Anda di halaman 1dari 42

KARYA AKHIR

SISTEM PENGENDALIAN LEVEL MENARA DESTILASI (T-


1) DENGAN MENGGUNAKAN CONTROL VALVE JENIS
AIR-TO-OPEN DI PABRIK MINI PTKI-MEDAN

Oleh:

CIPTA PRATAMA

075203005

PROGRAM DIPLOMA IV

TEKNOLOGI INSTRUMENTASI PABRIK

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTASTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2012

Universitas Sumatera Utara


ABSTRAK

Di pabrik-pabrik medan khususnya di unit destilasi pada menara destilasi (T-

1) berlangsung proses destilasi yaitu pencampuran antara methanol dan air yang

kemudian akan menjadi bagian atau komponen tersendiri.

Air yang masuk didasar menara destilasi untuk jalur produk bawah akan

dikendalikan tinggi permukaan feed tersebut (level) sampai batas yang diinginkan

(set point) dimana pengendali level pada dasar menara destilasi dilakukan

dilapangan dengan control valve jenis air-to-open.

Dalam melakukan pengendalian tersebut perlu dijaga level agar dalam

keadaan konstan atau sesuai dengan set pointnya untuk mendapatkan proses yang

baik dan lancar, maka perlu dilakukan sistem kerja pengukuran yang teliti dimana

sistem kerjanya harus tetap diperhatikan.

Pada Karya Akhir ini akan dibahas tentang pengendalian level pada menara

Destilasi. Jila keadaan variable operasi yang ingin dikendalikan melampaui batas

yang ditetapkan (> 60 % ) atau berkurang dari batas yang ditetapkan (< 60 %),

maka peralatan aksi kendali langsung mengadakan pengendalian yaitu Control

Valve air-to-open akan menutup bila level (LCRS-1) < 60 %. Dan katup Control

valve air-to-open akan membuka apabila level (LCRS-1) > 60 %. Aksi ini juga

dikenal dengan nama On Off Controlled System.

Universitas Sumatera Utara


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat atas kehadiran ALLAH SWT

karena atas berkat, kasih dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan

karya akhir ini dengan judul :

SISTEM PENGENDALIAN LEVEL DI MENARA DESTILASI (T-

1) DENGAN MENGGUNAKAN CONTROL VALVE JENIS AIR-TO-OPEN

DI PABRIK MINI PTKI-MEDAN

Adapun penyusunan karya akhir ini diajukan sebagai salah satu syarat

dalam menyelesaikan program Diploma IV Teknologi Instrumentasi Pabrik di

Universitas Sumatera Utara.

Dalam penyusunan karya akhir ini penulis banyak mengalami kesulitan,

akan tetapi atas berkat bimbingan dari berbagai pihak maka pada kesempatan ini

penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MSME. selaku Dekan Fakultas Teknik

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Ir. Surya Tarmizi Kasim, M.Si selaku Ketua Program Studi

Teknologi Instrumentasi Pabrik.

3. Bapak Rahmat Fauzi ST, MT. selaku Sekretaris Program Studi Teknologi

Instrumentasi Pabrik.

4. Bapak Drs. Hasdari Helmi, MT selaku Kordinator Program Studi

Teknologi Instrumentasi Pabrik.

Universitas Sumatera Utara


5. Bapak Ali Hanafian Rambe ST.MT selaku Dosen Pembimbing penulis

yang telah banyak memberikan masukan dan bimbingan dalam penulisan

Karya Akhir ini.

6. Bapak Ir. Satria Ginting, selaku Dosen wali.

7. Ayahanda Taufik dan Ibunda Ade Fitriani, dan kakak kakakku,serta

abang ku yang kucintai dan kusayangi atas dukungan moral dan material

serta doa restunya kepada penulis.

8. Seluruh teman teman jurusan instrumentasi pabrik angkatan 2007 dan

kakak, abang senior angkatan 2004 - 2006 yang telah memberikan

dukungan dan doa nya kepada penulis sehingga penulis dapat

menyelesaikan karya akhir ini.

Penulis menyadari bahwa Karya Akhir ini masih belum sempurna dan masih

banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan dikarenakan keterbatasan

pengetahuan penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran serta kritikan

yang konstruktif dan edukatif guna penyempurnaan Karya Akhir ini. Semoga

Karya Akhir ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada

umumnya.

Medan, Januari 2012

Penulis

Cipta Pratama

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

ABSTRAK .............................................................................................................. i

KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii

DAFTAR ISI ........................................................................................................ iv

DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... vii

DAFTAR TABEL ............................................................................................. viii

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang ................................................................................1

I.2. Tujuan dan manfaat Penulisan ........................................................2

I.3. Rumusan Masalah ...........................................................................3

I.4. Batasan Masalah ..............................................................................3

I.5. Metode Penulisan .............................................................................3

I.6 Sistematika Penulisan ......................................................................4

Universitas Sumatera Utara


BAB II LANDASAN TEORI

II.1. Destilasi ............................................................................................6

II.2. Perinsip Kerja Destilasi ....................................................................7

II.3 Condensor .........................................................................................8

II.4 Pengertian Alat Ukur ........................................................................8

II.5 Pendeteksi .......................................................................................14

II.6 Penyampaian Sinyal .......................................................................15

BAB III PERMASALAHAN CARA KERJA CONTROL VALVE

JENIS AIR-TO-OPEN

III.1 Control Valve Jenis Air To Open ...................................................16

III.2 Metode Pengukuran Level ..............................................................16

III.3 Metode Langsung ...........................................................................16

III.4 Katup Kendali.................................................................................17

III.5 Jenis-jenis Rangkaian Kendali .......................................................21

III.6 Sistem Transmisi ............................................................................23

III.7 Operasi Kontrol Akhir ....................................................................24

III.8 Konversi Sinyal ..............................................................................26

Universitas Sumatera Utara


III.9 Aktuator ..........................................................................................27

III.9 Elemen Kontrol ..............................................................................27

BAB IV SISTEM PENGENDALIAN LEVEL DIMENARA


DESTILASI (T-1) DENGAN MENGGUNAKAN CONTROL VALVE JENIS

AIR-TO-OPEN

IV.1 Hasil Kerja Prakter Atau Riset .......................................................28

IV.1.1 Konstruksi Control Valve Serta Elemen Control Valve....28

IV.1.2 Data Teknis Control Valve.............................................................30

IV.1.3 Data Operasi Control Valve...........................................................30

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan....................................................................................31

V.2 Saran..............................................................................................32

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................33

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Proses Destilasi................7

Gambar 2 : Metode Dilihat Langsung................................................9

Gambar 2 : Metode Mekanik..10

Gambar 3 : Gelas Penduga Ujung Terbuka11

Gambar 4 : Penggerakan Aksi Lurus Terbalik...18

Gambar 5 : Global Valve...................................................................19

Gambar 6 : Ball Valve.......................................................................20

Gambar 7 : Butterfly Valve................................................................21

Gambar 8 : Open Loop Controller.21

Gambar9 : Closed Loop Controller...22

Gambar 10 : Rangkaian Kerja Transmitter...24

Gambar 11 : Elemen Operasi Control Alkhir...25

Gambar 12 : Konstruksi Control Valve Serta Elemen Control Valve

Yang Terpasang Terpasang Di Pabrik Mini28

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR TABEL

Gambar 4.1 Data Operasi Control Valve............30

Universitas Sumatera Utara


ABSTRAK

Di pabrik-pabrik medan khususnya di unit destilasi pada menara destilasi (T-

1) berlangsung proses destilasi yaitu pencampuran antara methanol dan air yang

kemudian akan menjadi bagian atau komponen tersendiri.

Air yang masuk didasar menara destilasi untuk jalur produk bawah akan

dikendalikan tinggi permukaan feed tersebut (level) sampai batas yang diinginkan

(set point) dimana pengendali level pada dasar menara destilasi dilakukan

dilapangan dengan control valve jenis air-to-open.

Dalam melakukan pengendalian tersebut perlu dijaga level agar dalam

keadaan konstan atau sesuai dengan set pointnya untuk mendapatkan proses yang

baik dan lancar, maka perlu dilakukan sistem kerja pengukuran yang teliti dimana

sistem kerjanya harus tetap diperhatikan.

Pada Karya Akhir ini akan dibahas tentang pengendalian level pada menara

Destilasi. Jila keadaan variable operasi yang ingin dikendalikan melampaui batas

yang ditetapkan (> 60 % ) atau berkurang dari batas yang ditetapkan (< 60 %),

maka peralatan aksi kendali langsung mengadakan pengendalian yaitu Control

Valve air-to-open akan menutup bila level (LCRS-1) < 60 %. Dan katup Control

valve air-to-open akan membuka apabila level (LCRS-1) > 60 %. Aksi ini juga

dikenal dengan nama On Off Controlled System.

Universitas Sumatera Utara


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Sesuai dengan perkembangan industri yang pesat, maka peranan instrumen

juga berkembang pesat. Hal ini disebabkan karena kebutuhan akan peralatan

pengukuran dan pengendalian variable fisika dalam berbagai penerapan yang

terus berkembang pesat. Untuk itu diperlukan instrumen yang bekerja secara

otomatis dalam melaksanakan pengontrolan secara terus menerus dalam

suatu proses indrustri agar dihasilkan produksi yang baik.

Didalam pengendalian proses sesuai dengan yang diharapkan maka

diperlukan piranti instrument yang bekerja secara baik dan tepat penunjukannya.

Seperti halnya untuk mengendalikan tinggi permukaan cairan (level) diperlukan

sekali ketelitian pengukuran dan kecepatan menerima respon dari alat instrument

tadi, karena akan mempengaruhi produk yang diolah pada peralatan pengolah.

Tujuan dari pengukuran level pada proses industri yaitu :

1. Mencegah kerusakan pada peralatan.

2. Mendapatkan mutu produksi yang sesuai dengan keinginan.

3. Pengontrolan jalannya proses dan mempertahankan proses kerja.

Di unit destilasi Pabrik Mini PTKI Medan khususnya yang berada

pada menara destilasi (T-1) berlangsung proses destilasi campuran antara

Universitas Sumatera Utara


methanol dan air, yang akan kemudian menjadi bagian atau kompenen

tersendiri (methanol saja dan air saja).

Campuran methanol dan air dimasukan ke menara destilasi (T-1)

yang kemudian menjadi feed produk bawah, Kemudian dilakukan proses

pemanasan sehingga campuran tersebut terpisah menjadi methanol saja dan

air saja. Dalam proses pemisahan atau destilasi ini diperlukan pengendalian

variable operasi pada menara destilasi, dengan control valve senis air-to-

open agar proses ini dapat berlangsung dengan baik dan sesuai dengan

yang diinginkan.

Pengendalian variable operasi pada menara destilasi tersebut, berupa

pengendalian level cairan methanol dan air agar tidak terjadi overload

(luapan cairan). Dalam hal ini tinggi permukaan (level) cairan methanol dan

air dikendalikan oleh sebuah instrumen control valve jenis air-to-open. Pada

karya akhir ; penulis akan membahas tentang pengendalian level dan

control valve jenis air-to-open dengan judul :

SISTEM PENGENDALIAN LEVEL DI MENARA DESTILASI (T-1)

DENGAN MENGGUNAKAN CONTROL VALVE JENIS

AIR-TO-OPEN DI PABRIK MINI PTKI-MEDAN

1.2 Tujuan dan manfaat penulisan

Adapun tujuan dan manfaat dan manfaat penulisan karya akhir ini

adalah:

a. Untuk mengetahui proses kerja control valve jenis air-to-open

Universitas Sumatera Utara


b. Untuk mengetahui proses kerja system pengendalian level menara Destilasi

(T-1)

1.3 Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah dari karya akhir ini adalah :

1. Bagaimana prinsip dasar system pengendalian level.

2. Bagaimana proses kerja control valve jenis air-to-open.

3. Apa keuntungan dan manfaat dari control valve jenis air-to-open.

1.4 Batasan masalah

Agar pembahasan tidak terlalu meluas maka penulis membatasi ruang

lingkup karya akhir sebagai berikut :

1. Sistem kendali Control valve jenis Air-To-Open yang digunakan pada

menara Destilasi di pabrik mini PTKI-Medan

2. Tidak membahas jenis kendali level yang lain.

3. Tidak membahas proses pemisahan cairan methanol dan air secara

detail.

1.5 Metode penulisan

Metode Penulisa yang dipergunakan dalam penulisan karya akhir ini

antara lain sebagai berikut :

1. Dengan mempelajari teori dan pengamatan langsung di lapangan dengan

melakukan tinjauan langsung ke pabrik mini PTKI Medan serta

melakukan diskusi dengan pembimbing dilapangan.

Universitas Sumatera Utara


2. Melakukan diskusi dengan dosen pembimbing

3. Dengan mencari buku-buku referensi dari beberapa pustaka dengan

mengambil artikel-artikel dari website yang dapat menunjang

penyusunan karya akhir.

1.6 Sistematika Penulisan

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang latar belakang

rumusan masalah tujuan dan manfaat penulisan,

batasan masalah, metode penulisan dan sistematika

penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Bab ini memberikan penjelasan mengenai teori-teori

dasar yang diperlukan dalam karya akhir.

Diantaranya menjelaskan mengenai metode

pengukuran level, alat-alat yang digunakan, jenis

rangkaian kendali secara umum.

Universitas Sumatera Utara


BAB III : PERMASALAH CARA KERJA CONTROL VALVE

JENIS AIR-TO-OPEN

Bab ini membahas tentang cara kerja control valve jenis

air-to-open dan alat- alat yang digunakan dalam proses

pengerjaannya.

BAB IV : SISTEM PENGENDALIAN LEVEL DI MENARA

DESTILASI (T-1) DENGAN MENGUNAKAN CONTROL

VALVE JENIS AIR-TO-OPEN DI PABRIK MINI PTKI-

MEDAN

Bab ini membahas tentang aplikasi control valve jenis Air-To-

Open pada system level menara Destilasi di pabrik PTKI-

Medan.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran yang dapat di

ambil penulis dari pengantar dilapangan dan pada waktu penulisan

karya akhir.

Universitas Sumatera Utara


BAB II

LANDASAN TEORI

II.1 Destilasi

Prinsip pada destilasi biasa adalah pemisahan dua zat atau lebih yang

mempunyai perbedaan titik didih. Jika zat-zat yang dipisahkan mempunyai

perbedaan titik didih yang jauh berbeda, dapat digunakan metode isolasi biasa. Zat

yang memiliki titik didih rendah akan cepat terdestilasi daripada zat yang bertitik

didih tinggi. Uap zat yang bersifat volatil dan memiliki titik didih yang rendah

akan masuk ke dalam pipa pada kondensator (terjadi proses pendinginan)

sehingga akan turun berupa tetesan-tetesan yang turun ke dalam penampung atau

disebut juga destilat. Dalam hal ini alkohol yakni etanol dan methanol yang

masing-masingnya dicampur dengan air, akan terdestilasi dahulu.

Prinsip pemisahan campuran yang melewati dua fase, yakni gas menjadi

fase cair dinamakan dengan proses destilasi. Perbedaan titik didih dan tekanan uap

membuat kedua campuran ini berpisah. Semakin tinggi tekanan uap maka titik

didih cairan tersebut semakin tinggi. Penguapan dipengaruhi oleh titik cairan

tersebut. Cairan yang memiliki titik didih teredah, maka lebih cepat untuk

mendidih.

Universitas Sumatera Utara


II.2 Prinsip Kerja Destilasi

Campuran metanol dan air dicampurkan dalam labu destilasi, lalu

didesstilasikan dengan memanaskan campuran tersebut dengan hot plate. Uap

yang dihasilkan adalah uap hasil dari zat yang bertitik didih rendah, dalam hal ini

adalah methanol dan etanol pada kedua percobaan..

Uap tersebut nantinya akan diembunkan dengan bantuan kondensor yang

berfungsi sebagai pendingi uap. Cairan tersebut nantinya akan menetes ke dalam

labu elenmeyer.

Gambar 2.1 Proses Destilasi

Universitas Sumatera Utara


II.3 Condensor

Condensor adalah suatu alat yang digunakan untuk mengkondensasi uap

keluaran dari hasil destilasi yang nantinya akan diembunkan dengan bantuan

kondensor yang berfungsi sebagai pendingi uap.

II.4 Pengertian Alat Ukur Level

Alat ukur level adalah alat-alat instrumentasi yang dipergunakan untuk

mengukur dan menunjukkan tinggi permukaan air. Dimana alat ukur ini

memiliki beberapa tujuan yaitu :

1. Mencegah kerusakan dan kerugian akibat air terbuang

2. Pengontrolan jalannya proses

3. Mendapatkan spesifikasi yang diinginkan

Metode yang dilakukan untuk pengukuran level yang sering dilakukan pada

industri maupun pabrik adalah:

a. Metode Langsung

Pengukuran level secara visual atau secara langsung dapat dilihat dengan

bantuan alat ukur instrument,maka dapatlah diketahui level serta volume dari

media yang di ukur.

Universitas Sumatera Utara


Tinggi permukaan cairan dapat dilihat langsung dan diduga kedalamannya dan

ditunjukkan dalam suatu pengukuran panjang (meter).

TINGGI CAIRAN

DILIHAT
LANGSUNG
m

Gambar 2.1 Metode Dilihat Langsung

a. Metode Mekanik

Metode ini pada prinsipnya memanfaatkan gaya yang dihasilkan oleh

penggerak fluida (cairan),kemudian penggerak ini akan dirubah kepada bentuk

penggerak mekanik.Penggerak mekanik ini kemudian dikalibrasi kepada bentuk

angka-angka.

Universitas Sumatera Utara


TINGGICAIRAN

GERAK MEKANIK

KALIBRASI

Gambar 2.2 Metode Mekanik

c. Level (Pengukur Permukaan)

Untuk variabel operasi yang menyangkut dengan level dapat dipergunakan

yaitu:

1. Alat ukur menurut metoda pengukuran langsung :

a.Gelas penduga (level glass)

b.Pemberat (box and tape)

2. Alat untuk mengukur metode mekanik :

a.Menurut gaya apung (buoyant) yaitu displacer (penggeser)

b.Menurut gaya tekan (tekanan)

1.a.Gelas Penduga

Gelas penduga dapat menunjukan tinggi permukaan cairan daam suatu

bejana secara langsung.Gelas penduga hanya digunakan pada peralatan berlainan

Universitas Sumatera Utara


jenis dan ini tergantung pada temperatur dan tekanan yang terjadi pada waktu

peralatan beroperasi.

Gelas penduga (level glass) terdiri atas dua jenis yaitu:

1. Gelas penduga dengan ujung terbuka

2. Gelas penduga dengan ujung tertutup

1.Gelas penduga ujung terbuka

Gelas penduga ujung terbuka pemasangannya sangat sederhana.Pada bejana

disediakan suatu pipa pengambilan, dimana gelas penduga ditempatkan. Agar

sambungan jangan sampai bocor harus disediakan seal (packing), klem juga di

gunakan agar gelas penduga tetap pada posisinya. Gelas penduga ujung terbuka

tinggi level yang diukur pada drum/bejana akan sama dengan yang ditunjukkan

pada gelas penduga, karena merupakan dua bejana yang saling berhubungan.

Gelas penduga ujung terbuka dapat dilihat pada gambar 2.3 Di bawah ini.

Gambar 2.3 Gelas Penduga Ujung Terbuka

Universitas Sumatera Utara


2. Gelas penduga ujung tertutup

Gelas penduga ujung tertutup digunakan untuk bejana tekanan tinggi.

Kedua ujung gelas penduga dihubungkan dengan bejana, ujung bagian bawah

tersambung dengan bagian bejana berisi cairan,sedangkan ujung bagian atas

tersambung dengan bagian bejana berisi uap (kosong).

1.b Pemberat dan Pita

Pengukuran level ini begitu sederhana dimana dapat dipergunakan untuk

mengukur cairan maupun yang lainnya dengan mempergunakan pita pemberat

yang terbuat dari baja. Baja tersebut dicelupkan kedalam cairan. Maka level

dapat dibaca secara langsung. Kekurangan dari pengukuran dengan pita

pemberat ini tidak dapat digunakan industri proses dan disarankan tidak

dipergunakan untuk tangki yang bertekanan.

2.a Alat ukur dengan penggeser

Dalam suatu kamar terapung (floating chamber) ada semacam pelampung

(float) yang dinamakan displacer. Displacer ini mempunyai sifat-sifat dimana

berat jenis lebih besar dari pada cairan. Displacer tersebut ditahan oleh suatu

torque arm dan di seimbangkan dengan per (torque tube)

Pada suatu permukaan cairan meningkat gaya apung akan meningkat

(bekerja) pada displacer dan displacer akan naik keatas. Gerakan yang sedikit dari

displacer ini dipindahkan melalui torque arm kedalam gerakan putar dari tube rod.

Gerakan putar ini selanjutnya diperbesar oleh sistem hubung sektor dan pinion

gears, dan menggerakkan pointer sehingga menunjukkan permukaan cairan..

Universitas Sumatera Utara


Disebut adalah karena pada prinsipnya nilai gerak apung yang dihasilkan

oleh displacer didesain untuk menggantikan (displacement) nilai volume cairan

yang menghasilakan gerak apung tersebut. Penunjuk yang melekat pada kawat

atau pita, bila permukaan cairan naik, jarum penunjuk akan turun.

2.b Alat ukur dengan sistem gelombang

Alat ukur tinggi permukaan dengan system gelombang dipergunakan pada

tangki-tangki air, tidak bertekanan (tekanan statis) semakin tinggi permukaan

cairan yang diukur semakin besar tekanan udara yang dibutuhkan untuk dapat

mengatasi tekanan statis yang diberikan cairan. Sistem gelombang memerlukan

satuan udara bertekanan yang kontinyu. Biasanya tekanan udara ini dimasukkan

maksimal 50 psi. Udara ini dimasukkan dibawah tabung yang terbenam (tegak)

pada cairan yang akan diukur.

2.c Alat ukur dengan menggunakan beda tekanan

Alat ukur beda tekanan ini sama halnya dengan penggeser (displacer)

maka diafragma dan penghembus selalu dihubungkan dengan transmitter, baik

pneumatic atau listrik. Apabila ada kemungkinan uap fasa dalam bejana tersebut

terembunkan, digunakan suatu tipe alat pengukur yang dilengkapi dengan suatu

sealpot.

Dalam hal ini, sistem tersebut bekerja dimana perbedaan tekanan antara

fasa uap dan bagian terendah daricairan diukur oleh differential pressure

transmitter dan selanjutnya differensial tersebut memindagkan perbedaan tekanan

Universitas Sumatera Utara


yang diukur kedalam signal pneumatic atau signal listrik. Dan memancarkan ke

controller dan lain sebagainya didalam ruang kendali.

II.4 Pendeteksi

Detektor adalah suatu alat yang berfungsi mendeteksi (merasakan)

perubahan-perubahan harga besaran (variable) yang diukur. Salah satu bagian dari

detector adalah meter body. Meter body digunakan dalam pabrik sebagai detector

mengubah sinyal. Yang penting dan harus diperhatikan pada peralatan instrument

pada kelompok pendeteksi adalah elemen peralatan pendeteksi yang memberikan

hasil pendeteksi (keluar/output).

Hasil deteksi dari peralatan pendeteksi dapat berupa getaran baik sebagai

energy mekanis dalam bentuk tekanan maupun energy panas yang dikaitkan

dengan energy listrik.

Kelompok pendeteksi dapat berbentuk sebagai berikut :

a. Untuk Variabel operasi yang di instrumen adalah flow :

1. Orifice

2. Area type flow meter

3. Nozle

4. Tabung Pitot

5. Venturi meter

b. Untuk variabel operasi yang di instrument adalah temperature :

1. Termocouple

2. Bimetal termometer

3. Pirometer

Universitas Sumatera Utara


c. Untuk variabel operasi yang di instrument adalah level :

1. Pelampung (float)

2. Perpipaan dengan prinsip bejana berhubungan

3. Perpipaan dengan prinsip bejana tekanan hidrostatis

II.5 Penyampaian Sinyal

Peralatan penyampaian sinyal ini sering dikenal dengan nama peralatan

pengirim sinyal yang berfungsi untuk menyampaikan keluaran yang dihasilakan

oleh pendeteksi terhadap peralatan pengubah atau pengkonversi

Pada keterpasangannya bila sinyal yang disampaikan berupa pneumatic

maka peralatannya dikenal dengan nama transmitter, sedangkan bila sinyal yang

disampaikan dalam pneumatic yang berpadu dengan sinyal elektrik maka

peralatan sering dikenal dengan transducer.

Pada dasarnya transmitter adalah berfungsi untuk menyampaikan sinyal

proses menjadi sinyal pneumatic serta mengirimkan pneumatic itu kea lat

penerima seperti pencatat, pengatur dan penunjuk. Karna variabel proses disini

adalah level maka transmitter yang mengirim sinyal proses disebut level

transmitter.

Universitas Sumatera Utara


BAB III

PERMASALAHAN CARA KERJA CONTROL VALVE JENIS

AIR-TO-OPEN

III.1 Control Valve Jenis Air To Open

Jenis Air To Open bekerja apabila control valve mendapatkan sinyal maka

katup control akan membuka. Jenis Air To Open ini adalah Proses ketika

pneumatic actuator dan control valve terbuka jika disuplay udara bertekanan (air

compressor)

III.2 Metode Pengukuran Level

Tujuan pengukuran tinggi permukaan cairan adalah:

1. Mencegah kerusakan equipment dan kerugian akibat cairan terbuang

2. Pengontrolan jalannya proses

3. Mendapatkan spesifikasi yang diinginkan

Metode yang dilakukan untuk pengukuran level yang sering dilakukan

pada industri maupun pabrik adalah:

III.3 Metode Langsung

Pengukuran level secara visual atau secara langsung dapat dilihat dengan

bantuan alat ukur instrument,maka dapatlah diketahui level serta volume dari

media yang di ukur.

Tinggi permukaan cairan dapat dilihat langsung dan diduga kedalamannya dan

ditunjukkan dalam suatu pengukuran panjang (meter).

Universitas Sumatera Utara


III.4 Katup Kendali (Control Valve)

Katup kendali dapat dipakai untuk mengukur aliran fluida agar

menghasilkan kondisi operasi tertentu.Katup kendali ini pada umumnya terdiri

atas dua macam yaitu:

a.Penggerak (actuator)

b.Perakitan badan kerangan (valve body)

Sedangkan berdasarkan atas aksi pergerakannya dibagi atas 2 macam yaitu :

a.Pergerakan Air-To-Open

Katup kendali ini akan membuka apabila diberikan aksi udara,dimana \

sinyal udara masuk bertambah maka bukaan katup akan bertambah.

b.Pergerakan Air-To-Close

katup pengendali akan semakin menutup apabila sinyal masuk

bertambah.

Actuator berfungsi menggerakkan control valve agar terbuka atau

tertutup dan selalu berada pada posisi yang dikehendaki controller.

1. Pneumatik Actuator

Pneumatik Actuator menguunakan kendali tekanan udara untuk

memposisikan stem dari katup kendali.

2. Body/Inner

Body/Inner atau style merupakan istilah untuk menyatakan bentuk dari

pada plug valve

Universitas Sumatera Utara


Gambar 3.1 Penggerakan Aksi Lurus Terbalik

- Gaya yang dihasilkan (diafragma) kemudian dilawan oleh pegas penggerak,

pegas ini mempunyai nilai penekanan awal tertentu yang kemudian dapat

diatur melalui penyetelan pegas.

- Gerakan tersebut akan memposisikan stem dan plug naik dan turun atau

berputar. Sehingga aliran proses dapat masuk sesuai dengan besarnya hasil

keseimbangan kedua gaya tersebut.

- Sewaktu tekanan sinyal pneumatic hilang, pegas penggerak akan

mengembalikan diafragma keposisi semula, sebelum tekanan pneumatic

masuk ke rumah diafragma.

Universitas Sumatera Utara


Adapun katub kendali yang digunakan pada umumnya adalah :

1. Globe Valve

2. Ball Valve

3. Exentric Disc Valve

4. Butrply Valve

5. Sounder Valve

6. Microwflow Valve (hampir sama dengan Gate Valve)

1. Global Vlave

Digunakan biasanya untuk mengatur banyaknya aliran fluida

Gambar 3.2 Globe Valve

Universitas Sumatera Utara


2.Ball Valve

Bentuk penyekatnya berbentuk bola yang mempunyai lubang menerobos

ditengahnya.

Gambar 3.3 Ball Valve

3.Butterfly Valve

Bentuk penyekatnya adalah piringan yang mempunyai sumbu putar di

tengahnya.Menurut disainnya, dapat dibagi menjadi concentric dan eccentric.

Eccentric memilikidisain yang lebih sulit tetapi memiliki fungsi yang lebih

baik dari concentric. Bentuknyayang sederhana membuat lebih ringan

dibandingkan valve lainnya.

Universitas Sumatera Utara


Gambar 3.4 Butterfly Volve

III.5 Jenis-Jenis Rangkaian Kendali

Rangkaian kendali yang terdapat pada suatu pabrik dikenal dalam dua

bentuk rangkaian kendali, yaitu :

a. Rangkaian kendali terbuka (Open Loop Controller)

Yaitu suatu rangkaian kendali dimana sinyal keluar dari controller tidak

dikembangkan lagi ke controller sebagai factor pengimbang.

Input Output
SISTEM

Gambar 3.2 Open Loop Controller

Universitas Sumatera Utara


b. Rangkaian kendali tertutup (Closed Loop Controller)

Yaitu suatu rangkaian kendali dimana sinyal yang keluar (output) dari

controller dikembalikan lagi ke controller sebagai factor pengimbang.

Input Sistem Output

Gambar 3.3 Closed Loop Controller

Ada dua kelemahan dari closed loop controller ini yaitu :

1. Sistem controller tidak dapat mengambil aksi perbaikan terhadap suatu

penyimpangan proses sebelum sistem kontrol ini menyebabkan variabel yang

dikontrolnya menyimpang set pointnya. Jadi hanya setelah ada

penyimpangan pada proses barulah sistem controller ini mengambil aksi

perbaikan.

2. Karena aksi perbaikan datang setelah penyimpangan pada proses maka

terdapat keterlambatan pengontrolan pada rangkaian.

Bentuk daripada rangkaian kendali erat hubungannya dengan sistem kendali

instrumentasi pabrik pada rangkaian kendali terbuka biasanya hanya terdapat

sistem kendali satu arah.

Dimana sistem kemdali satu arah adalah aksi kendali yang disusun oleh

peralatan keterpasangan instrument pabrik yang hanya diperuntukan guna

melakukan kerja penghentian dari pada variabel operasi (level) yang dapat

Universitas Sumatera Utara


menimbulkan keadaan yang tidak terkendali. Pada sistem kendali ini bila keadaan

atau harga dari variabel operasi yang ingin di kendalikan melampaui batas yang

ditetapkan. Maka peralatan kendali mengadakan pengendalian.

III.6 Sistem transmisi

Sistem transimisi merupakan suatu jalur pengiriman sinyal dari alat-alat

sensor ke controller dan dari controller ke pengatur akhir.

Dalam dinia intrumentasi atau industry ada dua jenis transmisi yang

dipergunakan yaitu :

a. Sistem transmisi pneumatik

Pada sistem ini sinyal proses yaitu perubahan-perubahan pada variabel

proses harus diubah kedalam sinyal pneumatic melalui udara instrument

bertekanan antara 3 sampai 15 psi. Untuk itu diperlukan suatu alat

pengubah yang menjadi satu dengan alat pengirim dari sinyal pneumatic

itu sendiri. Alat pengubah dan pengirim sinyal pneumatic itu disebut

transmitter.

Universitas Sumatera Utara


Variabel Proses

Transmitter
Detector
Pneumatic

Penerima
Pencatat
Pengatur
Penunjuk

Gambar 3.4 Rangkaian Kerja Transmitter

b. Sistem transmisi elektrik

Pada sistem ini sama seperti transmisi pneumatic, tetapi hanya

bedanya pada sinyal proses yaitu perubahan-perubahan pada variabel

proses harus diubah keadalam sinyal electric antara 4- 20 mA.

III.7 Operasi Kontrol Akhir

Operasi Elemen kontrol akhir melibatkan langkah-langkah yang

diperlukan untuk mengkonversi sinyal kontrol (yang dihasilkan oleh suatu

Universitas Sumatera Utara


kontroler proses) kedalam tindakan proporsional pada proses itu sendiri. Jadi,

untuk menggunakan suatu sinyal kontrol tertentu 4-20 mA untuk mengubah suatu

laju alir besar 10.0 m3/min sampai 50.0 m3/min, tentu memerlukan beberapa

operasi perantara (intermediate).

Operasi Intermediate yang spesifik sangat tergantung pada disain kontrol

proses, tetapi penyamarataan tertentu dapat dibuat mengenai langkah-langkah

yang membawa sinyal kontrol kepada elemen kontrol akhir. Untuk suatu aplikasi

control proses tertentu, konversi suatu sinyal process-controller kepada suatu

fungsi control dapat diwakili oleh langkah-langkah yang ditunjukkan Gambar 7.1.

Sinyal Masukan boleh dapat berupa macam-macam bentuk, mencakup suatu arus

listrik, sinyal digital, atau tekanan pnematik.

Signal Actuator
Control signal
conversion

Final control
element

Proses

Gambar 3.5 Elemen operasi control akhir

Universitas Sumatera Utara


III.7 Konversi sinyal

Langkah ini mengacu pada modifikasi yang harus dibuat pada sinyal

kontrol untuk terhubung dengan baik dengan langkah kontrol berikutnya, yaitu

aktuator. Sehngga, jika suatu elemen kontrol valve dioperasikan oleh suatu

aktuator motor listrik, maka sinyal kontrol 4-20 mA dc harus dimadifikasi untuk

mengoperasikan motor itu. Jika suatu motor dc digunakan, modifikasi boleh jadi

adalah konversi arus ke tegangan dan penguatan.

Adapun peralatan pengubah berfungsi untuk mengubah energi berupa

tekanan agar besaran yang disampainkan pada pengkonversian dapat diterima

dengan baik. Pengubah sinyal diperuntukan guna mencapai harga yang sesuai

antara hasil pendeteksi dengan kemampuan pengkonversian dimana terhadap

sinyal tersebut dilakukan perubahan yang dapat berbentuk penurunan ataupun

peningkatan.

Maksud dari pada adanya pengubahan terhadap sinyal-sinyal adalah untuk

memperoleh kerja pengkonversian yang lebih teliti. Peraltan pengubah sinyal ini

sering dikenal dengan transducer.

Pada pengkonversi bagi variabel operasi harus dibatasi pada peralatan

pengolah yang perlu di kendalikan sering dilengkapi dengan monitor switch, juga

pada pengkonversian ini dipasang elemen pengendali yang berfungsi menetapkan

sistem kendali yang berlaku pada suatu rangkaian kendali dan mengetahui harga

variabel operasi yang terdeteksi.

Universitas Sumatera Utara


III.8 Aktuator

Hasil konversi sinyal menyediakan suatu sinyal yang dikonversi atau

diperkuat yang dirancang untuk beroperasi/menggerakkan suatu mekanisme

untuk merubah suatu variabel kontrol di dalam proses itu. Efek langsung pada

umumnya diterapkan oleh sesuatu dalam proses, seperti suatu valve atau heater

yang harus dioperasikan oleh beberapa alat. Aktuator

Jadi, jika suatu valve dioperasikan, maka aktuator adalah suatu alat yang

mengkonversi sinyal kontrol ke dalam tindakan fisik membuka atau menutup

valve.

III. 9 Elemen Kontrol

Pada akhirnya kita mendapatkan elemen kontrol akhir sendiri. Alat ini

mempunyai pengaruh langsung pada variabel dinamis proses dan dirancang

sebagai suatu bagian integral dari proses itu sendiri. Jadi, jika aliran dikontrol,

maka elemen kontrol, suatu valve, harus dibangun secara langsung pada sistem

aliran.

Dengan cara yang sama, jika temperatur dikontrol, maka beberapa

mekanisme atau elemen kontrol yang mempunyai suatu pengaruh langsung pada

temperatur harus dilibatkan pada proses itu. Ini bisa jadilah kombinasi suatu

heater/cooler yang secara elektris digerakkan oleh rele atau suatu valve pnematik

untuk mengendalikan influks reaktan.

Universitas Sumatera Utara


BAB IV

SISTEM PENGENDALIAN LEVEL DIMENARA DESTILASI


(T-1) DENGAN MENGGUNAKAN CONTROL VALVE JENIS

AIR-TO-OPEN

IV.1 Hasil Kerja Praktek (Riset)

Dari hasil kerja prakter atau riset yang telah dilakuakn maka diperoleh
data atau aplikasi yaitu sebagai berikut :

IV.1.1 Konstruksi control valve serta elemen control valve

Gambar 4.1 Konstruksi control valve serta elemen control valve yang
terpasang di pabrik mini

Universitas Sumatera Utara


Keterangan gambar diatas adalah sebagai berikut :

1. Drain Plug
2. Body Valve
3. Valve Plug
4. Seat Ring
5. Pin
6. Gasket
7. Guide bush
8. Nut
9. Packing Ring
10. Plug
11. V-Packing Spring
12. Bonnet
13. Packing Retainer
14. York Nut
15. V-packing
16. Stem
17. Packing Follower
18. Packing Retainer
19. Nut
20. Stud Bold
21. Yoke
22. Sten connector
23. Scale Plate
24. Travel Indicator
25. Pointer Locknut
26. Pointer
27. Guide Bushing
28. Guide
29. Spring Adjustor
30. Spring Retainer
31. Spring
32. Actuator Stem
33. Lift Adjustor
34. Bold
35. Diapragm Cast Lower
36. Nut
37. Bold
38. Diapragm
39. Air Connection
40. Stopper

Universitas Sumatera Utara


41. Diapragm Case upper
42. Diapragm Pate
43. Slotted Nut
44. Spit Pin

IV.1.2 Data Teknis Control Valve

Tag No : LCRSV-1
Prod. No : s-24712-41-60
Model : VSL ACT VAIR
Size : 18 VFT = 14 mm
Rating : ANSI 150 RF
Body : SCPH 2
Trim : SUS 316
Plug : CV 0,4 %
Packing : Teflon
Gasket : V-1500
Range : 0,2 1,0 Kgf/cm2
Air To : OPEN
Date : Mei,1892

IV.1.3 Data Operasi Control Valve

Keadaan saat LCRSV-1 Level di lapangan Level diruang kendali


(LCRSV-1)

Mulai membuka >60 % >60 %

Mulai Menutup <60 % <60 %

Tabel 4.1 Data Operasi Control Valve

Universitas Sumatera Utara


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan

Dalam melakuakan kerja prakter atau riset dilapangan di Pabrik Mini

Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI Medan), ada beberapa hal yang dapat

diambil kesimpulan yaitu :

1. Tujuan daripada pengendalian level dengan menggunakan control

valve jenis Air-To-Open adalah menjaga level pada menara destilasi

(T-1) agar tetap pada batasnya (level jangan dibawah 60 %)

2. Dengan mengetahui dan memahami metoda,jenis tujuan dan

pembacaan instrumentasi diruang kendali maupun dilapangan, maka

kita dapat mengetahui system kendali instrumentasi pabrik yaitu

system kendali satu arah yang digunakan untuk menjaga level produk

bawah sesuai dengan set pointnya.

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR PUSTAKA

Doudlas M Considine. Proses Instruments And Controls Hand

book Los Angeles, 1981

Saisuke Ishimaru, Hasanudin, Instrumentasi Mini Plant Japan

Internatioanal Cooperation Agency (JICA), 1987

Pendidikan Teknologi Kimia Industri, Kursus Teknologi Operasi

Pabrik,Karyawan PT. Arun LNG, Buku 07,1987.

Zaiful Bahri, Ir. Process Controls and Instruments PT. Arun Medan

http//:Google.com

Universitas Sumatera Utara