dorsi, rhomboids,serratus anterior,
intercostalis daneractor spine. Costa dipotong sedang costa yang lain di taris
sehingga ada ruang untuk melihat isi rongga thorax. Umumnya insisi ini
digunakan untuk operasi paru.
Anterolateral
Insisi anterolateral dimulai pada mid line anterior mengikuti sepanjang garis
costa di bawah payudara sampai garis axilla posterior. Otot-otot yang
terpotong adalah pectoralis mayor dan minor, serratus anterior, intercostalis
internal dan external.(gambar VI-2). Insisi ini digunakan untuk operasi
penyakit katup mitral (mitral valvotomy) dan operasi pleura ( pleurectomy).
2. Insisi Anterior
Tranversal (submammary)
Insisi mulai dari salah satu sisi ruang intercostalis 4 ke ruang intercostalis
lainnya dengan memotong sternum secara tranversal tapi teknik sekarang
jarang digunakan. Otot-otot yang terpotong adalah pectoralis mayor,
intercostalis internal dan external.
Vertical (median sternotomy)
Insisi ini dilakukan dengan pemotongan pada bagian tengah sternum ke arah
bawah (dari sterna notch sampai xyphoindeus) sehingga tidak ada otot yang
terpotong . Teknik ini digunakan untuk bedah jantung
3. Insisi Thoraco-Laparatomy
Insisi ini sepanjang garis costa7 atau 8 area epigastrik sehingga abdomen
kemungkinan ikut terinsisi. Teknik digunakan untuk operasi esophagus.

C. Gambar jenis-jenis insisi


D. Indikasi Untuk Operasi
Tumor, seperti carcinoma bronchial primer
Trauma, seperti luka dari kecelakaan lalu lintas, luka tembak atau luka tikam.
Penyakit infeksi, seperti bronchiectasis, tuberculosis, abces paru, bulla yang
besar
Tumor jinak atau tumor ganas.
Abnormalitas pleura

E. Type Operasi
1. Pneumonectomy
Pneumonectomy adalah pengangkatan seluruh satu paru paru, sering sekali
disertai dengan mediastinal lymph nodus atau sebagian diding thoraks.
2. Lobectomy
Lobectomy adalah pengangkatan satu atau lebih lobus paru paru kadang
kadang disertai dengan memotong diding thoraks, biasa dilaukan pada pasien
dengan carsonima Sleeve resection adalah pengangkatan lobus atas disertai
dengan pemotongan bronchus lobar yang berasal dari bronchus utama ( dua ujung
bronchus dijahit secara bersamaan).
3. Segmentl atau wedge resection
Segmental resection adalah pengangkatan satu segmen dari satu lobus
bronchopulmonal. Wedge resection adalah pengangkatan kecil atau sedikit
jaringan paru, biasa dilakukan pada tumor jinak atau penyakit jaringan sekunder
bronchectasis atau tuberculosis.
4. Pleurectomy
Suatu insisi yang dilakukan pada pleura.
F. Otot yang terpotong saat insisi Thoracotomy

G. Sleeve resection, dua bronchus disatukan/dijahiT


H. Faktor Penyebab Tinggi Komplikasi Paru Pasca Thoracotomy
1.General Ansthesia menyebabkan :
Menurunkan gerakan normal cilia cabang tracheobronchia
Penekanan pusat respirasi pada sistem saraf pusat sehingga menyebabkan
pola nafas menjadi dangkal (tidal volume dan vital capacity menurun)
Penekanan pada reflex batuk
2. Intubasi ( pemasangan endotracheal atau nasogastic tube ) menyebabkan :
Spasma otot tracheobronchial dan immobilitasi thorax
Iritasi mukosa lining cabang tracheobronchial yang menyebabkan
produksi mukus meningkat
Gerakan normal cilia menurun pada cabang tracheobronchial yang
menyebabkan sekresi terakumulasi
Menyebabkan otot terhambat dan pengembangan dinding dada menurun
sehingga pola nafas dangkal, ekspensi dangkal paru terhambat dan sekresi
tidak mampu di mobilitasi
Deep dan efektivitas batuk terhambat, pasien biasanya lemah dan batuk
dangkal dan tidak efektif memobilisasi dan membersihkan sekresi
4.Obat-obat nyeri
Walaupun obat nyeri yang diberikan pasca operasi dapat mengurangi nyeri
akan tetapi juga menyebabkan:
Menekan pusat respirasi di sistem pusat
Menekan gerakan normal cilia di cabang tracheobronchial
5. Bed Resttotal pasca operasi menyebabkan sekresi terakumulasi, utamanya
pada segmen basal posterior lower lobus.
Keadaan umum yang lemah ( lemah dan letih ) menurunkan ekvetivitas batuk
7. Faktor resiko lain yang tidak berhubungan langsung dengan operasi adalah:
Usia (usia diatas 50 tahun )
Riwayat perokok berat
Obesitas
Gangguan mental dan Orientasi
Riwayat COPD dan Restriktif paru akibat kelemahan neuromoskular
I. Komplikasi Sering Terjadi Pasca Operasi Paru
a. Respirasi
Infeksi jaringan paru
Konsilidasi atau kollpas dari jaringan paru
Pneumothoraks
Broncho-pleural fistula
b. Sirkulasi
Trombosis vena bagian dalam
Cardia arirhytmia
Tamponade
Haemorrhage
c. Luka
Infeksi
Luka yang tidak sembuh
Adhesi jaringan
d. Keterbatasan Sendi
Sholder dan sholder gridle
Thoracal spine
Costo-vetebral joint
e. Kelemahan Otot
Latissimus Dorsi
Serratus Anterior
Otot-otot lain yang terpotong
Otot-otot lengan jika tidak dilatih
f. Kelainan postur
Kecenderungan untuk memproteksi jaringan parut menyebabkan terjadinya
scoliosis dan forward flexionke arah insisi (nyeri).
J. Type Thoracotomy
1. Pneumonectomy
Operasi pengangkatan seluruh satu paru-paru.Suatu radical pneumonectomy
mencangkup mengangkat (excision) kelenjar mediastinal yang dipisahkan
(dissection) dari dinding thoraks atau pericardium.Sebagian dinding thoraks
kadang diangkat sehingga kemungkinan akan terjadi kerusakan pada saraf
phrenicus tidak dapat di hindari yang mengakibatkan paralysis setengah dari
diafragma atau kerusakan pada saraf laryngeal(cabang dari saraf vagus)
sehingga menyebabkan ketidakmampuanuntuk mengeluarkan
sacotoruara.komplikasi dari kerusakan kedua saraf tersebut dapat menganggu
batuk dan pernafasan.
Indikasi pneumonectomy adalah carcinoma,bronchiectasis dan
tuberculosis.Insisi biasanya posterol-lateral thoracotomy
2. Lobectomy
Indikasi Operasi
Bronchiectasis
Tuberculosis
Abses paru
Carsinoma
3. Thoracoplasty
Suatu operasi yang dilakukan membuat paru-paru kollaps.Secara
permanen. Operasi ini sering dilakukan pada tubercullosis paru,Emphyema
kronik dan ini sangat jarang dilakukan.Operasi dilakukan dengn memotong
beberapa costa (costa 7-10) dengan periosteum tetapi tidak diangkat.

K. Komplikasi Yang Sering Terjadi Pasca Operasi


a) Deformity
Jika saat opersi costa pertama diangkat maka tempat perlekatan otot scalene di
bagian distal akan ikut terangkat sehingga mengakibatkan otot scalene lain
yang bersebelahan akan menarik kuat kepala dan leher kearah
berlawanan.Shoulder akan naik pada samping operasi dan terjadi rotasi secara
medial akibat otot rhomboid terpotong dan trunk akan condong kearah operasi
untuk mengimbangi kepala yang berubah arah dan selanjutnya spineakan
membentuk curva C (curva concave) kearah samping opersi.
b) Breathing
Area dinding chest yang fleksid (lemah) akan terisap saat inspirasi dan akan
tertiup keluar saat ekspresi.Hal ini dapat di cegah dengan mengikat atau
menutup dengan kain kasa untuk menyanggah dinding chest menjadi kuat.
Kesimpulan

Thoracotomy adalah insisi dinding thoraks (dada) sampai mencapai paru-


paru, bronchi, jantung atau oesophagus. Lokasi insisi relative terhadap thoraks
bisa kearah lateral (postero-lateral, antero-lateral) atau anterior (transversal dan
vertical ). Jenis-jenis insisi ada insisi lateral yang terbagi menjadi posterilateral
dan anterolateral. Sedangkan insisi anterior terbagi menjadi transversal dan
vertical. Indikasi dari pelaksanaan thoracotomy adalah tumor, trauma, penyakit
infeksi, tumor jinak/ganas, dan abnormalitas pleura. Tipe dari thoracotomy adalah
pneumonectomy, lobectomy, segmental dan pleurectomy.