Anda di halaman 1dari 10

KOPERASI & UMKM

KEWIRAKOPERASIAN

OLEH :

IDA AYU PUTU DIAN SAVITRI

1406205144

S1 REGULER

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVESITAS UDAYANA

2017

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan berkatNya penulis dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu sehingga tersusunnya makalah ini.

Penulis menyadari sepenuhnya dalam penyusunan makalah ini masih belum


sempurna, baik dari materi maupun susunan kata-katanya. Untuk itu dengan hati terbuka,
penulis menerima kritik dan saran yang sifatnya konstruktif untuk kesempurnaan skripsi
ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada
khususnya.

Denpasar, Maret 2017

Penulis.

DAFTAR ISI

ii
HALAMAN JUDUL.......................................................................................... i
KATA PENGANTAR......................................................................................... ii
DAFTAR ISI....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang............................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................... 1
1.3 Tujuan......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................... 3
2.1 Pengertian dan Fungsi Kewirakoperasian................................. 3
2.2 Tipe-Tipe Kewirakoperasian ................................................... 4
2.3 Tugas-Tugas Kewirakoperasian................................................ 5
2.4 Prasyarat Keberhasilan Kewirakoperasian .............................. 6
BAB III PENUTUP......................................................................................... 8
3.1 Kesimpulan................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 9

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Koperasi merupakan Badan Usaha yang didirikan dengan asas kekeluargaan dan
memiliki tujuan mensejahterakan masyarakat pada umumnya dan kesejahteraan anggota
pada khususnya. Seiring dengan berdirinya koperasi, memberikan dampak positif terhadap
perekonomian di dunia, termasuk di Indonesia. Bahkan ketika terjadi krisis ekonomi di
Indonesia pada tahun 1998, koperasi ikut mengambil bagian untuk tetap menjadi Badan
Usaha yang mmpertahankan eksistensi tujuannya bagi masyarakat tanpa tenggelam oleh
krisis moneter yang telah melanda Indonesia.
Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki banyak koperasi yang tersebar
hampir di seluruh bagian Indonesia, yang semuanya tersebar di berbagai daerah. Karena
adanya koperasi yang turut serta menyokong perputaran roda perekonomian negara tanpa
bertujuan menarik keuntungan dari anggotanya maupun masyarakat, tak heran apabila
koperasi inilah yang banyak dipilih dan digunakan oleh masyarakat untuk mendukung
kegiatan ekonomi di Indonesia.
Koperasi memiliki kendala dan resiko yang lebih kecil, dibanding dengan bentuk
badan usaha lainnya yang berkecenderungan untuk mencari laba. Jadi banyak
dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang mudah tetapi dapat menjadi pondasi
yang kuat dalam pembangunan. Seiring berjalannya waktu, di era globalisasi ini
persaingan dalam perekonomian makin ketat, sehingga diperlukan jiwa jiwa wirausaha
dalam pembangunan koperasi agar tetap lestari dan utuh.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimanakah pengertian dan fungsi kewirakoperasian ?
2. Apa saja tipe-tipe dari kewikoperasian ?
3. Bagaimanaah tugas-tugas dari kewirakoperasian ?
4. Apa saja persyaratan keberhasilan kewirakoperasian ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dan fungsi kewirakoperasian.
2. Untuk menegtahui tipe-tipe dari kewikoperasian.
3. Untuk mengetahui tugas-tugas dari kewirakoperasian.
4. Untuk mengetahui persyaratan keberhasilan kewirakoperasian.
1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Fungsi Kewirakoperasian


1. Pengertian Kewirakoperasian
Wiraswasta adalah seorang usahawan yang di samping mampu berusaha
dalam bidang ekonomi umumnya dan niaga khususnya secara tepat guna (tepat dan
berguna,efektif dan efisien),juga berwatak merdeka lahir batin serta berbudi
luhur.sedangkan Wirausaha adalah yang mendobrak sistem ekonomi yang ada
dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru dengan menciptakan bentuk
organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.dan istilah Kewirakoperasian
dipakai sebagai istilah baku kewirausahaan.
Kewirakoperasian adalah suatu sikap mental positif dalam usaha komperatif
dengan mengambil prakasa inovatif serta keberanian mengambil resiko dan
berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi dalam mewujudkan terpenuhinya
kebutuhan nyata,serta peningkatan kesejahteraan bersama. Dari definisi tersebut
terkandung beberapa unsur yang patut diperhatikan.
2
a. Kewirausahan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha
secara komperatif. ini berarti kewirakopersian harus mempunyai keinginan
untuk memajukan organisasi koperasi.
a. Tugas utama kewirakoperasian adalah mengambil prakasa inovatif artinya
berusaha mencari ,menemukan dan memanfaatkan peluang yang ada demi
kepentingan bersama.
b. Wirakoperasi harus mempunyai keberanian mengambil resiko karena dunia
penuh dengan kepastian. Oleh karena itu dalam menghadapi situasi semacam
itu diperlukan seorang wirausaha yang mempunyai kemampuan mengambil
resiko.
c. Kegiatan wirakoperasi harus berpegang teguh pada prinsip identitas
koperasi yaitu anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan.
d. Tujuan utama setiap wirakoperasi adalah memenuhi kebutuhan nyata
anggota koperasi dan meningkatkan kesejahteran bersama.
Wirakoperasi dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota manajer birokrat
yang berperan dalam pembangunan koperasi.

2. Fungsi Kewirakoperasian
Fungsi atau kegiatan wirakoperasi ,jenis kewirakoperasian dibedakan menjadi 3 hal
yaitu kewirakoperasian rutin,arbitrage dan inovatif.
a. Kewirakoperasian Rutin
Kewirakoperasian rutin diarahkan pada kegiatan rutin organisasi usaha koperasi
seperti produksi,pemasaran,personalia,keuangan,administrasi,dll.
b. Kewirakoperasian Arbitrage
Arbitrage di sini dimaksudkan sebagai keputusan yang diambil dari dua kondisi
yang berbeda.Tugas utama wirakoperasi dalam hal ini mencari peluang yang
menguntungkan dari dua kondisi yang berbeda.
c. Kewirakoperasian Inovatif
Wirakoperasi yang inovatif berarti wirakoperasi yang selalu tidak puas dengan
kondisi yang ada.Ia selalu berusaha mencari,menemukan dan memanfaatkan
peluang yang diperoleh.

2.2 Tipe-tipe kewirakoperasian


Kewirakoperasian dibagi menjadi 4 tipe:
a. Kewirakoperasian Anggota
Anggota sebagai pemilik koperasi dapat menjadi wirakoperasi bila ia mampu
menemukan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk pertumbuhan koperasi.

b. Kewirakoperasian Manager
Koperasi yang mengangkat manager sebagai pelaksana dan penangung jawab
kegiatan operational dan tentumya mengharapkan perubahan yang memberikan
3
keuntungan.Tetapi kendala yang dihadapi oleh manager adalah keterbatasan
kebebasan untuk bertindak.

c. Kewirakoperasia Birokrat
Birokrat adalah pihak yang secara tidak langsung berhubungan dengan
pengembangan gerakan koperasi.Setiap kegiatannya memang diarahkan untuk
memacu perkembangan koperasi.

d. Kewirkoperasian Katalis
Katalis di sini diartikan sebagai pihak yang berkompeten terhadap pengembangan
koperasi kendatipun ia tidak mempunyai hubungan langsung dengan organisasi
koperasi.

2.3 Tugas-tugas Kewirakoperasian


Tugas kewirakoperasian adalah menciptakan keunggulan bersaing koperasi
dibanding dengan organisasi usaha pesaingnya.Keunggulan tersebut dapat di peroleh
melalui :
a. Mendudukkan koperasi sebagai penguasa yang kuat di pasar.
Bila para petani bersatu membentuk koperasi,maka keoperasi tersebut
mempunyai kedudukkan yang kuat di pasar.
b. Kemampuan dalam mereduksi biaya transaksi.
Yaitu menekan biaya transaksi.biaya transaksi adalah biaya di luar produksi
yang timbul karena adanya transaksi-transaksi,seperti biaya kontrak.
c. Pemanfaatan interlinkage market.
Interlinked market adalah hubungan transaksi antara pelaku-pelaku
ekonomi di pasar.
d. Pemanfaatan trust capital.
Trust capital diartikan sebagai pengumpulan modal.
e. Pengedalian ketidakpastian.
Upaya pengendalian ketidakpastian sangat dimungkinkan mengingat
adanya pasar internal pada koperasi.
f. Penciptan inovasi.
Inovasi pada koperasi sangat dimungkinkan mengingat banyak pihak yang
berkompeten terhadap pertumbuhan koperasi.Tugas wirakoperasi dalam hal
ini menciptakan inovasi-inovasi baru yang menguntungkan bagi koperasi
dan anggotanya.
g. Pembangunan manfaat partisipasi.
Keunggulan koperasi dapat diperoleh melalui partisipasi baik partisipasi
kontributif dalam penyerahan keuangan dan pengambilan

4
keputusan,maupun partisipasi intensif dalam hal pemanfaatan pelayanan
koperasi.

2.4 Prasyarat Keberhasilan Kewirakoperasian


Koperasi sebagai unit usaha yang bergerak dibidang ekonomi dan sosial pada
dasarnya mempunyai tujuan yang sama yaitu: Membantu meningkatkan pertumbuhan
ekonomi,yang merupakan sasaran utama pertumbuhan ekonomi. Perubahan yang
meningkatkan produktivitas hanya dapat dilakukan melalui dua jalan yaitu:
a. Melalui kegiatan inovatif (penciptan bangunan baru dan penerapannya).
b. Melalui kegiatan peningkatan kegiatan kerja (berprestasi lebih banyak
dalam satuan waktu kerja tetap atau waktu kerja yang diperpanjang.
Masing-masing kemungkinan itu merupakan syarat yang memadai dan perlu
bagi pertumbuhan ekonomi.Kemungkinan pertama berkaitan dengan kenaikan
pendapatan perkapita oleh sebab adanya peralihan kearah penggunaan teknologi
yang produktif,pembuatan penyebaran barang-barang baru,struktur organisasi yang
baru dan keterampilan baru. Tipe inovasi ala scumpeter tentang kegitan kerja yang
meliputi:
a. Pembuatan dan pemapanan produk-produk baru atau mutu produk yang
baru.
b. Pembangunan metode produksi baru.
c. Menciptakan tata laksana produksi baru dibidang industri.
d. Pembuatan prasarana baru.
e. Pencarian sumber pembelian baru.
Hakikat dari fungsi wirausaha : Melihat dan menerapkan kemungkinan-kemungkinan
baru dalam bidang ekonomi.fungsi ini disebut fingsi inovatif. Fungsi inovasi dapat
dijabarkan dalam berbagai kegiatan kerja meliputi:
a. Mengenai keuntungan atau manfaat dari kombinasi-kombinasi baru.
b. Evaluasi keuntungan yang terlangsung dalam kombinasi baru itu.
c. Pembiayaan.
d. Teknologi dan perencanan pembangunan tempat-tempat produksi.
e. Pengadaan,pendidikan dan memimpin tenaga kerja.
f. Negoisasi dengan pemerintah badan atau resmi yang berwenang.
g. Negoisasi dengan pemasok pelanggan.

5
Dalam melaksanakan fungsi-fungsi tersebut,seorang wirausaha koperasi dihadapi
pada kendala sebagai berikut:
a. Kemungkinan bertindak inovatif tidak selalu merupakan kemungkinan yang
diizinkan menurut hukum.jadi inovator tidak mempunyai hak untuk
menerapkan tindakan inovatif.
b. Kemungkinan inovatif yang diperoleh harus ditemukan dan dilaksanakan
penerapanya.untuk itu diperbolehkan kemampuan baik personal maupun
organisatoris.
c. Kalaupun kemungkinan inovatif tertentu tidak terlarang dan masih dalam
rangka kesangupan seorang atau kelompok,maka perseorangan atau
kelompok perlu memiliki motivasi untuk menerapkan inovasi itu.
Tiga faktor penentu keberhasilan inovasi seorang wirausaha:
1. Hak Bertindak
Merupakan kemungkinan dalam kelompok-kelompok yang tidak terlarang yang
meliputi berbagai pembatas normative terhadap tindakan,disamping peraturan-
peraturan hukum abstrak yang dimodifikasikan,juga nilai-nilai sosial
budaya,etika,agama,ketentuan-ketentuan kongkret dan peraturan-peraturan pihak
pengemban kekuasaan politik.
2. Kemampuan
Kecenderungan individu atau organisasi untuk meningkatkan kemampuanya,
sangat tergantung dari rangsangan ekonomis dan harapan untuk dapat menerapkan
peningkatan kemampuannya dalam tindakan-tindakan inovatif yang nyata.
3. Motivasi untuk berprestasi
Motivasi menyebabkan suatu peristiwa mempunyai nilai, baik nilai positif maupun
negatif.segala aspek yang ada kaitanya dengan motivasi dalam situasi yang dialami
akan mengandung kadar tuntutan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Wirakoperasi berasal dari birokrat pada umumnya juga tidak mempunyai
kebebasan untuk bertindak karena kadang-kadang membawa misi tertentu dari
pemerintah yang kegiatnya terikat pada ketentuan yang berlaku. Tugas wirausaha
koperasi yang utama adalah menciptakan inovasi yang dapat memberikan perubahan
yang bersifat positif dalam organisasi usaha. Keberhasilan inovasi akan sangat
6
ditentukan oleh kemampuan dan kemauan wirakoperasi,disamping kebebasan
bertindak dari wirakoperasi tadi. Keberhasilan seorang wirausaha koperasi tidak dapat
dilihat dalam jangka pendek tetapi bertahap dalam jangka panjang. Pada akhirnya
perkembangan ekonomi suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh para wirausaha yang
berhasil termasuk wirausaha koperasi, karena setiap muncul inovasi baru akan tumbuh
berbagai aktifitas ekonomi yang berhubungan dengan produksi hasil ekonomi tersebut.
Pertumbuhan suatu koperasi sangat tergantung pada kemampuan para wirakoperasi
dalam menciptakan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi anggotanya.
Terlepas dari itu semua pada dasarnya setiap wirakoperasi mempunyai
kewajiban moral dalam meningkatkan pertumbuhan koperasi dengan mengusahakan
agar koperasi dengan jalan mengusahakan agar koperasi mempunyai keunggulan
dibanding dengan pesaingnya.

DAFTAR PUSTAKA

Hendar, dan Kusnadi. Ekonomi Koperasi. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi
UI, 2011.

https://www.scribd.com/doc/192600628/Kewira-Koperasi-Pengertian-Dan-Fungsi-
Kewirakoperasian

Anda mungkin juga menyukai