Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa atas segalah berkat serta
anugerahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
dengan baik dan dalam bentuk yang sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca mengenai pengetahuan tambang terbuka dan tambang bawah tanah.

Harapan kami semoga makalah ini menambah pengetahuan dan


wawasan bagi pembaca, walaupun kami akui masih banyak terdapat
kekurangan dalam penyajian makalah ini. Akhir kata kami sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta dalam pembuatan makalah ini.
Kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang ikut serta
dalam presentasi ini, kami ucapkan terima kasih.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................................
DAFTAR ISI ............. ...................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN
1. TUJUAN ........................................................................................................... 3
2. DASAR TEORI ................................................................................................. 3
3. SKETSA PENGGAMBARAN DI LAPANGAN........................................... 3
4. ALAT DAN BAHAN ....................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN
1. LANGKAH KERJA ......................................................................................... 4
2. DATA DAN TABEL DATA ............................................................................. 5
3. ANILISIS DATA............................................................................................... 5
4. PENGGAMBARAN DATA HASIL PENGAMATAN.................................. 6

BAB III PENUTUP


1. KESIMPULAN ................................................................................................. 7

DAFTAR PUSTAKA
BAB 1 PENDAHULUAN
I. TUJUAN
Mempererat tali sillaturahmi antar anggota kelompok
Melatih masing-masing individu dalam kerja tim
Menyelesaikan tugas yang diberikan oleh instruktur
Sebagai bahan pengenalan dan pembelajaran dengan alat dan bahan yang
digunakan dalam praktikum.
Memahami cara membuat garis lurus terhalang bangunan menggunakan
metode siku-siku
Agar mahasiswa dapat memproses data yang diambil dari pengukuran
langsung di lapangan untuk mencari suatu nilai yang belum diketahui.
Agar mahasiswa dapat menggambarkan dan membuat laporan pengukuran
hasil pengukuran.
Menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang teknik survey pemetaan
Mengerti tentang pemahaman pengukuran profil melintang yang telah
dilakukan.
Mendalami ilmu teknik pertambangan batu bara.
untuk melatih kesiapan mental dan fisik mahasiswa dalam melakukan
pengukuran di berbagai medan di lapangan pada saat memasuki dunia kerja
yang sesungguhnya nanti.
Untuk mengembangkan pola pikir mahasiswa dalam menghadapi berbagai
masalah dan mencari solusinya pada saat pengukuran di lapangan.
Untuk mengetahui berapa banyak hal yang perlu dikumpulkan dalam mencari
nilai yang akan di ukur.
Mahasiswa diharapkan dapat menggambarkan hasil pengukuran dengan
skala tertentu.
II. DASAR TEORI

Ilmu ukur tanah adalah bagian dari ilmu geodesi yang mempelajari cara-cara
pengukuran di permukaan bumi untuk menentukan posisi relative atau absolute titik-
titik pada permukaan tanah dalam memenuhi kebutuhan seperti pemetaan dan
penentuan posisi relative suatu daerah.Ilmu ukur tanah adalah bagian rendah dari ilmu
Geodesi, yang merupakan suatu ilmu yang mempelajari ukuran dan bentuk bumi dan
menyajikannya dalam bentuk tertentu. Ilmu Geodesi ini berguna bagi pekerjaan
perencanaan yang membutuhkan data-data koordinat dan ketinggian titik lapangan
Berdasarkan ketelitian pengukurannya, ilmu Geodesi terbagi atas dua macam, yaitu :
Geodetic Surveying, yaitu suatu survey yang memperhitungkan kelengkungan
bumi atau kondisi sebenarnya. Geodetic Surveying ini digunakan dalam pengukuran
daerah yang luas dengan menggunakan bidang hitung yaitu bidang lengkung
(bola/ellipsoid).

Plane Surveying, yaitu suatu survey yang mengabaikan kelengkungan bumi


dan mengasumsikan bumi adalah bidang datar. Plane Surveying ini digunakan untuk
pengukuran daerah yang tidak luas dengan menggunakan bidang hitung yaitu bidang
datar.Pekerjaan mengukur tanah dan pemetaan (Survey dan pemetaan) meliputi
pengambilan/ pemindahan data-data dari lapangan ke peta atau sebaliknya.
untuk membuat garis lurus di lapangan dapat dilakukan dengan berbagai
cara, antara lain :
Menarik garis antara dua titik dengan cara menyisipkan beberapa jalon
sebagai titik titik diantara kedua titik tersebut dengan jarak yang sembarang.
Memperpanjang garis dengan cara menambahkan beberapa jalon pada ujung garis
yang telah dibuat dengan jarak yang sembarang.
Menggiring garis yang dibuat dengan beberapa jalon hingga benar-benar
dapat ditarik garis lurus dari kedua titik yang akan diukur. Dapat disimpulkan pula
bahwa, untuk membuat suatu perpotongan garis dapat dilakukan dengan cara
menempatkan jalon jalon pada titik yang apabila ditarik garis dari dua titik
yang melewati jalon tersebut adalah sejajar. Dan dari dua titik yang lainnya
apabila melewati jalon tersebut sejajar pula. Adapun yang menyukarkan dalam
pembuatan garis lurus di lapangan adalah antara ujung dua titik didapat suatu
bangunan seperti gedung, rumah rumah, atau taman taman, sehingga suatu
titik ujung tidak terlihat dari titik ujung yang lainnya. Pembuatan garis lurus
tersebut dapat dilakukan dengan dua cara Dibuat suatu garis lurus lainnya yang
sejajar dengan garis lurus yang pertama, sehingga jarak dari garis lurus pertama
ke garis lurus yang kedua =P. Dengan demikian harus dibuat sudut antara kedua
ujung garis pertama dan kedua sebesar 90 sehingga jarak kedua ujung titik
tersebut dapat diukur. Membuat suatu titik yang apabila ditarik garis dari kedua
ujung titik akan membentuk bangun segitiga siku siku. Untuk menentukan jarak
antara dua titik dapat dihitung dengan cara : jarak percobaan 1 + jarak percobaan
2 : 2.
III. SKETSA PENGGAMBARAN DI LAPANGAN

1 1

2 2

P T
IV. ALAT DAN BAHAN
Alat : beberapa jalon dan meteran
Bahan : alat tulis, buku catatan

I. Meteran / rol meter


Meteran adalah alat yang di gunakan untuk mengukur jarak. Satuan
yang umum digunakan di Indonesia adalah meter ( m ). Meteran dibuat
dari baja, fiber maupun plastik. Bahan baja paling teliti untuk meteran
karena angka muainya kecil, tidak mudah mulur waktu ditarik dan
lendutannya kecil. Meteran terdiri dari bermacam-macam panjang (
2m, 3m, 5m, 7.5m, 10m, 20m, 30m, 50m, dan 100m )
II. Jalon
Jalon adalah suatu batang bulat dengan diameter kurang lebih 1 inchi, terbuat dari
aluminium atau besi dan diberi warna merah putih. Panjang jalon biasanya 1m atau
2m. jalon berfungsi untuk menandai titik-titik tertentu yang akan diukur jarak atau
ketiggiannya.
BAB II PEMBAHASAN

I. LANGKAH KERJA DAN PROSEDUR PRAKTIK


MEMBUAT GARIS LURUS TERHALANG BANGUNAN
MENGGUNAKAN METODE SIKU-SIKU
LANGKAH KERJA
Mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam praktek membuat garis
lurus terhalang bangunan menggunakan metode siku-siku.
Menentukan lokasi atau tempat yang akan digunakan dalam pengukuran.
Tancapkan tiga buah jalon dilapangan/medan dengan jarak yang berbeda yaitu 2
untuk jalon S dan T. T digunakan sebagai sisi miring pada segitika siku-siku
yaitu titik P.
Kemudian ada orang yang membidik antara setiap jalon yang telah di tancapkan.
Pasang jalon yang ke 4 yaitu sebagai titik ke 1 di dekat titik S.
Pasang jalon yang ke 5 atau sebagai titik ke 2 di dekat titik P.
Selanjutnya hitunglah panjang S_1,S_2 dan panjang S_P.
Untuk mendapatkan berapa panjang ST hitunglah nilai a dan b. B merupakan
titik 1_1 sedangkan A merupakan titik 2_2.
Setelah mendapatkan berapa panjang 1_1 buat segitiga siku-siku di titik jalon ke
1 kemudian ukur berapa panjang S_1 mengunakan pita ukur.
Apabila kita telah dapat hasil dari 2_2 yang di dapat dari nilai a, yaitu membuat
segitiga siku-siku di 2 tarik pita ukur sepanjang nilai a,kemudian hitung
jarak/panjang 2_T.
Selanjutnya hitung S ke 2 setelah dapat hasil tersebut kita dapat menganalisa
berapa panjang 1_2 dengan rumus 1_2=S_2-S_1.
Terakhir menganalisa berapa panjang ST=S_1+1_2+2T.
II. DATA GARIS LURUS TERHALANG BANGUNAN MENGGUNAKAN
METODE SIKU-SIKU

NO TITIK JARAK (m)


1 S-P 13,23 M
2 S-1 3,25 M
3 S-2 8,88 M
4 P-T 12,92 M
5 S-1 4,55 M
6 T-2 6,8 M
JUMLAH
III. ANALISIS DATA

Berdasarkan data yang di peroleh dari hasil pengukuran di dapatkan data yang berbeda antara
membuat garis lurus di antara dua bangunan dan membuat garis lurus terhalang bangunan
Pada percobaan menggunakan jalon , jarak dari jalon A ke B pada garis lurus di antara dua
bangunan adalah 14,84m dan titik P ke Q pada garis lurus terhalang bangunan adalah 17,38m
BAB III PENUTUP

I .KESIMPULAN

Dari hasil praktik di atas di jelaskan cara pembuatan garis lurus dengan alat sederhana yaitu
dengan 6 buah jalon dan 1 buah pita ukur. dari praktik yang telah kami lakukan dapat di
simpulkan juga bahwa adanya perbedaan hasil pengukuran jarak memakai pita ukur dan
odometer untuk menghasilkan garis lurus yang sempurna semua jalon harus berada 1 garis
lurus.

DAFTAR PUSTAKA
ULANDARI, DISTI,2016.Garis lurus di antara bangunan dan garis lurus terhalang
bangunan.lahat.