Anda di halaman 1dari 7

Tindakan Asepsis dan Antisepsis di Ruang Operasi

Disusun oleh:
Marco Lius
11.2015.396

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN KANDUNGAN DAN


KEBIDANAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRIDA WACANA
RS dr.Esnawan Antariksa
2016

0
Pendahuluan
Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada,
sehingga jika ditumbuhkan di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang
dapat berkembang biak. Sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yang paling
tahan panas yaitu spora bakteri (Fardiaz, 1992).

Definisi
Asepsis adalah prinsip bedah untuk mempertahankan keadaan bebas kuman.
Keadaan asepsis merupakan syarat mutlak dalam tindakan bedah.

Asepsis ada 2 macam:


1. Asepsis medis
Tehnik bersih, termasuk prosedur yang digunakan untuk mencegah penyebaran
mikroorganisme. Misalnya: mencuci tangan, mengganti linen tempat tidur, dan
menggunakan cangkir untuk obat.
2. Asepsis bedah
Teknik steril, termasuk prosedur yang digunakan untuk membunuh
mikroorganisme dari suatu daerah.

Antisepsis adalah cara dan tindakan yang diperlukan untuk mencapai


keadaan bebas kuman pathogen. Tindakan ini bertujuan mencegah terjadinya
infeksi dengan membunuh kuman pathogen. Obat obat antiseptic, misalnya lisol
atau kreolin adalah zat kimia yang dapat membunuh kuman penyakit1,2,3
Obat-obat antiseptik adalah zat kimia yang dapat membunuh kuman.
Kuman-kuman sumber penyakit dapat berasal dari udara, alat dan pembedah, kulit
penderita. Ada dua macam mikroorganisme yang tinggal pada kulit manusia yaitu
flora komensal dan flora transien.
1
Sumber infeksi
Penderita
Alat dan bahan
Personil
Lingkungan

Prinsip-Prinsip Tindakan Asepsis Yang Umum


Semua benda yang menyentuh kulit yang luka atau dimasukkan ke dalam
kulit untuk menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh, atau yang dimasukkan ke dalam
rongga badan yang dianggap steril haruslah steril.
Dalam upaya menerapkan teknik aseptik dan antiseptik di kamar operasi
harus ditaati beberapa ketentuan sebagai berikut:
Daerah steril harus tegas batasnya
Daerah operasi harus dijaga sterilitasnya
Semua kasus pembedahan harus dijaga, dicegah terjadinya kontaminasi
Lingkungan kamar operasi harus selalu dalam keadaan bersih
Tim bedah dan pasien yang ada di kamar operasi tidak menjadi sumber
kontaminasi

Pengendalian Infeksi

Lingkungan daerah tempat pembedahan merupakan daerah aseptik.
Karena itu kamar bedah tidak dipakai untuk macam macam tindakan
lain agar keadaan septic tersebut tetap terjaga. Bekerja dengan rencana
yang baik, teratur dan tenang tanpa terburu-buru akan menunjang
usaha tersebut. Kelembapan udara di kamar bedah sebaiknya dijaga
sekitar 50 % 2.
2

Untuk mempertahankan keadaan asepsis di kamar bedah, setiap orang
yang bekerja di kamar bedah harus tunduk pada peraturan dan teknik
asepsis yang berlaku. Disipilin kerja yang baik dalam pembedahan
adalah berbicara seperlunya selama pembedahan, membatasi berjalan
jalan dalam kamar bedah dan membatasi kontak dengan orang lain.
Selain itu perlu diingat bahwa setiap luka, biarpun kecil harus
dianggap sebagai luka terinfeksi dan merupakan sumber infeksi.

Setiap orang yang masuk ke kamar bedah harus menggunakan
pakaian penutup permukaan kulit yang dapat berhubungan dengan
daerah pembedahan. Pakaian ini termasuk sarung tangan, masker, dan
tutup kepala. Pakaian dasar harus menutupi tungkai bawah, berlengan
pendek. Sedangkan tutup kepala dan masker juga harus bersih dan
tidak dipakai untuk berkali-kali. Tutup kepala harus menutupi semua
bagian rambut, masker menutupi kumis, jenggot, lubang hidung, dan
mulut. Alas atau sarung kaki harus bersih dan jangan sekali kali
dipakai di luar unit bedah tersebut. 2

Mencuci tangan harus dilakukan dengan air mengalir dan dianjurkan
teknik Fuerbringer. Handuk harus dilepaskan jatuh segera setelah
menyentuh kulit.

Prinsip cuci tangan:

3
Gambar 1.

Teknik Fuerbringer
1. Menggunakan bahan disinfektan dan sikat
2. Tangan disikat secara sistematis dari kuku sela jari hingga siku
3. Diulang beberapa kali 3-5 menit
4. Dibilas dengan air yang mengalir
5. Tutup kran dengan siku, tangan dikeringkan dengan handuk steril, yang dijatuhkan
segera setelah menyentuh siku
6. Posisi tangan harus lebih tinggi dari siku dan lain-lain

4
Gambar 2.

Prinsip umum teknik aseptic ruang operasi3


a. Prinsip asepsis ruangan: Antisepsis dan asepsis adalah suatu usaha
agar dicapainya keadaan yang memungkinkan terdapatnya kuman-
kuman pathogen dapat dikurangi atau ditiadakan, baik secara kimiawi,
mekanis atau tindakan fisik.
b. Prinsip asepsis personel: Teknik persiapan personel sebelum operasi
meliputi 3 tahap, yaitu: Scrubbing (cuci tangan steril), Gowning
(teknik penggunaan baju operasi), dan Gloving (teknik pemakaian
sarung tangan steril), hal ini diperlukan untuk menghindari bahaya
infeksi yang muncul akibat kontaminasi selama prosedur
pembedahan.
c. Prinsip asepsis pasien: Pasien yang akan menjalani pembedahan harus
diasepsiskan, Maksudnya dengan melakukan berbagai macam
5
prosedur yang digunakan untuk membuat medan operasi steril, antara
lain adalah kebersihan pasien, desinfeksi lapangan operasi dan
tindakan drapping.
d. Prinsip asepsi instrumen: Instrumen bedah yang digunakan untuk
pembedahan pasien harus benar-benar dalam keadaan steril.