Anda di halaman 1dari 12

OPERASI TEKNIK KIMIA 2

DISK METER

Dr.Eng. Vita Paramita,ST,MM,M.Eng

Disusun oleh:

Ulla Disky Masruroh 21030115060057 (2015)


Dwi Kristanto 21030115060058 (2015)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


DEPARTEMEN TEKNOLOGI INFORMASI
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
201

1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya
makalah ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu.

Dalam makalah ini akan dibahas tentang alat Diskmeter yaitu apa yang dimaksud dengan
diskmeter, cara kerja dan prinsip kerja serta hal hal yang mengenai diskmeter.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Tentunya,
kritik, saran, dan masukan sangat penulis butuhkan untuk dijadikan pedoman dalam penulisan ke
arah yang lebih baik lagi. Serta terima kasih penulis ucapkan kepada berbagai pihak yang telah
membantu melengkapi isi dari makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat
bagi kita semua.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semarang, 6 September 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL 1

KATA PENGANTAR 2

DAFTAR ISI 3

BAB I PENDHULUAN

I.1 Latar Belakang 4

I.2 Rumusan Masalah 4

I.3 Tujuan 5

BAB II ISI

II.1 Pengertian Pengukuran 6

II.2 Pengertian Diskmeter 7

II.3 Kelebihan dan Kekurangan Diskmeter 9

II.4 Aplikasi Diskmeter 9

II.5 Kalibrasi Diskmeter 9

BAB III PENUTUP

Kesimpulan 11

DAFTAR PUSTAKA 12

3
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Pengukuran laju alir cairan dan gas merupakan salah satu jenis pengukuran variabel
proses. Pengukuran laju alir cairan dan gas merupakan variabel penting di dalam proses industri.
Pengukuran laju alir diperlukan untuk menentukan proporsi dan jumlah bahan yang mengalir
masuk dan keluar proses. Dengan kata lain, pengukuran laju alir menunjukan berapa banyak
fluida yang digunakan atau didistribusikan ke dalam proses.

Saat ini, efisiensi dan biaya dari suatu proses dibantu dengan berbagai variabel
pengendali yang salah satunya adalah variabel laju alir. Biaya merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi pemilihan instrumentasi yang tepat dalam suatu penerapan misalnya di industri.

Ketepatan dan ketelitian yang baik pada proses akan berpengaruh pada efisiensi operasi.
Semakin tinggi efisiensi maka laba yang didapatkan akan semakin besar. Pengukuran laju alir
yang tidak akurat akan menyebabkan kesalahan yang fatal dalam proses di industri.

Pengukuran laju alir ditentukan dengan mengukur kecepatan cairan atau perubahan
energi kinetiknya. Perbedaan tekanan yang terjadi pada saat cairan melintasi pipa mempengaruhi
kecepatan suatu aliran. Karena luas penampang pipa sudah diketahui, kecepatan rata-rata
merupakan indikasi dari laju alirnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju alir selain tekanan adalah viskositas, densitas,
dan gaya gesek cairan terhadap dinding dalam pipa.

Banyak metoda yang sudah dikenal untuk pengukuran laju alir cairan dan atau gas. Alat
yang dapat digunakan disesuaikan dengan sifat fluida tertentu, seperti : bersih, jernih, kotor,
basah, kering, erosif, korosif, uap, sluri, multi pase, kental, dan lain-lain. Selain itu dikaitkan
dengan sifat aliran seperti turbulensi dan laminar

I.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pengukuran ?


2. Apa yang dimaksud dengan Diskmeter ?
3. Apa kelebihan dan kekurangan dari Diskmeter ?
4. Dimana aplikasi dari alat Diskmeter ?
5. Bagaimana proses kalibrasi dari alat Diskmeter

4
I.3 Tujuan

1. Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan pengukuran


2. Dapat mengetahui tentang diskmeter
3. Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari diskmeter
4. Dapat mengetahui aplikasi dari alat diskmeter
5. Dapat mengetahui proses kalibrasi dari alat Diskmeter

5
BAB II

ISI

II.1 Pengukuran

Pengukuran (measurement) adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk


menentukan fakta kuantitatif dengan membandingkan sesuatu dengan satuan ukuran
standar yang disesuaikan sesuai dengan objek yang akan diukur. Pengukuran bukan
hanya dapat mengukur hal-hal yang tampak saja namun dapat juga mengukur benda-
benda yang dapat di bayangkan seperti kepercayaan konsumen, ketidak pastian dll.

Menurut Wiersma & Jurs (1990) pengukuran adalah penilaian numerik pada fakta-fakta
dari objek yang hendak diukur menurut kriteria atau satuan-satuan tertentu.

Alwasilah et al.(1996), measurement (pengukuran) merupakan proses yang


mendeskripsikan performa siswa dengan menggunakan suatu skala kuantitatif (sistem
angka) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performa siswa tersebut dinyatakan
dengan angka-angka.
Pengukuran aliran adalah pengukuran kapasitas aliran atau laju aliran massa atau
laju aliran volume aliran. Ditinjau dari jenis saluran, aliran fluida dibagi menjadi dua,
yaitu aliran saluran tertutup dan aliran saluran terbuka. Dan instrumen pengukuran aliran
pun secara umum diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu pengukuran aliran terbuka
dan pengukuran aliran tertutup.

Kalibrasi (calibration)

Penentuan nilai ukur dalam suatu skala bacaaan; biasanya menghasilkan output:
voltage, current, frequency, pressure, flow.

Langkah-langkah penting dalam kalibrasi:

1. Uji konstruksi instrumen dan tentukan semua input yang mungkin

2. Tentukan input yang akan diterapkan untuk kalibrasi instrumen

3. Siapkan peralatan yang mengijinkan semua input bervariasi di dalam rentang (range)
yang diperlukan

4. Dengan menjaga beberapa input konstan, variasikan input lain, catat outputnya, susun
hubungan (persamaan) input-output

6
II.2 Diskmeter

Metode langsung pengukuran aliran dapat dilakukan dengan mengukur volume


atau massa fluida dalam selang waktu tertentu. Pada selang waktu yang lama dan diukur
secara tepat, serta pengukuran volume atau massa diukur secara tepat, maka pengukuran
ini tidak memerlukan kalibrasi. Pengukuran laju aliran volume atau massa dengan metode
langsung ini cukup teliti. Akan tetapi apabila fluida yang diukur adalah gas, maka efek
kompresibilitasnya harus diperhitungkan.

Persamaannya adalah :

m = r V A = r (D"/Dt) (2.2.1.1)

dimana :

m : laju massa aliran

(D"/Dt): perubahan volume/perubahan waktu

Salah satu jenis pengukuran metode langsung yaitu Positive Displacement


Flowmeters. Positive Displacement Flowmeters sangat akurat dan memiliki tinggi
turndown. PD Flow Meter dapat digunakan pada fluida yang sangat kental, cairan kotor
dan korosif dan pada dasarnya tidak memerlukan alur aau jaringan pipa yang harus lurus
untuk pengkondisian. Flow meter ini banyak digunakan dalam transfer minyak dan
cairan cair (bensin) dan diterapkan pada gas alam rumah tangga dan metering air.
Argometer diafragma, yang kebanyakan dipakai dalam rumah tanga, adalah contoh dari
satu PD flow meter. Jenis meter ini dalam aplikasinya menarik dan menahan serta
mentransfer fluida dalam rangka mengambil ruang dalam meteran sehingga berfungsi
dari alat ini guna membaca flow rate maupun total fluida yang mengalir berfungsi
sebagaimana mestinya.

Flowmeters PD relatif mahal dan menghasilkan tekanan diferensial yang tinggi


jika dibandingkan dengan semua jenis flowmeter.

PD Flowmeters mengukur laju aliran volume atau aliran cairan atau gas bergerak
dengan membagi media dengan tetap pada volume yang terukur. Perangkat ini terdiri dari
ruang yang menghalangi aliran media dan mekanisme berputar atau reciprocating yang
memungkinkan bagian dari jumlah volume yang tetap. Jumlah fluida yang melewati
ruangan menentukan volume fluida. Tingkat revolusi atau putaran menentukan laju
aliran. Ada dua tipe dasar PD Flowmeters Sensor-hanya sistem atau transduser yang
berpindah-seperti perangkat yang menyediakan output untuk prosesor, controller, atau
sistem akuisisi data. Sistem sensor yang lengkap memberikan kemampuan tambahan
seperti tampilan terpisahkan dan / atau user interface. Untuk kedua jenis PD Flow Meters
spesifikasi kinerja termasuk tekanan operasi, temperatur, berat jenis material maksimum,

7
ukuran koneksi, dan akurasi persen. Yang menentukan apakah PD Flow Meters yang
dirancang untuk memindahkan cairan atau gas didasarkan pada perusahan yang
memproduksi flow meter.

Desain dari aliran PD Flow Meterd dalam ruang masuk dan keluar selalu berputar
berulang-ualang guna mengisi volume kompartemen kosong dengan cairan atau gas yan
mengalir dalam kompartemen yang tersedia.. Laju aliran dihitung dari tingkat
kompartemen ini diisi dan dikosongkan. Jenis komponen dalam flow meter ini bisa
berupa disc nutating, gigi oval, gigi heliks ayaupun piston atau screw.

Flowmeters disk Nutating didasarkan pada cara kerja seakan akan seperti
anggukan kepala, yang berarti mengangguk atau goyang. Sebuah meter nutating disk
memiliki piringan bundar yang dipasang pada poros dalam ruang silinder. Dengan
melacak gerakan spindle, flowmeter menentukan jumlah perangkap kali ruangan dan
cairan kosong. Informasi ini digunakan untuk menentukan laju aliran.

Nutating Disc Meter


neptuneflowmeter.com

Nutating Disc Meter.

Meter jenis ini mempunyai lempengan berbentuk cakram/disk yang berada di


dalam body meter. Cakram ini menempati satu ruang yang telah terhitung volumenya.
Cakram ini kemudian berputar seiring dengan masuknya air ke dalam mater. Cakram ini
dihubungkan dengan register meter dengan stick atau tuas untuk mencatat jumlah

8
pemakaian air. Banyaknya putaran cakram ini menunjukan semakin banyaknya kuantitas
air yang masuk dan tercatat pada meter.

Flowmeters disk Nutating didasarkan pada prinsip kerja seakan akan seperti
anggukan kepala, yang berarti mengangguk atau goyang. Sebuah meter nutating disk
memiliki piringan bundar yang dipasang pada poros dalam ruang silinder. Dengan
melacak gerakan spindle, flowmeter menentukan jumlah perangkap kali ruangan dan
cairan kosong. Informasi ini digunakan untuk menentukan laju aliran.

II.3 Kelebihan dan Kekurangan Diskmeter

A. Kelebihan dari alat ini antara lain :


1. Harganya relative murah dibandingkan dengan jenis perpindahan positif yang lain
2. Rugi tekanan tidak terlalu tinggi
3. Dapat digunakan untuk liquid batching sistem

B. Kelemahan dari alat ini antara lain :


1. Ukuran pipa dan kapasitas terbatas untuk ukuran pipayang kecil
2. Dibandingkan dengan jenis perpindahan positif yang lain
3. Fluidanya harus bersih

II.4 Aplikasi

Aplikasi Diskmeter yaitu dalam penerapan yang memerlukan ketelitian tinggi


pada kondisi aliran stedi seperti pengukuran aliran dalam pipa dengan ketelitian 1 % dan
untuk kalibrasi meter aliran cair atau zat cair lain, serta meter air rumah tangga. Biasanya
digunakan dalam industri pertambangan, pulp dan kertas, listrik, minyak bumi, industri
kimia, dan industri petrokimia

II.5 Kalibrasi Diskmeter

Kalibrasi atau peneraan instrumen sangat penting, karena memungkinkan kita


memeriksa instrumen terhadap standar yang diketahui, untuk mengurangi kesalahan
dalam ketelitiannya.
Prosuder kalibrasi melibatkan perbandingan instrumen tersebut dengan :
1. Standar primer
2. Standar sekunder mempunyai ketelian yang lebih dari instrumen yang dikalibrasi
3. Dengan sumber masukan yang diketahui.
Diskmeter ini harus dikalibrasi, untuk mengetahui keakuratan Diskmeter itu sendiri,

9
dengan cara kalibrasi sederhana yang dilakukan secara manual, menggunakan air yang
dipompa dari reservoir, mengkalibrasi alat pengukur laju alir ( flow meter ) untuk aliran
fluida panas dan aliran fluida dingin dengan menggunakan alat bantu berupa gelas ukur
1000 ml dan sebuah stopwatch. Flowmeter ini dapat dikalibrasi dengan :
1. Membandingkan dengan fasilitas pengukuran standar di National Bureau of standard
( Amerika Serikat)
2. Membandingkan dengan meter aliran yang lain lebih teliti
3. Melakukan kalibrasi langsung dengan pengukur primer seperti menimbang sejumlah
tertentu air dalam tangki dan mencatat waktu yang digunakan untuk mengalirkan
kuantitas tersebut melalui meter itu.

10
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pengukuran laju alir cairan dan gas merupakan variabel penting di dalam
prosesindustri. Pengukuran laju alir diperlukan untuk menentukan proporsi dan jumlah bahan
yang mengalir masuk dan keluar proses. Pengukuran laju alir ditentukan dengan mengukur
kecepatan cairan atau perubahan energi kinetiknya. Perbedaan tekanan yang terjadi pada saat
cairan melintasi pipa mempengaruhi kecepatan suatu aliran. Karena luas penampang pipa
sudah diketahui, kecepatan rata-rata merupakan indikasi dari laju alirnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju alir selain tekanan adalah viskositas,


densitas, dan gaya gesek cairan terhadap dinding dalam pipa. Pengukuran aliran adalah
pengukuran kapasitas aliran atau laju aliran massa atau laju aliran volume aliran.
Instrumen pengukuran aliran secara umum diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu
pengukuran aliran terbuka dan pengukuran aliran tertutup.

Disk Meter mempunyai lempengan berbentuk cakram/disk yang berada di dalam


body meter. Cakram ini menempati satu ruang yang telah terhitung volumenya. Cakram ini
kemudian berputar seiring dengan masuknya air ke dalam mater. Cakram ini dihubungkan
dengan register meter dengan stick atau tuas untuk mencatat jumlah pemakaian air.
Banyaknya putaran cakram ini menunjukan semakin banyaknya kuantitas air yang masuk
dan tercatat pada meter.

11
DAFTAR PUSTAKA
Chamidy, N. Harita. Buku Ajar Instrumentasi dan Pengukuran. 2009. Polban : Bandung
Fisher, Control Valve Handbook, Emerson Process Management.
Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, 2nd Ed., Allyn dan Bacon Inc.,
Boston, 1983
Gunterus, Frans. Falsafah Dasar: Sistem Pengendalian Proses. ElexMedia. Komputindo
Haliday, D dan Resnick, R. 1985. Fisika. Penerjemah: Pantur Silaban dan Erwin Sucipto. Jilid I.
Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga
McCabe, W.L.,J.C. Smith, Unit Operations of Chemical Engineering, 3rd., Mc Graw Hill,
Kogakusha, 1976

12