Anda di halaman 1dari 22

Lima Perusak Hati

Browse Home Tasawuf Lima Perusak Hati


Hati adalah pengendali. Jika ia baik, baik pula perbuatannya. Jika ia
rusak, rusak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerusakan
adalah niscaya dan wajib. Tentang perusak hati, Imam Ibnul Qayyim
rahimahullah menyebutkan ada lima perkara, yaitu :

1. Bergaul dengan banyak kalangan


Pergaulan itu perlu, tapi tidak asal bergaul dan banyak teman.
Teman-teman yang buruk lambat laun akan menghitamkan hati,
melemahkan dan menghilangkan rasa nurani, akan membuat yang
bersangkutan larut dalam memenuhi berbagai keinginan mereka
yang negatif.
Rasulullah SAW bersabda :



-

-

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW bersabda : seseorang itu atas
din saudaranya. Maka lihatlah salah seorang diantara kalian, siapa
yang ditemani. (HR. Ahmad)

Artinya, kalau kita ingin melihat kualitas din seseorang, maka


lihatlah teman-temannya. Jika temannya adalah orang-orang rusak,
maka dinnya rusak. Dan jika temannya adalah orang-orang shalih,
maka dinnya pun baik.

Allah Taala berfirman :


"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi
sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-
Zukhruf: 67).

Maka bergaullah dengan para ulama dan orang-orang sholih, karena


ia ibarat makanan yang kita kunsumsi setiap hari. Sedikit saja kita
jauh darinya akan menjadikan hati kita jauh dari Allah Taala dan
islam. Sebaliknya, kita harus menjauhi teman para ahli bidah dan
ahli maksiyat, karena ia adalah racunnya hati yang dapat mematikan
hati kita dan sulit mendapatkan petunjuk dari Allah Taala.

2. Larut dalam angan-angan kosong


Angan-angan kosong adalah lautan tak bertepi. Ia adalah lautan
tempat berlayarnya orang-orang bangkrut. Bahkan dikatakan, angan-
angan adalah modal orang-orang bangkrut. Ombak angan-angan
terus mengombang-ambingkannya,khayalan-khayalan dusta
senantiasa mempermainkannya. Laksana anjing yang sedang
mempermainkan bangkai.
Adapun orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia, maka cita-
citanya adalah seputar ilmu, iman dan amal shalih yang
mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan ini adalah cita-cita terpuji.
Adapun angan-angan kosong ia adalah tipu daya belaka. Nabi
shalallahu 'alaihi wa sallam memuji orang yang bercita-cita terhadap
kebaikan.

3. Bergantung kepada selain Allah


Ini adalah faktor terbesar perusak hati. Tidak ada sesuatu yang lebih
berbahaya dari bertawakkal dan bergantung kepada selain Allah.
Jika seseorang bertawakkal kepada selain Allah maka Allah akan
menyerahkan urusan orang tersebut kepada sesuatu yang ia
bergantung kepadanya. Allah akan menghinakannya dan menjadikan
perbuatannya sia-sia. Ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun dari
Allah, juga tidak dari makhluk yang ia bergantung kepadanya. Allah
berfirman, artinya:

"Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah,


agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka.
Sekali-kali tidak, kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan
mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan
mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi
mereka." (Maryam: 81-82)

Maka orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain
Allah. Ia seperti orang yang berteduh dari panas dan hujan di bawah
rumah laba-laba. Dan rumah laba-laba adalah rumah yang paling
lemah dan rapuh. Lebih dari itu, secara umum, asal dan pangkal
syirik adalah dibangun di atas ketergantungan kepada selain Allah.
Orang yang melakukannya adalah orang hina dan nista.
Allah berfirman, artinya: "Janganlah kamu adakan tuhan lain selain
Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan
(Allah)." (Al-Isra': 22)

4. Makanan
Makanan perusak ada dua macam.
Pertama , merusak karena dzat/materinya, dan ia terbagi menjadi dua
macam. Yang diharamkan karena hak Allah, seperti bangkai, darah,
anjing, binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku
tajam. Kedua, yang diharamkan karena hak hamba, seperti barang
curian, rampasan dan sesuatu yang diambil tanpa kerelaan
pemiliknya, baik karena paksaan, malu atau takut terhina.

Kedua, merusak karena melampaui ukuran dan takarannya. Seperti


berlebihan dalam hal yang halal, kekenyangan kelewat batas. Sebab
yang demikian itu membuatnya malas mengerjakan ketaatan, sibuk
terus-menerus dengan urusan perut untuk memenuhi hawa nafsunya.
Jika telah kekenyangan, maka ia merasa berat dan
karenanya ia mudah mengikuti komando setan. Setan masuk ke
dalam diri manusia melalui aliran darah. Puasa mempersempit aliran
darah dan menyumbat jalannya setan. Sedangkan kekenyangan
memperluas aliran darah dan membuat setan betah tinggal berlama-
lama. Barangsiapa banyak makan dan minum, niscaya akan banyak
tidur dan banyak merugi.

Dalam sebuah hadits masyhur disebutkan: "Tidaklah seorang anak


Adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari memenuhi perutnya
(dengan makanan dan minuman). Cukuplah bagi anak Adam
beberapa suap (makanan) yang bisa menegakkan tulang rusuknya.
Jika harus dilakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga
untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (HR. At-
Tirmidzi, Ahmad dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).

5. Kebanyakan tidur
Banyak tidur mematikan hati, memenatkan badan, menghabiskan
waktu dan membuat lupa serta malas. Di antara tidur itu ada yang
sangat dibenci, ada yang berbahaya dan sama sekali tidak
bermanfaat. Sedangkan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur
saat sangat dibutuhkan.
Segera tidur pada malam hari lebih baik dari tidur ketika sudah larut
malam. Tidur pada tengah hari (tidur siang) lebih baik daripada tidur
di pagi atau sore hari. Bahkan tidur pada sore dan pagi hari lebih
banyak madharatnya daripada manfaatnya.
Di antara tidur yang dibenci adalah tidur antara shalat Shubuh
dengan terbitnya matahari. Sebab ia adalah waktu yang sangat
strategis. Karena itu, meskipun para ahli ibadah telah melewatkan
sepanjang malamnya untuk ibadah, mereka tidak mau tidur pada
waktu tersebut hingga matahari terbit. Sebab waktu itu adalah awal
dan pintu siang, saat diturunkan dan dibagi-bagikannya rizki, saat
diberikannya barakah. Maka masa itu adalah masa yang strategis dan
sangat menentukan masa-masa setelahnya. Karenanya, tidur pada
waktu itu hendaknya karena benar-benar sangat terpaksa.
Secara umum, saat tidur yang paling tepat dan bermanfaat adalah
pada pertengahan pertama dari malam, serta pada seperenam bagian
akhir malam, atau sekitar delapan jam. Dan itulah tidur yang baik
menurut pada dokter. Jika lebih atau kurang daripadanya maka akan
berpengaruh pada kebiasaan baiknya. Termasuk tidur yang tidak
bermanfaat adalah tidur pada awal malam hari, setelah
tenggelamnya matahari. Dan ia termasuk tidur yang dibenci Rasul
Shallallahu 'alaihi wa sallam .
Banyak orang yang berpuasa, akan tetapi melakukan beberapa
pelanggaran-pelanggaran diatas. Mereka memperbanyak makan
karena seharian berpuasa. Ada yang memperbanyak tidur , padahal
bulan puasa adalah bulan ibadah bukan bulan untuk memperbanyak
tidur. Ada pula yang banyak melamun, bergaul dengan orang-orang
rusak dengan alasan untuk menunggu berbuka puasa. Marilah bulan
puasa ini kita manfaatkan untuk beribadah, karena tidak ada yang
menjamin bahwa kita masih menemui kembali bulan ramadhan
tahun depan.

(Disadur dari Mufsidaatul Qalbi Al-Khamsah, min kalami Ibni


Qayyim Al-Jauziyyah)

"Konsep Hati Menurut Islam"


Sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dalam sebaik-
baik bentuk.

[ /4]

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya.
Namun perlu kita ketahui bahwa kerupawanan seseorang akan
membawa kepada kehinaan bila tidak disertai oleh keindahan hati
yang dihiasi oleh iman dan amal
sholeh.
Sebagaimana lanjutan dari firman Allah di atas:

(5)
[ /5
6]
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang sehina-hinanya
(neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
Dari sini dapat kita pahami bahwa pokok kemulian bukanlah pada
rupa, serta tidak pula pada harta dan jabatan. Akan tetapi Allah
memandang kepada hati dan amalan seseorang.
Sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi
wa sallam dalam sabdanya:

.
Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa dan harta
kalian, dan akan tetapi Ia memandang kepada hati dan amalan
kalian.
Namun penentu baik dan buruknya amalan seseorang amat
bergantung kepada hati. Maka hati adalah bagaikan generator
bagi seluruh anggota badan. Kedudukan hati di antara anggota
badan bagaikan raja di tengah kerajaan. Semua gerak-gerik
anggota badan akan bergantung kepada hati sebagaimana gerak-
gerik anggota pasukan bergantung kepada raja. Bila raja bersifat
baik maka prajuritnya pun akan baik pula, sebaliknya bila raja
memiliki prilaku buruk maka bala tentaranya pun akan berprilaku
buruk pula.
Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah
menggambarkan kepada kita tentang hal tersebut dalam
sabdanya:





.
Ketahuilah! Sesungguhnya dalam tubuh ini ada segumpal daging,
apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak.
Maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah! ia adalah hati.
Hati adalah ciptaan Allah yang luar biasa, dimana hati menyimpan
berjuta-juta rahasia yang tidak mungkin untuk diketahui manusia
kecuali segelitir saja dari rahasia-rahasia tersebut. Ini
menunjukkan betapa luasnya ilmu dan kekuasaan Allah. Maka
oleh sebab itu menyuruh kita agar merenungkan tanda-tanda
kebesaran Allah pada diri kita.
Sebagaimana Allah perintahkan dalam Al Quran:
( 20) [ /20 21]
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi
orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka
apakah kamu tidak memperhatikan?
Semoga melalui apa yang kita bahas pada kesempatan kali ini
dapat sebagai mediator untuk meningkatkan keimanan dan
ketaqwaan kita kepada Allah. Disaat kita mencoba mengenal
sekelumit dari keluarbiasaan kekuasaan Allah dalam diri kita.
"Makna Dan Pengertian Hati"
Kata-kata hati dalam bahasa arab dinamai dengan beberapa
nama, diantaranya: Al Qalbu, Al Fuadu, dan Ash Shadru.
Dinamakan dengan Al Qalbu dengan dua sebab;
karena ia menunjukkan pusat (jantung) sesuatu, sebagaimana
kota makkah disebut Qalbul Ardhi (pusat bumi) karena letaknya di
tengah-tengah bumi. Sebagaimana hati dalam tubuh manusia
adalah pusat kembali segala aktifitas tubuh.
karena sifatnya berbolak-balik. Sebagaimana disebutkan oleh Nabi
shallallahu alaihi wa sallam dalam sabdanya:
( 6/4)


( 1772).
Sungguh hati anak Adam lebih cepat berbolak-balik dari periuk
yang sedang sangat mendidih.
Dan dinamakan Al Fuadu, karena bermacam-macamnya pikiran,
keyakinan dan perasaan yang tersimpam dalamnya.
Sebagaimana Allah sebutkan dalam Al Quran:

[ /36]
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu
akan diminta pertanggungan jawabnya.
Maka hati akan ditanya tentang apa yang ia pikirkan dan apa yang
diyakininya.
Dan dinamakan Ash Shadru (dada).
Sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:
{ [ }/19]
Dia mengetahui mata yang khianat dan apa yang disembunyikan
oleh hati.
Karena tempat hati terletak dalam dada, sebagaimana firman
Allah:


[ /46]
Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta,
ialah hati yang di dalam dada.
"Pebedaan antara hati dan otak".
Otak dalam bahasa arab disebut dengan Ad Dimaahg dan Al
Mukh.
Menurut sebagian ahli kesehatan bahwa akal tempatnya di otak,
akan tetapi menurut para ulama Islam akal tempatnya di hati.
firman Allah:
{ ( } : 179)
Mereka mempunyai hati, tetapi tidak mereka pergunakan untuk
memikirkan (ayat-ayat Allah).
Sumber pikiran dan pandangan berasal dari otak sedangan
sumber emosional (Irodah) adalah berasal dari hati.
Berkata Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya At Tibyaan fi
Aqsaamil Quran: Mani bila telah berumur enam hari apabila ia
membeku timbul di tengah-tengahnya suatu titik maka itulah
tempat jantung. Kemudian muncul satu titik pula diatasnya maka
itu adalah otak. Lalu muncul pula satu titik di arah kanannya maka
itulah hati (al kabid). Kemudian titik tersebut semakin
berkembang.
"Perbedaan antara hati dan jantung"
Sering dalam bahasa sehari-hari kita memahami bahwa hati
adalah bagian tubuh yang disebut dalam bahasa arabnya Al
Kibdah. Pada hal dalam Al Quran dan sunnah serta penjelasan
para ulama yang disebut hati adalah yang disebut jantung dalam
bahasa kita sehari-hari. Maka oleh sebab itu penyakit serangan
jantung dalam bahasa Arab disebut saktatul Qalb.
"Ciri Dan Sifat Hati Yang Baik"
Yaitu Hati yang tersentuh dan terkesan dengan ayat-ayat Allah.
Sebagaimana Allah gambarkan tentang hati orang-orang yang
beriman ketika mendengar ayat-ayat Allah:
{


[} /2]
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila
disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila
dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya),
dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
Hal ini terbukti dalam kehidupan para sahabat ketika
mendengarkan nasehat dari Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam, sebagaimana yang diceritakan oleh Irbadh bin Sariyah
radhiallahu anhu:
(( -r-

))
.
Pada suatu Rasulullah shalat mengimami kami, setelah itu beliau
menghadap kearah kami, lalu beliau menyampaikan nasehat yang
sangat dalam. membuat air mata menetes dan membuat hati
bergetar (tersentuh).
Hadits ini menunjukkan tentang betapa baiknya hati para sahabat,
sehingga amat mudah terkesan dengan nasehat yang mereka
dengar.
1. Hati yang lembut, santun dan penuh kasih.
Sebagaimana Allah gambarkan tentang kelembutan hati
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam terhadap umatnya:
{
}
[/128]
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan
(keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi
penyayang terhadap orang-orang mukmin.
2. Hati yang sabar.
Sabar terbagi kepada tiga macam:
Pertama: sabar dalam menjalankan perintah-perintah dalam
agama. Sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:




[/46]
Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu
berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar
dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar.
Dalam ayat yang mulia ini Allah memerintahkan untuk bersabar
setelah perintah untuk berbuat taat kepada-Nya dan kepada rasul-
Nya. Ini menunjukkan bahwa dalam melakukan ketaatan kepada
Allah dan rasul-Nya amat butuh pada kesabaran.
Kedua: sabar dalam mengendalikan diri dari hal-hal yang
diharamkan dalam agama. Untuk hal ini Allah sebutkan dalam
firman-Nya:
Ketiga: sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian (musibah) dari
Allah. Seperti Allah sebutkan dalam firman-Nya:
( 155)
( 156)

[ /155-157]
Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka
mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun. Mereka
itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari
Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat
petunjuk.
3. Hati yang teguh dan kokoh dalam memegang kebenaran.
Sebagaimana Allah gambarkan kepada kita tentang kisah pemuda
ashabul kafi bahwa mereka pemuda-pemuda yang teguh
pendiriannya dalam memegang kebenaran.
( 13)

[/13 14]
Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman
kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka
petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka
berdiri.
Demikian pula firman Allah:




[ /15]
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-
orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya,
kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad)
dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah
orang-orang yang benar.
Di zaman kita ini betapa banyaknya orang yang ragu-ragu dan
plin-plan serta bimbang dalam meyakini dan memperjuangkan
kebenaran. Hal itu disebabkan tidak adanya kemantapan hati
dalam meykini sebuah kebenaran.
4. Hati yang tidak pendendam.
Banyak sekali ayat-ayat maupun hadits-hadits yang menjelaskan
buruknya sifat mencela&sifat balas dendam.
Sebagaimana Allah menggambarkan tentang sifat orang-orang
yang bertaqwa dalam firman-Nya:
( 133)







[ /133 134]
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan
kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang
disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang
yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun
sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan
memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang
berbuat kebajikan.
Dan juga firman Allah:
[ /199]

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang
maruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
"Bentuk Dan Jenis Penyakit Hati"
Bentuk penyakit hati secara umum ada dua macam:
Asy Syubuhaat (berhubungan dengan keyakinan) yaitu menyenagi
segala bentuk keyakinan yang kufur dan sesat, seperti syirik, nifaq
dan bidah dan seterusnya.
Asy Syahawaat (berhubungan dengan akhlak) yaitu menyenangi
berbagai macam bentuk maksiat. Diantaranya ada yang
berhubungan dengan kepuasan sex, seperti zina, onani, lesbian,
homosex dan sterusnya. Dan diantaranya ada pula yang
behubungan tingkah laku, seperti sombong, hasad, dengki,
congkak dan seterusnya.
Berbagai jenis penyakit hati lahir dari dua bentuk penyakit diatas,
diantaranya:
1. Al Gahflu (Lalai).
Allah mencela hati yang lalai dari merenungkan, memikirkan dan
memahami ayat-ayat Allah, sebagaimana Allah berfirman dalam Al
Quran:






[/179]
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam)
kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi
tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan
mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai
telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat
Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih
sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Dan firman Allah:
( 2) [ /2 3]
Tidaklah datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang
baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka
mendengarnya, sedang mereka bermain-main, (lagi) hati mereka
dalam keadaan lalai.
2. Keluh kesah, gundah dan perasaan cemas yang berlebihan.
Kondisi ini timbul pada saat seseorang takut atas kehilangan
sesuatu yang telah diperolehnya, atau takut tidak memperoleh apa
yang diharapkannya.
Oleh sebab itu Allah melarang rasul-Nya untuk tidak bersedih dan
terhadap tipu daya orang-orang kafir quraisy.
Sebagaimana Allah berfirman:


( 127)

[ /127 128]
Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu
melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih
hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit
dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya
Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang
berbuat kebaikan.
Demikian pula perkataan para malaikat kepada nabi Luth, tatkala
kaumnya akan dihacurkan Allah. Sebagaimana firman Allah:


[ /33]

Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu
kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan
(merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan
mereka berkata: Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah.
Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-
pengikutmu. kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang
yang tertinggal (dibinasakan).
3. Putus asa dan kekecewaan yang berlebihan.
Kondisi ini timbul ketika seseorang ditimpa musibah seperti
kehilangan sesuatu yang amat dicintainya, atau gagal
memperolehnya, bisa berupa harta ataupun jiwa. Banyak kita
saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari orang yang mengambil
jalan pintas dengan cara bunuh diri atas kesusahan dan kesulitan
yang menimpanya.
Pada hal Allah mengharamkan untuk berputus asa dari rahmat-
Nya, sebagaimana firman Allah:




[ /49]

Tidak pantas Manusia itu jemu memohon kebaikan, dan jika
mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus
harapan.
Dan firman Allah:


[ /87]


Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
tiada yang berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang
kafir.
4. Buta terhadap kebenaran.
Allah mencela orang yang buta hatinya dari melihat bukti-bukti
kebenaran dan tanda-tanda kebesaran Allah, sebagaimana firman
Allah:



[ /46]
Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka
mempunyai hati yang dapat memaham (kebenaran)i, atau
mempunyai telinga yang dapat mendengar (kebenaran)? Karena
sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta,
ialah hati yang di dalam dada.
5. Keras membatu tidak mampu ditembus oleh nasehat-nasehat
agama.
Hati yang secara fisik terlihat lentur dan lunak namun pada
hakikatnya bisa lebih keras dari batu saat diberi nasehat. Bahkan
batu bisa lebih lunak dari sebagian hati manusia. Sebagaimana
Allah ceritakan tentang hati orang-orang Bani Israil dalam surat Al
baqarah:






[ /74]
Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu,
bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh
ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya
sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya
dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut
kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang
kamu kerjakan.
6. Penyakit Nifak (kemunafikkan).
Kemunafikkan adalah memperlihatkan iman secara lahir dan
menyembunyikan kekufuran secara batin. Kemunafikkan adalah
salahsatu bentuk kekufuran dan ia adalah penyakit hati yang
sangat berbahaya dan sangat keji oleh sebab itu pelakunya lebih
berat mendapatkan azab dari orang kafir yang terang-terangan.
Sebagaimana Allah gambarkan tentang hati orang-orang munafiq
dalam ayat berikut ini:
( 8)
( 9)
[ /8-10]
Di antara manusia ada yang mengatakan: Kami beriman kepada
Allah dan Hari kemudian, pada hal mereka itu sesungguhnya
bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah
dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu
dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada
penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa
yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
7. Ar Rubu (Cemas dan takut).
Penyakit ini Allah masukkan ke dalam hati orang-orang kafir dan
musyrik.
Sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:


[ /151]
Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut,
disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang
Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat
kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat
tinggal orang-orang yang zalim.
8. Terkunci dari menerima kebenaran.
Ini adalah sifat hati orang kafir yang sudah tidak mau menerima
peringatan dan seruan untuk beriman kepada Allah dan hari akhir.
Sebagaimana Allah sebutkan pada awal surat Al Baqarah:
( 6)


[/6 7]
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu
beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga
akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran
mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa
yang amat berat.
9. Suka mengikuti sesuatu yang samar-samar.
Sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:



[ /7]
Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada
kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang
samar-samar, untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari
tawilnya.
Demikian pula disebutkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam dalam sabdanya:











.

.
Sesungguhnya yang halal itu sudah jelas dan yang harampun
sudah jelas. Dan diantar keduanya ada perkara yang sama-samar,
kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang
menjauhi sesuatu yang samar-samar berarti ia telah menjaga
agama dan kehormatannya. Barangsipa yang melakukan sesuatu
yang sama-samar maka ia telah jatuh kepada yang haram.
Bagaikan sipenggembala yang menggembala di batas pagar,
boleh jadi ia akan masuk kedalamnya. Sesungguhnya setiap raja
memiliki batas, sesungguhnya batasan Allah adalah perkara-
perkara yang haram. Ketahuilah sesungguhnya dalam jiwa
seseorang terdapat segumpal daging. Apabila ia baik maka
baiklah seluruh jasdnya. Dan apabila rusak maka rusaklah seluruh
jasadnya. Ketahuilah! Ia adalah hati.
10. Beroyalitas kepada orang kafir.
Salah satu jenis penyakit hati yang sangat dicela dan berbahaya
adalah beroyalitas kepada orang kafir. Seperti membela keyakinan
mereka dengan alasan toleransi dan menyalahkan orang yang
menentang keyakinan mereka. Penyakit ini mulai terjangkit
dengannya sebagian intelektual zaman ini. Hal ini sangat
diharamkan atas seorang muslim sebagaimana terdapat dalam
firman Allah berikut ini:



(51)

[ /51 52]
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil
orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi penolong-penolong(mu);
sebahagian mereka adalah penolong sebahagian yang lain.
Barangsiapa diantara kamu yang mengambil mereka menjadi
penolong, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan
mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim. Maka kamu akan melihat orang-orang
yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera
mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: Kami
takut akan mendapat bencana.
11. Ragu dan bimbang terhadap kebenaran.
Diera kemajuan informasi ini banyak sekali hal-hal yang dapat
meragukan dan membimbangkan seseorang terhadap kebenaran.
Bahkan tidak bisa membedakan antara yang baik dengan yang
buruk, antara yang batil dengan yang hak, antar kafir dan iman,
antara tauhid dan syirik, Seperti keraguan tentang kekalan
kehidupan akhirat dan kejadian hari kiamat. Kebimbangan
terhadap kebenaran adalah salah satu penyakit hati yang di
sebutkan Allah dalam firman-Nya berikut.


[/45]
Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah
orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian,
dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang
dalam keraguannya.
Dan firman Allah:



(50)
[ /50-51]
Apakah dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka
ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya
berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-
orang yang zalim. Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin,
bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nyauntuk memberi
keputusan di antara mereka,ialah ucapan. Kami mendengar, dan
kami patuh. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
12. Mudah terfitnah oleh rayuan setan.
Hati yang sakit dan tidak diimunisasi dengan ilmu dan amal sholeh
akan sangat mudah terpengaruh oleh rayuan setan.
Sebagaiamana terdapat dalam firman Allah berikut ini:
[ /53]

Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu
sebagai ujian bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada
penyakit dan yang kasar hatinya.
Demikian pula dijelaskan dalam sabda Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam:














. .
Fitnah-fitnah akan merajut hati seperti rajutan tikar, sedikit demi
sedikit. Setiap hati yang terpengaruh dengannya akan terdapat
dalamnya bintik hitam. Dan setiap hati yang menolaknya akan
terdapat dalamnya bintik putih. Sehingga dari kedua hati tersebut
salah satu dari keduanya menjadi putih bagaikan batu putih jernih.
Maka fitnah tidak mampu mempengaruhinya selama berdirinya
langit dan bumi. Dan hati yang lain menjadi hitam lebam. Bagai
mangkok yang terlungkup, tidak kenal yang maruf dan tidak pula
yang mungkar, kecuali yang sesuai dengan hawa nafsunya.
"Tips Dan Trik Mengobati Hati Yang Sakit"
1. Segera bertaubat dan banyak beristighfar.
Sesungguhnya dosa sangat mempengaruhi hati seseorang, setiap
berbuat dosa akan tetancap bintik hitam pada hati seseorang
tersebut. Ibarat besi yang semakin hari dililit karat, bila sudah
terlalu tebal maka untuk menghilangkannya akan sangat sulit dan
butuh pada waktu yang cukup lama. Diterjen yang paling manjur
untuk membersihhkan karat hati adalah taubat dan istighfar.
Amat banyak sekali ayat-ayat maupun hadits-hadits yang
memerintahkan agar kita senantiasa bertobat dan memohon
ampunnan dari Allah.
Seperti perintah nabi Huud alaihis salam kepada kaumnya yang
terdapat dalam fiman Allah:


[ /52]
Dan (dia berkata): Hai kaumku, mohonlah ampun kepada
Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan
hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan
kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling
dengan berbuat dosa.
Demikian pula perintah nabi Syuaib alaihis salam kepada
kaumnya dalam firman Allah:
[ /90]
Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah
kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha
Pengasih.
2. Banyak bertawakal.
Agar hati kita tenang ketika berihtiar dan berusaha, hendaklah kita
bertawakal sepenuhnya kepada Allah. Barangsiapa yang
bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan
keperluannya.
Sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:


[ /3]
Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah
akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah
melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya
Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
3. Biasakan bersikap sabar.
Dalam menjalani hidup sehari-hari pasti kita akan mengalami
kondisi yang saling berbeda. Tidak ada seorangpun yang tidak
mengalami cobaan dan ujian. Karena Allah telah menjadikan
kehidupan ini untuk melihat siapa yang lulus dari ujian.
Sebagaimana Allah berfirman:

( 2)



[ /2 3]
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)
mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum
mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang
benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang
dusta.
Dan firman Allah:


[/155]
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan
sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-
buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang
sabar.
4. Sering membaca dan mendengarkan Al Quran.
Al Quran adalah kitab suci yang oenuh berkah disamping sebagai
petunjuk, rahmat dan pelajaran. Ia juga sebagai obat dan penawar
bagi berbagai penyakit hati, sebagaimana Allah sebutkan dalam
firmannya:

[/57]
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran
dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang
yang beriman.
Dan firman Allah:


[ /82]
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu
tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain
kerugian.
5. Mempelajari ilmu agama terutama ilmu Akidah.
Mempelajari ilmu akidah berdasarkan dalil-dalil syari akan
menyembuhkan hati kita dari berbagai bentuk penyakit syubuhat
(Kesesatan) dalam hati. Seperti penyakit ragu, nifaq, syirik, bidah
dan lain-lain.
Oleh sebab itu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam
selama tiga belas tahun di Makkah menyeru kepada tauhid dan
memperbaiki aqidah orang kafir Quraisy. Demikian pula ayat-ayat
yang turun di Makkah jika kita perhatikan hanya berbicara tentang
tauhid dan Aqidah. Demikian tugas seluruh para rasul dan nabi
mengajak manusia untuk mengetahui tentang pentingnya tauhid
dan betapa berbahayanya syirik. Jika kita membaca surat yang
pertama turun adalah perintah untuk membaca dan menulis
karena keduanya adalah sarana untuk mendapat ilmu.
Sebagaiman terdapat dalam firman Allah:
( 1)
(2) ( 3)

(4) [ /1-5]

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah,
dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia)
dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa
yang tidak diketahuinya.
6. Membiasakan berinfak
Membiasakan berinfak adalah cara membersihkan hati dari
penyakit kikir dan tamak. Oleh sebab itu, banyak sekali ayat dan
hadits-hadits yang memerintahkan kita untuk selalu berinfak.
Sebagaimana Allah berfirman:

( 19)
( 20)
( 21)
( 22) ( 23) ( 24)

[ /19-25]
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia
mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang
mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan
shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian
tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak
mempunyai apa-apa.
7. Berteman dengan orang-orang yang sholeh dan taat beribadah
serta berakhlak mulia.
Berteman dengan orang yang sholeh akan banyak memberikan
terapi bagi kita. Karena ia akan mengingatkan jika kita lupa dan
akan menasehati jika kita tersalah.
Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam:







.
Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek
seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan)
penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak
wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau
akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk
dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan
bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap. (HR. Al-
Bukhari dan Muslim)
Zikir mutlak (umum), dimana mata, telinga, mulut, tangan, kaki
beserta seluruh anggota badan kita berzikir kepada Allah. Kita
meresa selalu diawasi, dilihat, didengar dan diperhatikan oleh
Allah. Kita mengendalikan diri kita dari berbagai kemaksiatan dan
dosa meskipun kita sendirian dan tidak ada seorangpun disamping
kita dan mengetahui gerak-gerik kita.
Zikir muqaiyyat (berbentuk tertentu) dari segi waktu dan tempat.
Contohnya doa mau tidur dan bangun tidur, doa masuk wc dan
keluar wc, doa setelah berwuduk, setelah mendengar azan dan
seterusnya.
Untuk menjaga hati kita tetap tenteram, nyaman dan tenang
adalah dengan banyak berzikir kepada Allah sebagaimana Allah
sebutkan dalam kalamnya:

[ /28]
Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati
Allah-lah hati menjadi tenteram.
Demikian pula dijelaskan dalam sabda Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam:
((
)) .
Tidaklah suatu kaum duduk mengimngat Allah dalam satu majlis.
Kecuali malaikat menaungi mereka, rahmat Allah meliputi mereka
dan diturunkan kepada mereka ketenangan. Serta Allah menyebut
mereka di hadapan makhluk yang di sisi-Nya.
2. Selalu merenungkan ayat-ayat Allah.
Ayat-ayat Allah ada dua macam:
Ayat Kauniyah, yaitu tanda-tanda keagungan dan kebesaran Allah
yang terdapat pada alam raya ini. Seperti matahari, bulan, bintang,
bumi dan langit serta apa yang terdapat di anatar keduanya dan
pada keduanya.
Ayat Syariyah, yaitu ayat-ayat suci yang diturunkan Allah kepada
para nabi dan rasul sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.
Sesungguhnya dalam ayat-ayat yang diturnkan Allah terdapat
berbagai macam perintah dan larangan yang menyimpan berjuta-
juta rahasia hikmah. Demikian pula hukum-hukumnya membawa
keadilan yang luar biasa, seandainya bersatu seluruh pakar
hukum di dunia untuk menandingi satu saja dari hukum Islam
niscaya mereka tidak akan mampu menandinginya.
Banyak sekali ayat Al Quran yang memerintahkan kita untuk
merenungkan dan memikirkan tentang ayat-ayat Allah baik ayat
syariyah maupun ayat kauniyah. Diantaranya firman Allah:

( 3)


( 4)







( 5)



[ /3-6]

Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-


tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. Dan
pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata
yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan
Allah) untuk kaum yang meyakini, dan pada pergantian malam dan
siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-
Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada
perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi
kaum yang berakal. Itulah ayat-ayat Allah yang Kami
membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan
perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam)
Allah dan keterangan-keterangan-Nya.
3. Senantiasa mengingat kehidupan akhirat.
Sangat banyak sekali ayat-ayat Al Quran yang menceritakan
tentang kehidupan akhirat. Ada ayat yang bercerita tentang
kehidupan ahli surga, membuat hati kita begitu rindu untuk
melihatnya. Dan ada pula ayat yang bercerita tentang penderitaan
dan siksaan ahli neraka membuat hati kita menjadi tertunduk dan
takut kepada Allah. Berbagai peritiwa yang akan dilalui manusia di
alam akhirat seperti:
Kehidupan alam kubur.
Peristiwa ketika di Padang Mahsyar.
Peristiwa ketika diserahkannya catatan amal kita.
Peristiwa ditimbangnnya amalan kita.
Peristiwa ketika melewati Shiartul mustaqim.
Oleh sebab itu kita dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi
wa sallam untuk berziarah kubur agar kita ingat kepada akhirat.
(( )) : .
Ziarahilah oleh kalian perkuburan, karena sesungguhnya dia akan
mengingatkan kalian kepada hari akhirat.
4. Biasakan membaca sejarah kehidupan Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam dan para sahabat.
Diantara hal yang dapat membuat hati kita tetap tegar dan kokoh
serta istiqamah dalam memegang kebenaran adalah dengan
membaca sejarah kehidupan para nabi dan rasul serta para
sahabat. Kita akan melihat bagaimana mereka tidak pernah goyah
keyakinan mereka dengan sebesar apapun tantangan yang
mereka hadapai. Oleh sebab itu, Allah menyebutkan dalam kitab
suci-Nya kisah-kisah para nabi dan umat yang terdahulu agar kita
bisa mengambil pelajaran dari sejarah kehidupan mereka. Seperti
kisah nabi nuh yang 950 tahun. Betapa sabarnya beliau dalam
menghadapi tantangan kaumnya.



[/14]
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya,
maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh
tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah
orang-orang yang zalim.
Bahkan kisah-kisah tersebut Allah jadikan sebagai cara untuk
meneguhkan hati Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
sebagaimana firman Allah:


[ /120]
Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah
kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu.
Dan Allah menjadikan kisah-kisah tersebut sebagai pelajaran bagi
orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman Allah:





[ /111]
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran
bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah
cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab)
yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai
petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
5. Doa.
Konsep Akidah Terkait Hati
Konsep akidah yang terkait dengan hati sangat banyak sekali
namun dalam kesempatan yang terbatas ini kami sebutkan yang
terpenting saja, diantaranya:
1. Ar Rajaa (Harapan).
Ar Roja adalah ketulusan hati kita dalam berharap kepada Allah.
Kita hanya menggantung seluruh harapan kita kepada Allah
semata. Karena ditangan Allah-lah segala kebaikan. Barangsiapa
yang megantungkan harapan kepada selain Allah maka ia telah
terjerumus kedalam penghambaan dan peribadatan kepada selain
Allah.
Berikut ini kita sebutkan tentang dalil yang mewajibkan bahwa
segala harapan kita hanya kita gantungkan kepada Allah.

[ /110]
Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka
hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia
mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada
Tuhannya.
2. Al Khauf (rasa takut).
Kita tidak boleh takut kecuali kepada Allah semata, karena hanya
Allah yang mampu mendatangkan mudharat dan ditangan-Nya
segala urusan makhluk.
Sebagaimana perintah Allah:

[ /175]
Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang
menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang
musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada
mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang
yang beriman.
Dan firman Allah:

[ /44]
Maka janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah
kepada-Ku.
3. Al Mahabbah (Kecintaan).
Kecintaan yang murni hanya ditujukan kepada Allah, kita tidak
boleh menserikat Allah dalam cinta ubudiyah kita. Seperti
disebutkan Allah dalam firman-Nya:




[/165]
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah
tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya
sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang
beriman amat sangat cintanya kepada Allah.
4. Ikhlas.
Ikhlas adalah menyerahkan segenap ibadah kita kepada Allah
semata. Tanpa mengharap pujian dan sanjungan siapapun. Hati
adalah tempat menetukan niat ketika seseorang melakukan
aktifitas ubudiyah kepada Allah.
Sebagaimana Allah perintahkan dalam firman-Nya:


( 162)


[ /162 163]
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku
dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada
sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku
dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri
(kepada Allah).
5. Khusu.
Khusu adalah tingkat keyakinan saat beribadah kepada Allah,
maka semua perhatian hatinya tertuju pada Allah. Khusu adalah
bagian dari perkerjaan hati yang hanya boleh kita persembahkan
kepada Allah semata.
Allah berfirman:
[ /90]

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu
bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik
dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas[970].
Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada
Kami.wallahu a'lam^^