Anda di halaman 1dari 3

Kelompok 2, Anggota : Adhe Kurniawan (406822), Annisa Pratiwi Bahtiar (406826), Mithamapan

(414056), Muslihatun Nisa (414058), Puti Rizna Nabila (414067), Shanita Wedha (414053), Stefimelda
Tetekonde (406839), Wicaksono AM (414081)

Overview

Pada kasus ini, Enron menggunakan Arthur Anderson sebagai auditor internal sekaligus eksternal
dan juga Enron menggunakan Arthur Anderson sebagai konsultan perusahaan. Auditor internal membantu
direktur untuk menutupi kecurangan yang terjadi. Dalam upaya untuk memperluas pertumbuhan bisnis
perusahaan, Enron menerapkan strategi bisnis diversifikasi. Perusahaan tersebut memiliki dan
mengoperasikan berbagai aset meliputi gas pipelines, electricity plants, pulp and paper plants, water
plants, dan broadband services. Karena untuk memasuki banyak pasar perdagangan memerlukan
sejumlah uang untuk membiayai infrastruktur, transportasi, gudang, dan pengiriman komiditas. Namun,
jika Enron mengambil sejumlah hutang yang besar, kemungkinan akan membuat pembeli atau penjual
menjadi ragu untuk bekerjasama. Tingginya hutang juga dapat mengakibatkan penurunan investasi dan
memicu bank menarik dananya. Untuk mengatasi permasalahan, Enron mencoba mencari dana pinjaman
tanpa melaporkannya dalam laporan keuangan.
Andrew Fastow membuat ide untuk menggunakan nilai kelebihan kontrak sebagai
pendapatan. Andrew dan KAP AA (ArthurAnderson) bekerjasama dan menyiapkan serial limited
partnership (perusahaan rekanan terbatas) yang disebut Special Purpose Entities.
Aturan akuntansi memungkinkan bahwa perusahaan dapat tidak mencantumkan special purpose
entities pada laporan keuangan, asalkan terdapat suatu pihak yang dapat mengontrol penyelenggaraannya
serta memiliki setidaknya 3 persen nilai special purpose entity.

Pembahasan
1. Usaha Enron mendapatkan kesulitan pada semua segmen Enron karena pada awalnya Enron itu
membentuk sebuah kemitraan yg dsebut SPE yang seharusnya dibentuk dengan tujuan salah
satunya memindahkan resiko. Akan tetapi jika bicara untuk konteks pertama kali yang
mendapatkan kesulitan ketika Enron memilih Michael Kopper untuk mengelola Chewco.
2. Keuntungan dibuat dengan memanipulasi laporan keuangan yakni dengan cara mencatat adanya
keuntungan/laba namun tidak ada dana secara kas/rill. Hal ini dilakukan untuk mengelabui
investor agar mau berinvestasi diperusahaan Enron sehingga utang enron yang tinggi dapat
tertutupi. Model bisnis yang di pakai adalah SPE (Special Purposes Entities).
3. Iya, mereka memahami bagaimana keuntungan dihasilkan yaitu tindakan dewan direktur, direktur
eksekutif dan direktur non eksekutif hanya membiarkan kegiatan-kegiatan bisnis tertentu
mengandung unsur konflik kepentingan dan mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi
berdasarkan informasi yang hanya bisa di akses oleh pihak dalam perusahaan, termasuk praktek
akuntansi dan bisnis tidak sehat.
4. Fastow merupakan pihak perantara yg tidak independen. Mereka seharusnya mempertimbangkan
setiap usulan Fastow karena akan berdampak pada perusahaan Enron. Selain itu, mereka tidak
mematuhi kode etik prusahaan.
5. Ken lay menjabat sebagai ketua dewan dan CEO dalam waktu yang bersamaan, sehingga Ken
Lay tidak dapat mengelola tugas dari masing-masing jabatan dan mengelola perusahaan dengan
maksimal.
6. Aspek manajemen yakni dewan direksi gagal melaksanakan tugasnya dalam mengawasi dan
mengelola Enron (dapat dilihat dari kegagalannya dalam melaksanakan tugas fidusianya).
7. Sedikitnya whistle-blower yang bersuara karena dalam case ini karena ketakutan mereka akan
kehilangan pekerjaannya, dan hak opsi mereka yang akan berkurang nilainya sehingga tidak
mendapatkan keuntungan lebih selain dari hak mereka berupa gaji.
8. Pada kasus ini, Enron menggunakan Arthur Anderson sebagai auditor internal sekaligus eksternal
dan juga sebagai konsultan perusahaan. Dalam hal ini auditor internal membantu direktur untuk
menutupi kecurangan yang terjadi. Auditor internal seharusnya mendeteksi berbagai kekeliruan
yang material dan kecurangan serta mendeteksi berbagai kesalahan yang secara tidak disengaja
yang telah dilakukan baik oleh manajemen ataupun karyawan.
9. Indentifikasi konflik kepentingan dalam :
Kegiatan SPE adalah Enron melanggar standar syarat pertama terkait SPE dimana setidaknya 3%
dari total kewajiban dan ekuitas harus dimiliki oleh investor ekuitas independen.
Kegiatan Arthur Andersen adalah Arthur Andersen telah memberikan saran untuk memanipulasi
laporan keuangan. Selain itu Arthur Andersen di Enron berperan sebagai auditor internal,
konsultan akuntansi, penasehat masalah pajak, dan auditor. Dalam hal ini Andersen telah ingkar
dari sikap profesionallisme sebagai akuntan.
Kegiatan eksekutif adalah salah seorang eksekutif Enron mempertanyakan praktek accounting
perusahaan yang dinilai tidak sehat dan mengungkapkan berkaitan adanya praktik akuntansi dan
bisnis yang tidak sehat. Namun, hasil investigasi oleh penasehat hukum tersebut menyimpulkan
bahwa tidak ada hal-hal yang serius yang perlu diperhatikan.
10. Secara umum, waktu yang harus dihabiskan direktur untuk urusan perusahaannya tergantung
pada tingkat kompleksitas operasi perusahaan dan sistem tata kelolanya. menurut kami, pada
kasus Enron, direktur melakukan evaluasi minimal 2 kali dalam sebulan. Berapa banyak dewan
direksi perusahaan besar yang seharusnya dilayani oleh seorang direktur antara lain CEO (Chief
Executive Officer), CFO (Chief Financial Officer), CAO (Chief Administrative Officer), CRO
(Chief Risk Officer), dan pejabat lainnya.
11. Menurut kami penggolongan budaya perusahaan Enron adalah budaya dimana yang
menguntungkan pihak-pihak tertentu seperti karyawan namun merugikan stakeholder seperti
pemegang saham dan investor dengan berbagai cara mudah yang tidak etis. Budaya ini
berkontribusi karena 1. manajemen memiliki kekuasaan yang banyak di perusahaan. 2. dalam
prakteknya KAP Arthur tidak sesuai etika profesinya
3. pada dasarnya. tugas utama dewan direksi adalah meninjau strategi bisnis perusahaan,
memilih dan memberikan kompensasi eksekutif senior perusahaan, mengevaluasi auditor
eksternal, mengawasi LK perusahaan, memantau kierja perusahaan scr keseluruhan.
sedangkan pada kenyataannya yang terjadi diperusahaan, manajemen Enron terlalu serakah
dan curang dalam pelaporan perusahaan (kesalahan akuntansi terkait dengan kemitraan
Fastow) dan auditor eksternal membantu memanipulasi akuntansi manajemen dan sistem tata
kelola enron.