Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAAN

1.1. Latar Belakang

Kelapa sawit merupakan salah satu hasil perkebunan di Indonesia


yang menjadi komoditi andalan dalam perolehan devisa.Hal ini didukung
oleh kondisi serta letak geografis yang cukup strategis untuk pengembangan
sektor pertanian khususnya dibidang perkebunan.Agar lebih meningkatnya
kegunaan serta manfaat dari kelapa sawit tersebut maka perlu adanya
pengembangan sektor industri yang mengolah minyak mentah menjadi
bahan jadi.

Sehubungan dengan hal diatas PT.SMART, Tbk merupakan pabrik


yang memproduksi minyak goreng kelapa sawit.PT. SMART, Tbk
(PT.Sinar Mas Agro Resources andtechnology Tbk) didirkan pada tahun
1962. Didalam melaksanakan operasional usahanya, PT. SMART, Tbk
mempunyai pabrik beserta kelengkapan fasilitas produksi utama dan
pendukung yang berada dikawasan Berikat Belawan, Medan, Sumatra Utara
dengan luas lahan 64.970 m dengan dukungan instalasi tangki timbun yang
berada di jalan Ujung Baru, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan
Belawan.

PT.SMART, Tbk bergerak dibidang pengolahan CPO(Crude Palm


Oil)sebgai bahan baku utama yang diperoleh dari pabrik-pabrik pengolahan
kelapa sawit, baik yang berada di Sumatera Utara maupun di luar Sumatera
Utara. Proses produksi di PT. SMART, Tbkdikategorikan atas dua proses
yaitu refinery dan fraksinasi. Adapun proses refinery dalam pengolahan
CPO menjadi RBDPO yaitu :pre-heating,degumming, bleaching dan
deodorisasi.

1
2

Salah satu proses refinery untuk menghasilkan minyak dengan mutu


yang baik adalah dengan deodorisasi. Deodorisasi adalah salah satu proses
pemurnian yang bertujuan untuk penghilangan asam lemak bebas,
penghilangan bau dan penurunan intensitas warna.

Minyak yang di umpankan pada proses deodorisasi adalah DBPO


(Degummed Bleached Palm Oil). Pada proses deodorisasi dibutuhkan panas
yang cukup tinggi untuk mengupan FFA (Free Fatty Acid) menggunakan
steam serta dalam kondisi vakum, sehingga akan menyebabkan pigmen
karetenoid terdegradasi.

Final Heater E 303 bertujuan untuk menaikan lagi temperatur.


DBPO dari Falling Film Heater E 302 dengan suhu 200-220 oC menjadi
260-270 oC. dengan menggunakan steam bertekanan 70 bar yang disuplai
dari High Pressure Boiler (HPB), dimana media perpindahan panas yang
digunakan adalah coil.

Pemakaian jumlah steam yang disuplai dari High Pressure Boiler


haruslah dijaga agar suplai steam tidak berkurang karena dapat
mengakibatkan mutu dari minyak menjadi tidak bagus, maka perlu
mengetahui jumlah kebutuhan steam yang dibutuhkan oleh minyak agar
memenuhi standart mutu pabrik. Berdasarkan uraian diatas, penulis
tuangkan dalam bentuk Karya Akhir yang berjudul:

PENENTUAN JUMLAH KEBUTUHAN STEAM PADA PROSES


DEODORIZING DI FINAL HEATER E 303 UNIT REFINERY III PT.
SMART, Tbk.

1.2 Rumusan Masalah


3

1. Berapakah jumlah pemakain steam pada proses Deodorizing di Final


Heater E 303
2.

1.3 Tujuan Dan Manfaat


1. Tujuan
1. Untuk menghitung jumlah steam yang dibutuhkan pada proses
deodorizing di Final heater E 303 PT. SMART Tbk Belawan.

2. Manfaat
1. Untuk menghasilkan RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm
Oil)yang sesuai dengan Standar yang ditentukan di PT.SMART
TbkBelawan.
2. Mengurangi kos produksi dengan harapan produk yang out in spek,
yang out spek lebih kecil.