Anda di halaman 1dari 57

Laporan Studi Pustaka (KPM 403)

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH


RUMAH TANGGA

MEGA NOVITA

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN


MASYARAKAT
FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2015
PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa Laporan Studi Pustaka yang berjudul
Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga benar-benar
hasil karya saya sendiri yang belum pernah diajukan sebagai karya ilmiah pada
perguruan tinggi atau lembaga manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip
dari pustaka yang diterbitkan atau tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan
dalam naskah dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir Laporan Studi
Pustaka. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya bersedia
mempertanggung jawabkan pernyataan ini.

Bogor, 4 Desember 2015

Mega Novita
NIM. I34120142
ABSTRAK

MEGA NOVITA. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.


Di bawah bimbingan DJUARA P. LUBIS.
Persoalan sampah di Indonesia telah menjelma menjadi masalah yang sulit
dipecahkan. Salah satu cara yang dibutuhkan dalam meminimalisir sampah yaitu
dengan adanya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Pengelolaan sampah menjadi hal yang penting karena jika tidak dikelola dengan baik
dapat menimbulkan permasalahan yang lebih kompleks seperti pencemaran lingkungan
dan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan faktor-faktor yang
mempengaruhi partisipasi serta manfaat partisipasi. faktor-faktor yang mempengaruhi
partisipasi antara lain, faktor internal dari karakteristik individu yaitu mencakup umur,
tingkat pendidikan, jumlah beban keluarga, jumlah pendapatan, pengalaman
berkelompok, dan lama tinggal. Faktor eksternal yaitu pelaksanaan pengelolaan sampah
meliputi metode kegiatan dan pelayanan kegiatan. Kedua faktor tersebut diduga
berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang terdiri
dari partisipasi masyarakat pada tahap pengambilan keputusan, tahap pelaksanaan,
tahap menikmati hasil, dan tahap evaluasi.

Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

ABSTRACT
MEGA NOVITA. Participation of Community in Household Waste Management.
Supervised by DJUARA P. LUBIS.
Waste problem in Indonesia has become a difficult to solve. One way to overcome
this problem in minimizing waste is to have communities participate in household waste
management. Waste management becomes important because if its not managed
properly, it may lead to more complex problems such as environmental pollution and
health problems. This study aims to determine how communities participate in
household waste management and the factors that affect participation and benefits.
Factors that affect the participation are the internal factors and external factors. The
intenal factors of the individual characteristics that include age, education level,
number of family burdens, the amount of income, group experience and length of stay.
External factors of waste management include methods activities and services
including. Both factors are thought to influence communities participate in household
waste management in the decision making stage, the implementation stage, enjoying the
results stage, and the evaluation stage.

Keywords : Participacipation of Community, Household Waste Management


PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH
RUMAH TANGGA

Oleh

MEGA NOVITA

I34120142

Laporan Studi Pustaka


Sebagai syarat kelulusan mata kuliah Studi Pustaka (KPM 403)
Pada
Mayor Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
Departemen Mayor Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
Fakultas Ekologi Manusia
Institut Pertanian Bogor

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT


FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2015
LEMBAR PENGESAHAN

Dengan ini menyatakan bahwa Studi Pustaka yang ditulis oleh:


Nama : Mega Novita
Nomor Mahasiswa : I34120142
Judul : Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah
Tangga

dapat diterima sebagai syarat kelulusan Mata Kuliah Studi Pustaka (KPM 403) pada
Mayor Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Departemen Sains
Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut
Pertanian Bogor.

Disetujui oleh

Dr Ir Djuara P. Lubis, MS
NIP. 19600315 198503 1 002

Diketahui oleh

Dr Ir Siti Amanah, MSc


NIP. 19670903 199212 2 001

Tanggal Pengesahan : ______________________


PRAKATA

Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan
studi pustaka yang berjudul Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah
Tangga ini dengan baik. Laporan studi pustaka ini ditujukan untuk memenuhi syarat
kelulusan Mata Kuliah Studi Pustaka (KPM 403) pada Departemen Sains Komunikasi
dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Dr. Ir. Djuara P. Lubis, MS dan
Asri Sulistyawati, MSi sebagai dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan,
arahan, masukan dan waktu selama proses penulisan hingga penyelesaian laporan studi
pustaka ini. Penulis juga menyampaikan terimakasih kepada Dr.Ir. Ekawati S. Wahyuni,
MS selaku dosen Koordinator Mata Kuliah Studi Pustaka (KPM 403) yang telah
memberikan arahan serta bimbingan terkait teknik penulisan laporan studi pustaka.
Tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada kedua orangtua tercinta, Ibu
Ermiati dan Bapak Wisnu Wardana atas semangat dan doa yang tiada henti-hentinya
mengalir untuk kelancaran penulisan laporan studi pustaka ini. Penulis juga
mengucapkan terimakasih kepada teman-teman SKPM angkatan 49 yang telah berkenan
menjadi rekan bertukar pikiran dalam menyelesaikan laporan studi pustaka ini. Semoga
laporan studi pustaka ini bermanfaat bagi semua pihak.

Bogor, 28 Desember 2015

Mega Novita
NIM. I34120142
DAFTAR ISI

PENDAHULUAN................................................................................................... 1
Latar Belakang..................................................................................................... 1
Tujuan Penulisan.................................................................................................. 2
Metode Penulisan.................................................................................................2
RINGKASAN DAN ANALISIS PUSTAKA.......................................................... 3
1. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce,
Reuse, dan Recycle) (Studi pada Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu di
Desa Mulyoagung Kecamatan DAU Kabupaten Malang)...........................3
2. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten
Badung............................................................................. 5
3. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Daha Selatan..............6
4. Hubungan Faktor Individu dan Lingkungan Sosial dengan Partisipasi
Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.............................8
5. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Masyarakat di Kelurahan
Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang...................................... 10
6. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Program HBS ( Hijau
Bersih Sehat) di RT 16 dan 17 Kelurahan Karang Anyar Kecamatan
Sungai Kunjang Kota Samarinda............................................................... 11
7. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (Studi
di RW 05 Kelurahan Karah Kecamatan Jambangan Surabaya).................13
8. Hubungan Antara Karakteristik Individu dan Pengetahuan Masyarakat
dengan Tindakan Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Desa Borgojaga
V Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa.......................................... 14
9. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Masyarakat di RT 50
Kelurahan Sungai Pinang dalam Kecamatan Samarinda Utara.................15
10. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Dusun Sukunan
Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta .................................. 16
11. Tingkat Partisipasi Warga dalam Pengelolaan Lingkungan Berbasis
Masyarakat ....................................18
12. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Kelurahan Jombang
Kota Semarang ..................................20
13. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Dusun Sukunan
Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta ...................................................... 22
RANGKUMAN DAN PEMBAHASAN...............................................................24
Sampah Rumah Tangga......................................................................................24
Pengelolaan Sampah...........................................................................................25
Partisipasi Masyarakat........................................................................................27
Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah..............................28
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan
Sampah Rumah Tangga......................................................................................30
Manfaat Partisipasi..............................................................................................32
Hasil Penelitian Terdahulu ............................................................................... 33
Bentuk Partisipasi ......................................................................................... 33
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan
Sampah Rumah Tangga ..............................................................................33
Manfaat Partisipasi ........................................................................................34

SIMPULAN........................................................................................................... 42
Hasil Rangkuman dan Pembahasan................................................................... 42
Perumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian Skripsi.....................................42
Usulan Kerangka Analisis Baru......................................................................... 43
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................45
RIWAYAT HIDUP................................................................................................. 47
1

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pertambahan jumlah penduduk yang tidak terkontrol berdampak langsung
terhadap jumlah sampah yang dihasilkan perhari. Pertambahan penduduk juga
menyebabkan bertambahnya lahan yang digunakan untuk perumahan dan ini
menyebabkan pengembangan luas lahan tempat pembuangan akhir menjadi terbatas.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia,
sampah dapur/rumah tangga menduduki peringkat pertama dengan prosentase sebesar
58% dari total sampah yang dihasilkan negara ini perhari.
Nugroho, Direktur Perumahan dan Pemukiman Bappenas, dalam Suara
Pembaruan terbit tanggal 26 Juni 2012, mengatakan bahwa volume sampah di Indonesia
sekitar 1 juta meter kubik setiap hari. Namun, baru 42% di antaranya yang terangkut
dan diolah dengan baik. Jadi, sampah yang tidak diangkut setiap harinya sekitar 348.000
meter kubik atau sekitar 300.000 ton. Semakin meningkatnya jumlah penduduk yang
tidak dibarengi dengan penambahan luas tempat pembuangan akhir menjadi salah satu
penyebab keadaan ini.
Permasalahan lain adalah pengelolaan oleh dinas teknis yang menangani
persampahan masih menggunakan cara-cara lama dalam melakukan penanganan
sampah yaitu pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan. Dengan kapasitas lahan
tempat pembuangan akhir yang semakin menyempit tentunya dibutuhkan metode
pengelolaan sampah yang terpadu antara pemerintah, sektor privat dan masyarakat
dengan cara mengurangi volume sampah langsung dari sumbernya sehingga volume
sampah yang diangkut menuju tempat pembuangan akhir berkurang.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan
Sampah, menjabarkan bahwa tugas, tanggung jawab dan wewenang penyelenggaraan
pengelolaan sampah secara terpadu, komprehensif, memenuhi hak dan kewajiban
masyarakat serta berwawasan lingkungan menjadi milik pemerintah dan pemerintahan
daerah. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan
kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.
Lebih lanjut, Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
merupakan langkah baru untuk membenahi penyelenggaraan pemerintahan. Adanya
otonomi dan desentralisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan partisipasi aktif
masyarakat. Masalah mengenai pengelolaan sampah tidak dapat diselesaikan oleh
pemerintah atau satu pihak saja. Namun dibutuhkannya suatu partisipasi dari
masyarakat setempat untuk bekerjasama dalam menyelesaikan masalah pengelolaan
sampah tersebut.
Menurut Wardi (2008) pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang sistematis
dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Oleh
karena itu, pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah,
tetapi juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan
sampah. Peran aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam mengurangi
jumlah sampah, memilah jenis sampah atau berupaya menjadikan sampah bermanfaat
dan bernilai ekonomis.
Berdasarkan uraian tersebut maka partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
sampah menjadi sebuah keharusan. Pengurangan volume sampah tidak akan berhasil
tanpa adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah
tangganya. Kenyataan inilah yang mengharuskan partisipasi masyarakat diakomodasi
dalam perencanaan pengelolaan sampah terutama sampah rumah tangga dan menjadi
2

pelaksana dari kegiatan pengelolaan sampah yang dimaksud.


Partisipasi masyarakat juga merupakan salah satu faktor penting untuk
memecahkan permasalahan sampah, karena keberhasilan dalam pengelolaan sampah
terdapat pada kontribusi partisipasi masyarakat itu sendiri. Kunci keberhasilan
pengelolaan sampah terdapat pada pemilahan komposisi dari sampah tersebut oleh
masyarakat yang partisipatif dalam pengelolaan sampah. Maka dari itu, penting untuk
menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Tujuan Penulisan
Bersadarkan perumusan masalah di atas, maka dikemukakan tujuan dari penelitian
ini adalah sebagai berikut.
1. Mengidentifikasi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah
tangga.
2. Menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat
dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
3. Menganalisis manfaat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah
tangga.
Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan studi pustaka ini adalah metode analisa
terhadap data sekunder yang relevan dengan topik studi pustaka. Bahan pustaka yang
digunakan dalam penulisan ini berasal dari hasil penelitian, yaitu berupa: skripsi, thesis,
jurnal ilmiah, dan buku teks yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah rumah tangga. Bahan pustaka yang sudah terkumpul kemudian
dipelajari, disusun, dan dianalisis sehingga menjadi suatu tulisan ilmiah yang berisi
tinjauan teoritis dan tinjauan faktual beserta analisis dan sintesisnya.Selanjutnya ialah
penarikan hubungan dari studi pustaka ini menghasilkan kerangka pemikiran serta
pertanyaan penelitian yang akan digunakan sebagai acuan dalam penelitian yang akan
dilakukan.
3

RINGKASAN DAN ANALISIS PUSTAKA

1. Judul : Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan


Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, dan
Recycle) (Studi pada Tempat Pengelolaan
Sampah Terpadu di Desa Mulyoagung
Kecamatan DAU Kabupaten Malang)
Tahun : 2013
Jenis Pustaka : Jurnal
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Devi Hernawati, Chorul Sholeh, dan Suwondo
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi,
Universitas Brawijaya, Malang
Nama Jurnal : Jurnal Administrasi
Volume (edisi) : Vol 1, No 2 Tahun 2013
Alamat URL : http://administrasipublik.studentjournal.ub.ac.id/
Tanggal diunduh : 29 September, pukul 10.10 WIB

Ringkasan Pustaka
Penelitian ini membahas tentang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pembangunan TPST dan partsisipasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah yang ada di Desa Mulyoagung. Fokus dalam
penelitian ini adalah: (1) Partisipasi masyarakat dalam pembangunan TPST, (2)
Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk kepada pendapat Keith Davis
sebagaimana yang dikutip Sastropoetro (1988, h.16) mengemukakan jenis partisipasi
sebagai berikut:
1. Pikiran (psychological participation), merupakan jenis keikutsertaan secara
aktif .
2. Tenaga (physical participation), adalah partisipasi dari individu atau kelompok
dengan tenaga yang dimilikinya.
3. Pikiran dan tenaga (psychological and physical participation), Partisipasi ini
sifatnya lebih luas lagi disamping mengikutsertakan aktifitas secara fisik dan
non fisik secara bersamaan.
4. Keahlian (participation with skill), merupakan bentuk partisipasi dari orang
atau kelompok yang mempunyai keahlian khusus
5. Barang (material participation), partisipasi dari orang atau kelompok dengan
memberikan barang yang dimilikinya
6. Uang (money participation), partisipasi ini hanya memberikan sumbangan
uang kepada kegiatan.
Bentuk partisipasi pada penelitian ini, merujuk kepada teori yang membahas
tentang partisipasi masyarakat dalam pembangunan sebagaimana dikemukakan oleh
dikemukakan oleh Sumoharjo (1984, h.54), partisipasi masyarakat dalam melaksanakan
pembangunan sebagaimana dikemukakan oleh Ndraha (1982, h.82), partisipasi
masyarakat dalam memelihara dan memanfaatkan pembangunan seperti yang
4

dikemukakan oleh Slamet (1994, h.89), serta peran Masyarakat dalam Pengelolaan
Sampah Berbasis 3R (reduce, reuse, dan recycle) yang dikemukakan oleh (LP3B
Buleleng-Clean Up Bali dalam Faizah, 2008).
Partisipasi masyarakat dalam pembangunan TPST dalam penelitian ini dilihat dari
partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan, pelaksanaan pembangunan,
memelihara dan memanfaatkan pembangunan. Sedangkan partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah berbasis 3R dilihat dari pra pengelolaan, proses pengelolaan, dan
paska pengelolaan.
Dari hasil penelitian ini, bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan TPST
Desa Mulyoagung dibedakan menjadi dua yaitu partisipasi masyarakat dalam bentuk
uang/material dan dalam bentuk tenaga/jasa. Dalam bentuk uang partisipasi masyarakat
tidak besar, karena pembangunan TPST sebagian dana banyak diperoleh dari
pemerintah sehingga semua pembangunan fisik TPST ditangani oleh pemerintah. Akan
tetapi partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga/jasa sudah berjalan dengan baik baik.
Hasil dari penelitian ini dapat dilihat bahwa partisipasi masyarakat Desa
Mulyoagung sangat besar dalam pembangunan TPST, baik dalam perencanaan
pembangunan TPST, pelaksanaan pembangunan TPST dan partisipasi masyarakat
dalam memelihara dan memanfaatkan hasil pembangunan TPST. Hal ini terlihat dari
keikutsertaan seluruh elemen masyarakat desa dalam perumusan kegiatan pembangunan
TPST. Partsipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R, dalam skala
individu memang kurang. Karena masyarakat mewadahi sampahnya tanpa ada
pemilahan antara sampah kering dan sampah basah. Dalam skala kelompok, partisipasi
masyarakat sangat baik. Masyarakat yang peduli lingkungan tergabung dalam
Kelompok Swadaya Masyarakat yang kepengurusannya terdiri dari RT/RW dan Tokoh
Masyarakat Desa Mulyoagung. Dan masyarakat yang menjadi pengurus TPST sifatnya
sukarela tanpa mendapatkan imbalan atau gaji. Oleh karena itu dalam penelitian ini,
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R skala kelompok
dikatakan sangat baik.

Analisis Pustaka
Penelitian ini tidak menjelaskan pendekatan penelitian dan jenis penelitian yang
digunakan, apakah penelitian kualitatif atau kuantitatif. Seharusnya dalam penelitian ini,
peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif dan jenis
penelitian yang seharusnya digunakan adalah penelitian survai, yaitu penelitian yang
mengambil sampel dari satu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat
pengumpulan data yang pokok. Penelitian ini kurang menjelaskan bagaimana partisipasi
masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, memelihara dan memanfaatkan
pembangunan TPST secara detail, karena dalam perencanaan pembangunan TPST
hanya diukur melalui kehadiran rapat dari setiap masing-masing pihak yang terlibat saja
tanpa mengukur bagaimana peran partisipatif warga dalam kehadiran rapat tersebut.
dalam pelaksanaan pun hanya mengukur partisipasi masyarakat melalui tenaga yaitu
dengan hanya adanya kegiatan gotong royong partisipasi dalam pelaksanaan sudah
disebut baik. Begitu pula dalam mengukur partisipasi dalam memelihara dan
memanfaatkan TPST hanya dilihat dari pembayaran iuran dan pemberdayaan
masyarakat, tidak adanya indikator yang jelas mengapa partisipasi dalam perencanaan
tersebut dapat dikatakan baik. Dalam mengukur partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah berbasis 3R meliputi, pra pengelolaan, proses pengelolaan, dan
paska pengelolaan pun data yang diberikan tidak detail karena partisipasi hanya
dikatakan baik ketika masyarakat ikut mengumpulkan sampah saja tanpa adanya
pemilahan sampah. Dalam penelitian ini pun tidak dituliskan hasil berupa angka yang
5

konkrit namun hasil hanya dijelaskan menggunakan kata-kata baik atau tidaknya
partisipasi masyarakat melalui antusias dan kehadiran masyarakat dalam rapat saja.
Seharusnya dituliskan data dan angka yang konkrit berapa persen partisipasi masyarakat
dan indikator yang jelas dalam mengukur partisipasi masyarakat seperti karakteristik
individu maupun faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi tersebut.

2. Judul : Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan


Sampah di Kabupaten Badung
Tahun : 2013
Jenis Pustaka : Jurnal
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Ida Ayu Nyoman Yuliastuti
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud), Bali,
Indonesia
Nama Jurnal : Jurnal Ekonomi
Volume (edisi) : Volume.02.N0.06.Tahun 2013
Alamat URL : http://ojs.unud.ac.id/index.php/EEB/article/view
File/5308/4152
Tanggal diunduh : 29 September, pukul 10.00 WIB

Ringkasan Pustaka
Penelitian ini membahas tentang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
sampah di kabupaten Badung. Teori yang digunakan pada penelitian ini merujuk kepada
pendapat Slamet (2003), terdapat syarat-syarat yang diperlukan agar masyarakat dapat
berpartisipasi dalam pembangunan, yaitu adanya kesempatan untuk membangun
kesempatan dalam pembangunan, adanya kemampuan untuk memanfaatkan kesempatan itu,
dan adanya kemauan untuk berpartisipasi.
Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada penelitian ini sangat
tergantung kepada pemahaman, kemauan dan pendapatan masyarakat untuk dapat
meningkatkan kualitas lingkungan. Salah satu tujuan dari penelitian yaitu untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat seperti pengaruh
pemahaman, kemauan, dan pendapatan masyarakat secara simultan dan parsial terhadap
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Badung.
Penelitian ini menggunakan data primer yang merupakan jawaban responden dari
kuesioner dan wawancara mengenai partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di
Kabupaten Badung yang meliputi partisipasi masyarakat, pemahaman, kemauan, dan
pendapatan masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi
linear berganda dengan menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS).
Analisis ini digunakan untuk menguji pengaruh pemahaman, kemauan dan pendapatan
masyarakat secara simultan maupun parsial terhadap partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah di Kabupaten Badung. Hasil uji signifikansi koefisien regresi secara
simultan dari pengolahan data disimpulkan bahwa pemahaman, kemauan, dan pendapatan
masyarakat secara simultan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah di Kabupaten Badung.
Hasil analisis juga menunjukkan variasi perubahan partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah di Kabupaten Badung sebesar 62 persen dipengaruhi oleh variasi
perubahan variabel pemahaman, kemauan dan pendapatan masyarakat, sedangkan 38 persen
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian dan hasil
6

uji signifikansi koefisiensi regresi secara parsial dari pengolahan data disimpulkan bahwa
pemahaman, kemauan, dan pendapatan masyarakat secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kabupaten
Badung.
Dari hasil yang didapatkan, terdapat hubungan searah antara pemahaman masyarakat
dan partisipasi masyarakat. Jika pemahaman masyarakat meningkat, maka partisipasi
masyarakat juga meningkat. Begitu juga dengan variable kemauan masyarakat yaitu
terdapat hubungan searah antara kemauan masyarakat dan partisipasi masyarakat, jika
kemauan meningkat maka partisipasi masyarakat juga meningkat, begitu pula dengan
variabel pendapatan, yaitu pendapatan masyarakat secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kabupaten
Badung.

Analisis Pustaka
Pada penelitian ini juga tidak dijelaskan pendekatan penelitian yang digunakan,
apakah kuantitatif atau kualitatif. Peneliti hanya mengulang penelitian sebelumnya
dengan menggunakan variabel yang sama dengan penelitian yang dijadikan acuan.
Sehingga hasil penelitian yang didapatkan sama dengan penelitian sebelumnya dan
tidak adanya faktor maupun hal yang ditambahkan dalam penelitian ini. Namun, dalam
penelitian ini, hasil data-data perhitungan uji koefisiensi tertera secara jelas dan lengkap
sehingga pembaca dapat mengetahui hasil perhitungan dari penelitian tersebut
Dalam penelitian ini, tidak dijelaskan bentuk partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini hanya terfokus kepada variable yang
mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, sehingga pembaca
kurang memahami partisipasi masyarakat seperti apa yang dimaksud dalam penelitian
ini. Serta juga tidak dijelaskan dengan adanya pengaruh pemahaman, kemauan, dan
pendapatan terhadap partisipasi, tindakan apa yang seharusnya dilakukan untuk dapat
terus meningkatkan partisipasi tersebut.

3. Judul : Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di


Kecamatan Daha Selatan
Tahun : 2011
Jenis Pustaka : Jurnal
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Riswan, Henna Rya Sunoko, dan Agus Hadiyarto
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Program Studi Ilmu Lingkungan, Program Pasca
Sarjana Universitas Diponegoro
Nama Jurnal : Jurnal Ilmu Lingkungan
Volume (edisi) : Vol 9, No 1 Tahun 2011
Alamat URL : http://ejournal.undip.ac.id
/index.php/ilmulingkungan/article/view/2085
Tanggal diunduh : 29 September, pukul 10.15 WIB

Ringkasan Pustaka
7

Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana pengelolaan sampah rumah tangga


berdasarkan aspek teknis operasional, kelembagaan, pembiayaan, hukum/peraturan serta
peran serta masyarakatnya. Penelitian analitik observasional ini bertujuan untuk
mengkaji pengelolaan sampah rumah tangga dan faktor-faktor yang berkorelasi, serta
merencanakan pengelolaan sampah rumah tangga yang berbasis masyarakat. Metode
penelitian ini menggunakan desain analitik observasional. Hubungan antar variabel bebas
dengan variabel tergantung dipelajari dengan melakukan pengukuran sesaat untuk
kemudian dilakukan uji korelasi.
Penelitian ini menggunakan teori yang merujuk pendapat Bebassari (2008), secara
umum terdapat lima aspek penting dalam pengelolaan sampah yaitu teknologi, institusi,
hukum/peraturan, pembiayaan dan partisipasi masyarakat. Variabel bebas terdiri dari tingkat
pendidikan, tingkat pendapatan keluarga, perilaku terhadap kebersihan lingkungan,
kesediaan membayar retribusi sampah, dan pengetahuan tentang perda persampahan.
Variabel tergantung adalah cara pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan
dengan uji korelasi Spearman yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor mana saja
yang berkorelasi dengan cara pengelolaan sampah rumah tangga.
Perencanaan pengelolaan sampah rumah tangga di Kecamatan Daha Selatan
dilakukan dengan tujuh langkah perencanaan (the seven step magic of planning)
menggunakan matrik SWOT. Hasil dari penelitian ini yaitu, Pengelolaan sampah rumah
tangga di kecamatan Daha Selatan belum dilaksananakan secara optimal. Tingkat
pendidikan, tingkat pendapatan keluarga, perilaku terhadap kebersihan lingkungan,
pengetahuan tentang peraturan persampahan dan kesediaan membayar retribusi sampah
berkorelasi positif dengan cara pengelolaan sampah rumah tangga. Tipe perencanaan yang
dapat diterapkan dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kecamatan Daha Selatan
adalah transaktif atau pembelajaran sosial. Dimulai dengan pemenuhan kebutuhan teknis
operasional yaitu pewadahan dan pengomposan rumah tangga, pemilahan sampah komunal,
tempat pengumpulan sampah desa untuk didaur ulang, serta TPS kecamatan.

Analisis Pustaka
Hasil dari penelitian ini, semua variable bebas yang terdiri dari dari tingkat
pendidikan, tingkat pendapatan keluarga, perilaku terhadap kebersihan lingkungan,
kesediaan membayar retribusi sampah, dan pengetahuan tentang perda berkorelasi positif
terhadap cara pengelolaan sampah. Namun, kenyataan yang terjadi belum optimalnya
pengetahuan dan prilaku masyarakat sehingga masih belum adanya cara pengelolaan
sampah yang baik di daerah tersebut. dalam penelitian ini, sebaiknya diketahui apa saja
faktor yang menghambat pengetahuan masyarakat mengenai cara pengelolaan sampah.
Sehingga dengan adanya faktor tersebut, pembaca dapat mengetahui faktor-faktor apa saja
yang mempengaruhi cara pengelolaan sampah, serta cara pengelolaan sampah seperti apa
yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Variable-variable yang digunakan pun kurang
relevan karena variable bebas yang digunakan dalam penelitian ini, sudah pasti
menunjukkan adanya korelasi positif antara variable bebas dengan variable tergantung
walaupun tanpa dilakukannya pengukuran.

4. Judul : Hubungan Faktor Individu dan Lingkungan


Sosial dengan Partisipasi Masyarakat dalam
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Tahun : 2014
Jenis Pustaka : Jurnal
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Firmansyah Mujiburrahmad
8

Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Jakarta
Nama Jurnal : -
Volume (edisi) : Vol 15, No 1 Tahun 2014
Alamat URL : http://download.portalgaruda.org
/article.php/article)
Tanggal diunduh : 29 September, pukul 10.15 WIB

Ringkasan Pustaka
Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana tingkat partisipasi masyarakat
dalam mengolah sampah rumah tangga dan bagaimana hubungan faktor individual dan
lingkungan sosial dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengeloaan sampah rumah
tangga. Teori yang digunakan dalam penelitian untuk melihat jenis partisipasi yang
digunakan oleh peneliti ini merujuk pada Cohen dan Uphoff (1977). Tahapan partisipasi
Cohen dan Uphoff dibagi empat, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap
menikmati hasil dan tahap evaluasi.
Teori yang digunakan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi
masyarakat merujuk pada Sumardjo (2009) Faktor individual adalah faktor yang berasal
dari dalam diri seseorang. Faktor individual terdiri dari Tingkat kemauan, tingkat
kemampuan dan tingkat kesempatan. Ketiganya merupakan prasayarat umum tumbuhnya
partisipasi dalam masyarakat. Lalu, adanya faktor lingkungan yang mempengaruhi
partisipasi, faktor lingkungan yang dimaksud terdiri dari kelembagaan sosial dan
kepemimpinan. Menurut Koentjaraningrat (1964) dalam Soekanto (2009), kelembagaan
sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas
aktivitas untuk memenuhi kompleks kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan
masyarakat
Rancangan penelitian adalah penelitian eksplanasi (explanatory research) yaitu
penelitian untuk menguji hubungan antarpeubah yang dihipotesiskan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi
masyarakat. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah jenis data ordinal seperti :
1. Faktor individu masyarakat meliputi, tingkat kemauan, tingkat kemampuan dan
kesempatan.
2. Faktor lingkungan sosial meliputi, lembaga sosial dalam hal ini adalah pranata
sosialnya, peran kepemimpinan
3. Partisipasi masyarakat meliputi, partisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan dan
menikmati hasil.
Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh warga Kampung Sengked yang
berusia dewasa sebanyak 242 orang. Tingkat partisipasi pada tahap perencanaan dapat
dilihat dari keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan rapat, pemberian pendapat, dan
pengambilan keputusan terkait perencanaan kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga.
Tingkat partisipasi pada tahap pelaksanaan dapat dilihat dari membuang sampah di Bank
Sampah, melakukan pemilihan sampah, pembuatan pupuk ataupun mendaur ulang sampah
plastik. Tingkat partisipasi pada tahap menikmati hasil dapat dilihat dari keikutsertaan
dalam memanfaatkan hasil pupuk, keikutsertaan dalam memanfaatkan hasil kerajinan
tangan, dan mendapatkan keuntungan dari hasil daur ulang sampah.
Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah tingkat partisipasi warga dalam
pengelolaan sampah rumah tangga pada tahap perencanaan dan pelaksanaan adalah
termasuk kategori sedang, sedangkan partisipasi pada tahap pemanfaatan atau menikmati
hasil adalah termasuk kategori tinggi. Sub-sub peubah Faktor individu dan lingkungan
9

sosial yang berhubungan dengan partisipasi dalam pengelolaan sampah rumah tangga dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Partisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan meliputi : minat/ketertarikan
responden, pendidikan non-formal, keterampilan memilah sampah, keterampilan
membuat pupuk, keterampilan membuat barang kerajinan dari sampah plastik,
waktu luang, mengetahui kegiatan dan norma/ peraturan tentang lingkungan.
2. Partisipasi dalam pemanfaatan hasil meliputi : minat/ketertarikan responden,
pendidikan formal dan non-formal, keterampilan memilah sampah, keterampilan
membuat pupuk, dan waktu luang.
Sedangkan sub-sub peubah Faktor individu dan lingkungan sosial yang menunjukkan
tidak berhubungan dengan partisipasi dalam pengelolaan sampah rumah tangga dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Partisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan meliputi : pendidikan formal dan
peran kepemimpinan.
2. Partisipasi dalam pemanfaatan hasil meliputi : keterampilan dalam membuat barang
kerajinan, norma/ peraturan.

Analisis Pustaka
Dalam penelitian ini, data yang dihasilkan kurang dijelaskan secara detail.
Variabel-variabel yang berpengaruh hanya disebutkan tinggi, sedang, atau rendahnya
saja tanpa adanya bukti perhitungan secara jelas. Faktor-faktor yang dipergunakan dalam
penelitian ini pun sangat banyak seperti, faktor individu meliputi tingkat kemauan, tingkat
kemampuan dan kesempatan. Faktor lingkungan sosial meliputi, lembaga sosial dalam hal
ini adalah pranata sosialnya, peran kepemimpinan serta Partisipasi masyarakat meliputi,
partisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan dan menikmati hasil. Sehingga sulit untuk
melihat fokus penelitian tersebut. Namun, rancangan penelitian yang digunakan suda
relevan dengan hasil yang didapatkan yaitu tipe explanatory, karena dalam penelitian ini,
sudah menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesa.
Hubungan antarpeubah yang diuji dalam membuktikan hipotesa yang ditetapkan dapat
diterima atau ditolak dalam penelitian ini adalah hubungan faktor individual (X 1) dan
lingkungan sosial (X2) sebagai peubah bebas terhadap partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah rumah tangga (Y) sebagai peubah terikat.

5. Judul : Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis


Masyarakatdi Kelurahan Sekaran Kecamatan
Gunungpati Kota Semarang
Tahun : 2015
Jenis Pustaka : Jurnal
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Laelia, Purwadi, dan Eva Banowati
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Semarang
Nama Jurnal : Journal of Educational Social Studies
Volume (edisi) : Vol 4, No 1 Tahun 2015
Alamat URL :

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/j
ess/
article/view/6862/4928
10

Tanggal diunduh : 29 September, pukul 10.30 WIB

Ringkasan Pustaka
Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana pengelolaan sampah rumah tangga
di Kelurahan Sekaran, menganalisis efektifitas pengelolaan sampah rumah tangga di
Kelurahan Sekaran, dan menganalisis faktor peluang dan faktor penghambat dalam
pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Sekaran. Fokus penelitian ini adalah
untuk mengkaji pengelolaan sampah rumah tangga yang dilakukan oleh masyarakat
dalam hal penyediaan tempat sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah,
dan pengolahan sampah baik sampah organik maupun anorganik. Pendekatan penelitian
yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan didukung oleh data
kuantitatif.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada Mikkelsen (2011)
Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Sekaran dalam bentuk
partisipasi nyata. Partisipasi tersebut berwujud, antara lain: anggota masyarakat yang
mengikuti jasa pengelola sampah memberikan iuran setiap bulan, masyarakat mengikuti
kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga untuk meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan
Informan ditujukan kepada Lurah, Sekertaris Desa, Ketua RT, Ketua RW,
Pengelola Sampah, Pemulung dan ibu-ibu PKK. Pengumpulan data dilakukan dengan
metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dengan menggunakan
triangulasi sumber data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif.
Pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Sekaran dilakukan dengan cara
individual dan komunal. Pengelolaan secara individual dilakukan dengan cara dibakar,
sedangkan komunal dengan cara menggunakan jasa pengelola sampah.
Efektifitas dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan sekaran dapat
memberikan manfaat dengan diukur pada waktu, nilai, harga, dan ketelitian dalam
pengelolaan sampah. Faktor peluang dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Sekaran
adalah menciptakan kesempatan kerja bagi pengelola sampah, sedangkan faktor
penghambatnya adalah pihak Kelurahan Sekaran kurang tegas dalam upaya mengelola
sampah, kurang ada hubungan komunikasi antara pengelola sampah dengan pihak
Kelurahan Sekaran, kurangnya sarana-sarana manajemen pengelolaan sampah,
mengubah paradigma dari memilah, peran pengurus RT/ RW tidak berperan secara
aktif, membuang sampah menjadi memanfaatkan sampah dan sistem pengangkutan
terbuka.

Analisis Pustaka
Penelitian ini hanya menjelaskan bagaimana pengelolaan sampah rumah tangga di
Kelurahan Sekaran apakah dibakar atau menggunakan jasa pengelola sampah.
Penelitian ini tidak menggunakan alat ukur yang relevan karena dalam mengukur
partisipasi yang diukur adalah jasa pengelola sampah bukan partisipai dari masyarakat
yang ada di Kelurahan Sekaran itu sendiri. Dalam penelitian ini, terlihat bahwa faktor
peluang dan faktor penghambat dalam penelitian ini tidak relevan, faktor peluang dalam
pengelolaan sampah adalah menciptakan kesempatan kerja bagi jasa pengelola sampah,
sedangkan faktor penghambatnya adalah pihak Kelurahan Sekaran kurang tegas dalam
upaya mengelola sampah, kurang ada hubungan komunikasi antara pengelola sampah
dengan pihak Kelurahan Sekaran, kurangnya sarana-sarana manajemen pengelolaan
sampah, mengubah paradigma dari memilah, dan peran pengurus RT/ RW tidak
berperan secara aktif. Seharusnya faktor peluang yang digunakan adalah bagaimana
11

bentuk partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah bukan hanya mengandalkan
dan menciptakan peluang untuk jasa pengelolaan sampah saja. Lalu, dalam penelitian
ini pun tidak dijelaskan secara rinci dan jelas mengenai angka perhitungan yang
digunakan dalam penelitian, peneliti hanya mencantumkan tinggi atau rendahnya, baik
atau tidak baiknya pengelolaan sampah tanpa adanya bukti pengolahan data yag konkrit
dari hasil kuesioner yang telah dibuat.

6. Judul : Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan


Sampah Program HBS ( Hijau Bersih Sehat) di
RT 16 dan 17 Kelurahan Karang Anyar
Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda
Tahun : 2013
Jenis Pustaka : Jurnal
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Andi Juli Fadli Prajanegara
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Samarinda
Nama Jurnal : Jurnal Administrasi Negara
Volume (edisi) : Vol 1, No 1 Tahun 2013
Alamat URL : http://ejournal.an.fisip-unmul.ac.id/site/wp-
content/uploads/2013/06/eJournal
Tanggal diunduh : 30 September, pukul 11.00 WIB

Ringkasan Pustaka
Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah serta faktor apa saja yang menghambat partisipasi masyarakat
dalam pengelolaan sampah pada program HBS (Hijau Bersih Sehat) di RT 16 dan 17
Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Jenis penelitian
ini adalah penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan)
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah program HBS (Hijau Bersih Sehat).
Penelitian ini menggunakan teori yang merujuk kepada Cohen dan Uphoff (1977)
dalam Manoppo (2009) yaitu keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengambilan
keputusan tentang apa yang akan dilakukan dan bagaimana cara kerjanya, keterlibatan
masyarakat dalam pelaksanaan program dan pengambilan keputusan yang telah
ditetapkan melalui sumbangan sumberdaya atau bekerja sama dalam suatu organisasi,
keterlibatan masyarakat menikmati hasil dari pembangunan serta dalam evaluasi
pelaksanaan program. Partisipasi Masyarakat dalam penelitian Pengelolaan Sampah
Program HBS ini terdiri dari keikutsertaan masyarakat dalam tahap perencanaan dan
pelaksanaan program.
Faktor-faktor yang menghambat partisipasi dalam penelitian ini diantaranya yaitu,
kurangnya dana dan fasilitas yang mendukung dari pemerintah, keterbatasan waktu, dan
gaya hidup atau kebiasaan warga
Dalam penelitian ini yang menjadi key informan (informan kunci) adalah Lurah
Kelurahan Karang Anyar, sedangkan yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah
Ketua RT. 16 dan RT. 17 Kelurahan Karang Anyar serta tokoh- tokoh masyarakat atau
orang yang direkomendasikan oleh key informan.
Hasil dari penelitian ini dapat dilihat bahwa partisipasi masyarakat pada tahap
perencanaan kegiatan pengelolaan sampah adalah cukup baik, hal ini ditandai dengan
12

adanya berbagai gagasan atau ide dari warga dalam penentuan keputusan kebijakan
yang akan diambil demi kepentingan mewujudkan kesejahteraan hidup
dilingkungannya. Lalu, partisipasi masyarakat pada tahap pelaksanaan adalah baik. Hal
ini dapat dilihat dari kesadaran warga di RT. 16 dan RT. 17 untuk melaksanakan usaha
pemilahan sampah, dan dalam pembuatan produk daur ulang dari sampah. Di samping
itu berkembangnya swadaya masyarakat yang cukup berhasil, termasuk usaha untuk
mengelola sampah dan kebersihan di lingkungannya dan faktor penghambat partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah diantaranya yaitu kurangnya dana penunjang
dan fasilitas yang memadai dari Pemerintah, keterbatasan waktu, dan gaya hidup atau
kebiasaan warga.

Analisis Pustaka
Dalam penelitian ini, fokus penelitian adalah untuk menjelaskan bagaimana
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada tahap perencanaan dan
pelaksanaan serta faktor apa saja yang menghambat partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah. Partisipasi masyarakat dalam penelitian ini dapat dilihat dari
berbagai gagasan atau ide dari warga dalam penentuan keputusan kebijakan yang akan
diambil demi kepentingan mewujudkan kesejahteraan hidup dilingkungannya.
Partisipasi masyarakat pada tahap pelaksanaan dilihat dari kesadaran warga di RT 16
dan 17 untuk melaksanakan usaha pemilahan sampah, dan dalam pembuatan produk
daur ulang dari sampah. Di samping itu berkembangnya swadaya masyarakat yang
cukup berhasil, termasuk usaha untuk mengelola sampah dan kebersihan di
lingkungannya dan faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
sampah diantaranya yaitu kurangnya dana penunjang dan fasilitas yang memadai dari
Pemerintah, keterbatasan waktu, dan gaya hidup atau kebiasaan warga. Hasil dari
penelitian ini, sama dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang hanya memaparkan
baik, cukup baik atau kurang baiknya partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan
dan pelaksanaan, serta hanya menjelaskan faktor yang menghambat partisipasi yang ada
di lapang tanpa berlandaskan teori yang dijadikan sebagai acuan dan tanpa mengaitkan
dengan teori atau hasil penelitian sebelumnya yang sudah ada.

7. Judul : Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan


Sampah Rumah Tangga (Studi di RW 05
Kelurahan Karah Kecamatan Jambangan
Surabaya)
Tahun : 2013
Jenis Pustaka : Jurnal
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Kurnia Setiawati
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Surabaya
Nama Jurnal : Jurnal Online UNESA
Volume (edisi) : -
Alamat URL : http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/publika/
article/view/1090/2058
Tanggal diunduh : 30 September, pukul 10.00 WIB
13

Ringkasan Pustaka
Penelitian ini membahas tentang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
sampah Rumah Tangga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk kepada
Pasaribu dan Simanjuntak (1986), menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan jenis
partisipasi ialah macamnya sumbangan yang diberikan orang atau kelompok yang
berpartisipasi. Adapun jenis-jenis partisipasi masyarakat sebagai berikut : a) Partisipasi
buah pikiran b) Partisipasi tenaga c) Partisipasi harta benda d) Partisipasi keterampilan
dan kemahiran, dan e) Partisipasi sosial
Kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga dalam penelitian ini terdiri dari
beberapa kegiatan sebagai berikut :
1. Pengendalian timbulan sampah
2. Penanganan sampah di tempat
3. Pengumpulan sampah
4. Pengangkutan sampah
5. Pengolahan sampah, dan
6. Pembuangan akhir
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Subjek penelitiannya adalah ketua fasilitator bagian pengelola sampah, anggota karang
taruna yang mengelola sampah, serta anggota masyarakat yang terlibat dalam
pengelolaan sampah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,
observasi, dan dokumentasi.
Dari hasil penelitian, dapat dilihat bahwa, berdasarkan pada kegiatan penimbulan
sampah, bentuk partisipasi dalam penimbulan sampah yaitu partisipasi tenaga.
Partisipasi tenaga yang diberikan oleh masyarakat RW 05 yaitu berupa pemisahan
sampah rumah tangga yang masih dapat digunakan dan yang tidak dapat digunakan lagi.
Pada kegiatan penanganan sampah, hal yang dilakukan bervariasi menurut jenis
sampahnya antara lain, meliputi pemilahan,pemanfaatan kembali, dan daur ulang. Pada
tahap pengumpulan sampah, tindakan pengumpulan sampah rumah tangga dari
sumbernya menuju ke TPS. Pada kegiatan pengangkutan sampah merupakan usaha
pemindahan sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) menujut tempat
pembuangan akhir (TPA). Pada kegiatan pengolahan sampah, sampah rumah tangga
diolah tergantung pada jenis dan komposisinya. Sampah rumah tangga di RW 05
Kelurahan Karah ini diolah menjadi kompos dan biogas. Pada kegiatan pembuangan
akhir, sampah di TPA sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak pemerintah.
Pemerintah yang dimaksud disini adalah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP)
Kota Surabaya. Dalam kegiatan pembuangan akhir sampah, masyarakat RW 05
Kelurahan Karah tidak menunjukkan adanya partisipasi.

Analisis Pustaka
Berdasarkan hasil dari penelitian ini, kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga
dilihat dari adanya kegiatan penimbulan sampah. Bentuk partisipasi dalam penimbulan
sampah itu sendiri yaitu hanya partisipasi tenaga, kurangnya alat ukur bentuk partisipasi
yang digunakan, seharusnya peneliti dapat menambahkan alat ukur yang digunakan
dalam melihat partisipasi masyarakat pada tahap penimbulan sampah. Lalu, pada
kegiatan penanganan sampah sudah cukup baik, karena hal yang dilakukan bervariasi
menurut jenis sampahnya antara lain, meliputi pemilahan, pemanfaatan kembali, dan
daur ulang. Pada tahap pengumpulan sampah, partisipasi dilihat dari tindakan
14

pengumpulan sampah rumah tangga dari sumbernya menuju ke TPS. bentuk partisipasi
jika hanya dilihat dari tindakan pengumpulan sampah saja kurang relevan, karena tidak
dijelaskannya tindakan seperti apa yang dilakukan masyarakat, apakah hanya
membuang sampah ke TPS atau memilahnya terlebih dahulu, seharusnya peneliti juga
melihat berapa kali dalam seminggu warga membuang sampah ke TPS dan
menambahkan bentuk partisipasi lainnya. Lalu, dalam kegiatan pembuangan akhir
sampah, masyarakat RW 05 Kelurahan Karah tidak menunjukkan adanya partisipasi
karena sampah di TPA sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak pemerintah.
Pemerintah yang dimaksud disini adalah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP)
Kota Surabaya.

8. Judul : Hubungan Antara Karakteristik Individu dan


Pengetahuan Masyarakat dengan Tindakan
Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Desa
Borgojaga V Kecamatan Tombariri Kabupaten
Minahasa
Tahun : 2013
Jenis Pustaka : Jurnal
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Rifka Syifana Sudar
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Sulawesi Utara
Nama Jurnal : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Volume (edisi) : -
Alamat URL : http://fkm.unsrat.ac.id/wp-
content/uploads/2015/02/JURNAL-IKHA-3.pdf
Tanggal diunduh : 30 September, pukul 10.15 WIB

Ringkasan Pustaka
Penelitian ini menjelaskan tentang hubungan antara tingkat pendidikan, status
pekerjaan dan pengetahuan lingkungan ibu rumah tangga dengan tindakan pengolahan
sampah rumah tangga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk kepada Blum
(1974) perilaku merupakan faktor terbesar setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi
kesehatan individu (Ibu rumah tangga) , kelompok atau masyarakat yang diawali oleh domain
kognitif. Intervensi terhadap faktor perilaku secara garis besar dapat dilakukan melalui dua
upaya yang saling bertentangan. Masing-masing upaya tersebut mempunyai kelebihan dan
kekurangan yaitu paksaan (Coertion)dan pendidikan (Education )(Notoatmodjo,2012).
Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan menggunakan pendekatan
cross sectional. Perhitungan sampel diambil berdasarkan data jumlah ibu-ibu rumah
tangga yang ada di Desa Borgo Jaga V Kecamatan Tombariri. Penentuan jumlah sampel
menggunakan rumus Taro Yamane dan mendapatkan hasil 91 responden. Dapat dilihat
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pada penelitian ini yaitu tingkat
pendidikan, status pekerjaan, dan pengetahuan lingkungan ibu rumah tangga.
Pada hasil penelitian, dapat dilihat bahwa : Berdasarkan Tingkat Pendidikan,
pendidikan rendah lebih banyak dibandingkan dengan pendidikan yang tinggi. Dari
hasil uji korelasi spearman didapatkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), sehingga hal ini berarti
terdapat hubungan sedang antara tingkat pendidikan responden dengan tindakan
pengolahan sampah rumah tangga di Desa Borgo Jaga V Kecamatan Tombariri
15

Kabupaten Minahasa. Hal ini dikarenakan semakin tinggi tingkat pendidikan yang
dimiliki seseorang maka akan semakin tinggi pula pengetahuan seseorang dalam
melakukan tindakan pengolahan sampah. Sebaliknya, jika tingkat pendidikan seseorang
rendah, maka akan semakin rendah pula tingkat pengetahuan seseorang dalam
pengelolaan sampah.
Berdasarkan Status Pekerjaan, responden yang tidak bekerja lebih banyak
dibandingkan responden yang bekerja. Dari hasil uji korelasi spearman didapatkan nilai
p = 0,454 (p < 0,05), hal ini berarti tidak ada hubungan antara kedua variabel ini
dikarenakan responden yang memiliki status pekerjaan bekerja ada yang tindakan
pengolahan sampah rumah tangga buruk, tetapi responden yang status pekerjaannya
tidak bekerja ada yang tindakan pengolahan sampah rumah tangga sudah baik. Hal ini
bisa terjadi dikarenakan responden yang memiliki status pekerjaan bekerja belum tentu
bisa melakukan tindakan pengolahan sampah rumah tangga dengan baik.
Berdasarkan Tingkat Pengetahuan, pengetahuan luas lebih banyak dibandingkan
dengan pengetahuan sedikit. Berdasarkan Tindakan Responden, tindakan kurang lebih
banyak dibandingkan tindakan baik. Nilai signifikan untuk tingkat pendidikan dan
tindakan sebesar 0,002. Nilai signifikan status pekerjaan dan tindakan sebesar 0,454.
Nilai signifikan untuk pengetahuan dan tindakan sebesar 0,008. Jadi dapat disimpulkan
bahwa, Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tindakan pengolahan sampah
rumah tangga. Tidak ada hubungan antara status pekerjaan dengan tindakan pengolahan
sampah rumah tangga, dan Ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan
pengolahan sampah rumah tangga.

Analisis Pustaka
Hasil penelitian ini sudah cukup baik, karena sudah menjelaskan secara rinci
apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, status pekerjaan dan pengetahuan
lingkungan ibu rumah tangga dengan tindakan pengolahan sampah rumah tangga.
Dalam penelitian ini pun sudah dijelaskan melalui perhitungan yang rinci sehingga
pembaca dapat mengetahui mengapa faktor-faktor seperti tingkat pendidikan,
pengetahuan , dan pekerjaan tersebut memiliki hubungan dengan cara pengelolaan
sampah ataupun tidak memiliki hubungan dengan cara pengelolaan sampah. Hasil dari
penelitian ini, terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu rumah tangga dengan tindakan
pengolahan sampah rumah tangga, selanjutnya terdapat hubungan antara pengetahuan ibu
rumah tangga dengan tindakan pengolahan sampah rumah tangga di Desa Borgo Jaga V
Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Lalu, tidak terdapat hubungan antara status
pekerjaan ibu rumah tangga dengan tindakan pengolahan sampah rumah tangga, hal ini
dikarenakan masyarakat yang tidak memiliki status pekerjaan pun mampu dalam pengelolaan
sampah dengan baik dan masyarakat yang memiliki pekerjaan belum tentu dapat mengelola
sampah dengan baik.

9. Judul : Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis


Masyarakat di RT 50 Kelurahan Sungai
Pinang dalam Kecamatan Samarinda Utara
Tahun : 2013
Jenis Pustaka : Jurnal
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Aisyah
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Samarinda
16

Nama Jurnal : Jurnal Beraja Niti


Volume (edisi) : Vol 2, No 12 Tahun 2013
Alamat URL : http://e-journal.fhunmul,ac.id/index.php/beraja
Tanggal diunduh : 09 November, pukul 11.00 WIB

Ringkasan Pustaka
Penelitian ini membahas tentang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
sampah rumah tangga dan kendala yang dihadapi pada pengelolaan sampah rumah
tangga. Sistem pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat yang dilakukan
oleh masyarakat di RT 05 melakukan prinsip 3R ( Reduce, Reuce, Recycle) solusi dari
paradigma cara mengelola sampah dalam arti memilah untuk dimanfaatkan. Salah satu
tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat
dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Partisipasi masyarakat dalam penelitian ini
dilihat dari tahap pengumpulan, pemilahan, pengangkutan, dan pembuangan sampah
anorganik untuk dijual sehingga dapat mereduksi beban lingkungan.
Unit analisis dalam penelitian ini adalah masyarakat Jalan Gerilya, Kota
Samarinda. Setelah berjalannya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah
rumah tangga. Manfaat langsung yang dapat dirasakan masyarakat adalah volume
sampah yang harus diangkut ke TPS berkurang dan semua sampah terangkut. Kendala
dari peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga adalah
menerapkan paradigma memilah, membuang sampah menjadi memanfaatkan sampah.
Kendala lain yaitu pemerintah provinsi samarinda mempunyai kewajiban untuk
melakukan pengangkutan sampah. Pada kenyataannya sampah sering tidak terangkut
hingga beberapa hari dengan alasan keterbatasa armada angkut.

Analisis Pustaka
Penelitian ini tidak menjelaskan pendekatan penelitian yang digunakan, apakah
penelitian kualitatif atau kuantitatif. Penelitian ini membahas tentang partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan kendala yang dihadapi pada
pengelolaan sampah rumah tangga. Pada penelitian ini, partisipasi masyarakat pada
pengelolaan sampah dilihat dari pengumpulan, pemilahan, pengangkutan, dan
pembuangan sampah. Dalam penelitian ini pun tidak dijelaskan hasil pengolahan data
mengenai partisipasi masyarakat, yang dijelaskan hanyalah baik atau kurang baiknya
partisipasi pada tahap pengumpulan, pemilahan, pengangkutan, dan pembuangan
sampah. Dalam penelitian ini pun tidak dijelaskan apa saja faktor yang dapat
mempengaruhi partisipasi sehingga dapat dikatakan baik atau kurang baik.

10. Judul : Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan


Sampah Rumah Tangga ( Study Kasus di
Kelurahan Siantan Tengah Kecamatan Pontianak
Utara )
Tahun : 2012
Jenis Pustaka : Jurnal
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Ibrahim Candra
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Tanjungpura
17

Nama Jurnal : Jurnal S-1 Ilmu Sosiatri


Volume (edisi) : Vol 1, No 1 Tahun 2012
Alamat URL : http://jurnalmahasiswa.fisip.untan.ac.id/index.
php/jurnalsosiatri
Tanggal diunduh : 21 November, pukul 14.00 WIB

Ringkasan Pustaka
Penelitian ini membahas tentang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
sampah rumah tangga. Jenis Penelitian ini termasuk katagori penetian deskriptif yang
bertujuan ingin mendiskripsikan (mengambarkan) permasalahan apa adanya sesuai
dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini
merujuk kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang memberi defininsi partisipasi
sebagai keterlibatan aktif dan bermakna dari masa penduduk pada tingkatan-tingkatan
yang berbeda:
a. Dalam proses pembentukan keputusan untuk menentukan tujuan-tujuan
kemasyarakatan dan pengalokasian sumber-sumber untuk mencapai tujuan-
tujuan tersebut.
b. Pelaksanaan program-program dan proyek-proyek Secarasukarela.
Pemanfaatan hasil-hasil dari suatu program atau suatu proyek. Mengikutsertakan
masyarakat dalam kegiatan penanggulangan sampah terdapat 3 tahapan yang dapat ditempuh
menurut,Eugen C. Erikson (dalam Y. Slamat : TT:71) dari Conell University di
Lembanga Studi Perdesaan dan Kawasan/P3PK Universitas Gajah Mada, menyatakan bahwa 3
tahap partisipasi sebagai berikut :
a. Partisipasi di dalam tahap perencanaan (idea planning stage)
b. Partisipasi di dalam tahap pelaksanaan (implementation stage)
c. Partisipasi di dalam tahap pemanfaatan (utilization stage)
Partisipasi masyarakat dalam penelitian ini dapat diukur melalui tahap
perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap pemanfaatan. menyeluruh. Pada penelitian
ini, Tingkat partisipasi dalam program pengelolaan sampah ditentukan oleh kemauan,
kemampuan dan kesempatan yang dibagi ke dalam enam indikator, yaitu (1) sikap
terhadap lingkungan dan program, (2) motivasi untuk terlibat dalam program, (3)
tingkat pengetahuan dalam pengelolaan sampah, (4) tingkat keterampilan dalam
pengelolaan sampah sebelum adanya program, (5) tingkat pengalaman dalam
pengelolaan sampah sebelum adanya program, dan (6) manajemen program pengelolaan
sampah.
Subjek Sasaran Penelitian ini terdiri dari seluruh penduduk yang bekerja sebagai
pengelola sampah rumah tangga di Kelurahan Siantan Tengah Kecamatan Pontianak
Utara Kota Pontianak. Warga di lingkungan RW 18 Kelurahan Siantan Tengah sebagian
besar hanya terlibat dalam proses pelaksanaan dan menikmati hasil. Partisipasi warga
dalam program pengelolaan sampah berada pada tahap tokenisme dalam tangga
partisipasi dimana warga diminta konsultasinya atau diberi informasi mengenai suatu
keputusan. Hal tersebut dikarenakan warga memang tidak dilibatkan dalam proses
perencanaan program, hanya perwakilan dari warga saja yang dilibatkan.
Hasil dari penelitian menurut Partisipasi dalam program pengelolaan sampah
ditentukan oleh kemauan, kemampuan dan kesempatan yang dibagi ke dalam enam
indikator yaitu, Sikap terhadap lingkungan dan program, motivasi untuk terlibat dalam
program dan tingkat pengetahuan dalam pengelolaan sampah memiliki hubungan
dengan tingkat partisipasi. Sedangkan keterampilan dalam mengelola sampah,
pengalaman dalam mengelola sampah dan manajemen program pengelolaan sampah
tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat partisipasi. Secara kesimpulan,
18

terdapat dua faktor yang memiliki hubungan dengan tingkat partisipasi, yaitu tingkat
kemauan dan tingkat kemampuan. Sedangkan tingkat kesempatan tidak memiliki
hubungan dengan tingkat partisipasi. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa aspek
psikologis lebih menentukan tingkat partisipasinya dalam program pengelolaan sampah.

Analisis Pustaka
Penelitian ini sudah cukup baik, pendekatan yang dilakukan oleh peneliti sudah
relevan karena hasil penelitian sudah dijelaskan rinci secara deskriptif sesuai dengan
keadaan di lapang. Pada penelitian ini, partisipasi masyarakat dalam program
pengelolaan sampah ditentukan oleh kemauan, kemampuan dan kesempatan. Dari hasil
penelitian ini menunjukkan Sikap terhadap lingkungan dan program, motivasi untuk
terlibat dalam program dan tingkat pengetahuan dalam pengelolaan sampah memiliki
hubungan dengan tingkat partisipasi. Sedangkan keterampilan dalam mengelola
sampah, pengalaman dalam mengelola sampah dan manajemen program pengelolaan
sampah tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat partisipasi, tidak dijelaskan
mengapa keterampilan dan pengalaman tidak memiliki hubungan signifikan dengan
tingkat partisipasi. Seharusnya peneliti dapat menjelaskan mengapa kedua indikator
tersebut tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap tingkat partisipasi dan dari
hal tersebut hanya dapat disimpulkan bahwa aspek psikologis lebih menentukan tingkat
partisipasinya dalam program pengelolaan sampah tanpa dijelaskan apa faktor penyebab
faktor psikologis tersebut dapat lebih menentukan tingkat partisipasi.

11. Judul : Tingkat Partisipasi Warga dalam Pengelolaan


Lingkungan Berbasis Masyarakat
Tahun : 2008
Jenis Pustaka : Skripsi
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Yudi Aprianto
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Bogor
Nama Jurnal : -
Volume (edisi) : -
Alamat URL : http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle
123456789/3011/A08yap_abstract.pdf
Tanggal diunduh : 23 Desember, pukul 14.30 WIB

Ringkasan Pustaka
Penelitian ini membahas tentang tingkat partisipasi warga dalam pengelolaan
lingkungan dan faktor-faktor yang menentukan partisipasi warga dalam pengelolaan
lingkungan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk kepada Cohen dan
Uphoff (1977) membagi partisipasi ke dalam beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut:
1. Tahap pengambilan keputusan, yang diwujudkan dengan keikutsertaan
masyarakat dalam rapat-rapat
2. Tahap pelaksanaan, yang merupakan tahap terpenting dalam pembangunan,
sebab inti dari pembangunan adalah pelaksanaannya. Wujud nyata partisipasi
pada tahap ini dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu partisipasi dalam bentuk
sumbangan pemikiran, bentuk sumbangan materi, dan bentuk keterlibatan
sebagai anggota proyek.
19

3. Tahap menikmati hasil, yang dapat dijadikan indikator keberhasilan partisipasi


masyarakat pada tahap perencanaan dan pelaksanaan proyek. Selain itu, dengan
melihat posisi masyarakat sebagai subjek pembangunan, maka semakin besar
manfaat proyek dirasakan, berarti proyek tersebut berhasil mengenai sasaran.
4. Tahap evaluasi, dianggap penting sebab partisipasi masyarakat pada tahap ini
dianggap sebagai umpan balik yang dapat memberi masukkan demi perbaikan
pelaksanaan proyek selanjutnya.
Beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat menurut Pangestu
(1995) adalah sebagai berikut:
1. Faktor internal, yaitu yang mencakup karakteristik individu yang dapat
mempengaruhi individu tersebut untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan.
Karakteristik individu mencakup umur, tingkat pendidikan, jumlah beban
keluarga, jumlah pendapatan, dan pengalaman berkelompok.
2. Faktor eksternal, meliputi hubungan yang terjalin antara pihak pengelola proyek
dengan sasaran dapat mempengaruhi partisipasi. Sasaran akan dengan sukarela
terlibat dalam suatu proyek jika sambutan pihak pengelola positif dan
menguntungkan mereka. Selain itu, bila didukung dengan pelayanan
pengelolaan kegiatan yang positif dan tepat dibutuhkan oleh sasaran, maka
sasaran tidak akan ragu-ragu untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data-data
kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survai, yaitu penelitian
yang mengambil sampel dari satu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat
pengumpulan data yang pokok. Unit analisis dari responden yang dipilih adalah unit
rumahtangga (RT). Unit pengamatan RT digunakan untuk pengumpulan data tentang
karakteristik pelaku dan sejauh mana tingkat partisipasi warga dalam pengelolaan
lingkungan dan pertimbangan pengelolaan lingkungan pada tempat penelitian sebagian
besar dilakukan pada setiap rumahtangga. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini
adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan
wawancara terstruktur yang menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam dengan
responden sebanyak 100 orang dan informan yaitu wakil RW 03 Rawajati, ketua PKK
beserta ketua Pokja, aparat RT serta ketua kelembagaan yang ada di Kampung Rawajati.
Dalam penelitian ini, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi yang digunakan oleh
peneliti adalah faktor internal dan eksternal.
Faktor internal dari karakteristik individu terdiri atas umur, tingkat pendidikan,
jumlah beban keluarga, tingkat pendapatan, pengalaman berkelompok, dan lama
tinggal. Kemudian, faktor eksternal merupakan pelaksanaan dalam suatu kegiatan
pengelolaan lingkungan yang diduga mempengaruhi partisipasi, yaitu pelaksanaan
pengelolaan lingkungan meliputi metode kegiatan dan pelayanan kegiatan yang
dilakukan dalam pengelolaan lingkungan. Serta tingkat partisipasi masyarakat yang
diukur dari tahap pengambilan keputusan, tahap pelaksanaan, tahap menikmati hasil,
dan tahap evaluasi. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa 87 persen responden
memiliki partisipasi tinggi, sedangkan 13 persen responden memiliki partisipasi rendah
Tingkat partisipasi tinggi ini dapat dilihat dari aktifnya masyarakat dalam berbagai
kegiatan pengelolaan lingkungan, baik dalam penghijauan, pengomposan, pendaur
ulangan serta kerja bakti di sekitar lingkungannya.
Lalu, tingkat partisipasi warga pada tahap pelaksanaan, menikmati hasil, dan
evaluasi cenderung tinggi. Tingkat partisipasi terendah terdapat pada tahap pengambilan
keputusan yaitu sebanyak 62 persen responden. Tingkat partisipasi pada tahap
pengambilan keputusan rendah karena keterlibatan mereka dalam hal pemikiran baik
berupa sumbangan ide, pendapat, masukkan atau kritikan, materi rendah. Keterlibatan
20

mereka dalam rapat kegiatan pengelolaan yang utama biasanya hanya dihadiri oleh aparat
RT seperti ketua, wakil atau sekretaris serta orang yang mewakili aparat untuk menghadiri
rapat jika aparat tersebut berhalangan untuk hadir. Rapat-rapat atau sosialisasi awal yang
biasanya juga disampaikan di sela-sela kegiatan pada RT seperti arisan misalnya, mereka
juga sebagian besar masih sekedar hadir.
Tahap menikmati hasil merupakan tahap partisipasi yang tertinggi yaitu sebanyak 99
persen. Mereka menyatakan bahwa dari kegiatan-kegiatan pengelolaan lingkungan yang ada
di Kampung Rawajati dapat memberikan hal yang positif. Kegiatan tersebut tidak hanya
memberikan hasil berupa lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga tambahan
keterampilan dalam pengelolaan lingkungan yang dapat mereka manfaatkan untuk
memperoleh keuntungan berupa tambahan pendapatan, khususnya dalam budidaya
pembibitan untuk dijual, pengomposan, serta daur ulang sampah plastik menjadi tas.
Pelaksanaan dari pengelolaan lingkungan di Kampung Rawajati juga tinggi, yaitu
sebanyak 81 persen. Hal ini karena warga sebagian besar telah menanam tanaman untuk
penghijauan. Mereka juga telah memilah sampah antara organik dan anorganik walaupun
sebagian belum mendaur ulang sampah organic untuk dijadikan pupuk dan sampah plastik
untuk dijadikan barang bernilai jual. Namun mereka memanfaatkan sampah seperti botol
atau kaleng untuk dijadikan tempat pohon untuk menambah hijau lingkungan mereka.
Tingkat partisipasi pada tahap evaluasi menunjukkan 76 persen tinggi dan 24 persen
responden rendah. Hal ini karena dalam kegiatan evaluasi utama tidak hanya dihadiri oleh
para pengelola tetapi juga didukung oleh aparat RT atau diwakilkan kepada orang lain.
Faktor umur, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan beban keluarga tidak
berhubungan nyata atau signifikan dengan tingkat partisipasi warga Kampung Rawajati
dalam pengelolaan lingkungan. Faktor-faktor yang berhubungan nyata atau signifikan dari
tingkat partisipasi warga Kampung Rawajati dalam pengelolaan lingkungannya yaitu
pengalaman berkelompok, lama tinggal, metode kegiatan dan pelayanan kegiatan. Hal ini
menunjukkan bahwa tingkat partisipasi warga lebih ditentukan oleh bagaimana mereka
berinteraksi dengan lingkungan mereka, baik sosial maupun alam di sekitar tempat tinggal.

Analisis Pustaka
Penelitian ini sudah cukup baik, peneliti sangat jelas dalam memaparkan metode
dan hasil dari penelitiannya. Pendekatan dan jenis penelitian yang dilakukan pun sudah
sangat jelas tertera di dalam tulisan skripsi. Namun, penulis tidak menyebutkan alasan
mengapa memilih sebanyak 100 responden didalam penelitiannya dan mengapa hanya
10 persen dari total populasi rumah tangga yang dijadikan responden di Kampung
Rawajati tersebut. Lalu, konsep teori yang ada di tinjauan pustaka sangat sedikit, rata-
rata hanya satu teori didalam menjelaskan suatu konsep. Sehingga tidak dapat
melakukan perbandingan dengan teori-teori yang lainnya. Namun, secara keseluruhan
penelitian ini sudah cukup baik dan indikator yang digunakan pun sudah cukup relevan
dengan hasil yang didapatkan.

12. Judul : Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan


Sampah di Kelurahan Jombang Kota Semarang
Tahun : 2011
Jenis Pustaka : Skripsi
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Ragil Agus Prianto
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Semarang
21

Nama Jurnal : -
Volume (edisi) : -
Alamat URL : lib.unnes.ac.id/7974/1/8561.pdf
Tanggal diunduh : 23 Desember, pukul 13.30 WIB
Ringkasan Pustaka
Penelitian ini membahas tentang bagaimana bentuk dan mekanisme partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah dan faktor apa saja yang mempengaruhi
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di kota Semarang. Teori yang
digunakan dalam penelitian ini merujuk kepada Pangestu (1995) adalah sebagai berikut:
1. Faktor internal, yaitu yang mencakup karakteristik individu yang dapat
mempengaruhi individu tersebut untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan.
Karakteristik individu mencakup umur, tingkat pendidikan, jumlah beban
keluarga, jumlah pendapatan, dan pengalaman berkelompok.
2. Faktor eksternal, meliputi hubungan yang terjalin antara pihak pengelola proyek
dengan sasaran dapat mempengaruhi partisipasi.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode
pendekatan yuridis sosiologis, yang pada dasarnya berkaitan dengan perundang-
undangan yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di
Kelurahan Jomblang Kota Semarang (Analisis Sosio Yuridis terhadap Pasal 28 Undang
undang No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah). Tujuan utamanya adalah
menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti
secara tepat, dan memberikan data yang seteliti mungkin tentang manusia, keadaan, atau
gejala-gejala lain. Maksud utamanya adalah untuk mempertegas hipotesa-hipotesa, agar
dapat membantu didalam memperkuat teori-teori lama, atau didalam kerangka
menyusun teori-teori baru. Sedangkan penelitian kualitatif diartikan sebagai pendekatan
yang memusatkan perhatiannya pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan
satuan-satuan gejala yang ada dalam kehidupan manusia, atau pola-pola yang dianalisis
gejala-gejala sosial budaya dengan menggunakan kebudayaan dari masyarakat yang
bersangkutan untuk memperoleh gambaran mengenai pola-pola yang berlaku, seperti
melalui pedoman wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.
Teknik pemeriksaan keabsahan informasi atau data dalam penelitian ini
menggunakan tehnik check dan recheck atau bisa disebut dengan teknik triangulasi
diantaranya yaitu dengan cara membandingkan data hasil studi pustaka dengan data
hasil wawancara dengan narasumber. Hasil dari penelitian ini adalah mekanisme
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yaitu terdiri dari Sistem teknik
operasional dan sistem pewadahan.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk kepada (Syafrudin, 2004:102),
salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah melaksanakan program pengelolaan
sampah berbasis masyarakat, seperti minimasi limbah dan melaksanakan 5 R (Reuse,
Recycling, Recovery, Replacing dan Refilling). Kedua program tersebut bisa dimulai
dari sumber timbulan sampah hingga ke Lokasi TPA.
Teknis operasional pengelolaan sampah Kota Semarang terdapat 4 pola
pengelolaan sampah yaitu: pembuangan langsung ke tempat terbuka, pelayanan sampah
konvensional, pembuangan kelurahan langsung ke tpa, dan pengolahan sampah. lalu,
sistem pewadahan merupakan rangkaian untuk memindahkan sampah dari sub sistem
pewadahan ke sub sistem tempat penampungan sementara ( TPS ), penyapuan langsung,
dan pengangkutan. Dari kedua sistem tersebut terlihat bahwa partisipasi masyarakat
tinggi karena banyak tempat pewadahan sampah yang tersedia di rumah-rumah warga.
Lalu, faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dapat
22

di lihat dari segi (pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kepemilikan rumah, lama tinggal)
dengan bentuk dan tingkat peran serta masyarakat. Hasil yang didapatkan adalah faktor
pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kepemilikan rumah dan lama tinggal memiliki
keterkaitan yang kuat dengan tingkat peran serta masyarakat dalam pengelolaan
sampah. Dalam faktor pekerjaan memiliki keterkaitan karena berhubungan erat dengan
kesempatan yang ada untuk menghadiri kegiatan dengan warga dan faktor lama tinggal
memiliki keterkaitan erat dengan peran serta dalam proses keterlibatan warga dalam
pertemuan, kegiatan fisik/kerja bakti.

Analisis Pustaka
Penelitian ini tidak menjelaskan kerangka berfikir yang jelas. Karena kerangka
berfikir yang digunakan tidak berhubungan dengan rumusan masalah dan tujuan
penelitian. Dalam tujuan penelitian disebutkan bahwa ingin mengetahui bentuk
partisipasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi partipasi. Namun, indikator-indikator
yang digunakan tidak relevan dengan hasil yang dijelaskan dalam pembahasan. Dalam
pembahasan, peneliti hanya menyebutkan ada atau tidaknya keterkaitan antara faktor
internal dengan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dari semua faktor
internal yang disebutkan seperti : pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kepemilikan
rumah, lama tinggal. Hanya pekerjaan dan lama tinggal yang dijelaskan memiliki
ketekaitan erat dengan peran serta masyarakat. Seharusnya penelitian ini menggunakan
jenis penelitian survai, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dengan
menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Sehinggga penelitian
ini dapat dibuktikan dengan adanya penjumlahan data yang di dapatkan dari hasil kuesioner,
bukan hanya sekedar membandingkan data hasil studi pustaka dengan data hasil
wawancara dengan narasumber.

13. Judul : Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan


Sampah di Dusun Sukunan Sleman Daerah
Istimewa Yogyakarta
Tahun : 2010
Jenis Pustaka : Thesis
Bentuk Pustaka : Elektronik
Nama Penulis : Novita Razak
Nama Editor : -
Judul Buku : -
Kota dan Penerbit : Surakarta
Nama Jurnal : -
Volume (edisi) : -
Alamat URL : http://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/1338
13386/NDc4MTU=/Partisipasi-masyarakat-dalam-
pengelolaan-sampah-di-dusun-Sukunan-Sleman-
Daerah-Istimewa-Yogyakarta-abstrak.pdf
Tanggal diunduh : 23 Desember, pukul 13.30 WIB
Ringkasan Pustaka
Penelitian ini membahas tentang bagaimana bentuk partisipasi masyarakat
Sukunan dalam pengelolaan sampah yang dilihat dari presepsi masyarakat Sukunan
terhadap pengelolaan sampah, motivasi masyarakat untuk ikut serta dan kegiatan
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini menggunakan metode
23

deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merujuk kepada Sudrajat
(2006:52) sistem yang cocok diteapkan di Indonesia adalah sistem desentralisasi, karena
sistem ini bertujuan mengurangi arus sampah ke TPA dengan membagi-bagi pengolahan
sampah tersebut di beberapa titik, yaitu : pengolahan langsung dari sumber sampah,
pengolahan di TPS, dan pengolahan di TPA.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi, wawancara
mendalam, dan diskusi. Bentuk partisipasi masyarakat Sukunan dalam pengelolaan
sampah adalah fasilitasi, yaitu suatu bentuk partisipasi masyarakat yang disengaja,
dirancang, dan didorong sebagai proses belajar dan berbuat oleh masyarakat untuk
menyelesaikan suatu kegiatan bersama-sama, contohnya yaitu pengolahan sampah
orgaik dengan teknik pengomposan sampah dan pengolahan sampah non-organik seperti
mendaur ulang sampah yang bisa dijadikan suatu kerajinan. Dengan fasilitasi,
masyarakat diposisikan sebagai dirinya, sehingga masyarakat termotivasi untuk
berpastisipasi dan berbuat sebaik-baiknya. Hasil wawancara dan observasi
menunjukkan presepsi positif masyarakat Sukunan terhadap kegiatan pengelolaan
sampah terlihat dari tumbuhnya kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat
untuk mengelola sampah. Motivasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi, antara lain :
motivasi dari diri sendiri untuk mendapatkan ilmu dan wawasan, alasan ekonomi, faktor
keberhasilan lingkungan, keterbatasan lahan, dan pelestarian lingkungan. Kegiatan
partisipasi masyarakat Sukunan dalam pengelolaan sampah yaitu : memilah,
mengangkut, mengolah, mengembangkan serta turut berperan dalam pelestarian
lingkungan hidup.

Analisis Pustaka
Penelitian ini sudah cukup baik, metode deskriptif kualitatif yang digunakan
relevan dengan hasil penelitian yang mendeskripsikan atau menggambarkan suatu
fenomena yaitu deskripsi mengenai bentuk partisipasi masyarakat dalam penngelolaan
sampah. Namun, alangkah lebih baik penelitian ini menggunakan kuesioner, sehingga
data yang diperoleh dapat dapat dibuktikan dengan perhitungan dan tertera di dalam
thesis. Dalam penelitian ini, bentuk partisipasi masyarakat tidak mengacu kepada suatu
konsep. Namun, penelitian ini mendapatkan hasil langsung dari lapang/lokasi
penelitian. Alangkah lebih baik, adanya suatu teori/konsep yang dijadikan suatu acuan
sehingga dapat membandingkan hasil yang didapatkan di lapang dengan teori/konsep
yang dijadikan acuan. Lalu, dalam penelitian ini juga tidak diketahui berapa persen
besarnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, yang disebutkan hanyalah
dalam bentuk keseluruhan secaara garis besar.
24

RANGKUMAN DAN PEMBAHASAN

Sampah Rumah Tangga


Sampah merupakan limbah yang bersifat padat, terdiri atas zat atau bahan organik
dan anorganik yang dianggap sudah tidak memiliki manfaat lagi dan harus dikelola
dengan baik sehingga tidak membahayakan lingkungan. Dalam masyarakat perkotaan,
sampah dihasilkan oleh setiap rumah tangga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Azwar (1990) dalam Firmansyah (2014) mengungkapkan bahwa sampah merupakan
sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus
dibuang dimana umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia, tetapi
bukan biologis dan umumnya bersifat padat.
Sehubungan dengan hal tersebut, salah satu yang mempengaruhi bertambahnya
sampah adalah dikarenakan aktivitas manusia yang tidak pernah berhenti. Meski
demikian, hal tersebut seringkali tidak menjadi bahan pemikiran yang mendalam bagi
semua masyarakat. Sampah di rumah seringkali hanya sekedar dibuang dalam bak atau
tong sampah untuk kemudian menjadi urusan pengumpul/pengangkut sampah tingkat
RT/RW hingga kelurahan dan menjadi tugas bagi pihak petugas kebersihan kota yang
membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir. Warga masyarakat sudah seharusnya
memikirkan persoalan sampah ini secara lebih serius, karena persoalan sampah kini
sudah menjadi masalah yang kompleks di berbagai kota besar seiring dengan
pertambahan penduduk dan perubahan gaya hidup.
Perubahan-perubahan ini berdampak pada jumlah sampah yang dibuang
masyarakat ke tempat sampah. Berdasarkan pengamatan empiric di beberapa lokasi
pembuangan sampah yang ada di kota-kota besar, dipekirakan jumlah sampah yang
dibuang oleh tiap rumah tangga adalah antara 2-3 kg per hari atau sekitar 14-21 kg per
minggu, atau sekitar 730-1.095 kg per tahun.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan
Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, yang dimaksud dengan
sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam
rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Sampah rumah tangga
pertama-tama dapat dikelola dengan cara dipilah. Pemilahan yang dimaksud adalah
kegiatan mengelompokkan sampah menjadi sedikitnya lima jenis sampah yang terdiri
atas: a) sampah yang mengandung bahan berbahaya b) sampah yang mudah terurai c)
sampah yang dapat digunakan kembali d) sampah yang dapat didaur ulang dan 5)
sampah lainnya. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 ini diharapkan dapat
mewujudkan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan.
Berdasarkan cara pengelolaan dan pemanfaatannya, jenis sampah rumah tangga
secara umum menurut data Dinas Pekerjaan Umum (1986) dapat dibagi menjadi 3(tiga)
jenis, yaitu :
a) Sampah Basah (Garbage), yaitu sampah yang susunannya terdiri atas bahan
organik yang mempunyai sifat mudah membusuk jika dibiarkan dalam keadaan
basah. Yang termasuk jenis sampah ini adalah sisa makanan, sayuran, buah-
buahan, dedaunan, dsb.
b) Sampah Kering (Rubbish), yaitu sampah yang terdiri atas bahan anorganik
yang sebagian besar atau seluruh bagiannya sulit membusuk. Sampah ini dapat
dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu :
1. Sampah Kering Logam, misalnya : kaleng, pipa besi tua, mur, baud, seng,
dan segala jenis logam yang sudah using
25

2. Sampah Kering Non Logam, yang terdiri atas :


Sampah Kering Muda Terbakar (Combustible Rubbish), misalnya :
kertas, karton, kayu, kain bekas, kulit, kain-kain using, dsb.
Sampah Kering Sulit Terbakar (Non Combustible Rubbish), misalnya :
pecahan gelas, botol, kaca, dll.
c) Sampah lembut, yaitu sampah yang susunannya terdiri atas partikel-partikel
kecil dan memiliki sifat mudah berterbangan serta membahayakan atau
mengganggu pernafasan dan mata. Sampah tersebut terdiri atas :
Debu, yaitu partikel-partikel kecil yang berasal dari proses mekanis,
misalnya serbuk dari penggergajian kayu, debu asbes dari pabrik pipa atau
atap asbes dll
Abu, yaitu partikel-partikel yang berasal dari proses pembakaran, misalnya
abu kayu atau abu sekam, abu dari hasil pembakaran sampah (icenerator),
dll.
Sampah-sampah tersebut merupakan sampah yang sering dihasilkan oleh rumah
tangga. Pengelolaan sampah rumah tangga diharapkan bertumpu pada penerapan 3R
dalam rangka penghematan sumber daya alam, penghematan energi, pengembangan
energi alternatif dari pengolahan sampah, perlindungan lingkungan, dan pengendalian
pencemaran.

Pengelolaan Sampah
Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
(UUPS), yang dimaksud dengan sampah adalah adalah sisa kegiatan sehari-hari
manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah yang merupakan sisa dari
kegiatan manusia harus dikelola agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan dan
gangguan kesehatan. Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh,
dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.
Pengurangan sampah yang dimaksud dalam UUPS meliputi kegiatan pembatasan
timbulan sampah, pendauran ulang sampah, dan pemanfaatan kembali sampah. Untuk
dapat mewujudkan kegiatan-kegiatan ini, masyarakat dan para pelaku usaha dalam
melaksanakan kegiatannya diharapkan dapat menggunakan bahan yang menimbulkan
sampah sedikit mungkin, dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang, dan mudah
diurai oleh proses alam. Penanganan sampah yang dimaksud dalam UUPS adalah
kegiatan yang diawali dengan pemilahan dalam bentuk pengelompokkan dan pemisahan
sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan sifat sampah. Langkah selanjutnya adalah
pengumpulan dan pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan
sementara, dan pengangkutan sampah dari tempat penampungan sampah sementara
menuju ke tempat pemrosesan akhir. Kemudian sampah yang telah terkumpul di tempat
pemrosesan akhir dikelola dengan cara mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah
sampah atau diproses untuk mengembalikan hasil pengolahan sebelumnya ke media
lingkungan secara aman.
Menurut Wardi (2008) pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang sistematis
dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.
Tchobanoglous (1997) dalam Soekmana (2010) juga menjelaskan Penanganan sampah
setempat adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah di tempat
bangkitannya. Metode penanganan sampah setempat akan berbeda untuk setiap kegiatan
yang berbeda. Penanganan sampah di kawasan perumahan berbeda dengan di daerah
perdagangan, apartement, industri, memerlukan perlakuan yang berbeda.
26

Organisasi pengelola persampahan mempunyai proses sebagaimana halnya


organisasi modern lainnya. Output dari sistem dapat bersifat kualitatif maupun
kuantitatif. Input yang dibutuhkan untuk pengelolaan persampahan ini adalah manusia,
peralatan, biaya, dan metode pengelola yang saling berkaitan. Dalam proses
transformasi sistem, input-input perlu diatur dan ditata sehingga mempunyai nilai guna
yang maksimal. Untuk itu dalam sistem pengelolaan tersebut, diperlukan bagian-bagian
yang bertugas mengatur masing-masing input sehingga proses transformasi akan
berlangsung dengan sebaik mungkin menuju output dan tujuan yang diharapkan. Sisi
input ini jelas memerlukan adanya peran serta masyarakat secara aktif dan
berkesinambungan, terutama dalam mewujudkan kebersihan lingkungan. Masyarakat
dalam hal ini banyak berperan dalam proses penempatan dam pengumpulan sampah
sehingga memudahkan dalam pemindahan , pengangkutan, pengelolaan, dan
pemanfaatan sampah serta pembuangan sampah akhir yang selama ini ditangani oleh
pemerintah daerah, khususnya melalui PD kebersihan.
Pada umumnya proses pengelolaan sampah di perkotaan terdiri atas beberapa
taapan proses, antara lain :
a) Pewadahan sampah : adalah tahap awal proes pengelolaan sampah yang
merupakan usaha menempatkan sampah dalam suatu wadah atau tempat agar
tidak berserakan, mencemari lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat,
serta untuk tujuan menjaga kebersihan dan estetika
b) Pengumpulan sampah : pengambilan sampah dari wadahnya di tiap sumber
dilakukan oleh petugas organisasi formal baik unit pelaksana dari Pemerintah
Daerah (Pemda), petugas dari lingkungan masyarakat setempat, ataupun dari
pihak swasta yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Daerah.
c) Pemindahan sampah : Proses pemindahan hasil pengumpulan sampah ke
dalam peralatan pengangkutan (truk)
d) Pengangkutan Sampah : Kegiatan membawa sampah dari lokasi pemindahan
ke lokasi pembuangan akhir.
e) Pengelolaan sampah untu dimanfaatkan dan Pembuangan akhir.
Kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sampah ini ditujukan untuk mendaur
ulang sampah yang ada untuk kegunaan lain.
Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah (2003) menyimpulkan
pengelolaan adalah suatu usaha strategi Nasional Pembangunan Berkelanjutan di bidang
persampahan dengan konsep 3R (Reduction, Reuse, Recycling) atau 3M (Mengurangi,
Menggunakan kembali, dan Mendaur ulang).
Yolarita (2011) juga menjelaskan bahwa paradigma baru dalam pengelolaan
sampah lebih menekankan pada pengurangan sampah dari sumber untuk mengurangi
jumlah timbulan sampah serta mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari
sampah. Maka dari itu, prinsip 3R sejalan dengan pengelolaan sampah yang
menitikberatkan pada pengurangan sampah dari sumbernya. Departemen Pekerjaan
Umum (2007) menjelaskan bahwa prinsip 3R dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Prinsip pertama adalah reduce atau reduksi sampah, yaitu upaya untuk
mengurangi timbulan sampah di lingkungan sumber dan bahkan dapat
dilakukan sejak sebelum sampah dihasilkan. Setiap sumber dapat melakukan
upaya reduksi sampah dengan cara mengubah pola hidup konsumtif, yaitu
perubahan kebiasaan dari yang boros dan menghasilkan banyak sampah
menjadi hemat/efisien dan hanya menghasilkan sedikit sampah.
2. Prinsip kedua adalah reuse yang berarti menggunakan kembali bahan atau
material agar tidak menjadi sampah (tanpa melalui proses pengolahan), seperti
menggunakan kertas bolak balik, menggunakan kembali botol bekas minuman
27

untuk tempat air, dan lain-lain. Dengan demikian reuse akan memperpanjang
usia penggunaan barang melalui perawatan dan pemanfaatan kembali barang
secara langsung.
3. Prinsip ke tiga adalah recycle yang berarti mendaur ulang suatu bahan yang
sudah tidak berguna menjadi bahan lain atau barang yang baru setelah melalui
proses pengolahan. Beberapa sampah dapat didaur ulang secara langsung oleh
masyarakat dengan menggunakan teknologi dan alat yang sederhana, seperti
mengolah sisa kain perca menjadi selimut, kain lap, keset kaki dan sebagainya,
atau sampah dapur yang berupa sisa-sisa makanan untuk dijadikan kompos.
Sistem pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan di Indonesia adalah
dikumpulkan, ditampung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan akhirnya
dibuang ke tempat penampungan akhir (TPA). Pola operasional konvensional ini dapat
menyebabkan terjadinya penumpukan sampah di rumah tangga, TPS dan TPA. Oleh
karena itu, prinsip 3R yang diterapkan langsung mulai dari sumber sampah menjadi
sangat penting karena dapat membantu mempermudah proses pegelolaan sampah.
Pemilahan sampah yang dilakukan sebagai bagian dari penerapan 3R akan
mempermudah teknik pengolahan sampah selanjutnya. Kegiatan pemilahan sampah
memiliki keuntungan yaitu efisiensi sampah menjadi bentuk baru yang lebih
bermanfaat. Keuntungan lain dari kegiatan ini adalah dapat memangkas biaya petugas
dan transportasi pengangkut sampah serta mengurangi beban TPA dalam menampung
sampah (Yolarita 2011).
Beberapa pengertian yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa
pengelolaan sampah merupakan kegiatan bertahap yang pada dasarnya dilakukan untuk
mengolah sampah agar dapat diproses menjadi bentuk lain yang memberikan manfaat
dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Pengelolaan sampah yang dimaksud pada
penelitian ini adalah kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan pada tingkat rumah
tangga, berupa pengurangan pemakaian bahan yang sulit terurai, pemilahan sampah,
pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara,
pemanfaatan kembali sampah, serta kegiatan kebersihan seperti gotong royong untuk
kerja bakti di lingkungan tempat tinggal.

Partisipasi Masyarakat
Partisipasi merupakan kemampuan dari masyarakat untuk bertindak dalam
keberhasilan (keterpaduan) yang teratur untuk menanggapi kondisi lingkungan sehingga
masyarakat tersebut dapat bertindak sesuai dengan logika dari yang dikandung oleh
kondisi lingkungan tersebut (Adjid 1985).
Menurut Sajogyo (1998) pengertian partisipasi adalah peluang untuk ikut
menentukan kebijaksanaan pembangunan serta peluang ikut menilai hasil
pembangunan. Dari berbagai pendapat tersebut, secara umum partisipasi merupakan
keterlibatan seseorang secara aktif dalam suatu kegiatan. Partisipasi juga diartikan
dengan memberi manusia lebih banyak peluang untuk berperan secara efektif dalam
kegiatan pembangunan (Cernea 1988).
Partisipasi pada dasarnya merupakan suatu bentuk keterlibatan dan keikutsertaan
secara aktif dan sukarela, baik karena alasan-alasan dari dalam (intrinsik) maupun dari
luar (ekstrinsik) dalam keseluruhan proses kegiatan yang bersangkutan (Mardikanto
2013). Partisipasi masyarakat adalah keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah,
strategi dalam kebijakan kegiatan, memikul beban dalam pelaksanaan kegiatan, dan
memetik hasil dan manfaat kegiatan secara merata. Partisipasi juga berarti memberi
sumbangan dan turut serta menentukan arah atau tujuan yang akan dicapai, yang lebih
28

ditekankan pada hak dan kewajiban bagi setiap orang (Tjokroamidjojo 1990 dalam
Manurung 2008).
Menurut Fahrudin (2012:36) secara terminologi, partisipasi masyarakat adalah
suatu bentuk interaksi antara dua kelompok, yaitu kelompok yang selama ini tidak
diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan (nonelit) dan kelompok yang
selama ini mengambil keputusan (elit). Dengan demikian, pemerintah sebagai elit harus
bisa menggerakkan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program yang mereka
rencanakan, begitu juga sebaliknya masyarakat harus berpartisipasi dengan sukarela
terhadap program yang telah ditetapkan.
Menurut Soelaiman (1985) dalam Rahadiani (2014) partisipasi masyarakat
diartikan sebagai keterlibatan aktif warga masyarakat, baik secara perorangan,
kelompok masyarakat atau kesatuan masyarakat dalam proses pembuatan keputusan
bersama, perencanaan dan pelaksanaan program dan pembangunan masyarakat, yang
dilaksanakan di dalam maupun di luar lingkungan masyarakat, atas dasar rasa kesadaran
dan tanggung jawab.
Suryono (2010:255) mengungkapkan bahwa partisipasi sering dipahami secara
keliru dan sepihak, partisipasi dipahami sebagai dukungan masyarakat kepada setiap
rencana pembangunan yang diputuskan dari atas. Ukuran yang dipakai dalam menilai
partisipasi adalah sejauh mana rakyat menanggapi, melaksanakan dan bersedia
berkorban baik waktu, tenaga maupun hidupnya untukpembangunan. Bila rakyat tidak
patuh dan tidak mau mendukung berarti tidak berpartisipasi.
Wibisono (1989) dalam Alfiandra (2009) menjelaskan bahwa partisipasi
masyarakat sering diartikan sebagai keikutsertaan, keterlibatan dan kesamaan anggota
masyarakat dalam suatu kegiatan tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung,
sejak dari gagasan, perumusan kebijakan, pelaksanaan program dan evaluasi. Partisipasi
secara langsung berarti anggota masyarakat ikut memberikan bantuan tenaga dalam
kegiatan yang dilaksanakan, sedangkan partisipasi tidak langsung dapat berupa
sumbangan pemikiran, pendanaan, dan material yang diperlukan.
Verhangen (1979) dalam Mardikanto (2013) menjelaskan bahwa partisipasi
merupakan suatu bentuk khusus dari interaksi dan komunikasi yang berkaitan dengan
pembagian kewenangan, tanggung jawab, dan manfaat. Koentjaraningrat (1991) juga
berpendapat bahwa partisipasi berarti memberi sumbangan dan turut serta menentukan
arah dan tujuan pembangunan, yang ditekankan bahwa partisipasi adalah hak dan
kewajiban bagi setiap masyarakat.
Menurut Walgito (1999) dalam Alfiandra (2009), partisipasi masyarakat memiliki
hubungan yang erat antara individu satu dengan individu yang lain atau sebaliknya,
terdapat hubungan yang bersifat timbal balik dan saling mempengaruhi. Hubungan
tersebut terdapat di antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau
kelompok dengan kelompok. Pada umumnya, dapat dikatakan bahwa tanpa partisipasi
masyarakat maka setiap kegiatan pembangunan akan kurang berhasil.

Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah


Menurut Dusseldorp (1981) dalam Mardikanto (2013) beragam bentuk-bentuk
kegiatan partisipasi yang dilakukan oleh setiap warga masyarakat dapat berupa :
1. Menjadi anggota kelompok-kelompok masyarakat
2. Melibatkan diri pada kegiatan diskusi kelompok
29

3. Melibatkan diri pada kegiatan-kegiatan organisasi untuk menggerakkan


partisipasi masyarakat yang lain
4. Menggerakkan sumberdaya masyarakat
5. Mengambil bagian dalam proses pengambilan keputusan
6. Memanfaatkan hasil-hasil yang dicapai dari kegiatan masyarakatnya
Menurut Effendi dalam Zakaria (2011), partisipasi dibagi atas dua bentuk, yaitu
partisipasi vertikal dan partisipasi horizontal.
1. Partisipasi vertikal adalah suatu bentuk kondisi tertentu dalam masyarakat
yang terlibat didalamnya atau megambil bagian dalam suatu program pihak
lain, dalam hubungan masyarakat berada sebagai posisi bawahan.
2. Partisipasi horizontal adalah dimana masyarakat tidak mustahil untuk
mempunyai prakarsa dimana setiap anggota atau kelompok masyarakat
berpartisipasi secara horizontal antara satu dengan yang lainnya, baik dalam
melakukan usaha bersama, maupun dalam rangka melakukan kegiatan dengan
pihak lain.
Cohen dan Uphoff (1977) membagi partisipasi ke dalam beberapa tahapan, yaitu
sebagai berikut :
1. Tahap pengambilan keputusan, yang diwujudkan dengan keikutsertaan
masyarakat dalam rapat-rapat.
2. Tahap pelaksanaan, yang merupakan tahap terpenting dalam pembangunan, sebab
inti dari pembangunan adalah pelaksanaannya. Wujud nyata partisipasi pada tahap
ini dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu partisipasi dalam bentuk sumbangan
pemikiran, bentuk sumbangan materi, dan bentuk keterlibatan sebagai anggota
proyek.
3. Tahap menikmati hasil, yang dapat dijadikan indikator keberhasilan partisipasi
masyarakat pada tahap perencanaan dan pelaksanaan proyek. Selain itu, dengan
melihat posisi masyarakat sebagai subjek pembangunan, maka semakin besar
manfaat proyek dirasakan, berarti proyek tersebut berhasil mengenai sasaran.
4. Tahap evaluasi, dianggap penting sebab partisipasi masyarakat pada tahap ini
dianggap sebagai umpan balik yang dapat memberi masukkan demi perbaikan
pelaksanaan proyek selanjutnya.
Dalam konteks pengelolaan sampah, partisipasi masyarakat dapat berupa
pemilahan antara sampah organik dan sampah anorganik dalam proses pewadahan, atau
melalui pembuatan kompos dalam skala keluarga dan mengurangi penggunaan barang
yang tidak mudah terurai (Yolarita 2011). Candra (2012) menyatakan bahwa konsep
partisipasi dapat diukur melalui tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap
pemanfaatan. Bila dikaitkan dengan pengelolaan sampah, maka partisipasi masyarakat
dalam pengelolaan sampah tidak hanya dilihat dari ikut sertanya masyarakat dalam
proses pelaksanaan mengelola sampah, tetapi juga ikut serta menjadi anggota organisasi
yang berkaitan dengan masalah sampah yang berperan dalam merencanakan sistem
pengelolaan sampah yang baik.
Yuliastuti et al. (2013) menambahkan bahwa partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah dapat berupa partisipasi secara tidak langsung. Yang dimaksud
dengan partisipasi tidak langsung ini adalah keterlibatan masyarakat dalam masalah
keuangan, yaitu partisipasi dalam pengelolaan sampah dengan cara melakukan
pembayaran retribusi pelayanan persampahan melalui dinas terkait yang secara
langsung memberikan pelayanan dalam kebersihan. Dalam penelitian Manurung (2008),
salah satu bentuk partisipasi terhadap pengelolaan sampah juga dapat dilihat dari
kesediaan membayar (willingness to pay) untuk peningkatan fasilitas pengelolaan
sampah agar kebersihan dan kualitas lingkungan tetap terjaga.
30

Dari berbagai penjelasan yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan keterlibatan masyarakat
secara langsung maupun tidak langsung dalam upaya mengelola sampah menjadi suatu
benda lain yang memilki manfaat. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat
untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah, baik dalam bentuk sumbangan tenaga,
ide, pikiran, maupun materi. Partisipasi merupakan modal yang penting bagi program
pengelolaan sampah untuk dapat berhasil mengatasi permasalahan mengenai sampah
rumah tangga yang banyak terdapat di lingkungan masyarakat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat


dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat menurut Pangestu
(1995) adalah sebagai berikut:
1. Faktor internal, yaitu yang mencakup karakteristik individu yang dapat
mempengaruhi individu tersebut untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan.
Karakteristik individu mencakup umur, tingkat pendidikan, jumlah beban
keluarga, jumlah pendapatan, dan pengalaman berkelompok.
2. Faktor eksternal, meliputi hubungan yang terjalin antara pihak pengelola proyek
dengan sasaran dapat mempengaruhi partisipasi. Sasaran akan dengan sukarela
terlibat dalam suatu proyek jika sambutan pihak pengelola positif dan
menguntungkan mereka. Selain itu, bila didukung dengan pelayanan
pengelolaan kegiatan yang positif dan tepat dibutuhkan oleh sasaran, maka
sasaran tidak akan ragu-ragu untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.
Menurut Silaen (1998), semakin tua umur seseorang maka penerimaannya
terhadap hal-hal baru semakin rendah. Hal ini karena orang yang masuk dalam
golongan tua cenderung selalu bertahan dengan nilai-nilai lama sehingga diperkirakan
sulit menerima hal-hal yang sifatnya baru. Faktor jumlah beban keluarga, menurut
Ajiswarman (1996), menunjukkan bahwa semakin besar jumlah beban keluarga
menyebabkan waktu untuk berpartisipasi dalam kegiatan akan berkurang karena
sebagian besar waktunya digunakan untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan
keluarga. Murray dan Lappin (1967) menyatakan bahwa terdapat faktor internal lain,
yang mempengaruhi partisipasi yaitu lama tinggal. Semakin lama tinggal di suatu
tempat, semakin besar rasa memiliki dan perasaan dirinya sebagai bagian dari
lingkungannya, sehingga timbul keinginan untuk selalu menjaga dan memelihara
lingkungan dimana dia tinggal.
Menurut Arifah (2002) faktor eksternal yang mempengaruhi partisipasi selain
pelayanan yaitu metode kegiatan. Metode kegiatan yang dua arah atau interaktif dapat
lebih meningkatkan partisipasi seseorang. Hal ini dikarenakan dengan metode yang dua
arah maka antar penyuluh dan yang disuluh akan lebih terjalin hubungan erat, sehingga
akan dapat meningkatkan partisipasi dalam suatu kegiatan. Menurut Slamet (1993:137)
Partisipasi masyarakat memiliki faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya,
diantaranya jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, mata
pencaharian, serta aspek sosial-budaya.
Menurut Sastroputro (1998) dalam Saptorini (2003) faktor-faktor yang
mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah keadaan sosial masyarakat, kegiatan
program pembangunan dan keadaan alam sekitar. Keadaan sosial masyarakat meliputi
pendidikan, pendapatan, kebiasaan dan kedudukan sosial dalam sistem sosial.
31

Partisipasi yang dilakukan masyarakat dalam pengelolaan sampah tidak terlepas


dari karakteristik individu maupun pengaruh dari lingkungan eksternal individu.
Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam partisipasinya terhadap
pengelolaan sampah, di antaranya sebagai berikut.

1. Tingkat pendidikan
Tingkat pendidikan masyarakat berhubungan dengan tingkat partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah. Penelitian yang dilakukan oleh dan
Mulyadi et al. (2010) menunjukkan bahwa tingkat pendidikan sangat
berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah.
Semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat mengenai
pengelolaan sampah, maka akan semakin tinggi tingkat partisipasi
masyarakat karena masyarakat semakin sadar akan pentingnya kebersihan
lingkungan di tempat mereka tinggal.

2. Pengetahuan
Pengetahuan yang dimiliki masyarakat mengenai pengelolaan sampah
merupakan faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam
mengelola sampah. Berdasarkan hasil penelitian Riswan et al. (2011),
pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah akan menentukan
tingkat partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah untuk menjaga
kebersihan lingkungannya.

3. Pendapatan
Pendapatan berkaitan dengan partisipasi masyarakat secara tidak langsung
dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pengelolaan sampah memerlukan biaya
operasional, seperti contohnya dalam pengangkutan sampah menuju TPA
untuk diolah. Begitu pula dengan pelayanan lainnya untuk menjaga
kebersihan lingkungan. Biaya operasional tersebut diperoleh dari pembayaran
retribusi yang dilakukan oleh masyarakat. Oleh karena itu, pendapatan
masyarakat berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sampah. Penelitian Yuliastusi et al. (2011) menunjukkan bahwa
pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan masyarakat berpengaruh pada
tingkat partisipasinya terhadap pengelolaan sampah.

4. Peran Pemerintah / Tokoh Masyarakat


Peran pemerintah ataupun tokoh masyarakat berkaitan dengan sosialisasi dan
penyebaran informasi mengenai pengelolaan sampah. Sosialisasi ini akan
memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah
sebaiknya dilakukan oleh setiap individu agar masalah mengenai sampah
dapat diatasi mulai dari akarnya, yaitu sumber penghasil sampah. Selain itu,
peran pemerintah/tokoh masyarakat juga berkaitan dengan pengawasan
tindakan pengelolaan sampah pada tingkat rumah tangga. Penelitian yang
dilakukan oleh Mulyadi et al. (2010) membuktikan bahwa peran serta
pemerintah daerah mempunyai hubungan yang kuat dengan pengelolaan
sampah di Kota Tembilahan. Selain itu, penelitian Yolarita (2011) juga
menunjukkan bahwa tokoh masyarakat juga berperan dalam memberikan
informasi dan motivasi dalam menerapkan prinsip 3R dalam pengelolaan
sampah.
32

5. Sarana dan prasarana


Sarana dan prasana dalam pengelolaan sampah berkaitan dengan fasilitas
yang ada yang berguna untuk membantu proses pengelolaan sampah.
Contohnya adalah tong sampah yang memisahkan sampah organik dan
sampah nonorganik ataupun fasilitas pengangkutan sampah rutin oleh
petugas. Penelitian yang dilakukan oleh Yolarita (2011) menunjukkan bahwa
minimnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah merupakan salah satu
faktor yang membuat partisipasi masyarakat berkurang.

Manfaat Partisipasi
Keith Davis (1985:186) mengemukakan manfaat prinsipil partisipasi, yaitu : (1)
lebih memungkinkan diperolehnya keputusan yang benar (2) dapat digunakan
kemampuan berfikir kreatif dari para anggotanya (3) dapat mengendalikan nilai-nilai
martabat manusia, motivasi, serta membangun kepentingan bersama (4) lebih
mendorong seseorang untuk lebih bertanggung jawab (5) lebih memungkinkan untuk
mengikuti perubahan.
Menurut Parwoto (1997) manfaat yang dapat diperoleh masyarakat melalui
partisipasi masyarakat adalah :
1. Hasil yang didapatkan dipastikan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
masyarakat
2. Dapat menyediakan dasar-dasar kekuatan lokal dan organisasi masyarakat
3. Secara moral, masyarakat merasa memiliki sehingga terjadi kelestariannya
Manfaat penerapan program pelestarian lingkungan bagi masyarakat menurut
Ambadar (2008) dalam Berampu (2014) dapat meningkatkan kualitas sumberdaya
manusia, kelembagaan, tabungan, konsumsi dan investasi dari rumah tangga warga
masyarakat
Manfaat implementasi perusahaan maupun program dapat ditinjau dari sisi
perusahaan maupun stakeholder. Jika diarahkan pada sistem pengelolaan sampah rumah
tangga dalam konteks pengembangan masyarakat, maka manfaat partisipasi masyarakat
dalam program pengelolaan sampah rumah tangga bisa dilihat lebih spesifik bagi
perusahaan dan bagi masyarakat. Rogovsky (2000) dalam Dewani (2009), menyusun
konsep manfaat keterlibatan masyarakat dalam implementasi program CSR
pemberdayaan masyarakat dalam pengeloaan sampah rumah tangga yaitu : (1)
peningkatan pengetahuan (2) peningkatan keterampilan (3) peluang ekonomi (4)
peletarian lingkungan.

Hasil Penelitian Terdahulu


Bentuk Partisipasi
Hasil penelitian terdahulu ini merupakan rangkuman yang dibuat berdasarkan
tujuan penelitian dari 13 rujukan yang terlampir pada table 1.
33

Partisipasi merupakan modal yang penting bagi program pengelolaan sampah


untuk dapat berhasil mengatasi permasalahan mengenai sampah rumah tangga yang
banyak terdapat di lingkungan masyarakat. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh
masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah, baik dalam bentuk
sumbangan tenaga, ide, pikiran, maupun materi.
Menurut (Chandra 2012) dan (Prajanegara 2013) pada penelitian sebelumnya
menjelaskan partisipasi dapat diukur melalui tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan
tahap pemanfaatan. Bila dikaitkan dengan pengelolaan sampah, maka partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah tidak hanya dilihat dari ikut sertanya masyarakat
dalam proses pelaksanaan mengelola sampah, tetapi juga ikut serta menjadi anggota
organisasi yang berkaitan dengan masalah sampah yang berperan dalam merencanakan
sistem pengelolaan sampah yang baik Dalam penelitian Manurung (2008), salah satu
bentuk partisipasi terhadap pengelolaan sampah juga dapat dilihat dari kesediaan
membayar (willingness to pay) untuk peningkatan fasilitas pengelolaan sampah agar
kebersihan dan kualitas lingkungan tetap terjaga.
Menurut Hernawati et.ai (2013) pada penelitian sebelumnya menjelaskan bentuk
partisipasi masyarakat dalam pembangunan TPST Desa Mulyoagung dibedakan
menjadi dua yaitu partisipasi masyarakat dalam bentuk uang/material dan dalam bentuk
tenaga/jasa, seperti : dalam perencanaan, pembangunan, pemeliharaan, dan pemanfaatan
hasil. Lalu bentuk partisipasi dalam pengelolaan sampah berbasis 3R meliputi : pra
pengelolaan, proses pengelolaan, dan paska pengelolaan. Menurut Setiawati (2013)
pada penelitian sebelumnya menjelaskan bentuk partisipasi dalam pengelolaan sampah
berupa: (1) Pengendalian timbulan sampah (2) Penanganan sampah di tempat (3)
Pengumpulan sampah (4) Pengangkutan sampah (5) Pengolahan sampah dan (6)
Pembuangan akhir.
Menurut Prianto (2011) pada penelitian sebelumnya juga menjelaskan bentuk
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga terdiri dari (1)
pembuangan langsung ke tempat terbuka (2) pelayanan sampah konvensional (3)
pembuangan kelurahan langsung ke TPA (4) pengelolaan sampah bentuk/sistem
pewadahan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan


Sampah Rumah Tangga
Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga dipengaruhi oleh
kemauan, kemampuan dan kesempatan yang dibagi ke dalam enam indikator, yaitu (1)
sikap terhadap lingkungan dan program, (2) motivasi untuk terlibat dalam program, (3)
tingkat pengetahuan dalam pengelolaan sampah, (4) tingkat keterampilan dalam
pengelolaan sampah sebelum adanya program, (5) tingkat pengalaman dalam
pengelolaan sampah sebelum adanya program, dan (6) manajemen program pengelolaan
sampah (Chandra 2012) pada penelitian sebelumnya. Namun, menurut Mujiburrahmad
(2014) pada penelitian sebelumnya menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga adalah faktor individu
masyarakat dan faktor lingkungan sosial. Faktor individu masyarakat meliputi : tingkat
kemauan, tingkat kemampuan dan kesempatan. Faktor lingkungan sosial meliputi: lembaga
sosial dalam hal ini adalah pranata sosialnya dan peran kepemimpinan.
Menurut Prianto (2011) pada penelitian sebelumnya menjelaskan faktor-faktor
yang mempengaruhi bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dapat di lihat dari segi
pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kepemilikan rumah, lama tinggal. Menurut
Apriyanto (2008) dan Sudar (2013) pada penelitian sebelumnya juga menjelaskan
34

partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal
terdiri atas : umur, tingkat pendidikan, jumlah beban keluarga, tingkat pendapatan,
pengalaman berkelompok, dan lama tinggal. Kemudian, faktor eksternal terdiri atas :
pelaksanaan pengelolaan lingkungan meliputi metode kegiatan dan pelayanan kegiatan yang
dilakukan dalam pengelolaan lingkungan.
Berdasarkan pada penelitian sebelumnya faktor-faktor yang mempengaruhi
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga yaitu tingkat
pendidikan, tingkat pendapatan keluarga, perilaku terhadap kebersihan lingkungan,
pengetahuan tentang peraturan persampahan dan kesediaan membayar retribusi sampah
(Agus et.al 2011).

Manfaat Partisipasi
Manfaat dengan adanya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah
tangga yang dirasakan adalah lingkungan menjadi bersih dan terbebas dari bahaya-
bahaya yang dapat ditimbulkan oleh sampah, seperti banjir, pencemaran tanah, udara
dan air. Berdasarkan penelitian sebelumnya Setiawati (2013) manfaat dari partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga yaitu meningkatnya kemampuan
kaum ibu-ibu dalam keterampilan dan kemahirannya untuk membuat aneka ragam
kerajinan daur ulang dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menghindari
konsumsi dan membeli barang-barang yang tidak bisa didaur ulang. Manfaat partisipasi
pada penelitian Razak (2010) dan Apriyanto (2011) menjelaskan bahwa sikap positif
yang mempertimbangkan etika lingkungan, serta bermanfaat baik ekonomi, sosial,
maupun lingkungan, akan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan
pengelolaan sampah. Menurut Chandra (2012) pada penelitian sebelumnya juga
menjelaskan manfaat yang dirasakan bagi keluarga terutama dibidang ekonomi,
kesehatan, dan kebersihan. Manfaat partisipasi pada penelitian Aisyah (2013) dan
Prajanegara (2013) juga menambahkan manfaat langsung yang dapat dirasakan
masyarakat dengan adanya partisipasi adalah volume sampah yang harus diangkat ke
TPS berkurang, semua sampah dapat terangkut, dan terwujudnya tempat tinggal yang
hijau, bersih, dan sehat.
35

Tabel 1. Perbandingan bentuk partisipasi, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi, manfaat partisipasi dalam pengelolaan sampah rumah tangga

No Nama Penulis / Judul Bentuk Partisipasi Faktor-faktor yang Manfaat Partisipasi Metodologi
mempengaruhi partisipai
1. Devi Hernawati, Chorul Bentuk partisipasi - Manfaat partisipasi Jenis penelitianyang dilakukan
Sholeh, dan Suwondo / masyarakat dalam masyarakat adalah penelitian kualitatif. Metode
Partisipasi pembangunan TPST Desa pembangunan yang penelitian kualitatif. Metode ya
Masyarakat dalam Mulyoagung dibedakan dilakukan akan tepat digunakan untuk meneliti pada
menjadi dua yaitu sasaran dan sesuai kondisi obyek yang alamiah,
Pengelolaan Sampah
partisipasi masyarakat kebutuhan masyarakat. (sebagai lawannya adalah
Berbasis 3R (Reduce, dalam bentuk uang/material eksperimen) dimana peneliti ada
Reuse, dan Recycle) dan dalam bentuk sebagai instrumen kunci, teknik
(Studi pada Tempat tenaga/jasa, seperti : dalam pengumpulan data dilakukan sec
Pengelolaan Sampah perencanaan, pembangunan, trianggulasi (gabungan), analisis
Terpadu di Desa pemeliharaan, dan data bersifat induktif, dan hasil
pemanfaatan hasil. Lalu penelitian kualitatif lebih
Mulyoagung
bentuk partisipasi dalam menekankan makna daripada
Kecamatan DAU pengelolaan sampah generalisasi.
Kabupaten Malang) berbasis 3R meliputi : pra
pengelolaan, proses
pengelolaan, dan paska
pengelolaan
2. Ida Ayu Nyoman - Partisipasi masyarakat dalam Manfaat partisipasi penelitian ini menggunakan data
Yuliastuti / Partisipasi pengelolaan sampah masyarakat adalah kuantitatif yaitu data jumlah
Masyarakat dalam dipengaruhi oleh pemahaman, berkurangnya penduduk dan volume timbulan
kemauan dan pendapatan pencemaran akibat sampah dan data kualitatif yaitu
Pengelolaan Sampah
masyarakat. sampah berupa uraian-uraian mengenai
di Kabupaten Badung partisipasi masyarakat dalam
36

pengelolaan sampah. penelitian


menggunakan data primer yang
merupakan jawaban responden d
kuesioner dan wawancara.
Pengambilan sampel menggunak
rumus Slovin, dan dilakukan den
metode Proportionate Random
Sampling. Jumlah sampel yaitu
sektor penghasil sampah di
Kabupaten Badung
3. Riswan, Henna Rya Partisipasi dalam bentuk Tingkat pendidikan, tingkat - Metode penelitian ini menggunak
Sunoko, dan Agus pewadahan dan pengomposan pendapatan keluarga, perilaku desain analitik observasional.
Hadiyarto / Pengelolaan sampah rumah tangga, terhadap kebersihan lingkungan, Hubungan antar variabel bebas
Sampah Rumah Tangga pemilahan sampah komunal pengetahuan tentang peraturan dengan variabel tergantung dipela
di Kecamatan Daha ke tempat pengumpulan persampahan dan kesediaan dengan melakukan pengukuran se
Selatan sampah desa untuk didaur membayar retribusi sampah untuk kemudian dilakukan uji
ulang, serta ke TPS korelasi dan analisis data dilakuka
kecamatan. dengan uji korelasi Spearman

4. Firmansyah Partisipasi masyarakat Faktor individu masyarakat Manfaat dengan adanya Metode penelitian menggunakan
Mujiburrahmad / meliputi : partisipasi dalam meliputi : tingkat kemauan, partisipasi masyarakat penelitian eksplanasi (explanato
Hubungan Faktor perencanaan, pelaksanaan tingkat kemampuan dan dalam pengelolaan research) yaitu penelitian untuk
Individu dan dan menikmati hasil. kesempatan. sampah, maka menguji hubungan antarpeubah
Lingkungan Sosial Faktor lingkungan sosial lingkungan menjadi yang dihipotesiskan. Tipe
dengan Partisipasi meliputi: lembaga sosial bersih dan terbebas dari explanatory dipilih karena akan
Masyarakat dalam dalam hal ini adalah pranata bahaya-bahaya yang menjelaskan hubungan kausal
Pengelolaan Sampah sosialnya dan peran dapat ditimbulkan oleh antara variabel-variabel melalui
Rumah Tangga kepemimpinan sampah, seperti banjir, pengujian hipotesa.
37

pencemaran tanah,
udara dan air.
5. Laelia, Purwadi, dan Eva Dalam bentuk partisipasi Pengetahuan, sikap, perilaku, - Pendekatan penelitian yang
Banowati / Pengelolaan nyata, partisipasi tersebut dan tindakan masyarakat digunakan adalah penelitian
Sampah Rumah Tangga berwujud, antara lain: memberikan pengaruh dalam deskriptif kualitatif dengan
Berbasis Masyarakatdi anggota masyarakat yang elaborasi penelitian teori didukung oleh data kuantitatif.
Kelurahan Sekaran mengikuti jasa pengelola partisipasi. Pengumpulan data dilakukan
Kecamatan Gunungpati sampah memberikan iuran dengan metode wawancara,
Kota Semarang setiap bulan, masyarakat observasi, dan dokumentasi.
mengikuti kegiatan Keabsahan data dengan
sosialisasi pengelolaan menggunakan triangulasi sumbe
sampah rumah tangga untuk data. Analisis data dilakukan
meningkatkan pengetahuan dengan menggunakan model
dan ketrampilan interaktif
masyarakat tentang sampah,
dan masyarakat melakukan
tindakan mengelola sampah
rumah tangga setiap hari.
6. Andi Juli Fadli Partisipasi masyarakat Faktor-faktor yang menghambat Manfaat partisipasi Jenis penelitian ini adalah penel
Prajanegara/ Partisipasi pada tahap perencanaan : partisipasi diantaranya yaitu : dalam pelaksanaan deskriptif bertujuan untuk
Masyarakat dalam berbagai gagasan atau kurangnya dana dan fasilitas yaitu terwujudnya mendeskripsikan
Pengelolaan Sampah ide dari warga dalam yang mendukung dari lingkungan tempat (memaparkan) partisipasi
Program HBS ( Hijau penentuan keputusan pemerintah tinggal yang hijau, masyarakat dalam pengelolaan
Bersih Sehat) di RT 16 kebijakan yang akan keterbatasan waktu bersih dan sehat. sampah program HBS (Hijau Be
dan 17 Kelurahan diambil demi gaya hidup atau kebiasaan Sehat) dan Teknik analisis data
Karang Anyar kepentingan warga yang digunakan dalam penelitian
Kecamatan Sungai mewujudkan adalah analisis data model intera
Kunjang Kota kesejahteraan hidup
38

Samarinda dilingkungannya.
partisipasi masyarakat
pada tahap pelaksanaan
seperti: melaksanakan
usaha pemilahan
sampah, dan dalam
pembuatan produk daur
ulang dari sampah dan
usaha untuk mengelola
sampah dan kebersihan
di lingkungan

7. Kurnia Setiawati / Bentuk partisipasi dalam - Meningkatnya Jenis penelitian yang diguna
Partisipasi Masyarakat pengelolaan sampah berupa: kemampuan kaum dalam penelitian ini ad
dalam Pengelolaan 1. Pengendalian timbulan ibu-ibu dalam deskriptif kualitatif. Su
Sampah Rumah Tangga sampah keterampilan dan penelitiannya adalah k
(Studi di RW 05 2. Penanganan sampah di kemahirannya untuk fasilitator bagian pengelola sam
Kelurahan Karah tempat membuat aneka ragam anggota karang taruna y
Kecamatan Jambangan 3. Pengumpulan sampah kerajinan daur ulang mengelola sampah, serta ang
Surabaya) 4. Pengangkutan sampah dari sampah kering masyarakat yang terlibat da
5. Pengolahan sampah, dan meningkatnya pengelolaan sampah. Te
dan kesadaran masyarakat pengumpulan data yang diguna
6. Pembuangan akhir untuk menghindari adalah wawancara, observasi,
komsumsi/ membeli dokumentasi.
barang-barang yang
tidak bisa
didaur ulang.
39

8. Rifka Syifana Sudar / - Tingkat pendidikan, status - Penelitian ini merupakan penelit
Hubungan Antara pekerjaan dan pengetahuan survey analitik dengan
Karakteristik Individu lingkungan ibu rumah tangga menggunakan pendekatan cross
dan Pengetahuan sectional. Pengambilan sampel
Masyarakat dengan menggunakan Simple random
Tindakan Pengolahan sampling. Data yang dikumpulk
Sampah Rumah dan diolah adalah data primer
Tangga di Desa berupa identitas responden,
Borgojaga V karakteristik responden, kondisi
Kecamatan Tombariri sosial dan perilaku responden ya
Kabupaten Minahasa diperoleh melalui wawancara
langsung kepada responden deng
menggunakan kuesioner
9. Aisyah / Pengelolaan Partisipasi masyarakat - Manfaat langsung yang Tidak dijelaskan metode penelit
Sampah Rumah Tangga dalam penelitian ini dilihat dapat dirasakan namun menggunakan teknik
Berbasis Masyarakat di dari tahap pengumpulan, masyarakat dengan wawancara kepada masyarakat
RT 50 Kelurahan pemilahan, pengangkutan, adanya partisipasi
Sungai Pinang dalam dan pembuangan adalah volume sampah
Kecamatan Samarinda yang harus diangkut ke
Utara TPS berkurang dan
semua sampah
terangkut.
10. Ibrahim Candra / Tahap perencanaan, tahap Dipengaruhi oleh kemauan, Manfaat yang dirasakan Penelitian deskriptif kualitatif,
Partisipasi Masyarakat pelaksanaan dan tahap kemampuan dan kesempatan bagi keluarga sumber data (data primer dan da
dalam Pengelolaan pemanfaatan. Dapat dilihat yang dibagi ke dalam enam terutama dibidang sekunder), teknik pengumpulan
Sampah Rumah Tangga dari : (1) Partisipasi indikator, yaitu (1) sikap ekonomi, kesehatan (penelitian kepustakaan dan
( Study Kasus di masyarakat terhadap terhadap lingkungan dan dan kebersihan penelitian lapangan), teknik ana
Kelurahan Siantan masalah sampah, (2) Bentuk program, (2) motivasi untuk lingkungan. data (analisis data kualitatif).
40

Tengah Kecamatan organisasi pengelolaan terlibat dalam program, (3) Penjaringan informasi baik prim
Pontianak Utara ) sampah (3) Teknologi tingkat pengetahuan dalam maupun sekunder di lapangan,
pengelolan sampah yang pengelolaan sampah, (4) tingkat dilakukan dengan menerapkan
dipergunakan dan (4) keterampilan dalam teknik bola salju (Teknik Snow
Sampah yang diolah. pengelolaan sampah sebelum Ball).
adanya program, (5) tingkat
pengalaman dalam pengelolaan
sampah sebelum adanya
program, dan (6) manajemen
program pengelolaan sampah.
11. Yudi Apriyanto/ Tingkat Tahap pengambilan Faktor internal dan eksternal. Manfaat sosial yaitu Penelitian ini menggunakan
Partisipasi Warga keputusan Faktor internal dari karakteristik lingkungan yang bersih pendekatan kuantitatif yang diduk
dalam Pengelolaan Tahap pelaksanaan, individu terdiri atas : dan sehat data-data kualitatif. Jenis penelitia
Lingkungan Berbasis Tahap menikmati hasil umur, tingkat pendidikan, yang digunakan adalah penelitian
Masyarakat jumlah beban keluarga, tingkat survai, yaitu penelitian yang
Tahap evaluasi
pendapatan, pengalaman mengambil sampel dari satu popu
berkelompok, dan lama tinggal. dengan menggunakan kuesioner
Kemudian, faktor eksternal sebagai alat pengumpulan data ya
terdiri atas : pelaksanaan pokok. Unit analisis dari responde
pengelolaan lingkungan meliputi yang dipilih adalah unit rumahtan
metode kegiatan dan pelayanan (RT). Data yang dikumpulkan da
kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data primer d
pengelolaan lingkungan. data sekunder. Pengumpulan data
primer dilakukan dengan wawanc
terstruktur yang menggunakan
kuesioner dan wawancara mendal
dengan responden sebanyak 100
orang dan informan
12 Ragil Agus Prianto/ - Bentuk/Sistem teknik Faktor-faktor yang - Penelitian ini merupakan penelit
41

Partisipasi Masyarakat operasional yaitu : mempengaruhi bentuk dan kualitatif dengan menggunakan
dalam Pengelolaan pembuangan tingkat partisipasi masyarakat metode pendekatan yuridis
Sampah di Kelurahan langsung ke tempat dapat di lihat dari segi sosiologis, yang pada dasarnya
Jombang Kota terbuka (pendidikan, pekerjaan, berkaitan dengan perundang-
Semarang pelayanan sampah pendapatan, kepemilikan undangan yang berkaitan dengan
konvensional rumah, lama tinggal) partisipasi masyarakat dalam
pembuangan pengelolaan sampah. Teknik
kelurahan langsung pemeriksaan keabsahan informa
ke tpa atau data dalam penelitian ini
pengolahan sampah menggunakan tehnik check dan
- Bentuk/Sistem pewadahan recheck atau bisa disebut dengan
teknik triangulasi diantaranya y
dengan cara membandingkan da
hasil studi pustaka dengan data h
wawancara dengan narasumber
13 Novita Razak/ memilah sampah - - Ekonomi : keuntungan Penelitian ini menggunakan met
Partisipasi Masyarakat organik dn non- dari hasil mendaur deskriptif kualitatif. Teknik
dalam Pengelolaan organik ulang sampah pengumpulan data yang digunak
Sampah di Dusun mengangkut - Sosial : partisipasi adalah obsevasi, wawancara
Sukunan Sleman mengolah aktif masyarakat mendalam, dan diskusi.
Daerah Istimewa - Lingkungan :
Yogyakarta kebersihan lingkungan
42

SIMPULAN

Hasil Rangkuman dan Pembahasan


Pengelolaan sampah merupakan kegiatan bertahap yang pada dasarnya
dilakukan untuk mengolah sampah agar dapat diproses menjadi bentuk lain yang
memberikan manfaat dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Pengurangan volume
sampah tidak akan berhasil tanpa adanya perubahan perilaku masyarakat dalam
mengelola sampah rumah tangganya. Kenyataan inilah yang mengharuskan
partisipasi masyarakat diakomodasi dalam perencanaan pengelolaan sampah
terutama sampah rumah tangga dan menjadi pelaksana dari kegiatan pengelolaan
sampah.
Dalam konteks pengelolaan sampah, bentuk bentuk partisipasi masyarakat
dapat berupa pemilahan antara sampah organik dan sampah anorganik dalam
proses pewadahan, atau melalui pembuatan kompos dalam skala keluarga dan
mengurangi penggunaan barang yang tidak mudah terurai. Partisipasi masyarakat
memiliki faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya, yaitu adanya faktor internal
maupun eksternal.
Faktor internal, yaitu yang mencakup karakteristik individu yang dapat
mempengaruhi individu tersebut untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan.
Karakteristik individu mencakup umur, tingkat pendidikan, jumlah beban
keluarga, jumlah pendapatan, dan pengalaman berkelompok.
Faktor eksternal, meliputi hubungan yang terjalin antara pihak pengelola
proyek dengan sasaran dapat mempengaruhi partisipasi. Sasaran akan dengan
sukarela terlibat dalam suatu proyek jika sambutan pihak pengelola positif dan
menguntungkan mereka. Selain itu, bila didukung dengan pelayanan pengelolaan
kegiatan yang positif dan tepat dibutuhkan oleh sasaran, maka sasaran tidak akan
ragu-ragu untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.
Manfaat dengan adanya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah
yang dirasakan adalah lingkungan menjadi bersih dan terbebas dari bahaya-
bahaya yang dapat ditimbulkan oleh sampah, seperti banjir, pencemaran tanah,
udara dan air. Lalu, dengan adanya sikap positif yang mempertimbangkan etika
lingkungan, serta bermanfaat baik ekonomi, sosial, maupun lingkungan, akan
mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampah dan
pelestarian lingkungan. Dengan adanya partisipasi aktif dalam pengelolaan
sampah, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan
kemampuan masyarakat dalam ilmu pengetahuan, pengelolaan lingkungan hidup,
khususnya dalam mengelola sampah yang dihasilkan setiap rumah tangga, serta
pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Perumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian Skripsi


Berdasarkan rangkuman, pembahasan, dan simpulan yang telah dibuat,
maka dapat dirumuskan pertanyaan penelitian, antara lain:
1. Bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah
tangga?
43

2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat


dalam pengelolaan sampah rumah tangga?
3. Apa manfaat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah
tangga?

Usulan Kerangka Analisis Baru


Dalam berpartisipasi pada suatu kegiatan atau program tertentu, terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang atau kelompok untuk berperan
serta dalam kegiatan tersebut. Faktor-faktor yang dimaksud, yaitu faktor internal
dan faktor eksternal. Faktor-faktor tersebut merujuk kepada Pangestu (1995)
Beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah sebagai
berikut : (1) Faktor internal, yaitu yang mencakup karakteristik individu yang
dapat mempengaruhi individu tersebut untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan.
Karakteristik individu mencakup umur, tingkat pendidikan, jumlah beban
keluarga, jumlah pendapatan, dan pengalaman berkelompok (2) Faktor eksternal,
meliputi hubungan yang terjalin antara pihak pengelola proyek dengan sasaran
dapat mempengaruhi partisipasi. Sasaran akan dengan sukarela terlibat dalam
suatu proyek jika sambutan pihak pengelola positif dan menguntungkan mereka.
Selain itu, bila didukung dengan pelayanan pengelolaan kegiatan yang positif dan
tepat dibutuhkan oleh sasaran, maka sasaran tidak akan ragu-ragu untuk
berpartisipasi dalam proyek tersebut. Lalu, menurut Arifah (2002) faktor eksternal
yang mempengaruhi partisipasi selain pelayanan yaitu metode kegiatan. Metode
kegiatan yang dua arah atau interaktif dapat lebih meningkatkan partisipasi
seseorang. Hal ini dikarenakan dengan metode yang dua arah maka antar
penyuluh dan yang disuluh akan lebih terjalin hubungan erat, sehingga akan dapat
meningkatkan partisipasi dalam suatu kegiatan
Dalam penelitian ini, Faktor internal dari karakteristik individu yang
mempengaruhi partisipasi diduga, yaitu mencakup umur, tingkat pendidikan,
jumlah beban keluarga, jumlah pendapatan, pengalaman berkelompok dan lama
tinggal. Faktor internal tersebut menurut pendapat pangestu (1995) berpengaruh
terhadap partisipasi masyarakat. Maka dari itu, peneliti ingin menguji apakah
keenam faktor internal tersebut berpengaruh atau hanya sebagian yang
berpengaruh terhadap partisipasi mayarakat dalam pengelolaan sampah rumah
tangga. Lalu, faktor eksternal merupakan pelaksanaan dalam suatu kegiatan
pengelolaan sampah yang diduga mempengaruhi partisipasi, yaitu meliputi
metode kegiatan dan pelayanan kegiatan yang dilakukan dalam pengelolaan
sampah. Kedua faktor tersebut diduga berpengaruh terhadap partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah yang terdiri dari partisipasi masyarakat
pada tahap pengambilan keputusan, tahap pelaksanaan, tahap menikmati hasil,
dan tahap evaluasi. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaaan sampah rumah
tangga tersebut merujuk kepada Cohen dan Uphoff (1977) yang membagi
partisipasi ke dalam beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut :
1. Tahap pengambilan keputusan, yang diwujudkan dengan keikutsertaan
masyarakat dalam rapat-rapat.
2. Tahap pelaksanaan, yang merupakan tahap terpenting dalam
pembangunan, sebab inti dari pembangunan adalah pelaksanaannya.
44

Wujud nyata partisipasi pada tahap ini dapat digolongkan menjadi tiga,
yaitu partisipasi dalam bentuk sumbangan pemikiran, bentuk sumbangan
materi, dan bentuk keterlibatan sebagai anggota proyek.
3. Tahap menikmati hasil, yang dapat dijadikan indikator keberhasilan
partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan dan pelaksanaan proyek.
Selain itu, dengan melihat posisi masyarakat sebagai subjek pembangunan,
maka semakin besar manfaat proyek dirasakan, berarti proyek tersebut
berhasil mengenai sasaran.
4. Tahap evaluasi, dianggap penting sebab partisipasi masyarakat pada tahap
ini dianggap sebagai umpan balik yang dapat memberi masukkan demi
perbaikan pelaksanaan proyek selanjutnya.
Selanjutnya dilakukan analisa untuk melihat sejauh mana manfaat yang
dirasakan oleh masyarakat dengan adanya partisipasi. Hal ini merujuk kepada
Rogovsky (2000) dalam Dewani (2009), menyusun konsep manfaat keterlibatan
masyarakat dalam implementasi program CSR pemberdayaan masyarakat dalam
pengeloaan sampah rumah tangga yaitu : (1) peningkatan pengetahuan (2)
peningkatan keterampilan (3) peluang ekonomi (4) peletarian lingkungan. Maka
dari itu, diduga beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat antara
lain, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan, peningkatan kebersihan
lingkungan, dan peluang ekonomi.

Secara garis besar kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dilihat
pada Gambar 1.

Faktor Internal
Karakteristik Individu
-Umur
-Tingkat Pendidikan
Partisipasi dalam
-Jumlah Beban Keluarga Manfaat Partisipasi
Pengelolaan Sampah
-Tingkat Pendapatan
-Pengalaman Berkelompok - Tahap Pengambilan - Tingkat Pengetahuan
-Lama Tinggal Keputusan - Tingkat Keterampilan
- Tahap Pelaksanaan - Tingkat Kebersihan
- Tahap Menikmati Hasil Lingkungan
Faktor Eksternal - Tingkat Peluang Ekonomi
- Tahap Evaluasi
Pelaksanaan Pengelolaan
Sampah
- Metode Pelaksanaan
Kegiatan
- Pelayanan Pelaksanaan
Kegiatan Keterangan :

Hubungan mempengaruhi

Gambar 1. Kerangka Analisis Baru


45

DAFTAR PUSTAKA

Alfiandra. 2009. Kajian partisipasi masyarakat yang melakukan pengelolaan


persampahan 3R di Kelurahan Ngaliyan dan Kalipancur Kota Semarang [tesis].
Semarang (ID): Universitas Diponegoro. [Internet]. [diunduh pada tanggal 30
September 2015 ]. Tersedia pada: http://eprints.
undip.ac.id/24266/1/ALFIANDRA.pdf.
Aprianto Y. 2008. Tingkat Partisipasi Warga dalam Pengelolaan Lingkungan Berbasis
Masyarakat. [Skripsi]. [Internet]. Bogor [ID] : IPB. [Diunduh pada tanggal 23
Desember 2015]. Dapat diunduh melalui :
http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle123456789/3011/A08yap_abstract.pdf
Aisyah. 2013. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Masyarakat di RT 50
Kelurahan Sungai Pinang dalam Kecamatan Samarinda Utara. [Internet]. [diunduh
tanggal 09 November 2015]. Dapat diunduh melalui : http://e-
journal.fhunmul,ac.id/index.php/beraja
Candra I. 2012. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
(Study Kasus di Kelurahan Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara).
[Internet]. [diunduh tanggal 10 November 2015]. Dapat diunduh melalui :
http://jurnalmahasiswa.fisip.untan.ac.id/index.php/jurnalsosiatri Hadiwiyoto S.
Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Jakarta [ID] : Yayasan Idayu
[DPU] Dinas Pekerjaan Umum. 2007. Pedoman Umum 3R Berbasis Masyarakat di
Kawasan Pemukiman. Jakarta (ID): Direktorat Pengembangan Penyehatan
Lingkungan Pemukiman.
Hadiwiyoto S. Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Jakarta [ID] : Yayasan Idayu
Hernawati D, Sholeh C, dan Suwondo. 2013. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan
Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) (Studi pada Tempat
Pengelolaan Sampah Terpadu di Desa Mulyoagung Kecamatan DAU Kabupaten
Malang). [Internet]. [diunduh tanggal 10 November 2015]. Dapat diunduh melalui
: http://administrasipublik.studentjournal.ub.ac.id/
Kastaman R, Kramadibrata AM. 2007. Sistem Pengelolaan Reaktor Sampah Terpadu
silarsatu. Bandung [ID]: Humaniora
Laelia, Purwadi, dan Banowati E. 2015. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis
Masyarakatdi Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
[Internet]. [diunduh tanggal 29 September 2015]. Dapat diunduh melalui :
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jess/
article/view/6862/4928
Mardikanto T, Soebiato P. 2013. Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan
Publik. Bandung [ID]. Alfabeta
Mujiburrahmad F. 2014. Hubungan Faktor Individu dan Lingkungan Sosial dengan
Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. [Internet].
[diunduh tanggal 29 September 2015]. Dapat diunduh melalui :
http://sappk.itb.ac.id/jpwk2/wp-content/uploads/2014/12/Kani-
Mahardika.pdf
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 Pengelolaan Sampah
Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. 15 Oktober 2012. Tambahan
Lembaran Negara Republik Indoenesia Tahun 2012 Nomor 5347. Jakarta.
Prajanegara AJF. 2013. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Program
HBS ( Hijau Bersih Sehat) di RT 16 dan 17 Kelurahan Karang Anyar Kecamatan
Sungai Kunjang Kota Samarinda. [Internet]. [diunduh tanggal 30 September
46

2015]. Dapat diunduh melalui : http://ejournal.an.fisip-unmul.ac.id/site/wp-


content/uploads/2013/06/
Prianto R A. 2011. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Kelurahan
Jombang Kota Semarang. [Skripsi]. [Internet]. Semarang [ID] : UNNES.
[Diunduh pada tanggal 23 Desember 2015]. Dapat diunduh melalui :
lib.unnes.ac.id/7974/1/8561.pdf
Razak N. 2010. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Dusun Sukunan
Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. [Thesis]. [Internet]. Yogyakarta [ID] : UNS.
[Diunduh pada tanggal 23 Desember 2015]. Dapat diunduh melalui :
http://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/13386 NDc4MTU=/Partisipasi-
masyarakat-dalam-pengelolaan-sampah-di-dusun-Sukunan-Sleman-Daerah-
Istimewa-Yogyakarta-abstrak.pdf
Riswan, Sunoko HR, Hadiyarto A. 2011. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di
Kecamatan Daha Selatan. [Internet]. [diunduh tanggal 29 September 2015]. Dapat
diunduh melalui : http://ejournal.undip.ac.id
Setiawati K. 2013. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
(Studi di RW 05 Kelurahan Karah Kecamatan Jambangan Surabaya). . [Internet].
[diunduh tanggal 30 September 2015]. Dapat diunduh melalui :
http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/publika/article/
Soma S. 2010. Pengantar Ilmu Teknik Lingkungan. Bogor [ID]: IPB Press
Sudar SR. 2013. Hubungan Antara Karakteristik Individu dan Pengetahuan Masyarakat
dengan Tindakan Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Desa Borgojaga V
Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. [Internet]. [diunduh tanggal 30
September 2015]. Dapat diunduh melalui : http://fkm.unsrat.ac.id/wp-
content/uploads/2015/02/JURNAL-IKHA-3.pdf
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Pengelolaan Sampah. 7
Mei 2008. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 69. Jakarta.
Yuliatuti IDN. 2013. Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten
Badung. [Internet]. [diunduh tanggal 29 September 2015]. Dapat diunduh
melalui : http://ojs.unud.ac.id/index.php/EEB/article/view
47

RIWAYAT HIDUP

Mega Novita dilahirkan di Atambua tanggal 09 November 1994. Penulis


merupakan anak ketiga dari empat bersaudara yang terlahir dari pasangan Bapak Wisnu
Wardana dan Ibu Ermiati. Penulis memulai pendidikannya di RA/ TKA Aisyiah
Bukitinggi Magek, Sumatera Barat pada tahun 1998-2000. Kemudian melanjutkan ke
Sekolah Dasar Negeri Panaragan III Bogor tahun 2000-2006, Sekolah Menengah
Pertama Insan Kamil Bogor tahun 2006-2009, dan Sekolah Menengah Atas Insan Kamil
Bogor tahun 2009-2012. Pada tahun 2012, penulis diterima di Institut Pertanian
Bogor melalui Seleksi Masuk Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tulis di
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) Fakultas
Ekologi Manusia.
Selama penulis menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor, penulis aktif di
berbagai organisasi dan kepanitiaan. Pada tahun 2013-2014, penulis aktif menjadi
pengurus Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-Ilmu Komunikasi dan Pengembangan
Masyarakat (HIMASIERA) sebagai anggota divisi Broadcasting. Penulis juga aktif
mengikuti kepanitiaan beberapa acara yang diselenggarakan oleh IPB, diantaranya
Olimpiade Asrama tahun 2012, Olimpiade Mahasiswa IPB (OMI) tahun 2013, KPM
Gabung Antar Angkatan tahun 2014, MPD dan MPF FEMA 2014, Generasi Muda 2014,
dan Connection tahun 2015. Selain itu penulis juga menjadi asisten praktikum Mata
Kuliah Sosiologi Umum selama tiga periode dan Komunikasi Bisnis selama satu
periode. Penulis memiliki keahlian di bidang komunikasi dan pengembangan
masyarakat.