Anda di halaman 1dari 2

FACTSHEET

IDn

2011

Alain Compost / WWF-Canon


Rangkong Badak
Rangkong badak (Buceros rhinoceros) merupakan salah satu spesies Deskripsi Morfologis
burung rangkong terbesar di Asia. Rangkong badak menghabiskan
waktunya di bagian atas tajuk hutan dengan makanan utama buah- Dalam Bahasa Inggris, bu-
buahan, serangga, reptil kecil, hewan pengerat, dan burung-burung rung rangkong dinamakan
kecil. Satwa ini mempunyai perilaku yang unik, betina bersarang da-
lam lobang pohon yang kemudian dititutup dengan lumpur dan se-
hornbill, karena paruh-
lama betina tinggal dalam lobang ini, diberi makanan oleh jantan. nya yang berbentuk seperti
tanduk sapi.
Menurut Daftar Merah IUCN, rangkong badak termasuk spesies yang
Memiliki paruh kuning ber-
hampir mengalami kelangkaan. CITES juga mengklasifikasikan satwa
burung ini ke dalam kategori Appendix II (spesies yang dilarang un- pangkal merah dengan
tuk perdagangan komersial internasional karena hampir mengalami tanduk berwarna merah
kelangkaan, kecuali jika perdagangan tersebut tunduk pada peraturan kuning yang melengkung ke
ketat, sehingga pemanfaatan yang tidak sesuai dapat dihindari). -
atas.
Raungan bersuara honk kasar diulangi oleh jantan dan betina da- Bulu didominasi warna hi-
lam nada yang berbeda. Sering kali disuarakan dalam bentuk duet, tam dan putih, sementara
tetapi yang satu lebih terlambat dari yang lain, sehingga terdengar
kaki berwarna abu-abu ke-
suara seperti honk hank,, dan juga suara tajam gak sewaktu
terbang. Masyarakat tradisional Dayak ada yang bisa memanggil bu- hijauan, dan ekor berwarna
rung rangkong ini dengan meniru suaranya. Suara kepakan sayap putih mencolok dengan garis
rangkong Badak sangat keras dan terdengar seperti suara helikopter hitam lebar melintang.
kecil di kejauhan.
Iris berwarna merah untuk
rangkong badak jantan, dan
putih sampai biru untuk
rangkong badak betina.
Factsheet: rangkong badak

Ekologi dan Habitat


Wilayah penyebaran global satwa ini adalah Asia Tenggara, termasuk Semenanjung Malaysia, Pulau Su-
matera, Borneo, dan Jawa. Burung rangkong badak dapat ditemukan dalam kepadatan rendah di ke-
banyakan blok hutan dataran rendah dan perbukitan. Rangkong punya fungsi sangat penting sebagai
penyebar biji pohon, umumnya buah yang dimakan bijinya dibuang kemana-mana. Kehadiran satwa ini
sangat mencolok karena mempunyai ukuran badan yang besar, serta kebiasaan dan suaranya yang khas,
Akan tetapi, pada umumnya, burung rangkong badak hanya dapat ditemui dalam jumlah kecil di dalam
satu tempat di kawasan hutan yang luas.

Ancaman
Sepanjang Pulau Sumatera dan Borneo banyak dari hutan hujan tropis yang telah dikonversi menjadi la-
han pertanian, perkebunan, dan pemukiman. Kebakaran hutan yang kini telah menjadi fenomena tahu-
nan, telah memakan banyak korban. Penebangan hutan secara tidak lestari telah banyak menghancurkan
kawasan hutan di Pulau Sumatera dan Borneo. Sebenarnya , rangkong badak mampu bertahan hidup
di dalam kawasan hutan yang kayunya dipanen dengan sistem pengelolaan yang baik dan bertanggung
jawab, serta aktivitas perburuan dikontrol secara ketat, sehingga pada akhirnya satwa ini tidak menga-
lami kelangkaan yang berujung pada kepunahan. Untuk bersarang burung ini perlu pohon kayu yang
berlobang, yaitu biasanya pohon yang sudah tua dan tebal.

Upaya WWF dalam Konservasi Rangkong Badak


WWF bersama dengan pemerintah Indonesia, organisasi konser-
vasi lainnya, dan komunitas lokal, mendukung program konservasi
rangkong badak, baik di Pulau Sumatera maupun di Borneo. Dukun-
gan diberikan untuk pengelolaan kawasan-kawasan konservasi sep-
erti taman nasional dan hutan lindung, sebagai sebuah upaya untuk
melestarikan dan memelihara habitat rangkong badak. WWF juga
bekerja sama dengan sektor-sektor bisnis untuk memastikan bah-
wa perusahan-perusahaan yang beroperasi di kawasan konservasi
dan/atau kawasan yang mengandung keanekaragaman hayati ber-
nilai tinggi, menerapkan praktik pengelolaan yang baik dan ramah
lingkungan. WWF juga memberikan informasi kepada masyarakat
lokal mengenai pentingnya konservasi rangkong dan upaya mence-
gah perburuan untuk tujuan komersil

Untuk wilayah di luar kawasan konservasi, WWF Indonesia juga


mendukung upaya pengelolaan sumber daya alam dengan meng-
gunakan prinsip berkelanjutan untuk mengurangi kerusakan pada
habitat satwaWhy
dilindungi, termasuk rangkong badak.
we are here
URL To stop the degradation of the planets natural environment and
to build a future in which humans live in harmony and nature.

Text: Noverica Widjojo, Editor: Stephan Wulffraat, Desmarita Murni, Design and Lay-out: Annisa Ruzuar

Yayasan WWF-Indonesia
Why we are here
Graha Simatupang Tower 2 Unit C, Lt. 10
To stop the degradation of the planets natural environment and
Jalan Letjen TB Simatupang
Regular to build a future in which humans live in harmony with nature.
Jakarta Selatan 12540
www.wwf.or.id
www.panda.org Telp : (021) 782 9426-29
Fax: (021) 782 9462