Anda di halaman 1dari 12

1.

Pengertian OHRQoL

Pengukuran kesehatan mulut secara tradisional selalu didasarkan pada pemeriksaan


biomedis. Pemeriksaan hanya memfokuskan pada ada atau tidaknya penyakit, tetapi pengukuran
tidak melihat pentingnya beban yang ditimbulkan dari rasa sakit dan ketidakmampuan yang
disebabkan penyakit mulut (Gift dan Redford, 1992). WHO (1948) mendefinisikan sehat sebagai
kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial bukan hanya sekadar kondisi bebas dari penyakit.
Peneliti pelayanan kesehatan telah berfokus pada kesehatan sebagai gagasan multidimensional.

Kualitas hidup atau persepsi masyarakat atas posisi mereka dalam hidup dalam konteks
kebudayaan dan sistem nilai yang mereka hidupi, dan hubungannya dengan tujuan hidup,
ekspektasi, standar, dan perhatian mereka (WHOQoL, 1995, 1405) saat ini dijadikan parameter
dalam penaksiran (assessment) pasien.

Oral Health-related Quality of Life adalah gagasan multidimensional yang mengandung


evaluasi subjektif terhadap kesehatan gigi dan mulut suatu individu, baik kemampuan
fungsionalnya, emosionalnya, psikologisnya, ekspektasi dan kepuasan akan pelayanan, serta
sensasi akan penyakit gigi dan mulut yang dirasakan individu dan kaitannya terhadap kualitas
hidup dari individu tersebut. Teoritisnya, OHRQoL adalah fungsi dari beragam gejala dan
pengalaman yang merujuk pada persepsi masing-masing individu. Gregory et al. (2005)
mendefinisikan OHRQoL sebagai interaksi dan siklus antara relevansi dan pengaruh kesehatan
mulut pada aktivitas sehari-hari. Pengukuran sampai dimana perluasan penyakit dan kelainan
mulut mempengaruhi fungsi dan psikososial disebut pengukuran OHRQoL.

United States Surgeon Generals mendefinisikan OHRQoL sebagai evaluasi subjektif


kenyamanan masyarakat ketika mereka makan, tidur, berinteraksi sosial, harga diri mereka, serta
kepuasan mereka terhadap kesehatan gigi dan mulutnya. OHRQoL merupakan hasil interaksi
antara kondisi kesehatan gigi dan mulut, faktor sosial, faktor kontekstual, serta keseluruhan tubuh.
Sumber:
Bourgeois, D. M. and Llodra, J. C. 2004. European Global Oral Health indicators Development Project. France:
Quintessence International. Page 95. diakses dari http://www.egohid.eu/documents/I-2-01.pdf#page=95

Shamrany, M. A. 2006. Oral health-related quality of life: a broader perspective. La Revue de Sante de la Mediterranee
orientale. 12(6): 894-900.

Sischo, L. and Broder, H. L. 2011.Oral Health-related Quality of Life: What, Why, How, and Future Implications. Journal of
Dental Research. 90(11):1264-1270. diakses dari
http://pubmedcentralcanada.ca/pmcc/articles/PMC3318061/pdf/10.1177_0022034511399918.pdf

2 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a
2. Pentingnya Pengukuran OHRQoL

Oral Health-related Quality of Life (OHRQoL) penting baik untuk alasan teoritis maupun
praktisnya. OHRQol memiliki implikasi penting terhadap praktik klinis dari kedokteran gigi dan
penelitian dental, di mana saat ini menurut (DHHS, 2000) telah dijadikan sebagai prioritas
kesehatan; dan kualitas hidup saat ini menjadi kebijakan kesehatan publik terdepan. OHRQoL
merupakan bagian integral dari kesehatan umum dan kesejahteraan; dan telah diakui oleh WHO
sebagai segmen penting dari program Global Oral Health (WHO, 2003). Kampanye internasional
telah menggunakan strategi iklan dan pemasaran untuk meningkatkan kesejahteraan dengan
menggambarkan kesehatan gigi dan mulut yang positif, yang merepresentasikan nilai-nilai
kesehatan global.

Pengukuran OHRQoL bertujuan untuk mengukur kondisi penyakit untuk mengetahui


seberapa besar dampak dari penyakit gigi dan mulut. OHRQoL merupakan komponen yang
esensial dari survei kesehatan gigi dan mulut, percobaan klinis, dan studi lainnya yang
mengevaluasi outcome dari program preventif dan terapeutik yang berguna untuk meningkatkan
kesehatan gigi dan mulut. Pengukuran ini juga memiliki peran penting dalam praktik klinis.
Terlebih lagi, kesehatan gigi dan mulut seiring waktu semakin mempengaruhi aspek sosial
seseorang, meliputi harga diri, interaksi sosial, prestasi sekolah atau pekerjaan, dll.

Merupakan suatu hal yang penting untuk mengetahui kualitas hidup seseorang sebagai
tenaga kesehatan. Di mana, kualitas hidup seseorang ini bukan merupakan outcome pengganti
berkaitan dengan penyakit, melainkan merupakan tambahan untuk mereka. Seperti yang kita
tahu, kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi hidup siapa saja. Penelitian OHRQoL telah
menunjukkan fungsinya dalam studi populasi luas meliputi pasien dengan kanker mulut, balita
dengan karies, atau anak-anak dengan anomali kraniofasial.

Penilaian OHRQoL juga dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan individu yang
berkaitan dengan kualitas hidup mereka. Ini bisa berguna dalam pengembangan program
pelayanan multidisiplin tambahan, serta penggunaan alat OHRQoL untuk mengukur hasil dari
intervensi tersebut. Misalnya, jika kesejahteraan psikologis ditemukan sebagai area defisit bagi
orang-orang tua, layanan psikologis tambahan dapat dimasukkan ke dalam proyek-proyek berbasis
masyarakat. Terapi fisik dan/atau terapi perilaku kognitif juga telah digunakan dalam perawatan
klinis bagi individu dengan kondisi mulai dari nyeri kronis bibir sumbing dan langit-langit (Kapp-
Simon, 1995; Furto et al, 2006;. Turner et al, 2006.). Singkatnya, sifat multidimensi OHRQoL dapat
berguna untuk mengidentifikasi populasi berisiko dan mengembangkan intervensi yang peduli
untuk 'seluruh' orang.

3 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a
Menggunakan asosiasi antara kondisi kesehatan gigi dan mulut dengan kualitas hidup (QoL)
juga dapat menjadi mekanisme efektif untuk mengkomunikasikan pada pembuat kebijakan untuk
menyelesaikan kepentingan kesehatan gigi dan mulut dan akses yang setara untuk pelayanan (Al
Shamrany, 2006). OHRQoL akan mengembangkan pemahaman kita tentang hubungan antara
kesehatan gigi dan mulut dengan kesehatan secara umum, dan menjelaskan pada peneliti klinis
dan praktikan untuk mengembangkan kualitas kesejahteraan pasien melalui perawatan. Penelitian
OHRQoL juga dapat digunakan untuk menginformasikan pada kebijakan publik untuk membantu
membasmi perbedaan kesehatan gigi dan mulut.

Penaksiran OHRQoL memberikan pelayanan yang berfokus pada sosial dan pengalaman
emosional seseorang, serta fungsi fisiknya dalam menentukan perawatan yang tepat. Pada
penaksiran ini penelitian kedokteran dan kedokteran gigi semakin berkembang karena (1) pasien
akan lebih berperan sebagai bagian dari tim perawatan; (2) kebutuhan akan pendekatan berbasis-
bukti dalam praktik kesehatan; (3) kenyataan bahwa banyak perawatan untuk penyakit kronis
gagal untuk menyembuhkan.

Kepentingan OHRQoL juga relevan bagi anak-anak. Di mana, semakin muda anak-anak
tersebut, semakin sensitif mereka terhadap dampak, seperti penampilan, dibandingkan kelompok
dari usia yang lebih tua. Persepsi tentang kesehatan dan kualitas hidup anak-anak akan berubah
seiring mereka dewasa. Dampak-dampak ini akan mempengaruhi kualitas hidup serta
perkembangan psikologis dan kemungkinan mempengaruhi kemampuan sosial dan edukasi
mereka. Dampak psikologis dari kesehatan gigi dan mulut, seperti mencegah tertawa dan merasa
diejek tentang giginya, lebih prevalen pada anak-anak dibandingkan orang tua atau usia yang lebih
tua.

Diharapkan dengan di ukurnya oral health related quality of life ini, akan meningkatkan
derajat kualitas hidup seseorang.
Sumber:
Bennadi, D. and Reddy, C. V. K. 2013. Oral health related quality of life. Journal of International Society of Preventive and
Community Dentistry. 3(1):1-6. diakses di http://www.jispcd.org/temp/JIntSocPreventCommunitDent311-
4268593_115125.pdf

Bianco, A., Fortunato, L., Nobile, C. G. A., Pavia, M. 2009. Prevalence and determinants of oral impacts on daily
performance: results from a survey among school children in Italy. European Journal of Public Health.
20(5):595-600. diakses di http://eurpub.oxfordjournals.org/content/20/5/595.full.pdf+html

Bourgeois, D. M. and Llodra, J. C. 2004. European Global Oral Health indicators Development Project. France:
Quintessence International. Page 95. diakses dari http://www.egohid.eu/documents/I-2-01.pdf#page=95

Shamrany, M. A. 2006. Oral health-related quality of life: a broader perspective. La Revue de Sante de la Mediterranee
orientale. 12(6): 894-900.

4 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a
Sischo, L. and Broder, H. L. 2011.Oral Health-related Quality of Life: What, Why, How, and Future Implications. Journal of
Dental Research. 90(11):1264-1270. diakses dari
http://pubmedcentralcanada.ca/pmcc/articles/PMC3318061/pdf/10.1177_0022034511399918.pdf
Oliveira, C. M. D., Sheiham, A., Tsakos, G., OBrien, K. D. 2008. Oral Health-related Quality of Life and The IOTN Index as
Predictors of Childrens Perceived Needs and Acceptance for Orthodontic Treatment. British Dental Journal.
204: E12. diakses dari http://www.nature.com/bdj/journal/v204/n7/pdf/bdj.2008.239.pdf

3. Indikator-indikator OHRQoL dan Penggunaannya

Indikator sosiodental didefinisikan sebagai pengukuran untuk mengestimasi dampak sosial


dari kondisi gigi dan mulut, atau seberapa jauh kondisi dari gigi dan mulutseseorang mengganggu
kualitas hidupnya.

International Classification of Impairments, Disabilities and Handicaps (ICIDH) membuat


model yang terdiri atas key concept di antaranya: pelemahan (impairment), keterbatasan
fungsional, sakit (pain), ketidakmampuan (disability), dan rintangan (handicap).

Indikator-indikator untuk mengukur Oral Health-related Quality of Life bermacam-macam


tergantung dengan instrumen yang digunakan dalam pengukuran. Pada dasarnya, terdapat tiga
kategori dari pengukuran OHRQoL seperti yang diindikasikan oleh Slade. Terdapat (1)indikator
sosial, (2)Penilaian global diri tentang OHRQoL (Global self-ratings of OHRQoL), dan (3)beberapa
kuesioner tentang OHRQoL (multiple item questionnaires). Singkatnya, indikator sosial digunakan
untuk menakar efek dari kondisi gigi dan mulut pada tingkat komunitas. Penilaian-global diri akan
OHRQoL (Global self-ratings of OHRQoL), atau yang diketahui sebagai penilaian hal tunggal,
merujuk pada bertanya secara individual mengenai pertanyaan umum seputar kesehatan gigi dan
mulut mereka. Sedangkan kuesioner multiple-items adalah metode yang paling banyak digunakan
dalam menakar OHRQoL.

Penyampaian questionnaire OHRQoL dapat dilakukan menggunakan instrumen-instrumen


tertentu. Instrumen OHRQoL dapat digunakan pada masalah-masalah kesehatan gigi dan mulut
yang terkait dengan usia spesifik. Kesehatan gigi dan mulut itu sangat tergantung usia (John et
al., 2004), perbedaan ditemukan dalam OHRQoL yang bagi anak-anak dan yang dewasa (Tapsoba
et al., 2000). Beberapa di antaranya sebagai berikut.

Tabel 3.1 Daftar pengukuran dalam kuesioner Oral health-related quality of life (Shamranny, 2006)
Pengukuran Dimensi yang Diukur Jumlah Contoh Pertanyaan Format
Pertanyaan Respon
Sociodental Mengunyah, berbicara, 14 Adakah jenis makanan Ya/tidak

5 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a
scale tersenyum, tertawa, yang sulit bagi anda
sakit, penampilan untuk dikunyah?
Indeks Sakit, cemas, percakapan 3 Seberapa sakit yang anda 4 kategori:
kesehatan rasakan yang disebabkan tidak sama
dental RAND oleh gusi dan gigi anda? sekali sampai
masalah besar
Indeks Mengunyah, makan, 12 Seberapa sering anda 6 kategori:
penaksiran kontak sosial, membatasi makanan selalu hingga
kesehatan gigi penampilan, sakit, yang anda makan karena tidak pernah
dan mulut cemas, dan kesadaran masalah yang ada pada
secara umum diri gigi atau denture?
Profil dampak Penampilan, makan, 25 Apakah menurut anda, 3 kategori: efek
dental berbicara, kepercayaan gigi atau denture baik, efek jelek,
diri, kebahagiaan, memiliki efek yang positif tidak ada efek
kehidupan sosial, dan ataukah negative pada
hubungan perasaan nyaman anda?
Profil dampak Fungsi, sakit, 49 Apakah anda merasakan 5 kategori:
kesehatan gigi ketidakmampuan fisik, kesulitan dalam sangat sering
dan mulut ketidakmampuan mengunyah makanan hingga tidak
fisiologis, dikarenakan masalah pernah
ketidakmampuan sosial, pada gigi atau denture
hambatan anda?
Indikator Mengunyah, berbicara, 42 Selama setahun terakhir, Bermacam-
subjektif status gejala, makan, seberapa sering anda macam,
kesehatan gigi berkomunikasi, memiliki masalah gigi tergantung
dan mulut hubungan sosial yang menyebabkan anda format
sulit tidur? pertanyaan
Inventoris Kesehatan gigi dan 56 2 bagian pertanyaan: (A) Bagian A: 4
OHRQoL mulut, nutrisi, diri terkait Seberapa penting bagi kategori (tidak
dengan kesehatan gigi anda untuk berbicara penting sama
dan mulut, kualitas hidup jelas? (B) Seberapa sekali hingga
secara keseluruhan bahagiakah anda dengan sangat
kemampuan anda untuk penting).
berbicara jelas? Bagian B: 4
kategori: (tidak
bahagia hingga
bahagia)

6 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a
Dampak dental Kenyamanan, 36 Seberapa puas anda Beragam,
dalam penampilan, sakit, secara keseluruhan tergantung
kehidupan aktivitas keseharian, dengan gigi anda selama format
sehari-hari makan 3 bulan ini? pertanyaan
OHRQoL Aktivitas keseharian, 3 Apakah anda memiliki 6 kategori:
aktivitas sosial, masalah gigi dan gusi selalu hingga
percakapan yang mempengaruhi tidak pernah
aktivitas keseharian
seperti kerja dan hobi?
Pelaksanaan Pelaksanaan makan, 9 Empat pertanyaan: (A) Beragam,
dampak oral berbicara, higienis oral, Dalam 6 bulan terakhir, tergantung
dalam tidur, penampilan, emosi apakah masalah terkait format
kehidupan gigi ada yang pertanyaan
sehari-hari menyulitkan anda dalam
makan dan menikmati
makanan? (B) Apakah
anda mengalami
kesulitan dalam basis
periodic atau hanya
untuk periode waktu
tertentu? (C) Selama 6
bulan terakhir, seberapa
sering anda menemui
kesulitan ini? (D)
Menggunakan skala 0
sampai 5, angka berapa
yang merefleksikan
kesulitan anda dalam
makan dan menikmati
makanan dalam
kehidupan sehari-hari?

Tabel 3.2 Instrumen OHRQoL yang digunakan dalam penelitian selama periode 1985-2004. (Skaret,
et al. 2004; Daly et al. 2013)
Instrumen Abbrev # dari item Referensi asli Domain
Social Impact of Dental Disease SIDD/SIDS 14 Cushing et al.
1986

7 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a
Oral Health and the Sickness Impact -SIP 73 Reisine et al.
Profile 1989
Geriatric (General) Oral Health GOHAI 12 Atchison & Fungsi fisik, fungsi
Assesment Index Dolan 1990 psikologis, sakit,
ketidaknyamanan
OHRQoL The 6 Kressin et al.
DELTA 1996 Jones et
al. 2003
Rand Dental Health Index 3 Dolan et al.
1991
Dental Impact Profile DIP 25 Strauss & Hunt
1993
Psychosocial Impact Score 42 Locker &
Miller 1994
Oral Health Impact Profile OHIP-49 49 Slade & 7 domain: keterbatasan
Spencer 1994 fungsional, sakit fisik,
ketidaknyamanan
psikologis,
ketidakmampuan fisik,
ketidak mampuan
psikologis,
ketidakmampuan sosial,
dan hambatan.
Oral Health Impact Profile OHIP-14 14 Slade 1997 7 domain: keterbatasan
fungsional, sakit fisik,
ketidaknyamanan
psikologis,
ketidakmampuan fisik,
ketidak mampuan
psikologis,
ketidakmampuan sosial,
dan hambatan.
Oral Health Impact Profile (OHIP- OHIP-20 20 Allen & Locker Keterbatasan fungsi, sakit
EDENT) 2002 fisik, ketidaknyamanan
psikologis, ketidak
mampuat fisik, dan
ketidamampuan

8 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a
psikologis
German version of the Oral Health OHIP-G 53 John et al.
Impact Profile (OHIP 49) 2002
Oral Health-Related Quality of Life OHRoL 3 Kressin et al.
Measure 1996
Dental Impact of Daily Living DIDL 36 Leao &
Sheiham 1996
Oral Impacts on Daily Performances OIDP 9(8) Adulyanon & 1 domain:
Sheiham 1997 ketidakmampuan dalam
aspek fisikal, psikologis,
dan sosial dalam
kehidupan sheari-hari
The Oral Health Quality of Life QH-QoL 56 Cornell et al.
Inventory 1997
The Oral Health Quality of Life OH-QoL 15 Cornell et al.
Inventory 1997
Subjective Oral Health Status 42 Newman 1999
Indicators
The Oral Health-Related Quality of Gadbury-
Life Instrument for Dental Hygiene Amyot et al.
1999
Orthognathic Quality of Life OQoLQ 22 Cunningham Aspek sosial dari
Questionnaire et al. 2000 deformitas, estetika
wajah, fungsi,
kewaspadaan pada
deformitas wajah
UK Oral Health-Related Quality of OHQoL- 16 McGrath and 16 kunci: kenyamanan,
Life Measure UK Bedi 2001 bau mulut, kesehatan
umum, makan,
penampilan, berbicara,
relaksasi dan tidur,
tersenyum/tertawa,
percaya diri, suasana hati,
carefree manner,
kepribadian, kerja,
kehidupan sosial,
finansial, hubungan

9 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a
romantik
Child Oral Health Quality of Life COHQOL Jokovic et al. Gejala mulut,
Instrument 2002 keterbatasan fungsi,
kesejahteraan emosional,
kesejahteraan sosial
Child Perceptions Questionnaire CPQ 11- 36 Jokovic et al.
14 2002
Parental-Caregiver Perceptions P-CPQ 31 Jokovic et al.
Questionnaire 2003
Family Impact Scale of child oral 14 Locker et al.
and oro-facial conditions 2002
Child OIDP Gherunpong
et al. 2004
Surgical Orthodontic Outcome SOOQ Locker 2007
Questionnaire
Children Oral Health Impact Profile COHIP Broder et al.
2007
The Early Childhood Oral Health ECOHSI Pahel et al.
Impact Scale 2007
Self-reported scale of oral health SOHO-5 Tsakos et al.
outcomes for 5 year-old-children 2011

a. Untuk anak-anak

Kuesioner OHRQoL anak telah didesain untuk menaksirkan dampak dari kondisi mulut
dan orofasial pada kualitas hidup anak dan keluarganya (Jokovic et al. 2002). Skala
dampak keluarga merupakan salah satu komponen COHQOL dan meliputi Child
Perceptions Questionnaire (CPQ) dan Parental-Caregiver Perceptions Questionnaire (P-
CPQ). Tergantung usia anak, kualitas hidup anak terkait kesehatan mulutnya dapat diukur
baik berdasarkan perawat/caregiver-nya atau dari pandangan anak itu sendiri.

Childrens OHRQoL (COHRQoL) memberikan tantangan unik, karena perkembangan


gigi, fasial serta kognitif berubah secara drastis pada anak-anak dan remaja.

Children Oral Health Impact Profile (COHIP) memberikan penggambaran COHRQoL


yang lebih akurat dibanding yang dilaporkan sendiri oleh anak-anak atau perawat.
Child Perceptions Questionnaire (CPQ 11-14)
Parental-Caregiver Perceptions Questionnaire (P-CPQ)
Family Impact Scale of Child Oral and Oro-facial Conditions

10 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a
Child OIDP
The Early Childhood Oral Health Impact Scale (ECOHSI)
Self-reported scale of Oral Health Outcomes for 5 year-old-children (SOHO-5)

b. Untuk dewasa
Social Impact of Dental Disease (SIDD/SIDS)
Oral Health and the Sickness Impact Profile (-SIP)
Geriatric (General) Oral Health Assessment Index (GOHAI)
Oral Health Related Quality of Life (The DELTA)
Rand Dental Health Index
Dental Impact Profile (DIP)
Psychosocial Impact Score
Oral Health Impact Profile (OHIP-49)
Oral Health Impact Profile (OHIP-14)
Oral Health Impact Profile (OHIP-EDENT) (OHIP-20)
German version of the Oral Health Impact Profile (OHIP 49) (OHIP-G)
Oral Health-related Quality of Life Measure (OHRQoL)
Dental Impact of Daily Living (DIDL)
Oral Impacts on Daily Performances (OIDP)
The Oral Health Quality of Life (QH-QoL)
Subjective Oral Health Status Indicators
The Oral Health-related Quality of Life Instrument for Dental Hygiene
Orthognathic Quality of Life Questionnaire (OQoLQ)
UK Oral Health-related Quality of Life Measure (OHQoL-UK)
Sumber:
Bourgeois, D. M. and Llodra, J. C. 2004. European Global Oral Health indicators Development Project. France:
Quintessence International. Page 95. diakses dari http://www.egohid.eu/documents/I-2-01.pdf#page=95

Daly, B., Batchelor, P., Treasure, E., Watt, R. 2013. Essential Dental Public Health. Britain: Oxford University Press.
Shamrany, M. A. 2006. Oral health-related quality of life: a broader perspective. La Revue de Sante de la Mediterranee
orientale. 12(6): 894-900.

Sischo, L. and Broder, H. L. 2011.Oral Health-related Quality of Life: What, Why, How, and Future Implications. Journal of
Dental Research. 90(11):1264-1270.

11 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a
4. Pengukuran Status Kesehatan dan Standar Perawatan Melebihi Persepsi Pasien atau Sebaliknya

Pengukuran status kesehatan dan standar perawatan dapat melebihi persepsi pasien atau
kondisi sebaliknya, di mana persepsi pasien melebihi pengukuran status kesehatan dan standar
perawatan. Sebagai contoh, praktik pengukuran yang dilakukan oleh Oliviera et al. (2008)
terhadap 98 anak perempuan dan 89 anak laki-laki dengan sebagian berlatar belakang etnis
Inggris dan Asia. 63 anak yang menurut pengukuran status kesehatan dan standar perawatan
seharusnya memerlukan perawatan ortodontik dengan tingkat kebutuhan klinis yang tinggi,
dalam kenyataannya tidak melaporkan adanya dampak kesehatan gigi dan mulut. Di sisi lain,
delapan anak yang dinilai memiliki kebutuhan klinis yang lebih tinggi dipulangkan dan dua di
antaranya merasakan adanya dampak kesehatan gigi dan mulut. Lima anak dengan kebutuhan
klinis sedang dipulangkan dan merasakan dampak kesehatan. Sebelas anak dengan kebutuhan
klinis sedang dan telah dipilih untuk perawatan tidak melaporkan adanya dampak kesehatan.
Lima anak dengan kebutuhan klinis yang sangat rendah dan dipilih untuk melaksanakan
perawatan malah merasakan adanya dampak kesehatan. Sembilan anak yang dipulangkan
dengan tingkat kebutuhan klinis rendah dilaporkan merasakan dampak kesehatan gigi dan mulut.
Sumber:
Oliveira, C. M. D., Sheiham, A., Tsakos, G., OBrien, K. D. 2008. Oral Health-related Quality of Life and The IOTN Index as
Predictors of Childrens Perceived Needs and Acceptance for Orthodontic Treatment. British Dental Journal.
204: E12. diakses dari http://www.nature.com/bdj/journal/v204/n7/pdf/bdj.2008.239.pdf

5. Relasi Antara Usia dan OHRQoL

Kesehatan gigi dan mulut itu sangat tergantung usia (John et al., 2004), perbedaan
ditemukan dalam OHRQoL yang bagi anak-anak dan yang dewasa (Tapsoba et al., 2000). Di sisi
lain, kebanyakan instrumen yang ada lebih digunakan untuk pengukuran bagi kaum dewasa
(Slade, 2002; Al Shamrany, 2006). Saat ini peneliti telah berusaha berfokus dalam mengukur
OHRQoL anak-anak atau yang disebut Childrens OHRQoL (COHRQoL). COHRQoL memberikan
tantangan unik, karena perkembangan gigi, fasial, dan kognitif anak-anak berubah secara drastis
pada anak-anak dan remaja. Telah ditunjukkan bahwa, dibandingkan dengan pasien ortodontik
dan pediatrik, rating anak-anak dan perawat pada OHRQoL adalah yang paling tidak seimbang
pada populasi kraniofasial, dengan kualitas hidup mereka yang lebih rendah dibandingkan yang
mereka nilai sendiri (Eiser & Morse, 2001; Wilson-Genderson et al., 2007).
Sumber:

12 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a
Sischo, L. and Broder, H. L. 2011.Oral Health-related Quality of Life: What, Why, How, and Future Implications. Journal
of Dental Research. 90(11):1264-1270.

13 |OHRQoL - P r a s a s y a K i r a n a

Anda mungkin juga menyukai