Anda di halaman 1dari 2

INEZ SORAYA

1102010130
SKENARIO
Seorang laki-laki, Tn. J berusia 65 tahun, datang dengan keluhan utama: hematuri, urgensi,
disuria, penurunan berat badan, dan nyeri di kemaluan sampai perut bagian bawah, riwayat
merokok sudah 48 tahun. Diagnosis yang ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis,
laboratorium, sitologi tidak memberi hasil positif. Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan
ultrasonografi dan sistoskopi, disertai biopsi transuretral dan pemeriksaan histopatologi.
Hasil yang diperoleh CIS karsinoma sel transisional (Non-muscle invasive bladder cancer).
Diketahui penyakit ini angka kekambuhannya tinggi. Dokter akan melakukan penanganan
yaitu reseksi tumor transuretral (TUR) yang diikuti pemberian obat intravesika (kemoterapi)
24 jam setelah reseksi dan diberikan obat profilaksis kemoterapi 1 minggu 1 kali selama 8
minggu. Dokter juga menyarankan untuk mengurangi kebiasaan merokok pasien untuk
mencegah kekambuhan penyakit ini.
Pasien menanyakan apakah bedanya dengan menggunakan regimen terapi biasa (tidak
diberikan obat intravesika (kemoterapi) 24 jam setelah reseksi, dan pemberian obat
intravesika (kemoterapi) 2 minggu setelah operasi, 1 kali 1 minggu selama 6 minggu) dengan
terapi pemberian obat intravesika (kemoterapi) 24 jam setelah reseksi dan diberikan obat
profilaksis kemoterapi 1 minggu 1 kali selama 8 minggu?

Foreground question
Apakah penggunaan terapi pemberian obat intravesika (kemoterapi) 24 jam setelah reseksi
(TUR) dan diberikan obat profilaksis kemoterapi 1 minggu 1 kali selama 8 minggu dapat
menurunkan resiko rekurensi penyakit tersebut di bandingkan regimen terapi biasanya?

PICO
P : Pasien laki-laki dewasa kanker vesika urinaria (kandun kemi).
I : Reseksi tumor transuretral (TUR) yang diikuti pemberian obat intravesika (kemoterapi) 24
jam setelah reseksi dan diberikan obat profilaksis kemoterapi 1 kali 1 minggu selama 8
minggu.
C : Reseksi tumor transuretral (TUR) yang diikuti pemberian obat intravesika (kemoterapi) 2
minggu setelah operasi, 1 kali 1 minggu selama 6 minggu.
O : Pemberian obat intravesika (kemoterapi) 24 jam setelah reseksi dan diberikan profilaksis
kemoterapi 1 minggu 1 kali selama 8 minggu menurunkan resiko rekurensi.
Pencarian bukti ilmiah

Alamat website : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed


Kata kunci : therapy AND nonmuscle invasive bladder cancer AND TUR AND
intravesical instillation
Limitasi : Januari 2009 Desember 2014
Hasil Pencarian : 15
Dipilih artikel berjudul :
Efficacy of immediate instillation combined with regular instillations of pirarubicin for Ta
and T1 transitional cell bladder cancer after transurethral resection: a prospective,
randomized, multicenter study.