Anda di halaman 1dari 10

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN

1. TUJUAN ..........................................................................................................
2. DASAR TEORI ................................................................................................
3. SKETSA PENGGAMBARAN DI LAPANGAN ..........................................
4. ALAT DAN BAHAN ......................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

1. LANGKAH KERJA ........................................................................................


2. DATA DAN TABEL DATA ............................................................................
3. ANILISIS DATA ..............................................................................................
4. PENGGAMBARAN DATA HASIL PENGAMATAN .................................

BAB III PENUTUP

1. KESIMPULAN .................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB 1

PENDAHULUAN

I. TUJUAN
Setelah melaksanakan praktek menentukan lebar sungai tanpa
melewatinya diharapkan mahasiswa mampu :
Mahasiswa dapat melakukan pekerjaan menentukan lebar sungai
tanpa melewatinya dengan menggunakan peralatan sederhana,
menetukan lebar sungai tanpa melewatinya
Mahasiswa dapat belajar menghitung jarak dengan rumus yang
sudah di tentukan
Mahasiswa dapat melatih diri terjun langsung ke lapangan sehingga
mahasiswa tidak terlalu kaku untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan
yang mungkin akan mereka temui nantinnya.
Mahasiswa Dapat mengetahui kesulitan-kesulitan dalam pengukuran
dan cara mengatasinya.

II. DASAR TEORI

Sebuah proyek ketekniksipilan, tentu ti daklepas dari pengukuran jarak,


dan pengukuran yang dilakukan pada umumnya adalah pengukuran jarak
dalam skala besar. Berbicara mengenai pengukuran tentu berkaitan dengan
menentukan lebar sungai tanpa melewatinya dengan menggunakan rol meter
dan peralatan lainnya. Hal ini merupakan salah satu keterampilan
menentukan lebar sungai tanpa melewatinya.

Pemetaan objek tiga dimensi diperlukan untuk perencanaan, konstruksi,


rekonstruksi, ataupun manajemen asset. yang memiliki dimensi panjang,
lebar ,dan tinggi yang direpresentasikan dengan koordinat tiga dimensi (A, B,
C). Pelaksanaan pengambilan data dalam pemetaan tiga dimensi suatu objek
dapat dilakukan dengan berbagai model pemetaan yang identik dengan
peralatan yang digunakan.Pada dasarnya metode-metode tersebut
menghasilkan output suatu data koordinat tiga dimensi dan setiap peralatan
yang digunakan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Ada beberapa hal yang bias kita pelajari dalam menentukan lebar sungai tanpa
melewatinya, diantaranya mengukur jarak, membuat garis tegak siku-siku,
pengukuran lebar sungai, pengukuran lebar sungai dan sebagainya.

III. SKETSA PENGGAMBARAN DI LAPANGAN


IV. ALAT DAN BAHAN
Alat : beberapa jalon dan meteran
Bahan : alat tulis, buku catatan

Meteran / rol meter


Meteran adalah alat yang di gunakan untuk mengukur
jarak.Satuan yang umum digunakan di Indonesia adalah meter
( m ). Meteran dibuat dari baja, fiber maupun plastic .Bahan
baja paling teliti untuk meteran karena angka muainya kecil,
tidak mudah mulur waktu ditarik dan lendutannya kecil.
Meteran terdiri dari bermacam-macam panjang ( 2m, 3m, 5m,
7.5m, 10m, 20m, 30m, 50m, dan 100m )

Jalon
Jalon adalah suatu batang bulat dengan diameter kurang lebih 1 inchi, terbuat
dari aluminium atau besi dan diberi warna merah putih. Panjang jalon
biasanya 1m atau 2m. jalon berfungsi untuk menandai titik-titik tertentu yang
akan diukur jarak atau ketiggiannya.
BAB II
PEMBAHASAN

I. LANGKAH KERJA DAN PROSEDUR PRAKTIK

Mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam praktek


menentukan lebar sungai tanpa melewatinya.
Menentukan lokasi atau tempat yang akan digunakan dalam pengukuran
lebar sungai tanpa melewatinya.
Tancapkan yalon pada titik F dan bidik Ke arah tonggak / batang di
seberang sungainya dan ukur jarak dari titik F ke bibir sungai
buat sudut siku sikupada titik Ddan B , dimana jarak dari masing-
masing segitiga telah ditentukan.
Bidik dari titik B ke C dan kemudian bidik dari Titik D ke E daerah
perptongannya di tancapkanyalon
ukur panjang garis dari F ke B
Setelah itu bisa di hitung lebar sungai dengan persamaan AF =X-DF-BD

II. DATA MENENTUKAN LEBAR SUNGAI TANPA


MELEWATINYA

NO TITIK JARAK (M)


1. D-F 5,25 M
2. B-D 5,78 M
3. B-C 13,54 M
4. D-E 11,98 M
JUMLAH
III. ANALISIS DATA
BAB III

PENUTUP

I .KESIMPULAN

Dari hasil praktik di atas di jelaskan cara menentukan lebar sungai tanpa
melewatinya dengan alat sederhana yaitu dengan 6 buah jalon dan 1 buah pita ukur.
dari praktik yang telah kami lakukan dapat di simpulkan juga bahwa adanya
perbedaan hasil pengukuran jarak memakai pita ukur dan odometer untuk
menghasilkan garis lurus yang sempurna semua jalon harus berada 1 garis lurus.
DAFTAR PUSTAKA

DISTI ULANDARI,2016.menentukanlebarsungaitanpamelewatinya.lahat.
TEKNIK SURVEI PEMETAAN
MENENTUKAN LEBAR SUNGAI TANPA
MELEWATINYA

NAMA : Disti Ulandari

INSTRUKTUR : Wiwi Rahmadani, S.Pd

AKADEMI KOMUNITAS NEGERI LAHAT


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI PERTAMBANGAN BATU BARA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala berkat serta
anugerahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini dengan
baik dan dalam bentuk yang sederhana. Semoga laporan ini dapat dipergunakan
sebagai salah satu acuan petunjuk maupun pedoman bagi pembaca mengenai
MENENTUKAN LEBAR SUNGAI TANPA MELEWATINYA.
Harapan saya semoga laporan ini menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi pembaca, walaupun saya akui masih banyak terdapat kekurangan dalam
penyajian laporan ini.Akhir kata saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan ini. Saya sangat mengharapkan
kritik dan saran yang membangun untuk pembuatan laporan ini, terima kasih.

Lahat, 09 10 -2016

Disti Ulandari