Anda di halaman 1dari 5

Agus Septa Mulyanto/12503241030/P1 1

Perancangan Sistem Pemipaan

PROSES PEMBUATAN PIPA

Berbagai macam proses berbeda yang digunakan dalam pemanufakturan (pembuatan)


pipa, dimana proses-proses tersebut dikelompokkan dalam empat klasifikasi yaitu:
A. Pipa tanpa kelim dengan proses tempa (Wrought seamless pipe)
B. Pipa tempa ( Forged pipe)
C. Pipa las (Welded pipe)
D. Pipa cor (Cast pipe)
Sebagai contoh dari proses yang digunakan dalam proses pembuatan pipa yaitu pipa yang
dicor (cast) secara sentrifugal dan dilakukan pengerjaan dingin melalui ekspansi hidrolik
yang akan mengubah struktur metalurgi dari coran tersebut. Pipa las juga dilakukan peng-
ekspansian dingin (pemuaian dingin) atau cold-reduced melalui beberapa manufaktur untuk
menghasilkan keseragaman daya tahan panas material. Pemuaian
dingin juga akan meningkatkan garis kekuatan luluh. Pada setiap klasifikasi, sejumlah proses
khusus dilakukan.

A. Pipa Tanpa Kelim Dengan Proses Tempa ( Wrought Seamless Pipe)


A.1 Pipa Dengan Unsur Ferrous
Ada empat metode yang digunakan yaitu:
A.1.1 Penembusan Secara Rotari (Hot Rotary Piercing)
Metode ini adalah metode yang paling sering digunakan, yaitu penembusan satu atau
dua piercing mills yang dipanaskan, dimana piercing mills tersebut terdiri dari sepasang roller
silinder yang berputar pada arah yang sama dengan sumbu yang ditandukkan dari masing-
masing roller. Metode ini terdiri dari 4 proses yaitu piercing mill, plug rolling mill, reeling
mill, dan sizing mill, yang dapat dilihat pada gambar 1. Billet baja, pada temperatur forging
2200-2400F, didorong ke dalam piercing mill , dimana billet tersebut dicekam oleh 2 roller
yang berputar dan membawa billet ke titik penembus untuk membentuk lubang sepanjang
billet tersebut. Untuk pipa yang besar, dilakukan operasi kedua yang serupa
untuk mengurangi ketebalan dinding dan meningkatkan diameter dan panjang billet yang
telah dipiercing. Billet hasil piercing masih berupa tube yang kasar dan masih perlu dilakukan
pengerjaan finishing untuk menghasilkan pipa. Untuk pengurangan diameter dan ketebalan
dinding yang lebih jauh lagi serta meningkatkan ukuran panjang dilakukan dengan memutar
billet ke mandrel pada plug-rolling mill. Fungsi dari reeling mill, yaitu untuk memoles bagian
dalam dan luar permukaan tube serta untuk menempatkan tube, yang mana bentuk oval masih
terbentuk dan terlewatkan pada waktu proses di plug-rolling mill. Pipa jika diperlukan
dilakukan reheated untuk dilakukan penyesuaian ukuran diameter pipa yang diinginkan.
Ukuran diameter roller pada sizing mill ini lebih kecil dari pipa yang datang dari reeling mill.
A . 1 . 2 P r o s e s P i l g e r- m i l l
Pada proses ini, mandrel dengan panjang 10ft dan diameter yang mendekatidiameter
bagian dalam pipa kemudian ditekan ke ingot atau billet dengan penumbur hidrolik. Mandrel
yang dibungkus di dalam ingot diletakkan diantara roll dari pilger mill. Roll ini mempunyai
bentuk kontur yang berhubungan (Cam) dan berputar berlawanan
arah yang mana ingot ditekan oleh penumbur hidrolik dan mekanismeair-cylinder. Perputaran
dari roll menghasilkan efek yang ekivalen dari pukulan hammer yang akan
mengurangi/mereduksi dinding ingot melaui forging melawan mandrel dan membawa ingot
dan madrel melawan kembali penumbur dan karenaalasan inilah proses ini dinamakan proses
rotary-forged. Proses pilger mill dapat dilihat pada gambar 1 berikut.
Agus Septa Mulyanto/12503241030/P1 2
Perancangan Sistem Pemipaan

Gambar 1. Proses Pilger Mill

A.1.3 Proses Push-bench (cupping)


Pada beberapa penggilingan pipa, ingot baja dipanaskan hingga temperatur 2300 F.
Kemudian diletakkan pada container melingkar dan dihantam
hingga berbentuk cup. Hantaman harus terukur hingga tekanan material mengikuti kontur dar
i container dan, mengisi cekungan diantara dinding dan ingot. Ujung silinder yang tertutup
(Cup) di reheated dan ditekan, dengan ujung tertutup melalui rangkaian 3 sampai 12 die,
dari berturut-turut pengurangan diameter, mounted pada horizontal bench. Proses reheating
diantara operasi penarikan mungkin diperlukan, mesin mandrel-extracting kemudian
mengendurkan mandrel dan menarik mandrelkeluar dari tube. Cup dipotong dengan gergaji
melingkar. Pengerjaan akhir yaitu cold-rolling atau meluruskan dari tube. Proses ini secara
khusus cocok untuk diameter kecil (hingga 4 in). Proses ini dapat dilihat pada gambar
2 berikut ini.

Gambar 2. Proses Push-bench


Agus Septa Mulyanto/12503241030/P1 3
Perancangan Sistem Pemipaan

A.1.4 Prose Ekstruksi


Proses ekstruksi terdiri dari dua peralatan yaitu penekanan vertikal (vertical presses)
dan penekanan horizontal (Horizontal presses). Lihat gambar 4 dan 5. Padahorizontal presses
penembusan dilakukan pertama kali sebagai langkah yangterpisah atau cekungan digunakan
dengan mandrel dan die. Tungsten-chromium-carbon dan chromium-tunsten-molbdenum-
alloy steels dengan kekerasan mendekati46 Rockwell C digunakan untuk mandrels dan die
serta peralatan lainnya. Glassmerupakan pelumas yang paling efektif. Billet di lapisi dengan
lapisan dari bubuk glass yang menyebar ke selimut asbes dari parasut yang mana mengirim
billet daritungku ke press. Pada proses tubing dimana operasi extruding selesai
dalam beberapa detik,tube secara umum ditransferkan ke reducing mill ketika masih pada
temperatur hot forging. Baja karbon, paduan baja dan stainless stell untuk tubing
diproduksidengan metode ini dengan diamter dari 3/8 hingga 4 in dan dengan panjang pipa
30-60 ft, ukuran pipa dari 8-24 in dan ketebalan dinding dari 0.5-3 in.

Gambar 4. Prose Ekstruksi


Agus Septa Mulyanto/12503241030/P1 4
Perancangan Sistem Pemipaan

A.2 Pipa Dengan Unsur Aluminium Dan Paduannya


Pipa dengan unsur aluminium dan paduan dibuat dengan die dan prosesekstruksi
mandrel pada ukuran 1 in dan lebih besar lagi. Cekungan sekitar ingotdigunakan dengan
pengecoran cekungan atau dibuat dengan pengeboran ingot
padat. Setelah ingot di preheated pada temperatur tertentu (tergantung paduan), ingot di
ektruksi pada silinder ekstruksi. Mandrel memanjang melalui ingot danmelalui die ekstruksi
dan hal itu menyediakan ruang anular untuk aliran aluminiumketika ingot ditekan.Beberapa
paduan memerlukan heat treatment untuk mendapatkan sifatmekanis yang diinginkan. Ini
dapat seperti quenching atau pemisahan tungku heattreating.
A.3 Pipa Dengan Unsur Tembaga Dan Paduannya
Dalam produksi pipa tanpa kelim dengan material tembaga atau paduannya karena
tembaga sejauh ini merupakan material yang tonase. Tembaga dan paduandiproduksi dengan
proses yang sama dan peralatan yang sama, yaitu pengerjaan panas dan dingin. Pipa tanpa
kelim di buat dengan salah satu prinsip proses dibawah ini:
1. Proses penembusan panas; kebanyakan pipa dibuat dengan mesin Mannesmann.3-12
ukuran diameter tembaga padat atau billet paduan dipanaskan hingga 800-900C dan
dilewatkan pada dua roll.
2. Proses ekstrusi, billet dipanaskan dari temperatur 700-900oC tergantung paduannya.
Dan diletakkan pada container atau silinder baja yangb membatasi billet panas ketika
tekanan tinggi yang digunakan untuk menekan logam melalui die.
3. Proses Cup-and-Draw
4. Proses penarikan (Drawing Process
5. Proses tube-rolling
A.4 Pipa Dengan Unsur Nikel dan Paduannya
Pipa dengan unsur nikel dan paduannya biasanya dibuat dengan ekstruksidan cold-
drawing. Hasil dari proses ekstruksi ditekan atau shell diubah ke pipa atautubing dengan
cold-drawing dan proses tambahan.Proses Ekstruksi; proses ini sama dengan yang
ditunjukkan pada gambar 5,dan paling banyak digunakan. Extruded tubing dibuat dengan
diamter luar 2.5hingga 9 in; ketebalan dinding 0.25 hingga 1 in, panjang maksimum antara
3hingga 30 ft, tergantung parameter lainnya. Pada penambahan ke tube silinder halini praktis
untuk menekan bentuk tubular dari geometri yang relatif dan simetris.
A.5 Pipa Dengan Unsur Titanium Dan Paduannya
Proses ekstruksi merupakan teknik yang biasa digunakan untuk memproduksi pipa
titanium. Meskipun metode lainnya dapat digunakan, sebagianvolume dari pipa titanium
dibuat dalam satu ukuran pada satu kali tidak membenarkan setting-up volume dari mill yang
tinggi. Proses ekstruksi ini sangatcocok untuk banyak die merubah yang dibuthkan oleh
titanium, proses ekstruksididominasi secara hidrolik, dengan operasi penumbur dalam bidang
horizontal.Billet titanium ditembus atau dibor terlebih dahulu sebelum di ekstruksi.
Billetdipanaskan mendekati 1800 F dan ditekan melalui die ke mandrel.

B. Forged Pipe
Pembuatan Pipa yang ditempa diutamakan dalam ukuran pipa yang lebih besar
danketebalan dinding pipa yang lebih berat. Terdapat dua tipe dari forged pipe ini yang
terdapat dalam spesifikasi ASTM untuk testing dan material yaitu Forged and bored pipe dan
Hollow forged pipe.Pada forged and bored pipe, billet baja atauingot pertama kali dipanaskan
pada temperatur hingga 2300 F dan kemudianditeruskan dengan proses forging dengan
menggunakan pemukul forging atau penekanan berat untuk mendapatkan pendekatan
diameter 1 inci lebih besar daridiameter yang diinginkan. Billet lalu di bubut untuk
membuang kelebihan baja danmenghasilkan diameter luar yang actual. Bagian dalam pipa
dibor dengan pengeboran khusus atau trepanning tool. Dengan proses ini banyak diproduksi
Agus Septa Mulyanto/12503241030/P1 5
Perancangan Sistem Pemipaan

pipadengan diameter 10-30 in dan ketebalan dinding 1.5- 4 in. Proses permesinan yangtelah
dilakukan juga mengijinkan ketebalan pipa rata-rata untuk ditahan hinggamendekati batas
minimum dari dinding yang dibutuhkan oleh perancang dalamsistem perpipaan.

C. Welded Pipe
Pengelasan dari piringan, skelp, atau koil ke pipa dilakukan dengan pemanasan dan
pengelasan tempa untuk pipa las butt(butt-weld pipe)atau dengan pengelasan penyatuan
resistansi listrik, flash, pengelasan submerged-arc, gas inert tungsten-arc welding, atau gas-
shielded yang dapat digunakan pada pengelasan metal-arc
Kelim yang dilas bisa secara kelim longitudinal pararelterhadap sumbu dari pipa atau las
spiral. Untuk material yang mengandung unsur ferrous dilakukan furnace welded pipe dan
fusion welded pipe.
C.1 Furnace Welded Pipe
Atau yang dikenal dengan continous-welded atau butt-welded pipe hanya cocok untuk
grade baja karbon. Pipa secara umum dibuat dari tungku-perapian terbuka dan oksigen murni
baja bassemer. Pipa FWD mormalnya dipertimbangkan biaya terendah pipa baja. Pipa ini
digunakan perpindahan gas tekanan rendah, perpipaan untuk air, udara, sistem
uap air tekanan rendah dan hal-hal yang serupa. Pipa FWD ini biasanya dibatasi ke ukuran 4
in atau lebih kecil.
C.2 Fusion Welded Pipe
Pengelasan penyatuan dari pipa dilakuakan dengan metode Resistancewelding, induction
welding atau arc-welding. Metode resistance welding terdiri dariempat metode yaitu:
1. Flash welding
2. Low-frequency resistance welding
3. High frequency induction welding
4. High-frequency resistance welding
C.3 Pipa Dengan Unsur Non Ferrous
Proses fussion-welding dapat dikerjakan untuk pipa dengan unsure nonferrous. Secara
ekstensif digunakan proses arc-welding. Di atas dinding pipa, gasinert- gas tungsten-arc
process secara luas digunakan.Aluminium dan alloys, sistem piping dengan material ini
dimanufaktur dengan salah satu proses resistance welding atau proses arc-welding. Prosedur
yangsama juga diberlakukan untuk pengerjaan pada pipa bermaterial aluminium.
Kecualihigh-frequency induction welding tidak boleh dikerjakan untuk pipa kurang dari in
diameter.Untuk material tembaga dan paduannya, paduan nikel, dan titanium dan paduannya
proses pengelasan tidak cocok digunakan.

D. Cast Pipe
Pipa cor dibuat dengan pengecoran statis atau pengecoran sentrifugal. Pada pipa
pengecoran statis secara umum dibatasi untuk pipa dengan ukuran panjang. Katup, fitting dan
komponen lain diproduksi dengan pengecoran dengan pasir(sand casting).
Pipa cor sentrifugal, diproduksi melalui baja yang dicairkan melalui busur listrik atau
perapian induksi ke dalam cetakan memutar dan membiarkan logammemadat dibawah
tekanan dari gaya sentrifugal. Cetakan biasanya diputar diputar pada sumbu horizontal degan
kecepatan 50-200 kali dari gravitasi. Pipa cor sentrifugal diproduksi dengan diameter luar 4-
54 in dan panjang hingga 30ft. Aplikasi dari pipa ini digunakan untuk paper mill rolls, gun
barrel danlain-lain. Namun pipa ini tidak dianjurkan untuk aplikasi pada
temperatur tinggi(>1050 F), dan tekanan tinggi (800psi).
Sumber: Kanaalaq, R. (t.th). Proses Pembuatan Pipa. Diakses dari
http://www.scribd.com/doc/140854092/Proses-Pembuatan-Pipa. Pada tanggal 16 September
2014, jam 08.00 WIB.