Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PRESENTASI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Individu 1


Mata Kuliah Elektrodinamika
Dosen : Dr. Dwi P. Sasongko, M. Si

Disusun Oleh :
YULIANI
24040115420007

JURUSAN MAGISTER ILMU FISIKA


FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017
TUGAS :Membuktikan persamaan (A.1) pada bab gerak pada partikel
bermuatan.

PENYELESAIAN :

Partikel tidak bermuatan digerakkan oleh gaya mekanik.


Sedangkan patikel bermuatan digerakkan oleh gaya listrik, gaya magnet atau
gabungan antara gaya listrik dan gaya magnet.

Gaya listrik (1)

Gaya magnet (2)

dimana q = muatan partikel (C)


E= medan listrik (N/C)
B= medan magnet (T)
v= kecepatan partikel (m/s)
F= gaya (N)

Sehingga yang penting pada gerak partikel bermuatan adalah adanya medan
listrik E dan medan magnet B disekitarnya. Rumus matematis untuk medan
listrik E dapat diturunkan dari hukum Coloumb yang merupakan gaya antara
dua muatan titik.

(Gaya Coloumb)

, maka medan listrik bergantung pada posisi. adalah

konstanta k yang besarnya 8. .

Ruang di sekitar sebuah magnet disebut medan magnet. Medan magnet dapat
dinyatakan dengan garis-garis yang disebut garis gaya magnet yang arahnya
pada setiap titik merupakan arah vektor medan magnet. Jumlah garis gaya
magnet disebut fluks magnet. Arah fluks magnet adalah dari kutub utara
magnet ke kutub selatan magnet.
Gabungan dari adanya gaya listrik dan gaya magnet tersebut merupakan
hukum Lorentz.

(Gaya Lorentz) (3)

Gaya Lorentz merupakan gaya yang ditimbulkan oleh partikel bermuatan


yang berada dalam suatu medan magnet atau medan listrik . Arah gaya
lorentz selalu tegak lurus dengan arah kuat arus litrik i dan induksi magnetik
yang ada. Arah gaya ini akan mengikuti maju skrup yang diputar
dari vektor arah gerak muatan listrik (v) ke arah medan magnet B.

Hukum Newton untuk patikel bermuatan listrik dengan


mensubtitusi persamaan (3) ke hukum Newton tersebut diperoleh :

(4)

(A-1)

merupakan massa diam partikel bermuatan pada kasus non relativistik. E


dan B masing-masing merupakan fungsi posisi dan waktu.
A.1 Medan Listrik Statis

Partikel bermuatan bergerak pada medan listrik statis. Artinya


muatan harus dalam keadaan diam dan medan magnet B harus bernilai
nol, B=0. Lalu ada partikel bermuatan lain yang menibulkan medan
listrik. Medan yang ditimbulkan adalah medan listrik. Dimana medan
listrik tidak bergantung pada waktu (konstan). Jika B=0, maka
persamaan (A-1) menjadi :

Hukum Newton untuk medan listrik statis (B=0)

(A-2)

merupakan massa partikel yang tidak terpengaruh relativistik.

Asumsi 1, jika E bukan bergantung pada posisi, sehingga E adalah

medan listrik seragam. Akibatnya adalah konstan.

(A-3)

Persamaan (A-3) merupakan persamaan kecepatan partikel bermuatan


pada medan listrik statis. GLBB.

(A-4)

Persamaan (A-4) merupakan persamaan posisi partikel bermuatan pada


medan listrik statis.

Contoh aplikasi :

Komponen persamaan (A-3) dan (A-4) untuk koordinat rectangular.

Persamaan (A-3) dan (A-4) sangat ditentukan oleh sudut atau arah
antara v dan E. Komponen

(A-5)

Persamaan (A-5) diterapkan pada persamaan (A-3) dan (A-4), maka


diperoleh :

(A-6)
Hanya komponen terhadap E yang berpengaruh, sedangkan
komponen yang tegak lurus terhadap E nilainya konstan (tidak
berpengaruh). Bentuk persamaan (A-3) dan (A-4) ketika yang bekerja
hanya maka sesuai dengan persamaan gerak lurus berubah beraturan
(GLBB) yang biasa kita kenal. GLBB akan dipercepat ketika arah gerak
muatan searah dengan gaya listrik dan diperlambat saat arah
gerak berlawanan dengan E. Sedangkan jika yang bekerja maka
sesuai dengan persamaan gerak lurus beraturan (GLB). Ketika partikel
bermuatan mebentuk sudut ( ), maka muncul komponen dan
terhadap E, yang mengakibatkan gerak parabola. Gerak parabola yang
terdiri dari kombinasi dan .

Asumsi 2, jika E adalah bukan medan listrik seragam. Suatu materi


(misalnya suatu muatan) selalu mempunyai energi potensial. Energi
potensial merupakan energi yang bekerja pada benda karena posisi
benda tersebut. Misalnya pertikel bergerak dari ke , energi partikel
karena medan tersebut adalah :

[ ] (A-7)
adalah perubahan potensial. Energi gerak yang merupakan
energi potensial berubah menjadi energi kinetik muatan.
(A-8)

Dapat ditulis persamaan hukum kekekalan energi, yaitu :

= constan (A-9)
A-2 Medan Magnet Statis

Medan magnet statis adalah medan yang timbul disekitar arus


listrik, atau disebut medan magnet induksi (B). Jika ada medan magnet
statis maka tetapi . Syaratnya adalah benda bermuatan
listrik yang bergerak dalam medan magnet. Maka persamaan (A-1)
menjadi,

(A-10)

selalu tegak lurus v dan B, tetapi v dan B tidak harus tegak lurus.
Dalam medan magnet statis tidak ada usaha sehingga tidak ada
perubahan energi kinetik (T konstan). Jika digunakan koponen v pada
persamaan (A-5), didapatkan :

Nilai maka diperoleh :

(A-11)

Persamaan (A-11) merupakan persamaan percepatan sentripetal


yang menjaga agar lintasan tetap konstan. Saat v konstan, benda
bergerak dengan kecepatan konstan atau benda bergerak beraturan tapi
bukan GLB. Karena syarat GLB tidak ada gaya yang mengganggu. Namun
pada medan magnet statis, gaya magnet mengganggu arah gerak partikel
v, besarnya v tidak berubah tapi arah gerak menjadi melingkar (gerak
sentripetal). Lintasan benda serah dengan v, berarti kalau maka
. Jadi gaya magnet membuat partikel bergerak melingkar
beraturan. Gaya magnet sebagai gaya sentripetal dan v adalah v
singgung.
Asumsi medan B adalah medan magnet induksi yang seragam.
Saat konstan, maka partikel begerak dengan kecepatan tetap
sepanjang B.

Gerak melingkar pasti memiliki nilai jari-jari. Jari-jari lingkaran


tersebut adalah sesuai persamaan :

(A-12)

(A-13)

v // B, maka tidak akan timbul gaya, (GLB,


Tidak ada gaya)

v B, maka ada nilai (GMB, gaya dari

komponen )

Kombinasi GLB dan GMB menghsilkan gerak partikel lintasannya helix


atau spiral tergantung sudutnya.

Medan magnet tidak mengubah energi kinetik pada partikel bermuatan,


shingga tidak ada usaha (W=0).

. (A-18)